Waktu itu saya masuk sebuah sekolah akademik diploma 1 tahun di Bandung, dan ternyata semua mahasiswi-mahasiswinya di sini lumayan cakep-cakep juga. Setelah 2 minggu lewat saya mulai akrab dengan semua mahasiswa-mahasiwa sekampus, dan terus terang di jurusan saya (Manajemen Informatika), perempuannya hanya sedikit sekali, dan kampus ini juga baru berdiri jadi belum begitu terkenal.

Setelah tiga minggu belajar di kampus ini, ternyata ada mahasiswi baru yang cantik, putih dan bercahaya, pakaiannya juga biasa-biasa saja tetapi semua laki-laki di kelasku, melongok melihat dia. Yaa ampun, cantik benar nih. Jam mata kuliah pertama selesai dan anak-anak laki-laki di kelasku banyak yang kenalan tapi terus terang hanya saya dan temanku berdua bisa dibilang cool, kami hanya keluar dan makan di kantin. Saya benar-benar belum punya nyali untuk dekat dengan wanita-wanita di kampus waktu itu. Dan dengan si mahasiswi baru itu pun kenalnya sangat lama sekali. Sebut saja nama panggilannya Ani. Saya yang baru memasuki dunia baru di perkuliahan, dan melihat cewek-cewek di kampus pun begitu menggebu-gebu nafsu birahiku. Tapi saya hanya punya pikiran dan perasaan sama si Ani ini, mungkin banyak cowok lainnya berpikiran dan berperasaan begitu juga, tapi saya tidak PD, dan saya itu bisa dibilang pendiam dan rata-rata menurut teman-teman, saya ini punya wajah lumayan ganteng. Yaa.. itu sih menurut teman-temanku.

Waktu perkuliahan pun terus berjalan, dan setelah 3 bulan lebih saya mulai akrab dengan Ani ini dan mulai sering ngobrol (sebelumnya hanya kenal senyum saja, ataupun hanya menanyakan tugas mata kuliah). Dan ternyata Dia ini lagi cuti kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta hukum terkenal di Bandung, tapi saya lupa waktu itu dia semester berapa, yang saya ingat waktu itu saya berumur 19 tahun dan dia berumur 22 tahun. Dan ternyata dia sudah punya pacar. Waduh hatiku lemas, walaupun sudah jarang ketemu tetapi statusnya masih resmi pacaran.

Saat kami berdua ngobrol, dia suka curhat tetapi saya suka mencuri pandangan ke arah buah dadanya yang indah menawan itu. Waduh pokoknya bulat tegap dan sedikit runcing, begitu juga kulitnya tidak satupun bekas goresan luka, hanya putih mulus dan pantatnya bulat menantang. Kalau dilihat dari belakang, waduh.. membuat kemaluan saya berdiri tegap dan ingin kuremas-remas dan ditancap dari belakang. Bayangkan kalau berjalan dia berlenggang-lenggok. Dia memiliki rambut yang indah, hitam dan panjang, berhidung mancung, berbibir tipis, alis dan bulu mata yang lentik (tapi seperti cewek bule). Dan memang cewek ini anak seorang yang kaya raya. Dan kami pun menjadi dekat dan akrab, tapi tidak tahu dia itu sukanya bareng dan jalan sama saya saja. Padahal kan banyak teman cewek di kampus itu ataupun cowok yang lain. Yaa.. tapi saya pun sangat senang sekali bisa jalan bareng sama Ani, Dia pun sering mengajak saya main ke rumahnya. Namun itu tidak pernah terjadi, mungkin saya tidak biasa main ke rumah cewek. Dan akhirnya dia ingin main ke rumah saya, waduh saya juga bingung karena saya juga belum pernah kedatangan teman cewek apalagi seperti dia, tapi dia terus memaksa saya.

Suatu hari di kampus, mata kuliah satu sudah selesai dan harus masuk lagi untuk mata kuliah yang kedua, tapi waktunya sore hari, dan ketika sudah selesai mata kuliah satu, kami pun merasa BT kalau di kampus saja, dan Ani memaksa saya untuk main ke rumah saya, katanya ingin tahu tempat tinggal saya dan sekaligus ingin curhat. Ya untungnya rumah saya itu hanya ada saudara saya (karena saya tidak tinggal bersama orang tua) dan rumah itu milik nenek saya. Oleh karena itu kehidupan saya bebas dan saling cuek sama anggota keluarga lainnya di rumah itu. Tidak ada saling curiga atau hal apapun, yang penting tidak saling merugikan satu sama lain.

Kami pun berdua pergi ke rumah saya. Siang bolong, ketika sudah sampai di rumah, Ani saya persilakan masuk ke kamar saya dan ternyata saya tidak grogi atas kedatangan cewek cantik ini. Dan ketika baru mengobrol sebentar lalu dia bicara, Ted panas yaah hawa di Bandung sekarang ini.
Iya nih! sambil kubawakan minuman dingin yang sangat sejuk sekali.
Ted.. boleh nggak saya buka baju, kamu jangan malu Ted, saya masih pake pakaian dalam kok, habis panass siihh..
Waduh memang saya merasa malu waktu itu dan sedikit deg-degan jantungku.
Aduuh gimana kamu ini, emang kamu nggak malu sama aku? bantahku.

Tapi kan dia sudah ngomong kalau dia masih memakai pakaian dalam. Kemudian saya keluar kamar sebentar untuk mengambil makanan ringan di lemari es, dan ketika saya memasuki kamar lagi, ya ampun.. pakaian dalam sih pakaian dalam tapi kalau ternyata kalau itu BH yang super tipis dan kelihatan puting susunya. Waduh, saya sangat grogi waktu itu dan saya pun sering memalingkan wajah, tapi tidak dapat dipungkiri, kemaluan saya pun berereksi dan aliran darah saya pun mengalir tidak karuan, apalagi hawa sedang panas-panasnya.
Ayo sekarang kamu mau curhat lagi? kataku.
Nggak sih Ted, saya udah minta putus sama dia (pacarnya-red) dan dia setuju untuk resmi putus.
Ya udah.. abis gimana lagi, katanya.

Dalam hatiku, asyik dia sudah putus, dan saya pun berpura-pura bersedih, karena memang kasihan melihat wajahnya sedikit pucat dan sedikit menangis. Dia memelukku sambil sedikit bicara kepadaku, tapi itu lho anuku tidak bisa diam dan semakin panas saja suhu tubuhku. Ketika kuelus rambut dan punggungnya, eh dia menciumku dan kubalas ciumannya dan dia membalas lagi, semakin lama kami berciuman dan dia memasukkan lidahnya ke mulutku. Waduh, ini benar-benar mengasyikan dan terus terang ini adalah pertama kali bagiku. Dan dia pun mengeluarkan suara desahan yang sangat lembut dan sensual, dan dituntunnya tanganku ke buah dadanya, langsung saja kuremas-remas dan BH-nya pun kubuka. Wow, buah dada yang sangat indah, putih, bulat berisi dan mancung serta puting yang bagus, sedikit warna merah di seputar putingnya dan berwarna coklat di puncaknya, sekali-kali kupelentir putingnya dan dia pun mendesah kuat, Ssstthh ha.. hah.. aahh.. okhs Ted, bagus Ted, eenakk, suaranya yang kecil dan merdu. Dia membuka bajuku dan aku kini dibuatnya telanjang, tapi aku hanya pasrah saja, tidak ada rasa malu lagi.

Apa kamu sering melakukan ini sama pacar kamu? kataku.
Iya Ted, tapi nggak sering.. aaksshh.. kata dia sambil mendesah, tanganku diarahkannya ke liang kemaluannya, dan langsung kuelus-elus sambil lidahku menjilat putingnya yang indah itu. Sedikit-sedikit kuselingi dengan gigitan ringan tepat di puncaknya, dan dia menggeliat keenakan. Dan kemaluannya pun basah. Kubuka celananya dan celana dalamnya secara perlahan.

Oh iya, kami melakukannya di sofa kamarku tepat di depan TV dan stereo-set. Dan kami lagi sedang mendengarkan lagu-lagu rock barat tahun 70-an, ketika kubuka CD-nya, yes.. dia memiliki kemaluan yang bagus, bulu sedikit, dan memang dia masih perawan, dengan pacarnya juga hanya melakukan oral sex. Tetapi saya belum berani untuk menjilat kemaluannya, saya hanya mengesekkan tangan saya ke bibir kemaluannya. Eh ternyata dia turun dari sofa dan menghisap batang kemaluanku, Aaakshh.. hsstt oks! dia menjilati biji pelerku dan dia mengisap kemaluanku lagi sambil dipegang dan dikocoknya. Waduuhh.. enak sekalii akkhhss.. aliran-aliran darahku mengalir dengan serentak dan ingin kumasukkan kemaluanku ke liang kemaluannya, tapi apa dia mau? Beberapa menit kemudian.. Ted, kamu punya barang gede enggak, kecil enggak, panjang enggak and pendek enggak, tapi bener Ted, saya sangat suka kamu punya barang, katanya sambil berdiri dan lubang kemaluannya dihadapkannya ke wajahku aku semakin tidak kuat saja.

Langsung saja kujilat liang kemaluannya. Wah agak bau juga nih, tapi bau yang enak. Semakin lama semakin asyik dan sangat enak, dan dia pun merintih-rintih kecil, Uwuuhh oo.. sstt akhs.. akhs.. akhs.. oohh aahh.. sstth, sambil tubuhnya agak bergerak nggak karuan, mungkin jilatanku belum pintar tapi kulihat dia sedang keasyikan menikmati jilatanku. Lalu dia berdiri dan menarik tubuhku ke lantai. Di situ kami berciuman lagi, entah kenapa aku merasakan sesuatu yang hangat di sekitar liang kemaluannya, kuingin batang kemaluanku dimasukkannya ke lubang kemaluannya. Soalnya aku masih ragu. Tapi saya memberanikan untuk bicara.

An, kamu masih perawan nggak?
Iya.. aksshh.. sstt.. sstt aakhs, katanya. Ternyata dugaanku benar.
Tapi sama pacar kamu itu?
Iya tapi kalau aku sama dia hanya oral aja, kata Ani.
Tapi Ted, gimana kalau kita ini sekarang.. dia tidak melanjutkan pembicaraannya.

Okh.. ookh.. okh.. sstt.. dia mencoba untuk memasukan batang kemaluanku ke lubang kemaluannya dengan bantuan tangannya. Dengan begitu, aku pun berusaha untuk memasukkan batang kemaluanku ke lubang kemaluannya, dan secara perlahan kugesekkan batang kemaluanku ke liang kemaluannya dan sedikit demi sedikit kumasukkan kemaluanku, tapi ini hanya sampai kepala aja, dan.. Ooohh aakksshh.. ahh.. ah.. aahh.. oohh.. sset, dia merintih- rintih. Aku terus menggenjot dia.
Ted, ternyata pedih juga, aahh! katanya.
Tapi teruskan saja Ted...
Kulihat wajahnya memang mengkhawatirkan juga, tapi yang kurasakan adalah kenikmatan, meskipun itu masih tersendat-sendat dan sedikit kehangatan, Ookkhhss.. sstt, aduh nikmatnya, kataku. Dan memang ada sedikit darah di batang kemaluanku dan yes.. semua batang kemaluanku masuk, dan benar-benar nikmat tiada tara, dan hilanglah perawannya dan perjakaku.

Ssstt.. sstt.. desahannya yang merdu dan menggairahkan apalagi didukung oleh kecantikannya dan mulus kulitnya. Dan kami masih melakukan gaya konvensional dan terus kugenjot naik turun, naik turun dan tumben, aku masih kuat dan menahan kenikmatan ini, karena kalau aku sedang onani, tidak selama ini. Di lantai itu kami melakukannya serasa di surga. Assh.. asshh.. aakss.. oohh.. aksh.. sstt, dia menjerit-jerit tapi biarlah kedengaran oleh saudaraku, yang lagi nonton TV di ruang keluarga. Karena pasti suara jeritan Ani ini kedengaran. Terus Ted, aduhh Ted kok enak sih.. aakss ssttss.. katanya sambil merem melek matanya dan bibirnya yang aduhai melongo ke langit dan langsung kujilat lidahnya. Duuhh aahss sstt duh An, aku mau keluar nih! kataku. Uuhhss sstt jangan dulu dong Ted.. bentar lagi aja, katanya. Tapi memang saya waktu itu sudah nggak kuat, ehh ternyata.. Sss oohh akkhhss.. oohh, duh Ted boleh deh sekarang, kamu dikeluarinnya di sini aja, sambil ditunjukanya ke arah payudaranya. Dan.. Creett.. cret.. cret.. crret dan air maniku yang banyak itu menyemprot ke payudaranya dan sekitar lehernya. Selesailah main-main sama Ani, dan waktu pun menunjukan arah jam 5 lebih dan memang kami sudah telat untuk pergi lagi ke kampus memasuki pelajaran Mata Kuliah kedua.

Kami berdua terkulai dan ketiduran di lantai itu dalam keadaan masih telanjang, dan lagu di stereo tape-ku pun sudah lama habis. Bangun-bangun sudah hampir jam 19.00, kami pun bergegas berpakaian dan aku pergi ke kamar mandi untuk mandi, sesudah saya selesai mandi dia juga mandi, dan akhirnya kami pergi jalan-jalan sekalian mencari makan. Kami pergi ke daerah Merdeka dan makan. Sesudah itu kami nonton di Bioskop. Di Bandung Indah Plaza (BIP), lupa lagi waktu itu kami nonton apa. Sesudah selesai nonton Ani tidak mau pulang dia ingin menginap di rumah saya. Waduh celaka juga nih anak, ketagihan atau dia lagi ada masalah dengan keluarga di rumahnya. Setelah kami berbincang-bincang, ternyata dia tinggal tidak bersama orang tuanya, sama seperti saya. Dia tinggal bersama bibinya, dan memang tidak ada perhatian bibinya kepada Ani. Dan kami berdua pulang ke rumah saya dengan membawa makanan ringan, minuman (beer dan Fanta). Sesampainya di rumahku, kami berdua mengobrol lagi sambil menonton TV, dan kusuruh dia tidur duluan, kamipun tidur sambil berpelukan terbuai terbawa oleh mimpi indah kami berdua.

sejak saat itulah kami resmi berpacaran, dengan begitu makin sering juga kami melakukan perbuatan nikmat seperti yang telah kami lakukan sebelumnya.

Tamat

Ya, jadi menurut bapak kira-kira berapa lama ya selesainya??"

Paling 2 sampai 3 hari nonKalau mau hari ini juga kita bisa mulai bongkar, jadi bisa hemat waktu jugaGimana Non Olga??" Jawab bapak-bapak separuh baya itu

Boleh pak, tapi saya ada perlu hari ini,gapapa saya tinggal pak??" jawab wanita yang dipanggil Olga.

Oh, gapapa Non, urusan disini jadi tanggung jawab saya..Non tenang aja.."

Ga bukan masalah itu, saya percaya koq ma bapa,.Kan dulu rumah mama juga

bapak yang beresin,..Soal pembayaran gimana pak,..??"

Ya, kita minta 50% aja dulu bisa??Buat belanja bahan nich non.sama urusan

ma pihak apartement gimana,nanti kita dimarahin lagi kerja disini??" jawab

mandor itu..

Oke tapi untuk pembayaran tunggu saya pulang ya pak. Paling jam empat saya sudah pulang, urusan maintenance sudah saya urus pak, ga masalah, ke tetangga juga sudah saya omongin"

Oh, kalo gitu kita kan enak kerja-nya,..Ya sudah non kalo non mang ada pekerjaan, bisa ditinggal, pokoknya Non tau rapi sajahehehe"



Oke, kalo gitu saya tinggal ya pak, pemotretan-nya jam 12 soalnya..Takut telat.." Kata wanita itu sambil mengangkat tasnya..

Dia tampak tergesa-gesa sekali, Ya, wanita tinggi putih berwajah oriental itu memang Olga, Olga Lydia, foto model, aktris dan presenter yang cukup terkenal di Indonesia.

Hati-hati Non,.."

