Santi si Kupu-kupu Malam | Kupu Kupu Malam 04

Santi si Kupu-kupu Malam
Santi si Kupu-kupu Malam | Kupu Kupu Malam 04

Sepulang sekolah besok harinya, tiga ABG itu berkumpul di pojok kantin sekolahnya. Mereka bergosip ria. “Gila bokapnya Santi,k-*-*-t-*-lnya kecil banget,gua baru liat tuh yang kayak gitu….udeh gitu masa belom semenit udah kelojotan..”kata Gina sambil ketawa ngakak. Lalu mereka semua pun tertawa. “eh tapi idenya Santi, gila juga yah, bokapnya bego banget sih, percaya aja, tiga juta dapet darah mens ha ha ha “kata Lala.

“nanti kalau gua lagi M, boleh juga tuh tawarin bokap tiri eloe, San “kata Lala. “ha ha ha, kenapa, eloe mau tiga jutanya, apa cobain k-*-n-t-*-l bokap tiri si Santi “kata Gina. Lala cemberut. “San, hebat juga elo yah, udah ganti Hp “ujar Lala lagi. Santi Cuma tersenyum saja.

“Lala, sama om Gondo, elo di apain aja “tanya Gina. “om, Gondo yang mana ? “tanya Lala. “yang mana, kemarin, gua main sama bokapnya Santi, elo kan di boking om om, om Gondo “terang Gina. “oh, itu, biasa aja “jawab Lala. “biasa aja, ceritain dong “pinta Gina. Lala tersenyum “loe mau tau aja..”.

“loe tau gak, waktu negur kita kan orangnya sopan banget, begitu di kamar wah liar banget Jo “kata Lala. Santi mendengar dengan serius. “terus terus..” kata Gina penasaran. “yah begitu masuk di kamar motel, si Gondo lamgsung duduk di pinggir ranjang, minta gua isepin k-*-*-t-*-lnya, dia bilang, isepein dong k-*-*-t-*-l gua, udah gak tahan nih,” cerita Lala.

“terus yah gua isep aja, sampe dia keluar, keluarnya di mulut gua lagi, masa gua di suruh nelen p-*-j-u nya “sambung Lala.

Gina dan Santi mendengar cerita Lala, dengan antusias. “terus gimana, La “tanya Santi. “yah, udah gua di telajangin, t-e-t-e gua di sedot sedot, m-*-m-*-k gua juga di jilatin, terus, gua di e-*-t-*-t “kata Lala. “yah terus, terus…” kata Gina. “Gin elo kayak tukang parkir yah, terus.. terus..” canda Lala. “eh bukan maksud gua, k-*-*-t-*-l nya gede apa kecil, mainnya lama apa sebentar “ujar Gina.

“biasa aja, sedang sedang saja, tapi mainnya cukup lama, biar tua di kuat loh, tapi gak bisa bikin gua keluar “kata Lala. “tapi elo nafsu “tanya Santi. “gila loe, gua normal nih, masa t-e-t-e gua di sedot, m-*-m-*-k di jilat gak nafsu sih “kata Lala. “tapi eloe kan gak keluar, mana enak ? “tanya Lala lagi.

“ih bego yah, kita di bayar buat bikin cowok puas, soal elo mau puas atau kagak tergantung nasib elo, kalo gak puas, elo colok colok aja m-*-m-*-k eloe pake jari, sampe puas “kata Lala. Santi hanya diam saja.

Gina tersenyum. “elo di tambahin gak ? “. “di kasih lima ratus ribu, terus di ajak makan, tapi terakhir dia minta di sepong lagi, jadi dia tiga kali keluar tuh” kata Lala.

“yah masih mending deh, dulu gua pernah di nyepong sampe tiga kali, cuma di bayar gopek ceng “kata Gina. Santi terdiam mendengar pengalaman teman temannya, yang lebih pro.

