Showing posts with label Cerita Dewasa Perkosaan. Show all posts
Showing posts with label Cerita Dewasa Perkosaan. Show all posts

Foto-Edna,-Si-Gadis-Cantik-Sexy,-dan-putih mulus
Cerita cerita seks guru pesta ngentot perkosa siswinya ini merupakan kisah seri lanjutan sebelumnya yang berjudul: "cerita dewasa ngentot; guru guru perkosa murid". Mungkin yang belum membaca kisah cerita seks dewasa sebelumnya, dibawah akan saya kutip beberapa penggalan paragraf intisari cerita terdahulu:

Edna memiliki pinggul yang seksi, pantat yang sekal, paha yang besar dan gempal menggairahkan. Edna sangat bersemangat disekolahnya. Karena Edna sudah kenal benar dgn yang namanya Pak Candan. Tapi Edna nggak tahu disitulah awal bencana bagi Edna.Edna menjerit karena dia mulai digerayangi. Edna meringis kesakitan.Setelah mereka puas memperkosa mulut Edna ternyata mereka langsung menelanjangi Edna. Pak Sarngin memegang kedua tangan Edna, Pak Tayen memelorotkan rok abu-abunya, Pak Ustin merobek pakaian dan kutang Edna. Kedua tangan kasar Pak Candan itu kini mengusap-usap bagian pantat Edna, dirasakan olehnya pantat Edna yang sekal. Edna mengaduh kesakitan. Pak Sarngin lalu menjilati dan menggigiti bongkahan pantat si Edna. Sementara Pak Sarngin meremas payudara kanan Edna, dan mulutnya mengulum payudara Edna satunya lagi. Pak Sarngin asyik menyantap payudara Edna, yang ranum padat dan kenyal sekali. Melihat Edna yang meronta-ronta, Pak Candan semakin bernafsu dan dia segera menghunjamkan Kontolnya ke dalam Memek Edna yang masih perawan. Pak Candan terus menggenjot memek Edna.

Lalu Pak Candan memposisikan tubuh Ednamenungging. Pantat Edna sekarang terlihat kokoh menantang, ditopang pahapanjangnya yang putih dan tegak. Pak Candan memasukkan Kontol besarnya yangberdiameter 18CM ke liang Memek Edna hingga terbenam seluruhnya, lalu diamenariknya lagi dan dengan tiba-tiba sepenuh tenaga dihujamkannya benda panjangitu ke dalam rongga Memek Edna hingga membuatnya tersentak kaget dan kesakitansampai matanya membelalak disertai teriakan panjang.

"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...... Paaaaaa!!!! Tidaaaaaaaaakkkk!!!".
Kedua tangan Pak Candan memegang pantat Edna, sedangkan pinggulnyabergoyang-goyang berirama. Sesekali tangan Pak Candan mengelus-elus pantat Ednadan sesekali meremas payudara Edna dari belakang. Beberapa menit kemudian, Pak Candan kembali mempercepat goyangan pinggulnya,kemudian dia menarik kedua tangan Edna. Jadi sekarang persis sepertimenunggangi kuda lumping, kedua tangan Edna dipegang dari belakang sedangkanpantatnya digoyang seirama sodokan Kontol Pak Candan. Karena tidak disanggakedua tangannya lagi, kini buah dada Edna tergencet di atas tikar tipis sebagaialas Edna disetubuhi. Sedangkan wajah Edna menghadap keatas dengan mulutmenganga mengerang kesakitan. Melihat keadaan Edna seperti itu, pak Candansemakin bersemangat mengebor liang Memek Edna.

"Anjingg, bangsaatt, perekk, loo, Edna ngentoott, gue entotin loo".
Pak Candan merancau tak jelas. Dan akhirnya Pak Candanpun samapi kepuncak paling nikmat menikmati memek perawan anak didiknya di liangMemek Edna, kemaluannya menyemburkan peju kental yang luar biasa banyaknyamemenuhi rahim Edna.
"Aa, aakkhh, oohh", sambil mengejan Pak Candan melolong panjang bakserigala, tubuhnya mengeras, mengejang dan bergetar dengan kepala menengadah keatas.
"Aoohh, oouuhh, guru bangsat kamuuuuuuu!!".

Edna mengumpat sambil mendesah, tubuhnya mengejang merasakan cairan peju Pak Candanmembanjiri rahimnya. Puas sudah dia menyetubuhi Edna, rasa puasnyaberlipat-lipat baik itu puas karena telah mencapai klimaks dalam seksnya, puasdalam menyetubuhi Edna, puas dalam merobek keperawanan Edna dan puas dalammemberi pelajaran kepada gadis nomor satu di sekolah itu.
Edna menyambutnya dengan mata yang secara tiba-tiba terbelalak, dia sadar bahwagurunya telah berejakulasi karena dirasakannya ada cairan-cairan hangat yangmenyembur membanjiri Memeknya. Cairan kental hangat yang bercampur darah itumemenuhi liang Memek Edna sampai sampai meluber keluar membasahi paha dan spreikasur.

Setelah itu Pak
Litton maju untuk mengambil giliran. Kali ini Pak Litton mengangkatkedua kaki Edna ke atas pundaknya, dan kemudian dengan tidak sabar dia segeramenancapkan Kontolnya yang sudah tegang ke dalam Memek Edna. Pak Litton masihmengalami kesulitan saat memasukkan Kontolnya, meskipun Memek Edna kini sudahlicin oleh peju Pak Candan dan juga cairan Memek Edna. Memek Edna masihsangat sempit. Kembali Memek Edna diperkosa secara brutal oleh Pak Andi, dan Ednalagi-lagi hanya dapat berteriak kesakitan.

"Bangsatt, akkhh, bajingaann, sudahh, sudahh, keparaatt"
Namun kali ini Edna tidak berontak lagi, karena dia pikir itu hanya akanmembuat gurunya semakin bernafsu saja. Sementara itu Pak
Litton terus memompa Memek Edna dengan cepat sambil satutangannya meremas-remas payudara Edna yang bulat kenyal dan tidak lama kemudiandia mencapai puncaknya dan mengeluarkan seluruh peju nya di dalam Memek Edna.

"Ooohh, makan nih peju gurumu!!".
Edna hanya dapat meringis kesakitan, tubuhnya telentang tidak berdaya dilantai. Walaupun tangan dan kakinya sudah tidak dipegangi lagi, danmembayangkan dirinya akan hamil karena saat ini adalah masa suburnya. Dia dapatmerasakan ada cairan hangat yang masuk ke dalam Memeknya. Darah perawan Ednadan sebagian
peju Pak Litton mengalir lagi keluar dari Memeknya.

"Hmmpphh, hhmmpp, oohhkk, oughh", Edna menjerit dengan tubuhnya yangmengejang ketika Pak Tayen mulai menanamkan batang kemaluannya didalam liangMemek Edna.
Matanya terbelalak menahan rasa sakit dikemaluannya, tubuhnya menggeliat-geliatsementara Pak Tayen terus berusaha menancapkan seluruh batang kontolnya.Memang agak sulit selain meskipun sudah dimasuki dua Kontol tadi, usia Ednajuga masih tergolong muda sehingga kemaluannya masih sangat sempit.
Akhirnya dengan sekuat tenaganya, Pak Tayen berhasil menanamkan seluruh batangkontolnya didalam Memek Edna. Tubuh Edna berguncang-guncang merasakan sakit dan pedih tak terkirakan dikemaluannya. Diapunterus memohon kepada Pak Tayen agar mau melepaskannya.

"Ahh, rasain loe, akhirnya aku bisa juga ngerasain jepitan memek kamusayang", bisiknya ketelinga Edna.
"Oouuhh, Paakk, saakiitt, Paak, ampuunn", rintih Edna dengan suarayang megap-megap.
Jelas Pak Tayen tidak perduli. Dia malahan langsung menggenjot tubuhnyamemompakan batang kemaluannya keluar masuk liang Memek Edna.
"Aakkhh, oohh, oouuhh, oohhggh", Edna merintih-rintih, disaattubuhnya digenjot Oleh Pak Tayen, badannyapun semakin menggeliat-geliat.
Otot-otot dinding Memeknya kuat mengurut-urut batang kemaluan Pak Tayen yang tertanamdidalamnya, karenanya Pak Tayen merasa semakin nikmat. Sambil memukuli perut Ednadengan tangannya, berharap agar Memek Edna mencengkram Kontolnya dengan lebiherat karena lobang Memek Edna semakin mengendur.

Tiba-tiba Pak Tayen mencabut Kontolnya dan dia duduk di atas dada Edna. Pak Tayenmendempetkan kedua buah payudara Edna yang montok dengan kedua tangannya danmenggesek2an Kontolnya di antara celah kedua payudaranya, sampaiakhirnya dia memuncratkan
pejunya ke arah wajah Edna. Edna gelagapan karenapeju Pak Tayen mengenai bibir dan juga matanya. Setelah itu Pak Tayen masihsempat membersihkan sisa peju yang menempel di Kontolnya dengan mengoleskan Kontolnyake payudara Edna dan ke puting payudaranya. Kemudian Pak Tayen menampar payudaraEdna yang kiri dan kanan berkali-kali, sehingga payudara Edna berwarnakemerahan dan membuat Edna merasa perih dan kesakitan.

Selanjutnya dua orang, Pak Ustin dan Pak Sarngin maju. Mereka kini menyuruh Ednauntuk mengambil posisi seperti merangkak. Kemudian Pak Ustin berlutut dibelakang pantat Edna dan mulai mencoba memasukkan Kontolnya ke lubang anus Ednayang sangat sempit.

"Gila nih cewek, pantatnya bohay bener, kenyal lagi, lihat nih Tin pahasi Edna. Gempal, gede, Putih banget. Bener kata Pak Candan" Kata Pak Ustin.
"Ampuunn, jangan sodomi saya paakk, saya mohoonn".
Membayangkan kesakitan yang akan dialaminya, Edna mencoba untuk berdiri, tetapikepalanya dipegang oleh Pak Sarngin yang segera mendorong wajah Edna ke arah Kontolnya.Kini Edna dipaksa mengulum dan menjilat Kontol Pak Sarngin. Kontol Pak Sarnginyang tidak terlalu besar tertelan semuanya di dalam mulut Edna.Sementara itu, Pak Ustin masih berusaha membesarkan lubang anus Edna dengancara menusuk-nusukkan jarinya ke dalam lubang anus Edna.

"Akkhh, oohh, aahh, sshh, perihh, pakk"
Sesekali Pak Ustin menampar pantat Edna dengan keras, sehingga Edna merasakanpantatnya panas.
"Gila nih perek, bokongnya gede tapi lobangnya kecil banget" KemudianPak Ustin juga berusaha melicinkan lubang anus Edna dengan cara menjilatinya.
Edna merasakan sensasi aneh yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya saat lidahPak Ustin menjilati lubang anusnya. Ia berada dibelakang Edna dengan posisimenghadap punggung Edna.
Ketika lobang pantat Edna agak terbuka, Pak Ustin menuang sebotol minyak gorengkedalam lobang pantat Edna. Setelah itu kembali direntangkannya kedua kaki Ednaselebar bahu, dan, "Aaakkhh.", Edna melolong panjang, badannyamengejang dan terangkat dari tempat tidur disaat Pak Ustin menanamkan batangkemaluannya didalam lobang anus Edna. Rasa sakit tiada tara kembali dirasakandidaerah selangkangannya, dengan agak susah payah kembali Pak Ustin berhasilmenanamkan batang kemaluannya didalam lobang anus Edna, meskipun baru masuksetengahnya. Setelah itu tubuh Edna kembali disodok-sodok, kedua tangan Pak Ustinmeraih payudara Edna serta meremas-remasnya.

Tidak lama kemudian Edna kembali menjerit kesakitan. Rupanya anusnya sudahjebol oleh Kontol Pak Ustin yang berhasil masuk seluruhnya dengan paksa. KiniPak Ustin memperkosa anus Edna perlahan-lahan, karena lubang anus Edna masihsangat sempit dan kering. Ketika Pak Ustin menarik Kontolnya, mulut pantat Ednaikut tertarik sehingga terlihat monyong keluar. Lalu Pak Ustin menyodokkan lagiKontolnya, sehingga kini pantat pantat Edna mengempot.