Ya makasih Pak, tolong tunggu saya ya pak.." ingatnya

Baik Non" jawab mandor itu,..

Olga pun bergegas keluar dari apartementnya, para pekerja berjumlah dua orang plus seorang mandor itu pun segera melakukan pekerjaannya, merenovasi dan

memperbaiki beberapa saluran air di apartement itu.

Bagus ya pak apartementnya" Kata salah satu dari pekerja

Ya bagus lah, namanya juga punya artis, hehehe" jawab mandor itu.

Udah lama pak kenal ma keluarga dia?" tanya mandor berkumis dan kekar

itu, umurnya kira-kira 50an.

Dari kecil Ded, dah lama juga kenal keluarganya, jadi kerja yang bener ya. Ga enak gue kalo asal jadi aja.."

Ya pasti pak, tenang aja.hehehe" jawab pekerja bernama Dedi itu.

Ya bapak tinggalin aja disini biar kita yang urus dulu, kan bapak bisa belanja cat dulu, siapa tau kita bisa mulai cat sore" Kata seorang pekerja yang sedang merokok,..

Oke gue tinggal, tapi lu jangan ngerokok aja Bakrie, takut kena karpet ya"

Siap Boss.." jawab pria 30an berambut cepat dan berbibir tebal itu sambil mematikan rokoknya..



###



Di pinggiran kolam renang, sebuah rumah mewah, terlihat beberapa orang mempersiapkan alat-alat pemotretan, dari dalam rumah keluarlah Olga dan beberapa asisten serta Darwis Triadi, salah satu fotografer terkenal di tanah air.

Gimana??Udah beres alat-alatnya??masa mindahin dari dalem keluar aja lama??" tanya Darwis ke krunya.

Sudah Boss, nich lagi test aja,.." Jawab salah satu kru..

Oke Olga bisa dimulai sekarang??"

Sip Darwis, lagian gue dah risih nich..Hehehe" sambil melepas selendang yang

menutupi bagian pinggangnyya kebawah.

Olga dengan swimsuit merahnya kini sudah masuk set pemotretan itu dengan dibantu beberapa assisten-nya untuk mempersiapkan pose yang diinginkan Darwis. Kipas angin pun dinyalakan untuk membuat kesan rambutnya yang tertiup angin. Tak lama pemotretan itu pun dimulai, beberapa scene, dan mereka mulai berpindah-pindah set.



Ya bagus, coba angkat tangan kiri kamu, jangan liat ke kamera..natural aja"

Klik !!!

Ya bagus, Liat kesini, majukan kaki kiri kamu, ya bungkuk sedikit.."

Klik !!!

Lightening pindah kebelakang, Ya tahan sebentar pose itu, senyum sedikit, yaa.."

Klik !!!

Oke Thanks, Olga sip banget, ini saya usahain jadi cover yasayang banget kalo ga jadi cover.." Kata fotografer itu,..

Oooo..bayaranya nambah donk,.hehehe, Ga becanda, Gue liat donk hasilnya ya, jangan naek cetak dulu baru lu kasih gue,.." jawab Olga.

Oke santai, kamu tau gimana saya kerja kan.."

Hahaha, ya udah, dah beres kan gue tinggal ya??"

Oke ga masalah thanx ya..Bye-bye"

Sip, take care ya..Bye"

Olga pun segera menuju ruang ganti pakaian di rumah itu, scene di kolam renang itu, memaksanya untuk berpose dengan swim suit, Sopan sich, tapi pemotretan ini jarang sekali dia lakukan. Di ruang ganti itu ada Anna, sahabat Olga yang juga seorang model.



Gmana Lyd??" tanyanya.

Ga tau gue juga belum liat hasilnya, lu tahu sendiri si Darwis, belum perfect buat dia mana mungkin dikasih liat ke kita?? Jawab Olga..

Hahaha, iya juga yee.Lupa gue,..Mau kemana nich kita??"

Aduh sory Ann, gue musti buru-buru balik, mau ke ATM dulu, gue mau ambil duit, apartemen gue kan lagi dibenerin, gila keran bocor terus, sekalian lapis cat lagi"

Ohhh, jadi nich dibenerin, terus yang jaga siapa??Besok aja kita masih ada satu roll lagi kan.."

Ah tenang aja,..Hari ini gue tinggal, besok sich nyo gue yang jaga."

Yawda lu ati-ati aja barang lu ya.."

Rabu lu jadi kan ke tempat, gue ga da Job juga kan kita??"

Oce dech, tar gue dateng dech lusa ya..,Gue cabut dulu nich, Biasa Roby dah nunggu.."

Yawda TitiDJ Na,.."

Hahaha, Lu juga ye, Bye.." Jawab Anna, sambil membuka pintu ruang ganti itu, Olga pun segera mengambil pakaiannya di loker, Dia segera berganti pakaian, Tak lama Olga pun selesai dan segera keluar dari ruang ganti itu. Setelah berpamitan pada Darwis dan beberapa kru, Olga pun segera meninggalkan lokasi pemotretan itu.



###



Pukul 4.20 Olga sudah kembali, setelah mengambil Uang di ATM untuk membayar 50% biaya perbaikan apartement-nya. Sesampainya di apartementnya, Ibu Olga sudah disana, selain itu beberapa bagian ruangan apartement itu sudah dilapis ulang, Pekerjaan-nya cukup rapi jugaDia segera menghampiri ibunya di dapur..

Kapan dateng Mi??"

Dah pulang, tadi jam 2an lahMinum dulu jus di lemari es tuch"

Makasih Mi, tar dech..Nginep kan Mi???"

Iya, tapi besok sore mami pulang, kasian Papi kamu sendiri,.."

Yee, kenapa papi ga diajak kesini aja sekalian??" Jawab Olga sambil mengambil jus

Tau sendiri kan Papi mu itu, lebih seneng burung daripada nyenengin Mami mu.."

Dasar Mami..hehehe,..Pak Jabir mana Mi ??"

Diatas kayaknya..Dia lagi bongkar pipa ma anak buahnya.."

Oh, Olga keatas dulu ya Mi, sekalian bayar Uang muka nich,..Mami belum dinner kan?"

Belum, mau Mami masakin??"

Ga usah mi, nanti kita makan aja diluar, mami dah mandi??"

Belum, yawda Mami mandi dulu dech.."

Oke..aku naek dulu ke atas.." kata Olga yang dibalas senyuman oleh maminya..Ia pun segera naik ke tingkat 2, menemui si mandor Jabir.



Gimana Pak untuk hari ini??" tanya Olga.

Ya Non liat sendiri, buat pipa ini juga udah ketemu penyakitnya, cuman kita ga bawa peralatannya, mungkin besok kita urus dech Non,kita lagi ngikis cat aja dulu besok di Cat ulang, kalo sekarang ga keburu,.." Jawab Pak Jabir

Oh yawda, ini pembayaranya pak, 50% dulu,..Dihitung Pak,.." Sambil menyodorkan amplop berisi uang tunai..

Ah, percayalah bapak ma Non,..Habis ngikis cat di ruangan ini kita pamit dulu ya Non, sudah jam 5 juga.."

Oke Pak, ga masalah, beresin aja dulu pak, Saya tinggal ya?"

Silahkan Non.."

Olga pun segera turun, tak lama rombongan pak Jabir pun menyelesaikan pekerjaannya. Mereka berpamitan dengan Olga dan ibunya, yang sedang berbincang sambil menonton televisi..

Sudah sana mandi, katanya mau makan,.. Tegur Ibu Olga,..

Iya Mi, baru pada pulang sich ga tenang ada mereka..Hehehe.."

Dasar, bagus dech, kamu itu wanita, jaga baik-baik harga diri kamu Olga."

Iya Mi, ya Olga mandi dulu ya."

Ya sudah, besok kamu ada acara ??"

Besok aku musti ke agency, kenapa Mi??"

Ya sudah kamu mandi saja dulu, nanti malam ada yang mau Mami bicarakan.."

Yawda dech, aku mandi dulu Mi.."



Sejam kemudian Olga pun sudah berdandan, maminya yang sudah siap dari tadi sudah menunggunya di ruang tamu, mereka pun pergi makan malam, menyantap makanan Eropa di sebuah restoran elit, Pukul 10 lewat mereka kembali ke apartement Olga.

Mami mau tidur??" tanya Olga,.

Ga sich, kamu mau tidur sayang ?" Jawab ibunya..

Ngantuk sich mi, tapi katanya ada yang Mami mau omongin.."

Oh iya, ampir Mami Lupa,.Gini tentang issue belakangan ini tentang kamu nak,."

Ah itu lagi, Mami percayakan ma Aku ??"

Iya Mami juga ga percaya, tapi Mami mau dengar dari kamu langsung".

Oke dech, aku ga da hubungan apapun dengan pejabat itu..Oke Mi..Percayakan

ma aku"..Kata Olga sambil mengacungkan 2 jarinya, seperti bersumpah.

Iya kamu ga usah gitu lah, mami percaya koq ma Kamu sayang..Mami cuma

kuatir aja, kamu kan tahu itu pejabat + kamu juga tau kan dia udah berkeluarga, jangan sampai kamu nganggu hidup orang lain, kita juga dari keluarga berada, ga perlu mikirin harta kaya Orang lain,.." ingat ibu-nya

Iya Mi, Makasih ya,..Tidur yuk Mi"

Ya sudah kamu tidur saja dulu, Mami nunggu telepon Papi-mu,.."

Oc, dech Mi, Tar tidur bareng aku aja ya,..Nitez mi.."

Ya sudah nanti mami nyusul sayang.."

Olga pun meninggalkan Ibunya di ruang keluarga, tak lama dia pun tertidur..



Keesokan harinya,"Pagi Mih,..Aku dah telat nich, aku musti cepet-cepet ke agency, Mami dah makan kan??" Tanya Olga..

Udah kamu tenang aja,..Kamu pulang jam berapa??"

Mami mau pulang jam berapa, nanti aku yang anter aja??"

Ga usah, nanti Mami naik taksi saja,..Paling jam tujuhlah, nunggu Pak Jabir pulang kan.."

Ooh, kalau gitu tunggu aku ya Mi, aku ga malem koq pulanganya,.."

Kamu beresin aja pekerjaan kamu, mami sich gampang"

Ya pokoknya Mami tunggu aja, aku kan masih kangen."

Ya sudah, Mami tunggu kamu ya sayang.."

Oke dech,..Mam aku pergi dulu ya ?"

Eeeeh, Gak sarapan dulu sayang ??"

Telat Mih,.."

Udah minum dulu susunya ya.."

Yawda dech,..Aku pergi ya" Ujar Olga setelah meminum susunya sambil meninggalkan Apartementnya

Sepulangnya dari Agensy, Olga pun melihat pekerjaan rumahnya yang sudah 75 % rampung, tampaknya pekerjaan ini akan selesai lebih cepat dari jadwal. Masih jam lima sore, ketika ibunya minta ditemani ke minimarket, maka Olga turun mengantar ibunya.



###



Sayang ya Pak, Non Olga jarang Disini.." Ujar Bakrie.

Ya mau ngapain juga dia disini" Jawab Jabir..

Ya kan lumayan pak, baru hari ini aja dia dirumah, ma temen-nya lagi.. sambung Dedi.

Lu pada ngeres aja..Pengen liat paha-nya aja lu pada ya??" Canda pak Jabir.

Iya lah, normal toh Pak, namanya juga laki-laki" Kata Bakrie yang disambut tawa keduanya.

Ayo, siap geser yah, hati-hati loh !" Pak Jabir mulai memberi perintah pada anak buahnya untuk menggeser sebuah lemari yang awalnya digeser kembali ke tempat semula.

Karena terlalu bertenaga mendorongnya tiba-tiba sebuah koper kecil diatasnya jatuh dan terbuka sehingga isinya berceceran keluar.

Hadoh, gimana sih lu, dorong pelan-pelan aja ngapain pake tenaga gitu !" Pak Jabir mengomeli Bakrie dan Dedi, untung orangnya lagi kebawah, cepet-cepet beresin lagi sebelum dia balik"

Mereka pun buru-buru memunguti barang-barang yang tercecer dari koper yang terbuka itu, isinya adalah beberapa album foto. Ada sebuah album foto yang terbuka, jadi bagaimanapun isi album itu terlihat oleh mereka yang sedang berusaha merapikan semua album ini kembali ke dalam koper.



Eh lihat Pak Jabir, non Olga itu cantik sekali ya.. mana kulit perutnya putih mulus gini. Bener bener amoy dah", kata Bakrie memandang foto Olga di album itu sambil menelan ludah. Gimana halusnya ya? Jadi pingin ngerasakan nih", timpal Dedi yang kini ikut memandangi foto sexy Olga yang memakai bikini. Pak Jabir mau tidak mau tertarik juga untuk melihat. Reaksinya tak jauh beda, ia menelan ludah dan malah melamun membayangkan Olga kecil yang dulu ia lihat, sekarang sudah menjadi wanita yang menggairahkan di dalam foto foto itu.



Pak? Pak Jabir? Lagi ngelamun apa pak? Melamun non Olga ya?", senggol Dedi melihat pak Jabir yang terus memandang foto Olga dari tadi, membuat pak Jabir tersadar dari lamunannya. Hush.. mau tau saja. Sudah cepat, kita kembalikan semua, nanti non olga marah lagi melihat koper ini terbongkar seperti ini!", kata pak Jabir. Sambil terus memasukkan album album foto itu, Bakrie berkata, Kalo bisa besok aku kepingin melihat lihat koleksi foto non Olga ah".



Tepat selesai Bakrie mengatakan itu, tinggal 1 album foto yang tersisa di luar koper yang dipegang pak Jabir, tapi ia tak segera memasukkan album itu ke dalam koper. Album itu terkunci, dan di covernya ada tertulis Popular, Edisi Lanjutan. Pak Jabir berkata, yang foto bikini tadi, aku memang pernah lihat di sebuah majalah waktu dipanggil pertama sama non Olga untuk merenovasi apartemen ini. Kalau membaca ini, jadi ingat nama majalah itu popular. Jadi penasaran juga, memangnya lanjutannya foto sexy ini seperti apa ya?"



Wah kalau dikatakan lanjutan, apa ya? Lanjutan dari pakai pakaian lengkap, terus bikini. Terus ya mungkin tinggal pakaian dalam yaterus, bugil kali ya?" kata Bakrie yang mulai ngeres pikirannya. Mereka diam sejenak, tiba tiba Dedi mengeluarkan obeng dari sakunya. Kita buka saja daripada penasaran mikirin apa isinya", katanya dengan yakin. Pak Jabir sempat berpikir untuk mencegah, tapi akhirnya rasa penasarannya mengalahkan moralnya. Ia meminjam obeng Dedi dan mulai berusaha membongkar kunci yang ternyata tak semudah itu dilakukannya.



Akhirnya dengan tak sabar, pak Jabir mencongkel kunci itu, dan saat album itu terbuka, ketiga orang ini terpana. Tak pernah pak Jabir membayangkan, akan bisa melihat foto dari Olga Lidya dengan berbagai pose erotis. Balutan bikini itu makin lama makin tak menyembunyikan keindahan tubuhnya yang amat ideal, foto-foto itu memang satu seri dengan foto-foto seksi Olga yang pernah ditampilkan di majalah Popular itu, latar belakang dan pakaian renang yang dipakainya pun sebagian sama persis, namun dalam album itu posenya lebih menantang, misalnya posenya di tangga kolam renang dengan pakaian renang berwarna perak itu kini dipeloroti atasnya sehingga menampakkan payudaranya yang berukuran sedang dan montok. Foto-foto itu tentu bukan untuk konsumsi umum, Olga memang sengaja membuatnya untuk koleksi pribadinya saja sehingga disimpannya pun di tempat khusus ditambah dengan album foto berkunci. Ketika semua sedang terperangah, tiba-tiba pak Jabir menutup buku itu, membuat yang lain bersiap protes. Pak Jabir segera menjelaskan tindakannya ini pada kedua orang itu.