“Gina, berarti dapet om om, beda beda yah, ada yang baik, ada yang jahat yah “ujar Santi. “yah.. baru tau dia..” kata Lala sambil tertawa. Gina tersenyum “emang gitu San, resiko, ada yang baik, yang baik ada, kalo yang jahat mati loe, makanya pilih pilih “kata Gina.

“eh, pilih pilih, emang elo pilih apanya, di luar kelihatan baik, begitu di kamar liar, elo mau bilang apa ? “kata Lala. “yah itu tadi, resiko, apa lagi, elo jual barang elo, yah terserah yang beli dong, mo di apain keq, elo kan tahu resikonya..” kata Gina lagi. Santi jadi semakin terbuka wawasannya tentang dunia yang baru saja dimasukinya.

“eh, yah udeh deh, elo orang mau ke mal lagi nggak, mejeng ? “tanya Gina. “eh enggak ah, kemarin baru di pake, kalau saban hari bisa dobol m-*-m-*-k gua “kata Lala. “yah udeh deh, kalo gitu bubur aja, balik ah, ngantuk, gua mau tidur..” ujar Gina. Akhirnya tiga ABG itu pulang kerumahnya masing masing. Gina membonceng Santi dengan Supranya, mengantar temannya pulang.

>>>

Santi pun berbaring di ranjangnya, memainkan games yang ada di ponselnya. Tiba tiba Hpnya berdering. Yang menelpon Johan, yang pernah main dengannya beberapa minggu yang lalu. “hi, saya Johan, teman Dr Romi “suaranya terdengar di Hp Santi. “yah, ada apa “tanya Santi. “San, aku kangen, mau main lagi sama kamu “katanya. Santi tersenyum, “kapan ? “. Akhirnya Santi sepakat, sepulang dari sekolah Johan akan menjemputnya.

Sepulangnya dari sekolah, Santi langsung ke tempat yang sudah di janjikannya. Mobil Johan sudah menunggunya disana. Santi masuk ke dalam mobil itu. Dan Johan membawanya ke sebuah Hotel. Santi di bawa masuk ke kamar Hotel itu. Di dalam kamar itu sudah menuggu seorang cowok lain. Santi agak terkejut, dia mulai merasa tak enak. “Bob, kenalin nih cewek gua “katanya. Cowok muda itu menjulurkan tangannya, Santi menerima jabat tangan Boby.

Johan tiba tiba memeluk tubuh imut ABG itu dari belakang memciumi leher Santi. Santi mengelinjing. “Johan, jangan begini dong, saya gak mau main bertiga “katanya. Tiba tiba Boby, mengangkat rok mininya hingga ke pinggang “cewek elo nakal juga yah, Jo “ujarnya

Tangan Jo pun bermain di selangkangan celana dalam biru muda yang di kenakan Santi. Jarinya meraba raba bagian itu.

Santi meronta “jangan begini, tolong Johan “pintanya. Johan tersenyum “sayang gua akan bayar eloe, jangan takut “. Tangan Johan mengangkat sebelah kaki Santi, sehingga Abg itu berdiri dengan sebelah kakinya. “Jo, saya gak mau, kalau begini “kata Santi. “San, dengar yah sayang, elo perek, gua beli m-*-m-*-k elo” kata Johan. Kata katanya terasa pedas.

Dengan posisinya yang berdiri sebelah kaki, tangan Boby leluasa memainkan selangkangan celana dalamnya. Boby mencium selangkangan Santi. “eh, m-*-m-*-k eloe bau, eloe kencing gak cebok yah “kata Boby. Santi meronta “Johan, lepaskan saya, saya gak mau “. Johan hanya tersenyum, tangannya semakin erat memeluk tubuh Santi. Tangan Boby menyibak celana dalam birunya itu. Boby membasahi jarinya dengan air liurnya, lalu Jari itu di masukan ke liang vagina Santi.

