Showing posts with label Karya FanFicsHolic. Show all posts
Showing posts with label Karya FanFicsHolic. Show all posts




The Lucky Nerd
PERHATIAN (WAJIB BACA DISCLAIMER TERLEBIH DAHULU) :

1. Cerita berikut mengandung unsur seksual, jadi bagi yang merasa belumDEWASA, silahkan tinggalkan halaman ini.

2 Cerita ini hanyalah fiksi semata, kejadian yang terjadi hanyalah FIKSI. Tidak bermaksud membunuh karakter atau apa pun. Ini hanya khayalan jadi sambil membaca tidak perlu dipikirin terlalu keras.

3. Read at your own risk


**********************

Selvi
Ruang Kelas, pkl 15.00

‘Ya sekian saja pelajaran kita untuk hari ini.’ Kata Pak Robert sambil menutup bukunya yang tebalnya sekitar 1000 halaman itu. Bukunya memang tebal persis seperti kacamatanya.

’Jangan lupa kerjakan tugas kalian, minggu depan sudah harus selesai dan dikumpul.’ ia melepas kacamatanya, menghabiskan air di gelasnya dan bergegas menuju keluar kelas.

Para mahasiswa dan mahasiswi di kelas itu pun riuh, sibuk dengan pembicaraan mereka masing – masing. Ada yang sibuk membicarakan tugas, ada yang membicarakan masalah kelompok, dan ada yang mengajak temannya untuk ke kantin. Beberapa langsung keluar kelas entah menuju kemana. Selvi, malah sedang sibuk mencari dan mengorek tasnya.

’Cari apa Sel?’ tanya Gita salah seorang teman Selvi.

’Ini nih dompet gue..kok ga ketemu ya gue cariin dari tadi..’

’Lu lupa kali taro dimana..’ kata Gita sambil mencoba membantu.

’Gak kok..jelas-jelas tadi gue taro di tas..terus kan gue tinggal ke WC, eh gue gak cek lagi..sekarang gue mau balik, gue liat uda ga ada..’

’Tadi pas lu ke WC ada orang laen ga di kelas?’ tanya Gita.


’Hmmm..cuma si Michael sih tuh..’ kata Selvi sambil menunjuk ke seorang pemuda.

Michael adalah seorang mahasiswa angkatan tua. Wajahnya jauh dari ganteng. Rambutnya belah tengah dengan kilatan yang mencolok akibat minyak rambut. Kacamatanya tebal seperti orang dengan minus diatas 10. Giginya tonggos seperti layaknya Omas. Tingginya pun hanya sekitar 160an dengan perut yang gemuk. Membuat ia terlihat sangat cupu dan jarang yang mau dekat dengannya.



’Masa sih Sel itu orang punya nyali buat nyolong?’ Gita mengerinyitkan dahinya.

’Gak tau juga deh Git..Yah seinget gue sih cuma ada dia..’

’Dompet loe yang warna pink itu kan? Yang lu bawa tiap hari, yang memanjang gitu..iya kan?’

’Iya Git..lu kira gue punya berapa dompet..’

’Gini deh daripada bingung-bingung mendingan lu sekarang lapor satpam depan, biar ditempel di papan pengumuman kalau dompet loe ilang..siapa tau ada yang nemuin.’ Kata Gita sambil menggendong tasnya sendiri.

’Iya juga sih.. Ya udah kalo gitu gue ke depan dulu deh Git..’ Selvi pun menyelempangkan tasnya.

’Loe mau pake duit gue dulu ga Sel buat balik?’ tanya Gita.

’Gak usah deh Git, biar gue telpon orang rumah aja buat jemput gue..’

’Yakin?’

’Iya..udah pulang lu sana..’ kata Selvi.

’Ya udah..bye..sampe besok ya..’ Gita melambaikan tangan seraya berlalu.

Selvi pun melambaikan tangan dan berjalan ke arah luar. Kelas memang sudah mulai sepi. Tersisa sekitar beberapa orang yang masih sibuk mencatat. Ada seorang lagi yang masih sibuk dengan handphone nya. Ada yang sedang ngobrol satu sama lain. Ada pula Michael yang sedang membuka tasnya, untuk kemudian merapikan buku-bukunya. Tuukk..sebuah dompet berwarna pink jatuh dari selipan bukunya. Dengan sigap ia memungut dompet itu, memasukkan kembali ke tasnya, dan segera berlalu keluar. Takut, kalau-kalau ada yang melihat kejadian barusan. Selvi sendiri adalah seorang mahasiswi berumur 20 tahun. Rambutnya hitam panjang dengan kulit putih yang halus karena rajin dirawat. Tingginya kurang lebih 160 dengan berat yang ideal sehingga badannya pun kurus. Dadanya memang tidak besar namun kencang dan padat. Tidak heran banyak yang menginginkan untuk menjadi pacarnya namun ia memang pemilih sehingga masih jomblo sampai sekarang. Hari itu Selvi mengenakan kemeja hijau tangan pendek, dilengkapi dengan celana panjang jeans dan rambut dibiarkan tergerai.



**********************

Lobby kampus



’Pak saya mau lapor donk..tadi saya kehilangan dompet di kelas..’ kata Selvi sambil melapor kepada satpam yang sedang duduk di belakang meja.

’Ilang di kelas mana?’ tanya satpam itu dingin.

’Di B10 pak..’

’Nih diisi formulirnya..nanti kalau sudah baru ditempel di papan pengumuman..’ kata satpam hitam, gemuk, dan berkumis itu sambil menyodorkan selembar kertas untuk diisi.

Selvi pun mengeluarkan pulpen dari dalam tasnya kemudian mengisi form tersebut dengan cepat. Setelah selesai, dikembalikannya form tersebut.

’Nih pak..’

Si satpam itu melihat form tersebut dan kemudian berkata, ’Ya udah nanti saya tempel..’

’Makasih pak..’ kata Selvi berlalu.

Selvi menuju ke depan lobby dan mengeluarkan handphone nya sambil memencet tombol yang ada.

’Halo..mama, bisa jemput aku sekarang gak?’ tanya Selvi kepada sang mama melalui HP nya.

’Aduh, mama masi di supermarket nih..kamu kenapa gak pulang pake taksi aja?’

Selvi pun menjelaskan panjang lebar dengan detail runtutan kejadian yang menimpanya. Mama nya pun cukup marah dan kecewa karena kecerobohan Selvi tapi akhirnya ia bilang bahwa ia akan segera menjemput.

’Makasih ya ma..bye..’ Selvi pun menutup HP nya.

Selvi melihat jam tangannya, sudah hampir jam setengah 4 rupanya dan ia harus menunggu sekitar 1 jam sekarang akibat kecerobohannya. Ia pun berpikir andai saja ia tidak seceroboh itu, pasti sekarang sudah bisa pulang dan ia tidak perlu khawatir seperti sekarang. Di jam-jam sore seperti ini keadaan kampus memang sudah sepi. Ia pun hanya berharap semoga dompetnya bisa segera ditemukan.



’Be-belom balik Sel?’ terdengar suara berat yang terbata-bata membuyarkan lamunannya, dilihatnya ke samping dan ternyata Michael sudah ada di sebelahnya.

’Belom nih..gue nungguin nyokap gue..’ kata Selvi malas-malasan.

’Mau..mau gue temenin ga? Atau mau gue anterin?’ tanya Michael.

’Gak..gak usah..udah lu balik duluan aja sana..’ kata Selvi.

’Eh tugas kelompok kita gimana ya Sel?’ kata Michael basa-basi.

’Gak tau nih..masih minggu depan juga kan? Gue sih udah cari bahan paling tinggal di edit aja.. lu cari bahan juga donk..’

‘Ya udah gue coba cari jawaban yang kasus 2 deh..ok?’

‘Sip..boleh banget tuh..’

‘O iya Sel, gue boleh minta no HP loe gak? Jadi nanti kalo tugas yang gue udah selesai, gue bisa SMS lu buat kasih tau..’ kata Michael sambil mengeluarkan HP nya.

Selvi pun mengangguk dan memencet no telpon nya sendiri di HP Michael.

‘Thanks ya Sel..’

Selvi pun hanya tersenyum. Michael pun berpamitan dengan alasan mau mengambil tasnya yang masih ada di ruang basement. Selvi kembali melihat jam tangannya yang seolah-olah tidak mau bergerak itu. Tapi tiba-tiba ia dikagetkan oleh getaran HP nya sendiri. Ia semakin kaget membaca isi SMS di HP nya.

“Sel, dompet lu di gue..ke B5 sekarang..”

Begitu saja isi SMS nya. Tanpa curiga, Selvi pun bergegas bangkit dan menuju ke ruang yang dimaksud.



******************************

Ruang B5



Selvi pun berjalan tergesa-gesa ke ruang B5 karena senang campur panik ia tidak berpikir panjang lagi memang. Dibukanya pintu kelas itu dan ia kembali terkejut melihat yang ada di dalam kelas itu.

’Michael?’ kata Selvi.

Michael pun hanya senyum-senyum. ’Duduk Sel..’ kata Michael mempersilahkan.

’Ja-jadi lu yang nemuin dompet gue?’ tanya Selvi.

’Iya Sel..’

’Wah thanks banget ya..sekarang mana dompet gue?’ kata Selvi gembira.

’Eits tunggu Sel..jangan seneng dulu..gue mau balikkin dompet loe..asal...’

’Asal apa?’ tanya Selvi curiga.

Michael pun memajukan wajahnya. ‘Asal loe mau oralin punya gue nih..’ kata Michael sambil menunjuk ke arah selangkangannya.

Pllaaakkk..sebuah tamparan pun mendarat di pipi Michael. ‘Eh emang loe pikir gue cewek apaan??!!’ kata Selvi marah.

‘Ah jangan pura-pura suci deh Sel..gue tau kenapa lu begitu panik pas dompet loe ilang.. gue udah liat seluruh isinya..’

Selvi pun mulai merasa kalah dan lemas sekali rasanya rahasianya diketahui oleh orang seperti ini.

’Gimana Sel? Jangan kelamaan mikir.. gue ga mau yang laen selain servis mulut lu..’ kata Michael.

Selvi pun tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia berlutut di depan Michael dan dengan tangan yang sedikit bergetar ia membuka celana panjang bahan yang dikenakan Michael. Setelah diturunkannya celana itu sampai ke betis, ia membuka celana dalam yang dikenakan pria itu pula. Tampak lah penis Michael yang hitam dengan bulu lebat serta kepala yang tidak disunat. Yang paling mencolok adalah baunya yang tidak sedap. Panjangnya cukup panjang juga. Selvi pun mulai menggenggam benda itu dengan tangannya lalu dikocoknya dengan tangan yang halus.



’Sssssssshhhhhhhhh... tangan lu halus banget Sel..’ kata Michael sambil memejamkan matanya.

Selvi tidak peduli dengan pujian itu, ia malah semakin mempercepat kocokannya sehingga penis Michael pun ber-ereksi di tingkat maksimal. Terkadang dipijitnya juga buah zakar yang tergantung bebas itu.

’Sel, buka baju lu donk..’ kata Michael.

’Hah?’

’Uda gak usah banyak tawar menawar..cepetan !!’ kata Michael membentak.

Selvi pun melepaskan genggamannya dan mulai melucuti kemeja yang dipakainya berikut bra putih yang melindungi dadanya.

’Bagus-bagus.. sekarang isep donk punya gue.. masa pake tangan doank..’ protes Michael.

Selvi pun mendekatkan kepalanya ke arah benda hitam itu, baunya membuat ia ragu-ragu. Karena tidak sabar, Michael pun mendorong kepala Selvi ke selangkangannya. Akhirnya ia pun membuka mulutnya dan mulai memberikan servis oral.

’Mmmmhhhh..kan gitu enak..’

Sambil memejamkan mata, Selvi pun memaju mundurkan kepalanya. Lama-lama ia pun terbiasa dengan bau tidak sedap itu. Lidahnya mulai menari nari. Dirasakannya Michael mendaratkan kedua tangannya di gunung kembarnya itu. Remasan dan tarikan dilakukan Michael untuk memberikan rangsangan tambahan.

’Mmmmhhhhhhh..’ Selvi pun mendesah keenakan.

’Keenakan juga ya loe Sel..pentil loe aja ampe ngaceng gini..’ kata Michael sambil menarik puting berwarna pink kemerahan itu.

Selvi tidak mengindahkan kata-kata dari Michael dan terus saja mengoral sambil berharap Michael cepat keluar. Michael pun tidak mau kalah dengan terus menggerakkan pinggulnya bahkan terkadang kepala penisnya menghantam kerongkongan Selvi.



’Mmmmhhhhhh...’ Selvi semakin kewalahan.

Hingga akhirnya Michael pun menarik kepala Selvi supaya menghentikan gerakannya. Air liur Selvi pun berceceran di penis Michael dan bibir tipisnya sendiri. Michael menyuruhnya membuka celana panjangnya dan rebah di lantai.

’Tadi kata lu cuma oral..’ Selvi mencoba protes.

’Udah deh Sel..protes mulu..cepetan.. atau mau gue sebarin nih yang ada di dompet loe?’ ancam Michael.

Selvi pun menggeleng dan bergegas membuka celana panjangnya berikut celana dalam warna hitamnya. Michael berdecak kagum melihat pemandangan di depannya. Seorang wanita cantik berkulit putih dengan rambut yang indah. Serta dada yang padat dan kencang, plus vaginanya yang indah tanpa ditutupi rambut. Pria itu meraih payudara kanan Selvi dan meremasnya.

”Wuih...montok banget Sel!” katanya

Selvi hanya menundukkan wajahnya pasrah menerima perlakuan pria itu. Michael menunduk dan mulai menciumi payudaranya. Desisan halus terdengar dari mulut gadis itu merasakan sensasi nikmat ketika lidah Michael menyapu putingnya yang sensitif. Michael menggiringnya ke sebuah meja di belakang Selvi, secara refleks gadis itu menaikkan pantatnya ke tepi meja tersebut. Michael semakin bernafsu mengenyoti payudaranya, bukan itu saja, tangannya pun bergerilya menjelajahi lekuk-lekuk tubuhnya yang indah itu. Darah gadis itu semakin berdesir ketika tangan pemuda itu membelai punggungnya dan pahanya. Tangan itu menyusuri pahanya yang mulus menuju ke kemaluannya.

”Eeenngghh!” lenguh Selvi ketika tangan itu menyentuh vaginanya yang licin tak berambut.

Tanpa perlawanan Selvi menurut saja ketika Michael mengangkat kaki kirinya sehingga posisinya mekangkang di meja. Ciuman pemuda gendut itu makin turun ke perutnya yang rata ke tujuan akhir yaitu vaginanya yang terbuka bebas itu.