Kita jangan lihat buku ini di sini. Nanti kita pamit ke non Olga untuk malam dulu di warung bawah, seolah olah kita sudah lapar. Di, kamu sembunyikan album ini di jaketmu", kata pak Jabir. Dedi segera membungkus album itu di jaketnya yang butut. Bakrie yang memang agak lebih bodoh ini bertanya, Kita ngapain pakai makan lagi? Masih kenyang lah! Bukannya tadi kita makan siangnya telat sampai jam tiga lebih?". plak, pak Jabir memberikan tamparan ringan pada kepala belakang Bakrie. Pakai otak sedikit! Tapi.. sudalah.. kalo kamu sih mending gak usah ikut mikir, nanti tambah kacau. Yang jelas kalau mau enak, diam dan ikuti saja aku dan Dedi", kata pak Jabir, tepat ketika Olga masuk ke ruangan itu.



Non Olga, sepertinya kami harus makan dulu, sudah terlalu lapar nih. Kami ke warung bawah sebentar Non", kata pak Jabir pada Olga. Tanpa prasangka apapun, Olga mengiyakan saja, kebetulan juga Olga sudah ingin mandi. Maka setelah mereka bertiga keluar, Olga segera masuk ke kamar mandi. Sementara itu, di bawah, pak Jabir berhenti pada ujung lorong yang ada lampunya. Di sana, mereka meneruskan membuka-buka album itu. Gila bener.. mulus amat", kata Bakrie yang tak bisa melepaskan pandangan matanya dari foto tubuh Olga yang sudah nyaris telanjang bulat dengan pose yang menggoda. Pose-pose telanjang itu sesungguhnya sangat elegan dan artistik tidak seperti pose-pose bugil asal ngangkang dengan muka mupeng yang mengundang birahi ala penthouse atau hustler, namun orang-orang seperti mereka mana mungkin mengerti yang namanya artistic nude, bagi mereka bugil = porno dan ujungnya membangkitkan birahi.



Dedi tidak bisa bicara lagi, dengan gelisah ia menanti pak Jabir yang sudah hampir tak bisa menguasai diri, tangannya gemetar ketika membalik halaman demi halaman album itu, hanya untuk melihat tubuh indah Olga yang sudah tak tertutup sehelai benangpun. Di beberapa pose, kemaluannya hanya terlindung telapak tangannya, sementara kedua payudaranya yang indah menggelantung bebas, sungguh menantang orang yang melihat foto itu. Mata mereka melotot dengan mulut melongo menatapi pose Olga yang sudah tidak tertutup sehelai benangpun sedang duduk di bibir kolam dengan kaki disilang, seluruh lekuk tubuhnya terlihat jelas kecuali kemaluannya yang tersembunyi di balik lipatan kaki.

Buka lagi dong, mau liat yang keliatan m-e-m-e-knya, mau tau jembutan ga !" pinta Dedi yang penasaran melihat kemaluan Olga.

Akhirnya mereka dapat menyaksikan seluruh keindahan tubuh Olga dalam sebuah pose bugil frontal dimana Olga sedang berdiri di bawah siraman shower, kedua tangannya menyibak rambutnya ke belakang sehingga payudara dan vaginanya yang berbulu tipis terekspos jelas. Setelah melihat halaman terakhir, mereka bertiga berusaha menenangkan diri.

Yah, kok ga ada yang ngangkang sih, padahal pengen yang lebih jelas" Bakrie sepertinya tidak puas dan ingin melihat lebih dari itu.

Gini, kita kembali ke atas terus lihat perkembangan situasi di sana. Jangan bertindak gegabah" kata Pak Jabir



Dedi dan Bakrie menurut saja pada kata kata sang bos. Bakrie sempat bertanya, pak Jabir, bisa tidak kita mencicipi servis non Olga?" Dedi menimpali, Buku ini kita pakai saja buat memojokkan non Olga pak". Pak Jabir manggut manggut, Iya, kan tadi aku sudah bilang. Kita lihat situasinya. Kalau memungkinkan, kenapa tidak?". Mereka mulai merencanakan bagaimana mereka bisa membuat Olga talkluk di tangan mereka. Setelah rencana dirasa bisa diterapkan, mereka kembali ke atas, bersiap untuk membuat Olga jatuh dalam derita.



###



Ketika sampai, mereka melihat Olga sedang melihat lihat hasil kerja mereka. Olga yang sudah mandi, kini memakai pakai baju rumah yang santai, kaus singlet putih tanpa lengan yang hampir menunjukkan belahan dadanya, lengannya yang putih mulus terekspos jelas. Warna putih pada kaus itu membuat warna pink bra Olga sedikit membayang. Celana pendek mini yang dikenakan Olga membuat mereka hampir tak bisa mengalihkan pandangan mereka dari paha Olga yang terpampang jelas. Untung saja pak Jabir menguasai keadaannya, ia menyapa Olga yang masih belum menyadari keberadaan mereka. Malam non Olga", kata pak Jabir diikuti rekan rekannya, dan Olga membalik badan melihat mereka semua yang keringatan. Rupanya ketika di bawah tadi, mereka sudah begitu terbakar nafsu, tapi tentu saja Olga tak mengetahui semua itu.



Wah bapak bapak habis makan apa sampai keringatan gitu? Kepedasan ya.. saya ambilkan minum dulu ya", kata Olga sambil berlalu ke dapur. Mereka bertiga tahu, kini kesempatan jelas terbuka. Pintu yang dari tadi terus terbuka itu ditutup oleh Bakrie, Pak Jabir memposisikan diri ke dekat jendela, sementara Dedi pura pura mengemasi peralatan pertukangannya, dan Bakrie yang selesai menutup pintu, ikut membantu Dedi. Tiba tiba, Ded! Albumnya!", kata Bakrie melihat jaket Dedi ternyata tak menutupi album itu seluruhnya. Terdengar langkah Olga yang sudah akan kembali dari dapur, membuat Dedi panik karena album itu diluar jangkauannya. Tapi sekali ini, otak Bakrie lumayan jalan, ia melepas bajunya dan melempar ke jaket Dedi, lemparannya tepat sasaran dan menutupi album itu, tepat ketika Olga memasuki ruangan itu.



Nih, diminum dulu. Silakan bapak-bapak", kata Olga sambil tersenyum manis, lalu duduk di kursi yang ada di tengah ruangan itu, sambil mengistirahatkan tubuhnya yang lumayan capai setelah melewati urusan kerja yang panjang dengan agency siang tadi. Mereka bertiga mengambil minum itu, lalu mengelilingi Olga dengan jarak yang lumayan jauh, jadi tidak sampai mencurigakan Olga. Sambil minum, pak Jabir memulai obrolan ringan, seperti yang tadi direncanakan di bawah. Non Olga, gimana dengan hasl kerja kami? Nggak buruk kan", tanya pak Jabir. Olga segera menjawab, Oh.. baik kok pak, saya puas kok".



Kalau gitu, kali kali ada kenalan non Olga yang butuh renovasi, tolong non Olga kenalkan pada kami ya", kata Dedi. Bakrie menimpalin, Kenalan non Olga juga artis ya? Iya.. enak ya jadi artis". Olga hanya tersenyum kecil, lalu menjawab, Iya deh, nanti kalo ada teman saya yang butuh bantuan bapak bapak, saya pasti mengenalkan pada kalian. Dan tentang artis, ada enaknya, ada nggak enaknya juga lah. Apalagi, kalau ada rekan artis lain yang iri, kadang menggunakan segala cara untuk saling menjatuhkan". Pak Jabir menyambung, contohnya RUU APP itu ya, non Olga?". Olga segera merespon, Betul, itu salah satu contohnya! Untungnya salah satu tokoh yang mengusung ini kebongkar rahasianya kalo ternyata moralnya juga nggak bener. Jadi pelan pelan suara suara yang pro jadi surut sendiri, karena itu merupakan satu pukulan telak buat kubu pro RUU APP"



Pak Jabir dan yang lain tertawa, kemudian Dedi bertanya, iya non, saya jadi ingat. Dulu non Olga termasuk yang keras menentang RUU APP itu ya? Kenapa non". Ditanya begini, Olga sempat menerawang, kemudian Olga menjawab, iya. Cuma gara gara ego orang yang sok suci yang berselisih dengan seorang artis wanita, memanfaatkan popularitasnya yang waktu itu belum jatuh, melontarkan ide yang jelas mengorbankan hak hak kaum wanita. Laki laki yang nggak bisa menahan diri untuk berpikiran atau berbuat mesum, wanita yang disalahkan dengan alasan penampilan atau perbuatan yang mengundang hasrat. Itu kan keterlaluan? Lelucon yang sama sekali tidak lucu dari berbagai lelucon yang pernah saya dengar!", kata Olga berapi-api.



Untung saja, seperti yang saya katakan tadi, orang yang sok suci yang mengusung hal itu kebongkar rahasianya. Pintar sekali menutupi kalau dia itu punya hasrat yang begitu menggebu, dengan cara berkoar koar tentang moral dan RUU APP. Padahal, sudah punya banyak istri, masih pakai kawin siri sama artis muda. Itu kan menunjukkan kalau dirinya amat tidak tahan godaan hawa nafsu. Dengan kemunafikannya yang sudah kelewat batas itu, maka saya merasa harus memprotes keras", kata Olga lagi pada mereka bertiga yang manggut manggut, jelas mereka mengerti siapa tokoh yang dimaksud oleh Olga. Tiba tiba Olga merasa risih, ia menyadari sejak tadi mata mereka bertiga memandang tubuhnya seolah olah ingin menelanjanginya. Selain itu, ia satu satunya wanita di sini, di antara 3 kuli yang salah satunya bahkan telanjang dada. Ia sudah akan mengakhiri percakapan ini, ketika Jabir bertanya, Protes yang Non Olga maksud itu, dengan cara berpose seksi di majalah Popular?"



Olga makin merasa risih, dan berusaha menjelaskan dengan halus, Pak, kalau yang di majalah Popular itu, menurut saya bukan pose seksi yang bersifat porno pak, tapi itu bersifat seni." Bakri mengambil album yang sejak tadi disembunyikan di bawah tumpukan baju dan jaket, sambil menunjukkan ke Olga dia berkata, pose seni itu, termasuk yang di buku ini non Olga?". Olga tersentak, jantungnya serasa berhenti berdetak melihat album yang harusnya ada di dalam koper di atas lemari itu, tak tahu harus menjawab atau berbuat apa. Melihat Olga yang hanya bisa diam, pak Jabir meneruskan, Nggak salah juga kalau non Olga menentang RUU APP mati matian, kiranya non Olga nggak suka ya difoto seperti itu". Olga menguatkan diri dan memotong kata kata pak Jabir, Kalian ini kok bisa nggak tahu aturan gitu sih, seenaknya saja melihat lihat koleksi pribadi orang lain. Foto itu hanya untuk", dan Bakrie langsung memotong, untuk ditampilkan di majalah Playboy?"



Olga yang sudah terpojok, dengan putus asa setengah berteriak, Kalian jangan macam macam! Kembalikan buku itu pada saya!" Berkata begitu, Olga segera berdiri dan berusaha meraih buku itu dari tangan pak Jabir, tapi kedua tangannya sudah dipegang dan ditelikung ke belakang oleh Bakrie dan Dedi. Aduh lepaskan saya to..", Olga yang hampir berteriak minta tolong langsung tersadar dirinya dalam posisi yang tidak menguntungkan melihat pak Jabir mengeluarkan albumnya ke jendela. Sekali album itu jatuh ke bawah, entah apa yang terjadi dengan reputasinya, maka Olga hanya bisa menatap mereka dengan lemas. Pak Jabir mengerti bahwa Olga sudah tak berdaya, ia mulai melancarkan intimidasinya. Non Olga, kami sudah melihat tubuh non Olga di dalam album ini. Tapi tentu saja lebih menyenangkan lagi kalau kami bisa melihat bentuk asli dari tubuh non Olga. Nah, non mau kan nunjukin tubuh non pada kami secara langsung di sini?". Berkata demikian, pak Jabir menutup album yang tadi sempat pura pura akan dilempar keluar, dan menaruhnya di meja telepon dekat jendela itu.



Tentu saja saya tak perlu menjelaskan lagi pada non Olga, bagaimana dengan album ini jika non Olga berani macam macam. Sekali saya lempar ke bawah, orang orang di sana akan dapat gempar, dan besoknya infotainment di TV tak akan ketinggalan memberitakan hal ini juga", kata pak Jabir dengan ketenangan yang tidak dibuat buat, Olga memang sudah terlihat menyadari nasibnya ada di tangan para kuli yang sekarang sedang bersiap untuk melumatnya habis babisan. Tapi Olga masih mencoba mencari celah untuk lolos dari keadaan ini. Bapak bapak, tolonglah. Saya punya duit, kalian mau dibayar berapa?". Pak Jabir segera menjawab, Kalau soal duit, itu gampang. Non memang harus bayar kami untuk tutup mulut. Tapi non juga harus tahu, kami semua ingin mencicipi servis non juga". Olga menyadari ia sudah tak punya harapan lagi, dan tertunduk lemas. Lepaskan pegangan kalian. Non Olga, sekarang non boleh pilih. Non mau buka baju non sendiri dengan sukarela, atau kami bantuin non untuk membukanya," kata pak Jabir. Olga yang sudah dilepaskan oleh Dedi dan Bakrie, tertunduk menggigit bibir menahan tangis, dan mulai melepasi bajunya dengan terpaksa.



Kaus dan celana pendeknya sudah terjatuh ke lantai. Kini Olga hanya mengenakan bra dan celana dalam, membuat mereka bertiga tertegun memandangi tubuh Olga yang putih mulus tanpa cacat. Mereka menunggu tapi Olga tak melanjutkan melepas semuanya. Kini Olga mulai menggigil dan melipat kedua tangan memeluk dirinya sendiri, bukan karena hawa dingin AC di ruang itu, tapi selain malu yang amat sangat, ia membayangkan tubuhnya akan dinikmati oleh ketiga kuli bejat ini.

Lho non Olga, kok pilih kasih sama yang jadi fotografer itu. kami kan juga mau liat yang ada di dalam beha dan celana dalam non.", kata Bakrie.

Lagi dong" sambung Dedi

Pak Jabir menimpali, Lanjut.. lagi". Mereka bertiga bersahut sahutan seolah sedang menonton aksi striptease. Olga mulai menangis, ia tak bisa berpikir lagi apa yang harus dilakukannya. Tak ingin menunggu lebih lama lagi, mereka bertiga mulai mendekati Olga yang mundur mundur ketakutan. Olga jatuh terduduk ke sofa yang tadi memang didudukinya. Dalam kepanikannya, Olga mulai memohon, Sudah pak.. saya mohon, jangan begini". Tapi semua itu hanya usaha yang sia sia, mana mungkin tiga orang pria yang sudah begitu bernafsu mau melepas wanita cantik menggiurkan seperti Olga?



Tenang non Olga. Pokoknya non Olga nurut saja, maka kami nggak akan berbuat kasar. Lagipula, ingat soal album tadi. Jadi sebaiknya non Olga layani kami tanpa berbuat yang macam macam", kata pak Jabir dingin. Olga hampir menjerit ketika bra yang masih melekat di payudaranya ditarik ke belakang hingga kedua tangannya terangkat ke belakang, dan bersamaan dengan itu celana dalamnya juga dilorotkan hingga kini Olga sudah telanjang bulat. Mata mereka bertiga hampir copot melihat keindahan payudara dan vagina Olga yang sudah pasrah dan hanya bisa menangis. Lho non Olga, kok nangis terus sih? Di TV katanya cuma bisa mimpi.. hahaha..", ejek Bakrie. Pak Jabir mendekat dan berkata, cup cup.. non Olga jangan nangis. Sini bapak cium ya". Bibir Olga dilumat oleh pak Jabir dengan penuh nafsu, sementara kedua rekan pak Jabir mulai meraba raba tubuh Olga sambil sesekali meremasi payudara yang indah itu.



Bakrie yang semenjak tadi berdiri saja, kini berjongkok di antara kedua belah paha Olga. Pria itu tampak mengagumi keindahan sepasang paha yang sudah lama dikaguminya, paha itu dielus dan dijilatinya alam Olga. Kini kemaluan Olga yang di tumbuhi oleh bulu-bulu halus itu menjadi sebuah pertunjukan gratis bagi orang-orang kampung ini..