Santi mengerang sakit, dia sama sekali tidak terangsang, vaginanya kering kerontang. Jari Boby terus mencolok colok liang vaginanya. Semakin lama semakin kasar. Tubuh Santi meronta ronta. “lepaskan Johan, tolong, sakit.. sudah..” erang Santi. Boby semakin gila, dia mencolok vagina ABG itu dengan dua jarinya. Tentu saja membuat Santi semakin sakit. Santi menjerit kesakitan, tapi dua cowok itu tak peduli.

Dua jari itu bergerak liar, mengaduk aduk, mengorek ngorek liang vaginanya dengan kasar. Tujuan Boby jelas, bukan memberinya kenikmatan, tapi menyiksa tubuh ABG ini, untuk kepuasan dirinya sendiri.

Hampir setengah jam, vagina mudanya di dera rasa sakit, akibat sodokan sodokan kasar dua jari Boby. Ketika Boby puas menyiksa dengan cara itu, Johan melepas pelukkannya pada tubuh Santi. Tubuh Santi ambruk terjatuh di lantai. Vaginanya memerah, memar. Boby membuka celana blue jean belelnya. Penisnya yang besar di sodorkan ke mulutnya. “isep “kata Boby. Santi menatap Boby, menatap wajah kejamnya.

“isep, apa elo mau m-*-m-*-k eloe gua colok sampe robek “ancam Boby. Santi tak bisa berbuat apa apa, Dia membuka mulutnya, dan mengulum penis besar Boby. Sambil megang kepalanya, Boby mendorong masuk batang penisnya, hingga ke tenggorokan Santi. Membuat nafas Santi terasa sesak.

Penis Boby terus bergerak, keluar masuk, terkadang menyentak dengan kasar dan tiba tiba.Sedang Johan menonton sambil memainkan penisnya yang sudah terlihat ngacung itu. Kepala Santi terasa pusing karena goyangan tangan Boby yang kasar. Santi merasakan siksaan ini cukup lama, sampai Boby melepas spermanya di mulut Santi. Dia menahan penisnya dalam mulut Santi, berharap Santi menelan spermanya.

Santi megap megap, sebagian sperma Boby tertelannya. “ha ha ha, eh perek, gimana p-e-j-u gua enak gak “kata Boby, setelah penisnya terlepas dari mulut Santi. Santi tak sempat menjawab, kerena penis Jo sudah mengisi mulutnya.

Johan pun mengoyang penisnya dalam mulut Santi. Untungnya Johan tak sekasar Boby. Penis itu bergerak di dalam mulut Santi maju mundur, tapi tidak menghentak hentak. Dan Johan juga tidak terlalu lama, Penis itu segera memuntahkan isinya. Perlahan Johan mencabut penisnya. Dan spermanya tampak meleleh keluar dari mulut Santi.

Penis Boby yang masih lemas, mendekati Santi Lagi. Santi meronta, dia mengoyangkan mukanya berusaha menghindari penis Boby. Tapi Johan memegang kepalanya, sehingga tak bisa bergerak. Penis Boby semakin mendekat,dan masuk kemulutnya. Boby meringis, dan tiba tiba, Santi merasa mulutnya penuh dengan air hangat.

Boby mengencingi, mulut Santi. Air seninya keluar dalam mulut Santi. Banyak sekali. Air seni itu tumpah hingga membasahi baju seragamnya. Setelah tetes terakhir air seninya keluar, Boby mengeluarkan penisnya dari mulut Santi. “he he he, Johan, ini yang gua bilang toilet hidup.. ha ha ha “kata Boby.

Santi menitikkan air mata, dia harus menerima penghinaan seperti ini dalam hidupnya. Siksaan dan hinaan ini belum berakhir. Tubuh Santi di angkat Boby di bawa ke atas ranjang. Boby, melepas seluruh pakaiannya. Santi terbaring, terisak tanpa busana di atas ranjang hotel itu. Santi tak bergairah unutk melawan, dia hanya pasrah. Dan Boby membuka lebar kakinya.