"Aaakkhh, ouughh, sakii..iitt, pak, periihh, akuu, nggakk.. kuatt, pakk,periihh, sakiitt".
Edna menjerit keras sekali, ia baru saja merasakan rasa sakit yangteramat-sangat yang pernah dirasakannya. Pak Ustin merasakan kesakitansekaligus kenikmatan yang luar biasa saat Kontolnya dijepit oleh anus Edna. PakUstin merasa Kontolnya lecet didalam pantat Edna. Kenikmatan yang terus-menerusdirasakannya ketika menunggangi pantat Edna. Tak terbayang bagaimana wajahorang tua Edna, jika menyaksikan persetubuhan yang tidak manusiawi yang dialamiputrinya. Anak perempuan yang mereka rawat dengan kasih sayang hingga remajadan dibiayai, sekarang tubuhnya sedang menungging telanjang bulat, pantatnyadisodomi oleh gurunya sendiri.
Seperempat jam lamanya Pak Ustin menyodomi Edna, waktu yang lama bagi Edna yangsemakin tersiksa itu.

"Eegghh, aakkhh, oohh".
Dengan mata merem-melek serta tubuh tersodok-sodok, Edna merintih-rintih,sementara itu kedua payudaranya diremas-remas oleh kedua tangan Pak Ustin. SaatEdna berteriak, kembali Pak Sarngin mendorong Kontolnya ke dalam mulut Edna,sehingga kini Edna hanya dapat mengeluarkan suara erangan yang tertahan, karenamulutnya penuh oleh Kontol Pak Sarngin. Tubuh Edna terdorong kedepan dan kebelakang mengikuti gerakan Kontol di anus dan mulutnya. Kedua payudara Edna yang menggantung dengan indah bergoyang-goyang karenagerakan tubuhnya diremas-remas gemas oleh Pak Ustin. Ednaberteriak-teriak kesakitan.

"Ahhhhhhhhhh..... Ooooooo... Ampoooon pa'!!!!"
Keadaan ini berlangsung 35 menit sampai akhirnya Pak Ustin dan Pak Sarnginmencapai puncak secara bersamaan. Pak Ustin yang sudah tidak tahankarena seret dan panasnya liang pantat Edna menyemburkan
peju nya di dalam anus Edna,Edna merasakan perih pada rongga pantatnya yang lecet tersiram peju Pak Ustin.Dan Pak Sarngin menyemburkan pejunya di dalam mulut Edna. Edna terpaksamenelan semua peju Pak Sarngin agar dia dapat tetap bernafas. Edna hampirmuntah merasakan peju itu masuk ke dalam kerongkongannya, namun tidak dapatkarena Kontol Pak Sarngin masih berada di dalam mulutnya. Edna membiarkan saja KontolPak Sarngin berada di dalam mulutnya untuk beberapa saat sampai Pak Sarnginmenarik keluar Kontolnya dari mulut Edna. Sebagian sisi peju Pak Sarngin yangtidak tertelan meluber keluar bercampur dengan air liur Edna.

Kemudian Pak Sarngin memaksa Edna untuk membersihkan sisa peju Kontolnya dengan cara menjilatinya. Pak Ustin juga masih membiarkan Kontolnya terbenam dalamanus Edna dan sesekali masih menggerak-gerakkan Kontolnya di dalam anus Edna,mencoba untuk merasakan kenikmatan yang lebih banyak. Edna dapat merasakankehangatan
peju di dalam lubang anusnya yang secara perlahan mengalir keluardari lubang anusnya. Perih yang luar biasa dirasakan liang pantat Edna. 

****
Cerita Cerita Seks Guru Pesta Ngentot, Perkosa Siswinya

Edna, Si-Gadis Malang Berkacamata
Cerita Sex +18 ini adalah seri terakhir drama perkosaan Edna, si-gadis malang berkacamata. Seperti biasa, untuk mengurai cerita sebelumnya yang perlu pembaca ketahui, dibawah adalah penggalan cerita bagian ke-II : "cerita cerita seks guru pesta ngentot, perkosa siswinya".

Lalu Pak Candan memposisikan tubuhEdna menungging. Sesekali tangan Pak Candan mengelus-elus pantat Edna dansesekali meremas payudara Edna dari belakang. Melihat keadaan Edna seperti itu,pak Candan semakin bersemangat mengebor liang Memek Edna. Memek Edna masihsangat sempit. Kemudian Pak Tayen menampar payudara Edna yang kiri dan kananberkali-kali, sehingga payudara Edna berwarna kemerahan dan membuat Edna merasaperih dan kesakitan. Kemudian Pak Ustin berlutut di belakang pantat Edna danmulai mencoba memasukkan Kontolnya ke lubang anus Edna yang sangat sempit. Benerkata Pak Candan" Kata Pak Ustin. Kini Edna dipaksa mengulum dan menjilatKontol Pak Sarngin. Ia berada dibelakang Edna dengan posisi menghadap punggungEdna. Pak Ustin merasa Kontolnya lecet didalam pantat Edna. Seperempat jamlamanya Pak Ustin menyodomi Edna, waktu yang lama bagi Edna yang semakintersiksa itu. Edna berteriak-teriak kesakitan. Dan Pak Sarngin menyemburkanpejunya di dalam mulut Edna.

Setelah Pak Ustin mencabut Kontolnya dari anus Edna, lalu Pak Pangor mengambilkursi dan duduk di atasnya. Dia menarik Edna mendekati dan mengangkat tubuh Ednalalu memposisikan mengangkangi Kontolnya menghadap dirinya. Pak Pangor kemudianmengarahkan Kontolnya ke Memek Edna, dan kemudian memaksa Edna untuk duduk diatas pangkuannya, sehingga seluruh Kontol Pak Pangor langsung masuk ke dalam MemekEdna.

"Aohh, oouuhh, sakii..itt, udahh, Paak, ngiluu paakk", Edna mengerangkesakitan.
Setelah itu, Edna dipaksa bergerak naik turun, sementara Pak Pangor meremas danmenjilati kedua payudara dan puting payudara Edna. Sesekali Pak Pangor menyuruhEdna untuk menghentikan gerakannya untuk menahan orgasmenya. Pak Pangor dapatmerasakan Memek Edna berdenyut-denyut seperti memijat Kontolnya, dan dia jugadapat merasakan kehangatan Memek Edna yang sudah basah.

Pak Pangor masih belum puas. Dia memiringkan tubuh Edna lalu mengangkat kakikanan Edna ke bahunya dan mulai menyodok-nyodokan Kontolnya di liang kemaluan Edna.Edna menahan sakit bercampur nikmat itu dengan menggigit bibirnya sendirihingga berdarah, wajahnya yang sudah penuh air mata dan memar bekas tamparanitu tidak membuat iba gurunya itu. Pak Pangor tanpa kenal ampun berkali-kalimenghujamkan senjatanya dengan sepenuh tenaga. Temannya yang gendut itu jugamenjilati payudara Edna yang bergoyang-goyang akibat irama pinggul Pak Pangor,lidahnya bermain-main di ujung putingnya yang sudah sangat keras. Pak Pangortidak dapat bertahan lama, karena dia sudah sangat terangsang sebelumnya ketikamelihat Edna diperkosa oleh para rekannya, sehingga dia langsung memuncratkanspermanya kedalam Memek Edna. Edna kembali merasakan kehangatan yang mengalirdi dalam Memeknya.

Selanjutnya, Pak Gatot yang mengambil giliran untuk memperkosa Edna. Diamenarik Edna dari pangkuan Pak Pangor, kemudian dia sendiri tidur telentang dilantai. Edna disuruh untuk berlutut dengan kaki mengangkang di atas Kontol PakGatot. Kemudian secara kasar Pak Gatot menarik pantat Edna turun, sehingga MemekEdna langsung terhunjam oleh Kontol Pak Gatot yang sudah berdiri keras.

"Akkhh, aakkhh, oogghh,". teriakan memilukan keluar dari mulut Edna.
Kontol Pak Gatot, yang jauh lebih besar daripada Kontol-Kontol sebelumnyameskipun tubuhnya pendek yang memasuki Memek Edna, masuk semuanya ke dalam MemekEdna, membuat Edna kembali merasakan kesakitan karena ada benda keras yangmasuk jauh ke dalam Memeknya. Edna merasa Memeknya dikoyak-koyak oleh KontolPak Gatot. Pak Gatot memaksa Edna untuk terus menggerakkan pinggulnya naikturun, sehingga Kontol Pak Gatot dapat bergerak keluar masuk Memek Edna denganleluasa. Kedua Payudara Edna besar menggantung bebas, naik turun seiramatubuhnya.

Kemudian Pak Gatot menjepit kedua puting payudara Edna dan menariknya ke arahdadanya, sehingga kini payudara Edna berhimpit dengan dada Pak Gatot. Pak Gatotbenar-benar terangsang saat merasakan kedua payudara Edna yang kenyal danhangat menempel rapat ke payudaranya. Melihat posisi seperti itu, Pak Ustin melepasikat pinggangnya dan mulai mencambuk punggung dan bongkahan pantat Ednabeberapa kali.

"Akkhh, aakhh, damn, shitt", Edna kembali merasakan perih luar biasapada punggung, pantat, dan pahanya.
Cambukan Pak Ustin sangat keras sehingga membuat garis lurus merah di kulitpunggung pantat, dan paha Edna.

Walaupun cambukan itu tidak terlalu keras, namun Edna tetap merasakan perih danpanas di punggung dan pantatnya, sehingga dia berhenti menggerakkan pinggulnya.Merasakan bahwa gerakan Edna terhenti, Pak Gatot marah. Kemudian diamencengkeram kedua belah pantat Edna dengan tangannya, dan memaksanya bergeraknaik turun sampai akhirnya Edna menggerakkan sendiri pantatnya naik turunsecara refleks. Pak Gatot mencengkram pinggul Edna, lalu membuat goyanganmemutar sehingga ia merasakan sensasi luar biasa dengan goyangan mengebor Ednaitu.

"Oohh, sshh, shh", Pak Gatot mendesah kenikmatan, sambil merasakanpantat Edna yang empuk basah menduduki selangkanganya.
Ketika Pak Gatot hampir mencapai klimaks, dia memeluk Edna dan berguling,sehingga posisi mereka kini bertukar, Edna tidur di bawah dan Pak Gatot diatasnya. Sambil mencium bibir Edna dengan sangat bernafsu dan meremas payudara Edna,Pak Gatot terus menggenjot Memek Edna. Tidak lama kemudian gerakan Pak Gatot terhenti.Pak Gatot mencabut Kontolnya keluar dari Memek Edna dan segera menyemprotkanspermanya di sekitar bibir Memek Edna. Kemudian dia menarik tangan kanan Ednadan memaksa Edna untuk meratakan sperma yang ada di sekitar Memeknya dengantangannya sendiri.

Setelah itu Pak Heru, guru kimianya maju mengambil giliran memperkosa Memek muridnya Edna.Ia mengangkat kedua kaki Edna dan menyandarkannya diatas bahunya, Pak Herumenempelkan kepala Kontolnya di mulut Memek Edna. Dengan kasar Pak Herumenyodokkan Kontolnya dengan keras kedalam liang peranakan Edna. Lalu ia mulaimenggenjotnya. Hampir sepuluh menit Pak Heru memompa Memek Edna dengan kasar,membuat Memek Edna semakin terasa licin dan longgar. Sebelum mencapaipuncaknya, Pak Heru mencabut Kontolnya dari Memek Edna dan memaksa Edna untukmembuka mulutnya lebar-lebar untuk menampung spermanya. Setelah itu, Pak Herumemaksa Edna untuk berkumur dengan spermanya dan kemudian menelannya. Semuaorang disitu tertawa senang melihat itu, sementara Edna menahan jijik dan rasamalu yang luar biasa karena diperlakukan dengan hina seperti itu. Kini wajah Ednaterlihat gelagapan oleh sperma milik Pak Heru.

Semua posisi yang mungkin dibayangkan dalam hubungan seks sudah dipraktekkanoleh para Guru Edna terhadap tubuh Edna. Kali ini Edna tidak kuat lagi menahanorgasmenya yang ke 20, dan dia mengalami orgasme hebat, namun tidak sehebatyang pertama. Cairan Memeknya sudah mulai habis. Rongga Memeknya mulaimengering, karena cairan Memeknya sudah hampir habis dkeluarkan. Edna merasakansakit luar biasa pada rongga Memeknya. Ditambah Kontol para gurunya yang takhenti-hentinya menyodok dan menggesek rongga Memeknya yang kering, sehinggamembuat rongga Memeknya lecet dan sobek. Hanya darah dari luka di rongga Memeknyalah yang membasahi daging kemaluannya dan burung yang tengah bersarangdidalamnya.