Gila m-e-m-e-k-nya aja putih gini, wangi lagi" ejek Bakrie

Ya iyalah, kalo ga mana bisa jadi artis atau model" sahut Dedi.

Ejekan ini kontan membuat wajah Olga memerah, namun perasaan itu tidak berlangsung lama, salah satu jari Bakrie mulai menggelitik kemaluan Olga. Tubuh Olga mulai bergerak-gerak, belum lagi sapuan lidah di leher dan telinganya yang juga mulai meningkatkan birahinya. Jemari Bakrie makin lancar mengesek-gesek kemaluan Olga karena dibantu oleh cairan kemaluannya yang mulai keluar, terlebih lagi sesekali pria itu memijit klitorisnya sehingga makin merangsang artis cantik itu..



Olga terus mendesah tertahan sambil sesekali melayani lidah Pak Jabir. Dedi yang memainkan puting susu Olga mulai menjilati benda mungil yang sensituf itu, terkadang dia menyusu sambil menggigit puting kemerahan itu. Olga pun makin hanyut dalam birahinya. Wajah Bakrie semakin terbenam pada vaginanya, tubuh Olga menggeliat ketika dirasakannya lidah pria itu mulai menyapu bibir vaginanya. Dengan rakus Bakrie menjilati vagina Olga yang sudah becek itu. Setiap sapuan lidahnya membuat darah Olga makin berdesir dan tubuhnya menggeliat. Pak Jabir yang sejak tadi berciuman dengannya juga ikut menggerayangi payudara yang satunya. Tangan kasar itu meremas-remas serta memilin-milin puting susunya sehingga semakin mengeras. Nafas Olga semakin memburu seiring dengan semakin hotnya percumbuan itu. Suara kecupan-kecupan beserta desahan tertahan terdengar dari mulut mereka yang saling beradu. Mau tak mau Olga tak dapat menyangkal lagi bahwa dirinya telah terbuai dalam perkosaan ini. Dia tidak dapat menahan sensasi nikmat pada vaginanya yang sedang dijilati Bakrie, lidah pria itu bergerak liar seperti ular menjilati dinding vagina dan klitorisnya. Olga semakin tidak tahan lagi dengan siksaan birahi ini, sepasang paha mulusnya makin mengencang mengapit kepala si Bakrie dan cairan orgasmenya mengalir deras di sela-sela vaginanya. Cairan itu segera diseruput Bakrie dengan rakusnya sehingga tubuh Olga makin menggelinjang.



Pak Jabir melepaskan lumatan bibirnya setelah puas menciuminya selama sepuluh menitan, sebuah percumbuan yang cukup lama. Olga langsung bernafas tersenggal-senggal mengambil udara segar dan juga sisa orgasmenya barusan. Ketiga kuli bangunan itu menatapnya dan tersenyum puas melihat reaksi Olga yang baru saja mencapai klimaks pertamanya.

Hehehegimana Non Olga ? Enak kan ?" ejek Pak Jabir.

Non kerangsang juga yah, gile sampe becek gini !" sahut Bakrie di antara kedua pahanya yang baru menegakkan kepala.

Gimana Krie rasanya ?" tanya Dedi pada temannya.

Wuihhenak tenan, pejunya artis, gurih banget deh !" komentar pria itu.

Wajah Olga memerah dan kupingnya terasa panas mendengar kata-kata mereka yang tak senonoh itu, namun disisi lain dirinya juga sangat menikmati percumbuan dan orgasme barusan. Pak Jabir menyuruh kedua anak buahnya membereskan meja ruang tamu dan mereka segera menyingkirkan gelas-gelas bekas minum tadi dan sebuah pot bunga kecil diatasnya.

Aahmau apa Pak ?" tanya Olga ketika si mandor itu mengangkat tubuhnya.

Santai aja Non, cuma mindahin aja supaya lega" jawabnya santai

Tubuh telanjang Olga kini diletakkan diatas meja ruang tamu dari bahan fiber itu dengan kaki terjuntai ke bawah. Ketiga kuli itu berdiri mengelilinginya dan menatapnya dengan pandangan lapar. Olga kini bagaikan sebuah makanan nikmat yang siap disantap bulat-bulat. Mereka lalu mulai membuka pakaiannya masing-masing sampai bugil. Olga terhenyak melihat alat vital mereka yang rata-rata besar dan hitam. Rasanya sudah lemas dulu membayangkan ketiga batang itu mengaduk-aduk vaginanya.



Pak Jabir mengambil posisi diantara kedua pahanya, kemudian ia berlutut dan membenamkan wajahnya pada selangkangan Olga sama seperti bawahannya tadi. Tubuh Olga pun kembali menggeliat karena lidah pria itu segera menjilati vaginanya dan libidonya pun naik lagi. Jurus menjilat Pak Jabir lebih lihai daripada Bakrie tadi, ia membuka bibir vagina Olga dengan kedua jarinya sehingga lidahnya dapat menjelajah lebih leluasa dan menyentil-nyentil klitorisnya. Dedi berdiri disamping kepalanya sambil menyodorkan penis yang telah tegang itu ke wajahnya.

Ayo sepongin Non" perintahnya sambil menepakan penis-nya ke wajah Olga.

Ga mau Pak, saya belum pernah" iba Olga, jijik sekali baginya kalau harus mengulum

penis bau itu, mana hitam dan kepalanya memerah lagi.

Oh jadi mau ya albumnya kita lempar ke bawah sana terus diliat orang-orang ?" ancam Dedi yang makin tak sabar.

Aaah, jangan Pak, baabaaik dech saya mau" jawab Olga ketakutan.

Dengan gemetaran, Olga meraih penis Dedi, dengan ragu-ragu dia mulai membuka mulutnya dan mulai memasukan penis itu kemulutnya. Belum sempat penis itu masuk kemulutnya, Dedi yang sudah birahi tinggi menyodokan penisnya ke mulut Olga yang membuatnya kalang kabut

Mmmmph!" setelah beberapa detik baru Olga dapat menyesuaikan dirinya dengan benda asing dimulutnya.

Penis itu sungguh menyesakkan baginya belum lagi baunya yang tidak sedap itu. Olga terpaksa memaju-mundurkan kepalanya yang ditahan oleh Dedi, setidaknya dengan demikian sedikit lebih lega.



Wuuuiihhasyik banget nih sepongannya, baru pernah gua disepong artis, mimpi apa gua semalem" gumam Dedi sambil merem-melek keenakan.

Makannya jangan cuma BBM, baru bisa mimpi !" timpal Bakrie yang penisnya sedang dikocok dengan tangan Olga.

Mereka tertawa terbahak-bahak mendengar komentar Bakrie yang menirukan slogan yang biasa diucapkan Olga dalam Republik Mimpi, sebuah program televisi yang dipandunya. Pak Jabir tidak berlama-lama menjilati vagina Olga, baru lima menit saja dia sudah bangkit dan menyangkutkan kedua betis Olga ke bahunya yang lebar sambil mengarahkan penisnya ke vagina model cantik berusia 31 tahun itu.

Pak, pelan-pelan, jangan kasar dong" pintanya melepas sebentar penis Dedi dari mulutnya.

Tenang aja Non, yang penting enak kan" jawab Pak Jabir yang disambut tawa mereka.

Perlahan-lahan mandor itu mulai menancapkan penisnya pada vagina Olga, lumayan sulit karena vagina Olga, walau sudah tidak perawan, terlalu sempit untuk menerima penis sebesar itu. Selama proses penetrasi itu baik Pak Jabir maupun Olga mengerang-ngerang merasakan alat kelamin mereka beradu dan saling bergesekan. Dedi dan Bakrie tertawa-tawa dan menyoraki menyaksikan prosesi pencoblosan itu.

Uuiiiseret banget, m-e-m-e-knya artis emang beda !" kata Pak Jabir ketika penisnya menancap setengahnya.

Kemudian pria itu mendorong-dorongkan penis itu agar semakin dalam memasuki vagina Olga. Model cantik itu mengerang panjang ketika Pak Jabir menyodokkan penisnya hingga menyentuh g-spot nya.



Asyik ya Pak n-g-e-n-t-o-tin sama terkenal ?" tanya Bakrie

Iya, aaahhh, enak bangetjauh lebih enak dari lonte-lonte di kampung" jawab Pak Jabir sambil terus menggenjot.

Cemoohan itu membuat wajah Olga makin memerah, masa dia dibandingkan dengan lonte kampung, namun dia mulai tidak perduli, kini ia terkonsentrasi untuk menyelesaikan pekerjaannya secepatnya. Dia masih harus mengoral penis Dedi dan mengocoki si Bakrie. Tak lama kemudian Bakrie minta giliran dioral karena sudah ngiler melihat reaksi temannya yang demikian menikmati sepongan Olga.

Gantian bentar dong Ded, kayanya enak banget tuh, ayo Non gantian" katanya seraya menjenggut rambut Olga dan menghadapkan wajahnya pada penisnya, yuk, isep yang enak, jangan dia doang dong !"

Olga pun kini melayani penis Bakrie yang ukurannya lebih pendek sedikit dari Dedi sehingga Olga sedikit bersyukur karenanya. Pada saat itu tubuhnya terguncang hebat akibat sentakan-sentakan Pak Jabir.

Mmmmmmhhheennggg !" di tengah oral seks ia tak sanggup menahan desahannya.

Mandor itu semakin liar menyodoki vaginanya dengan penisnya, semakin lama vagina Olga semakin basah sehingga batang itu semakin lancar keluar masuk di liang itu. Sesekali Pak Jabir menjilati kakinya yang mulus yang disangkutkan di bahunya, hal itu memberikan sensasi geli pada Olga. Ia semakin tak berdaya terhadap mereka yang menjarahi tubuhnya dengan liar, ia bahkan telah hanyut dan menikmatinya walau itu diluar kehendaknya.



Dedi melepaskan tangan Olga yang sedang mengocok penisnya karena tidak ingin buru-buru keluar. Ia lebih memilih menikmati kemolekan tubuh model cantik itu sambil menunggu Pak Jabir selesai menggarapnya. Pria berkumis tipis itu berlutut di samping tubuh Olga, mulutnya mendekat dan mulai menjilati payudara wanita itu. Darah Olga semakin berdesir karena sapuan dan sentilan lidah Dedi pada payudaranya. Setelah menyusu sebentar, dikecupi dan dijilatinya lekuk-lekuk tubuh Olga yang indah itu sambil tangannya meraba-raba bagian pinggul dan pahanya yang kencang dan berkulit halus.

Uuhhhasyik Non iyaiyahhhisep terus, ntar keluar telan yah !" nampak si Bakrie makin berkelejotan menikmati penisnya dioral.

Ia menggerakkan pinggulnya seolah seperti menyetubuhi mulut wanita itu karena sebentar lagi akan mencapai klimaks. Olga sebenarnya kelabakan atas perlakuannya itu, berkali-kali wajahnya terbenam di selangkangan pria itu yang berbulu lebat dan berkali-kali pula kepala penis itu menyentuh tenggorokannya, namun karena kepalanya dipegangi oleh pria itu, ia pun hanya bisa pasrah saja.

Aaarrggghhh !" pria itu mengerang dan menumpahkan spermanya di mulut Olga.

Cairan putih kental itu sebagian tertelan olehnya sedangkan sisanya meleleh keluar di pinggir bibirnya. Aromanya begitu menusuk sehingga ia buru-buru menelan cairan itu agar tidak terlalu berasa. Semburan sperma itu mulai berkurang seiring penis Bakrie yang menyusut di mulut Olga. Setelahnya, pria itu masih memintanya menjilati penis itu hingga bersih.

Lima menitan kemudian, giliran Pak Jabir berejakulasi, dia menekan-nekan penisnya lebih dalam sambil mulutnya menceracau.

Uuhhheeennghh !" lenguh pria itu seperti kerbau liar, kedua tangannya makin erat mencengkram betis Olga.

Oohhhoohhsudah, janganaaahh !" Olga juga mendesah tak karuan karena ia juga merasakan gelombang birahinya meledak.

Olga pun kembali mencapai puncak, cairan kewanitaannya meleleh semakin membasahi vaginanya. Tubuhnya mengejang dan menekuk ke atas tak terkendali. Namun itu semua belum selesai karena Pak Jabir masih terus menyetubuhinya sampai dua-tiga menit ke depan. Akhirnya barulah si mandor itu orgasme dan menyemburkan lahar hangatnya di dalam vagina Olga. Frekuensi genjotannya menurun dan akhirnya berhenti lalu penis itu tercabut dari vaginanya, nampak lelehan sperma bercampur cairan kewanitaan membasahi selangkangan wanita cantik itu begitu penis itu terlepas.

Liat nih si Non Olga Lydia, tadi sok jual mahal gak taunya enjoy juga main sama kita-kita" ejek Dedi yang duduk di sampingnya sambil meremas payudaranya.

Lu liat ga Ded tadi, gua ngecrot di mulutnya, di mulut artis, gile ga kebayang bisa dapet kesempatan gini hehehe !" kata Bakrie dengan bangga.

Pak Jabir yang baru orgasme tidak berkomentar apa-apa, ia hanya terduduk di sofa dengan lemas dan nafas terengah-engah, sebuah senyum puas tersungging di wajahnya.

Sementara Olga yang sudah mulai pulih dari orgasmenya merasa dirinya sudah hancur, tidak pernah disangka olehnya dirinya akan menjadi objek pemerkosaan kuli-kuli bangunan seperti mereka. Kata-kata tak senonoh yang terlontar dari mulut mereka membuat kupingnya panas, namun ia tidak bisa memungkiri bahwa ia juga menikmatinya. Olga pun menangis tersedu-sedu mengingat penderitaan yang dialaminya, ia menyalahkan diri sendiri karena kalau tahu begini album koleksi pribadi itu dia simpan di tempat lain yang lebih tersembunyi dan juga sangat kesal pada mereka yang berani lancang mengoprek barang pribadinya.

Hayo Non Olga, sekarang sama saya, jangan nangis melulu !" Dedi meraih bahunya.

Pria itu duduk di kursi panjang dan menepuk kedua pahanya sebagai tanda menyuruh Olga naik ke pangkuannya. Dengan terpaksa, Olga pun turun dari meja ruang tamu dan mendekati pria itu. Ia naik ke pangkuan Dedi dengan posisi berhadapan, Dedi menggenggam penisnya dan mengarahkan ke vagina Olga. Dibimbingnya Olga menaiki penisnya hingga vagina wanita itu menelan penisnya.

Nnggghhaaahhh Bang !" lenguh Olga saat penis itu tertancap makin dalam.

Cairan yang membasahi selangkangannya berfungsi sebagai pelumas yang memperlancar masuknya penis Dedi yang besar dan berurat itu. Olga menggeliat dan matanya terpejam merasakan penis itu tertanam seluruhnya pada vaginanya, rasanya sesak sekali dan juga sangat keras. Sensasi nikmat menjalari tubuhnya ketika Dedi mulai menggerakkan pinggulnya perlahan sehingga penisnya bergesekan dengan dinding vaginanya.

Sambil menggenjot, tangan Dedi menggerayangi tubuh Olga mulai dari punggung, pantat, payudara, dan paha.

Wahwah, mulus banget Non, bikin gemes aja" puji Dedi sambil menghirup tubuhnya.

Aakkhhsakit Bang, jangan keras gitu dong !" rintih Olga karena kedua buah dadanya diremas dengan brutal.

Mulut pria itu juga tak henti-hentinya menjilat dan mencupangi payudaranya yang montok itu hingga meninggalkan jejak ludah dan bekas-bekas cupangan. Dirangsang sedemikian rupa, Olga semakin tak bisa mengendalikan dirinya. Ketika Dedi tidak lagi menyentakkan pinggulnya, Olga menggerakkan sendiri pinggulnya mencari kenikmatannya. Tak lama kemudian tubuh Olga berkelejotan, otot betis dan pahanya mengejang, nafasnya semakin memburu sambil terus merintih keras dan panjang. Setelah mencapai klimaks tubuhnya kembali lemas di pelukan Dedi yang tersenyum puas karena telah berhasil menaklukan sang model cantik itu. Kedua rekan Dedi yang sedang duduk beristirahat juga tertawa dan mengejek melihat adegan itu.