Penisnya yang sudah tegak lagi itu segera di desak masuk ke vagina Santi. Santi menjerit panjang “ahhhh…… “vaginanya terasa pedih dan panas. Penis Boby menggesek liang vaginanya dengan kasar. Santi mengerang, bukan kenikmatan, tapi sebaliknya dia sangat kesakitan. Sedangkan Boby melenguh menikmati vagina ABG ini. Dia menggoyang, tubuhnya menindih tubuh imut Santi.

Kadang tangannya dengan nafsu dan kasar meremas buah dada ranum Santi. Semua ini dilakukan sepertinya hendak menyakiti tubuh Santi. Dan Santi tak bisa berbuat apa apa. Hanya pasrah, menikmati semua siksaan yang di berikan Boby.

Santi memejamkan mata, mengigit bibirnya. Dari matanya tampak meleleh air matanya membasahi pipinya. Santi berharap semua ini segera berakhir. Tapi untuk sementara, vaginanya harus terasa sakit, pedih dan panas, di sodok sodok penis besar Boby dengan kasar. Boby terus saja mengerang menikmati vagina Santi dengan kasar. Penisnya terus bergerak keluar masuk menghentak hentak. Boby mencari puncak kenikmatanya.

Sampai suatu saat, penis itu di tekan masuk dalam dalam, lalu penis itu mengeluarkan spermanya. Santi merasa spermanya begitu panas, dan terasa pedih di liang vaginanya. Boby tersenyum puas. “wah, biarpun eloe perek, tapi enak juga m-*-m-*-k eloe gak rugi gua beli “. Santi hanya bisa menangis, menerima hinaan dari Boby.

“b-a-j-i-n-g-a-n loe, menghina seenaknya “kata Santi. Kata kata itu membuat Boby marah. “Plak…”. Boby menampar pipi Santi dengan keras. Santi mengaduh kesakitan. “dengar yah, gua memang bajingan, dan eloe pelacur, gua beli badan elo tau..” bentaknya. Wajah Boby berubah merah menyeramkan, Santi tak berani barkata lagi.

Boby yang telah terpuaskan, untuk sesaat, dia memberikan tubuh Santi, untuk bergantian dangan Johan. “wah, peju eloe banyak banget nih “ujar Johan, sambil melap vagina Santi dengan Tisuee. “Santi mengerang terasa vaginanya semakin pedih karena usapan tisuee itu.

Penis Johan segera beraksi. Penis itu dengan mudah masuk ke vagina santi yang telah basah oleh sperma Boby. “s-i-a-l..m-*-m-*-k eloe jadi longgar “kata Johan.

Johan pun mengoyang penisnya dalam liang vagina Santi. Semakin cepat, dan cepat. Santi mengerang. Walau penis Johan tak sebesar Boby, tapi rasa pedih tetap mendera vaginanya. Santi memohon agar Johan berhenti, tapi tidak di tanggapi. Malah penis Johan bergerak semakin liar, mengaduk aduk liang vaginanya. “aghhhh perih.. sudah.. tolong..” erang Santi mengiba.

Tapi semuanya tidak dihiraukan. Santi bahkan menerima penghinaan lagi. kalau gak mau di e-n-*-*-t, jangan jadi perek, berisik amat sih loe” kata Johan. “gebuk aja Jo “saran Boby yang terkenal sadis sama wanita itu.

Johan terus mengoyang penisnya, sampai tubuh Santi seakan akan luluh lantak. Akhirnya puncak kepuasan Johan tiba, dengan melepas benihnya di rahim ABG ini. Tubuh Santi terbaring lemas di atas ranjang, dengan di tonton mereka berdua.Santi sadar, tubuh terbuka dan lemahnya menjadi santapan mata mereka, Santi tak rela, dia mebalikkan badannya.

Posisi ini malah membuat birahi Boby meningkat, melihat bokong indah ABG ini. “wah, Jo nih perek hebat juga, minta di e-*-t-*-t nunging “ujar Boby. Boby menghampiri tubuh Santi, memposisikannya menungging. Santi meronta, akhirnya Johan turun tangan, memaksa Santi menungging.

