Rudy Si Perkasa - 2

Menanti malam untuk janjian dengan Nafa Urbach, Rudy pun tidur-tiduran sebentar melepas lelah. Jam ditangannya menunjukan pukul 7.15 masih ada waktu 2 jam-an, lumayan buat menghimpun stamina nanti.

Hembusan AC dikamarnya perlahan membawa Rudy kembali ke masa lalunya. Yah sejak mengenal seks dengan dokter Rani, Rudy jadi semakin kecanduan, Mulai dari guru biologinya yang seksi dan nekat mengajak main di kantornya, hingga teman-teman sekolahnya yang merengek-rengek minta disodok di WC sekolahan, juga wanita-wanita lain yang sudah menjadi korban kedasyatan senjata Rudi, Namun diantara sekian banyak wanita, ada yang sangat berkesan dan sulit dilupakan, yaitu saat dikeroyok 6 Tante-Tante waktu mengantar mamanya arisan!

Awalnya memang tak sengaja, Rudy mengantar mamanya arisan karena supirnya sedang sakit, Sampai di tempat arisan mamanya di sebuah komplek mewah di Jakarta Utara, Banyak teman mamanya Rudy mengerling genit, Namun Rudy hanya cool saja, dan ketika mamanya asyik dengan teman-temannya, Rudy yang sedang duduk di teras di hampiri seorang Tante cantik. Dan Tante itu tidak banyak bicara hanya memberikan Rudy secarik kertas kecil disertai dengan senyuman yang menawan.

Setelah Tante itu pergi, Rudy membuka kertas itu, didalamnya ternyata ada tulisan, Rudy, Kami mengundang kamu di Hotel XX, besok jam 5 sore sampai selesai, Jangan sampai seorang pun tahu! 081XX (Tante Lina)
Rudy melipat kembali kertas itu, dan tersenyum membayangkan kecantikan Tante Lina,

Besoknya selepas sekolah, pukul 13.00 an, Rudy menghubungi Tante Lina,
“Hallo, Tante Lina ya?”
“Ini Rudy! Anak Tante Vi” jelas Rudy
“Oh. Ya, Gimana Rud, Bisa nanti sore?” terdengar nada gembira Tante Lina.
“Ada acara apa sih tan? Kok pakai rahasia segala?” Tanya Rudi pura-pura bego
“Pokoknya kamu datang saja!, Dijamin acaranya bikin kamu Happy”
“Oke deh, nanti saya datang!”
“Nah gitu dong!, Tante tunggu lho Rud!”

Rudy meletakkan kembali gagang telepon, Dalam hati sebenarnya Rudy tahu kemungkinan besar pasti acara seks, hanya saja yang Rudy bingung kenapa Tante Lina menulis di kertas “Kami tunggu” itukan berarti lebih dari satu orang, Apa nanti tidak malu, pikir Rudy, Namun gejolak jiwa muda Rudy mengalahkan segalanya..

Tapat jam 5 sore Rudy sudah berdiri di pintu hotel yang dijanjikan, Tante Lina menyambutnya dengan pakaian yang sangat seksi, Belahan dadanya yang bulat terlihat jelas karena Tante Lina memakai baju dengan dada rendah.

Setelah dipersilakan masuk, Rudy duduk di sofa sendiri, pikirannya melayang kemana-mana, Ternyata Tante Lina hanya sendiri, pikir Rudi, Sementara Tante Lina mulai menebarkan jeratnya, kadang pahanya yang putih mulus diangkat, Namun Rudy yang sudah agak cukup pengalaman sengaja diam, meskipun senjatanya sudah meronta-ronta, bahkan kini malah Rudi yang sengaja memamerkan tonjolan di celananya, Tante Lina yang melihat tonjolan besar di celan Rudi sampai menelan ludah membasahi kerongkongannya yang terasa kering karena terbakar nafsu.

