Namaku Mila, 28 tahun. Aku sudah menikah dengan seorang pria berprofesi sebagai Penerbang dan penyayang binatang. Beberapa hari lagi mas Dandy suamiku pulang untuk 10 hari, dan dia akan merayakan ulang tahunnya bersamaku, aku bersemangat ingin membelikan hadiah, seekor binatang piaraan yang ekstrim karena mas Dandy pernah menyampaikan keinginannya memelihara binatang piaraan yang ekstrim. Segera kutelusuri Pet Shop di Yellow Pages.

Hari ini aku berencana mengunjungi Pet Shop sepulang kerja. Aku memakai seragamku blouse Shang Hai warna merah dengan kancing-kancing yang berbaris rapih, dan mengenakan rok pendek di atas lutut dengan sepatu pantovel yang ada bannya seolah menghubungkan kedua mata kakiku, yang biasa disebut mas Dandy ‘sepatu sexy’ . Tepat jam 17.30 aku tiba di Pet Shop ‘Boe Duck’ di ujung timur kota Surabaya, di drop oleh kendaraan kantor.
“Selamat sore Pak........” sapaku setibanya di depan counter
Seorang lelaki paruh baya bertubuh gemuk berkacamata dan berambut agak botak tengah menunggui tokonya sembari membaca koran.
“Selamat sore ibu, ada yang bisa di bantu.....?” jawabnya sopan
“Pak, saya mau lihat2 koleksi binatang peliharaan, anjing atau mungkin yang ekstrim ?’ujarku ingin mengetahui peliharaan apa aja yang tersedia.
“Ibu tertarik dengan binatang peliharaan yang ekstrim ?” jawabnya
Aku mengangguk ragu
“Ada Bu,... mari ikut saya !” bapak tua itu beranjak dari counternya seraya mengambil kunci-kunci.
Aku mengikutinya berjalan di belakangnya, memasuki sebuah pintu yang terkunci, menuruni sebuah tangga ke ruangan seperti bawah tanah
Kandang Besar
“Wah keren, anda simpan di bawah tanah ?” komentarku sambil menuruni tangga mengikuti bapak tua itu.
“Hanya sebuah kejutan, untuk pelanggan baru seperti Ibu...” sahutnya singkat tanpa kumengerti maksudnya.
Kami sampai di ruang bawah tanah, aku melihat sebuah kandang besar yang kosong sementara bapak tua itu mundur selangkah tidak ingin menghalangi pandanganku
“Kosong pak !?” tanyaku
“Ibu perhatikan baik-baik....”
“Tak kan lama lagi, muka mata lebar-lebar... “ sahutnya membuat rasa ingin tahuku semakin menjadi-jadi
“Mana Pak ?” tanyaku penasaran
“Di belakangmu, majulah !” jawabnya dan spontan kurasakan tangan memeras pantatku dan mendorong tubuhku melangkah ke depan
“Lepaskan tanganmu, jangan dorong aku Pak !” tegurku sopan atas tindakan pelecehan yang kurasakan sambil menoleh kebelakang, kearah bapak tua itu.
“Aku lepaskan jika Ibu sudah sampai di kandang...” jawabnya tenang
Lalu tanpa sadar tangan kiriku ditelikung ke belakang oleh bapak tua itu
“Jangan pegang-pegang !!!” spontan aku berbalik badan dan menampar pipi bapak tua itu dengan tangan kananku
“Berani melawan ??” balas bapak tua membalas menamparku aku terhuyung-huyung dan jatuh di atas lututku
“Elu mau becanda sama gue!!” bapak tua itu menjambak rambutku dengan tangan kirinya
“Aaauuuwwwhhh...........! jeritku kesakitan. Dengan cekatan, kedua tanganku di tarik kebelakang dan dalam waktu singkat kedua tanganku sudah terikat kebelakang dan kurasakan kaki bapak tua bersandar di punggungku.
“Adduuuhh toollloooonnggg..... anda menyakiti saya, lepaskan !!!” tak terasa airmata membasahi pipiku
“Dasar pelacur, perlu mendapatkan pelajaran disiplin... kamu si Ika Tantri yang di facebook itu khan !? saya tahu...” lanjut si bapak tua
“Kamu akan jadi piaraan yang baik disini!” tegasnya
Sejenak aku tak mengerti apa yang terjadi dengan diriku, kenapa dia tahu namaku? tahu facebookku padahal sudah berbulan bulan di blok?? Kenapa tiba-tiba aku terikat seperti ini?
Masih dalam keadaan terikat kurasakan kaki itu menendang/mendorong pantatku, dan aku jatuh telungkup ke dalam kandang itu dengan tangan yang terikat erat ke belakang.
“Mila, kamu butuh ini...” kata bapak tua itu memasangkan collar ke leherku lalu menyambungkannya dengan tali yang biasa dipakai untuk mengajak jalan-jalan seekor anjing, kemudian tali itu diikatkan ke salah satu jeruji besi di kandang itu.
Dia menyebut namaku, gawat!
“Tolong,... tooollllooooonnnngggg....!!!!!!” teriakku
“Berteriaklah sesukamu Mila, tidak ada yang bisa mendengar suaramu” tantang bapak tua itu.
“Tooollllooooonnnngggg...... “
“Lepaskan akuuuuu..........!!!”
“Simpan tenagamu Mila, sampai aku kembali aku mau tutup toko dulu” suara bapak tua itu seraya keluar dari kandang menguncinya dari luar, lalu meninggalkan aku yang tertawan. Kata-kata bapak tua itu terasa jadi ancaman buat keselamatanku.
Tinggal aku sendiri terikat erat di dalam kandang, rupanya bapak tua itu mengikat pergelangan tanganku dengan erat dan juga sikutku. Sungguh sulit untuk bergerak sedikitpun.
“Aduuhh saakit,... ...apa yang akan dia lakukan padaku?” gumamku
“Tolong.... aku di culik disini!” aku bersuara pelan meminta tolong dalam keadaan lemas
“Ya Tuhan... apa yang terjadi dengan diriku?Aku hanya ingin membeli kado buat mas Dandyku, aku terperangkap...!!”
“Sialnya...! keluhku kepalaku terunduk. Aku disekap terikat di kandang ini, ditinggal cukup lama oleh bapak tua itu
****
Adduuuhh... apa yang akan terjadi dengan diriku, aku datang ke toko ini bermaksud membeli binatang peliharaan untuk jadi kado ulang tahun mas Dandy, kog malah jadi begini ya, terikat tertawan di dalam kandang ini, Tuhan tolong....
Kira-kira 3 jam kemudian pintu terbuka namun tak kudengar karena aku hanyut dengan pikiranku, tiba-tiba pintu kandang yang menyekapku terbuka
“Bapak, tolong lepasin saya... Bapak butuh uang ? nanti segera saya siapkan” pikirku menebus sendiri penculikan yang terjadi pada diriku.
“Maaf Mila, tadi ada banyak customer yang harus saya layani....” ujar bapak tua itu seolah tidak menghiraukan penawaranku.
“Sudah cukup khan istirahatnya, buka baju dulu ya, gak pengap di sini? Lanjut bapak tua itu.
Bapak tua itu sedianya akan mencabik-cabik blouse Shang Haiku, namun urung dan melepaskan kancing-kancingnya dengan telaten.
“Paakk.... lepaaasiinnn... saakiiitt! keluhku, kulihat bapak tua itu mengeluarkan sapu tangan dan memasukkan pada mulutku
“eemmmmhh....!” lalu dengan sigap disobeknya sebuah lakban berwarna abu-abu CRREEETTT!! Di sumpalnya mulutku.
“eemmmppphhhhh.......!!” suaraku
Bapak tua melepaskan semua pakaiannya dan meletakkan sebuah bangku kayu kecil
“eemmmppphhhhh...... eemmmppphhhhh......!!!” melihat itu aku berteriak ketakutan di balik sumpalanku
“Training pendisiplinan akan ku mulai” tantang bapak tua itu
Tubuhku menungging, bagian perutku tersandar di bangku kayu kecil itu CTAARRR.... CTAARRR.... CTAARRR.... beberapa cambukan mendarat di pantatku
“eemmmppphhhhh...... eemmmppphhhhh......!!” aku mengaduh kesakitan
“Wah mengeras nich...” suara bapak tua kudengar aku masih telungkup bersandar di bangku kayu itu dalam keadaan tangan terikat kebelakang dan mulut di sumpal lakban
“Mila, pantat kenyalmu memerah, keren lho....” puji bapak tua itu
“eemmmppphhhhh...... eemmmppphhhhh......!! lenguhku
Kemudian kurasakan sakit tak terkira, karena kurasakan sejenis penis memaksa masuk ke dalam anusku
“eemmmppphhhhh...... eemmmppphhhhh......!!” aku mengaduh kesakitan kembali air mata mengucur deras di pipiku.
Penis itu berhasil masuk di lubang anusku yang sempit, kemudian
Masuk
Keluar......
Masuk
Keluar......
Masuk
Keluar...... hingga kudengar
“Aaaarrrggghhhh............!!” suara si bapak tua, aku sendiri tak dapat menahan rasa sakit sehebat ini, akupun tak sadarkan diri.
****
Ketika aku siuman,aku mendapati diriku masih terikat, tanganku dan sikut yang terikat kebelakang, mulut yang tersumpal lakban dan collar di leher yang terhubungkan dengan salah satu jeruji besi di kandang itu. Aku mendapati diriku terduduk dengan kaki yang memanjang lurus, tetap bersepatu dengan pergelangan kaki yang teikat oleh gulungan tali nylon. Blouse Shang Haiku kembali membalut rapi tubuhku yang terikat ini. Aku mengarahkan pandangan kesekeliling kandang, kulihat ada kertas tertempel tak jauh dariku, tulisannya kira-kira