Dari belakang, Santi merasakan vaginanya di colok colok kembali oleh jari jari Boby. “aghhh.. sudah.. tolong.. saya sakit sekali sudah.. “erang Santi. “diam loe, dasar pelacur murahan “bentak Boby. Yang langsung mengarahkan penisnya ke liang vagina Santi yang merah memar. “aghhh… Santi mengerang, menjerit kesakitan “. Liang Vaginanya kembali merasakan kesakitan lagi.

Boby memegang pinggang, dengan erat. Dan penisnya terus mengobok obok, liang vagina Santi dengan penuh nafsu. Kesempatan itu tidak di sia siakan Johan. Penisnya di sodorkan ke mulut Santi. Kini tubuh ABG itu, harus menerima dua penis sekaligus. Kedua orang pria itu berlomba mencari kenikmatan dari tubuh Santi. pelacur muda itu.

Boby tidak hanya menyodok nyodok vagina Santi dengan penisnya, tapi tangannya yang berat, dengan sengaja, memukul pantat Santi dengan keras. Juga meremas dengan kasar, mencengkramnya, membuat gores luka di kulitnya akibat kuku tajam Boby.

Semua itu harus di terima Santi dengan pasrah. Mereka telah membeli tubuh ABG ini, itu pikiran mereka.

Tubuh Santi semakin lemas akibat rasa sakit yang terus menderanya. Dia tak tahu berapa lama Boby memainkan vaginanya dalam posisi nunging ini. Yang jelas Santi merasakan vagina basah di sembur sperma panas Boby. Juga semburan hangat di mukanya, dari penis Johan. Tubuhnya kembali ambruk tergeletak di ranjang itu.

“bagaimana Bob, puas loe “tanya Johan. “lumayanlah “jawab Boby, Sambil mengenakan pakaiannya kembali. “nih, gua bayar tubuh eloe “kata Boby melempar, setumpuk uang lembaran lima puluh ribuan ke muka Santi. Air mata Santi kembali menitik, membayangkan betapa hina dirinya. “gua cabut dulu yah, eloe urus cewek eloe tuh “ujar Boby, dan pergi meninggalkan mereka berdua.

Johan kemudian membantu tubuh lemah Santi berpakaian kembali. Santi berusaha untuk berdiri, seluruh tubuhnya terasa sakit, terutama di selangkangannya. Santi membandingkan waktu dulu dia di perkosa Dodi dan Bram. Saat itu tubuhnya tidak sesakit ini. Hanya sakit hatinya yang tertertahankan.

Santi berjalan, merapikan uang yang berserakan di ranjang, Santi tak bisa lagi menghitung jumlah uang itu, uang itu langsung di masukkan ke dalam tas sekolahnya. “ayo aku antar kamu pulang “tawar Johan. “tidak usah, aku pulang sendiri “kata Santi. Berjalan pelan berusaha mencari taksi. Johan mengerti perasaan Santi dia tak memaksa. Dari saku celananya, Johan mengeluarkan beberapa lembar uang lima puluhan ribu, dan memasukkan ke saku baju seragamnya “buat ongkos taksi.

>>>

Akhirnya, Santi bisa pulang dengan selamat, sampai di rumahnya. Hari sudah malam, sekitar pukul delapan malam. Saat Santi memasuki ruang tamu rumahnya ibunya langsung mencak mencak “dari mana kamu, anak gadis pulang malam malam “. Ayah tirinya langsung melerai “sudah bu..” katanya. Santi berusaha menahan sakit di selangkangannya, dan berjalan cepat menuju kamarnya.

Ayahnya berbicara dengan ibunya, kemudian pasangan suami istri itu masuk ke kamar mereka. Tak lama ayah tiri Santi keluar lagi. Entah apa yang di bicarakan yang jelas, ayah tirinya menuju kamar Santi. Dan ayah tirinya melihat Santi terbaring lemah di ranjangnya. Ayahnya menutup pintu kamar Santi, dan menguncinya. Lalu menghampiri anak tirinya itu.