Akhirnya Tante Lina kalah, Rudy yang masih anteng disofa ditabraknya! Dengan buasnya Tante Lina mencium bibir Rudy, Rudy yang mendapat serangan mendadak agak kaget! Namun hanya sepersekian detik, Rudy membalas dengan tak kalah buasnya, lidah mereka saling mendorong kadang mengait, lumatan bibir mereka semakin ganas, Rudy sampai hampir kehabisan nafas, tangan Rudy yang kekar mulai bergerilya diseluruh permukaan tubuh Tante Lina yang masih seksi, Sambil berciuman Rudy meremas pantat dan buah dada Tante Lina bergantian, Tante Lina yang memang dari tadi sudah bernafsu langsung meremas-remas senjata Rudy, Meskipun agak besar namun karena masih terhalang jeans yang dikenakan Rudy, Tante Lina belum sadar bahwa senjata Rudy besar dan panjang, Namun setelah menengok kebawah dan melihat kepala senjata Rudy nongol di puser Rudy, Tante Lina berteriak tanpa sadar.

“Wow, Besar sekali Rud!” dengan cepat Tante Lina menelanjangi Rudy, Kini dalam keadaan telanjang senjata Rudy yang 25 Cm berdiri kokoh, dengan tubuh yang atletis, Tante Lina langsung saja menggengam senjata Rudy yang hangat, Vagina Tante Lina langsung berdenyut-denyut membayangkan senjata sebesar dan sepanjang punya Rudy menembus vaginanya.

Sementara tanpa sepengetahuan Rudy, teman-teman Tante Lina sedang mengintip mereka! Mereka berlima sangat kaget tapi nafsu melihat senjata Rudy, apalagi saat Tante Lina sudah tak sabar menanggalkan pakaian sendiri, Hingga keduanya bugil, Tante Lina yang piawai berusaha mengoral senjata Rudy, sementara Rudy hanya merem melek menikmati cumbuan Tante Lina, Tante Lina tak tahan sendiri dia langsung saja menungging dihadapan Rudy, dan membimbing senjata Rudy untuk dimasukkin ke vaginanya yang sudah basah lewat belakang, Setelah dirasa pas, perlahan Rudy memajukan pantatnya, senti demi senti senjata Rudy mulai memasuki lorong kewanitaan Tante Lina yang sempit.

Tante Lina memejamkan mata menikmati masuknya senjata Rudy sampai habis seluruhnya, tubuh Tante Lina terasa bergetar nikmat, vaginanya mengalami tusukan dan gesekan yang luar biasa dari senjata Rudy yang super, akhirnya tak lebih dari semenit Tante Lina mendapatkan orgasme! Rudy yang belum apa-apa masih asik memaju-mundurkan senjatanya di vagina Tante Lina yang semakin banjir! Tangannya mencengkram kuat pantat Tante Lina yang putih dan bohay, Namun sedang asik-asiknya Rudy menggapai kenikmatan, Tiba-tiba lima orang teman Tante Lina yang tadi mengintip sudah berada di hadapan Rudy, mereka sudah telanjang bulat semua, Rudy kaget sekali, namun Tante Lina dalam rasa nikmat yg dideranya mencoba bicara meski dengan suara terputus-putus.
“Mereka temanku.. Rud, sst, ah, kita pesta Rud! Achh!” akhirnya Tante Lina mendapatkan orgasmenya yg kedua.

Rudy yang sudah bisa menguasai keadaan kini malah benar-benar menikmati pesta ini, senjatanya sudah terlepas dari vagina Tante Lina, kini dalam keadaan terlentang di kasur, Rudy dikeroyok enam wanita cantik, Tante Lina kebagian mulut Rudy, Tante 2 dan Tante 3 menjilati puting dada Rudy, Tante 4 dan Tante 5 bergantian mengoral senjata Rudy, sementara Tante 6 menjilati buah pelir Rudy, diperlakukan seperti itu Rudy tak tahan, aliran darahnya terasa mengalir cepat, Rudy berusaha sekuat tenaga melawan rasa nikmat yang akan membuatnya memuntahkan cairan kenikmatan!