MILA CANTIK,
TRAINING HARI INI CUKUP DULU, AKU PULANG YA
BESOK KITA LANJUTKAN SETELAH TOKO TUTUP
NANTIKAN SAJA
TERIMA KASIH UNTUK KENIKMATANNYA
TTD

Tubuhku seketika merinding membaca pesan itu, kembali aku mengarahkan pandangan kesekeliling kandang
“Jam 23.30 !!!??” ketika kutemukan jam dinding digital yang terlihat jelas.
“Bapak tua itu pulang,...? aku ditinggal sendirian, disekap di kerangkeng ini,....? aku harus bisa lolos dari sini,...! di mana tasku !? aku harus meminta tolong...!” aku meronta-ronta dengan hebat dengan seluruh tenagaku, SIA SIA! hingga aku kelelahahan, duduk terdiam meratapi keadaanku, waktu menunjukkan pukul 2.10 dini hari. Tanpa sadar kutemukan tasku tergeletak di depan pintu kandang, pasti jatuh ketika aku dipukul oleh bapak tua hingga terhuyung-huyung.
“Hmm,... handphoneku di dalam tas, terlalu jauh dan tidak mungkin mengharapkan pertolongan” batinku.
Putus asa menyelimuti sekujur tubuhku dan aku tertidur kelelahan.