”Ooohh...Mike, geli aahh!” erang Selvi sambil meremasi rambut Michael yang berminyak itu.

Ia tidak perduli lagi siapa pemuda yang telah melecehkannya itu. Michael terus menjilati kelentitnya dan memasuki satu jari tangan kanannya ke dalam vaginanya, lalu menggerakkannya keluar masuk. Selvi betul-betul keenakkan. Ia menggerakkan pantatnya mengikuti gerakan jarinya itu. Tak lama kemudian sesuatu meledak dalam dirinya.

"Aaa..gh.. gua mau kelua.. ar..!" air kenikmatannya meleleh dari vaginanya membasahi jari dan mulut pemuda gendut itu yang langsung menghisapnya dengan rakus.

”Sssllrrrppp...eemmhh...gurih Sel, enak banget rasanya” komentarnya setelah menyeruput habis cairan bening hangat itu.

Selvi merasa jijik melihat wajah Michael yang bergigi tonggos dengan mulut masih belepotan cairan vaginanya. Pemuda itu lalu bangkit berdiri dan menunjukkan jari-jarinya yang belepotan cairan itu di depan wajah Selvi.

”Liat Sel...banjir banget...coba lu rasain, enak deh!” katanya seraya menyodorkan jari telunjuk dan tengahnya di depan bibir gadis itu.

Dengan agak ragu, Selvi membuka mulutnya membiarkan kedua jari itu masuk.

”Rasain Sel...rasain gurihnya peju lu sendiri!” perintahnya, ”nah gitu Sel, emut pelan-pelan gitu yah!!”

Ingin rasanya Selvi menggigit jari itu sampai putus daripada mengemutnya, tapi apa gunanya? Apakah dengan itu ia lantas bisa lolos darinya atau malah lebih menambah kesulitannya. Sepertinya kemungkinan kedua lebih besar sehingga ia pun harus mengikuti kemauan pemuda tak tahu malu itu. Dijilatinya jari itu yang belepotan cairan vaginanya sendiri seperti mengoral penis pemuda itu hingga jari itu ditarik keluar pelan-pelan dari mulutnya.



”Aah...gitu Sel gua suka gaya lu, mmmm!” habis berkata Michael langsung melumat bibirnya.

Kembali ia harus pasrah ketika pemuda gendut itu memainkan lidahnya di rongga mulutnya. Aroma kewanitaannya juga terasa di mulutnya. Ckkk...ckkk...terdengar suara ludah mereka berdecakan. Di tengah percumbuan yang panas itu, Selvi merasakan kepala penis Michael yang seperti jamur itu menempel di bibir vaginanya.

”Eemmmhh!!” desahnya ketika benda tumpul itu melesak masuk membelah bibir vaginanya.

Ia memeluk pemuda gendut itu makin erat sambil berusaha melepaskan diri dari cumbuannya. Namun Michael terus memburu bibirnya sehingga baru lepas sebentar mulutnya sudah kembali dilumat olehnya. Tubuhnya mengenjang merasakan proses penetrasi itu hingga akhirnya penis itu tertancap seluruhnya pada vaginanya.

”Hihihi....peret bener Sel, memek lu bener-bener sip!” sahut Michael sambil tersenyum menjijikkan.

”Aaahh!” erangan itu terlontar dari mulut gadis itu merasakan sentakan pinggul Michael untuk yang pertama kali.

Birahinya sudah naik hingga ubun-ubun sehingga ia tidak lagi menghiraukan celotehan si gendut yang melecehkannya itu. Birahinya menuntut pemuasan yang maksimal. Itulah mengapa ia tidak melakukan perlawanan sedikitpun saat Michael mulai menggenjoti vaginanya. Desahan kenikmatan terus keluar dari mulutnya yang ternganga, matanya merem-melek dengan wajah menatap langit-langit ruang kuliah itu. Sambil menggenjot mulut pemuda gendut itu tak henti-hentinya menciumi mulut, leher, pundak, hingga belakang telinga Selvi seakan ingin menelan tubuhnya saja. Serbuan-serbuan beruntun pada setiap titik sensitifnya tersebut semakin menghanyutkan Selvi ke lautan birahi tanpa mempedulikan bahwa dirinya sedang mengalami perkosaan.



Setelah seperempat jam menyetubuhi gadis itu di meja, Michael bermaksud ganti gaya, ia menarik lepas penisnya dari vagina Selvi seraya berkata terengah-engah

”Ganti gaya Sel, sekarang lu yang goyang ya, gua mau ngerasain goyangan lu!”

Ia menjatuhkan pantatnya ke sebuah kursi terdekat lalu menepuk pahanya sendiri sambil duduk sebagai tanda agar Selvi naik ke atasnya. Tanpa diperintah lagi, Selvi turun dari meja dan naik ke pangkuan si gendut itu. Tangan kiri Michael menyusup ke bawah badan Selvi dan berhenti jemarinya ketika berada di belahan selangkangan pahanya. Jarinya bergerak membelai belahan kemaluan gadis itu yang telah basah. Selvi yang telah terangsang berat pun tidak tawar menawar kali ini dan segera mengarahkan senjata Michael ke lubangnya sendiri.

’Mmmmhhhhhhh.. ooouuuuuuggghhhhhhh...’ lendir dari vaginanya yang sudah banyak membuat proses penetrasi tidak lama dan tidak sulit.

’Oooouuuuuhhhhh..’ dengan sekali hentakan saja, amblas lah semua penis Michael ditelan vagina itu.

Setelah dirasakannya penisnya masuk, Michael pun mulai menggerakan pinggulnya sambil berpegangan pada pinggang Selvi yang ramping. Selvi pun berpegangan pada bahu Michael dan mulai menggerakkan pinggulnya sendiri.

’Ahh..ah...ah...ah..’ Selvi mulai mendesah nikmat.

Melihat dada Selvi yang tergantung bebas, ia pun mencaplok antara yang kanan dan kiri bergantian. Ia menyusu seperti layaknya bayi. Terkadang digigitnya pelan puting yang menegang itu.

’Sssssshhhhhhh...mmmmmmmhhhhhhh...’ membuat yang empunya keenakkan dan menggigit bibirnya sendiri.

Selvi pun semakin liar gerakannya. Pinggulnya ia gerakan naik turun dan gerakan berputar dengan cepat. Desahannya pun makin menjadi. Michael pun menyuruh menaikkan kedua tangannya agar ia bisa dengan leluasa menjilati ketiak wanita itu. Dilihatnya dua ketiak yang putih bersih dan tanpa bulu. Bahkan baunya pun tetap harum padahal Selvi sudah berkeringat dan rambutnya sudah kusut kemana mana. Badannya memang mulai mengkilat karena keringat.

’Sllluurrrrpppp..’ Michael pun melakukan jilatan bergantian kiri dan kanan. Hisapan dan gigitan juga dilakukannya.



’Ahh..ahhh..ahhh...aaaaaaaahhhhhhhhhhhh’ Selvi pun tidak kuat lagi bertahan dan orgasme.

’Wah uda keluar lu Sel..’ kata Michael sambil tertawa.

Selvi pun memalingkan wajah karena malu, meskipun ia sebenarnya merasa keenakan.

’Sini rangkul gue..’ kata Michael.

Selvi pun menurut, sambil mencoba memulihkan tenaga. Tiba-tiba Michael pun berdiri, menggendongnya dan menggenjot dalam posisi berdiri. Selvi pun merangkulnya kuat-kuat karena takut jatuh.

’Lu harum banget sih Sel..’ kata Michael sambil terus menggenjot.

Selvi pun menjawab lemah sambil terus mendesah. Dirasakannya penis Michael menghantam sampai mentok. Semakin lama gerakan Michael semakin cepat dan Selvi pun menyadari Michael sudah mau keluar.

‘Mike, di-di luar aja ya keluarnya..’ kata Selvi berbisik.

Michael pun mengangguk dan merebahkan Selvi di lantai. Ia meneruskan genjotannya sekitar lima menit ke depan hingga akhirnya menarik lepas penisnya dari vagina gadis itu. Dikocoknya penisnya sendiri dekat mulut Selvi. Selvi pun merespon dengan membuka mulutnya. Tidak sampai 5 menit, Michael memuntahkan laharnya ke dalam mulut Selvi. Begitu banyaknya sampai ada yang mental ke rambut dan wajahnya Selvi. Setelah itu, ia pun terduduk dan tertawa penuh kemenangan.

’Mike, dompet gue mana?’ kata Selvi.

Tapi Michael tidak menjawab dan memakai celananya sendiri, lalu mengangkat tasnya dan berlalu sambil mengambil bra dan celana dalam Selvi. Sebelum keluar, ia melempar dompet Selvi ke arah wanita itu yang masih tergeletak di lantai. Ia pun keluar dan Selvi dengan lemah memeriksa isi dompetnya yang ternyata memang masih lengkap semua.



THE END..OR..NOT ??

By : FanFicsHolic



© Karya FanFicsHolic




Riyo Mori: Exotic Woman in Exotic Island
11 September 2008




PERHATIAN  (WAJIB BACA DISCLAIMER TERLEBIH DAHULU) :
1. Cerita berikut mengandung unsur seksual, jadi bagi yang merasa belumDEWASA, sudah bosan dengan cerita artis, atau merasa terganggu dengan pilihan artis ini, silahkan tinggalkan halaman ini.
2 Cerita ini hanyalah fiksi semata, kejadian yang terjadi hanyalah FIKSI. Tidak bermaksud membunuh karakter atau apa pun. Ini hanya khayalan jadi sambil membaca tidak perlu dipikirin terlalu keras.
3. Read at your own risk



Riyo Mori
Thanks…


Hari ke-1..pkl. 16.00 WITA


‘Welcome to Bali, Miss Mori..and welcome to our resort..’ sapa seorang receptionist yang berpakaian khas Bali itu dengan ramah.
‘Thank you..’ jawab wanita berumur 21 tahun itu. Wanita itu menggunakan dress warna hitam yang tidak mampu menutupi kaki jenjangnya, sehingga tampaklah pahanya yang putih mulus. Dipadu dengan sebuah bando di kepalanya yg berwarna hitam juga.
‘So, how’s your flight?’
‘Nice..and kinda fast..hehehe’ kata wanita itu sambil tersenyum.
‘Good..please wait a minute ok..’ pria itu tampak sibuk memencet komputer. Ketik sana ketik sini.
‘Ok..’ dengan ramah wanita itu duduk di ruang tunggu. Tidak berapa lama, datang pelayan yang meawarkan
 welcome drink. Mori tidak menolaknya dan meminumnya. Sambil minum perlahan lahan, ia begitu menikmati pemandangan di Bali yang indah. Angin bertiup dengan sejuknya, ditambah pepohonan yang rimbun, membuat pemandangan itu tidak akan mudah dilupakan. Ini memang bukan untuk pertama kalinya ia berkunjung ke Bali, namun tentu saja berbeda karena waktu itu tujuannya sebagai duta Miss Universe tapi sekarang untuk berlibur. Ia sangat senang bisa berada di Bali untuk kedua kalinya, apalagi kali ini tidak perlu direpotkan oleh wartawan dan kerjaan.


‘Miss, the registration is complete..so..shall we?’
Perkataan itu membuyarkan lamunannya, Riyo Mori pun mengangguk dan pria itu membawakan tas Mori yang meskipun hanya 1 tapi cukup besar karena ia ingin menginap selama 4 hari 3 malam disana. Berjalanlah mereka bersama. Di perjalanan sang receptionist mencoba mengajak ngobrol dengan pembicaraan berbasa basi agar suasana lebih akrab sambil membawakan tas dari Miss Universe 2007 itu. Riyo Mori memang lebih dikenal sebagai seorang Miss Universe 2007, tingginya 174cm, kulitnya putih mulus, sedang rambutnya hitam khas Asia. Tentu saja sebagai seorang ratu kecantikan sejagat, tubuhnya sangat dijaga sekali. Maklum karena baru turun ‘tahta’ ia punya waktu senggang lebih banyak sekarang. Apalagi di saat bukan musim liburan seperti sekarang membuat liburannya lebih nyaman. Suasana sepi membuatnya lebih bisa menikmati pemandangan pantai Jimbaran yang terletak persis di dekat resort itu.
‘This is it..’ kata pria itu.

Mori memang segaja memilih sebuah villa bukan kamar seperti di hotel agar bisa lebih rileks. Ia melihat dari luar kalau villa itu tampak nyaman dengan taman yang bersifat private dan ditumbuhi tanaman tropis khas Indonesia. Tidak berlama lama ia pun masuk ke dalam villa itu. Segera ia menuju ke kamar tidurnya mengikuti si receptionist, tampaklah sebuah kamar yang luar biasa. Kamar itu cukup luas dengan king bed ditutup seprei putih, serta kelambu yang menambah suasana menyenangkan. Keluar sedikit menuju taman maka ia dapat melihat hamparan pantai Jimbaran yang begitu indah dan biru serta sebuah kolam renang dengan tempat berjemur di sebelahnya. Terdapat pula anjungan di taman itu yang bisa digunakan untuk makan malam. Lokasi villa ini pun paling dekat ke arah pantai. Dekorasi khas Bali mulai dari artifak dan patung Bali yang terbuat dari batu menghiasi kamar dan tamannya.
‘Miss, I put your bag here, ok?’ pria itu meletakkan tas Mori di dekat tempat tidur.
‘Ok. Thanks..’ Mori tersenyum sambil memberikan uang tip. Pria itu berlalu sambil berterima kasih serta memberi tahu kalau kuncinya ia letakkan di meja rias. Mori hanya mengangguk dan kembali meneliti fasilitas yang tersedia. Ada LCD, ceiling fan, serta AC melengkapi kamar itu. Kamar mandinya pun besar dengan bathtub yang berwarna putih bersih, terdapat shower pula, sungguh luar biasa. Selain kamar mandi dalam ruangan terdapat outdoor shower untuk membilas diri sehabis berenang.
‘I guess it will be a great holiday..’ kata Mori dalam hati sambil senyum.
Dilihatnya di kiri dan di kanan tampak di villa-villa yang lain, begitu sepi dan tidak ada orang. ‘Hmm..it’s so quiet..nice and I can enjoy my holiday to the fullest..’ ia berpikir dalam hati. Lalu berlalu ke dalam kamarnya.