Weleh, hot banget Non goyangannya, ketagihan nih ceritanya ? Kenapa ga jadi artis bokep aja Non, pasti laku keras deh !" sahut Pak Jabir

Non Olga ternyata suka ngebor juga, si Inul aja kalah hot hahaha !" timpal Bakrie.

Asyik kan Non, n-g-e-n-t-o-t sama saya, enak ga ?" tanya Dedi masih yang menaik-turunkan pinggulnya dengan perlahan. liat tuh Non dibawah sana, banjir gitu"

Olga terdiam lemas tidak bisa berkata apa-apa menanggapi cemoohan mereka yang melecehkan harga dirinya itu. Tubuhnya sudah basah oleh keringat dan tulang-tulangnya seperti mau copot karena lelahnya.

Gimana rasanya Non, jawab dong !" kata Dedi sambil terus menyentak pinggulnya menyodoki vagina Olga.

Ampun Bangiya enak, tapi tolong udah dong" kata Olga dengan lemas dan mengiba.

Ded ke kamar aja, lebih lega, gua masih belum nyicipin m-e-m-e-knya nih !" ajak Bakrie.

Ayo aja, sekalian rasain enaknya seranjang sama artis hehe" Dedi mengiyakan, yuk Non kita ke kamar Non, pegangan yang benar yah, jangan nyalahin kalau tar jatoh"

Olga dengan pasrah menuruti apa kata tukang bangunan itu, ia memeluknya dengan erat dan sepasang kakinya melingkari pinggangnya. Setelah mengumpulkan tenaga, Dedi berdiri sambil mengangkat tubuh Olga yang memeluknya, penisnya masih tertancap pada vaginanya. Bagi seorang yang terbiasa dengan kerja kasar seperti Dedi, tidak terlalu sulit mengangkatnya. Pria itu menopang tubuh Olga dengan memegang kedua pantatnya sambil berjalan dengan hati-hati menuju ke kamar. Sambil berjalan sesekali Dedi menyentakkan pinggulnya sehingga membuat Olga mendesah nikmat.

Wei, ati-ati lo, gituan sambil jalan kalo jatuh patah tulang nyaho deh" goda Bakrie

Merekapun tiba di kamar Olga yang tertata rapi dan beraroma pengharum ruangan yang sedap. Dedi membaringkan tubuh Olga di atas ranjangnya dengan hati-hati, dia sendiri berlutut diantara kedua paha mulus itu. Setelah itu dia melanjutkan genjotannya dengan lebih bernafsu, Olga mengerang sambil meremasi sprei di bawahnya. Kedua kuli lainnya mengerubutinya dan tangan-tangan kasar mereka menjamahi lekuk-lekuk tubuhnya yang indah. Pak Jabir dengan gemas melihat payudara Olga yang bergoyang-goyang langsung melumat dan me
ggigiti puting yang sudah mengeras itu. Olga merintih sambil menjambak rambut pria itu, gigitan pria itu menimbulkan rasa nyeri bercampur nikmat baginya. Pada saat yang sama Bakrie melumat bibirnya sehingga mau tak mau Olga harus melayani permainan lidah pria itu.

Kira-kira sepuluh menit kemudian Dedi sudah akan ejakulasi, terlihat dari genjotannya yang makin ganas dan lenguhannya. Tubuh Olga ikut terguncang dengan hebat karena sodokan-sodokan kerasnya. Dengan satu hentakan keras disertai erangan panjang Dedi menyemprotkan spermanya di dalam vagina Olga. Mata Olga pun merem-melek menahan nikmatnya semburan cairan hangat itu di dalam vaginanya. Genjotan Dedi berhenti dan penisnya yang masih belum dicabut mulai menyusut, dia bernafas ngos-ngosan sambil berpegangan pada kedua betis wanita itu yang terangkat ke atas.

Hhhsshhhhhhuenaknya, m-e-m-e-k artis emang top" kata Dedi yang nampak puas.

Lidah Pak Jabir menari-nari di leher Olga, wajah cantiknya perlahan tampak sayu menikmatinya. Namun ia tetap malu mengakuinya, bagaimana mungkin dia bisa menikmati diperlakukan begini oleh tiga orang yang lebih rendah status sosialnya dibanding dirinya.

Udah kan Ded ? misi dulu dong, sekarang gua, udah kebelet pengen nyicipin punya Non Olga, tiap nonton Republik Mimpi gua udah ngidam nih" Bakrie menyuruh temannya menyingkir untuk mendapat jatahnya.

Bakrie membalik tubuh Olga dan menunggingkan pantatnya hingga Olga bertumpu pada kedua lutut dan telapak tangannya. Tanpa buang waktu lagi ia langsung menekan penisnya membelah vagina Olga. Penis itu mulai memompa vaginanya, terdengar bunyi berdecak dan tepukan setiap kali pria itu menyodok penisnya. Goyangan mereka semakin cepat, nampak payudara Olga yang menggantung itu terayun-ayun.

Pak Jabir berlutut di hadapan Olga, ia menjenggut rambutnya sehingga kepalanya terangkat. Sebatang penis hitam yang basah itu telah mengacung ke arah wajahnya begitu wajahnya terangkat. Mandor itu menjejali mulut Olga dengan penisnya sebelum wanita itu sempat protes.

Mmmm..mmmhh !" nampak Olga kelabakan ketika penis itu dimasukkan secara paksa ke mulutnya, baunya yang tidak enak itu menambah deritanya.

Jilat Non, mainin lidahnya, uuuhhya gitu !" kata Pak Jabir sambil memegangi kepalanya.

Susah payah Olga menggerakkan lidahnya mengelilingi kepala penis yang seperti jamur itu, ia merasakan ada sedikit asin ketika lidahnya menyentuh lubang kencingnya, sempat terasa jijik memang, tapi di tengah keroyokan seperti ini ia tidak sempat berlama-lama memikirkan hal itu. Di belakangnya Bakrie terus menghela tubuhnya seperti menunggang kuda. Payudaranya pun tidak luput dari tangan Bakrie dan Dedi yang sedang mengistirahatkan penisnya. Putingnya ditarik-tarik, dipencet atau dipelintir memberi sensasi nikmat yang luar biasa walau di luar kehendaknya. Dua penis perkasa memompanya dari dua arah berlawanan membuatnya pasrah tanpa bisa melawan. Cairan hasil persetubuhan di sekitar selangkangannya sudah meluber kemana-mana dan meleleh di pahanya yang mulus. Syukur bagi Olga, Pak Jabir tidak berlama-lama menyetubuhi mulutnya, 6-7 menit saja pria itu sudah mengubah posisi dengan duduk berselonjor dan bersandar pada kepala ranjang, pegangannya pada kepala Olga juga mengendur. Kali ini dia memerintahkan agar Olga yang memanjakan penisnya sementara dia sendiri menikmati dengan santai.

Eeehhmmsedap!" Pak Jabir mendesah nikmat ketika jari-jari lentik Olga menggenggam penisnya, lidahnya menyapu kepala penisnya yang memerah itu.

Olga setidaknya merasa lega karena dengan begini ia bisa mengambil nafas setelah setelah mulutnya disenggamai setengah mati sampai bernafas pun sulit. Ia kini berusaha agar Pak Jabir puas dengan pelayanan tangan dan mulutnya agar tidak menyetubuhi mulutnya seperti tadi lagi. Tusukan-tusukan pada vaginanya dan rangsangan dari tangan-tangan yang menggerayangi tubuhnya membuatnya larut dalam birahi dan tidak malu-malu lagi menunaikan tugasnya melayani penis si mandor. Tak lama kemudian penis di dalam mulutnya itu semakin berdenyut-denyut, Pak Jabir menahan kepala Olga sehingga ia mulutnya kembali dipenuhi penis.

Uuuuhh !" erang Pak Jabir sambil memuntahkan spermanya dalam mulut Olga.

Sperma si mandor ini sangat kental dan aromanya lebih menusuk daripada milik si Bakrie tadi. Olga hampis saja memuntahkan cairah itu tapi pria itu tidak melepas kepalanya sehingga mau tidak mau ia harus menelan cairan itu. Baru setelah batang itu menyusut dan tidak menyemburkan sperma lagi Pak Jabir melepaskan kepalanya. Olga langsung terbatuk-batuk dan mengambil nafas, sementara di belakangnya Bakrie masih menyetubuhinya, kuat sekali staminanya, ada mungkin setengah jam ia memacu tubuhnya. Akhirnya kurang dari lima menit setelah diberi minum sperma oleh Pak Jabir, barulah pria berambut cepak itu mencabut penisnya. Dia buru-buru menuju ke dekat kepala Olga dan menyelipkan tangannya ke bawah kepala serta mengangkatnya.

Buka mulutnya Non !" perintahnya sambil satu tangannya mengocok penisnya.

Dan cretcretpenis itu menembakkan isinya dan mengenai wajah cantik Olga sebelum ia sempat membuka mulut karena masih lelah.

Banyak sekali sperma Bakrie yang muncrat membasahi wajah Olga, setelah berhenti ia masih menyuruh Olga membersihkan penisnya dengan lidah. Mereka tertawa-tawa mengejek melihat Olga yang sudah tak berdaya dan takluk itu.

Ini Non, ayo dijilat, biar ga mubazir!" perintah Bakrie setelah mencolek sperma di pipi Olga dan menyodorkan jari itu di depan mulutnya..

Jijik sekali rasanya ketika dia diperintahkan seperti itu, apalagi jemari Bakrie kini tinggal beberapa centi di depan mulutnya. Dengan terpaksa dan rasa takut Olga mulai membuka mulutnya, dan memasukan jemari bersperma Bakrie itu ke mulutnya. Mmmm!" dengan rasa jijik yang ditahannya, Olga mulai menjilati jemari itu sampai bersih.

Enak kan Non ? gurih begitu" ujar Bakrie.

UiiiNon Olga demen minum peju juga yah !" sahut Dedi disambut gelak tawa teman-temannya.

Mereka beristirahat sekitar lima menitan, selama itu tangan mereka tidak pernah absent mencolek atau menjamahi tubuh Olga yang sudah basah oleh keringat, kata-kata tidak senonoh juga terlontar dari mulut mereka, namun ia sudah pasrah, harga diri apa lagi yang perlu dipertahankan toh baru saja direnggut mereka. Setelah cukup istirahat Dedi berbaring dan meraih lengan Olga menyuruhnya naik ke penisnya.

Naik sini Non, saya demen banget sama goyangan Non, jadi ketagihan nih !" suruhnya.

Tanpa harus diperintah lagi, Olga meraih penis yang sudah tegak itu lalu mengarahkannya ke vaginanya. Perlahan-lahan ia turunkan tubuhnya hingga penis itu melesak masuk membelah bibir vaginanya sambil mengeluarkan desahan dari mulutnya. Mulailah ia menaik turunkan tubuhnya disana, matanya terpejam dengan wajah menengadah ke atas, payudaranya diremas oleh pria itu.

Olga menggerakkan sendiri tubuhnya mengikuti birahi yang membara dalam dirinya. Kemudian ia merasakan sepasang tangan kekar mendekapnya dari belakang meraih payudaranya, sebuah ciuman mendarat di lehernya.

Sori ganggu bentar nih, numpang nyoblos yah, kan masih ada satu lubang lagi !" kata Pak Jabir yang memeluknya dari belakang itu.

Olga langsung merinding mendengar kata-kata si mandor, satu lubang lagi ? berarti dia bermaksud bermain belakang, tidakpasti rasanya sakit sekali, seumur-umur ia belum pernah merasakan bagian itu ditusuk apalagi oleh penis yang besar seperti itu.

Nggak Pak, tolong jangan disitu.saya ga mau !" Olga memohon dengan terbata-bata ketika pria itu mendorong tubuhnya ke depan sehingga pantatnya nungging.

Dedi yang berbaring telentang di bawahnya langsung mendekap punggungnya ketika ia meronta.

Kenapa ngga mau Non ? Asik kok, sakitnya cuma sebentar" kata Pak Jabir santai sambil mengarahkan penisnya dubur Olga.

Tidak, aahhaduh, pelan-pelan Pak, aahhh !" rintih Olga merasakan benda tumpul menekan anusnya memaksa masuk.

Ini juga udah pelan-pelan non, santai aja" kata Pak Jabir.

Olga cuma bisa meringis dan merintih menahan nyeri dalam dekapan Dedi. Nyerinya tak tertahankan sampai air matanya keluar. Setelah tarik-dorong berapa saat akhirnya penis itu masuk juga ke pantatnya. Ia merasakan dua lubang dibawahnya penuh sesak, rasa sakit dari pantatnya masih terasa sehingga ia menangis menumpahkan deritanya.


Olga sedang dalam posisi disandwitch oleh kedua buruh bangunan itu, mereka mulai memacu tubuhnya. Desahan Olga bercampur isak tangisnya memenuhi kamar ini, ia tak pernah menyangka akan mengalami pemerkosaan brutal seperti ini gara-gara album foto itu. Namun bila dipikir lebih jauh diperlakukan seperti ini baginya jauh lebih baik daripada kalau album itu dilempar ke bawah dan ditemukan orang-orang lalu menjadi berita panas di infotainment atau tabloid gosip, reputasinya akan hancur dimata seluruh rakyat dan kalau sudah begitu bunuh diri pun malah akan semakin menghancurkan namanya. Daripada menanggung semua akibat mengerikan itu terpaksa Olga merelakan diri dikerjai habis-habisan oleh mereka. Ia mencapai klimaks lagi ditengah genjotan kedua orang itu, namun mereka terus menyetubuhinya tanpa mempedulikannya. Kini ditambah lagi Bakrie yang maju dan menodongkan senjatanya di wajah Olga. Begitu wanita itu membuka mulut, Bakrie langsung menjejalinya dengan penis. Air matanya terus mengalir selama disetubuhi tiga arah itu. Pak Jabir meledak lebih dulu di anusnya, mungkin karena sempitnya. Setelah menumpahkan spermanya ia pun mencabut penisnya sambil mendesah nikmat. Dengan mundurnya Pak Jabir, Dedi lebih leluasa menggarap tubuhnya, ia berguling ke samping hingga tubuhnya berada di atas Olga lalu mencabut penisnya dan naik ke dada wanita itu. Ia meletakkan penisnya di antara payudara Olga lalu menjepitnya dengan kedua gunung itu. Nampak wajah Olga meringis lagi merasakan remasan pada dadanya. Pria itu lalu memaju-mundurkan penisnya diantara himpitan payudara itu. Pada saat yang sama Olga juga menggerakkan tangannya mengocok penis Bakrie yang berlutut di sebelah kepalanya, ia mengocoknya dengan cepat dengan harapan pria itu segera menyudahi aksinya.

Dedi akhirnya orgasme di dada Olga, ketika keluar ia meremas kedua payudara Olga kuat-kuat sehingga membuatnya merintih kesakitan. Spermanya tumpah kemana-mana mengenai wajah, leher dan dadanya. Disusul tak lama kemudian Bakrie juga orgasme oleh kocokan tangan Olga, spermanya menyemprot di wajah model cantik itu sehingga membuatnya semakin basah, sebagian mengenai rambutnya. Mereka semua ambruk kelelahan, suara nafas yang ngos-ngosan terdengar bersamaan dengan hembusan AC. Olga telah luluh lantak, rambutnya kusut berantakan, tubuhnya bersimbah peluh dan ceceran sperma, vagina dan anusnya rasanya panas sekali. Ia mendengarkan obrolan ketiganya dengan sesama mereka dan juga komentar cabul terhadap dirinya.

Puas banget gua malem ini biar nih badan pegel-pegel !" kata Bakrie

Iya tuh musti dipuas-puasin kapan lagi coba n-g-e-n-t-o-tin artis kaya gini" Pak Jabir menimpali.

Gak nyangka yah bisa asik gini, ini sih bukan BBM namanya, tapi BCM" kata Dedi.