Aku terbangun, setidaknya sudah pagi meski ruangan bawah tanah relatif temaram, namun jam digital di dinding sana cukup mengingatkanku, pukul 10.40 jelang siang. Dahaga dan Lapar saja yang menemaniku.
Kemudian sekitar pukul 13 bapak tua itu datang ke ruangan bawah tanah sambil membawa piring dan gelas aluminium.
“Selamat siang Mila,.... tidurnya nyenyak juga, sudah biasa yach ? ledeknya kepadaku
“eemmmppphhhhh...... eemmmppphhhhh......!!”
“Ha ha ha haa.... tersinggung yach, khan mantan balerina yang rajin berlatih Yoga...” ledeknya lagi
Aku terperanjat dengan pengetahuannya tentang diriku. Siapa bapak tua misterius ini ?? misteri yang tak terjawab. Bapak tua itu masuk ke dalam kandang,
“Ayo makan!” ujarnya seraya melepas lakban yang menyumpal mulutku dan
“Oweeekkk...!” saputangan dalam mulutku keluar
“Tolong Paakk.... lepaaasiinnn... saakiiitt!” keluhku tidak dihiraukannya, dan sesuap demi sesuap makanan masuk ke dalam mulutku,ku kunyah secepat mungkin
“Glek.... Glekk !! aku meminum minuman yang di bawa oleh bapak tua yang misterius ini. Segera setelah usai makan, mulutku kembali di sumpal sapu tangan dan lakban kembali membatasi suaraku. Lalu kurasakan collar yang melingkar dileherku dilepas oleh bapak tua, aku dibantu berdiri, rupanya tubuhku kembali dililit tali yang mengikat seluruh tubuhku di jeruji besi di belakangku tapi kakiku diikatnya terpisah dan membuka.
“eemmmppphhhhh...... eemmmppphhhhh......!!” aku meronta-ronta. Bapak tua itu kemudian beranjak dariku, mengunci kandang / kerangkeng tempatku di sekap dan berlalu menaiki tangga kembali ke tokonya. Waktu berjalan begitu lambat, aku tidak menunggu atau mengharapkan apa-apa kecuali kebebasanku sambil aku sibuk meronta-ronta.
“Aku harus segera pulang,... sebentar lagi mas Dandy pasti akan pulang, dan aku akan merayakan ulang tahunnya bersamanya” pikiran itu memenuhi benakku sambilku terus berusaha melepaskan diri dan meronta-ronta.
Sore itu bapak tua kembali ke kandang di mana aku disekap, dia memukulku dan kembali memecut payudaraku setelah kembali melepaskan kancing kancing baju Shang Haiku kemudian dia menarik celana dalamku kini dia memperkosaku memasukkan penisnya ke miss V ku
“Tiddaaakkkk.........!!!” seruku namun
“eemmmppphhhhh, mmmppphhhhh......!!“yang terdengar ditelingaku
“ mmmppphhhhh...... !!!!” aku menolak perlakuan ini
“eemmmppphhhhh...... mmmppphhhhh......!!” tangisku dalam sumpalan
Secara naluriah aku mengalami orgasme berkali-kali akibat pemerkosaan ini. Tubuhku tidak menolak perlakuan ini, karena sesungguhnya aku terbiasa berhubungan dengan kondisi seperti ini dalam suka sama suka dan dengan hasrat cinta. Hanya itu yang membedakan keberadaanku dengan suasana hati ini. Kembali aku tertidur kelelahan dalam kondisi tangan sikut dan kaki yang terikat erat.
Ketika aku terbangun aku tidak mendapatkan perubahaan pada kondisi tubuhku, tetap terikat erat tak berdaya ke jeruji besi, waktu yang ku tatap telah menunjukkan pukul 1.35 dini hari aku melanjutkan tidurku, tak ada yang bisa ku lakukan.

Setidaknya sudah pagi, ketika aku terbangun dan waktu menunjukkan pukul 9.05 pagi, kembali aku meronta-ronta sekuat tenaga, berharap tali-tali yang membelengguku bisa kendor bahkan terlepas.
“eemmmppphhhhh...... eemmmppphhhhh......!!”
Sejumlah misteri masih membelengguku, siapakah bapak tua itu ? Karena dari pengetahuannya tentang aku kelihatannya dia adalah salah satu teman facebookku yang kini telah terblokir?
Lalu berapa lama lagi aku merelakan diriku terikat erat seperti ini, disekap di sebuah kandang Pet Shop, dan diperlakukan sebadai budak nafsu ?

TAMAT

Cerita dewasa kali ini benar benar seru menceritakan mengenai salah satu panji pijat yang menyediakan pijit plus ngentot. Ini dia cerita ngentot mahasiswi yang bekerja sebagai tukang pijat. Cerita seks spa pijat seks - Aku memenuhi panggilan untuk service komputer di kantor pelangganku di daerah perumahan mewah. Karena hari sudah menjelang sore dan hari itu adalah sabtu, maka di kantor itu tidak ada lagi orang kecuali seorang sekretaris yang memang ditugaskan untuk menungguku. Dia mengenalkan diri dengan nama Mariska, dan minta dipanggil dengan Kika saja. Namanya lucu, selucu orangnya yang memang berwajah cantik imut-imut, polos tapi terkesan sensual. Dandanannya sangat sederhana, yaitu dengan blouse hitam pendek dan rok mini abu-abu serta sepatu tinggi terbuka, namun sangat kontras dengan warna kulitnya yang putih mulus. Apalagi dengan postur tubuhnya yang tinggi dan ramping, makin menampakkan keindahan kakinya yang jenjang.
panti pijat plus ngentot,video ngentot dikamar salon,foto mahasiswi bugil

Kika menemaniku sambil mengobrol selama aku bekerja, sehingga kami cepat akrab. Keakraban ini yang membuat sikapnya santai dan cuek dengan duduk seenaknya di pinggir meja komputer, sehingga terkadang memancing mataku untuk memandang kemulusan pahanya yang mulus di balik rok mininya yang super pendek itu. Peniskupun mulai berontak di balik celana, dan cukup membuat konsentrasiku agak buyar. Namun aku berusaha menutupinya dengan mempercepat pekerjaanku.

Setelah selesai kupersilakan Kika duduk di kursi untuk mencoba komputernya, sementara aku mengambil kursi dan duduk di sampingnya sambil memberi instruksi cara mengeceknya. Cukup sabar dan serius Kika mengecek satu persatu software yang ada sambil meng-copy kembali file-file dari disket backup ke hard disk yang membuatnya cukup berkeringat, apalagi AC di ruangan tsb sudah mati sejak semua karyawan pulang. Aku kemudian memberanikan diri utk menawarkan memijat bahunya.