*********************************
Hari ke-2.. pkl. 09.00 WITA..



Tempat menginap Mori

Pagi-pagi pukul 9, Riyo Mori sudah siap. Ia berpakaian kaos putih ketat, bawahannya ia mengenakan hot pants dari bahan jeans, meskipun hanya mengenakan sandal kamar, itu tidak mengurangi keseksiannya. Rambutnya diikat ke belakang, lehernya pun terpampang dengan bebas. Setelah menyemperotkan parfum dan memakai lipbalm, ia pun berjalan menuju ke restoran tempat ia akan makan pagi.
‘Morning..’ sapa seorang karyawan saat ia berpapasan dengan Mori.
‘Morning..’ jawabnya ramah.
Ia pun berlalu menuju restoran. Setelah sampai, ia mencari tempat yang kosong dan duduk.
‘Would you like coffee or tea, miss ?’ tanya pelayan restoran itu.
‘Hmm..tea please..’ Mori menjawab.
Dituangnya teh itu ke dalam cangkir. ‘Thank you..’ Mori berterima kasih. Karyawan itu tersenyum dan berlalu.
Mori menyeruput teh itu, kemudian berdiri hendak mengambil roti yang dihidangkan. Namun rupanya beberapa turis lain ada yang menyadari bahwa dia adalah sang Miss Universe atau mantan Miss Universe tepatnya, maka mereka pun mulai bertanya ini itu serta minta foto bersama. Mori dengan ramah meladeni mereka satu persatu, suasana makan pagi itu pun menjadi meriah. Setelah selesai sarapan, Mori pun berpamitan kepada mereka. Hari itu ia memang ingin  melakukan spa sebagai salah satu fasilitas yang disediakan tempat penginapan. Ia berencana untuk menggunakan fasilitas tempat penginapan hari itu sebaik-baiknya. Ia pun bergegas menuju ke tempat spa.
‘Hello, Miss Mori..’ wanita di tempat itu menyapa dengan ramah.

****************************
Sementara itu, di kantor manajer hotel

‘David, ini gaji kamu bulan ini..’ kata sang manajer.
‘Kok cuma segini, pak?’
‘Ya kan kamu sempet kasbon waktu kemarin itu..jadi sekarang saya potong..atau kamu pura-pura lupa?’
‘Oh..iya sih, pak..tapi tadinya saya pikir mau dipotong dari gaji saya bulan depan saja..’ jawab David.
‘Ga bisa, Vid…peraturan tempat ini kan begitu.. sudahlah.. oh iya, satu hal lagi.. kamu tau kan kalo Riyo Mori sedang menginap disini?’ tanya si manajer.
‘Tau, pak..’
‘Nah semalam itu dia sempat bilang kalau hari ini dia hendak mencoba surfing..karena Putu sedang tidak masuk hari ini, jadi satu-satunya pengajar kan cuma kamu..jadi sore ini tolong standby disini ya..’
‘Baik, pak..ada lagi pak?’ David menjawab.
‘Ga ada.. kamu boleh kembali ke pantai..’
‘Makasih pak..’ David pun keluar dari ruangan itu.

Sebutlah namanya David. Seorang pemuda asal Jakarta yang merantau jauh sampai ke Bali karena ribut dengan orang tuanya. Ini adalah tahun ke-3 ia tinggal di Bali. Umurnya baru 25. Sebenarnya ia adalah pemuda yang pandai namun wataknya yang keras dan orang tuanya yang selalu bertengkar, membuat ia tidak tahan tinggal di rumah. Ia berprofesi sebagai surfer, ya memang penghasilannya tidak seberapa tapi ia juga terkadang menjadi pelayan di beberapa restoran sebagai pekerja part time. Kulitnya hitam karena terlalu banyak di pantai, rambutnya juga acak-acakan khas anak pantai, tingginya hanya 160-an, namun kalau untuk urusan surfing bisa dibilang ia memang ahli.
‘Dapet berapa, Vid?’ tanya seorang temannya setibanya ia di pantai Jimbaran.
‘Cuma segini..’ katanya seraya menunjukkan isi amplop itu.
‘Ya sudahlah, itu sudah lumayan…mau ikut main?’ tanya temannya lagi yang sedang asik berjudi.
‘Ga dulu deh..kan kau tau, duitku habis gara-gara beli handphone..’
David memang terpaksa menjual handphone nya waktu itu gara-gara kalah judi bola, namun akhirnya ia memutuskan untuk membeli handphone baru. Meskipun bekas tapi masih bagus dan masa kini punya. Karena tanpa handphone ia menjadi sering kehilangan kesempatan kerja.
‘Aku dengar di tempat kau itu sedang kedatangan wanita Jepang cantik ya ?’ tanya seorang temannya.
‘Iya, nanti sore aku ketemu sama dia..’
‘Wah, kita-kita juga mau donk dikenalin, Vid..hahahaha..’ temannya itu tertawa bersama-sama.
David hanya tersenyum sinis. Dalam hatinya, ia memang ingin mencicipi legitnya tubuh mantan Miss Universe itu tapi sendirian tentunya. ‘Ngapain juga gua bagi-bagi sama mereka..rugi..’ pikirnya dalam hati.

***********************************
Tempat penginapan..pkl. 15.00 WITA

Mori sedang berjemur rupanya di luar kamarnya. Ia memang hendak berenang sebentar lagi setelah berjemur. Bikini sudah dikenakannya, warna hitam itu sangat kontras dengan kulit putihnya, sambil memakai kacamata hitam, ia tampak rileks sekali. Setelah dirasanya cukup berjemur, ia melepas kacamata hitamnya dan meceburkan diri ke kolam renang yang ada di sebelahnya. Beberapa gaya ia lakukan dan sesudah beberapa kali bulak-balik, ia pun mengangkat dirinya ke darat, mengambil handuk dan mengeringkan badannya, dilihatnya jam yang ada di handphone nya, ternyata sudah hampir jam 4 sore.
‘Oh no..!! I want to learn surfing at 4 o’clock !! how come I forget…’ katanya dalam hati.
Ia bergegas kembali ke kamar, dibukanya bikini itu dan kembali memakai kaos yang tadi pagi dikenakan. Ia tidak mau langsung mengenakan bikini itu, karena basah dan takut malah ngejiplak di kaos dan celana yang ia kenakan, maka ia berencana untuk ganti nanti di pantai saja.

‘Mana tuh cewek..udah jam 4 lewat kok belum dateng..’ kata David dalam hati. Ia memang sudah menunggu, sejak jam 4 kurang.
Pantai itu memang tidak terlalu ramai, maklum musim sekolah. Hanya ada beberapa bule berjemur dan beberapa orang sedang bermain air laut sambil mendirikan istana pasir.
‘Bisa makin item nih gua..’ David kembali berbicara dalam hatinya. Tiba-tiba…
‘A-are you, David?’ suara lembut dari belakang itu mengagetkannya.
‘Oh..yeah.. and you must be Riyo Mori, right?’ David mengulurkan tangannya.
‘Right..’ Mori membalas jabat tangan itu.
‘How do you know my name?’ tanya David.
‘Mmm, the management told me that my instructor name would be David…and they told me about you..physically I mean..’
‘Ok..that’s good.. have you ever surf before?’ David bertanya sambil mengangkat papan surfingnya.
‘No, this is my first time..’ Mori menjawab sambil menggigit bibirnya.
‘No problem..there’s always first time for everything..right?’
Mori menjawab dengan senyuman. ‘Where should I change?’
‘There..’ David menunjuk sebuah kamar ganti.
‘I’ll be right back..’ Mori pun berlari kecil menuju kesana.
‘This is my chance..’ David mengorek tasnya sendiri, mengambil handphone miliknya kemudian mengikutinya setelah Riyo Mori sudah benar-benar masuk ke ruang ganti tersebut.

Ruang ganti itu memang atasnya terbuka sehingga David pun bisa ambil kesempatan dari sana. Pertama-tama ia mencoba mengambil foto Mori lewat atas sambil lompat-lompat, namun ia tidak berhasil. Namun tidak habis akal ia pun masuk ke ruangan di sebelah Mori, lalu naik ke atas toilet. ‘Nah..bisa nih..’ pikirnya dalam hati.
Sambil jinjit dan menapak di atas toilet, ia berusaha untuk mengintip. Dilihatnya rupanya Mori sedang tanpa busana sama sekali. Diarahkannya handphone nya itu sambil gemetar dan diambilnya lah beberapa gambar. Jantungnya berdebar kencang sekali, karena takut ketahuan dan karena melihat tubuh Mori yang seksi tanpa sehelai benang pun. ‘Kayaknya udah cukup..’ gumamnya dalam hati sambil melihat hasil jepretannya. Ia menunggu hingga suara pintu Mori di sebelah terbuka, baru ia keluar. Penisnya pun berdiri tanpa bisa ia kendalikan, pikiran kotor sudah mulai menguasainya. Jegrekk.. pintu di sebelah didengarnya sudah terbuka. Ia pun memasukkan kembali handphone ke kantongnya dan bersiap keluar. Mori pun kembali ke pantai tanpa menaruh curiga. Namun dilihatnya David tidak ada. Sambil celingukan, ia mencoba mencari. Tiba-tiba David muncul dari belakang, setelah menaruh handphone nya kembali di tas, ia menepuk bahu wanita itu.
‘Hey..where have you been?’ tanya Mori.
‘To-toilet..’ David seketika menjadi gugup.
‘Well..shall we start now?’ kata Mori yang bingung dengan tingkah David yang tiba-tiba berbeda.
‘O-of course..’ David mecoba mengangkat papan surfing itu. Pikirannya tidak bisa berhenti membayangkan Mori yang sedang telanjang. Tapi tentu saja rencananya disimpan untuk nanti malam. Maka ia berusaha profesional dan tetap mengajari Mori cara surfing perlahan-lahan.

Setelah 1 jam berlalu, Mori tampak sedikit lebih baik, keseimbangannya mulai terjaga.
‘Woooo..’ Mori berteriak bangga sambil mengangkat kedua tangannya. Ia cukup gembira karena sudah bisa berdiri di atas papan surfing.
David yang sedang duduk di pinggir pantai hanya tersenyum melihat hal itu.
‘That’s it for today..’ kata pria itu.
‘Ok..thank you so much..’ Mori menjawab sambil menyeret papan surfing itu ke pinggir pantai.
‘Mmmm..miss Mori, can I meet you tonight at 8 o’clock maybe? At you place?’ tanya David sambil membereskan papan surfingnya.
‘Hmm.what is it? Is there something you want to talk about?’ Mori bingung dengan pertanyaan David.
‘Ye-yeah something like that..’
‘Well..let’s meet at the restaurant…’ Mori merasa tidak nyaman jika David harus ke villa nya itu.
‘No, I-I have to meet you at your place..’
‘Why??’ Mori semakin curiga.
‘You’ll find out later..’
‘All right..I’ll report your behavior to your manager..’ Mori merasa terganggu dengan sikap David, ia pun berbalik hendak meninggalkan pria berkulit hitam itu.
‘I won’t do that if I were you..’ David berteriak dari belakang.

Mori pun membalikkan badannya dan mengerenyitkan dahi. David pun menuju ke tas nya sendiri, dikeluarkannya handphone yang ia gunakan tadi. Sambil membukanya, ia tunjukkan foto-foto yang telah ia ambil tadi. Mori sangat kaget melihat dirinya dalam keadaan bugil ada disitu, ia tidak percaya sambil menutup mulut dengan kedua tangannya.
‘O-ok.. how much do you want? You want money right?’ suara Mori mulai terdengar bergetar.
‘No..it’s not about the money.. I want you..’ kata David sambil membelai pipi Mori yang mulus. Wanita itu pun secara reflek langsung menampik tangan David.
‘It’s ok if you don’t want..but don’t blame me..tomorrow you’ll find your photo all over in internet..’ David kembali membereskan handphone dan barang bawaannya.
‘Allright..8 o’clock..’ Mori mencoba bernegosiasi.
‘Nice decision..see you later..’ David tersenyum penuh kemenangan dan berlalu. Sementara Mori hanya bisa mematung dan tidak percaya, ia kesana untuk liburan namun malah jadinya harus berurusan dengan pria yang baru dikenalnya. Namun karena tak punya pilihan ia pun menuju ke ruang ganti untuk mengganti pakaian.

****************************
Pukul 20.00 WITA

Sesuai dengan waktu yang telah disepakati, David akhirnya bergegas menuju tempat Mori menginap. Ia tidak sabar lagi setelah dari tadi sore menahan birahi.
‘Miss Mori, I’m here..’ teriak David dari pintu.
‘Ssssstttttt.. lower your voice..’ kata Mori sambil membukakan pintu.
Malam itu ia mengenakan jaket warna putih dengan tank top pink di dalamnya. Serta celana jeans panjang.
‘Sorry..’ David pun menerobos masuk.
Sambil berjalan dari belakang, Mori mencoba memperingatkan agar David tidak berbuat macam-macam apalagi setelah nanti ia kembali ke negaranya. David hanya mengangguk saja dan berjanji kalau setelah tidur dengan Mori, ia akan menghapus semua foto-foto itu.
‘Can I trust your word?’ tanya Mori lagi untuk meyakinkan.
‘Don’t worry, this is my handphone and I’ll let you erase your own photo…deal?’ David berkata sambil mengeluarkan handphone dari kantong celananya.
‘Deal..’
‘Good..now I want to see you naked..’ David mendaratkan dirinya di tempat tidur yang nyaman.

Awalnya Mori tampak ragu-ragu dan berpikir. Ia diam tidak bergerak.
‘Do you change your mind?’ David menegur. Sambil menghela napas, ia pura-pura hendak keluar dari kamar itu. Namun, Mori mencegahnya dan menyuruhnya untuk menyerahkan handphone nya nanti. David mengangguk sambil tertawa penuh kemenangan.
‘Whatever.. I don’t care anything anymore.. Beside, I don’t have any choice right now..’ Mori berkata dalam hati. Ia sebenarnya merasa jengkel namun apa boleh buat.
Mori yang sudah geram dengan kelakuan pria bajingan ini, tanpa disuruh dua kali, ia pun membuka jaketnya. Kemudian dilepasnya tank top beserta bra putihnya. Baru kemudian disusul jeans dan celana dalam putih yang ia lemparkan ke wajah David. Puting Mori yang berwarna pink kecoklatan itu pun terekspos dengan jelas, begitu pula vaginanya yang hanya ditumbuhi bulu-bulu halus.
‘hahahaha..’ David begitu senang melihat seorang wanita yang seharusnya posisinya begitu terhormat menjadi tidak berdaya di hadapannya. Ia pun mencium aroma dari celana dalam itu dan menyuruh Mori duduk di pinggir ranjang.
Kemudian ia berdiri di depan Mori, disuruhnya lah wanita pemenang kontes kecantikan itu membuka celana beserta celana dalam yang ia kenakan. Mori pun mulai membuka kancing jeans yang dikenakan David, ditariknya ke bawah celana panjang itu beserta celana dalamnya. Tampaklah penis hitam berukuran besar yang sudah berdiri dengan kepala yang disunat.