BCM ? apa tuh ?" tanya teman-temannya.

Bukan Cuma Mimpi" jawabnya lalu mereka tertawa-tawa, ya gak Non hehehe" tangannya meraba dada Olga sambil iseng meratakan ceceran sperma disitu.

Olga hanya diam saja karena untuk bersuara pun ia masih terlalu lelah, suaranya seakan telah habis untuk mendesah dan menjerit ketika orgasme tadi.


Pak Jabir keluar dari kamar lalu ia masuk lagi tak lama kemudian sambil membawa segelas air. Ia menyelipkan tangan ke bawah punggung Olga lalu menegakkan badannya, gelas itu ditempelkannya ke bibir wanita itu dan menyuruhnya minum. Cukup pengertian juga pria setengah baya itu. Olga langsung meneguk air di gelas itu sampai habis, air itu sungguh menyejukkan tenggorokannya yang telah kering serta memberi sedikit tenaga pada tubuhnya.

Kasian si Non Olga jadi acak-acakan gitu, kita mandiin aja yuk !" ajak Bakrie sambil cengengesan.

Boleh juga tuh, sekalian kita juga mandi, gerah nih udah keringetan gini, jadi bisa mandi bareng artis juga kan" Dedi menyambut girang ajakan itu.

Oh God, please jangan lagi" keluh Olga dalam hatinya, ia membayangkan akan dibantai lagi di kamar mandi bila mandi bareng mereka.

Aduh udah dong, saya udah ga kuat lagi saya mohon" katanya dengan suara lemas ketika Dedi memapah tubuhnya hendak menurunkan dari ranjang.

Mandi doang Non biar seger, biar Non tidurnya juga enak" kata Pak Jabir menenangkan.

Bener Non, kita kan tanggung jawab, udah bikin Non berantakan gini masa ga dibersihin lagi hehehe !" goda si Bakrie.

Di kamar mandi Bakrie meletakkan tubuh Olga yang masih lemas itu di atas lantai marmer putih bermotif flora dengan posisi duduk bersandar ke tembok. Pak Jabir menyalakan kran shower dan mengatur suhunya sehingga air hangat menyiram Olga hingga basah. Guyuran air yang segar itu membuat kepenatan tubuhnya berkurang, ia menggerakkan tangan menyeka wajahnya yang lengket oleh sperma.


Olga tidak peduli lagi ketiga pasang mata mereka sedang memandangi tubuhnya yang sudah basah. Pak Jabir mengulurkan tangannya membantunya berdiri,

Yuk Non, Non ga usah repot-repot kok, biar kita aja yang mandiin, kan Non juga masih cape" katanya.

Ia mengangkat wajah memandang pria itu, sungguh seksi dan menggairahkan sekali ia dalam keadaan basah seperti itu, dengan ragu diangkatnya tangan membalas uluran tangan mandor itu. Kemudian ia mengangkat tubuhnya perlahan-lahan dengan tenaga yang mulai pulih, punggungnya masih bersandar ke tembok karena belum cukup tenaga untuk menopang tubuhnya dengan kedua kaki. Mandor itu berdiri di hadapannya dan kedua bawahannya di samping kiri dan kanannya, semua mata memandangnya, Olga tidak tahu lagi apa yang akan terjadi, sudah terlalu lelah untuk memikirkan semuanya. Pak Jabir mengambil botol sabun cair dari rak disampingnya dan ditumpahkannya cairan kental berwarna pink ke tubuhnya.

Ayo bersihin !" perintahnya.

Segera tangan-tangan mereka menggosoki tubuhnya, mereka meratakan sabun cair itu ke seluruh tubuhnya hingga licin berbusa. Mereka jadi begitu lembut sekarang, beda sekali dengan beberapa saat lalu yang begitu brutal menggangbangnya. Elusan-elusan mereka ditambah lagi lembutnya busa sabun, membuat Olga merasa rileks dan terbuai.


Album saya Pak, tolong kembaliin yah !" pinta Olga pada Pak Jabir yang kebagian tugas menyabuni wajah dan payudaranya.

Nanti Non, seudah renovasi selesai pasti saya kembaliin, saya sumpah kok" jawab Pak Jabir sambil menggosok memutar sepasang payudaranya.

Please Pak, kembaliin sekarang juga, saya gak mau kalau sampai ketauan orang lain lagi" suaranya makin memelas.

Tenang aja Non, pasti saya simpan baik-baik sampai dikembaliin nanti, dijamin gak ada seorangpun yang bakal nyentuh tuh album" Pak Dahlan memencet putingnya hingga ia mendesis.

Iya Non tenang aja, kita juga ga mau kena perkara kalau sampai albumnya bocor lagi, pasti kita jaga baik-baik kok" Bakrie yang sedang mengkramas rambutnya dari belakang menambahkan.

Kita simpan dulu biar kita bisa sama-sama senang, tul ga Non Olga ?" Dedi yang sedang jongkok menyabuni daerah paha dan kemaluannya ikut nimbrung.

Sama-sama seneng apanya, dasar tengik !" maki Olga dalam hati.

Olga menghela nafas panjang, ia hanya bisa berharap kuli-kuli bejat ini menepati janjinya seusai renovasi nanti, masa ia selamanya jadi budak orang-orang seperti mereka. Ia tidak bisa menahan desahannya ketika jari Dedi mengorek vaginanya.

Biar bersih Non hehehe" katanya dengan senyum memuakkan.

Usai menyabuni dan mengkramas Olga mereka kembali mengarahkan shower ke tubuhnya untuk membilasnya.

Mereka lalu membasuh diri mereka sendiri, kecuali satu, si Dedi, ia masih saja berjongkok dan mengobok-obok vagina Olga.

Aahhudah Bang, jangan gitu lagi !" Olga hanya bisa mendesah sambil mendorong-dorong kepala pria itu.

Wei, belum cukup juga apa, besok kita masih harus kerja, simpen tenaga dong !" tegor mandor itu sambil menoel kepala Dedi.

Sabar dikit Pak, saya tadi kan belum sempat nyicipin sininya Non Olga, cuma jilat-jilat dikit aja kok, boleh kan Non ?" jawabnya seraya mengangkat paha kanan Olga ke bahunya, tanpa menunggu diiyakan ia membenamkan wajahnya ke kemaluan Olga yang baru dicuci bersih.

Lidah Dedi bergerak liar menjilati bibir vagina dan dinding bagian dalamnya sehingga wanita itu tidak tahan untuk tidak mendesah. Kali ini dia bermain gentle, sambil menjilat tangannya membelai-belai paha, pinggul dan payudaranya. Kelembutan ini membuat Olga yang baru saja dikasari tadi serasa mendapat air di setelah berhari-hari di gurun.

Aaahh !" akhirnya ia kembali mengeluarkan cairan kewanitaanya.

Dedi langsung mengisapinya dengan rakus. Olga menggelinjang menahan nikmat dan geli karena lidah Dedi terus mengais-ngais seolah tak pernah puas. Akhirnya pria itu menurunkan pahanya dan bangkit. Baru sekarang ia membasuh tubuhnya, dengan buru-buru ia menyabuni diri lalu membilasnya sementara teman-temannya saat itu sudah mengelap tubuh masing-masing.

Akhirnya ketiga kuli bangunan itu telah berpakaian kembali dan membereskan peralatan mereka. Mereka pamitan pada Olga yang hanya memakai handuk kuning yang dililit di tubuhnya, satu-satunya handuk yang tergantung di gantungan baju kamar mandinya. Dengan langkah gontai ia mengantar mereka ke pintu, ia hanya membukakan pintu setengah sambil sembunyi di baliknya karena hanya memakai handuk. Mereka pamitan dengan mengecup bibirnya atau menyentuh tubuhnya sebelum keluar. Orang terakhir, si Bakrie bahkan lebih kurang ajar, sebelum keluar ia dengan sengaja menarik handuk yang melilit di tubuhnya lalu membuka pintu lebar-lebar, kontan Olga pun menjerit kecil sambil menutupi tubuh dengan tangan, mereka malah tertawa-tawa melihatnya.

Tenang, sepi kok Non, ga ada wartawan !" ejek Bakrie sambil melemparkan kembali handuk itu padanya.

Ia menutup pintu dengan kesal, tidak dibanting karena takutnya memancing perhatian tetangga. Dalam hatinya berkecamuk perasaan marah dan sedih, di kamarnya ia langsung menjatuhkan diri ke ranjang tanpa memakai baju. Disana ia menangis sejadi-jadinya sambil memeluk bantal, kepenatannya membuatnya tertidur dengan posisi demikian, tengkurap dengan memeluk bantal. Ia baru bangun keesokan harinya ketika matahari masuk ke jendela kamarnya yang tirainya belum sempat ditutup. Ia berharap baru bangun dari mimpi buruk, namun ternyata tidak, semua nyata, ranjang itu masih berantakan spreinya kusut sana sini bekas pergumulan kemarin, bekas-bekas cupangan masih membekas di tubuhnya. Ia melihat jam sudah menunjukkan pukul sembilan lebih, untung hari ini Jumat dan tidak masuk pagi. Kemudian terdengarlah bel berbunyi tanda ada tamu.

Ya, siapa ?" tanyanya lewat speaker sebelum mempersilakan masuk.

Kita Non, kangen gak ?" kata suara di seberang sana dengan nada ceria.

Olga langsung lemas mendengar suara yang tak asing itu, penderitaannya akan segera dimulai lagi.

Tamat

Mula mula gue ingin memperkenalkan diri. Nama gue Daron. Gue ada kesempatan belajar di Malaysia karena ayah gue bekerja di sana. Ketika itu gue berumur 15-16 kira-kira kelas 1 SMA. Pertama kali masuk skolah ada upacara bendera. Waktu lagi kenalan ama temen-temen baru ada cewe' datang dari arah pintu gerbang dengan terburu-buru, soalnya semua murid sudah berbaris. Gue liatin tuh cewe'.."OK jugak nih..". Setelah gue tanya temen gue ternyata die kakak kelas. Umurnya 17an kira-kira kelas 3 SMA. Namanya Molly.
"Cute juga nama doi".
Tiba -tiba dari belakang ade rekan sekelas megang bahu gue.
"Ngapain loe nanyain tentang kakak gue?".
Buset dah, kaget gue. Gue cuma takut dipukulin soalnya die 'gangster' di sekolahan.
"Ah..enggak kok. Nanya doank" kata gue dengan gementar.

Balik dari sekolah gue terus ngebayangin tuh cewe. Gue nggak bisa ngilangin die dari pikiran gue. Gila cantik banget. Bibirnya yang kecil dan tipis, buah dadanya yang montok (mungkin boleh dibilang lebih besar dari ukuran teman sebayanya), betisnya yang putih dan mulus, pokoknya absolutely perfect. Gue cuma bisa ngebayangin kalo-kalo die mau ama gue.

Di suatu pagi yang cerah (gue belajar kalimat kayak gini waktu kelas 4 SD), gue ama nyokap pergi ke deretan toko-toko di deket rumah. Maksudnya sih mau nyari toko musik, soalnya gue mau belajar main gitar. Setelah kira-kira 1 bulan baru gue tau bahwa guru gitar gue sama ama adiknya Molly. Terus guru gue tu nyaranin kita berdua ngadain latihan bersama di rumahnya. Gue girang banget. Mungkin ada kesempatan gue ngeliatin wajah cantik kakaknya. Yah.. walaupun kagak "buat" ngeliat wajahnya juga udah cukup.

Waktu liburan semester adiknya (biar lebih gampang gue tulis Jason) ngundang gue ke rumahnya untuk latihan gitar barengan. Terus gue tanya ada siapa aja di rumahnya.
"Gue ama kakak gue doank kok" jawabnya. Wah.. berdebar-debar nih rasanya. Tapi gue juga rasa diri gue sendiri bodoh. Soalnya die aja kagak kenal gue, malahan cuma ngobrol sekali-sekali melalui chatting. Tapi gue ngak peduli.

Jason sebenarnya belom mastiin kapan gue bisa dateng ke rumahnya. Tapi gue ngak peduli dateng ke rumahnya hari itu karena gue cuma ada waktu hari itu. Sampai di depan pagarnya gue neken bell. Kelihatannya sepi. Tiba-tiba pagar terbuka (pagar automatik nih) terus kakaknya muncul.
"Nyari siapa?".
"Jason" gue bilang.
"Wah, maaf, Jasonnya nggak ada tuh."
Wah.. sekarang baru gue sadar suara Molly ternyata lembut lagi 'cute'.
"Oh.. ya udah, terima kasih."
Gue muterin badan gue, belagak mau pergi gitu. Tiba-tiba suara yang lembut itu terdengar lagi.
"Eh.. nggak masuk dulu? Daripada capek bolak-balik mendingan tunggu di sini."
Wah!! Peluang emas!

Terus gue masuk dan dihidangin minuman dingin ama Molly. Terus dia duduk dihadapan gue ngajakin gue ngobrolin sesuatu. Dalam sekelip mata, pemandangan di depan gue menjadi sangat indah. Kebetulan dia memakai baju T-Shirt tipis dan skirt pendek jadi gue bisa ngeliat bahagian pahanya yang putih mulus. Sekali-sekala gue ngelirik ke bagian dada dan pahanya. Gue rasa sih dia tau tapi dia belagak nggak peduli.
"Kapan Jason balik?" tanya gue.
"Nggak tau kayaknya sih nanti jam 6"
Gue ngelirik jam tangan gue. Sekarang jam 2 petang.

Kira-kira selama 15 menit kami ngobrol kosong. Tiba-tiba ntah gimana jam di meja sebelahnya jatuh. Kami terkejut dan dia terus membereskan benda-benda yang berselerak. Dari belakang gue bisa ngeliat pinggulnya yang putih mulus. Tiba tiba jeritan kecilnya menyadarkan lamunan gue. Ternyata jarinya terluka kena kaca. Naluri lelaki gue bangkit dan terus memegang jarinya. Tanpa pikir panjang gue isep aja darah yang ada di jarinya. Waktu darahnya udah beku gue mengangkat wajah gue. Ternyata selama ini die ngeliatin gue. Tiba-tiba dia ngomong
"Ron, kok lu ganteng banget sih?"
Gue hanya tersipu-sipu. Terus gue diajakin ke tingkat atas untuk ngambil obat luka. Waktu duduk di sofa, gue usapin aja tuh ubat ke jarinya. Tiba-tiba datang permintaan yang tidak disangka-sangka.
"Ron, cium gue dong, boleh nggak?".
Gue bengong doank nggak tau mo jawab apaan. Tapi bibirnya udah deket banget ama bibir gue. Langsung gue lumat bibir mungilnya. Dia memejamkan matanya dan gue nyoba untuk mendesak lidah gue masuk ke dalam mulutnya. Dia membalas dengan melumat bibir gue. Tanpa sadar tangan tangan gue udah merayap ke bagian dadanya dan meremas-remas payudaranya yang montok dari luar pakaiannya. Dia mendesah lirih. Dan mendengarnya, ciuman gue menjadi semakin buas.

Kini bibir gue turun ke lehernya dan kembali melumat dan menggigit-gigit kecil lehernya sambil tangan gue bergerak ke arah skirt pendeknya dan berusaha meraba-raba pahanya yang putih dan mulus. Tiba-tiba tangannya membuka resleting celana gue dan coba meraih anu gue. Gue semakin ganas. Gue elus-elus celana dalamnya dari luar dan tangan gue satu lagi meremas-remas payudaranya yang montok. Dia mendesah dan melenguh.

Akhirnya gue berhenti melumat bibir dan lehernya. Gue coba melepaskan t-shirtnya yang berwarna pink. Tetapi tangannya mencegah.
"Ke kamar gue aja, yuk!"
Ajaknya sambil menuntun tangan gue. Gue sih ikut aja. Gue kunci pintu kamarnya dan langsung gue raih t-shirtnya hingga dia hanya mengenakan bra putih dan skirt birunya. Gue kembali melumat bibirnya dan coba membuka kaitan branya dari belakang. Sekarang die bener-bener telanjang dada. Langsung gue lumat payudaranya. Gue remas-remas dan gue jilatin puting kiri dan kanannya.