"Kika mau nggak dipijat"?, kataku sambil menggeser kursiku ke belakangnya.
"Dari tadi kek nawarinya.., ayo cepet mulai..", jawab Kika sambil menegakkan badannya. Kedua tanganku kunaikkan dan mulai memijat pelan bahunya.
"Enak banget deh pijetan Mas.., komputernya khan udah di service, nah sekarang orangnya dong di service..", canda Kika.
"Iya deh.., mau service plus juga boleh..", kataku lagi.
"Apa tuh service plus?".., kasih contohnya dong..", pintanya.
"Wah kesempatan nih", pikirku sambil lebih mendekatkan tubuhku ke kursinya. Tanganku mulai kuturunkan ke samping lengannya dan terus menelusuri tangannya, bukan dengan pijatan tapi dengan menggeser halus jari-jari tanganku.

"Sssh.., geli deh Mas", rintih Kika yang membuatku makin bernafsu. Apalagi dari jarak yang makin dekat tercium harum tubuhnya yang alami itu. Segera kugeser kursiku ke sampingnya, kuangkat tangannya dari mouse dan mulai kudaratkan bibirku di jari-jarinya yang ramping terus bergeser ke atas. Kika nampak pasrah menyerahkan tangannya kuciumi sambil menggeliat pelan. Penisku kembali menegang merasakan kehalusan kulitnya yang putih bersih dan berbulu tipis itu. Kika menggelinjang hebat ketika ciumanku sampai di siku bagian dalamnya. Belum lagi Kika berhenti mendesah, langsung kupindahkan bibirku ke pipinya dan terus bergeser ke belakang telinganya. Sementara itu, posisiku yang kembali berada di belakangnya memudahkan tanganku bergerilya kembali. Melalui samping badannya, kedua tanganku bergerak perlahan ke depan hingga menyentuh kedua bukit dadanya.

"Mmh.., mmh..", rintih Kika ketika jari-jari tanganku kuputar-putar di sekitar buah dadanya yang masih terbungkus lengkap. Dari situ saja bisa kubayangkan bentuk buah dadanya yang indah. Tidak begitu besar tapi terasa kencang, bulat padat dan masih tegak. Sambil lalu kuremas-remas lembut kedua bukitnya, bibirku kuturunkan lagi ke samping lehernya yang jenjang. Kulitnya yang berkeringat melicinkan jalannya bibir dan hidungku menelusuri hingga ke tengkuknya yang bebas karena rambutnya yang diikat ke belakang. Harum parfum bercampur keringatnya di kulit tengkuknya yang halus dan berambut tipis itu kuhirup habis-habisan, sehingga membuat Kika makin sering menggeliat kegelian.

Cerita dewasa ini merupakan kisah nyata yang di alami oleh salah seorang sahabat aku. cerita ngentot memek pramugari atau cerita dewasa pemerkosaan ,Kisah nyata ngentotin pramugari saat terbang ke medan - Jam menunjukkan 16.20 PM tagl 8 september 2011 ketika aku tiba di bandara Soekarno-Hatta, aku akan melakukan perjalanan ke Medan dengan rekan kerjaku Puspo, ketika aku hubungi ke hp nya Puspo masih di tol bandara, flight kami pukul 17.45, masih cukup waktu utk cek in. Aku ada cerita ngesex menarik untuk pecinta blogceritadewasa.info, begini kisahnya.

ngentot pramugari,video perkosa pramugari,memek pramugari


Jam 17.45 kami berjalan menuju pesawat utk boarding, seperti biasa ketika memasuki pintu pesawat semua penumpang disambut oleh pramugari yang ramah menyapa semua penumpang Ssssttt bagus tuh pramugarinya kata Puspo padaku Yoi man kataku sekilas kulirik name tag-nya ehmmm Siska, namanya tinggi kira2 167 postur tubuhnya nyaris sempurna kulit bersih seperti bintang iklan PONDS, sambil menatapku dia bertanya seat brp mas? seat 3 C&D kataku Ohh bisnis class mas - silahkan katanya lagi.

Ketika pesawat sdh mengudara aku menuju toilet di belakang cockpit. aku menoleh kekanan disitu ada Siska dan temannya yg aku blm tau namanya Siska sedang berjongkok mengambil sesuatu dari laci dan terlihat pahanya yang mulus putih kulitnya lembut pastinya tanpa cela licin dia menoleh kearahku dan tersenyum aku tatap matanya dan akupun tersenyum sambil berlalu menuju toilet tatapanku hanya pada matanya saja tadi wkt pahanya terlihat dia blm tau ada aku disitu jadi dg "gentleman" tatapanku hanya pada mata saja hahaha.

Sekeluar dari toilet Siska msh disitu ini peluang pikirku segera aku hampiri dia Siska sdh lama di perusahaan ini kataku basa-basi Baru mau dua tahun mas eeeh kok tau namaku katanya Loh name tag kamu itu kataku. Ehh iya katanya dg senyum manis dan sedikit manja Di Medan nginap dimana? kataku di Grand Angkasa mas dimana katanya Eeehh sama dong aku duduk lagi yah kataku

Jam 20.10 pesawat mendarat di bandara Polonia ketika akan keluar dari pesawat aku sapa Siska Sampe ketemu yah Iyaa mas, terima kasih katanya.

Setiba di hotel kami cek in dan menempati kamar yang berbeda dan dilantai yang berlainan pula. Sesudah membersihkan diri kami keluar dari hotel dengan menggunakan rental car melihat-lihat kota dan cari makanan ini adalah pertama kalinya aku ke Medan.

Jam sdh menunjukkan 23.40 kami kembali ke hotel, setibanya di lobi Puspo mengajakku ke basement Disitu ada cafenya kata receptionist hotel katanya Boleh kataku. tetapi ketika kulihat kearah kiri ternyata ada Siska sedang duduk di coffee shop lobby Pus loe duluan deh kataku sambil menunjuk ke arah Siska Hmmmm ok dehgumam Puspo sambil menunjukan jari tengahnya Who knows kataku sambil tertawa kecil.