Mori cukup kaget juga melihatnya. ‘Do you like it, huh?’ David berkata sambil membelai rambut wanita itu. ‘Suck it..’ perintahnya.
Mori mulai dengan mengocok benda itu, pelan-pelan. Tangannya yang halus membuat David mendengus. Tidak pernah ia bayangkan kalau ia bisa menaklukkan seorang Miss Universe, mimpi pun tidak. Dirasakannya kalau napas sang Miss Japan 2007 itu mulai mendekati penisnya, namun Mori tampak ragu karena bau penis David yang tidak sedap itu. David yang sudah tidak sabar pun tiba-tiba menjejalkan senjatanya itu ke dalam mulut Mori. Wanita itu awalnya kewalahan karena gerakan pinggul David yang cepat dan menyetubuhi mulutnya. Tapi pada akhirnya David berhenti dan membiarkan wanita Jepang itu memainkan lidahnya dan melakukan servis oral.
‘Ouuggghhh.. I guess they should add one more B for next year contest.. it’s bitch..hahaha..’
Wajah Mori merah saat mendengar kata-kata yang menghinanya itu, namun ia tidak peduli lagi dan berharap mimpi buruk ini berakhir. Tangan David tak henti-hentinya mengelus rambutnya itu. Sementara Mori terus memaju mundurkan kepalanya sendiri.
Tak ingin buru-buru David mengeluarkan penisnya dan menyuruh Mori melebarkan kakinya.

Sebelum turun ke daerah kewanitaan itu, ia tidak membuang kesempatan dengan menjulurkan lidahnya ke arah mulut Mori yang masih terbuka setelah melakukan oral. Lidah itu pun masuk tanpa bisa ditahan oleh Mori. Sebaliknya wanita asal Jepang itu malah membelit lidahnya David dan menghisapnya. Ia sudah tidak peduli lagi dengan statusnya sebagai mantan Miss Universe, Miss Japan, atau apa pun karena birahinya sedang naik sekarang ini. Dalam keadaan sedang berciuman seperti itu, David dapat mencium harumnya parfum yang dikenakan Riyo Mori, sehingga membuatnya tambah bernafsu. Kedua tangannya mulai bergerilya pada daerah payudara Mori. Diremasnya yang kanan dengan tangan kirinya, sementara yang satu lagi dirangsang dengan mencubit putingnya. Agak sakit memang untuk Mori tapi ia juga merasakan nikmat yang tidak disangka sangka. Puas dengan mulut, David menjilati leher Mori yang putih itu, jilatannya terus turun ke arah gunung kembar yang berukuran sedang. Ia pun langsung mencaplok payudara yang kanan dan tetap mempermainkan payudara yang kiri. Terkadang ditariknya puting payudara yang kiri dengan kedua jarinya, sementara puting yang kanan digigitnya.
‘Mmmmhhhh.. David…’ Mori mendesah keenakan sambil menahan kepala pria itu agar tidak pergi. Sesekali akibat rangsangan yang ada, ia menjambak rambut pria itu sambil menggigit bibir bawahnya sendiri.

Setelah puas, pelan tapi pasti David pun menurunkan jilatannya ke arah perut Mori yang rata dan mulus. Dijilatnya pusar wanita itu dan terus turun ke bawah hingga sampai di bagian yang dari tadi dinantikannya.
‘Is it good?’ tanya David.
Mori merasa malu, ia yang tadinya terpaksa tapi malah menikmati. Sehingga tanpa menjawab ia hanya memalingkan wajah.
‘Answer !!!’ David membentak.
‘Y-yes it’s very good…please don’t stop..’ Mori sudah tidak bisa lagi menahan birahinya. Sehingga tanpa malu-malu ia pun membuka kakinya lebar-lebar.
David kembali tersenyum puas dan dibukanya vaginan yang sudah basah itu dengan kedua jarinya. Dijilatinya sampai sedalam dalamnya. Bahkan terkadang lidahnya ikut mencolok hingga mengenai klitorisnya. Mori pun menikmati perlakuan dari David sambil menahan badannya ke belakang menggunakan kedua tangannya. Sementara kakinya menjepit kepala David yang sedang mengerjai vaginanya.
‘Gila nih cewek udah basah banget..’ David bergumam dalam hati sambil lidahnya terus bermain main. Tangannya mulai membelai paha Mori yang halus, tangan David ang kasar membuat Mori merasakan sensasi yang berbeda saat pahanya dibelai oleh pria hitam itu.

‘Nggghhh..aaaaaaahhhhhhh…..’ Mori tidak bisa menahan lagi laju cairan kewanitaannya itu. Sambil orgasme , ia menjepit kepala David. David pun dengan rakus menjilati cairan itu sampai bersih. Baru pernah ia merasakan cairan kewanitaan dari seorang ratu kecantikan sejagat.
‘It’s damn good..’ kata David sambil berdiri.
Mori masih terengah-engah setelah mengalami orgasme. Dilihatnya David mengambil posisi tiduran di belakangnya. Sambil menepuk pahanya sendiri, David menyuruh Mori untuk tiduran di atas penisnya. Mori pun tidak melawan dan meletakkan kepalanya di selangkangan David.
‘Wah rambutnya alus banget.. bener-bener udah kayak mimpi neh gua..’
David menggunakan kedua tangannya untuk meremas payudara yang kiri dan kanan. Ia kembali mempermainkan gunung kembar itu. Birahi Mori pun kembali naik, ia mulai mendesah tiap kali David mencubit putingnya yang sudah mengeras itu. David membimbing agar posisi tidur Mori lebih naik sehingga sekarang punggung Mori berhimpit dengan dadanya yang bidang itu. Dalam posisi begini, ia bisa mencium bibir Mori yang seksi itu. Sambil satu tangan di payudara kanannya, yang satu lagi sedang mengerjai vagina wanita itu. Jarinya keluar masuk dan mengorek.
‘Mmmhhh..mmmhhh…’ sambil menikmati percumbuan itu, Mori mulai menggunakan tangan kirinya untuk mengocok penis David. Digenggamnya senjata itu sambil terus dimaju mundurkan.

David menyuruhnya untuk berhenti sebentar dan mengatur posisi kembali. Mori pun menyibak rambutnya yang sudah berantakan. David mengambil posisi tiduran dan membiarkan Mori naik ke atasnya. Dengan dua jari, ia membuka vaginanya sendiri dan masuklah penis hitam itu hingga ke dalam.
‘Ooohhh…’ begitu yang keluar dari mulut wanita itu begitu penis itu amblas.
Tanpa perlu dikomando, Mori langsung menggerakan pinggulnya sendiri naik turun secara cepat sambil tangannya bersandar di dada bidang David. Pria itu terus menambah rangsangan dengan meremas gunung kembar milik Mori. Bunyi kecipak kecipok dan desahan dari Mori memenuhi ruangan itu. Rangsangan yang datang dari David membuat pertahanannya kembali jebol. David merasakan kalau cairan kewanitaan dari Mori membasahi penisnya. Ia pun tersenyum puas. Mori akhirnya ambruk di atas tubuh David. Sementara si pria masih terus menggerakkan pinggulnya. Dipeluknya tubuh Mori yang basah karena keringat sambil membelai rambut hitam yang panjang dari wanita itu.
‘Miss Mori can you face that way…’ David mencoba mengarahkan Riyo Mori.
Mori menuruti kemauan pria itu dengan posisi jongkok ia sekarang memunggungi David namun dengan posisi penis tertancap di vaginanya. David kembali meyetubuhinya, dengan posisi demikian ia benar-benar bisa merasakan vagina sang mantan Miss Universe seutuhnya. Dirasakannya jepitan dan pijatan dari vagina itu. Sambil menyodok dari belakang, tangannya tidak pernah absen dari kedua payudara yang empuk.

‘Arrrgghhhh… ooouuggghhh,..’ croootttt..crooottt…
David tidak bisa bertahan dan mengeluarkan spremanya di dalam liang kewanitaannya Mori sambil meremas kedua gunung kembar itu dari belakang. Mori pun turut ambruk ke belakang. Keduanya terengah-engah. Setelah dirasakannya penisnya mulai mengecil, David mengeluarkan penisnya sendiri.
‘David..your handphone please..’ kata Mori seraya rebahan di atas tubuh David.
‘No, I’m not finish yet..’ kata David yang masih terengah-engah.
Diturunkannya tubuh Mori, ia pun berjalan menuju ke arah celananya yang tergeletak di lantai. Ia mengorek kantongnya dan mengeluarkan seutas tali. Mori pun heran.
‘Hands up..’ David memberi perintah pada Mori.
‘What?’ Mori tampak heran dan enggan.
‘Hands up !!!’ David membentak sambil menyatukan kedua tangan Mori dan mengangkatnya ke atas.
‘Aaaaakkkkhhhh…’ pergelangannya terasa sakit karena perlakuan kasar dari David.
Diikatnya pergelangan tangan itu menjadi satu kemudian ujung tali itu diikat ke besi yang ada di atas tempat kelambu diatas tempat tidur itu. Setelah selesai dengan semua persiapannya, David berdiri di atas ranjang itu dan membantu Mori untuk berdiri juga. Dengan tangan terikat keatas membuat tubuh wanita itu semakin membangkitkan birahi David.

‘You look so sexy..’ komentar David sambil menyibak rambut Mori yang menutupi wajahnya.
Setelah diciumnya dada Mori yang satu, ia kembali turun dan mengambil ikat pinggang dari celana jeansnya sendiri. Mori segera mengetahui apa yang akan menimpa dirinya. Sambil geleng-geleng ia berkata, ‘No..no.. please don’t..’
Ctttaaaaaaaarrrrr.. sebuah sabetan dari ikat pinggang itu menghampiri punggung Mori yang mulus sampai meninggalkan bekas kemerahan. Mori hanya bisa menggigit bibirnya sambil menahan sakit. Tiba-tiba satu sabetan kembali menghajar pantatnya. Panas dirasakannya dan tanpa disadari air matanya mulai keluar.
‘Aaahhh…’ Mori kembali berteriak saat satu sabetan kembali mengenai punggungnya.
David pun menjambak rambut wanita itu yang sedang meringis, lalu dijilatinya ketiak kiri dari Mori, dihisapnya bahkan digigitnya.
‘Awww..aaahh.. David what are you doing?’ Mori mencoba bertanya pada pria itu.
David pun berpindah ke depan Mori, sambil mengangkat kaki kiri wanita itu, ia kembali menjejalkan penisnya yang hitam dan berurat ke dalam vaginanya. Dihentakannya pinggulnya sendiri dengan brutal. Sambil terus menyetubuhi dengan posisi berdiri, tangannya meremas payudara kiri Mori dengan keras seperti orang meremas santan. Sementara mulutnya menjelajahi ketiak kanan Mori.
‘Aaaaaahhhh…ahhh…’ Mori hanya bisa mendesah saat diperlakukan kasar.
Tangannya yang menjuntai ke atas memang membuatnya semakin tidak berdaya. Ia memeluk David dengan kedua kakinya sehingga saat ia dalam keadaan melayang.

‘Ini kesempatan emas..kesempatan emas..kesempatan emas…’ begitulah pikiran David dalam hatinya.

Setelah puas, ia mencabut penisnya dan berpindah ke belakang. Dilihatnya Mori sudah penuh dengan keringat. Perutnya yang rata itu tampak mengkilap, ia pun memutari Mori dan mengambil posisi di belakangnya. Dilihatnya, punggung putih mulus itu pun sudah berkeringat. Didorongnya punggung Mori hingga menungging.
‘Ennnggghhhh..’ Mori merasakan tangannya terasa pegal karena haru menungging dengan tangan terikat.
Tapi rasa itu tidak berlama-lama karena David segera menyetubuhinya kembali dari belakang. Tangannya meremas kedua payudara Mori. Terkadang ditamparnya juga pantat wanita itu agar ikut bergerak mengimbangi gerakan David. Mori pun mulai menggerakkan pinggulnya sendiri.
‘Aaaahhhh…ahhh..’ Mori pun kembali mendesah.
Disaat yang tanggung, David mencabut penisnya. Mori pun cukup heran, padahal saat itu dia sudah mau orgasme. Wajahnya pun sudah merah merona. David kembali ke depannya.
‘Please, David.. I-I’m about to come..’ Mori mencoba memohon.
‘Hahaha.. so you really like my penis, huh?’ David berkata sambil memencet putingnya yang kanan.
‘Sssshhhh..ye-yes…’ Mori merapatkan kakinya sambil mendesis.
‘Say this : please, make me come, master..’

Mori enggan untuk melakukannya tapi karena dorongan birahi yang melandanya ia pun mengalah.
‘Ple-please make me come, master..’ kata Mori sambil memalingkan wajahnya.
‘Hahaha… Ok.. here we go.. oh wait a minute..’ rupanya David kembali mengeluarkan handphone nya dan memotret Mori yang dalam keadaan tidak berdaya itu.
Mori hanya bisa berusaha memalingkan wajahnya namun tentu saja sia-sia. Setelah beres dengan urusan foto memfoto ia pun kembali beraksi.
David jongkok di depan wanita itu sambil senyum penuh kemenangan. Dimasukkannya dua jari ke dalam vagina Mori yang sudah basah kuyup. Dikeluar masukkan kedua jari itu dengan cepat, ditusuknya, dan dikocoknya. Selama 2-3 menit ia terus mengocoknya.
‘Ahhhh… ahhhhh…aaaaahhhhhh…’ yang empunya pun tidak bisa bertahan lagi dan mengeluarkan cairan cinta yang membanjiri jari jemari David.
Ia pun menyodorkan cairan itu ke mulut Mori dan wanita itu pun membuka mulutnya dan membersihkan jari David sampai tidak bersisa lagi cairan kewanitaannya itu. Setelah itu David mengambil gunting dan memotong tali yang mengekang lengan Mori. Sekarang wanita itu pun terbebas dari rasa pegal yang mengekang.
‘Here..’ David mengatur agar Mori tidur terlentang.
Lalu diarahkannya penisnya itu ke arah wajah wanita Jepang itu. Sambil mengocok penisnya sendiri , David pun mengerang tidak karuan. Apalagi disaat Mori mulai membantunya mengocok.

‘Wow, udah kayak di film JAV aja nih..’ pikir David dalam hati.
Setelah 5 menit, David pun memuntahkan seluruh pelurunya di muka Mori yang putih itu. Dikeluarkannya hingga habis, bahkan sebagian ada yang mengenai rambut Mori. David pun mencolekkan spermanya yang menempel di pipi Mori itu dan menyodorkannya ke mulut wanita itu. Mori pun menghisap dan membersihkan sisa yang lainnya yang masih menempel di wajahnya. Akhirnya kedua insan itu tertidur setelah persetubuhan yang melelahkan.