Sementara Tante-Tante yang liar tersebut malah seperti diatur tanpa komando mereka menungging berbaris, Rudy yang melihatnya pantat-pantat menungging hanya melongo, tapi kesadaran Rudi kembali pulih, Rudy langsung menghampiri Tante yang paling ujung! Dan mulai memasukkan senjatanya yang super kedalam vaginanya, ada sekitar 10 kali keluar masuk Rudy berpindah ke sebelahnya, begitu seterusnya, Rudy benar-benar merasakan nikmatnya! Masing-masing vagina berlainan, ada yang seret masuknya tapi kedalamnya agal gampang, ada yang awalnya masuk mudah setelah di tekan kedalam malah susah, namun ada vagina Tante nomor tiga yang agak aneh, sama sekali tidak ada bulunya! Mungkin dicukur, namun Rudy malah senang karena tanpa susah-susah menyibakkan bulu-bulunya, Rudy bisa langsung memasukkan senjatanya! Disini Rudy agak lama menggenjot senjatanya, tidak ada rasa sakit sedikitpun di senjata Rudy, pelumas dari vagina Tante ketiga yang agak banyak memperlancar keluar masuknya senjata Rudy,

Akhirnya satu persatu Tante-Tante maniak seks tersebut mengalami multi orgasme yang hebat dari besar, panjang dan kerasnya senjata Rudy! Dan saat Tante yang ke enam, Kelima Tante tersebut kembali mengeroyok Rudy, Yah, Tante-tente itu ingin Rudy segera keluar! Sambil terus mengeluarmasukkan senjatanya Rudy dicumbu habis oleh kelima Tante tersebut, seluruh anggota tubuh Rudy dijilat, diemut dan dibelai.

Rudy semakin tak kuat dengan keadaan itu, untunglah Tante yang terakhir sudah orgasme duluan, hingga senjata Rudy kembali bebas!, namun Tante-Tante itu tak memberi kesempatan buat Rudy istirahat, senjata Rudy yang basah dikocok cepat, kepala senjatanya dikemot, Tante lainnya membantu menjilati dan menggigit puting dada Rudy, sementara yang lainnya mencumbu leher dan bibir Rudy, Rudy sudah kehilangan kontrolnya! Seluruh tubuh Rudy bergetar hebat, Alam seakan berputar, Rudy menyemprotkan spermanya kedalam mulut salah satu Tante! Dan tanpa malu-malu mereka berebutan menelan sperma Rudy.

Luar biasa, pikir Rudy! Mereka beristirahat sejenak, dan kembali melanjutkan permainan sampai malam! Seluruh stamina Rudy terkuras habis oleh Tante-Tante haus seks tersebut, Berbagai macam gaya dan cara sudah habis dipraktekin, Untunglah Rudy diberi pil biru oleh para Tante itu, sehingga meskipun Rudy sudah keluar berkali-kali namun senjata Rudi masih greng, hingga seluruh Tante itu terkapar dalam kenikmatan duniawi,

Rudy tertidur diantara pelukan Tante-Tante yang rata-rata cantik dan seksi tersebut. Namun baru saja Rudy memejamkan matanya, Di paha Rudy terasa ada getaran. Rudy terjaga dari lamunan masa lalunya! Ternyata Nafa Urbach ngebel kembali!
“Hallo”, ya” aku berangkat”
Rudy langsung membenahi dandanannya segera, jam di pergelangan tangannya menunjukan pukul 20.45, Rudy segera memacu terranonya ke hotel tempat janjian dengan Nafa Urbach..

Tepat jam 9.00 malam Rudy sudah berada di depan kamar hotel Nafa Urbach, Baru saja Rudy membuka pintu, Nafa menyambutnya dengan ganas, Nafa melumat bibir Rudy dengan gairah, Rudy menutup pintu dengan kakinya dan membalas serangan Nafa dengan gairah yang tidak kalah hebat, body Nafa yang bagaikan gitar spanyol dipeluk Rudy dengan ketatnya, Nafa yang merasakan perutnya terganjal oleh senjata Rudy, langsung saja melepas ikat pinggang Rudy, namun Rudy menahannya
“Sabar sayang.., pembaca sudah jenuh!”
“Kita nyantai dulu saja, sambil nunggu pembaca ngopi dulu!”
“Kelamaan, Rud! Memek aku sudah gatal ingin ngerasain tusukan kamu!”
“Masa bodoh dengan pembaca!”