Kuhampiri Siska, dia sedang duduk termenung, didepannya ada secangkir kopi dengan pot nya dan gula rendah kalori sedangkan dibibirnya menyelip sebatang rokok "Marlboro Light" Hei kok sendiri tegurku padanya dia melihat kearahku dengan terkejut Eeehhh mas kaget aku katanya Ohhh sorry deh kataku Gak apa kok katanya Boleh duduk kataku Please katanya menyilahkan, malam ini dia memakai celana jins ketat dan kaos ketat juga sehingga bentuk tubuhnya yang indah terlihat dengan jelas, rambut agak coklat-merah tembaga sebahu.

Tadi blm dijawab kataku OOhhh iya sendiri katanya Yang lain mana kataku Aku sebel katanya tanpa menjawab pertanyaanku aku agak ribut dg Lia room mate ku katanya Boleh tau kenapa kataku Biasa lah jealous gak jelas gitu mas katanya Makanya kalo jadi orang jangan cantik-cantik amat kataku Iiihhh si mas katanya.

Siska dari pada kamu BT disini kita ke cafe bawah yuk ajakku Saya sdh bbrp kali kesitu tapi ayo deh maskatanya segera aku panggil waiter coffee shop Bill nya yah kataku bill itu semua kumasukkan ke bill room aku.
Kami beranjak dan berjalan kearah kiri ruang receptionis lalu berbelok kekiri sambil menuruni tangga menuju cafe yang aku lupa namanya, entah sekarang msh ada atau tidak.

Suasana cafe agak gelap tapi tdk segelap diskotik Puspo rupanya sdh mendapatkan pasangannya aku lihat dia sedang asik dengan seorang gadis yg ber-rok mini dan pakai tank top merah wah pikirku lumayan tuh si Puspo.Kami memilih duduk di sofa kira-kira 5 m dari pintu masuk, sofa ini memang utk dua orang aku memesan chivas regal kepada waiter sedangkan Siska memesan red wines Siska kamu kok kayaknya lelah kataku sambil mengusap rambut Gak sih katanya sambil menyibakkan tanganku tetapi sejurus kemudian ternyata dia malah memegang tanganku dan bersandar di bahu kananku ketika aku menoleh kearah kanan secara tak sengaja kening kirinya tersentuh bibirku satu detik dia menoleh kearah kiri sehingga jarak bibir kami hanya 2 mili hembusan nafasnya yg beraroma wine tercium olehku dan membangkitkan nafsu birahiku aku paham kemauan-nya kulekatkan bibirku dibibirnya perlahan seolah meminta izin seperti yg sdh kuduga dia menyambut dengan bibirku dengan lembut. kami berciuman dengan lembut dan romantis.. ini saatnya. aku masukkan lidahku ke rongga mulutnya dan disambutnya dengan sapuan lidah yang makin menaikkan gairah lelakiku. sontak saja penisku mengeras dan hampir berontak didalam celana jins ku. Emmmm kamu tidur dimana kataku sambil melepaskan ciuman sesaat Aku males dikamarku katanya.. Aaaaahhh aku paham sekali arah kata-katanya itu. Ya udah aku juga udah ngantuk kataku.

Setiba dikamarku kami tidak membuang waktu lagi segera kupeluk dia ari belakang dan kuciumi tengkuk dan lehernya sambil kuraba payudaranya Ahhhhh.. ehmmmmm. dia mendesah. Penisku yg sdh mengeras dan masih terbungkus celana menempel rapat dipantatnya Siska menggoyang-goyangkan pantatnya menggoda penisku Aku tarik kaos ketatnya sehingga tinggal BH saja sekarang kuciumi lagi bahu, tengkuk lehernya dan sejurus kemudian BHnya sdh aku lepaskan. .dia menghadap kearahku sambil juga menarik kaos polo shirtku sehingga kami bertelanjang dada bersama kutatap gundukkan daging indah didadanya yang masih sangat kencang dg puting berwarna pink dia memekik kecil Uhhh mas berbulu dadamu katanya. Kurebahkan dia di ranjang dengan masih mengenakan celana panjang jins nya kugigit. .hisap jilat putingnya. Siska mendesah Uuukkkkkhhhhh maaasss nikmaaaattt katanya sambil tangannya mengelus dan mencubit kecil punggungku detik itu aku sempat berpikir bahwa tak pernah kusangka bhw tadi siang dia melayaniku di pesawat sekarang kami bercumbu aaahhh nasiiib.

Sesudah puas menjilati dan menghisap puting susunya. aku arahkan tanganku ke bagian depan celananya dan membuka celana itu. di angkatnya pantatnya utk memudahkanku melepaskannya. sambil tanganya menggapai ikat pinggangku. sekarang hanya tinggal cd nya saja dibaliknya kulihat rambut vagina yang rapi tak tahan segara aku tarik cd nya kubenamkan wajahku diselangkangannya. kujilati bibir vaginanya dia mendesah Eeeehhhhmmmm Aaaakkkkkhhhh lalu kuarahkan lidahku ke klitorisnya kujilati. dan kemudian kuhisap lembut klitorisnya sehingga tubuh Siska mengangkat kenikmatan Mas mas sini maaasss katanya aku tau maksudnya bahwa dia pun ingin memuaskan aku dengan mencumbu penisku kuubah posisi sehingga kami menjadi posisi 69 Ooooh honey i loved it katanya sambil menjilati dan kemudian menghisap penisku Aaahhh punya kamu wangi sayaaanng kataku padanya.