****************************
Hari ke-3..pkl. 10.00 WITA

‘Hmph..jam berapa nih..’ kata David dalam hati.
Ia pun mencoba membuka matanya saat dirasakannya matahari menyilaukan itu menggannggu penglihatannya. Ia melihat jam di dinding ternyata jam 10 pagi. Yang membuatnya heran adalah Riyo Mori yang sudah tidak ada lagi di kamar itu. Tasnya pun sudah tidak ada.
‘Kemana ya tuh cewek..’ katanya dalam hati.
Ia pun turun dari ranjang hendak memungut pakaiannya, tapi ia sungguh terkejut saat tidak menemukan pakaiannya sama sekali.
‘Wah, kemana nih baju dan celana gua..’ gumamnya.
Saat ia sedang panik dan melihat kesana kemari, rupanya ada sebuah surat di atas meja rias itu.

‘David, maybe right now you’re so confuse about where is your clothes and where am I.. well I tell you something, don’t worry about that.. Your handphone is already mine.. Your clothes? Why don’t you take a look outside..if you’re lucky you can find it at the beach.. because I throw it down there.. now I’ll give you my B..brainless…’

David pun langsung merobek surat itu dan membuangnya. Ia sungguh marah, untung saat ditengoknya keluar, pakaiannya masih tergeletak di pantai.
‘Wah brengsek..kasbon lagi deh gua..handphone ilang lagi..’ katanya dalam hati sambil terduduk di lantai.
Sementara itu Mori kembali ke negaranya dengan menggunakan pesawat penerbangan yang paling pertama. Ia masih bisa tersenyum karena tahu bahwa paling tidak foto-fotonya itu akan aman.

By : FanFicsHolic



© Karya FanFicsHolic




Liu Yifei: Sex in Plane
24 Agustus 2008


Liu Yifei

PERHATIAN :
1. Cerita berikut mengandung unsur seksual, jadi bagi yang merasa belum DEWASA, sudah bosan dengan cerita artis, atau merasa terganggu dengan pilihan artis ini, silahkan tinggalkan halaman ini.
2 Cerita ini hanyalah fiksi semata, kejadian yang terjadi hanyalah FIKSI. Tidak bermaksud membunuh karakter atau apa pun. Ini hanya khayalan jadi sambil membaca tidak perlu dipikirin terlalu keras.
3. Read at your own risk
Thanks…

***********************************
Airport, 07.00 PM


‘Put your bag in here, miss..’ kata seorang pria bule memberi instruksi kepada seorang gadis cantik. Pria itu berwajah serius dan lengkap dengan seragam kepolisian Amerika. Tentu saja karena ini adalah airport di Amerika, maka tidak heran pengawasan dan penjagaannya sangat ketat.
‘Yeah..’ sang gadis pun meletakkan tas yang dibawanya di tempat yang ditentukan. Ia pun berjalan melewati mesin pemindai logam yang terletak di sebelah mesin tersebut.
Tas itu pun berjalan melewati alat pemeriksa isi tas yang biasa dijumpai di airport.

‘Thank you… and here your bag..’ bule itu membantu mengangkat tas si gadis cantik yang cukup berat karena diisi baju yang cukup banyak. Setelah tas pakaian itu diberikan, pria itu memberikan tas jinjing yang dibawa gadis itu untuk memuat dompetnya.
‘Thanks..’ gadis bernama Liu Yifei itu tersenyum sambil membawa tasnya berjalan menuju ke terminal tempat ia menunggu pesawat yang akan membawanya ke tanah kelahirannya.
Liu Yifei adalah seorang gadis asal negeri tirai bambu umurnya baru 20 tahun. Dengan tinggi 170cm dan berat 48kg membuat ia terlihat sangat cantik. Ia terkenal sebagi model, penyanyi dan membintangi beberapa film layar lebar. Kulit putih, rambut hitam panjang lurus, dan wajah cantiknya memang benar-benar sempurna. Yifei memang lama tinggal di New York sehingga bahasa Inggrisnya pun sangat fasih.

Setelah berjalan sebentar, ia pun menemukan tempat duduk yang kosong. Didaratkannya lah pantatnya di kursi tersebut. Kemudian ia memasang headset ke kupingnya. Ia mendengarkan lagu-lagu yang ada di handphone nya sambil membaca majalah wanita. Hari itu Yifei memang tampak luar biasa karena ia mengenakan kaos warna biru muda berkerah dipadukan dengan rok jeans yang mini, lengkap dengan sepatu hak tinggi. Rambutnya ia biarkan tergerai bebas.
Sekitar 15 menit berlalu, ia masih asik dengan lagu dan majalahnya namun perhatiannya sedikit terusik karena dilihatnya tepat di seberangnya ada 4 pemuda yang gerak geriknya mencurigakan. 1 pemuda itu berkulit hitam dan berkepala botak, memakai kemeja dan jeans. Wajahnya sangat serius dan tanpa senyum. Yang kedua berbadan gemuk tapi berkulit putih, dilengkapi kacamata setebal toples. Rambut keriting pendek berwarna pirangnya pun menambah ketidak gantengannya. Sudah gemuk seperti itu pun tampak ia sedang menyantap hamburger dengan lahap ditemani segelas cola. Pria itu memakai sweater warna biru dan celana setengah lutut motif kotak-kotak. Yang berikutnya adalah seorang pemuda berkulit hitam, rambutnya panjang dan dikuncir model rasta. Berewok dan badan kurus seperti junkies membuat orang melirik pun malas. Apalagi pakaiannya hanyalah kaos dan jeans. Yang terakhir adalah pemuda khas amerika. Kulit putih, rambut pirang, tampangnya pun jauh lebih baik dibanding ketiga temannya. Namun sayang tinggi badannya mungkin hanya sedada Yifei saja. Pakaiannya rapi, kemeja tangan panjang lengkap dengan celana panjang bahan bukan jeans. Umur mereka berkisar antara 25-30.
Yang sama dari ke-empat pemuda itu adalah mereka sama-sama memperhatikan Liu Yifei sedari tadi. Tapi ketika Yifei melihat ke arah mereka, mereka berpura pura tidak melihat. Tidak nyaman dengan keadaan tersebut, Yifei pun memutuskan untuk pindah tempat duduk. Ia berpindah ke tempat duduk tepat di belakangnya, sehingga posisinya sekarang memunggungi keempat pemuda tersebut. Yifei memang sendirian, ia hendak kembali ke China karena sedang masa liburan dan tidak ada job untuk saat-saat ini. Di dalam hatinya ia sedikit menyesal juga berpergian sendirian. Karena kebanyakan temannya sedang ada job.
‘Damn..!! Why she turn her back on us ??!!’ pemuda paling pendek itu merasa kesal.
‘You want to know why, Johnson ?? Because she’s scared of goblin !! Hahahahaha..’ pemuda berbadan gemuk dan bernama Michael itu tertawa-tawa.
‘Yeah ?? You think that’s funny ?? You think you funny, you kingkong.. ???!!! Heh??!!!’ Johnson pun terpacu emosinya.
‘What did you just call me?? Kingkong?? All right maybe I have to kill you first than I can be a real kingkong…’ Michael berdiri dan hendak berkelahi dengan Johnson. Meskipun pendek tapi tentu saja Johnson tidak takut, ia pun berdiri dan mencengkeram jaket Michael, si gemuk itu membalas dengan mencengkeram kerah dari kemeja Johnson.
‘Both of you, please shut up and put your ass back on the chair..now…’
Seketika mereka berdua terdiam. ‘O-of course, Olembe..’ kata mereka serempak.
Olembe adalah pria berkebangsaan Nigeria. Ia lahir disana, besar disana, namun menetap selama 4 tahun di Amerika sebagi pengedar narkoba.
Kedua pria yang hendak berkelahi itu pun kembali duduk di tempatnya masing-masing.
‘He’s a scary man, huh??’ tanya pria yang satu lagi kepada Michael yang duduk di sebelahnya.
‘Yeah, Smokey..He’s the man..’ kata Michael.
Smokey adalah nama panggilan. Nama itu diberikan oleh teman-temannya karena Smokey senang merokok ganja. Hari-hari dilewatinya bersama ganja kesayangannya. Bahkan akhir-akhir ini ia pun mulai menjadi pengedar.
‘If you make too much noise, I can’t concentrate..’ Olembe tampak serius sambil terus memperhatikan Yifei, meskipun gadis itu sudah membelakanginya.
‘It-it’s Michael who starts it first..’ Johnson mencoba membela diri.
‘What ?? Me?? I’m just joking.. You’re the one who always be serious all the time..’ Michael tidak mau kalah.
‘Well, your joke isn’t funny..’
‘But I think it is..and look now I’m start to laugh again..hehehe..’ Michael pun tertawa kecil.
‘Son of a……’ Johnson menggeram kesal namum sebelum kata-katanya selesai, Olembe sudah memotongnya.
‘Do both of you want to die right here, right now?’ Olembe berkata demikian sambil melihat wajah Johnson, kemudian berpaling melihat Michael.
‘N-no of course not..’ Michael menggelengkan kepalanya dan meneguk cola di gelas.
‘And you, Johnson?’
‘Neither do I..’ Johnson kembali duduk tenang.
‘Good..if one of you break my concentration again.. I will unleash my wrath.. is that clear?’
‘Ve-very clear..’ jawaban kompak kembali datang.
Olembe pun kembali tampak serius. Sementara Smokey berdiri hendak menuju ke toilet.
‘Smokey, I’ll go with you man..’ Johnson membuntutinya dari belakang.
***************************
Toilet


‘Man, where did you get that Olembe guy?’ kata Johnson sambil mencuci tangannya.
‘He’s a famous drug dealer in my neighborhood.. and he’s a shaman you know..’
‘What ???!!! A drug dealer ??!!!!’
‘Don’t worry he’s my friend and he won’t tell anyone about our plan’ kata Smokey santai.
‘Man, you’re just great..and after this he’ll kill me and Michael.’
‘No..he won’t, man..’ kata Smokey sambil berjalan ke arah keluar toilet.
‘Yeah, whatever.. let’s stick to the plan, ok?’
Smokey tersenyum sambil berjalan keluar toilet menuju ke kursinya kembali.
***************************
Airport, 08.00 PM


‘Attention.. for all the passengers with flight number….’ Terdengar suara wanita memberikan pengumuman dari pengeras suara.
‘Right on time, that’s our plane, man..’ kata Michael.
‘Let’s go guys..’ Johnson pun mengambil tas nya, begitu pula dengan yang lain, mereka mengambil tasnya masing-masing.
Para penumpang pun berjalan menuju ke arah terowongan yang membawa mereka masuk menuju ke pesawat tersebut. Sesampainya di dalam pesawat mereka disapa oleh pramugari yang cantik dan ramah. Senyuman diberikan pada tiap penumpang yang masuk.
Akhirnya keempat pemuda itu pun masuk ke dalam pesawat tersebut.
‘Welcome aboard..’ kata pramugari itu pada Johnson karena ia berada di urutan terdepan.
Johnson pun hanya tersenyum dan kemudian menunjukkan tiketnya.
‘This way please..’ kata sang pramugari.
Ternyata mereka berempat memesan tiket di bagian eksekutif. Johnson memang anak orang kaya jadi tidak heran jika untuk urusan penerbangan pun dia hendak mendapat tempat yang spesial. Dilihatnya oleh mereka kalau ternyata Yifei baru saja masuk dan ditempatkan oleh pramugari di kursi paling depan kelas ekonomi. Sehingga dengan mudah mereka dapat memantau pergerakan Yifei.
‘Man, you’re awesome..’ kata Michael seraya hendak menjabat tangan Johnson. Itung-itung tanda perdamaian.
‘Thank you..’ kata Johnson dan menjabat tangan temannya itu.
Tidak heran kalau Michael kagum dengan ‘karya’ Johnson. Ya, saking kaya nya, Johnson pun membeli semua tiket di kelas eksekutif sehingga mereka berempat saja yang ada disana dan menikmati sepuasnya.
‘I will remember this always..even when I’m on a high..hahaha..’ kata Smokey sambil tertawa-tawa.
‘Come on guys take a seat..we’ll celebrate this later..’ Johnson mengambil tempat di tengah sementara Michael duduk di sebelahnya dan berbincang-bincang kecil. Smokey mengambil tempat dekat jendela karena ia senang melihat pemandangan di luar nanti saat terbang. Hanya Olembe yang duduk di belakang sambil terus berkonsentrasi dengan wajah seriusnya.
‘Hello ladies and gentleman..welcome aboard.. this is your captain speaking.. I’m captain Rowley , and I’ll be the main pilot for this flight from United States to China… Our estimated flight is 14 hours and…’
‘It’s a long flight, heh?’ Smokey berkata sambil terkekeh-kekeh.
Setelah beberapa saat, mulai lah para pramugari memberi keterangan mulai dari sabuk pengaman, pelampung, sampai pintu darurat. Tentu saja lengkap dengan peragaannya. Setelah selesai, pesawat pun mulai bergerak perlahan menandakan akan segera mengudaranya burung besi tersebut. Beberapa penumpang ada yang sibuk dengan sabuk pengamannya, yang lain lagi ada yang sedang mengunyah permen karet, sementara Yifei tampak duduk tenang.
Pesawat pun berjalan semakin cepat, semakin cepat, semakin cepat, dan semakin cepat…nggieeeennngggggg terdengar suara yang menandakan bahwa pesawat tersebut telah berhasil lepas landas dengan selamat.
Ting..tung.. terdengar kembali suara dari sang kapten yang memberitahukan pengumuman bahwa pesawat telah berhasil mengudara dengan selamat.
‘I think I’m going to have some sleep right now..’ kata Johnson sambil memejamkan matanya.
Sementara Michael tampak berbicara dengan pramugari yang menawarkan champagne untuknya. Smokey pun sedang berbicara dengan pramugari hendak meminta makanan.
‘I prefer the chicken one..’ kata Smokey.
‘All right, right away, sir..’ kata sang pramugari.
‘Oh yeah one more thing, please just leave my friend back there alone..ok?’
‘O-of course, sir..’
‘Thanks..’ Smokey pun kembali melihat keluar kaca.
*****************************
Plane, 12.00 PM


