Panasnya Nafsu Birahi - 5

Tante Melly benar-benar tak berdaya menahan serangan birahinya. Sambil meremasi sprei, kepalanya bergoyang kekiri dan kekanan. Ditengah-tegah desisannya, mulutnya meracau, mengeluarkan kata-kata kotor. Serasa hendak menjemputi kemaluan Ivan agar menghujam lebih dalam lagi ke lubang vaginanya, Tante Melly mengangkat pantatnya tinggi-tinggi.

Sekitar tiga puluh menit berlalu mereka berganti posisi. Kini Ivan duduk diatas ranjang, dengan kemaluan yang masih tegak, sementara Tante Melly berjongkok diatas selangkangan pemuda itu. Kini Tante Melly memegang kendali, dia meraih kemaluan Ivan, dikocok-kocoknya sebentar, kemudian diarahkannya ke lubang vaginanya. Dengan cepat lubang vagina Tante Melly menelan seluruh batang kemaluan Ivan.

Tanpa membuang-buang waktu, Tante Melly langsung mendorong pantatnya naik turun, memompa kemaluan Ivan. Ivan mengimbangi gerakkan pantat Tante Melly dengan menyodok-nyodokkan pantatnya. Semakin lama semakin cepat Tante Melly memompa kemaluan Ivan. Sampai akhirnya, dia merasakan puncak kenikmatannya akan segera datang. Gerakkan Tante Melly semakin liar, matanya nanar dan wajahnya berubah ganas.

Dan akhirnya, dengan diiring lolongan panjang, Tante Melly menekankan pantatnya dalam-dalam. Tubuhnya mengejang beberapa saat, selangkangannya bergetar, dan vaginanya berdenyut keras. Orgasme yang kedua kalinya tengah melanda Tante Melly. Cairan hangat dan kental merembes dari lubang vaginanya, membasahi batang kemaluan Ivan.

Tante Melly diam beberapa detik, menikmati orgasmenya yang baru kali ini dirasakannya, setelah sepuluh tahun menjanda. Kemudian dia turun dari tubuh Ivan, lalu duduk disamping pemuda itu. Tangannya menggenggam lalu mengocok-ngocoknya pangkal kemaluan itu dengan tempo semakin lama semakin cepat. Sementara mulutnya mengulum kepala kemaluan Ivan.

Sampai akhirnya Tante Melly merasakan kemaluan Ivan berkedut-kedut. Ivan mengangkat-angkat pantatnya, menyambut kuluman dan kocokkan Tante Melly, tangan-tangannya dengan kuat menekan kepala Tante Melly dan membenamkan keselangkangannya saat dirasakannya orgasmenya hampir sampai.

“Ohh.. Tante.. akuu.. keluarr,” jerit Ivan saat puncak kenikmatanya telah sampai.

Spermanya menyemprot ke dalam mulut Tante Melly. Setiap semprotan spermanya ditandai dengan anggukan-anggukan kemaluannya. Tanpa ragu, Tante Melly menelan seluruh sperma Ivan yang masuk kemulutnya. Dan sambil tersenyum puas, Tante Melly menjilati sisa-sisa sperma yang masih blepotan dibatang kemaluan pemuda itu.

Tante Melly benar-benar puas dengan permainan ranjang yang diberikan Ivan. Kepuasan yang tak pernah diberikan oleh siapapun, termasuk bekas suaminya yang kini telah tiada. Kepuasan yang sama juga dirasakan Ivan. Dugaanya tak meleset, wanita seperti Tante Melly, sangat ganas dan benar-benar luar biasa diatas ranjang.

Mereka tertidur pulas karena kelelahan, sehabis mereguk kenikmatan sorga dunia. Kira-kira satu jam tertidur, Ivan terbangun, saat merasakan ada yang bergerak-gerak pada bagian bawah tubuhnya. Ivan mengangkat kepalanya dan melihat Tante Melly sedang duduk sambil meraba-raba selangkangannya. Sambil tersenyum, Ivan menikmati setiap sentuhan lembut tangan Tante Melly, saat mengelus-elus kemaluannya yang masih layu.