Setelah delapan gurunya selesai memperkosa dirinya untuk kesekian kalinya, Ednaakhirnya pingsan karena kecapaian dan karena kesakitan yang menyerang seluruhtubuhnya terutama di Memek, anus dan juga kedua buah payudaranya. Edna telahdiperkosa habis-habisan selama kurang lebih 7 jam oleh guru-gurunya. Dansemua kejadian itu direkam oleh Pak Candan. Lebih-lebih ketika posisi kedua tangan Edna yang terikat digantung keatas. PakAndi menjilati dan menciumi ketiak Edna.

"Mmuuahh, ketek lo bagus banget sih, rasanya asin tapi gurih dan baunyaharuumm"
Liur pak Andi membasahi ketiak Edna. Edna kembali disetubuhi dari 2 arah tentusaja lubang anus dan Memeknya. Edna kini hanya bisa menggigit bibir sambilkakinya menendang-nendang ke segala arah, sambil sesekali seperti orangmengejan.

"Ouughh, arrkhh, ouhh, udah paa..ak perih, sakiitt, ouughh, aa, akh"
Edna terus berontak seperti orang kesetanan. Karena pantat Edna mulai mengering,Pak Andi kembali membasahi pantat Edna dan batang Kontolnya sendiri denganminyak goreng agar licin. Pak Andi menyodomi Edna untuk ke 4 kalinya.Dilanjutkan dengan Pak Ustin lagi, yang senang sekali main sodomi. Apalagidapat pantat semontok pantat Edna, ia semakin bernafsu menghancurkan anus Edna(Anal Destruction).

Kemudian mereka kembali menelentangkan Edna di lantai, lalu mereka maju semuamencari bagian-bagian tubuh Edna yang bisa di gunakan untuk memuaskan kontolkontol mereka. Pak Ustin memasukkan Kontolnya ke dalam mulut Edna, dan memaksamengulumnya. Pak Candan menyarangkan Kontolnya ke dalam memek Edna yangberdarah-darah. Pak Andi melesakkan Kontolnya yang super besar dan panjang ituke dalam lobang pantat Edna yang sudah hancur. Pak Gatot menjepitkan Kontolnyadi antara belahan payudara Edna, kemudian menggosok-gosoknya sambil memelintirdan menarik puting payudara Edna yang coklat mungil dan membengkak. Pak Sarnginmenaruh Kontolnya di tengah-tengah ketiak kanan Edna yang gemuk putih denganbeberapa helai rambutnya, lalu menjepitnya dan memaju mundurkan Kontolnya didalam jepitan ketiak Edna. Sedangkan Pak Tayen melakukan hal yang sama sepertiyang dilakukan Pak Sarngin dengan Menjepitkan Kontolnya ke ketiak Edna yangsebelah kiri. Sedangkan Pak Heru Meraih tangan kanan Edna, kemudian memaksatangannya mencengkram Kontolnya lalu membantu tangan Edna untuk mengocoknya.Yang terakhir yaitu Pak Pangor, melakukan hal yang sama seperti yang dilakukanoleh Pak Heru dengan tangan Kiri Edna.

Akhirnya Edna yang sudah tidak kuatpun pingsan, dengan Memek dan anusnya yangdalam keadaan rusak parah, dan terus mengeluarkan darah, sisa sperma, dan sisacairan Memek dan pantatnya. Kedua payudaranya bengkak memerah dan lecet-lecet,puting payudaranya yang coklat mungil sobek. Darah dan sperma bercecerandimana-mana. Sudah puas para guru tersebut, mereka membersihkan diri lalumeninggalkan tubuh Edna yang bugil dan berlepotan darah dan sperma dalamkeadaan pingsan.
 
Setelah para guru guru gila itu pergi, muncullah beberapa siswa pria di sekolah Ednayang diam-diam mengikuti gurunya. Rupanya rencana mereka (para guru rusak) itu terendus oleh para teman-teman lelaki Edna, dan merekapun ber-sembilan sepakat untuk menguntit rencana hebat para gurunya. Ketika menemui tubuh Edna yang pingsan dalamkeadaan telanjang bulat. Mereka mulai memperkosa tubuh Edna yang masih tidaksadar. Satu diantara mereka menelepon teman-temannya di sekolah. Sekitar 20menit kemudian datanglah sekitar 40 siswa laki-laki di sekolah Edna. Lalumereka mulai menikmati tubuh Edna secara bergantian ataupun bersama-sama.Ketika sadar, Edna hanya bisa teriak dan memohon, ia tidak punya cukup tenagauntuk melawan. Ia hanya bisa menyaksikan dirinya diperkosa oleh teman-temannyasendiri. Teman-temannya yang sudah lama bermimpi bisa menyetubuhi Edna,akhirnya tercapai juga.

Setelah puas semua, mereka meninggalkan tubuh Edna yang pingsan lagi untukkesekian kalinya. Liang Memeknya sudah menganga sangat lebar, merahmembengkak, dan sudah tidak berbentuk lagi. Dengan darah segar yang terusmengalir dari liang Memeknya. Liang pantatnya pun sudah sangat lebar dengankeadaan rusak parah dengan bentuk berantakan, dengan darah, sperma dan cairankekuningan yang keluar terus menerus dari liang pantatnya. Dan dari sela-selabibirnya mengalir sperma dan air liur dari dalam mulutnya. Wajahnya tetapcantik dengan masih mengenakan kacamata selama ia diperkosa. Tetapi menampakkanpenderitaan yang begitu berat.

Karena merasa kasihan, beberapa temannya mengantarkan Edna ke kostnya. Ednaselalu merasakan perih dan rasa sakit yang teramat sangat ketika ia harus buangair kecil. Karena liang pengeluaran air seninya masih bengkak dan agak tertutuplipatan daging mulut Memeknya yang sobek. Dan juga ketika buang air besar,karena lobang pantatnya membuka sangat lebar dan belum mau menutup kembali.Jadi setiap saat, anusnya mengeluarkan kotorannya tanpa Edna sadari.

Setelah peristiwa tersebut, Edna si-gadis malang berkacamata itu terus mengunci diri didalam kamar kostnya. Diammembisu ketika ditanyai oleh teman ataupun keluarganya. Beberapa hari kemudian Ednapulang ke kota asalnya di Bogor, dan kembali ke lingkungan keluarganya. Edna mengalami shock berat, dantidak bisa melanjutkan sekolahnya. Sementara para guru yang memperkosa Edna,bebas beraktivitas karena Edna tidak berani memberi kesaksian. Ednaterperangkap dalam trauma perkosaan selama hidupnya. Sedangkan paraguru yang memperkosanya masih sibuk mencari mangsa siswinya yang lain.


***
The End!

Edna, ABG cantik berkacamata
Rusak! Dimana cerita dewasa ngentot; para guru guru perkosa murid nya sendiri ini benar-benar perbuatan yang sangat tidak pantas, perbuatan amoral para oknum guru, kepala sekolah dan wakepsek yang tergiur akan keindahan dan kemolekan tubuh siswinya. Sebut saja sang korban bernama Edna (disamarkan), Si-gadis ABG cantik berkaca mata yang harus memuaskan kontol-kontol para gurunya. Edan! Selamat membaca cerita cerita dewasa "guru guru perkosa murid".

Edna, ABG cantik berpostur tinggi,sexy dan putih mulus. Gadis berkacamata ini cukup pintar dan rajin dalammengerjakan suatu pelajaran. Dia dikenal sebagai gadis nomor satu disekolahnya.Sifatnya yang tomboy memudahkan para teman prianya untuk menikmati tubuh Ednadengan memandangi payudara, paha, pinggul, ketiak dan pantatnya yang besar.Karena Edna sangat mudah bergaul dengan anak cowok. Tinggi Edna sekitar 164cm,dan beratnya 53Kg. Edna memang mempunyai tubuh yang paling sempurna disekolahnya. Dengan ukuran BH 35C, ia kadang tidak memakai BH untuk menyangga payudaranyaketika bermain basket dengan teman-temannya.

Para teman cowoknya yang beruntungsaat itu, akan dapat menikmati pemandangan yang membuat jakun pria naik turun.Mereka berharap bisa menjamah kantong payudara itu, dan meminum payudaranya.Meskipun tidak mengenakan BH, payudara Edna yang hanya ditutupi kaos terlihatkencang dan tegak. Itu karena Edna rajin berolahraga, baik itu push-up, sit-up,jogging, basket, dll. Sehingga payudaranya pun sangat padat dan kenyal. Tapiyang paling menonjol adalah buah pantatnya yang besar dan luar biasa montok.

Edna terpilih mempunyai pantatterindah oleh teman-teman cowoknya. Disamping itu Edna selalu memakai rokbirunya yang ketat, pantatnyapun bergantian naik-turun ketika ia berjalan.Garis celana dalamnya tercetak jelas di belakang roknya, menandakan betapapadat dan montoknya pantatnya.

Selama proses belajar mengajar, para guru lelaki yang mengajarnya seringmemperhatikan Belahan payudara Edna yang kadang terlihat sedikit menyembulkeluar, dan roknya yang tersingkap sehingga pahanya yang putih mulus terpampangjelas dimata gurunya. Edna kadang sengaja membiarkan beberapa bagian tubuhnya untukdinikmati.

Edna memiliki pinggul yang seksi,pantat yang sekal dan paha yang besar dan gempal menggairahkan. bahkan tidakjarang murid-murid lelaki yang nekat onani/coli dikelas ketika sedang jampelajaran, karena tidak tahan melihat paha atau pantat Edna didepannya. Ednasangat bersemangat disekolahnya. Ia aktif mengikuti kegiatan ekstra disekolahnya seperti pramuka dan paskibraka. Edna sekolah di sebuah Sekolah Menengah Umum (SMA) swastayang favorite dikotanya.

Pagi sekali sekitar Edna sudah menunggu angkot menuju sekolahnya, jarak sekolahnya tidakterlalu jauh sekitar empat kilo. Apalagi nanti ada upacara dan Edna merupakan orang penting di acara pengibaran bendera tersebut. Tiba-tiba ketika Ednasedang asik menunggu angkot sambil membaca majalah remaja favoritnya, seseorangdengan mobil Estilo menghampirinya.
"Halo Edna lagi nunggu angkutan kota ya?" Tanya si pengendara mobil itu yang ternyataadalah Pak Candan guru bahasa Inggrisnya.
"Lho Bapak kok jam segini sudah berangkat?" tanya Edna spontan.
"Iya nih! saya habis nginap di tempat saudara, takutnya telat. Kalo mo kesekolah, ayo ikut Bapak saja" ajak Pak Candan.
Karena Edna sudah kenal dekat dengan Pak Candan. Akhirnya mau juganebeng Pak Candan. Tapi Edna tidak tahu disitulah awal bencana bagi Edna.
"Edna,  nggak keberatan kan kalaukita mampir dulu ke rumah adik saya dulu, soalnya saya baru ingat ada beberapa nilailembar kerja siswa tertinggal di sana?" Pak Candan membuat alasan.
"Iya Pak tapi cepetan yah, biar Edna ga terlambat, soalnya hari ini sayaharus bersiap-siap jadi pengibar bendera"
Pak Candan mempercepat laju mobilnya sangat tinggi dan arahnya ke rumah kosongdi pedesaan yang jarang terjamah orang. Sesampainya disitu Edna ditarik dengan paksa masuk ke dalam rumah kosong dandisitu sudah ada Pak Litton, Pak Ustin yang merupakan wali kelas Edna yangsudah lama mengamati Edna dan nggak ketinggalan kepala sekolah Pak Tayen danwakil kepala sekolahnya Pak Sarngin. Mereka semua nampaknya sudah menunggu sejaklama.

"Halo Edna, sudah ditunggu dari tadi lho?", seru salah seorang darimereka.
"Apa-apaan nih? Apa yang Bapak-Bapak lakukan disini?", Edna mulaikebingungan.
Edna menjerit karena dia mulai digerayangi.
"Eh bandot tua! Jangan coba-coba sentuh saya ya!".
"Diam, kamu! Mau  lulus nggak?Berani melawan perintah gurumu yah", kata Pak Tayen selaku guruMatematika.
Edna mencoba melawan dengan memukuli dan menendang gurunya. Tapi Edna kalahsetelah ia dihantam perutnya oleh Pak Ustin guru olahraganya, dan di gamparpipinya berkali-kali sampai Edna kelenger hingga merah dan bibirnya berdarah. Ednameringis kesakitan.

"Nah sekarang emut dan hisep Kontol saya, Kontol Pak Candan, Kontol Pak Ustindan Pak Sarngin yang kenceng nyedotnya, kalo nggak saya obrak-abrik rahim kamubiar nggak bisa punya anak, Mau?",Karena ketakutan akhirnya Edna mengulum Kontol guru gurunya. 
Edna menyedot Kontolgurunya satu-persatu dengan bibirnya yang merah dan mulutnya yang mungil, sambiltangannya menggenggam Kontol para Bapak guru sambil mengocok-ngocoknya.

