Tubuhku di service teknisi - 6

Setelah beberapa jam aku tertidur menindih tubuh Didit dengan masih berpakaian stelan kulit lengkap dan bersepatu boot, hanya CD g-string ku yang sudah terlepas. Didit tertidur pula sambil memeluk tubuhku yang berada diatasnya. Terasa tetekku yang montok mengganjal dadanya sehingga tampaknya dia sulit untuk bernafas. Aku merasakan nyaman sekali dalam pelukannya hingga tertidur lelap.

Kedua kakinya melingkari kedua kakiku. Permainan sex sejak kemarin bersama laki-laki pribumi seperti Didit rupanya membuatku menjadi wanita yang mulai binal. Akhirnya aku mulai tersadar dari tidur beberapa saat sesudahnya dan melihat Didit masih tertidur, aku enggan untuk bergerak karena tidak ingin membangunkannya.

Aku mulai berkhayal untuk mulai mencari kepuasan dengan laki-laki pribumi dan ingin sekali menjadi wanita yang binal untuk membalaskan dahaga yang aku dapat karena suamiku yang lemah itu. Aku mencium aroma tubuhnya yang cukup bau tapi menggugah seleraku, karena aku belum pernah berpelukan dengan laki-laki pribumi. Dalam pikiranku kenapa tidak sejak dulu aku mencari laki-laki pribumi seperti Didit yang bisa memuaskanku, memelukku di saat tidur.

Beberapa lamanya aku mengkhayal dan aku merasakan pantatku dielus-dielus oleh kedua tangannya. Aku mulai berfikir kalau laki-laki pribumi memang sangat memuaskan birahiku, nafsunya yang besar seolah-olah tiada hari tanpa mengentot tubuhku. Dia mulai melakukan remasan ke pantatku, dan kemudian tangannya dimasukkan kesela-sela pantatku. Akhirnya kukecup keningnya dengan mesra.

"Sorry Tante membangungkan Didit.." bisikku dengan lemah.
"Nggak apa apa Tante.." jawabnya perlahan dengan suara agak parau.

Tangan kanannya berusaha memasukkan jarinya kesela-sela pantatku dan dibelahnya pantatku yang montok itu. Aku mulai menggeliat kecil kegelian karena selama ini aku tidak pernah dipermainkan belahan pantatku.

"Dit nakal kamu.."
"Biarinn.. Tapi sukakan.." jawabnya sambil tersenyum.

Jari-jari tangan kanannya mulai menggosok dari lubang anusku sampai ke bibir memekku.

"Kalau nanti Tante jadi wanita binal gimana Dit?"

Kedua kakiku mulai menggesek-menggesek kakinya karena geli di sekitar pantatku.

"Nggak apa-apa asal binalnya sama Didit aja.."

Jari tengahnya bergoyang-bergoyang dibibir memekku sedangkan ibu jarinya menekan-nekan anusku. Tangan kirinya sesekali meremas-remas pantatku yang montok ini.

"Dit, jangan mainkan anus Tante, jijik Tante nggak suka"

Aku mulai merayap mendekati bibirnya dan mulai mengecup-mengecup lembut. Setelah aku berbicara itu maka dihentikan kegiatan ibu jarinya dan dilanjutkan jari telunjuk bermain dibibir memekku yang sebelah kanan dan jari tengah dibibir memekku yang kiri. Karena aku mengecup bibirnya langsung dia menyambar bibirku yang sexy itu. Jari-jari tangan kanannya tetap bermain dibibir memekku dan digoyang-goyang digosok-gosok terus memekku.

"Dit.. Saat ini Tante ingin sesuatu yang lembut dan soft.. Mmhh.." kedua tanganku memegang pipinya.
"Iya Tante Didit akan bikin apa maunya Tante.." jawabnya.

Jari tengahnya mulai menyentuh itilku dan sesekali itilku dielus-elus dengan jari tengahnya walau dengan sedikit sulit. Aku kembali mengulum bibirnya dengan pelan dan mesra sekali. Dia balas mengulum bibirku, lidahnya dimainkan didalam mulutku, terkadang lidahku disedotnya. Aku benar-benar menyukai cara permainan lidahnya karena aku tergolong baru dalam hal-hal sex yang seperti ini. Akhirnya aku sambil menekan-nekan pipinya dan terkadang meremas-remas rambutnya.

"Mmhh"

Disaat kami masih berciuman, kedua kakiku itu direnggangkan dengan kedua kakinya, agar tangan kanannya bermain dengan leluasa. Setelah kedua kakiku terbuka lebar jari tengahnya menekan-nekan itilku sedang jari telunjuknya berputar-putar dibibir memekku.

Ciuman dibuatnya lebih panas lagi dan kadang disedot lidahku yang mungil dengan agak kuat. Nafsu birahiku cukup terangsang dengan pola permainan ini, sehingga aku hanya meremas-remas rambutnya dengan kedua tanganku.

"Mmhhss"

Kini setelah agak basah memekku dia mengubah posisi jari telunjuknya, kini jari itu dimasukkan kedalam memekku. Jarinya mencari g-spot yang berada di dalam memekku, setelah ditemukan digosok perlahan-slahan dan diimbangi dengan gerakan jari tengahnya yang mengelus-elus itilku itu.