‘Hey, John, wake up man..are you going to sleep forever or what?’ Michael pun menampar nampar wajah temannya itu.
‘Stop it man..i already wake up now..what time is it?’
‘Around twelve o’clock. The other passengers are sleep by now. We do it now?’ tanya Michael.
‘Yeah..sure.. tell that to Olembe..’ kata Johnson sambil menguap.
‘O-ok..’ Michael pun menghampiri Olembe.
‘He-hey man.. I think it’s the time for ‘that’ ‘ Michael mencoba bicara dengan Olembe.
Olembe memandangnya tajam. ‘Ok..but I go first..’
‘Ye-yeah…no problem..’ kata Michael sambil kembali ke tempat Johnson.
‘John, he wants to go first..’
‘What can we do about that, huh? I guess nothing..so be it..’ kata Johnson sambil menenggak minuman milik Michael yang tergeletak di mejanya.
‘Ok..I will wake Smokey..’ Michael menuju tempat Smokey yang sedang tertidur lelap sambil mendengarkan musik melalui headset.
Sementara Olembe menuju kelas ekonomi dan dilihatnya para pramugari tidak ada yang sedang berjalan-jalan dan sebagian besar penumpang pun tidur. Ada sekitar 3 orang yang sedang membaca buku sambil menyalakan personal light dari atas mereka. Karena keadaan pesawat sekarang memang relatif gelap. Tanpa membuang waktu, Olembe pun melihat ke arah Yifei dan dilhatnya gadis cantik itu sedang terlelap.
Olembe pun pelan-pelan membuka sabuk pengaman Yifei dan ditepuknya pundak sang gadis untuk membangunkannya. Yifei terkejut melihat Olembe di depannya.
‘Who..who are you?’ kata Yifei sambil matanya terus merem melek karena mengantuk.
Olembe terus menatap mata Yifei dalam-dalam.
‘All right..listen to me ok..from this time you will be my slave.. and you will obey my command..ok? call me master from now on..’
Olembe memang bukan sembarang dukun. Ilmunya yang tinggi membuatnya mudah saja untuk menghipnotis orang.
‘O-ok, master..’ Yifei merasa ada yang aneh dengan dirinya. Ia merasa tidak bisa melawan orang ini meskipun ingin melawan.
‘Good, now come with me..’ Olembe menarik tangan gadis itu dan membawanya ke bagian eksekutif.
‘Man, he really can do it..’ kata Michael berdecak kagum.
‘I told you..he’s damn good..’ kata Smokey sambil tersenyum.
Olembe tidak berkomentar dan membawa Liu Yifei menuju toilet yang ada di depan.
‘We will make sure the stewardess don’t get suspicious..’ kata Johnson.
‘Don’t worry..they won’t.’ kata Michael.
‘I hope so..’
*********************************
Plane’s Toilet, 12.30 AM


Setelah selesai mengunci pintu kamar mandi, Olembe memandang kagum gadis yang berdiri di hadapannya itu.
‘You’re so gorgeous..you know that.. it makes sense why that guy want you so bad..’ kata Olembe sambil terkekeh-kekeh.
Olembe pun mulai beraksi, dibelainya rambut Yifei, turun ke pipi mulusnya, hingga mendarat di dadanya. Diremasnya dada kenyal tersebut, membuat yang punya mendesah keenakan. Olembe meneruskan penjelajahannya hingga mendaratkan kedua tangannya di bokong Yifei. Digenggamnya bongkahan pantat itu dengan kedua tangannya yang berotot, diremasnya dengan kuat. Yifei hanya bisa pasrah dan tidak bisa melawan. Melihat hal tersebut, Olembe pun memberanikan diri mencium bibir Yifei yang tipis dan menggairahkan. Yifei sebenarnya merasa bau mulut Olembe tidaklah sedap namun entah kenapa dia sendiri kehilangan kontrol atas dirinya, ia hanya bisa pasrah dan mengikuti kemauan sang pria berkulit hitam tersebut. Mula-mula Olembe memang hanya melakukan ciuman kecil namun lama kelamaan lidahnya mendesak masuk mulut Yifei. Yifei membalas dengan menghisap lidah Olembe dan membelitnya dengan lidahnya sendiri. Terjadilah percumbuan yang panas antara keduanya, tangan Olembe pun terus meremas pantat Yifei.
‘Mmmmhhh…mmmmhhh…’
Suara kecupan memenuhi toilet tersebut, bahkan terkadang Yifei juga mendesah manja apalagi Olembe mulai mendaratkan ciumannya di leher yifei yang jenjang dan putih mulus itu. Dijilatnya leher tersebut hingga basah kemudian dihisap sekuatnya oleh Olembe. Bau parfum Yifei yang segar pun sangat terasa dan membangkitkan birahi Olembe lebih tinggi lagi. Yifei pun hanya bisa mendesah diperlakukan demikian, mulutnya megap-megap tanda keenakan.
Jilatan Olembe naik kembali melewati pipi mulusnya dan kemudian dijilatinya telinga Yifei, bahkan terkadang lidahnya menyelinap masuk. Yifei merasa geli tapi enak diperlakukan demikian, sehingga selangkangannya mulai basah. Tangan Olembe pun menyelinap masuk ke dalam rok mini gadis itu sehingga ia bisa merasakan kulit pantatnya yang sungguh halus. Sementara ciumannya diturunkan ke arah dadanya, sehingga sekarang ia seolah olah sedang menyusu tapi dari luar pakaian yang dikenakan Yifei. Gadis itu mulai aktif dan meremas selangkangan Olembe, dirasakannya penis Olembe yang sudah mengeras.
‘Hehehe..so, you want my dick? Heh, bitch?’ tanya Olembe sambil terkekeh-kekeh. Ia pun menghentikan kegiatannya.
‘Ye-yes, master.. I want it..’ kata Yifei sambil mengangguk. Sudah tidak jelas lagi apakah karena pengaruh hipnotis atau birahi hingga Yifei bisa berkata demikian.
‘How bad do you want it?’ tanya Olembe lagi.
‘Real-really bad, master..’ jawab Yifei sambil memalingkan muka.
Olembe menyentuh dagu Yifei dengan telunjuknya, diarahkannya wajah tersebut agar melihat wajahnya. Olembe pun membelai bibir tipis itu, Yifei menjilati jari itu tanpa disuruh, jilatannya melingkar dan kemudian mengulumnya. Tangan Yifei pun dibimbing agar tetap meremas penisnya dari luar celana jeans yang dikenakannya.
‘I think you deserve my dick..hehehe..’ kata Olembe.
Yifei tidak peduli lagi dan terus melakukan kegiatannya itu. Olembe menarik jarinya keluar dari mulut gadis itu.
‘Even your hair is smooth and smells so good..’ kata Olembe sembari mencium kepala Yifei.
Yifei sudah tidak tahan lagi, ia berlutut dan hendak mengoral penis Olembe. Namun Olembe memegang pundaknya.
‘Wait, if you want it, you have to get topless first.. sit on the toilet..’
Yifei menurut, ditutupnya toilet itu sehingga ia bisa duduk diatasnya. Dibukanya kaos yang ia kenakan, sehingga memperlihatkan bra putihnya, tidak berlama lama ia pun membuka bra putih itu dan dibuangnya ke lantai beserta kaosnya. Payudara yang berukuran sedang itu pun tersaji lengkap dengan puting merah kecoklatan yang menggoda. Ditambah lagi puting itu sudah mengeras. Olembe pun mendekatinya sambil berdiri, Yifei segera membuka jeans yang dikenakan Olembe dan menariknya ke bawah beserta celana dalamnya. Menyembul lah penis berukuran besar dan hitam itu, tampak kepalanya yang sudah disunat. Yifei segera menggenggam benda itu dan mengocoknya perlahan kemudian dijilatnya mulai dari ujung hingga ke buah zakarnya. Dijilat dan dihisapnya buah itu. Setelah itu, kembali dikocoknya penis itu dengan mulutnya, baru kemudia ia masukkan seluruhnya. Itu pun hanya muat ¾ bagian saja. Ukurannya yang besar membuat Yifei harus membuka mulutnya lebar-lebar.
‘Good..play it with your tongue..’ Olembe mendesah keenakan sambil membelai rambut Yifei, disampingkannya rambut itu hingga ia bisa melihat wajah Yifei yang sedang memejamkan mata sambil menikmati penisnya itu.
Yifei pun menggerakkan lidahnya sambil memaju mundurkan kepalanya. Sesekali Olembe menghentakkan pinggulnya hingga penis itu menyerang kerongkongan Yifei.
‘MMmmmhhh..mmmmhhh..’ Yifei mengerang tertahan, ia hendak mencabut penis itu dan mengambil napas namun Olembe menahannya.
‘Arrrggghhh..’ Olembe tidak tahan lagi dan mengeluarkan cairan itu di dalam mulut Yifei.
Karena kepalanya ditahan, Yifei pun tidak punya pilihan dan menelan cairan itu. Setelah itu, Olembe baru mengeluarkan penisnya yang belepotan ludah. Yifei pun menggunakan kesempatan itu untuk mengatur napasnya. Dadanya naik turun karena dari tadi sulit bernapas.
‘Spread your legs..’ perintah Olembe.
Ia tidak mau membuang kesempatan ini. Kapan lagi ia bisa menikmati gadis secantik Yifei. Maka gadis itu pun membentangkan kakinya, sehingga Olembe bisa melihat celana dalam putih bergaris hitam yang dipakainya. Ditekannya vagina itu dari luar celana dalamnya, terasa sudah sangat basah rupanya Yifei dari tadi.
‘Mmmm..’ Yifei menggigit bibirnya sendiri sambil memejamkan mata menikmati perlakuan jari Olembe.
Awalnya jari itu hanya bermain dari luar saja, sambil sesekali menekannya ke dalam. Namun lama kelamaan, dirasakannya jari itu mulai mencolok ke arah dalam. Bahkan terkadang menyentuh klitorisnya, sehingga yang punya pun mendesah tak karuan sambil meremas dadanya sendiri. Dengan sekali tarikan pun, turun lah celana dalam itu sampai betis Yifei. Olembe pun mulai memasukkan lidahnya ke dalam sana. Disapu, dijilat, dikorek bahkan dihisapnya gumpalan daging itu. Membuat Yifei mendesah dan semakin terangsang. Olembe memainkan lidahnya di klitoris Yifei, disentilnya dan disapunya bagian sensitif itu berkali-kali, sehingga Yifei tidak tahan lagi dan akhirnya mengalami orgasme yang pertama.
‘Slluurrpp..’ dihisapnya cairan itu hingga bersih.
Olembe berdiri dan Yifei melihat kalau penis raksasa itu sudah dalam keadaan siap tempur kembali. Olembe membimbing Yifei agar naik ke bagian pinggiran tempat cuci tangan. Setelah naik, diaturnya agar Yifei bertumpu ke belakang dengan kaki dibuka selebar mungkin. Diturunkannya rok dan celana dalam yang dikenakannya, begitu pula dengan sepatu hak tingginya, hingga sekarang Yifei benar-benar dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun. Setelah semuanya siap, Olembe mulai melakukan penetrasi. Kepala penisnya mulai ditusukkan perlahan demi perlahan. Sedikit demi sedikit, ia tahu kalau Yifei masih sorang perawan sehingga membutuhkan penetrasi yang lebih lama meskipun vaginanya sudah licin, begitu pula dengan penisnya yang sudah basah.
‘This will be a little painful, ok ?’ kata Olembe sambil berusaha menancapkan seluruh penisnya yang besar itu.
‘Aaaahhh..’ Yifei mengerang sakit saat penis itu mendesak masuk.
Ia pun memeluk Olembe, kakinya pun ikut melingkari dan akhirnya…bllleeessss.. penis itu pun masuk ke dalam vaginanya. ‘Aaaaaaaahhhhhhhh..’ Yifei berteriak kesakitan sambil mencakar punggung Olembe. Karena itu baru pertama kalinya ada penis yang menguak vaginanya. Air mata sedikit mengalir karena rasa sakitnya. Darah pun tampak mengalir. Olembe mendiamkannya sejenak agar Yifei terbiasa lebih dahulu. Diambilnya tissue dan dibersihkannya darah itu.
‘Don’t worry..’ kata Olembe sambil membuang tissue itu.
Ia pun hanya bisa mengangguk sambil memeluk Olembe. Setelah dilihatnya Yifei mulai tenang dan napasnya mulai teratur, ia pun memaju mundurkan pinggulnya perlahan-lahan.
‘Do you like it?’ tanya pria botak itu sambil membelai rambut Yifei yang halus.
‘Ahh..ahh… it..it’s good, master…’ kata Yifei sambil menikmati pergerakkan dari Olembe.
Ia pun bertumpu ke belakang agar Olembe leluasa mempermainkan payudaranya. Sambil terus menyetubuhi Yifei, Olembe mulai meremas dada itu. Terkadang ia cium, jilat dan hisap putingnya. Remasan-remasan pun membuat Yifei semakin naik saja birahinya. Jari-jari nakal itu mencubit dan menarik puting Yifei yang sudah mengeras, sehingga pemiliknya mendesah tak karuan. Olembe akhirnya meningkatkan frekuensi genjotannya menjadi lebih cepat.
‘Ahhh..ahhh…ahhh..’ hanya itu yang terucap dari bibir Yifei.
Olembe terus memompa dengan cepat dan semakin bernafsu saja, kedua tangannya meremas kedua payudara Yifei dengan keras, diremas seperti hendak melepas daging kembar itu dari tempatnya.
‘Arrghhh..’ Yifei merasa sakit karena remasan Olembe tersebut.
‘All right..come down..’ kata Olembe.
Yifei hanya menurut saja dan setelah pria itu mencabut penisnya, ia membalik badan Yifei. Sehingga sekarang perempuan berkulit putih itu membelakangi Olembe dan tangannya berpegangan di sekitar tempat cuci tangan. Sebaliknya pria berkulit hitem legam seperti arang itu sedang berusaha memasukkan penisnya dari belakang. Meskipun tidak sesulit saat tadi pertama kali, namun karena sempitnya vagina wanita itu tetaplah penetrasi perlu dilakukan. Pelan-pelan kepala penis itu membelah bibir vagina Yifei dan dengan sekali hentakkan amblas lah seluruh penis itu. Yifei pun kembali melenguh saat dirasakannya penis itu memenuhi vaginanya. Olembe tidak membuang waktu dan langsung memaju mundurkan pinggulnya dengan cepat sambil sesekali menampar pantat Yifei. Bekas kemerahan pun tampak di pantat yang putih mulus itu.
‘Oughh..it’s so good..’ kata Olembe.
Terkadang ia pun meremas payudara perempuan itu dari belakang sambil menicumi rambut Yifei yang wangi, ia pun merasa tidak akan bertahan lebih lama lagi. Akhirnya ia menarik tangan Yifei ke belakang dan memegangnya, sehingga Yifei tidak bertumpu lagi dan hanya pasrah disetubuhi Olembe dari belakang. Dengan posisi ini Olembe pun merasakan sempitnya dan pijatan vagina Yifei yang luar biasa. Tempo pergerakkannya pun semakin cepat. Hingga akhirnya…crrrootttt… dirasakannya spermanya keluar membanjiri vagina perempuan yang diperawaninya itu.
‘MMhhhh..’ hanya itu yang keluar dari mulut Olembe.
Setelah seluruh spermanya keluar dan penisnya mengecil kembali, ia pun menarik keluar senjatanya itu dan melepaskan Yifei. Perempuan itu hanya terengah-engah mencoba mengatur napasnya kembali.
‘Do you like it ?’ tanya Olembe.
‘Yes, master..’ kata Yifei tanpa ada rasa sesal keperawannya hilang.
‘I guess she’s still under my control..’ Olembe berkata dalam hati.
‘All right, now listen to me..there are still 3 guys out there that want to have sex with you.. you’ll behave good and give them your body..you got that?’ Olembe kembali memasukkan perintah kepada Yifei melalui ilmu hipnotisnya.
‘Yes, master..’ Yifei mengangguk.
‘Hmmm..’ tampak Olembe sedang berpikir.
Toookkkk..tok..tokkk.. terdengar ketukan pada pintu toilet itu. Membuat Olembe tersadar dari lamunannya. Ia pun mengambil pakaiannya yang tececer dan sambil memakainya kembali, ia bertanya :
‘Who is it?’
‘Hey, Olembe..it’s me, Johnson.. I-I want to taste her good too you know..so…maybe…I think you.. I mean..’ Johnson gugup sekali karena takut Olembe marah.
Belum sempat ia mengutarakan maksudnya, cekleekk.. pintu toilet itu sudah terbuka. Keluar lah Olembe yang sudah berpakaian lengkap. Johnson bisa melihat kalau Yifei ada di dalam masih dalam keadaan tidak memakai apa-apa dan sedang duduk di atas toilet.
‘I-is she good? Damn..I should go first..’ kata Johnson.
‘She is the best..’ kata Olembe sambil berjalan menuju kursi tempat ia duduk.
‘Hey, John, you’re gonna in or what..’ teriak Michael dari tempat duduknya.
‘Ye-yeah..’ Johnson pun masuk ke toilet itu dan mengunci pintunya.
‘Hai..’ Yifei menyapa dengan ramah sambil tersenyum seolah tidak ada apa-apa.
‘He-hey..I-im Johnson..’ Johnson sangat kagum melihat Yifei yang tidak memakai sehelai benang pun. Ia tidak menyangka mimpi untuk menyetubuhi perempuan secantik Yifei bisa menjadi kenyataan.
‘I’m Liu YiFei..but you can me YiFei..’ kata Yifei dengan ramah.
‘Damn..that shaman is really good..’ kata Johnson dalam hati.
‘So what do you want me to do?’ Yifei berdiri dan mendekatkan diri pada Johnson.
‘Oh..oh yeah wait a second…’ Johnson segera membuka semua pakaian yang dikenakannya.
Karena tingginya yang pas-pasan maka ia lebih memilih untuk duduk di atas toilet dan membiarkan Yifei mengoralnya.
‘Su-suck me..please..’ kata Johnson sambil mengatur posisi duduknya.
‘Ok..’ kata Yifei ringan.
Ia pun berlutut di depan Johnson dan membentangkan kaki pria bule itu. Tinggi boleh pas-pasan tapi penis Johnson tidak. Penisnya cukup besar juga meskipun tidak sebesar Olembe. Yifei menggenggam penis itu dan dikocoknya terlebih dahulu.
‘Ssshhh..’ Johnson bergetar ketika merasakan halusnya tangan Yifei.
Apalagi saat lidahnya mulai menjilati kepala penis itu dengan gerakan berputar. Membuat Johnson serasa terbang melayang ke langit ketujuh. Yifei pun memasukkan benda itu ke mulutnya, dikocoknya dengan memaju mundurkan kepalanya sendiri. Sementara Johnson hanya bisa membelai rambut Yifei.
‘Yo-you is..so..smooth..’ kata Johnson di tengah kenikmatannya.
Yifei pun semakin cepat melakukan oralnya karena pujian dari pria itu. Dimainnkannya lidahnya dan membasahi seluruh batang itu. Jilatannya membuat penis itu menjadi mengkilap, bahkan air liur Yifei sampai meluber di sekitar bibirnya sendiri.
‘O-ok..that’s..enough..’ kata Johnson sambil mencoba menahan gerakan kepala Yifei.
Johnson menyuruh Yifei agar duduk di pangkuannya namun dengan posisi Yifei sambil menyamping. Sehingga Johnson dapat menyusu dengan leluasa. Mula-mula dijilatnya payudara kanan perempuan itu sampai basah seluruhnya kemudian dihisap putingnya, digigit pelan dan lembut juga untuk menambah rangsangan. Tangannya yang satu pun memilin dan meremas payudara yang satunya lagi.
‘Ohhhh..’ Yifei mendesah karena nikmat yang diberikan.
Setelah puas, Johnson pun menyusu di payudara kanannya. Sementara tangan kanannya bergerak menuju daerah kewanitaannya yang sudah sangat basah. Dimasukannya jari tengah dan telunjuknya ke vagina yang mulus tanpa bulu itu. Ditusukkannya dengan cepat membuat Yifei mendesah tak karuan. Clleeeppp..cllepp. begitulah bunyi yang keluar tiap kali Johnson melakukan serangan. Jari-jari itu tidak hanya keluar masuk tapi juga mengorek dan mempermainkan klitoris yang empunya. Digesek-geseknya bagian sensitif itu. Yifei pun mendesah sejadi-jadinya..hingga…
‘Aaaahhhhhh…’ Yifei kembali mengalami orgasme.
‘Wow…’ Johnson mengeluarkan jarinya yang belepotan cairan itu dan menjilatnya sampai bersih.
‘It’s good..’ katanya mengomentari.
Sementara Yifei dadanya naik turun seirama dengan pemiliknya yang sedang mengambil udara. Tidak lama kemudian Johnson mengatur posisi Yifei agar membelakanginya dan ia melakukan penetrasi dari belakang. Karena vaginanya sudah banjir, maka tidak sulit lagi bagi Johnson untuk memasukkan penisnya.
‘Aahhh..’ Yifei mendesah saat penis itu amblas seluruhnya.
Dirasakannya jepitan dari vagina itu. Sungguh hangat dan nikmat. Sambil tetap menancapkan penisnya, ia kembali duduk. Kemudian mulai menggenjot vagina Yifei. Mulutnya mencium bibir tipis perempuan itu sambil tangannya memainkan puting dan meremas dada Yifei bergantian.
‘You smell so good girl..’ kata Johnson.
Yifei hanya tersenyum dan menggerakkan pinggulnya sendiri mencari kenikmatan. Terasa sekali cairan dari vagina Yifei membuat bunyi plllooookkk…plllookk.. setiap kedua alat kelamin itu bertemu. Selain itu rasanya yang licin dan dindingnya yang seperti memijat penis Johnson pun membuat pria itu mengerang nikmat. Johnson pun sudah menghentikan gerakan pinggulnya dan tangannya. Sekarang ia hanya menikmati Yifei yang sedang bergerak naik turun di depannya.
*************************************
On the mean time…