“Santi kamu kenapa “tanya Ayah Tirinya menatap wajah lemah Santi. Ayah tirinya meperhatikan bibir Santi yang agak membengkak, akibat tamparan tangan Boby tadi. “saya tidak apa apa yah “kata Santi. “Santi jangan begitu, kita sama sama punya rahasia, ceritakan dengan ayah, apa masalah kamu, ayah akan bantu “rayu ayah tirinya dengan lembut.

Santi menitikan air mata, menceritakan kejadian tadi. Ayah tirinya menjadi geram “Santi ayah kamu ini memang bajingan, buaya, bejat, tapi ayah tidak pernah melakuan hal kejam terhadap wanita.. kurang ajar mereka, kamu tahu dimana mereka tinggal “tanya ayahnya. Santi menggeleng. Santi membalik badannya meraih resleting rok mini abu abunya, dia membuka rok mini itu, lalu menurunkan celana dalamnya, memperllihatkan luka di bokongnya.

Ayah tirinya terperajat, pantat mulus Santi tampak merah, dan ada luka cakaran di sana.

“kurang ajar mereka “kata ayah tirinya geram. Ayah tirinya juga mencium bau tak sedap di pakaiannya. Sisa air seni Boby yang sudah mengering. “Santi, lebih baik kamu mandi dulu “saran ayahnya. “yah, Santi lemas sekali “katanya. “baik deh, kamu tunggu yah “kata ayah tirinya lembut.

Ayahnya keluar kamar tidur Santi. Tak lama ayahnya kembali membawa handuk kecil, dan seember air hangat. Ayah tiri nya kembali menutup pintu dan menguncinya. Ayah tirinya membuka seluruh pakaian yang di kenakan Santi. Santi hanya pasrah, toh ayah tirinya pernah melihat seluruh bagian tubuhnya.

Perlahan dengan lembut ayah tirinya membersihkan tubuhnya dengan handuk yang di rendam dengan air hangat itu. Ayah tirinya melap seluruh tubuh Santi. “ahhh.. perih ayah “erang Santi ketika ayah tirinya melap vaginanya. Ayahnya menatap vagina Santi yang terlihat memar. Akhirnya Santi melap sendiri vaginanya, sambil meringis.

Ayahnya juga mengolesi luka di bokongnya dengan obat luka. Dan memakaikan baju tidur yang bersih ke tubuh anak tirinya yang cantik itu. Tanpa terasa Santi menaruh rasa simpatik pada ayah tirinya ini. Walaupun dia tahu ayah tirinya bejad. “terima kasih ayah “kata Santi. Ayahnya menarik nafas “Santi jangan begitu, seharus ayah bisa melindungi kamu, walau kamu anak tiri ayah, tapi ayah sayang sama kamu “.Ayahnya mencium kening Santi.

Santi menatap ayah tirinya “ayah benar sayang sama Santi “. “Santi, ayah tiri kamu memang bejat, meniduri anak tirinya sendiri, itu karena ayah tak bisa mengendali nafsu ayah, maafkan ayah nak, tapi ayah benar benar sayang kamu “kata Ayahnya. Santi melihat ayah tirinya bersunguh sunguh. Santi tak bisa berkata apa apa.

“ayah cium Santi “pinta Santi tiba tiba. Ayahnya kembali mencium kening anak tirinya. “bukan di situ yah “protes Santi. Ayahnya mengenyitkan dahinya. Lalu mencium bibir anak tirinya. Ayah tirinya menjadi nafsu. Mencium dengan penuh birahi. “auuu “jerit Santi. Ciuman ayahnya mengenai luka di bibirnya. “ahhh perih yah “kata Santi. Ayahnya tersenyum. “maaf…abis kamu bikin ayah nafsu sih “kata ayah tirinya.

Tak dipungkiri, bukan hanya ayah tirinya yang nafsu, birahi Santi pun naik. “ayah tolong Santi yah, ambilkan es batu “pintanya. “oh kamu haus yah, sebentar yah sayang “kata ayah tirinya.