Entah berapa lama kami saling menjilat dan menghisap. hingga akhirnya. Ooohhh maaassss pls fuck meeee kata Siska Yes baby kataku sambil perlahan merubah posisi aku diatas danSiska dibawah missionaries aku masih belum puas. kuciumi ketiak nya ahhh wangiiii. Oooooohhhhh mas mas please entot aku masss katanya Aku mau penis masss nancap di memekku katanya mulai vulgar dan memegang penisku yg diarahkannya ke mulut vagina nya. .pun aku sdh tak tahan ingin segera merasakan kenikmatan liang senggama Siska kuturuti maunya Siska kepala penisku kutempelkan di mulut vaginanya tapi tubuhku masih kutahan Siska mengangkat tubuhnya keatas tidak sabar ingin segera aku menancapkan penisku ke vaginanya. sambil berkata Sayyaaang jangan siksaaa aku donk dengan tatapan memohon spy aku segera menancapkan penisku di vaginanya. timbul juga rasa ibaku padanya dan juga gejolak nafsuku yang sdh ingin merasakan memeknya yg sdh basah itu. dua detik kutekan penisku kearah vaginanya kepala penisku masuk agak susah aaaahhh rupanya masih rapat..pikirku

Siska merengkuh pantatku dan menekannya kearah tubuh nya agak kutahan penisku masuk 1/4 nya. sayaaaaang tekaaaannnn ak..aku mau katanya, rasa perikemanusiaanku timbul lagi kulemaskan tubuhku sambil menekan kebawah dan bllessssss penisku habis ditelan oleh vagina Siska. turun naik turun naik. aku kocok lembut dan kadang sedikit kasar dan juga kasar Siska terbeliak. merasakan kenikmatan yg katanya belum pernah dia alami. sekitar setengah jam kami bergumul dan berganti posisi dari missionaris, doggy, WOT memek Siska sungguh nikmat yg menurutnya dia ikut senam aerobic dan BL di wkt senggangnya bila tdk terbang ah pantas saja memek ini nikmat pikirku Aaaakkkhhhhh sayaaaang aku mau keluar erangku.. OOhhhh aku jg yaannngg katanya hanya 3 menit setelah itu hampir bersamaan kami memuncratkan cairan kenikmatan aaaaahhhh sayaaaanng kamu hebat hampir bersamaan kami mengatakannya, kami tertidur bersama selama 2 jam.

Jam 5 pagi Siska beranjak kekamarnya mau tugas terbang lagi katanya aku ke jakarta trs balikpapan sayaaaang katanya, tak lupa dia berikan no hp nya 08116302xx, mas aku nanti 2 mg lg cuti kemana yg enak? katanya terserah kamu kataku, aku jg ambil cuti deh kataku sambil kucium bibirnya i want you katanya.
Itulah kisah ngnetot pramugari lihat juga cerita dewasa lainya seperti cerita dewasa tante girang 2012

Kami sama2 kenal semasa di sekolah lagi. AKu mula tertarik dgn Hus kerana dia seorang perempuan yg baik. Namun setelah lama berkawan, akhirnya aku meluahkan perasaan ku padanya dan dia menerimanya dgn gembira.