Tante Melly yang bangkit lagi nafsu birahinya, berusaha semaksimal mungkin, membuat kemaluan Ivan tegang. Dengan tangan kanannya, Tante Melly mengocok-ngocok kemaluan Ivan. Sementara tangan kirinya, meremas-remas lubang vaginanya sendiri. Sambil memasukkan lalu menusuk-nusukkan jemari lentiknya, ke lubang vaginanya sendiri, Tante Melly tersenyum penuh nafsu dan semakin bersemangat mengocok kemaluan Ivan, saat dirasakannya kemaluan pemuda itu mulai mengeras dalam genggaman tangannya. Desahan-desahan yang saling bersahutan, mulai keluar dari mulut keduanya.

Tanpa melepaskan kocokkannya pada kemaluan Ivan, Tante Melly mendekatkan wajahnya ke kepala kemaluan itu. Tante Melly menciumi lalu menjilati kepala kemaluan pemuda itu. Lidahnya menusuk-nusuk lubang kencing Ivan, membuat kepala kemaluan Ivan memerah. Mendapat sentuhan-sentuhan erotis dari lidah Tante Melly, saraf-saraf sensitif dikemaluan Ivan mulai menegang. Urat-urat kasar yang mengelilingi kemaluan Ivan mulai membesar. Tante Melly terus memainkan lidahnya dikepala kemaluan itu.

“Aku akan memberimu kepuasan sayang,” kata Tante Melly sambil menoleh ke arah Ivan.
“Iya, Tante puasin aku sayang, terus.. enakk,” sahut Ivan saat Tante Melly mulai mengulum kemaluannya.

Mulut Tante Melly bergerak naik turun memompa kemaluan Ivan. Terlihat kemaluan Ivan yang sudah benar-benar tegang dan kaku, keluar masuk dari mulut Tante Melly. Sambil tetap mencucuk-cucuk lubang vaginanya sendiri dengan jari-jari tangannya, Tante Melly mengecup, menjilat, mengulum dan memompa batang kemaluan Ivan. Setiap jengkal batang kemaluan Ivan tak luput dari jilatannya. Buah pelir pemuda itu juga diseruputnya.

Nampaknya Ivan tak mampu menahan rasa geli yang melandanya. Dia merengkuh dan menjambak rambut Tante Melly dengan kedua tangannya. Ivan mengangkat-angkat pantatnya, menyambuti kuluman Tante Melly. Tante Melly semakin ganas serta liar, meningkatkan serangan birahinya mendengar desahan dan rintihan yang keluar dari mulut Ivan. Tante Melly mengulum seluruh batang kemaluan Ivan sampai mentok diujung tenggorokannya.

Sekitar dua puluh menit berlalu, Tante Melly menyudahi kulumannya pada kemaluan. Ia kemudian berjongkok diatas selangkangan Ivan, dengan posisi memunggungi pemuda itu. Tante Melly meraih kemaluan Ivan yang telah basah oleh air ludahnya, kemudian menempelkannya pada bibir vaginanya. Perlahan Tante Melly menurunkan pantatnya. Dan sedikit demi sedikit batang kemaluan menyeruak masuk dan menembuas lubang vaginanya.

Tante Melly mendiamkan sejenak gerakkan pantatnya, saat seluruh batang kemaluan Ivan telah masuk dan terbenam, tertelan lubang vaginanya. Kini dengan kedua tangan bertumpu pada kedua paha Ivan, Tante Melly mulai menggerakkan pantatnya naik turun.

“Kamu merasa enak sayang,” tanya Tante Melly pada Ivan.
“Nik.. matt.. banget.. Tantee,” sahut Ivan terpatah-patah, sambil meresapi nikmatnya goyangan janda itu.