Ayahnya berjalan ke depan, tak lama kembali dengan segelas air putih dengan es batu. Santi meminum habis air es itu, hingga tersisa es batunya.

Santi mengangkat daster tidurnya sebatas pinggang, lalu melepas celana dalamnya. Semua perbuatan Santi itu membuat ayah tirinya semakin bernafsu. Tangan Santi mengambi sebuah es batu, lalu menempelkan di vaginanya. “Santi….. “ujar Ayahnya. “m-*-m-*-k Santi sakit yah, kalau di kasih es agak mending sakitnya..” katanya.

Es itu mencair, Santi mengambil es kedua, dan terus begitu hingga hampir seluruh es di gelas itu habis. Ayah tirinya semakin birahi, tangannya mendekati vagina Santi, menyentuhnya “ahhh ayah…” erangnya pelan. Jarinya pun memainkan klitoris Santi dengan lembut. Cairan birahi Santi mulai membasahi liang vaginanya. Tak lama Ayah tirinya semakin liar. Lidahnya menjulur, berusaha memberikan hiburan buat Santi.

“ahhh ayah… ohhh.” Santi mengerang menerima kenikmatan ayahnya. Santi perlahan melupakan pedih di vaginanya. Ayah tirinya dengan lembut menstimulasi vaginanya. Cairan vagina santi semakin banyak. Ayah tirinya pun semakin nafsu. Dia berusaha memuaskan Anak tirinya. Ayah tirinya terus menjilati klitorisnya. Sampai tubuh Santi mengejang mendapat orgasmenya “ayah… ahh Santi keluar…. “.

Santi menatap ayahnya “ayah, koq sekarang lain sih, dulu gak gitu, koq sekarang mau sih jilatin Santi sampai keluar..”. Ayah tirinya tertawa “belajar dari film porno “. mereka berdua tertawa. “ayah, mau gak “tanya Santi. “mau, tapi m-*-m-*-k kamu kan lagi sakit “kata Ayah tirinya. Santi meraba raba penis ayahnya. Ayahnya pun membuka celananya. Penis itu di kulum Santi dengan nafsu.

Walau penis itu kecil, tapi Santi mengulumnya nafsu. Ayah tirinya mengeram kenikmatan. Sayang ayah tirinya cepat keluar, jadi tak bisa berlama lama, menikmati servis anak tirinya yang cantik itu. Ayahnya mengeluarkan spermanya yang encer di mulut Santi. Lalu ayah tirinya melap mulut Santi dengan penuh perhatian.

“sudah yah sayang, kamu istirahat, kalau besok masih sakit ayah antar ke dokter “kata ayah tirinya, lalu mengecup kening anak tirinya. “ayah.. terima kasih yah “kata Santi. Ayahnya tersenyum, sambil meniggalkan kamar itu, lalu kembali ke kamar istrinya. “bagaimana pak, “tanya ibu Santi. “bu, dia itu remaja, masih mau senang senang, mau berteman, yah sekali sekali biar saja “kata suaminya.

“sekali sekali, gimana, dia sering pulang malam koq “kata ibunya protes. “iyah, saya tahu, tapi nanti kita bilangin pelan pelan, kalau di kerasi anak seusia dia semakin melawan bu “kata suaminya lagi. Ibunya diam saja. “sudahlan, biar bapak yang atur..” kata suaminya. “yah terserah bapak deh, tapi omong omong mau mesra mesraan gak pak “rayu ibu Santi. “aduh, bu pinggang ku lagi sakit nih, besok besok ajah ayah “kata suaminya, menolak secara halus.

Santi menatap langit langit kamarnya, merenungi kejadian yang baru menimpa dirinya. Ini pelajaran buatnya, harus berhati hati terhadap pelangannya.

Santi belajar dari pengalamanya. Benar kata Gina dan Lala. Semua ada resikonya, dia baru saja menghadapi resiko profesi yang di gelutinya.

