Cerita SEX : Semar Mesem Pak Guru

AMIT-amit, jaman sekarang kok masih ada guru main guna-guna. Tapi begitulah, kelakuan guru Marsum, 49 (bukan nama sebenarnya), benar-benar mirip Pendita Durna dalam kisah perwayangan. Lewat ilmu Semar Mesem atau Jaran Guyang, seorang wali murid, Ny. Titik, 35 (bukan nama sebenarnya), dari Pasuruan (Jatim) berhasil dikadali dan digauli.
Tersebutlah dalam kisah perwayangan, Pendita Durna dari pertapan Sokalima, adalah guru handal bagi keluarga Pendawa dan Kurawa. Dia tak sekedar menguasai ilmu kesaktian dan memanah, tapi juga pakar menaklukkan wanita. Lewat ajian Jaran Guyang dan Semar Mesem yang diajarkannya, banyak wanita langsung bertekuk lutut dan berbuka paha pada murid Durna. Namun celakanya, ketika Durna sendiri membutuhkan untuk menaklukkan Srikandi, Rukmini, atau Setyaboma, tak pernah berhasil.
Ilmu semacam itu ternyata juga dimiliki oleh Pak Guru Marsum yang mengajar di sebuah SD Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan. Penampilannya sih sebenarnya biasa saja. Namun berkat ajian tersebut, dia bisa ngrentengi (menggandeng) sejumlah cewek cakep di kelasnya. Bila mulutnya sudah berkomat-kamit, lalu tangannya memegang-megang ujung kerah bajunya, wes hewes hewes…., cewek langsung nyanthol dan bisa digathol!


Kepakaran Marsum sebagai penakluk wanita memang teruji. Lihat cewek di jalan, lihat sepintas Pak Guru ini sudah bisa memastikan bahwa dia bisa digaet. Saat teman-temannya tak percaya, Marsum segera turun dari mobil dan mendekati gadis itu. Eh, beberapa menit kemudian dia sudah dapat nomer HP-nya dan berhalo-halo sepanjang jalan bersamanya. Bahkan sekali waktu, bekas napi cantik pun berhasil digaetnya hanya sekali ketemu. Semoga saja tidak menjadi Jaksa Heru Sutopo jilid II.


Akibat ilmunya yang patent, guru Marsum begitu mudah jadi petualang asmara, dari kembang satu ke kembang lain. Belakangan, dia kasmaran dengan Ny. Titik yang kebetulan orangtua salah satu muridnya. Di mata Pak Guru mata keranjang ini, bodi dan penampilan wanita itu memang enak digauli dan perlu. Maka tanpa berpikir panjang lagi, wes hewes….., ilmu Semar Mesem-nya pun ditembakkan.
Hanya dalam hitungan menit, Ny. Titik langsung klepeg-klepeg, bagaikan kerbau dicocok hidung. Diajak ke mana saja oleh Pak Guru, dia menurut saja. Termasuk dibawa ke hotel dan digauli bak istri sendiri. Dan sejak itu, Ny. Titik sepertinya jadi lupa pada suaminya di rumah. Dalam benaknya hanya ada wajah Guru Marsam seorang.
Aksi guna-guna Marsam terbongkar ketika dia kirim SMS mesra pada Titik dan terbaca oleh Bandi, 40, suaminya. Saat diusut dan diklarifikasi, Titik mengiyakan saja, bahkan katanya, dia ingin minta cerai untuk segera bisa menikah dengan Pak Guru Marsam. “Aku lebih baik mati bila tak kawin dengannya,” kata Titik mantap sekali.
Yah, suami cap apa yang takkan terkejut mendengar pernyataan sikap seperitu itu? Curiga ada yang tak beres, Bandi segera mencari seorang kiyai. Ternyata setelah dibacakan doa-doa, Titik kembali ke alam sadar. Dia jadi malu sekali karena selama ini sudah kadung berbuat jauh dengan Pak Guru Marsam. Tak rela dirinya diobok-obok pihak yang tak berhak, bersama suaminya Titik mengadu ke Badan Kepegawaian Kabupaten Pasuruan. Minta guru mental Durna ini dipecat dan ditangkap.
Untung belum kena “cunda manik” Pak Guru Marsam. (DS/Gunarso TS)