Tante Melly terus menggoyang-goyang pantatnya dengan gerakkan naik turun, sambil sesekali memutarnya. Gerakkan pantat Tante Melly semakin lama semakin cepat memompa kemaluan Ivan ke lubang vaginanya, saat dia merasakan mulai menapaki puncak kenikmatan. Nafasnya semakin memburu.

Dan ketika puncak kenikmatan itu benar-benar datang, Tante Melly menekankan pantatnya keras-keras agar betang kemaluan Ivan lebih dalam menusuk lubang vaginanya. Otot-otot tubuhnya mengejang dan vaginanya berdenyut hebat. Dan diiringi jeritan histeris, Tante Melly mencapai orgasmenya. Cairan panas dan kental menyembur dari lubang vaginanya membasahi batang kemaluan Ivan.

Beberapa saat setelah Tante Melly mencapai orgasmenya, Ivan yang belum mencapai puncak kenikmatannya, mendorong tubuh wanita itu hingga telungkup ke kasur. Ivan mengangkat pantat Tante Melly, membuat posisi wanita itu menungging. Ivan lalu berlutut dibelakang pantat Tante Melly. Tangan kanan Ivan meremas-remas pantat Tante Melly, sementara tangan kirinya merabai lubang anus janda itu.

Sesaat kemudian Ivan mendekatkan wajahnya ke lubang anus Tante Melly dan mulai menciumnya. Sensasi geli yang luar biasa dirasakan Tante Melly, saat lidah Ivan menelusuri vagina dan lubang anusnya. Wanita itu langsung menggelingjang saat lidah Ivan menusuk-nusuk lubang anusnya. Tante Melly menggerakkan tangannya ke belakang meraih kepala Ivan, maksudnya agar Ivan lebih dalam menjilati lubang pantatnya.

Setelah puas menjilati lubang anus Tante Melly, Ivan kemudian menggenggam kemaluannya, lalu diarahkannya ke lubang anus Tante Melly. Perlahan Ivan mendorong maju pantatnya. Dan rasa sakit luar biasa yang dirasakan Tante Melly, saat kepala kemaluan Ivan memaksa masuk ke lubang anusnya.

“Ja.. jangan.. disituu.. Van.. sakitt,” pinta Tante Melly menghiba, agar Ivan mengurungkan niatnya.
“Tahan Tante, nanti pasti enak,” sahut Ivan cuek.

Tapi Ivan tak mau peduli, sambil mencengkeram pantat Tante Melly dengan kedua tangannya, Ivan terus mendorong maju pantatnya hingga seluruh batang kemaluannya masuk dan tertelan lubang anus janda cantik itu. Ivan merasakan kemaluannya seperti dijepit oleh sempitnya lubang anus Tante Melly yang masih perawan.

Tante Melly menjerit keras, merasakan perih dan panas yang sudah tak tertahankan lagi pada bibir dan dinding anusnya. Tanpa memperdulikan jeritan Tante Melly, Ivan mulai menggerakan pantatnya maju mundur, membuat kemaluannya keluar masuk, memompa lubang anus Tante Melly.

Sambil terus menghujam-hujamkan kemaluannya ke lubang anus Tante Melly, Ivan meremas-remas buah dada wanita itu dengan tangan kanannya. Sementara tangan kirinya mencucuk-cucuk lubang vagina Tante Melly yang memerah. Perlakuan Ivan pada kedua lubang bawahnya, membuat nafsu birahi Tante Melly mulai bangkit. Rasa sakit pada lubang anusnya mulai mereda, kemudian menghilang, lalu berganti dengan rasa nikmat. Jeritan-jeriatan Tante Melly kini berganti dengan desahan-desahan nikmat.

Kini Tante Melly mulai mengimbangi goyangan setiap kemaluan Ivan menghujam lubang anusnya, dengan menyodok-nyodokkan pantatnya, melawan gerakkan pantat Ivan. Tante Melly mendongakkan kepalanya ke atas, memandangi langit-langit kamar sambil meresapi kenikmatan yang sedang dirasakannya. Memang benar apa yang dikatakan Ivan, ternyata disodomi sangat nikmat.