Santi pun merasa sangat bersalah pada ibunya. Membohongi ibunya, seakan akan merebut suaminya. Tapi Santi tak bisa menolak ayahnya. Semakin hari ayahnya semakin baik terhadap dirinya.

>>>

Pagi itu ketika ibu Santi pergi ke pasar, ayah Santi kembali ke kamar anak tirinya. Santi yang sudah bangun, tapi masih malas beranjak. Baju dasternya tersingkap, mempertontonkan ke mulusan paha putihnya, serta celana dalam nya. Santi tak merapikan pakaiannya, dia cuek saja. Ayah tirinya yang melihat itu tentu saja menjadi birahi penis imutnya meronta di balik kolornya.

“selamat pagi, ayah “katanya mesra. “selamat pagi juga sayang “balas ayah tirinya. “bagaimana, kamu sudah mendingan “tanya ayah tirinya. “mendingan sih, tapi m-*-m-*-k nya masih gak enak “kata Santi. “kalau gitu kamu istirahat saja deh, gak usah sekolah hari ini, nanti ayah mampir ke sekolah kamu, minta izin sama guru kamu “kata ayah tiri Santi.

Santi tersenyum. “ayah sini dong “kata Santi menyuruh ayahnya mendekat. Lalu Santi membuka dasternya, memperlihatkan buah dadanya yang ranum itu. “ayah mau nyusu gak “kata Santi dengan genit. “gila, gua engak nyesel kawin ama ibu eloe “ujar ayah tirinya dalam hati. Ayah Santi lalu menjilati buah dada Santi dengan nafsu. Dia menyedot dengan nafsu, menjilati putting itu dengan liar.

Santi mengerang nafsu, birahinya meningkat. Vaginanya mulai terasa berlendir. Sambil ayah tirinya menyedot nyedot putting susunya, Santi memegang tangan ayah tirinya membawa ke selangkangannya. Tangan ayahnya pun meraba raba, mengusap usap selangkangan celana dalam Santi. Birahi Santi meningkat. Selangkangannya semakin becek.

“ayah, sudah e-*-t-*-t aja ayah “pinta Santi. Ayah tirinya dengan senang hati mengabulkan permintaan anak tirinya. Penis imutnya itu di masukkan dalam liang vagina Santi. “ahhh… ayahh enak “erang Santi. Ayah tirinya begitu bernafsu terus mengoyang penis imutnya di liang vagina Santi. Sebentar saja, vagina Santi sudah bertambah basah oleh sperma ayahnya.

“ohh enak sekali Santi “erang ayahnya. “iyah, Santi juga enak “kata Santi. Santi pun memakai celana dalamnya lagi. “eh San, sini pantat kamu ayah kasih obat dulu “kata ayahnya. Lalu ayahnya mengolesi obat luka, di pantat indah Santi. “Sudah agak mendingan San “ujar ayah tirinya.

Ayah tirinya juga, meminta nomer Hp Johan. “yah sudah deh, jangan cari gara gara, ini salah saya koq, saya mau di boking dia “kata Santi.

“iyah ayah tahu, ayah cuma mau menegurnya, jangan begitu terhapad wanita “kata ayah tirinya. Santi diam saja. “sudah yah Santi, kamu istirahat hari ini, gak usah sekolah “kata ayah tirinya, lalu meninggalkan Santi di kamarnya.

Tangannya perlahan membuka celana dalamnya, dengan sisa sisa sperma ayah tirinya jari bergerak memainkan klitorisnya. Meneruskan nafsunya yang tadi terputus. Dia tahu ayah tirinya tak bisa membuatnya orgasme dengan penis imutnya, apa lagi sebentar saja ayah tirinya sudah ejakulasi. Tujuan Santi hanya untuk memuaskan birahi ayahnya.

Jari Santi bergerak liar di klitorisnya, dia mendesah pelan, terus dan terus hingga mencapai puncak birahinya. Santi lemas dalam kenikmatannya.

>>>

Santi pun merenung sendiri dalam kamarnya.

Merenungi jalan hidupnya yang menjadi pilihannya….