"Nah gitu terus yang enak ayo jangan berhenti, telen pejuhnya biar kamutambah pinter", seru Pak Candan.
"Mmmphh, slerrpp, mmhh" Dengan terpaksa Edna menghisap Kontol-Kontolmereka sampe mereka semua berkelojotan.
"Edan, nih cewek nyepongnya mantep banget Edna, kamu pasti sudah seringnyepongin Kontol temen-temen kamu yah? Ahahaha...."
Satu persatu para guru rusak ini menyemburkan sperma mereka ke dalam mulut Edna, danmengalir ke tenggorokannya. Walaupun Edna hampir muntah mereka memaksa Edna untukmenelan pejuh kelima guru-gurunya. Edna masih tak percaya mengoral kontol para gurunyasendiri. Wajah Edna mulai terlihat kelenger lagi, sepertinya ia mabuk peju danmerasakan mual pada perutnya. Setelah mereka puas memperkosa mulut Edna ternyata mereka langsung menelanjangiEdna. Pak Sarngin memegang kedua tangan Edna, Pak Tayen memelorotkan rokabu-abunya, Pak Ustin merobek pakaian dan kutang Edna.

"Nih murid teteknya putih banget, gede lagi, putingnya coklat pasti manisnih Wahh, kenyal sekali, lembut banget Bapak-Bapak" Pak Ustin mengomentaripayudara Edna, sambil mulai meremas-remas payudara Edna. Dalam sekejap Edna sudah dalam keadaan tanpa busana.
"Jangan pak jangan, atau saya akan melapor ke polisi", seru Ednasambil teriak.
"Ooo, coba saja nanti, sekarang sebaiknya kamu persiapkan diri kamu untukmenerima pelajaran khusus" Seru Pak Tayen sambil menjambak rambut Edna.
Edna sekarang hanya mengenakan celana dalam putih saja. Ketika Pak Tayen hendak beraksi tiba-tiba Pak Candan protes, "karena sayayang dapat perek ini maka saya duluan yang memperkosanya."
Tanpa membuang waktu lagi kini diputarnya tubuh Edna menjadi tengkurap, keduatangannya yang ditarik kebelakang menempel dipunggung sementara dada danwajahnya menyentuh kasur. Kedua tangan kasar Pak Candan itu kini mengelus ngelus bagian pantat Edna, dirasakan olehnya pantat Edna yang sekal. Sesekalitangannya menampar pantat Edna dengan keras, bagai seorang Ibu yang tengahmenyabet pantat anaknya yang nakal "Plak, Plak, Plak!!".



"Wah sekal sekali pantat kamu Edna, kenyal, gila nih Tey, paha murid kitasatu ini gede amat. Putihnyaaaaa.. ya ampun, banyak bulu-bulu halusnya lagi dipahanya" ujar Pak Candan sambil terus mengusap-usap dan memijit-mijitpantat Edna sambil sesekali mencabuti bulu-bulu di paha Edna yang putih gempalitu.
Edna mengaduh kesakitan.
"Bakal mabuk nih kita nikmatin pantat segede gini, seperti bokong sapiaja."
"Montoknyaaaaaaaaa, ya ampun, gede, kenyal lagi" sambil memijatpantat Edna yang memerah karena tamparan tangan Pak Candan.
Pak Sarngin lalu menjilati dan menggigiti bongkahan pantat si Edna.
"Aakhh, keparat, jangan sentuh pantat gue", Edna membentak mereka.
"Plakk" sebuah tamparan sangat keras ke pipi Edna.
"Diam kamu, pelacur pengin saya rontokin gigi putih kamu!!", Pak Sarnginbalas membentak.
Edna hanya diam pasrah, sementara tangisannya mulai terdengar. Tangisnyaterdengar semakin keras ketika tangan kanan Pak Candan secara perlahan-lahanmengusap kaki Edna mulai dari betis naik terus kebagian paha lalu mengelus-eluspaha mulus putih Edna dan akhirnya menyusup masuk kedalam roknya hinggamenyentuh kebagian selangkangannya.
"Jangan Paaaaa'! Saya mohon, saya masih perawan", Edna memelas ketakutan.
Sesampainya dibagian itu, salah satu jari tangan kanan Pak Candan, yaitu jaritengahnya menyusup masuk kecelana dalamnya dan langsung menyentuh vagina Edna.Kontan saja hal ini membuat badan Edna agak menggeliat, dia mulai sedikitmeronta-ronta, namun jari tengah Pak Candan tadi langsung menusuk liang Memek Edna.
"Egghhmm, oohh, shitt, shitt", Edna menjerit badannya mengejangtatkala jari telunjuk Pak Candan masuk ke liang memeknya.
Badan Edna pun langsung menggeliat-geliat seperti cacing kepanasan, ketika Pak Candanmemainkan jarinya itu didalam liang Memek Edna. Nafas Edna terengah-engahsambil mengerang kesakitan.
Dengan tersenyum terus dikorek-koreknyalah liang Memek Edna, sementara itubadan Edna menggeliat-geliat jadinya, matanya merem-melek, mulutnyamengeluarkan rintihan-rintihan yang keluar dari mulutnya itu Pak Candanmenciumi bibir Memek Edna sambil sesekali memasukkan lidahnya kedalam liang MemekEdna, kepala Pak Candan menghilang di bawah selangkangan Edna sambil keduatangannya dari bawah meremas-remas pantat Edna. Sementara Pak Sarngin meremaspayudara kanan Edna, dan mulutnya mengulum payudara Edna satunya lagi.

"Pak Candan, payudara murid kesayanganmu ini gurih sekali, harum lagi,kualitas nomer satu".
Pak Sarngin asyik menyantap payudara Edna, yang ranum padat dan kenyal sekali.
"Ehhmmpphh, mmpphh, ouughh, sakii..iit, paa..ak".
Edna terus mengerang kesakitan pada kedua buah payudaranya dan kenikmatan padakemaluannya. Setelah beberapa menit lamanya, kemaluan Ednapun menjadi basaholeh cairan kewanitaannya, Pak Candan kemudian mencabut jarinya.

Melihat Edna yang meronta-ronta, Pak Candan semakin bernafsu dan dia segeramenghunjamkan Kontolnya ke dalam Memek anak didiknya yang masih perawan. Walaupun Memek Ednasudah basah oleh air liur Pak Candan dan cairan Memek Edna yang keluar, namunPak Candan masih merasakan kesulitan saat memasukkan Kontolnya, karena Memek Ednayang perawan masih sangat sempit. Edna hanya dapat menangis dan berteriakkesakitan karena keperawanannya yang telah dia jaga selama ini akan direnggutdengan paksa seperti itu oleh gurunya sendiri. Lalu dengan ngacengnya Pak Candanmemasukkan batang Kontolnya lagi.

"Auw aduh duh sshh, saakkii..iitt, pakk.. ammpuu..uunn", terdengarsuara dari mulut Edna yang terlihat kesakitan.
Dia mulai menangis sambil mendesah menikmati Kontol Pak Candan yangmengaduk-aduk liang peranakannya. Terlihat jelas raut wajah Edna yang menahansakit luar biasa pada selangkangannya.
Edna sekarang lebih terdengar suara tertahan ketika Kontol disodok-sodokkan kelubang memeknya.

"Awwwwww... oh uhhhh......jangan, uh, duh Pa', ampunn Paaaaaaaaaa'!!", ternyata Ednaorgasme.
Sungguh mengasyikan melihat expresi Edna yang merem-merem sambil menggigitbibir bawahnya. Pak Candan terus menggenjot memek Edna. Menit-menitpun berlaludengan cepat, masih dengan sekuat tenaga Pak Candan terus menggenjot tubuh Edna,Ednapun nampak semakin kepayahan karena sekian lamanya Pak Candan menggenjottubuhnya. Rasa pedih dan sakitnya seolah telah hilang, erangan dan rintihanpunkini melemah, matanya mulai setengah tertutup dan hanya bagian putihnya sajayang terlihat, sementara itu bibirnya menganga mengeluarkan alunan-alunanrintihan lemah, "Ahh, ahh, oouuhh".

****

Cerita Dewasa kita kali ini tentang Cerita dewasa perkosaan "Cerita Ngentot Perkosaan, Ngentot Anak SMA 17 Tahun". Adapun tokoh² dalam cerita dewasa ini diperankan oleh 7 orang masing² Nanang, Joko, Bejon, Tono, Jaka, Nano dan Cariza sendiri sebagai tokoh utama (korban) Perkosaan. Para Mania Cerita Ngentot, selamat menikmati : Cerita Ngentot Perkosaan, Ngentot Anak SMA 17 Tahun.

Pembaca Cerita Dewasa, Perkenal kan aku Cariza. Saat cerita tragis ini terjadi saat usiaku masih 17 tahun. Waktu itu, aku duduk di kelas dua SMA swasta yang amat terkenal di Surabaya. Aku seorang Chinese, tinggi 160 cm, berat 45 kg, rambutku hitam sepunggung. Kata orang², wajahku sangat cantik dan menjadi idol di sekolahku, tubuhku sangat ideal. Namun karena itulah aku mengalami malapetaka sialan di hari Sabtu, tanggal delapan belas Desember.

Seminggu setelah perayaan Ulang tahun ku yang ke-17 ini, dimana aku akhirnya mendapatkan SuratIzinMengemudi karena sudah cukup umur, maka aku ke sekolah dengan mengendarai mobilku sendiri, mobil Nanangah ultahku. Sepulang sekolah, jam menunjukkan waktu 7,30 Malam (aku sekolah siang, jadi pulangnya begitu malam), aku merasa perutku sakit, jadi aku ke WC dulu. Karena aku bawa mobil sendiri, jadi dengan santai aku buang air di WC, tanpa harus kuatir merasa sungkan dengan sopir yang menungguku. Tapi yang mengherankan dan sekaligus menjengkelkan, aku harus bolak balik ke wc sampai 5 kali, mungkin setelah tak ada lagi yang bisa dikeluarkan, baru akhirnya aku berhenti buang air. Namun perutku masih terasa mulas. Maka aku memutuskan untuk mampir ke UKS sebentar dan mencari minyak putih. Sebuah keputusan fatal yang harus kubayar dengan kesucianku.

Aku masuk ke ruang UKS, menyalakan lampunya dan menaruh tas sekolahku di meja yang ada di sana, lalu mencari cari minyak putih di kotak obat. Setelah ketemu, aku membuka kancing baju seragamku di bagian perut ke bawah, dan mulai mengoleskan minyak putih itu untuk meredakan rasa sakit perutku. Aku amat terkejut ketika tiba tiba tukang sapu di sekolahku yang bernama Nanang membuka pintu ruang UKS ini.

Aku yang sedang mengolesi perutku dengan minyak putih, terkesiap melihat dia menyeringai, tanpa menyadari 3 kancing baju seragamku dari bawah yang terbuka dan memperlihatkan perutku yang rata dan putih mulus ini. dan belum sempat aku sadar apa yang harus aku lakukan, ia sudah mendekatiku, menyergapku, menelikung tangan kananku ke belakang dengan tangan kanannya, dan membekap mulutku erat erat dengan tangan kirinya. Aku meronta ronta, dan berusaha menjerit, tapi yang terdengar cuma “eeemph… eeemph…”. Dengan panik aku berusaha melepaskan bekapan pada mulutku dengan tangan kiriku yang masih bebas. Namun apa arti tenaga seorang gadis yang mungil sepertiku menghadapi seorang lelaki yang tinggi besar seperti Nanang ini? Aku sungguh merasa tak berdaya.

“Halo Neng Cariza… kok masih ada di sekolah malam malam begini?” tanya Nanang dengan menjemukan. Mataku terbelalak ketika masuk lagi tukang sapu yang lain yang bernama bernama Joko. “Bejoooonnn!!!”, ia melongok keluar pintu dan berteriak memanggil satpam di sekolahku. Aku sempat merasa lega, kukira aku akan selamat dari cengkeraman Nanang, tapi ternyata Joko yang mendekati kami bukannya menolongku, malah memegang pergelangan tangan kiriku dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya mulai meremasi payudaraku. “Wah baru kali ini ada kesempatan pegang susu amoy.. ini Neng Cariza yang sering kamu bilang itu kan Nang?” tanya Joko pada Nanang, yang menjawab “iya Yok, amoy tercantik di sekolah ini. Betul gak?” tanya Nanang. Sambil tertawa Joko meremas payudaraku makin keras.