Nafa yang sudah dikuasai nafsu akhirnya berhasil memancing nafsu Rudy, apalagi ketika Nafa menanggalkan seluruh pakaiannya hingga bugil, Keindahan tubuh Nafa yang sangat sempurna membuat Rudy jadi blingsatan, Bayangkan dengan Tinggi badan 175 cm, Kulit putih bersih dan halus, ditunjang dengan buah dada yang mencuat kedepan dan pantat yang bahenol, apalagi dengan bulu kemaluannya yang menghitam kontras dengan kulitnya yang putih! Lelaki manapun tidak akan kuat menahan nafsu terhadap Nafa!

Rudy pun begitu, sebagai lelaki normal dia langsung mencumbu Nafa dengan nafsu, Rudy kembali mencium Nafa, sambil berciuman tangan Rudy meremas buah dada dan pantat Nafa yang kenyal, Nafa pun tak mau kalah dia langsung membuka pakaian Rudy dan melemparkannya ke lantai, Kini dalam keadaan bugil mereka saling memberi rangsangan, Nafa yang dari tadi menahan nafsunya begitu buas, Seluruh tubuh Rudy dijelajahi dengan kelembutan jari dan kehangatan lidahnya, Rudy pun tak kalah, Dengan lidahnya pula ia menjilati seluruh tubuh telanjang Nafa yang begitu menggairahkan, Apalagi saat lidah Rudy bermain di puting buah dada Nafa, bergantian kiri dan kanan, Nafa menjerit lirih, Nafasnya memburu bagai kereta tua yang menarik beban berat, jari Rudi menggosok klitoris Nafa yang mulai membengkak.. Suasana semakin panas dan tak terkendali.. namun tiba-tiba

“Tok, Tok, tok!” pintu kamar hotel ada yang mengetuk.
“Siapa?” Sahut Nafa.
“Room service” jawab suara dibalik pintu.

“Sial nih orang ngeganggu aja” omel Nafa dalam hati.

Rudy yang bugil pun buru-buru lari kedalam kamar dan menguncinya, Sementara Nafa dengan hanya melilitkan handuk membuka kamar, Room service pun masuk dengan membawa makan malam, Namun lelaki itu tahu bahwa orang yang sekarang didepannya adalah Nafa Urbach bintang film yang sangat dikaguminya, Dan beruntung sekarang dia bisa melihat langsung kemulusan kulit tubuhnya, meskipun tidak semuanya..

Nafa tahu dan merasa bahwa dia diperhatikan oleh room boy, namun dia tak peduli, nafsunya yang masih ngegantung mengharapkan agar dia segera pergi, Namun seperti sengaja dan mungkin ingin melihat Nafa lebih lama, roomboy tersebut malah sengaja berlama-lama dengan berpura-pura merapikan meja.

Akhirnya roomboy itu pamit juga, Nafa menyelipkan beberapa lembar ribuan.
“Makasih, Non!” Room boy itu berlalu dengan senyum.
Ya, ternyata dia roomboy nakal yang mempunyai Handphone berkamera, dan dia telah mengambil gambar Nafa tadi, yang akan digunakan untuk “memeras” Nafa, Room boy tadi segera beranjak kebawah dan mengecek resepsionis, ternyata Nafa check in untuk 2 hari. Dia semakin tersenyum lebar membayangkan hal yang indah..

Di kamar, Nafa ingin melanjutkan permainan yang tertunda, namun Rudy sudah berpakaian kembali dan tetap pada pendiriannya.
“Nafa sayang, Kalau kita paksakan main sekarang, pembaca 17Tahun.com pasti jenuh, Nanti malam saja ya?”
Rudy mengecup kening Nafa lembut.