Tanpa disadari dia mengerang.
"ummh..ahh..!"
Gue malah lebih bernafsu. Tiba-tiba tangannya yang lembut meraih penis gue yang sangat besar. Kira-kira 14 cm panjangnya. Dia langsung mengelus-elus dan mulai mengocok penis gue itu. Gue mengerang
"Ahh..Molly..terusin..ahh!"

Kira-kira 15 menit gue melumat payudaranya. Sekarang gue nyoba ngebuka skirt hitamnya. Setelah terlepas gue tidurin dia di ranjang dan kembali melumat bibirnya sambil mengusap-usap vaginanya dari luar CDnya dan tangan gue yang satu lagi memelintir puting payudara kanannya.
"Ahh.. Daron.. ummhh!" Erangnya.

Akhirnya kami berdiri. Dia melepaskan baju dan celana gue dan meraih penis gue yang sangat tegang. Dia nyuruh gue duduk. Terus dia jongkok di depan gue. Dia nyium kepala penis gue dan menjilatnya. Kemudian die berusaha mengulum dan menghisap penis gue yang besar. Gue mengerang keenakan.
"Ummhh..Molly..!!"
Akhirnya gue nggak tahan dan menyuruhnya berhenti. Gue nggak mau keluar terlalu awal.

Terus perlahan-lahan gue lepasin celana dalam putihnya dan memandang sebuah lubang berwarna merah jambu dengan bulu-bulu yang halus dan tidak terlalu banyak di sekelilingnya. Langsung gue tidurin dan gue kangkangin kakinya. Kelihatan vaginanya mulai merekah. Gue yang udah nggak tahan terus menjilati dan menghisap-hisap bahagian selangkangan dan menuju ke arah vaginanya. Gue isep dan jilatin klitorisnya. Molly menggelinjang keenakan sambil mendesah dan mengerang.
"Awwhh.. uhh.. Darroonn..!!
Tiba tiba orgasme pertamanya keluar. Tubuhnya menggelinjang dan dia menjambak rambut gue dan sprei di ranjangnya.

Kemudian gue melebarkan kedua kakinya dan mengarahkan penis gue ke arah lubang kenikmatannya. Sebelum gue masukkin gue gesekin dulu penis gue di pintu lubang vaginanya. Dia mendesah kenikmatan. Akhirnya gue dorong penis gue ke dalam vaginanya. Terasa agak sempit kerana baru 1/3 dari penis gue masuk. Perlahan-lahan gue tarik lagi dan gue dorong sekuat-kuatnya. Ketiga kalinya baru berhasil masuk sepenuhnya.

"Aawwhh..sakit, Ron!!"
Dia mengerang kesakitan. Maka gue berhenti sejenak nunggu rasa sakit dia hilang. Akhirnya gue mulai bergerak maju mundur. Semakin lama gerakan gue semakin cepat. Terasa penis gue bergesekan dengan dinding vaginanya. Kami berdua mengerang kenikmatan.
"Ahh..Molly..enakk!!"
"Mmhh..awwhh..Ron, terus, cepet lagi!"
Gue semakin bernafsu dan mempercepat genjotan gue. Akhirnya dia menjerit dan mengerang tanda keluarnya orgasme ke dua.

Lantas kami berdiri dan gue puter badannya hingga membelakangi gue (doggy style). Gue tundukkin badannya dan gue arahin penis gue ke arah vaginanya dan gue genjot sekali lagi. Kedua payudaranya berayun-ayun mengikut gerakan genjotan gue. Gue pun meremas-remas pantatnya yang mulus dan kemudian ke depan mencari putingnya yang sangat tegang. Kami berdua banjir keringat.

Gue puter putingnya semakin keras dan payudaranya gue remas-remas sekuat-kuatnya.
"Ahh, Daron..gue pingin keluar..!!" jeritnya.
Terus gue percepat gerakan gue dan die menjerit untuk orgasmenya yang kali ketiga. Gue pikir-pikir gue ni kuat juga ya.. Tapi gue juga merasa mo keluar sekarang. Gue nggak sampai hati ngeluarin sperma gue di vaginanya. Langsung gue cabut penis gue dari vaginanya dan gue puter badannya. Gue arahin penis gue ke mulutnya yang langsung mengulum dan melumat penis gue maju mundur. Gue mengerang kenikmatan
"Akhh..Mol, gue keluar..!!"
Gue semburin sperma gue didalam mulutnya dan ditelannya. Sebagian mengalir keluar melalui celah bibirnya. Terus penis gue dibersihin dan dijilatin dari sisa-sisa sperma.

Kemudian gue ngeliat jam di meja. Pukul 5.30!! Mati kalau nggak cepet-cepet. Selepas kami memakai baju semula dia ngucap terima kasih ke gue.
"Makasih, Ron! Belum pernah gue ngrasa sebahagia ini. Sebenarnya dari pertama kali gue ngeliat loe gue udah suka" Katanya.
"Oh, emang mungkin jodoh kali soalnya waktu ngeliat loe di gerbang sekolah gue juga udah suka." kata gue.
"Tapi gimana dengan adik loe?"
"Nggak apa-apa, dia juga nggak bakalan marah. Adik gue bentar lagi datang. Jadi latihan bareng nggak?"
"Nggak, ah. Males, udah letih latihan tadi" kata gue sambil tersenyum.
Dia pun balas tersenyum. Akhirnya gue balik rumah dengan perasaan gembira. Mimpi gue udah tercapai.

TAMAT

Aku seorang gadis bersekolah di SMA, namaku Shinta. Aku anggota cheerleader PCT. Pada suatu hari, ada pertandingan basket antara anak melawan anak SMA 8 di sekolahku. Aku sebagai anggota tim cheerleader PCT, berpakaian minim, memberi support kepada tim sekolahku ... pada tengah2 pertandingan, salah satu pemain cadangan tim SMA 8 tersenyum padaku .... dia bukannya melihat teman2nya bermain, melainkan memandangiku terus. Ketika babak pertama usai, dia datang menghampiriku, dan kami berkenalan ... sebut saja namanya Indra. Setelah kami berkenalan, lalu kami bercakap2 sebentar di kantin sma.
Setelah tidak berapa lama ... tiba2 dia berbisik di telingaku, katanya ," Kamu cantik sekali deh Shinta .." sambil matanya tertuju pada belahan dadaku ... mukaku langsung merah ... kaget dan dadaku berdetak kencang. Tiba2 terdengar suara "PRITTTTTTTT....!!!" tanda bahwa babak ke-2 akan dimulai ... aku langsung mengajaknya balik ke lapangan.

Dalam perjalanan ke lapangan, kami melewati kelas2 kosong ... tiba2 dia menarik tanganku masuk ke dalam kelas 3 Fis 1 ... lalu dia langsung menutup pintu ... aku langsung bertanya padanya," ada apa indra ... babak ke-2 udah mau mulai nih ... kamu gak takut dicariin pelatih kamu ??". Dia tidak membalas pertanyaanku, melainkan langsung memelukku dari belakang, dan dia berbisik lagi padaku,"Badan kamu bagus ya sekali ya Shin .." Aaaahhhh. aku tak bisa berbuat apa2 selain berbalik badan dan menatap matanya .... dan tersenyum padanya.

Dia langsung mencium bibirku dan aku yang belum pernah berciuman dengan cowo, tidak bisa berbuat apa2 selain membiarkan lidahnya masuk ke dalam mulutku. Setelah kira2 5 menit bercumbu, mulai tangannya meraba dan meremas dadaku...aku pasrah saja padanya, karena terus terang aku belum pernah merasakan kenikmatan seperti ini. Tangannya masuk kedalam baju cheers no.3 ku itu, dan mulai memainkan puting payudaraku, lalu dia menyingkapkan bajuku dan memeloroti rokku hingga aku tinggal mengenakan BH dan celana dalam saja.

Lalu ia membuka baju basket dan celananya, sehingga ia hanya mengenakan celana dalam saja. Tampak jelas padaku bahwa "burung"-nya sudah tegang dibaik celana dalamnya. Ia memegang tanganku dan menuntun tanganku kedalam celana dalamnya. Aku merasakan "burung"-nya yang besar dan tegang itu dan ia memintaku untuk meremas-remas burungnya itu. Ia memaksaku untuk membuka celana dalamnya, setelah aku membuka celana dalamnya, tampak jelas burungnya yang sudah ereksi ... besar juga pikirku ... hampir sejengkal tanganku kira2 panjangnya.

Baru sekali itu aku melihat kemaluan cowo secara langsung, biasanya aku hanya meihat dari "Blue" film saja kalau aku diajak nonton bersama teman2 dekatku. Ketika aku masih terpana melihat burungnya, dia melepas BH dan celana dalamku, tentu saja dengan sedikit bantuanku.

Setelah ia menyingkirkan pakaian dalamku, badannya yang tinggi dan atletis layaknya sebagai seorang pemain basket itu, menindih badanku diatas meja kelas dan ia mulai menjilati puting payudaraku sampai aku benar2 menggeliat keeenakan, kurasakan basah pada bibir kemaluanku, aku baru tau bahwa inilah yang akan terjadi padaku kalau aku benar2 terangsang. Lalu tangannya yang kekar itu mulai meraba bibir kemaluanku dan mulai memainkan klitorisku sambil sesekali mencubitnya. Aku yang benar2 terangsang tidak bisa berbuat apa2 selain mendesah dan menggeliat di atas meja.

Cukup lama ia memainkan tangannya pada kemaluanku, lalu ia mulai menjilati bibir bagian bawah kemaluanku dengan nafsunya, tangan kanannya masih memainkan klitorisku. Tak lama aku bertahan pada permainannya itu, kira-kira 5 menit kemudian, aku merasakan darahku naik ke ubun2 dan aku merasakan sesuatu kenikmatan yang amat sangat nikmat, badanku meregang dan aku merasakan cairan hangat mengalir dari liang kemaluanku itu, Indra tanpa ragu menjilati cairan yang keluar sedikit demi sedikit itu dengan nafsunya sampai hanya air liurnya sajalah yang membasahi kemaluanku itu.

Badanku terasa lemas sekali ... lalu Indra duduk di atas pinggir meja dan memandangi wajahku yang sudah basah bermandikan keringat. Ia berkata padaku sambil tersenyum," Kamu tampak cape banget ya Shin ..." Aku hanya tersenyum. Dia mengambil baju basketnya dan mengelap cucuran keringat pada wajahku, aku benar2 kagum padanya, "Baik banget nih cowo" pikirku ... Seperti sudah mengerti, aku jongkok di hadapannya, lalu mulai mengelus ngelus burungnya, sambil sesekali menjilati dan menciuminya, aku juga tak tau bagaimana aku bisa bereaksi seperti itu, yang ada di pikiranku hanya membalas perbuatannya padaku, dan cara yang kulakukan ini pernah kulihat dari salah satu film yang pernah kutonton.

Indra hanya meregankan badannya ke belakang sambil mengeluarkan suara2 yang malah makin membuatku ingin memasukkan burungnya ke dalam mulutku, tak berapa lama kemudian aku memegang pangkal kemaluannya itu dan mulai mengarahkannya masuk kedalam mulutku, terasa benar ujung burungnya itu menyentuh dinding tenggorokanku ketika hampir semua bagian batang kemaluannya masuk kedalam mulutku, lalu aku mulai memainkan burungnya didalam mulutku, terasa benar kemaluanku mulai mengeluarkan cairan basah lagi tanda kalau aku sudah benar2 terangsang padanya.

Kira2 5 menit aku melakukan oral sex pada Indra, tiba2 badan Indra yang sudah basah dengan keringat itu mulai bergoyang goyang keras sambil ia berkata." aaaaarghhh.....aku udah gak tahan lagi nih Shin.. aku mau keluarr..." aku yang tidak benar2 memerhatikan omongannya itu masih saja terus memainkan burungnya, sampai kurasakan cairan hangat kental putih dan rada asin muncrat dari lubang kemaluan Indra, aku langsung mengeluarkan burungnya itu dan seperti kesetanan, aku malah menelan cairan spermanya, dan malah menghisap burungnya sampai cairan spermanya benar2 habis.

Aku duduk sebentar di bangku kelas, dan kuperhatikan Indra yang tiduran di meja sambil mencoba memelankan irama nafasnya yang terengah-engah itu.

Aku hanya tersenyum padanya, lalu Indra bangun dan menghampiriku. Dia juga hanya tersenyum padaku. Cukup lama kami berpandangan dengan keadaan bugil dan basah berkeringat. "Kamu cantik dan baik banget ya Shin" katanya tiba2 aku hanya tertawa kecil dan mulai mencium bibirnya. Indra membalas dengan nafsu sambil memasukkan tangannya kedalam lubang kemaluanku cukup lama kami bercumbu, lalu ia berkata," Shin boleh nggak aku emm itu" "itu apa Ndra ??" tanyaku. "Itu .. masa kamu gak tau sih ??" balasnya lagi.

Sebelum aku menjawab aku merasakan kepala batang kemaluanya sudah menyentuh bibir kemaluanku cresttt creest terasa ada yang terobek dalam kemaluanku dan sedikit darah keluar kemudian indra berkata " shin kamu ternyata masih perawan !!!" aku hanya bisa tersenyum dan merasakan sedikit perihi kemaluanku terasa agak serat waktu setengah kemaluanya masuk ke vaginaku. digerak-gerakan perlahan batang kemaluanya yang besar tapi setelah agak lama entah mengapa rasa sakit itu hilang dan yang ada hanya ada rasa geli, enak dan nikmat ketika indra menggoyangkan badannya maju mundur pelan pelan aku tak tahan lagi seraya mendesah kecil keenakan..kemudian semakin cepat saja indra memainkan jurusnya yang maju mundur sesekali menggoyangnya kekiri kekanan.dan dipuntir- puntir putingku yang pink yang semakin membuatku menggelepar gelepar seperti ikan yang dilempar kedaratan.

Keringat sudah membasahi badan kita berdua aku sadari kalau saat itu tindakan kita berdua bisa saja dipergoki orang tapi aku rasa kemungkinanya kecil karena kelas itu agak terpencil .ahhhh ahhhh ahhh aku mendesah dengan suara kecil karena takut kedengarann orang lain ..kullihat tampang indra yang menutup matanya dan terenggah- engah nafasnya. cukup lama juga indra bermain denganku memang benar kata orang kalau atlit itu kuat dalam bersenggama ..ahhhhh awww..awwww geli dalam lubang kemaluanku tak tertahankan tiba-tiba kurasakan seuatu yang lain yang belum pernah kurasakan, cairan hangat kurasakan muncrat dari dalam vaginaku .oh itu mungkin yang kata orang orgasme pikirku..badanku terasa rileks sekali dan mengejang. ditutup mulutku oleh indrap mungkin ia takut kalu aku mendesah kekerasan.

Meja kelas yang agak tua itu bergoyang goyang karena ulah kita berdua .aku masih merasakan bagimana indra berusaha untuk mencapai puncak organsmenya iya lalu duduk di bangku dan menyuruhku untuk duduk di kemaluan nya .aku menurut saja dan pelan-pelan aku duduk di kemaluannya . Indra memegang pinggulku dan menaik turunkan diriku .aku merasakan belum pernah aku merasakan kenikmatan yg seperti ini .aku mendesah desah dan indra semakin semangat menaik turunkan diriku .lalu badan indra mengejang dan berkata,"shin aku mau keluarrrrrr " sekarang malah giliranku yg semangat memacu gerakan tubuhku agar indra bisa juga mencapai klimaks nya .tapi lama indra mengeluarkan burungnyna dan terdengar ia mendesah panjang, "Ahhhhhh shin ..aku keluar .ku liat air maninya kececeran di lantai dan sebagian ada yg ke meja .lalu kami berdua duduk lemas dengan saling berpandangan. ia berkata, "kamu nyesel yah shin?" aku menggeleng sambil berkata, "ngak koq ndra .sekalian buat pengalaman bagiku ."