Aku menggeliat kesakitan dan terus meronta berusaha melepaskan diri sambil berharap semoga Bejon yang sering kuberi tips untuk mengantrikan aku bakso kesukaanku tiap istirahat sekolah, tidak setega mereka berdua yang sudah seperti kerasukan iblis ini. Tapi aku langsung sadar aku dalam bahaya besar. Yang memanggil Bejon tadi itu kan Joko. Jadi sungguh bodoh bila aku berharap banyak pada Bejon yang kalau tidak salah memang pernah aku temukan sedang mencuri pandang padaku. Ataukah… ?

Beberapa saat kemudian Bejon datang, dan melihatku diperlakukan seperti itu, Bejon menyeringai dan berkata, “Dengar! Kalian jangan gegabah.. Neng Cariza ini kita ikat dulu di ranjang UKS ini. Setelah jam 7 malam, gedung sekolah ini pasti sudah kosong, dan itu saatnya kita berpesta kawan kawan!”. Maka lemaslah tubuhku setelah dugaanku terbukti, dan dengan mudah mereka membaringkan tubuhku di atas ranjang UKS. Kedua tangan dan kakiku diikat erat pada sudut sudut ranjang itu, dan dua kancing bajuku yang belum lepas dilepaskan oleh Nanang, hingga terlihat kulit tubuhku yang putih mulus, serta bra warna pink yang menutupi payudaraku. Aku mulai putus asa dan memohon “Pak Bejon.. tolong jangan begini pak..”. Ratapanku ini dibalas ciuman Bejon pada bibirku. Ia melumat bibirku dengan penuh nafsu, sampai aku megap megap kehabisan nafas, lalu ia menyumpal mulutku supaya aku tak bisa berteriak minta tolong. “Neng Cariza, tenang saja. Nanti juga Neng bakalan merasakan surga dunia kok”, kata Bejon sambil tersenyum memuakkan.

Kemudian Bejon memerintahkan mereka semua untuk kembali melanjutkan pekerjaannya, dan mereka meninggalkanku sendirian di ruang UKS sialan ini. Bejon kembali ke posnya, Nanang dan Joko meneruskan pekerjaannya menyapu beberapa ruangan kelas yang belum disapu. Dan aku kini hanya bisa pasrah menunggu nasib.

Aku bergidik membayangkan apa yang akan mereka lakukan terhadapku. Dari berbagai macam cerita kejahatan yang aku dengar, aku mengerti mereka pasti akan memperkosaku ramai ramai. Sakit perutku sudah hilang berkat khasiat minyak putih tadi. Detik demi detik berlalu begitu cepat, tak terasa setengah jam sudah berlalu. Jam di ruang UKS sudah menunjukkan Jam 7 malam ini.

tibalah saatnya aku dibantai oleh mereka. Nanang masuk, diikuti Joko, Bejon, dan celakanya ternyata mereka mengajak 2 satpam yang lain, Tono dan Jaka. “Hai amoy cantik.. sudah nggak sabar menunggu kami ya?”, kata Nanang. Dengan mulut yang tersumpal sementara tangan dan kakiku terikat, aku hanya bisa menggeleng nggelengkan kepala, dengan air mata yang mengalir deras aku memandang mereka memohon belas kasihan, walaupun aku tahu pasti hal ini tak ada gunanya. Mereka hanya tertawa dan dengan santai melepaskan baju seragam sekolahku, hingga aku tinggal mengenakan bra dan celana dalam yang warnanya pink.

Mereka bersorak gembira, mengerubutiku dan mulai menggerayangi tubuhku, tanpa aku bisa melawan sama sekali. Aku masih sempat memperhatikan, betapa kulit mereka itu hitam legam dan kasar dibandingkan kulitku yang putih mulus, membuatku sedikit banyak merasa jijik juga ketika memikirkan tubuhku dikerubuti mereka, untuk kemudian perkosa ramai² tanpa ampun..

Aku terus meronta, tapi tiba tiba perasaanku tersengat ketika jari-jari Bejon menyentuh selangkanganku, menekan nekan klitorisku yang masih terbungkus celana dalam. Aku tak tau sejak kapan, tapi bra yang aku pakai sudah lenyap entah kemana, dan payudaraku diremas remas dengan brutal oleh Nanang dan Joko, membuat tubuhku panas dingin tak karuan. Selagi aku masih kebingungan merasakan sensasi aneh yang melanda tubuhku, Tono mendekatiku, melepas sumpalan pada mulutku, dan melumat bibirku habis habisan.

Ya ampun.. aku semakin gelagapan, apalagi kemudian Jaka meraba dan membelai kedua pahaku. Dikerubuti dan dirangsang sedemikan rupa oleh lima orang sekaligus, aku merasakan gejolak luar biasa melanda tubuhku yang tanpa bisa kukendalikan, berkelojotan dan mengejang hebat, berulang kali aku terlonjak lonjak, ada beberapa saat lamanya tubuhku tersentak sentak, kakiku melejang lejang, rasanya seluruh tubuhku bergetar. “oh.. oh… augh.. ngggg.. aaaaaaagh…” aku mengerang dan menjerit keenakan dan keringatku membanjir deras. Lalu aku merasa kelelahan dan lemas sekali, dan mereka menertawakanku yang sedang dilanda orgasme hebat. “Enak ya Neng? Hahaha… nanti Neng pasti minta tambah”. Aku tak melihat siapa yang bicara, tapi aku tahu itu suara Joko, dan aku malas menanggapi ucapan yang amat kurang ajar dan merendahkanku itu.

Kemudian Bejon berkata padaku, “Neng Cariza, kami akan melepaskan ikatanmu. Jika Neng tidak macam macam, kami akan melepaskan Neng setelah kami puas. Tapi jika Neng macam macam, Neng akan kami bawa ke rumah kosong di sebelah mess kami. Dan Neng tahu kan apa akibatnya? Di situ Neng tidak hanya harus melayani kami berlima, tapi seluruh penghuni mess kami. Mengerti ya Neng?”.

Mendengar hal itu, aku hanya bisa mengangguk pasrah, dan berharap aku cukup kuat untuk melalui ini semu. “Iya pak. Jangan bawa saya ke sana pak. Saya akan menuruti kemauan bapak bapak. Tapi tolong, jangan lukai saya dan jangan hamili saya. Dan lagi, saya masih perawan pak. Tolong jangan kasar. Tolong jangan keluarkan di dalam ya?” pintaku sungguh sungguh, dan merasa ngeri jika aku harus dibawa ke mess mereka. Aku tahu penghuni mess itu ada sekitar 35 orang, yang merupakan gabungan satpam, tukang sapu dan tukang kebun dari SMA tempat aku sekolah ini, ditambah dari SMP dan SD yang memang masih sekomplek, maklum satu yayasan.

Daripada aku lebih menderita digangbang oleh 60 orang, lebih baik aku menuruti apa mau mereka yang ‘cuma’ berlima ini. Dan aku benar benar berharap agar tak ada yang melukaiku, berharap mereka tidak segila itu untuk menindik tubuhku, trend yang kudengar sering dilakukan oleh pemerkosanya… menindik puting susu korbannya. Aku benar benar takut.

“Hahaha, Neng Cariza, sudah kami duga Neng memang masih perawan. Neng masih polos, dan tidak mengerti kalo kami suka memandangi tubuh Neng yang sexy, dan selalu memimpikan memperawani Neng Cariza yang cantik ini sejak Neng masih kelas satu SMU. Minggu lalu, ketika Neng ulang tahun ke 17 dan merayakannya di kelas, bahkan memberi kami makanan, kami sepakat untuk mengNanangahi Neng kenikmatan surga dunia. Tenang saja Neng. Kami memang menginginkan tubuh Neng, tapi kami tak sekejam itu untuk melukai tubuh Neng yang indah ini. Dan kalo tentang itu tenang Neng, kami sudah mempersiapkan semua itu. Seminggu terakhir ini, air mineral botol yang Neng titip ke saya, saya campurin obat anti hamil. Sedangkan yang tadi, saya campurin obat anti hamil sekaligus obat cuci perut.

"Neng Cariza tadi sakit perut kan? Hahaha…” jelas Bejon sambil tertawa, tertawa yang memuakkan. Jadi ini semua sudah direncanakannya! Kurang ajar betul mereka ini. Aku memberi mereka makanan hanya karena ingin berbagi, tanpa memandang status mereka. Tapi kini balasannya aku harus melayani mereka berlima. Aku akan digangbang mereka, dan mereka akan mengeluarkan sperma mereka di dalam rahimku sepuasnya tanpa kuatir menghamiliku. Lebih tepatnya, tanpa aku kuatir harus hamil oleh mereka. Membayangkan hal ini, entah kenapa tiba tiba aku terangsang hebat, dan birahiku naik tak terkendali.

Mereka semua mulai melepas semua pakaian mereka, dan ternyata Kontol Kontol mereka sudah ereksi dengan gagahnya, membuat jantungku berdegup semakin kencang melihat Kontol Kontol itu begitu besar. Bejon mengambil posisi di tengah selangkanganku, sementara yang lain melepaskan ikatan pada kedua pergelangan tangan dan kakiku. Bejon menarik lepas celana dalamku, kini aku sudah telanjang bulat. Tubuhku yang putih mulus terpampang di depan mereka yang terlihat semakin bernafsu. “Indah sekali Neng Cariza, Memek nya Neng. Rambutnya jarang, halus, tapi indah sekali”, puji Bejon. Memang rambut yang tumbuh di atas Memek Ku amat jarang dan halus. Semakin jelas aku melihat Kontol Bejon, yang ternyata paling besar di antara mereka semua, dengan diameter sekitar 6 cm dan panjang yang sekitar 25 cm. Aku menatap sayu pada Bejon.

“Pak, pelan pelan pak ya..” aku mencoba mengingatkan Bejon, yang hanya menganguk sambil tersenyum. Kini kepala Kontol Bejon sudah dalam posisi siap tempur, dan Bejon menggesek gesekkannya ke mulut Memek Ku. Aku semakin terangsang, dan mereka tanpa memegangi pergelangan tangan dan kakiku yang sudah tidak terikat, mungkin karena sudah yakin aku yang telah mereka taklukkan ini tak akan melawan atau mencoba melarikan diri, mulai mengerubutiku kembali.

Kedua payudaraku kembali diremas remas oleh Nanang dan Joko, sementara Tono dan Jaka bergantian melumat bibirku. Rangsangan demi rangsangan yang kuterima ini, membuat aku orgasme yang ke dua kalinya. Kembali tubuhku berkelojotan dan kakiku melejang lejang, bahkan kali ini cairan cintaku muncrat menyembur membasahi Kontol Bejon yang memang sedang berada persis di depan mulut Memek Ku. “Eh.. Neng Cariza ini.. belum apa apa sudah keluar 2 kali, pake muncrat lagi. Sabar Neng, kenikmatan yang sesungguhnya akan segera Neng rasakan. Tapi ada bagusnya juga lho, Memek Neng pasti jadi lebih licin, nanti pasti lebih gampang ditembus ya”, ejeknya sambil mulai melesakkan Kontolnya ke Memek Ku. “Aduh.. sakit pak” erangku, dan Bejon berkata “Tenang Neng, nanti juga enak”.

Kemudian ia menarik Kontolnya sedikit, dan melesakkannya sedikit lebih dalam dari yang tadi. Rasa pedih yang amat sangat melanda Memek Ku yang sudah begitu licin, tapi tetap saja karena Kontol itu terlalu besar, Bejon kesulitan untuk menancapkan Kontolnya ke Memek Ku, namun dengan penuh kesabaran, Bejon terus memompa dengan lembut hingga tak terlalu menyakitiku.

Lambat laun, ternyata memang rasa sakit di Memek Ku mulai bercampur rasa nikmat yang luar biasa. Dan Bejon terus melakukannya, menarik sedikit, dan menusukkan lebih dalam lagi, sementara yang lain terus melanjutkan aktivitasnya sambil menikmati tontonan proses penetrasi Kontol Bejon ke dalam Memek Ku. Nanang dan Joko mulai menyusu pada kedua puting payudaraku yang sudah mengeras karena terus menerus dirangsang sejak tadi. Tak lama kemudian, aku merasakan selangkanganku sakit sekali, rupanya akhirnya selaput daraku robek.