‘Hey, Smokey..how long do you think johnson will be in there?’ tanya Michael seraya menghabiskan minumnya.
‘I don’t know maybe fifteen more minutes…’
‘Hey, bro, I’ve got an idea…’ kata Michael.
‘What? I bet it’s not good..’ Smokey pun menghabiskan minumannya.
‘Oh..don’t worry it will be real good… listen.. how about we do three some man? How’s that sound to you huh?’
‘Man, when you get inside that toilet, it’ll be full time..you know…hahaha… there’ll be no space for me..’ kata Smokey sambil tertawa.
‘No.. we don’t do inside the toilet, but we’ll do it here.. right here in this place..’
‘Are you on a high or something? Do you smoke my shit or what?’ Smokey mulai heran.
‘I’m ok..see? I’m normal and not on drugs.. come on it’s a great idea..right?’
‘Waitress will see us, you moron…’
‘No !! Tell Olembe to distract them, hypnotize them, or whatever.. so we can have fun right here.. deal?’ tanya Michael.
Smokey pun berpikir sejenak.
‘Ok..but I’ll not guarantee that Olembe wants to do this…you got that?’
‘Ok..thanks man..now go…’ kata Michael sambil senyum penuh kemenangan.
Smokey berjalan menuju Olembe, tampak mereka berbincang-bincang…
**********************************
Plane’s Toilet…