Setahun berlalu, kami menjadi semakin intim, setiap hari minggu kami berjumpa di KL. Kami bersiar2 dan menonton wayang. Lama kelamaan, kami merasakan seolah2 sepasang suami isteri namun kami tidak meluahkan perasaan dan keinginan masing2. Kini, Hus telah bekerja dan aku masih lagi belajar di kolej. Semakin hari perbualan kami mula menjurus kepada cerita2 seks dan Hus agak matang dan mula memahami ttg seks.Tanpa disedari, aku mula merasa ghairah apabila melihat susuk tubuh Hus apabila berbaju kurung atau kebaya. Mataku tak lari dari melihat buah dadanya yg besar dan punggungnya yg montel. AKu mula membayangkan tubuhnya yg solid itu. Lalu aku memberanikan diri meraba raba tubuhnya bila setiap kali bersama Hus. Hus kadangkala seperti seronok bila aku mengusap buah dadanya dan pantatya. Setelah beberapa kali melakukannya kami agak seronok dan mula melakukanya di panggung wayang. Semasa di panggung, aku asyik leka meraba raba tubuh Hus. Aku selok kedalam baju Hus dan meramas buah dadanya serta putingnya. Aku dapat rasakan yg buah dadaya mengembang dan keras serta putingnya mulai keras. Aku pun menggentil putingnya sambila menarik2. Hus mula bernafas kencang sambil melihat padaku. Aku terus mencium Hus dan Hus membalas sambil lidahnya dihulurkan menyuruhku menyedutnya. Aku terus menyedut lidah HUs yg basah itu.Kini zakarku telah pun tegang di dalam seluar Jeans dan ku merasa sakit dibuatnya. Melihatkan HUs semakin berahi, aku memindahkan tanganku kefaraj Hus. Aku mula menyelok kedlm kain Hus dan kedalam seluar dalam Hus. Dapat aku rasakan pantant HUs yg telah basah. AKu biarkan jariku bermain2 dgn kelentitnya. Ini membuatkan bunyi bising dari air yg keluar dari pantant Hus. Hus mula mengerang perlahan..ahhhhh uuhhh aaahhh. AKu semakin stim dan air mula meleleh keluar dari zakarku.Sedang aku sibuk bermain main dgn kelentit Hus, Hus mula mengusap2 zakarku.Menyedai yg zakarku sudah keras dan tegang, Hus membuka zip seluarku dan terus menggenggam zakarku itu. Dia mengusap usap zakarku..oohhh alangkah sedapnya kalau Hus dapat mengolomnya kata hatiku. Perkara ini kerap kami buat setiap kali kami berjumpa.Setelah beberapa bulan berlalu, agaknya masing2 dah tak tahan, peristiwa yg dinanti2kan pun berlaku. Kebetulan, pada minggu itu cuti sekolah selama seminggu, so kakaknya dan keluarga pulang kekampung. Seperti biasa, aku menalipon Hus dimalam hari. Hus membertahu yg dia tinggal seorang kerana kakaknya dan keluarga pulang kekampung. Lalu aku menyindir Hus samada aku boleh datang kerumahnya. HUs pada mulanya tak mahu kerana takut, kemudian Hus membenarkan aku datang hujung minggu nanti.Apabila tiba hari sabtu kami pun berjumpa di KL. Selepas makan malam diluar kami pun balik kerumah kakak HUs. Setelah berada di rumah, aku tidak terburu2 tetapi Hus sudah memelukku dan menciumku. Aku membalasnya dan kami bercumbu dibilik Hus yg wangi dan sejuk. Kami kemudiannya membersikan diri dahulu kerana masing2 berbau. Semamsa inilah aku dpt melihat tubuh Hus yg montok itu..amaboi geramnya aku.AKu melihat Hus menaggalkan sehelai demi sehelai pkaiannya. Dpt ku lihat buah dadanya yg besar itu dan pantatnya yg tembam. Susuk badan Hus rak lah gemuk, tapi mempunyai shape yg menarik. Lalu kami pun mandi bersama. Dibilik air kami bercumbu dan meraba raba antara satu sama lain. Selesai mandi kami terus ke atas katil. Kini kami berdua berbogel dan suasan sungguh mengghairahkan. Kami bercumbuan sambil tangan masing2 meramas dan bermain2 disetiap tempat.We were lost in her bed. AKu mula membaringkan Hus dan bermulalah “journey” dari kepala hinggalah kekaki. TIba di buah dada Hus aku menyedut puting HUs dan memasukkan buah dadanya ke dlm mulutku hingga penuh. Hus pun mengerang ..Ahhhhh UUhhhh do it .ahhh yesss..do itMelihat Hus semakin stim aku bermain2 dgn kelentitnya..menambahkan kagi laungan Hus..AAHhh Uhhhh AAhhh…mmmmmmm AHh!! UUUUUhhhh!!! ow..ssss do it halim do itAku mula turun keperut HUs..dan tiba2 Hus tersentak..Ohh UUhh kerana kegelian. Aku teruskan perjalanan hingga ke faraj HUs yg sudah basah. Air meleleh hingga ke peha dan cadar. Dgn bau faraj Hus, aku bertambah stim..lalu ku benamkan mukaku ke pantat Hus..Hus mengerang kesedapan..AAAhh mmmmmmmmmm mmmm AKu bagaikan hilang ingatan, aku mengisap kelentitnya, ku jilat lubang farajnya, ku hulurkan lidahku kedalam faraj HUs,dan ku hirup air yg keluar bagaikan dahaga sungguh. AKu menggentel kelentit Hus dgn lidah dan menyedut2 kelentitnya (mmuah,,sssipp sssipp Ahhhh). Air mencurah2 kelauar dari pantat Hus, dan aku tk ketinggalan meminumnya dgn rakus.Hus bangun dan menolakku supaya aku terlentang. Kini giliran HUs membuat seperti mana aku tadi. APa yg bestnya ialah, Hus bagaikan menari di depanku. Dia menonggeng dan melumurkan pantatnya kemukaku. Hus terus menerkam ke zakarku yg tegang dan keras. Kini kami diposisi 69. Sambil Hus mengolom zakarku, aku menjilat dan mnyedut kelentit Hus.Kami sama2 mengerang dan silih berganti.Tidak lama kemudian, Hus bangun dan bertenggong di atasku. HUs mula memegang zakarku yg keras itu dan di tujakannya ke lubang farajnya yg basah itu. Baru kepala zakarku masuk, Hus sudah mengerang, tetapi Hus meneruskannya dgn melabuhkan punggungnya hinggalah seluruh zakarku berada didalam lubabg farajnya. HUs mengerang lagi dan juga aku. Aku dpat merasakan luabang faraj Hus yg masih sempit itu sepenuhnya. Hus mula naik dan turun diatas zakarku. Alunannya semakin ama semakin laju..dan air tdk henti2 keluar dari lubang faraj HUs..sehinggalah HUs sampai ke klimaksnya …dia menjerit kesedapanhingga kali ini air yg seperti air mani lelaki yg keluar.AKu pula merasakan air maniku mula memenuhi saluran dizakar dan ku pancutkan air mani ku di dalam faraj HUs.Kami masing masing mengerang mencapai tahap klimaks dan tubuh Hus mula menggigil dan HUs seakan lemah di atasku.Seterusnya, kami menikmati pesta seks sehinggalah keesokkannya. Setelah itu kami sering melakukanya apabila orang tiada di rumah kakaknya.