“Ooooooh… aaaauuuugggh… hngggkk aaaaaaagh… “Aku menjerit kesakitan, seluruh tubuhku mengejang, dan air mataku mengalir, dan kembali aku merasakan keringatku mengucur deras. Aku ingin meronta, tapi rasa sesak di Memek Ku membatalkan niatku. Aku hanya bisa mengerang, dan gairahku pun padam dihempas rasa sakit yang nyaris tak tertahankan ini. “Aduh.. sakit pak Bejon.. ampun”, erangku, namun Bejon hanya tertawa tawa puas karena berhasil memperawaniku, dan yang lain malah bersorak, “terus.. terus..”.

Aku menggeleng gelengkan kepalaku ke kanan dan ke kiri menahan sakit, sementara bagian bawah tubuhku mengejang hebat, tapi aku tak berani terlalu banyak bergerak, dan berusaha menahan lejangan tubuhku supaya Memek Ku penuh sesak itu tak semakin terasa sakit. Namun lumatan penuh nafsu pada bibirku oleh Tono ditambah belaian pada rambutku serta dua orang tukang sapu yang menyusu seperti anak kecil di payudaraku ini membuat gairahku yang sempat padam kembali menyala.

Tanpa sadar, dalam kepasrahan aku mulai membalas lumatan itu. Bejon terus memperdalam tusukannya Kontolnya yang sudah menancap setengahnya pada Memek Ku. Dan Bejon memang pandai memainkan Memek Ku, kini rasa sakit itu sudah tak begitu kurasakan lagi, yang lebih kurasakan adalah nikmat yang melanda selangkanganku. Kontol itu begitu sesaknya walaupun baru menancap setengahnya, dan urat urat yang berdenyut di Kontol itu menambah sensasi yang luar biasa. Sementara itu Bejon mulai meracau, “Oh sempitnya Neng. Enaknya.. ah.. “ sambil terus memompa Kontolnya sampai akhirnya amblas sepenuhnya, terasa menyodok bagian terdalam dari Memek Ku, mungkin itu rahimku. Aku hanya bisa mengerang tanpa berani menggeliat, walaupun aku merasakan sakit yang bercampur nikmat.

Mulutku ternganga, kedua tanganku mencengkeram sprei berusaha mencari sesuatu yang bisa kupegang, sementara kakiku terasa mengejang tapi kutahan. Aku benar benar tak berani banyak bergerak dengan Kontol raksasa yang sedang menancap begitu dalam di Memek Ku.

Dan setelah diam untuk memberiku kesempatan beradaptasi, akhirnya Bejon memulai pompaanya. Aku mengerang dan mengerang, mengikuti irama pompaan si Bejon. Dan erangangku kembali tertahan ketika kali ini dengan gemas Tono memasukkan Kontolnya ke dalam mulutku yang sedang ternganga ini. Aku gelagapan, dan Tono berkata “Isep Neng. Awas, jangan digigit ya!” Aku hanya pasrah, dan mulai mengulum Kontol yang baunya tidak enak ini, tapi lama kelamaan aku jadi terbiasa juga dengan bau itu. Kontol itu panjang juga, tapi diameternya tak terlalu besar disbanding dengan Kontolnya Bejon.

Tapi mulutku terasa penuh, dan ketika aku mengulum ngulum Kontol itu, Tono memompa Kontolnya dalam mulutku, sampai berulang kali melesak ke dalam tenggorokanku. Aku berusaha supaya tidak muntah, meskupun berulang kali aku tersedak. Selagi aku bejruang beradaptasi terhadap sodokan Kontol si Tono ini, Jaka meraih tangan kananku, menggengamkan tanganku ke Kontolnya.

“Neng, ayo dikocok!”, perintahnya. Kontol itu tak hampir tak muat di genggaman telapak tanganku yang mungil, dan aku tak sempat memperhatikan seberapa panjang Kontol itu, walaupun dari kocokan tanganku, aku sadar Kontol itu panjang. Aku menuruti semuanya dengan pasrah, ketika tiba tiba pintu terbuka, dan pak Nano, guru wali kelasku masuk, dan semua yang mengerubutiku menghentikan aktivitasnya, tentu saja Kontol Bejon masih tetap bersemayam dalam Memek Ku.

Melihat semuanya ini, pak Nano membentak, “Apa apaan ini? Apa yang kalian lakukan pada Cariza?”. Aku merasa ada harapan, segera melepaskan kulumanku pada Kontol Tono, dan sedikit berteriak “Pak Nano, tolong saya pak. Lepaskan saya dari mereka”. Pak Nano seolah tak mendengarku, dan berkata pada Bejon, “Kalian ini.. ada pesta kok tidak ngajak saya? Untung saya mau mencari bon pembelian kotak P3K tadi. Kalo begini sih, itu bon gak ketemu juga tidak apa apa… hahaha…”. Aku yang sempat kembali merasa ada harapan untuk keluar dari acara gangbang ini, dengan kesal melanjutkan kocokan tanganku pada Kontol Jaka juga kulumanku pada Kontol Tono. Memang aku harus mengakui, aku menikmati perlakuan mereka, tapi kalau bisa aku juga ingin semua ini berakhir.

Setelah sadar bahwa pak Nano juga sebejat mereka, semuanya tertawa lega, dan sambil mulai melanjutkan pompaan Kontolnya pada Memek Ku, Bejon berkata, “Pak Nano tenang saja, masih kebagian kok. Itu tangan kiri Neng Cariza masih nganggur, kan bisa buat ngocok punya pak Nano dulu. Tapi kalo soal Memek nya, ngantri yo pak. Abisnya, salome sih”. Pak Nano tertawa. “Yah gak masalah lah. Ini kan malam minggu, pulang malam juga wajar kan?” katanya mengiyakan sambil melepas pakaiannya dan ternyata (untungnya) Kontolnya tidak terlalu besar, bahkan ternyata paling pendek di antara mereka.

Tapi aku sudah tak perduli lagi. Memek Ku yang serasa diaduk aduk mengantarku orgasme yang ke tiga kalinya. “aaaaagh.. paaak… sayaaa… keluaaaar….”, erangku yang tanpa sadar mulai menggenggam Kontol pak Nano yang disodorkan di dekat tangan kiriku yang memang menganggur. Pinggangku terangkat sedikit ke atas, kembali tubuhku terlonjak lonjak, entah ada berapa lamanya tersentak sentak, namun kini cairanku tak keluar karena Memek Ku yang masih sangat sempit ini seolah dibuntu oleh Kontol Bejon yang berukuran raksasa. Dalam kelelahan ini, aku harus melayani 6 orang sekaligus.

Sodokan sodokan yang dilakukan Bejon membuat gairahku cepat naik walaupun aku baru saja orgasme hebat. Tapi aku tak tahu, kapan Bejon akan orgasme, ia begitu perkasa. Sudah 15 menit berlalu, dan ia masih memompaku dengan garangnya. Desahan kami bersahut sahutan memenuhi ruangan yang kecil ini. Kedua tanganku mengocok Kontol dari Jaka dan pak Nano, wali kelasku yang ternyata bejat, membuatku bingung memikirkan apa yang harus kulakukan jika bertemu dengannya mulai senin besok dan seterusnya saat dia mengajar.

Tono mengingatkanku untuk kembali mengulum Kontolnya yang kembali disodokkannya ke kerongkonganku, membuat aku tak sempat terlalu lama memikirkan hal itu.. Kini aku sudah mulai terbiasa, bahkan sejujurnya mulai menikmati saat saat tenggorokanku diterjang Kontol si Tono ini. Kepasrahanku ini membuat mereka semua semakin bernafsu. Tiba tiba Bejon menarikku hingga aku terduduk, lalu dia tiduran di ranjang, hingga sekarang aku berada dalam posisi woman on top, dan Kontol itu terasa semakin dalam menancap dalam Memek Ku. Aku masih tak tahu apa yang ia inginkan, tiba tiba aku ditariknya lagi hingga rebah dan payudaraku menindih tubuhnya. Urat Kontolnya terasa mengorek ngorek dinding Memek Ku. “Eh, daripada satu lubang rame rame, kan lebih nikmat kalo dua, eh, tiga sekalian, tiga lubang rame rame?” tanya Bejon pada yang lain, yang segera menyetujui sambil tertawa.
“Akuuur… “, seru mereka, dan Tono segera ke belakangku, kemudian meludahi Panatat Ku. “Oh Tuhan… aku akan disandwich.. bagaimana ini..”, kataku dalam hati.

“Jangaaaan…. Jangan di situuu…!!” teriakku ketakutan. Namun seperti yang aku duga, Tono sama sekali tidak perduli. Aku memejamkan mata ketika Tono menempelkan kepala Kontolnya ke Panatat Ku, dan yang lain bersorak kegirangan, memuji ide Bejon. “Araaaaaaaaaaghhhhh…” erangku ketika Kontol Tono mulai melesak ke liang Panatat Ku. Mataku terbelalak, tanganku menggenggam erat sprei kasur tempat aku aku dibantai ramai ramai, tubuhku terutama pahaku bergetar hebat menahan sakit yang luar biasa.
Ludah Tono yang bercampur dengan air liurku di Kontol Tono yang baru kukulum tadi, tak membantu sama sekali. Rasa pedih yang menjadi jadi mendera Panatat Ku, dan aku kembali mengerang panjang. “Araaaaaaaaaghhhhh…. sakiiiiiit…. Paaaaaaaaaaaaak…….. Jangaaaaan…..”, erangku tanpa daya ketika akhirnya Kontol itu amblas seluruhnya dalam Panatat Ku. Selagi aku mengerang dan mulutku ter-nganga, Jaka mengambil kesempatan itu untuk membenamkan Kontol nya dalam mulutku, hingga eranganku teredam.

Sial, ternyata Kontol Jaka ini agak mirip punya Tono yang sedang menyodomiku. Begitu panjang, walaupun diameternya tidak terlalu besar, tapi Kontol itu cukup panjang untuk menyodok nyodok tenggorokanku. Kini tubuhku benar benar bukan milikku lagi. Rasa sakit yang hampir tak tertahankan melandaku saat Tono mulai memompa Panatat Ku. Setiap ia mendorongkan Kontolnya, Kontol Jaka menancap semakin dalam ke tenggorokanku, sementara Kontol Bejon sedikit tertarik keluar, tapi sebaliknya, saat Tono memundurkan Kontolnya, Kontol Jaka juga sedikit tertarik keluar dari kerongkonganku, tapi akibatnya tubuhku yang turun membuat Kontol Bejon kembali menancap dalam dalam di Memek Ku, ditambah lagi Bejon sedikit menambah tenaga tusukannnya, hingga rasanya Kontolnya seperti menggedor rahimku. Sedikit sakit memang, tapi perlahan rasa sakit pada Panatat Ku sudah berkurang banyak, dan ketika rasa sakit itu reda, aku sudah melayang dalam kenikmatan.

Hanya 2 menit dalam posisi ini, aku sudah orgasme hebat, namun aku hanya bisa pasrah. Tubuhku hanya bisa bergetar, aku tak bisa bergerak banyak karena semuanya seolah olah terkunci. Dalam keadaan orgasme, mereka tanpa ampun terus bergantian memompaku, membuat orgasmeku tak kunjung reda bahkan akhirnya aku mengalami multi orgasme!

Tanpa terkendali lagi, aku mengejang hebat susul menyusul, dan cairan cintaku keluar berulang ulang, sangat banyak mengiringi multi orgasmeku yang sampai lebih dari 3 menit. namun semua cairan cintaku yang aku yakin sudah bercampur darah perawanku tak bisa mengalir keluar, terhambat oleh Kontol Bejon. Tanganku yang menumpu pada genggaman tangan Bejon bergetar getar. Sementara Jaka membelai rambutku dan Tono meremas remas payudaraku dari belakang. Sungguh, aku tak kuasa menyangkal. Kenikmatan yang aku alami sekarang ini benar benar dahsyat, belum pernah sebelumnya aku merasakan yang seperti ini.

Aku memang pernah bermasturbasi, namun yang ini benar benar membuatku melayang. Mereka terus menggenjot tubuhku. Desahan yang terdengar hanya desahan mereka, karena aku tak mampu mengeluarkan suara selama Kontol Jaka mengorek ngorek tenggorokanku. Entah sudah berapa kali aku mengalami orgasme, sampai akhirnya, “hegh.. hu… huoooooooh..”, Bejon melenguh, Kontolnya berkedut, kemudian spermanya yang hangat menyemprot berulang ulang dalam liang Memek Ku, diiringi dengan keluarnya cairan cintaku untuk yang ke sekian kalinya.

Akhirnya Bejon orgasme juga bersamaan denganku, dan Kontolnya sedikit melembek, dan terus melembek sampai akhirnya cukup untuk membuat cairan merah muda meluber keluar dengan deras dari sela sela mulut Memek Ku, yang merupakan campuran darah perawanku, cairan cintaku dan sperma Bejon.