Sementara Ivan semakin mempercepat goyangan pantatnya, batang kemaluannya semakin cepat menghujam-hujam lubang anus Tante Melly. Demikian juga jari-jari tangannya semakin cepat mencucuk-cucuk lubang vagina janda sexy itu. Dan desahan-desahan serta rintihan, tak henti-hentinya keluar dari mulut Tante Melly, saat menerima kenikmatan yang kini sedang menuju puncaknya. Dan ketika Ivan sudah tak mampu lagi menahan spermanya yang akan segera muncrat, maka desahan dan rintihan yang disertai jeritan keluar dari mulutnya.

Tante Melly yang juga merasakan puncak kenikmatannya akan segera tiba, semakin cepat menyodokkan pantatnya, menjemputi kemaluan Ivan. Sampai akhirnya Tante Melly merasakan selangkangannya bergetar hebat, vaginanya berdenyut-denyut. Dan diiringi lolongan panjang Tante Melly mencapai orgasmenya. Cairan yang sangat panas menyembur dari lubang vaginanya, membasahi tangan Ivan.

Beberapa saat kemudian Ivan menyusul. Seluruh otot-ototnya menegang beberapa saat. Dan sedetik kemudian kemaluannya menyemprotkan sperma yang sangat banyak dilubang anus Tante melly. Ivan membiarkan kemaluannya terbenam beberapa saat dilubang anus Tante Melly, sambil meresapi sensasi nikmat yang dirasakannya. Kemudian Ivan terkulai lemas dan rebah diatas ranjang.

Sesaat kemudian Tante Melly merebahkan tubuhnya disamping Ivan. Sambil tersenyum, janda cantik dan sexy itu memeluk tubuh Ivan. Kemudian mereka berdua tidur berpelukan. Dan baru terbangun saat matahari telah tinggi.

“Semalam kamu hebat sekali Van,” puji Tante Melly, saat mereka mandi bareng.
“Terima kasih, Tante puas kan?,” tanya Ivan, yang dijawab Tante melly dengan anggukan.
“Kamu mau lagi kan, memberiku kepuasan sayang,” tanya Tante Melly sambil meminta.
“Siapa yang nggak mau sama Tante yang cantik dan sexy,” puji Ivan sambil mengecup bibir Tante Melly.

Dan mulai hari itu, hampir setiap malam Ivan dan Tante Melly mereguk kenikmatan. Tante Melly yang sudah cukup lama menjanda, sangat tergila-gila dengan permainan Ivan diranjang, yang sangat memuaskan. Bersama Ivan, rasa hausnya akan sentuhan laki-laki yang telah lama terpendam, kini terobati. Nafsu birahinya yang meledak-ledak kini telah tersalur. Dan sebagai timbal baliknya, segala kebutuhan kuliah Ivan ditanggungnya. Bahkan berlebihan. Tante Melly juga memberikan mobil dan rumah untuk Ivan.

Tetapi sebagai laki-laki muda yang mempunyai nafsu birahi yang sangat tinggi, tak puas dengan Tante Melly saja. Ivan masih menginginkan wanita lain. Selain menikmati tubuh Tante melly, yang setiap saat merindukan kehangatan darinya. Ivan masih tetap menyetubuhi Poppy, pacar Arif, anak Tante Melly, yang juga sahabat karibnya. Gadis belia yang ia renggut keperawannya. Juga Mbak Heny, masih sering dikunjunginya, apalagi belakangan ini Mas Indra, suami Mbak Heny, menderita impoten dan jarang dirumah.

Maka Ivan dengan leluasa menikmati tubuh ketiga wanita itu secara bergantian. Dan dengan rapi dan sangat hati-hati, Ivan mengatur waktu, agar rahasia hubungannya dengan ketiga wanita itu tidak terbongkar.