‘Uuuhhh…aaahhhh…ahhh..ahhh..’ Yifei sedang mendesah nikmat.
Ternyata mereka sekarang sedang posisi berdiri, dimana Yifei sedang bersandar pada pintu toilet dengan kaki kiri diangkat dan ditahan oleh Johnson, tangannya berpegangan pada bahu pria itu. Karena badan Johnson yang lebih pendek, Yifei pun harus menekuk kaki kanannya sedikit agar tingginya bisa pas dengan Johnson dan dengan begitu pria bule itu bisa melakukan serangan demi serangan. Diangkatnya kaki perempuan itu yang satu lagi hingga kini Yifei harus memeluk Johnson agar tidak jatuh, dengan posisi demikian tusukkan Johnson pun semakin terasa dan semakin dalam. Yifei meremas rambut pria itu sambil terus mendesah, membuat Johnson tidak bertahan lama dan menyemburkan lahar di dalam vagina perempuan tersebut. Cukup banyak juga sperma yang dikeluarkan hingga sebagian meleleh keluar. Setelah dirasakannya tidak ada lagi sperma yang keluar, dicabutnya lah penis itu dan ia pun kembali duduk di toilet untuk mengambil udara segar. Sementara Yifei mendaratkan pantatnya di lantai toilet sambil terengah-engah. Johnson akhirnya beberapa helai tissue untuk mengelap keringat yang membasahi tubuh Yifei.
‘You sweaty all over the place..’ kata Johnson sambil tersenyum.
‘yeah..it’s kinda hot..’ jawab Yifei.
‘Here..let me clean it for you..’
Yifei mengangguk tanda setuju. Johnson melipat tissue itu sehingga menjadi lebih tebal dan kemudian mengelap butir-butir keringat yang ada. Mulai dari dahi, leher, hingga seluruh tubuhnya, pada bagian kewanitaannya, Johnson kembali memasukkan jari-jarinya dengan cepat. Sambil ia pun mencubit puting kanan Yifei yang masih keras itu.
‘Ahhh..ahhhh…aaaahhhh…’ Yifei memang tadi sudah mau orgasme namun karena Johnson keluar lebih dahulu maka ia pun menundanya.
Akhirnya sekarang Yifei mengalami orgasme ketiga kalinya. Cairannya sudah tidak sebanyak tadi. Johnson menyodorkan jarinya itu ke mulut Yifei dan perempuan itu tidak menolak atau lebih tepatnya tidak bisa menolak dan menghisap cairan kewanitaannya itu sendiri dari jari Johnson sampai bersih. Pria itu tersenyum puas sekali dan ia kembali mengenakan pakaiannya, sebelum keluar ia sempat mencium dada Yifei baru kemudian berlalu.
‘Hey, guys.. I’m done and I’m about to get some rest..’ kata Johnson seraya duduk di kursi yang kosong.
‘All right, now it’s my turn..’ kata Michael.
Michael pun bergegas menuju kamar mandi dan Yifei pun tersenyum menyambut pria gemuk itu. Namun yang terjadi malah sebaliknya, tanpa basa basi Michael langsung menjambak rambut Yifei dan menarik perempuan itu keluar dengan kasar.
‘Aaahhh..’ Yifei pun berteriak kesakitan.
‘Come here..you bitch !!’ ditariknya Yifei dan dilemparnya agar duduk di kursi paling depan. Saat Yifei terduduk, tiba-tiba Michael pun menamparnya. Pllaakkk…
‘Hey, why do you have to do that?’ Johnson tiba-tiba berbicara.
‘What..? Do you have a problem??’ kata Michael.
‘Yeah..you don’t have to drag her here and hurt her.. why you drag here anyway??!! The stewardess will see us !!!’ Johnson mulai membentak.
‘Relax..Olembe is on guard.. He’ll cover us.. It’s my turn now..so I’m free to do what I like..’
‘But just don’t hurt her..ok?’ kata Johnson lagi.
Michael tidak menjawab dan langsung membuka semua pakaiannya. Penisnya tidak sebesar badannya rupanya, mungkin hal itulah yang membuat dirinya menjadi emosian. Ia berdiri tepat di depan Yifei dan menarik kepala gadis itu menuju selangkangannya. Tanpa banyak basa basi dengan kedua tangannya yang gemuk itu, ia menekan kepala Yifei. Untung penisnya tidak terlalu besar sehingga dengan mudah Yifei mengulum semuanya. Kepalanya terus dimaju mundurkan oleh Michael menggunakan kedua tangannya.
‘Mmmhhh..mmmhhh..hhh..’ Yifei hanya bisa bersuara demikian diperlakukan secara kasar oleh pria tambun itu.
Tapi Michael seolah tidak peduli dan malah menekan kepala Yifei dengan tangannya semakin dalam sehingga penis itu menyentuh kerongkongannya. Pada saat deep throat seperti itu, Michael sengaja menahan kepala tersebut.
‘Mmmmmmmmmmhhhhhh…’ Yifei mulai kesulitan bernapas dan wajahnya memerah.
‘Hey..what are you doing, man??’ Johnson kembali menegur.
Michael pun melepas tangannya sehingga Yifei pun bisa bersandar ke tempat duduk itu sambil mengambil napas. Tampak air liurnya melekat di penis itu dan membanjiri sekitar mulut sampai ke dagunya.
‘Come on, man.. You don’t have to do that..’ Johnson kembali mengingatkan. Setelah itu ia pun kembali duduk di tempat duduknya. Dalam hati ia berpikir kemana Smokey pergi. Memang Olembe tampak di kursi belakang dan sedang mengawasi kelas ekonomi di belakang.
‘All right..suck it again.. and put your own finger into your own vagina.. now !!’ Michael memerintah Yifei.
Yifei mengikuti saja perintah pria besar tersebut. Dihisapnya kembali penis itu. Namun kali Michael diam dan hanya menjadi penikmat saja. Jarinya pun mulai masuk ke vaginanya sendiri. Dikocok kocok dengan jari tengahnya. Perlahan kemudian menjadi semakin cepat.
‘Good.. now let’s change position..’ kata Michael.
Ia tidur terlentang di lantai sekarang dan menyuruh Yifei untuk naik ke atasnya. Yifei pun, sambil merapikan rambutnya, ia membuka bibir vaginanya dengan dua jari dan kemudian mengarahkan penis itu ke liang kemaluannya.
‘Aaahhhhh..’ tidak sulit bagi penis itu untuk masuk memang.
Setelah itu Yifei kembali menggerakkan pinggulnya naik turun naik turun. Tangan Michael tidak mau tinggal diam, diremasnya kedua payudara itu dengan kasar. Diremas dan diputar putar bahkan terkadang ditariknya.
‘Aarrrggghhh..’ Yifei mengerang karena kesakitan.
Michael menggunakan puting Yifei untuk menariknya sehingga sekarang pria itu bisa mencium bibir Yifei. Sambul berciuman, Yifei tetap menggerakkan pinggulnya dengan cepat.
‘Mmmmhhh…mmmmhhh…mmmhhh..’ suara itu saja yang bisa keluar.
Ceekkllekk,, tiba-tiba suara pintu kamar mandi yang satu lagi, yang tidak dipakai oleh pemuda bejat tersebut terbuka. Betapa kaget Johnson saat melihat ada seorang pramugari cantik keluar dari sana. Rambutnya hitam, panjang, dan ikal. Kulitnya putih, tingginya semampai. Benar-benar cantik.
Pramugari itu merapikan pakaiannya beserta rambutnya kemudian berjalan seolah olah tidak melihat apa yang dilewatinya, yaitu Michael dan Yifei. Ia berjalan terus tanpa berkomentar apa-apa sampai akhirnya Olembe memberhentikan pramugari itu. Setelah sedikit komat kamit, pramugari itu kembali berjalan menuju kelas ekonomi. Belum hilang rasa heran Johnson, tiba-tiba Smokey keluar dari kamar mandi yang sama tanpa mengenakan apa-apa.
‘Smokey, what’s that all about?’ tanya Johnson.
‘What ?? That stewardess? She gets suspicious and I get boring..so why don’t we have fun??’
‘Man, I told you to stick with the plan !!! What if she reports this to the pilot??’ kata Johnson gusar.
‘No, she won’t..she’s under Olembe’s spell..’ Smokey menjawab dengan santai.
‘But having sex with stewardess isn’t the part of our plan !!! We plan this since two weeks ago.. !!!’ Johnson terus marah-marah.
Smokey hanya menggeleng gelengkan kepala sambil menghampiri Yifei dan Michael yang sedang asik bercumbu. Johnson kembali duduk dengan gusar.
‘Can I join, Mike?’ tanya Smokey.
‘Yeah..’ michael melepaskan bibirnya.
Puuuhhh… Smokey meludahi jarinya sendiri dan kemudian mengorek anus Yifei. Dilebarkannya lebih dahulu agar penisnya yang tidak terlalu besar tapi panjang itu bisa masuk dengan mulus. Dikorek-korek dengan jarinya dan setelah dirasa cukup, ia mulai melakukan penetrasi. Kepala penisnya didesak-desak masuk. Namun memang sangat sempit karena lubang itu masih perawan.
‘Be ready girl.. I’m going to stick my gun to your ass..hehehe..’ Smokey tertawa tawa.
Sementara Yifei kembali sedang bercumbu dengan Michael. Dirasakannya dari belakang ada penis yang hendak masuk.
‘Aaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhh..’ Yifei berteriak sejadinya saat penis itu masuk ke lubang anusnya.
‘Damn you, Smokey !!! Why do you that??!!!’ kata Johnson.
‘Oh man..her ass is so tight.. you should feel it too..’
‘Man, how if the other passengers hear that??!!’ bentak Johnson.
‘You worry too much..’ Smokey menggerakkan pinggulnya.
Yifei kembali menitikkan air matanya karena sakit yang dirasa. Sekarang ia ada dalam posisi di-sandwich. Johnson sebenarnya mulai bangkit lagi birahinya tapi ia takut kalau ada pramugari atau penumpang lain yang tiba-tiba datang atau melihat. Dilihatnya Olembe sedang mengawasi seperti seorang sniper di medan perang.
‘I guess everything will be ok..’ kata Johnson.
Ia pun bergegas membuka celananya dan menuju ke ‘tempat kejadian perkara’. Diarahkannya senjatanya itu ke mulut Yifei yang sedang menganga. Yifei menggenggam penis itu dan memasukannya ke mulutnya. Sehingga sekarang ketiga lubangnya sedang dijejal oleh penis.
‘Mmmmhhhhmmmmhhhhh…ennngggggghhhh..’ Yifei merasa pertahanannya kembali jebol saat diserang tiga arah oleh mereka.
‘She’s come out already..’ kata Michael.
Namun itu sama sekali tidak membuat mereka memperlambat tempo genjotannya. Sebaliknya mereka malah semakin menjadi jadi. Butir-butir keringat dari tubuh Yifei malah membuatnya tampak semakin seksi. Johnson sambil menyetubuhi mulutnya, tangannya tidak pernah lepas dari rambut hitam, halus, dan wangi perempuan itu. Michael yang berada di bawah, sambil menggenjot, tangannya terus meremas kedua gunung kembar empuk tersebut. Di belakang, Smokey merasa kalau akan segera keluar, karena sempit sekali lubang anusnya. Sambil terus menggenjot dengan cepat, Smokey pun mengelus punggung Yifei yang halus, jingga akhirnya…crreeeeettt..crretttt… Ia sudah tidak kuat lagi. Dicabutnya penis itu dan darah pun mengalir keluar.
Smokey yang terengah-engah mencoba bangkit dan mengambil pakaiannya. Michael merasa ingin menunggangi dengan doggy style, maka ia pun menegur Johnson :
‘Hey, John..get your dick out for a minute..’ kata Michael.
Johnson pun menurut meski terpaksa. Michael menyuruh Yifei nungging tapi sambil berdiri, diaturnya posisinya sehingga sekarang Michael menggenjot dari belakang sementara Yifei bertumpu dan berpegangan pada paha Johnson sambil kembali mengulum penisnya. Michael sendiri bertumpu dengan menggenggam dada Yifei. Dari posisi belakang memang vagina Yifei memang terasa lebih sempit sehingga akhirnya Michael tidak tahan lagi dan memuntahkan cairannya.
‘Ougggghhh..’ katanya sambil melenguh.
Sebagian tertumpah di dalam dan sebagian mengenai pantatnya. Setelah itu pun ia ambruk ke lantai sambil mengambil napas. Persis seperti kuda nil yang sedang tiduran pria itu jika sedang terlentang.
Johnson menyuruh Yifei gantian terlentang di lantai agar ia menyetubuhinya dengan enak. Yifei pun tiduran dan membuka kakinya selebar mungkin, Johnson kembali menggenjot lubang itu, terasa sekali licin karena lendir yang banyak terkandung di dalam vagina Yifei.
‘Aaahhhh..ahhhhh…aaaahhhh..’ Yifei ikut mendesah tiap kali penis itu menghujam ke dalam.
‘You like it?’ kata Johnson.
Yifei mengangguk dan meremas remas payudaranya sendiri, Johnson pun mulai menjilati betis perempuan itu. Betisnya benar-benar putih, mulus. Tangannya menekan perut Yifei yang ramping dari kedua sisi.
‘Nnnngggggghhhh…’ Yifei kembali melenguh.
‘So-sorry..’ Johnson merasa menyakiti Yifei.
Tetapi Yifei menggeleng, ‘It’s ok.. I..I.. like it…ooohhh…’ kata Yifei di tengah pergumulan hebat itu. Michael mulai bangkit dan memungut pakaiannya serta memakainya kembali. Olembe menyuruhnya bergantian untuk menjaga kalau-kalau ada apa-apa. Michael dan Smokey pun menjaga masing-masing pada sisi yang berbeda. Sementara Olembe ke tempat Yifei berada, ia melepas celananya dan duduk di dekat wajah Yifei yang cantik. Disingkirkannya tangan yang Yifei yang sedang meremas payudaranya sendiri dan dibimbingnya agar tangan halus tersebut mengocok penis miliknya. Yifei pun menurut dan tangan Olembe kini ganti meremas dada indah itu.
‘Yifei..I-I can’t hold anymore…’ Johnson berkata demikian dan diakhiri dengan erangan serta mengalirnya lahar di dalam vagina wanita itu.
Dicabutnya penis itu dan ia menyuruh Yifei membersihkan dengan mulutnya. Segera setelah penis itu bersih, ia mengambil celananya kembali dan memakainya. Olembe tidak membuang kesempatan dan meletakkan penisnya di antar kedua payudara perempuan itu. Yifei pun merespon dengan menekan payudaranya sendiri. Olembe kembali memaju mundurkan pinggulnya sambil merasakan kelembutan gunung kembar itu.
‘Ooohhh..’ Olembe menikmati sekali pergumulannya dengan Yifei.
Merasa cukup dengan posisi demikian, Olembe akhirnya melepas penisnya kemudian ia tidur tepat di sebelah Yifei. Disuruhnya Yifei mengoral penisnya namun dalam posisi terbalik sehingga ia juga bisa menikmati vagina perempuan tersebut atau lebih biasa dikenal dengan nama posisi 69. Yifei memposisikan diri sesuai dengan perintah Olembe. Dihisapnya penis itu dalam-dalam dan dirasakannya kalau Olembe mulai membuka bibir vaginanya dan menyerang klitorisnya dengan lidah yang kasar itu. Kakinya membelit kepala Yifei sehingga ia kembali harus melakukan deep throat. Tangannya mendorong pantat Yifei agar ia bisa menikmati vagina yang merekah itu sepenuhnya.
‘Mmmmmmmmhhhhhhh..nnnnnnnnggggggghhhh…’ posisi itu membuat Yifei kesulitan bernapas.
Crroootttt..untung Olembe pun tidak bisa bertahan lebih lama lagi dan mengeluarkan spermanya tepat di kerongkongan Yifei. Sehingga mau tidak mau cairan putih itu pun tertelan secara sendirinya, berbarengan dengan itu Yifei pun mengalami orgasme kelima kalinya. Cairan kewanitaan itu dihisap sampai habis oleh Olembe. Kemudian ia melepaskan kekangan kakinya dan tergeletak lemas di lantai. Yifei yang sudah banjir keringat itu pun hanya bisa tiduran di lantai sambil terengah-engah. Dadanya naik turun, tubuhnya mengkilap karena keringat, rambutnya pun acak-acakan tidak karuan.
Setelah Olembe memperoleh tenaganya kembali, ia memakai celananya sendiri lalu menuju ke toilet tempat dimana baju Yifei berada. Diambilnya seluruh busana wanita itu dan diletakkan tepat disebelah Yifei.
‘Ok..now listen to me..’ Olembe berkata sambil memegang pundak Yifei.
‘You now will rest here..and after you feel strong enough to stand, you will wear all your clothes back, sit back to where your seat, and sleep..when you wake up, you’ll forget about four of us, forget our name, you’ll only think all of this that happen as a nightmare..ok?’
Yifei mengangguk dan tetap terlentang.
***************************
Two weeks before…
ai qing de zhan ju
bu neng bei ni chi ding
ni jiu xiang mi rang ren hao qi
ru guo yao geng qin mi
bu neng bei ni chi ding
mei you ban fa bu qu ai ni
ai qing de zhan ju
bu neng bei ni chi ding
bao chi ju li shi ge nan ti
wo yong quan xin quan yi ai shang ni
ni shuo zen me ban
shi ai qing rang ren xin ji…


Begitulah sepenggal lirik lagu yang baru saja dinyanyikan Liu YiFei.
‘Thank you all..’ kata Liu YiFei setelah selesai membawakan lagunya di salah satu gedung kesenian di Amerika.
Tepuk tangan yang riuh pun mengiringi perjalanannya menuju belakang panggung. Tiga pemuda yang menonton pertunjukkan itu dari TV pun sangat kagum.
‘Damn..she’s so hot…’ kata Johnson.
‘No doubt..’ kata Michael sambil mengganyang keripik kentang di tangannya.
‘I wish I could do her good..hahaha..’ kata Johnson sambil minum bir.
‘I have a friend that knows her..’ kata Smokey sambil menghisap rokok ganja di tangannya.
‘You shouldn’t listen to him, John..he’s on crack..’ Michael berkomentar.
‘No shit..I’m still on my mind.. If you want her.. I have a friend that knows her manager.. But I need money…’ Smokey mencoba menjelaskan.
‘I-I still don’t get it..explain in detail, Smoke..’ kata Johnson.
‘Ok.. I’ll explain it in English since I was speaking in Italian before… oh maybe I already speak in English but you’re the one who doesn’t have a brain.. but that’s ok my friend.. so here we go… I have a friend and he knows the manager of Liu YiFei..pay him and he’ll give you all the information about YiFei… What she will do next, where her concert gonna be, what her next movie will be in our hand.. got that?’
‘Damn..you better not lying, Smoke..’ Johnson mulai bersemangat.
‘Hey, lying isn’t in my dictionary.. got it?’
‘Then we have a deal !!!’ kata Johnson sambil berjabat tangan dengan temannya itu.
Dua hari setelah itu, informasi yang mereka inginkan pun didapatnya. Mereka mengetahui bahwa YiFei akan kembali ke China sendirian dan Johnson pun merencanakan agar mereka bisa menyetubuhi YiFei di pesawat. Namun ia juga tidak ingin jika YiFei disakiti apalagi jika sampai ada orang lain yang tahu. Ia pun mengingatkan, setibanya pesawat di China, mereka harus segera turun dan menghilang.
*****************************
Plane, 08.00 AM…


Tinnggg..tunggg..
‘Good morning ladies and gentleman…This is Captain Rowley speaking…’ kapten pesawat terbang itu memberikan pengumuman bahwa kapal telah mendarat dengan selamat.
‘Ok..get ready guys.. as soon as this plane stop, we will go..’ Johnson memberi komando pada teman-temannya. Yang lain pun hanya mengangguk tanda setuju.
Setelah pesawat itu berhenti pun mereka berempat segera pergi dan meninggalkan pesawat itu. Sementara YiFei masih tertidur.
‘Miss..wake up, miss…’ seorang pramugari dengan ramah mencoba membangunkan YiFei yang tertidur pulas.
‘Mmmhhh..yeah..sorry..’ kata YiFei sambil mencoba membuka matanya. Dilihatnya cahaya matahari begitu terang masuk ke dalam pesawat.
‘What time is it?’ YiFei bertanya.
’08.00 AM.. the plane just landed safely.. so..welcome to China..’ pramugari itu tersenyum.
‘Ok..thank you…’ Yifei merasa aneh. Tubuhnya terasa lelah sekali dan ia merasa seperti habis disetubuhi oleh pria-pria tak dikenal.
Ia pun mencoba melongok ke arah kelas eksekutif, namun kosong dilihatnya. Sementara beberapa penumpang yang satu kelas dengannya tampak sedang membereskan tas dan mulai turun satu per satu.
‘So..it just a dream..hmppphhh..’ Yifei berkata dalam hati sambil menghela napas.
Ia pun berdiri hendak mengambil tasnya yang disimpan di atas. Namun, ia merasa selangkangannya sakit begitu pula anusnya seperti terbakar saja rasanya.
‘Are you ok, miss?’ tanya si pramugari.
‘Ye-yeah..of course…’ Yifei mencoba menenangkan diri.
Ia pun berpikir sejenak dan berkata dalam hati, ‘So..if the pain is real..it means..it real !!!’
By : FanFicsHolic



© Karya FanFicsHolic