“Oh.. Uenaaaaaakkkkkk rek, Memek amoy seng sek perawan…” kata Bejon, yang tampak amat puas. Nafasku sudah tersengal sengal. Untungnya, Tono dan Jaka cukup pengertian. Tono mencabut Kontolnya dari Panatat Ku, dan Jaka tak memaksaku mengulum Kontolnya yang terlepas ketika aku yang sudah begitu lemas karena kelelahan, ambruk menindih Bejon yang masih belum juga melepaskan Kontolnya yang masih terasa begitu besar untukku. Kini aku mulai sadar dari gairah nafsu birahi yang menghantamku selama hampir satu jam ini. Namun aku tidak menangis.

Tak ada keinginan untuk itu, karena sejujurnya aku tadi amat menikmati perlakuan mereka, bahkan gilanya, aku menginginkan diriku digangbang lagi seperti tadi. Apalagi mereka cukup lembut dan pengertian, tidak sekasar yang aku bayangkan. Mereka benar benar menepati janji untuk tidak melukaiku dan menyakitiku seperti menampar ataupun menjambak rambutku. Bahkan Bejon memelukku dan membelai rambutku dengan mesra dan penuh kasih saying, setidaknya menurut perasaanku, sehingga membuatku semakin pasrah dan hanyut dalam pelukannya. Apalagi yang lain kembali mengerubutiku, membelai sekujur tubuhku seolah ingin menikmati tiap senti kulit tubuhku yang putih mulis ini. Entah kenapa aku merasa aku rela melayani mereka berenam ini untuk seterusnya, membuatku terkejut dalam hati. “Hah? Apa yang baru saja aku pikirkan? Aku ini kan diperkosa, kok aku malah berpikir seperti itu?” pikirku dalam hati.

Tapi tak bisa kupungkiri, tadi itu benar benar nikmat, belum pernah aku merasakan yang seperti itu ketika aku bermasturbasi. Lagian, apakah ini masih bisa disebut perkosaan? Selain aku pasrah melayani apa mau mereka, aku juga menikmatinya, bahkan sampai orgasme berkali kali.

Lamunanku terputus saat Bejon mengangkat tubuhku hingga Kontolnya yang sudah mengecil terlepas dari Memek Ku. “Neng, kita lanjutin ya”, kata Jaka yang sudah tiduran di bawahku yang sedikit mengkangkang. Aku hanya menurut saja dan mengarahkan Memek Ku ke Kontolnya yang tegak mengacung. Aku memegang dan membimbing Kontol itu untuk menembus Memek Ku yang sudah tidak perawan lagi ini. “Ooh… aaah….”, erang Jaka ketika Kontolnya mulai melesak ke dalam Memek Ku. Lebih mudah dari punya Bejon tadi, karena diameter Kontol si Jaka memang lebih kecil. Namun tetap saja, panjangnya membuat aku sedikit banyak kelabakan. “Ooh.. aduuuuh… “, erangku panjang seiring makin menancapnya Kontol Jaka hingga amblas sepenuhnya dalam Memek Ku.

Kontolnya terasa hangat, lebih hangat dari punya si Bejon yang kini duduk di kursi tengah ruang ini sambil merokok. Mereka memberiku kesempatan untuk bernafas sejenak, kemudian Tono mendorongku hingga aku kembali telungkup, kali ini menindih Jaka yang langsung mengambil kesempatan itu untuk melumat bibirku. Baru aku sadar, Jaka ini pasti tinggi sekali. Dan rupanya si Tono belum puas dan ingin melanjutkan anal seks denganku. Kembali aku disandwich seperti tadi. Namun kali ini aku lebih siap. Aku melebarkan kakiku hingga semakin mengkangkang seperti kodok, dan... perlahan tapi pasti, Panatat Ku kembali ditembus Kontol Tono yang amat keras ini, membuat bagian bawah tubuhku kembali terasa sesak. Walaupun memang tidak sesesak tadi, namun cukup untuk membuatku merintih mengerang antara pedih dan nikmat.

Kini Nanang dan Joko ikut mengepungku. Mereka masing masing memegang tangan kiri dan kananku, mengarahkanku untuk menggenggam Kontol mereka dan mengocoknya. Selagi aku mulai mengocok dua buah Kontol itu, wali kelasku yang ternyata bejat ini mengambil posisi di depanku, memintaku mengoral Kontolnya. “Dioral sekalian El, daripada nganggur nih”, katanya dengan senyum yang memuakkan. Tapi aku terpaksa menurutinya daripada nanti ia berbuat atau mengancam yang macam macam. Kubuka mulutku walaupun dengan setengah hati, membiarkan Kontol pak Nano yang berukuran kecil ini masuk dalam kulumanku. Jadi kini aku digempur 5 orang sekaligus, yang mana justru membuat gairahku naik tak karuan. Apalagi Jaka dan Tono makin bersemangat menggenjot selangkanganku, benar benar dengan cepat membawaku orgasme lagi.

“eeeeeemmmmph….”, erangku keenakan. Tubuhku mengejang, dan kurasakan cairan cintaku keluar, melumasi Memek Ku yang terus dipompa Jaka yang juga merem melek keenakan. Tiba tiba Kontol pak Nano berkedut dalam mulutku, dan tanpa ampun spermanya muncrat membasahi kerongkonganku. Baru kali ini aku merasakan sperma dalam mulutku, rasanya aneh, asin dan asam. Mungkin karena sudah beberapa kali melihat film bokep, tanpa disuruh aku sudah tahu tugasku. Kubersihkan Kontol pak Nano dengan kukulum, kujilati, dan kusedot sedot sampai tidak ada sperma yang tertinggal di Kontol yang kecil itu.

Jaka mengejek pak Nano, “Lho pak, kok sudah keluar? Masa kalah sama sepongannya Neng Cariza? Bagaimana nanti sama Memek nya? Seret banget lho pak”, kata Jaka, yang disambung tawa yang lain. Pak Nano terlihat tersenyum malu, dan tak berkata apa apa, hanya duduk di sebelah si Bejon. Aku tertawa dalam hati, namun ada bagusnya juga, kini tugasku menjadi sedikit lebih ringan. Nanang yang juga ingin merasakan Kontolnya kuoral, pindah posisi ke depanku, dan mengarahkan Kontolnya ke mulutku.

Aku mengulum Kontol itu tanpa penolakan, dan kocokan tangan kananku pada Kontol Joko kupercepat, mengimbangi cepatnya sodokan demi sodokan Kontol Jaka dan Tono yang semakin gencar menghajar vagina dan Panatat Ku. Tono tiba tiba mendengus dengus dan melolong panjang “oooooooouuuuggghh…. “, seiring berkedutnya Kontolnya dalam Panatat Ku, dan menyemprotkan maninya berulang ulang. Terasa hangat sekali Panatat Ku di bagian terdalam. Kini aku tinggal melayani 3 orang saja, namun entah aku sudah orgasme berapa kali. Aku amat lelah untuk menghitungnya. Dan Joko menggantikan Tono membobol Panatat Ku. Baru aku sadar, dari genggaman tanganku tadi pada Kontol Joko, aku tahu Kontol Joko tidak panjang, tapi… diameternya itu.. rasanya seimbang dengan punya si Bejon. Oh celaka… Kontol itu akan segera menghajar Panatat Ku.

“ooooh… oooooogh… sakiiiit…”, erangku ketika Joko memaksakan Kontolnya sampai akhirnya masuk. Namun seperti yang tadi tadi, rasa sakit yang menderaku hanya berlangsung sebentar, dan berganti rasa nikmat luar biasa yang tak bisa dilukiskan dengan kata kata. Aku semakin tersengat birahi ketika Jaka yang ada di bawahku meremas remas payudaraku yang tergantung di depan matanya, sementara Nanang menekan nekankan kepalaku untuk lebih melesakkan Kontolnya ke kerongkonganku. Di sini aku juga sadar, ternyata Kontol si Nanang ini setipe dengan punya Tono atau Jaka.

Dengan pasrah aku terus melayani mereka satu per satu sampai akhirnya mereka orgasme bersamaan. Dimulai dari kedutan Kontol Jaka dalam Memek Ku, tapi tiba tiba Kontol Nanang berkedut lebih keras dan langsung menyemburkan spermanya yang amat banyak dalam rongga mulutku. Aku gelagapan dan nyaris tersedak, namun aku usahakan semuanya tertelan masuk dalam kerongkonganku. Selagi aku berusaha menelan semuanya, tiba tiba dari belakang Joko menggeram, Kontolnya juga berkedut, kemudian menyemprotkan sperma berulang ulang dalam Panatat Ku, diikuti Jaka yang menghunjamkan Kontolnya dalam dalam sambil berteriak penuh kenikmatan. “Oooooooohh… aaaaaaargh”, seolah tak mau kalah, aku juga mengerang panjang. Bersamaan dengan berulang kali menyemprotnya sperma Jaka di dalam Memek Ku, aku juga mengalami orgasme hebat.

Nanang jatuh terduduk lemas setelah Kontolnya kubersihkan tuntas seperti punya pak Nano tadi. Lalu Jaka yang Kontolnya masih menancap di dalam Memek Ku memeluk dan lembali melumat bibirku dengan ganas, sampai aku tersengal sengal kehabisan nafas. Joko yang Kontolnya tak terlalu panjang hingga sudah terlepas dari Panatat Ku, juga duduk bersandar di dinding. Kini tinggal aku dan Jaka yang ada di atas ranjang, dan kami bergumul dengan panas. Jaka membalik posisi kami hingga aku telentang di ranjang ditindihnya, dan Kontolnya tetap masih menancap dalam Memek Ku meskipun mulai lembek, mungkin dikarenakan Kontol Jaka yang panjang. Tanpa sadar, kakiku melingkari pinggangnya Jaka, seakan tak ingin Kontolnya terlepas, dan aku balas melumat bibir si Jaka ini.

Pergumulan kami yang panas, menyebabkan Bejon terbakar birahi. Tenaganya yang sudah pulih seolah ditandai dengan mengacungnya Kontolnya, yang tadi sudah berejakulasi. Namun ia dengan sabar membiarkan aku dan Jaka yang bergumul dengan penuh nafsu. Namun Kontol Jaka yang semakin mengecil itu akhirnya tidak lagi tertahan erat dalam Memek Ku, dan Jaka pun tampaknya tahu diri untuk memberikanku kepada yang lain yang sudah siap kembali untuk menggenjotku. Bejon segera menyergap dan menindihku, tanpa memberiku kesempatan bernafas, dengan penuh nafsu Bejon segera menjejalkan Kontolnya yang amat besar itu ke dalam Memek Ku. Aku terbelalak, merasakan kembali sesaknya Memek Ku.

Bejon yang sudah terbakar nafsu ini mulai memompa Memek Ku dengan ganas, membuat tubuhku kembali bergetar getar sementara aku mendesah dan merintih merasakan nikmat berkepanjangan ini. Gilanya, aku mulai berani mencoba lebih merangsang Bejon dengan pura pura ingin menahan sodokan Kontolnya dengan cara menahan bagian bawah tubuhnya. Benar saja, dengan tatapan garang ia mencengkram kedua pergelangan tanganku dan menelentangkannya, membuatku tak berdaya. Dan sodokan dem sodokan yang menghajar Memek Ku terasa semakin keras. Aku menatap Bejon dengan pandangan sayu memelas untuk lebih merangsangnya lagi, dan berhasil. Dengan nafas memburu, Bejon melumat bibirku sambil terus memompa Memek Ku.

Kini aku yang gelagapan. Orgasme yang menderaku membuat tubuhku bergetar hebat, tapi aku tak berdaya melepaskannya karena seluruh gerakan tubuhku terkunci, hingga akhirnya Bejon menggeram nggeram, semprotan sperma yang cukup banyak kembali membasahi liang Memek Ku.

Bejon melepaskan cengkramannya pada kedua pergelangan tanganku, namun aku sudah terlalu lelah dan lemas untuk menggerakkannya. Ia turun dari ranjang, setelah melumat bibirku dengan ganas, lalu memberi kesempatan pada pak Nano yang sudah ereksi kembali. Kali ini, ia terlihat lebih gembira, karena mendapatkan jatah liang Memek Ku, yang kelihatannya sudah ditunggunya sejak tadi. Dengan tersenyum senang, yang bagiku memuakkan, ia mulai menggesekkan kepala Kontolnya ke Memek Ku yang sudah banjir cairan sperma bercampur cairan cintaku. Tanpa kesulitan yang berarti, ia sudah melesakkan Kontolnya seluruhnya.