"Sshh.. Ditt.. Mmhh"

Tubuhku terasa mulai melayang menikmati permainan pada g-spot ku. Kegiatan itu terus dilakukan sedangkan bibirnya masih menyatu dengan bibirku dan terkadang lidahku disedot-sedot dan digigit-gigit kecil. Tangan kirinya berusaha mengelus-elus punggungku yang masih berpakaian itu. Rangsangan cukup hebat yang aku dapatkan membuat kedua tanganku bergerak meremas bantal yang ditidurinya sehingga ketiakku berada disisi kiri dan kanan kepalanya.

"Oohh.. Nikmat sekali Ditt... sshh.."

Tangan kirinya berusaha mencari tetekku, jari tangan kanannya masih bermain dimemekku, kadang dimainkan cepet sekali, terkadang dimainkan lambat. Tubuhku mencoba merayap semakin keatas sehingga tetekku berada didepan wajahnya. Dengan satu tangan kirinya dia mencoba membuka bajuku, setelah terbuka tangan kirinya langsung meremas-remas tetekku. Sedangkan jari-jari tangan kanannya masih dimemekku kini jari-jari itu dia goyangkan seperti langkah orang berjalan, kadang cepat kadang lambat.

"Jangan dilepas Dit baju Tante mmhh.. Tante ingin terlihat sexy sama Didit"
"Aku cuma mau ngeluarin tetek Tante saja kok.."

Setelah dia bisa mengeluarkan tetekku langsung mulutnya menyambar putingku dan langsung menyedot-menyedot putingku yang kecil itu. Tangan kirinya meremas-remas tetekku yang kiri. Kini jari telunjuknya keluar dari memekku dan ikutan bermain di itilku dengan kedua jari berputar-putar diatas itilku itu.

Aku terus merayap hingga kini kepalanya melihat rok mini kulitku membuat posisiku bertumpu dengan kedua tanganku di bantal.

"Sshh Dit.."

Setelah aku menaikkan posisi tubuhku dan posisi memekku diatas muka, dia langsung menarik rok miniku keatas agar dia bisa melihat memekku yang berjembut lebat. Setelah kelihatan dia langsung kecup pas diatas itilku. Memekku itu dibelah dengan kedua tangannya, lidahnya langsung begoyang-goyang di itilku dengan sesekali disedotnya.

"Aahh Ditt enakk... Hh.."

Aku mulai berkelojotan merasakan permainan lidah dan bibirnya di memekku. Kedua tanganku meremas-remas rambutku sendiri. Aku tidak bisa melihatnya karena wajahnya yang tertutup rok miniku seluruhnya. Kadang itilku digigit-gigit kecil lalu disedot perlahan. Lidahnya pun kadang menjilat-jilat bibir memekku dari kanan ke kiri.

"Lidah pribumi memang nakall hhss.." aku berteriak sambil kepalaku tergeleng-geleng kekiri dan kekanan.

Lidahnya semakin berputar-putar didalam lubang memekku yang basah, kadang diselingi sedotan pas dilubang memekku. Dikala dia menyedot pas dilubang memekku jari telunjuknya menekan-nekan itilku. Permainan lidahnya dimemekku membuat aku berada diujung puncak kenikmatan. Mataku terpejam rapat-rapat ingin merasakan kenikmatan yang akan segera kuraih.

Kedua tanganku meremas-remas tetekku sendiri yang seluruh kancing bajunya telah terbuka. Jari telunjuknya yang kanan diposisi menggoyang-goyangkan itilku terus dilakukan kadang ditekan-tekan itilku itu. Sedangkan lidahnya terus menyapu bibir memekku. Permainan dibuatnya dengan tempo cepat sekali. Sedotannya pun sering dilakukan dilubang memekku. Terkadang lidahnya dimasukkan kedalam lubang memekku.

"Cukup Ditthh.. Sshh buka celananya Dit sekarang"

Aku berdiri diatas ranjang menginjak kasur dengan sepatu boot yang masih terpakai.

"Iya Tante.."

Diapun langsung membuka celana jeansnya dan cdnya langsung dilepaskan. Aku terus meremas-remas tetekku dengan tangan kanan sedangkan tangan kiriku memainkan itil yang tepat berada sekitar hampir 1 meter dari kepalanya. Tak lama kemudian keluarlah kontolnya yang sudah berdiri, sesaat dia mengelus-elus kontolnya sendiri.

"Shhmm.."

Kedua matanya memandangiku. Aku berbalik badan untuk melihat kontol pribumi yang sudah ngaceng itu sambil terus melakukan sedikit gerakan-gerakan erotis seperti wanita binal, aku masih berdiri diatas ranjang. Tangan kanannya masih mengelus-elus kontolnya yang tegang, tangan kirinya meremas-remas pantatku yang montok itu. Sesekali jarinya ada yang menelusup masuk kebibir memekku dan dielusnya.

"Oohh Ditt.."

Dengan masuknya jarinya ke memekku, tangan kiriku mengelus-elus jembutku yang lebat sambil membayangkan jika kontol pribumi yang begitu hitam dan besar itu masuk dalam mulutku karena aku tidak pernah menghisap kontol sebelumnya hanya menyaksikan di film-film saja.

Jari telunjuknya dimasukkan ke memekku dan digosok-gosok ke bibir memekku sambil terkadang dimasukkan ke lubang memekku. Sedang ibu jarinya bergoyang-goyang pada tempat antara memekku dengan lubang anusku. Tubuhku akhirnya terjatuh berlutut dikasur karena lemas menahan serangan yang dilakukannya. Kini aku mulai memegang kontolnya dengan kedua tanganku. Ingin sekali rasanya aku untuk mencoba menghisap kontol pribumi yang membuat diriku menjadi binal.

"Aahhdiittsshh"

Bersambung...