Aku teringat kalo orang orang di luar kelas sangat banyak yg menonton pertandingan lalu aku buru buru mengenakan pakaianku dan menyuruh indra juga untuk memasang pakainnya .sebelum keluar iya bertanya padaku, "shin kapan kita bisa 'begituan' lagi? Dan aku menjawab terserah kamu ndra .tapi nanti setelah pertandingan selesai kamu tunggu aku yah di pintu gerbang lalu nanti kita jalan jalan.." Ia tersenyum dan mengangguk lalu kami berdua keluar kelas dan sengaja berpisah ..

Begitulah pengalamanku, tak kusadarai ternyata melakukan hubungan seks itu sangatlah nikmat dan aku berniat untuk merasakannya lagi..

Tamat

Lia adalah yang tergolong imut dan manis untuk gadis seusianya. Entah kenapa, aku ingin sekali bersetubuh dengan Lia, aku ingin menikmati rasanya lubang kelamin Lia, yang kubayangkan pastilah masih sangat sempit. Ahhh.. nafsuku kian membara karena memikirkan hal itu. Aku mencoba mencari akal, bagaimana caranya agar keperawanan Lia bisa kudapatkan dan kurasakan. Kutunggu saja waktu tepatnya dengan sabar. Tidak terasa, selesailah film panas yang sedang kami tonton. Suara Lia akhirnya memecahkan keheningan.

Oom, tuh tititnya berdiri lagi. kata Lia sambil menunjuk ke arah batang kemaluanku yang memang sedang tegang.Iya nih Lia, tapi biarin saja deh, gimana dengan filmnya? jawabku santai.Bagus kok Oom, persis seperti apa yang papa dan mama lakukan, dan Lia ada beberapa pertanyaan buat Oom nih. Lia sepertinya ingin menanyakan sesuatu.Pertanyaannya apa? tanyaku.Kenapa sih, kalo olahraga gituan harus masukin titit ke apa tuh, Lia ngga ngerti? tanya Lia.Oh itu.., itu namanya titit dimasukkan ke lubang kencing atau disebut juga lubang memek, pasti papa Lia juga melakukan hal itu ke mama kan? jawabku menerangkan.Iya benar Oom, papa pasti masukin tititnya ke lubang yang ada pada memek mama. Lia membenarkan jawabanku.Itulah seninya olahraga beginian Lia, bisa dilakukan sendiri, bisa juga dilakukan berdua, olahraga ini khusus untuk dewasa. kataku memberi penjelasan ke Lia.Lia sudah boleh ngga Oom.. melakukan olahraga seperti itu? tanya Lia lagi.

Ouw.. inilah yang aku tunggu.. dasar rejeki.. selalu saja datang sendiri.Boleh sih, dengan satu syarat jangan bilang sama mama dan papa. jelasku.Terang saja aku membolehkan, sebab itulah yang kuharapkan.Lia harus tahu, jika Lia melakukan olahraga beginian akan merasa lelah sekali tetapi juga akan merasakan enak. tambahku.Masa sih Oom? Tapi kayaknya ada benarnya juga sih, Lia lihat sendiri mama juga sepertinya merasa lelah tapi juga merasa keenakan, sampai menjerit-jerit lho Oom, malahan kadang seperti mau nangis. Lia yang polos rupanya sudah mulai tertarik dan sepertinya ingin tahu bagaimana rasanya.Emang gitu kok. Ee, mumpung masih siang nich, mama Lia juga masih lama pulangnya, kalo Lia memang ingin olahraga beginian, sekarang saja gimana? aku sudah tidak sabar ingin melihat pesona kemaluannya Lia, pastilah luar biasa.

Ayolah! Lia mengiyakan.Memang rasa ingin tahu anak gadis seusia Lia sangatlah besar. Ini adalah hal baru bagi Lia. Segera saja kusiapkan segala sesuatunya di otakku. Aku ingin Lia merasakan apa yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Kaos singlet yang menempel di tubuhku telah kulepas. Aku sudah telanjang bulat dengan batang kejantananku mengacung-ngacung keras dan tegang. Baru pernah seumur hidupku, aku telanjang di hadapan seorang gadis belia berumur 12 tahun. Lia hanya tersenyum-senyum memandangi batang kemaluanku yang berdiri dengan megahnya. Mungkin karena kebiasaan melihat papa dan mamanya telanjang bulat, sehingga melihatku telanjang bulat merupakan hal yang tidak aneh lagi bagi Lia.


Kusuruh Lia untuk membuka seluruh pakaiannya. Awalnya Lia protes, tetapi setelah kuberitahu dan kucontohkan kenapa mama Lia telanjang bulat, dan kenapa ceweknya Tarzan juga telanjang bulat, sebab memang sudah begitu seharusnya. Akhirnya Lia mau melepas pakaiannya satu persatu. Aku melihat Lia melepaskan pakaiannya dengan mata tidak berkedip. Pertama sekali, lepaslah pakaian sekolah yang dikenakannya, lalu rok biru dilepaskan juga. Sekarang Lia tinggal mengenakan kaos dalam dan celana dalam saja.Di balik kaos dalamnya yang cukup tebal itu, aku sudah melihat dua benjolan kecil yang mencuat, pastilah puting susunya Lia yang baru tumbuh. Baru saja aku berpikiran seperti itu, Lia sudah membuka kaos dalamnya itu dan seperti apa yang kubayangkan, puting susu Lia yang masih kuncup, membenjol terlihat dengan jelas di kedua mataku. Puting susu itu begitu indahnya. Lain sekali dengan yang biasa kulihat dan kurasakan dari wanita malam langgananku, rata-rata puting susu mereka sudah merekah dan matang, sedangkan ini, aku hanya bisa menelan ludah.

Payudara Lia memang belum nampak, sebab karena faktor usia. Akan tetapi puting susunya sudah mulai menampakkan hasilnya. Membenjol cukup besar dan mencuat menantang untuk dinikmati. Warna puting susu Lia coklat kemerahan, aku melihat puting susu itu menegang tanpa Lia menyadarinya. Lalu Lia melepaskan juga celana dalamnya. Kembali aku dibuatnya sangat bernafsu, kemaluan Lia masih berupa garis lurus, seperti kebanyakan milik anak-anak gadis yang sering kulihat mandi di sungai. Vagina yang belum ditumbuhi bulu rambut satu pun, masih gundul. Aku sungguh-sungguh melihat pemandangan yang menakjubkan ini. Terbengong-bengong aku dibuatnya.

Oom, udah semua nih, udah siap nih Oom.Aku tersentak dari lamunan begitu mendengar Lia berbicara.Oke, sekarang dimulai yaaa?Kuberi tanda ke Lia supaya tiduran di sofa. Pertama sekali aku meminta ijin ke Lia untuk menciuminya, Lia mengijinkan, rupanya karena sangat ingin atau karena Lia memang sudah mulai menuruti nafsunya sendiri, aku kurang tahu. Yang penting bagiku, aku merasakan liang perawannya dan menyetubuhinya siang ini.

Aku ciumi kening, pipi, hidung, bibir dan lehernya. Kupagut dengan mesra sekali. Kubuat seromantis mungkin. Lia hanya diam seribu bahasa, menikmati sekali apa yang kulakukan kepadanya.Setelah puas aku menciuminya, Lia, boleh ngga Oom netek ke Lia? tanyaku meminta.Tapi Oom, tetek Lia kan belon sebesar seperti punya mama. kata Lia sedikit protes.Ngga apa-apa kok Lia, tetek segini malahan lebih enak. kilahku meyakinkan Lia.Ya deh, terserah Oom saja, asalkan ngga sakit aja. jawab Lia akhirnya memperbolehkan.Dijamin deh ngga sakit, malahan Lia akan merasakan enak dan nikmat yang tiada tara. jawabku lagi.

Segera saja kuciumi puting susu Lia yang kiri, Lia merasa geli dan menggelinjang-gelinjang keenakan, aku merasakan puting susu Lia mulai mengalami penegangan total. Selanjutnya, aku hisap kedua puting susu tersebut bergantian. Lia melenguh menahan geli dan nikmat, aku terus menyusu dengan rakusnya, kusedot sekuat-kuatnya, kutarik-tarik, sedangkan puting susu yang satunya lagi kupelintir-pelintir.Oom, kok enak banget nihhh oohhh enakkk desah Lia keenakan.Lia terus merancau keenakan, aku sangat senang sekali. Setelah sekian lama aku menyusu, aku lepaskan puting susu tersebut. Puting susu itu sudah memerah dan sangat tegangnya. Lia sudah merasa mabuk oleh kenikmatan. Aku bimbing tangannya ke batang kemaluanku.

Lia, kocok dong tititnya Oom Agus. aku meminta Lia untuk mengocok batang kemaluanku.Lia mematuhi apa yang kuminta, mengocok-ngocok dengan tidak beraturan. Aku memakluminya, karena Lia masih amatir, sampai akhirnya aku justru merasa sakit sendiri dengan kocokan Lia tersebut, maka kuminta Lia untuk menghentikannya. Selanjutnya, kuminta Lia untuk mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar, tanpa bertanya Lia langsung saja mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar, aku terpana sesaat melihat vagina Lia yang merekah. Tadinya kemaluan itu hanya semacam garis lurus, sekarang di hadapanku terlihat dengan jelas, buah klitoris kecil Lia yang sebesar kacang kedelai, vaginanya merah tanpa ditumbuhi rambut sedikit pun, dan yang terutama, lubang kemaluan Lia yang masih sangat sempitnya. Jika kuukur, hanya seukuran jari kelingking lubangnya.

Aku lakukan sex dengan mulut, kuciumi dan hisap kemaluan Lia dengan lembut, Lia kembali melenguh. Lenguhan yang sangat erotis. Meram melek kulihat mata Lia menahan enaknya hisapanku di kemaluannya. Kusedot klitorisnya. Lia menjerit kecil keenakan, sampai tidak berapa lama.Oom, enak banget sih, Lia senang sekali, terussinnn pinta Lia.Aku meneruskan menghisap-hisap vagina Lia, dan Lia semakin mendesah tidak karuan. Aku yakin Lia hampir mencapai puncak orgasme pertamanya selama hidup.Oommm ssshhh Lia mau pipis nich..Lia merasakan ada sesuatu yang mendesak ingin keluar, seperti ingin kencing.Tahan dikit Lia tahan yaaa sambil aku terus menjilati, dan menghisap-hisap kemaluannya.Udah ngga tahan nich Oommm aahhhTubuh Lia mengejang, tangan Lia berpegangan ke sofa dengan erat sekali, kakinya menjepit kepalaku yang masih berada di antara selangkangannya.

Lia ternyata sudah sampai pada klimaks orgasme pertamanya. Aku senang sekali, kulihat dari bibir lubang perawannya merembes keluar cairan cukup banyak. Itulah cairan mani nikmatnya Lia.Oohhh Oom Agus Lia merasa lemes dan enak sekali apa sih yang barusan Lia alami, Oom? tanya Lia antara sadar dan tidak.Itulah puncaknya Lia.., Lia telah mencapainya, pingin lagi ngga? tanyaku.Iya.. iya.. pingin Oom jawabnya langsung.Aku merasakan kalau Lia ingin merasakannya lagi. Aku tidak langsung mengiyakan, kusuruh Lia istirahat sebentar, kuambilkan semacam obat dari dompetku, obat dopping dan kusuruh Lia untuk meminumnya. Karena sebentar lagi, aku akan menembus lubang perwannya yang sempit itu, jadi aku ingin Lia dalam keadaan segar bugar.

Tidak berapa lama, Lia kulihat telah kembali fit.Lia tadi Lia sudah mencapai puncak pertama, dan masih ada satu puncak lagi, Lia ingin mencapainya lagi kan..? bujukku.Iya Oom, mau dong Lia mengiyakan sambil manggut-manggut.Ini nanti bukan puncak Lia saja, tetapi juga puncak Oom Agus, ini finalnya Lia kataku lagi menjelaskan.Final? Lia mengernyitkan dahinya karena tidak paham maksudku.Iya, final.., Oom ingin memasukan titit Oom ke lubang memek Lia, Oom jamin Lia akan merasakan sesuatu yang lebih enak lagi dibandingkan yang tadi. akhirnya aku katakan final yang aku maksudkan.Ooh ya, tapi.. Oom.. apa titit Oom bisa masuk tuh? Lubang memek Lia kan sempit begini sedangkan tititnya Oom.. gede banget gitu Lia sambil menunjuk lubang nikmatnya.Pelan-pelan dong, ntar pasti bisa masuk kok.. cobain ya..? pintaku lagi.Iya deh Oom Lia secara otomatis telah mengangkangkan kakinya selebar-lebarnya.

Kuarahkan kepala kemaluanku ke lubang vagina Lia yang masih super sempit tersebut. Begitu menyentuh lubang nikmatnya, aku merasa seperti ada yang menggigit dan menyedot kepala kemaluanku, memang sangat sulit untuk memasukkannya. Sebenarnya bisa saja kupaksakan, tetapi aku tidak ingin Lia merasakan kesakitan. Kutekan sedikit demi sedikit, kepala kemaluanku bisa masuk, Lia mengaduh dan menjerit karena merasa perih. Aku menyuruhnya menahan. Efek dari obat dopping itu tadi adalah untuk sedikit meredam rasa perih, selanjutnya kutekan kuat-kuat.BlusssLia menjerit cukup keras, Ooommm tititnya sudaaahhh masuk kkaahhh?Udah sayang tahan ya kataku sambil mengelus-ngelus rambut Lia.

Aku mundurkan batang kemaluanku. Karena sangat sempitnya, ternyata bibir kemaluan Lia ikut menggembung karena tertarik. Kumajukan lagi, kemudian mundur lagi perlahan tetapi pasti. Beberapa waktu, Lia pun sepertinya sudah merasakan enak. Setelah cairan mani Lia yang ada di lubang perawannya semakin membanjir, maka lubang kenikmatan itu sudah sedikit merekah. Aku menggenjot maju mundur dengan cepat. Ahhh.. inikah kemaluan perawan gadis imut. Enak sekali ternyata. Hisapannya memang tiada duanya. Aku merasa keringat telah membasahi tubuhku, kulihat juga keringat Lia pun sudah sedemikian banyaknya.

Sambil kuterus berpacu, puting susu Lia kumainkan, kupelintir-pelintir dengan gemas, bibir Lia aku pagut, kumainkan lidahku dengan lidahnya. Aku merasakan Lia sudah keluar beberapa kali, sebab aku merasa kepala batang kemaluanku seperti tersiram oleh cairan hangat beberapa kali dari dalam lubang surga Lia. Aku ganti posisi. Jika tadi aku yang di atas dan Lia yang di bawah, sekarang berbalik, aku yang di bawah dan Lia yang di atas. Lia seperti kesetanan, bagaikan cowboy menunggang kuda, oh enak sekali rasanya di batang kemaluanku. Naik turun di dalam lubang surga Lia.

Sekian lama waktu berlalu, aku merasa puncak orgasmeku sudah dekat. Kubalik lagi posisinya, aku di atas dan Lia di bawah, kupercepat gerakan maju mundurku. Lalu aku peluk erat sekali tubuh kecil dalam dekapanku, kubenamkan seluruh batang kemaluanku. Aku menegang hebat.Crruttt crrutttCairan maniku keluar banyak sekali di dalam lubang kemaluan Lia, sedangkan Lia sudah merasakan kelelahan yang amat sangat. Aku cabut batang kemaluanku yang masih tegang dari lubang kemaluan Lia. Lia kubiarkan terbaring di sofa. Tanpa terasa, Lia langsung tertidur, aku bersihkan lubang kelaminnya dari cairan mani yang perlahan merembes keluar, kukenakan kembali semua pakaiannya, lalu kubopong gadis kecilku itu ke kamarnya. Aku rebahkan tubuh mungil yang terkulai lelah dan sedang tertidur di tempat tidurnya sendiri, kemudian kucium keningnya. Terima kasih Lia atas kenikmatannya tadi. Malam pun tiba.

Keesokan harinya, Lia mengeluh karena masih merasa perih di vaginanya, untungnya Tante Linda tidak tahu. Hari berlalu terus. Sering kali aku melakukan olahraga senggama dengan Lia, tentunya tanpa sepengetahuan Oom Joko dan Tante Linda.

Tamat