Aku sedikit mendesah ketika ia mulai memompa Memek Ku. Namun lagi lagi seperti tadi, belum ada 3 menit, pak Nano sudah mulai menggeram, kemudian tanpa mampu menahan lagi ia menyemprotkan spermanya ke dalam liang Memek Ku. Yang lain kembali tertawa, sedangkan aku yang belum terpuaskan dalam ‘sesi’ ini, memandang yang lain, terutama Nanang yang belum sempat merasakan selangkanganku. Nanang yang seolah mengerti, segera mendekatiku. Terlebih dulu ia mencium bibirku dengan dimesra mesrakan, membuatku sedikit geli namun cukup terangsang juga. Tak lama kemudian, Nanang sudah siap dengan kepala Kontol yang menempel di Memek Ku, lalu mulai melesakkan Kontolnya dalam dalam.

Ia terlihat menikmati hal ini, sementara aku sedikit mengejang menahan sakit karena Nanang cukup terburu buru dalam proses penetrasi ini. Selagi kami dalam proses menyatu, yang lain sedang mengejek pak Nano yang terlalu cepat keluar. Ingin aku menambahkan, Kontolnya agak sedikit lembek. Tapi aku menahan diri dan diam saja, karena aku tak ingin terlihat murahan di depan mereka.

Nanang mulai memompa Memek Ku. Rasa nikmat kembali menjalari tubuhku. Pinggangku bergerak gerak dan pantatku sedikit terangkat, seolah menggambarkan aku yang sedang mencari kenikmatan. Selagi aku dan Nanang sudah mulai menemukan ritme yang pas, aku melihat yang lain yaitu Joko dan Tono akan pergi ke wc, katanya untuk mencuci Kontol mereka yang tadi sempat terbenam dalam Panatat Ku. Sambil keluar Tono berkata, “nanti kasihan Neng Cariza, kalo Memek nya yang bersih jadi kotor kalo kont*lku tidak aku cuci”. “iya, juga, kan kasihan, amoy cakep cakep gini harus ngemut ****** yang kotor seperti ini”, sambung Joko.

Oh.. ternyata mereka begitu pengertian padaku. Aku jadi semakin senang, dan menyerahkan tubuhku ini seutuhnya pada mereka. Kulayani Nanang dengan sepenuh hati, setiap tusukan Kontolnya kusambut dengan menaikkan pantatku hingga Kontol itu bersarang semakin dalam. Tanpa ampun lagi, tak 5 menit kemudian aku orgasme disusul Nanang yang menembakkan spermanya dalam liang Memek Ku, bersamaan dengan kembalinya Joko dan Tono. Namun mereka berdua ini tak langsung menggarapku. Setelah Nanang kembali terduduk lemas di bawah, mereka berdua mengerubutiku, tapi hanya membelai sekujur tubuhku, memberiku kesempatan untuk beristirahat setelah orgasme barusan. Mereka berdua menyusu pada payudaraku, sambil meremas kecil, membuatku mendesah tak karuan. Kini jam sudah menunjukkan pukul 21:00 malam. Tak terasa sudah satu jam aku melayani mereka semua.

Dalam keadaan lelah, aku minta waktu sebentar pada Tono dan Joko untuk minum. Keringat yang mengucur deras sejak tadi membuatku haus. “Sebentar bapak bapak, saya mau minum dulu ya”, kataku. Kebetulan di tasku ada sekitar setengah botol air Air mineral, sisa minuman yang tadi sore, tapi aku langsung teringat, minuman itu dicampur obat cuci perut yang mengantarku ke horor di ruang UKS ini. “Pak Bejon. Itu air sudah bapak campurin obat cuci perut kan? Tolong pak, belikan saya minuman dulu. Tapi jangan dicampurin apa apa lagi ya pak”, kataku sambil akan turun dari ranjang untuk mencari uang dalam dompet yang ada di dalam tas sekolahku. Tapi Bejon berkata, “Gak usah Neng. Saya belikan saja”.

Bejon pergi ke wc sebentar untuk mencuci Kontolnya, kemudian kembali dan mengenakan celana dalam dan celana panjangnya saja. Lalu ia keluar untuk membeli air minum untukku. Sambil menunggu, yang lain menggodaku, merayuku betapa cantiknya aku, betapa putih mulusnya kulit tiubuhku yang indah dan sebagainya. Aku hanya tersenyum kecil menanggapi itu semua. Tak lama kemudian, Bejon kembali sambil membawa sebotol Air mineral, yang segelnya sudah terbuka.

Aku menatapnya curiga, dan bertanya dengan ketus. “Pak, masa bapak tega mencampuri air minum ini lagi? Nanti kan saya mulas mulas lagi?”. Bejon dengan tersenyum menjawab, “nggak Neng. Masa lagi enak enak gini saya pingin Neng bolak balik ke WC lagi. Ini cuma supaya Neng Cariza gak terlalu capek. Buat tambah tenaga Neng”. Yah.. pokoknya bukan obat cuci perut, aku akhirnya meminumnya sampai setengahnya, karena aku sudah semakin kehausan. Tak lupa aku mengambil botol sisa air minum yang tadi di dalam tasku, dan membuangnya ke tong sampah.

Kemudian aku kembali ke ranjang, menuntaskan tugasku melayani Tono dan Joko. Tiba tiba aku merasa aneh, tubuhku terasa panas terutama wajahku, keringat kembali bercucuran di sekujur tubuhku. Padahal mereka belum menyentuhku. Aku langsung mengerti, ini pasti ada obat perangsang yang dicampurkan dalam minuman tadi. Sialan deh, aku kini semakin terperangkap dalam cengkeraman mereka. Tono dan Joko bergantian memompa vagina dan mulutku. Awalnya Tono melesakkan Kontolnya dalam Memek Ku, sementara Joko memintaku mengoral Kontolnya.

Karena obat perangsang itu, sebentar sebentar aku mengalami orgasme, dan tiap aku orgasme mereka bertukar posisi. Rasa sperma dari banyak orang, bercampur cairan cintaku kurasakan ketika mengoral Kontol mereka, dan membuatku semakin bergairah. Mereka akhirnya berorgasme bersamaan, Joko di Memek Ku dan Tono di tenggorokanku. Sedangkan aku sendiri sampai pada titik dimana aku kembali mengalami multi orgasme.

Ada tiga sampai empat menit lamanya, tubuhku terlonjak lonjak hingga pantatku terangkat angkat, kakiku melejang lejang sementara tanganku menggengam sprei yang sudah semakin basah dan awut awutan. Aku melenguh panjang, kemudian roboh telentang pasrah, dalam keadaan masih terbakar nafsu birahi, tapi kelelahan dan nafasku yang tersengal sengal membuatku hanya bisa memejamkan mata menikmati sisa getaran pada sekujur tubuhku. Kemudian bergantian mereka terus menikmati tubuhku. Aku sudah setengah tak sadar kerena terbakar nafsu birahi yang amat hebat, melayani dan melayani mereka semua tanpa bisa mengontrol diriku.

Akhirnya mereka sudah selesai menikmati tubuhku ketika jam menunjukan pukul 21:45. Mereka membiarkanku istirahat hingga staminaku sedikit pulih. Aku bangkit berdiri lalu melap tubuhku yang basah kuyup oleh keringat dengan handuk dan membersihkan selangkangan dan pahaku yang belepotan sperma. Dan dengan nakal Bejon melesakkan roti hot dog ke dalam Memek Ku. Aku mendesah dan memandangnya penuh tanda tanya, tapi Bejon hanya cengengesan sambil memakaikan celana dalamku, hingga roti itu semakin tertekan oleh celana dalamku yang cukup ketat. Aku melenguh nikmat, dan mereka berebut memakaikan braku.

Tanganku direntangkan, dan mereka menutup kedua payudaraku dengan cup bra-ku, memasang kaitannya di belakang punggungku. Lalu setelah memakaikan seragam sekolah dan rokku, mereka melingkariku yang duduk di atas ranjang dan sedang mengenakan kaus kaki dan sepatu sekolahku. Kemudian aku menatap mereka semua, siap mendengarkan ancaman kalo tidak boleh bilang siapa siapa lah.. ah, kalo itu sih nggak usah mereka mengancam, memangnya aku sampai tak punya malu sehingga menceritakan bagaimana aku yang asalnya diperkosa kemudian melayani mereka sepenuh hati seperti yang tadi aku lakukan?? Dan tentang kalo mereka ingin memperkosaku lagi di lain waktu, aku juga sudah pasrah.

“Neng Cariza, kami puas dengan pelayanan Neng barusan. Tapi tentu saja kami masih menginginkan Neng melayani kami untuk berikut berikutnya”, kata Bejon. Aku tak terlalu terkejut mendengar hal ini, tapi aku berpura pura tidak mengerti dan bertanya, “maksud bapak?”. “Neng tentu sudah mengerti, kami masih inginkan servis Neng di lain hari. Kebetulan, minggu depan hari kamis tu kan hari terima rapor semester 3. Dua hari sebelum hari Natal. Tanggal 24 kan libur, kami ingin Neng Cariza datang ke sini jam 7 malam untuk melayani kami lagi. Seperti hari ini, Neng cukup melayani kami 2 jam saja. Soal pertemuan berikutnya, kita bisa atur lagi nanti tanggal 24 itu.

Neng harus datang, karena kalo tidak wali kelas Neng bisa memberikan sanksi tegas. Iya kan pak Nano?” jelas Bejon panjang lebar. Pak Nano mengiyakan dan berkata, “benar Cariza. Saya bisa membuatmu tidak naik kelas, dengan alasan yang bisa saya cari cari. Jadi sebaiknya kamu jangan macam macam, apalagi sampai melaporkan hal ini ke orang lain. Lagipula, saya yakin kamu cukup cerdas untuk tidak melakukan hal bodoh seperti itu”. Mendengar semuanya ini, aku hanya bisa mengangguk pasrah. Oh Tuhan.. di malam Natal minggu depan, aku harus bermain sex dengan enam laki laki yang ada di sekitarku ini… Dan aku tak bisa menolak sama sekali.. Setelah semua beres, aku diijinkan pulang.

Dalam keadaan loyo, aku berjalan tertatih tatih ke mobilku, selain sakit yang mendera selangkanganku akibat baru saja diperawani dan disetubuhi ramai ramai, roti yang menancap pada Memek Ku sekarang ini membuat aku tak bisa berjalan dengan normal dan lancar. Untungnya tak ada yang melihatku dan menghadangku, akhirnya aku sampai ke dalam mobil, dan menyetir sampai ke rumah dengan selamat.

Sampai di rumah, sekitar pukul sepuluh malam, aku membuka pintu pagar untuk membuka, lalu aku memasukkan mobilku halaman rumah. Setelah menutup pintu pagar, aku masuk ke dalam rumah, langsung menuju kamarku. Roti (sperma/peju) ini benar benar mengganggu sejak aku menyetir tadi. Rasa nikmat terus mendera Memek Ku tak henti hentinya, karena setiap kaki kiriku menginjak kopling, roti ini rasanya tertanam makin dalam. Kini hal yang sama juga terjadi setiap aku melangkahkan kakiku agak lebar.

Rasanya kamarku begitu jauh, apalagi aku harus naik tangga, kamarku memang ada di lantai 2. Akhirnya aku sampai ke kamarku. Di sana aku buka semua bajuku, lalu pergi ke kamar mandi yang ada di dalam kamarku, mencabut roti yang sudah sedikit hancur terkena campuran sperma dan cairan cintaku. Aku menyemprotkan air shower ke Memek Ku untuk membersihkan sisa roti yang tertinggal di dalamnya, sambil sedikit mengorek ngorek Memek Ku untuk lebih cepat membersihkan semuanya.

Rasa nikmat kembali menjalari tubuhku hingga aku kembali orgasme seiring dengan makin cepat nya kocokan tangan ku pada itil memek ku, namun aku tahu ini harus di sudahi dan peluh tubuhku mengisyaratkan bahwa aku harus segera beristirahat. Maka aku segera mandi keramas sebersih bersihnya, kemudian setelah mengeringkan tubuhku aku memakai daster tidur satin yang nyaman, dan merobohkan tubuhku yang sudah amat kelelahan. Tak lama kemudian aku sudah tertidur pulas, setelah berhasil mengusir bayangan wajah puas orang orang yang tadi menggangbang (baca:perkosa ramai²) aku.

Tamat !
Tidak ada lanjutan "Cerita Ngentot Perkosaan, Ngentot Anak SMA 17 Tahun" setelah cerita ini.