Selepas aku balik dari oversea, aku diajak bekerja oleh seorang rakan keluargaku. So, aku dapat position yang senior dalam companynya. Tugas disitu memerlukan aku selalu travel dan aku memang entitle untuk dapat seorang secretary. Aku pun suruh Personnel Dept. conduct interview dimana aku turut serta sebab aku nak pilih yang best. Aku yang pilih sendiri candidate untuk ditemuduga dari ramai-ramai yang apply. Akhirnya, aku pilih seorang gadis bernama Liza untuk jadi secretary aku. Dia masih muda dan baru berumur dua puluh tahun. Selain dari kelayakan yang sesuai, aku pilih dia sebab orangnya cantik dengan body yang menawan. Dia ni mix parentage, bapanya keturunan Punjabi dan ibunya keturunan Cina. So, rupa macam heroin Hindustan dengan kulit putih kemerah-merahan. Body memang best seperti yang aku idam-idamkan. Dia ada height dengan sepasang kaki yang panjang dan mempunyai shape yang cantik. Badannya slim, lentik dengan punggung yang firm, padat dan tonggek sikit. Yang paling best ialah buah dadanya yang besar….aku rasa lebih kurang sama besar dengan buah dada Sally yang aku dah kerjakan dulu. So, dapatlah aku menjamu mata di tempat kerja. Aku panggil dia Liz dan dia panggil aku Mr. Mike walaupun aku suruh panggil Mike aja. Kalau ikutkan hati memang aku nak aja tackle dia tapi terpaksa tahan sebab nak jaga kedudukan aku dalam company tu. Bising pula boss aku nanti kalau aku ada affair dengan secretary sendiri. Liz memang bergaya kalau dressing dan suka pakaian yang moden so dapatlah aku mencuri tengok peha dan pangkal buah dadanya yang putih melepak selalu. Geram betul aku tapi terpaksa tahan. Kadang-kadang aku selalu curi-curi mengintai especially bila dia pakai baju low-cut dan terdedah di bahagian dada. Dapat juga aku tengok buah dadanya yang selalunya dibaluti bra half-cut. Ada sekali tu semasa dia mencangkung mengambil fail yang jatuh, aku dapat menatap pantiesnya sebab dia memakai mini-skirt hari tu. Memang tak tahan dibuatnya tambahan pula dah lama tak dapat memantat. Memang ramai yang cuba menggoda Liz tapi dia tak layan dan buat sombong. Yang bestnya, dengan aku dia manja dan mesra tapi tetap menghormatiku sebagai bossnya. Aku pun latih dia sebaik mungkin supaya jadi efficient dan mahir dengan kerjanya. Setahu aku dia belum ada boyfriend dan tinggal dengan keluarganya yang aku dengar loaded juga sebab Liz dah ada kereta sendiri. Beberapa bulan kemudian, aku ditugaskan membuat presentation di sebuah negara kepulauan. Masa tu company aku tengah sibuk, so hanya aku dan Liz yang bertungkus lumus menyiapkan material untuk presentation. Jadi boss aku suruh Liz ikut aku terbang sekali supaya dapat membantu aku. Kecik tapak tangan, Stadium Bukit Jalil aku tadahkan. Liz pun nampak gembira sebab dapat travel. Kami pun berlepaslah ke pulau tersebut berdua. Dalam kapal terbang aku pun berborak dengan Liz dan dari perbualan tu aku dapat tangkap bahawa dia tak bebas bersosial dan tak pernah ada boyfriend. Fikiran aku dah semacam tapi aku cuba concentrate dengan presentation yang akan aku buat. Keesokkan harinya, aku pun buat presentation dengan dibantu oleh Liz. Presentation kami berjaya dan mereka berminat untuk deal dengan company aku. Aku pun inform boss dan dia sangat gembira. Dia hadiahkan aku dan Liz cuti dua hari dan terus tinggal di pulau itu untuk berehat sebab dah bertungkus lumus prepare buat presentation. Sporting juga boss aku. Aku tanya Liz macamana dan dia pun suka nak stay lagi di pulau tu sebab tak sempat nak bersiar-siar lagi. Aku lagi lah happy sebab dapat bercuti free dan ada teman yang cantik dan solid-molid walaupun dia secretary aku. Aku dah mula fikir yang bukan-bukan. Aku pun ajak Liz untuk celebrate malam tu dengan pergi dinner dan berparty ke disco atau karaoke. Liz dengan malu-malu kata dia tak ada bawa dress yang sesuai dan tak biasa berparty. Aku pun ajak dia pergi shopping dan berjanji nak belanja dia beli dress untuk malam itu dengan syarat dia mesti pakai dress yang aku pilih untuknya. Dengan manja dia bersetuju. Kami pergi shopping dan aku belikan dia night dress yang singkat dan sexy berwarna merah. Dia tak beri aku tengok dia cuba dress tu sebab nanti tak surprise katanya. Dia cuma beritahu bahawa saiz baju tu amat sesuai dengannya. Tak sabar aku nak tengok. Liz tambah relaks dengan aku dan aku pun suruh dia jangan treat aku sebagai bossnya semasa kami bercuti bersama di situ. “Treat me as your boyfriend” gurauku. Dia cubit lenganku kononnya marah tapi tersenyum manis. Makin tak tahan aku dibuatnya. Kami pun pulang kehotel untuk berehat dan bersiap. Pukul 8.00 malam tu aku ketuk pintu bilik Liz yang terletak disebelah bilik ku. Bila pintu terbuka, melopong mulutku melihat Liz yang cukup sexy dengan dress singkat tu ditambah lagi dia pakai kasut bertumit tinggi. Zakar ku terus menegang dengan serta-merta. Bahagian atas tubuh Liz di depan dan belakang cukup terdedah kerana dress tu low cut dan hanya ada spaghetti strap. Dress tu body hugging jadi buah dada Liz yang besar terbonjol dan macam nak terkeluar. Terserlah sebahagian besar buah dadanya dan aku boleh nampak kesan putingnya. Ternyata Liz tak pakai bra malam itu. Dress tu begitu singkat dan aku yakin kalau Liz duduk pasti boleh nampak pantiesnya. Aku dah tak tentu arah sebab nafsuku dah naik. “Don’t look at me like that…malulah I” kata Liz manja. “You are so beautiful and attractive” pujiku. Liz tersenyum dan tertunduk malu. Aku terus pimpin tangan Liz menuju ke restoran di tingkat bawah hotel itu. Aku sengaja pilih sudut yang ada privacy. Semasa dinner aku layan Liz macam layan kekasih….romantik habis. Liz beritahu aku dia tak pernah keluar berdua dengan lelaki tapi dia amat gembira keluar dengan aku malam itu. Lepas dinner aku ajak Liz pergi karaoke. Liz beritahu aku yang dia tak biasa pergi karaoke dan tak pandai menyanyi. Aku kata nanti aku ajar dan Liz balas dia memang nak belajar banyak perkara dari aku. Ini sudah bagus kata hati aku.. Aku ambil bilik karaoke yang kecil dan beri tips pada pelayan di situ sambil berbisik supaya jangan mengganggu kami. Aku dah nekad untuk buat projek dengan Liz dan aku rasa dalam hati Liz tak akan membantah. Suasana dalam bilik itu sungguh suram dan kami pun melabuhkan punggung di atas sofa. Dress Liz yang singkat terselak tinggi dan aku nampak pantiesnya yang berwarna hitam. Liz dengan malu-malu menyilangkan kakinya supaya pantiesnya tak kelihatan tapi tindakannya itu mendedahkan pula pangkal pehanya. Amat menggiurkan pemandangan itu. Aku memilih beberapa buah lagu untuk dinyanyikan. Liz segan nak menyanyi so aku sorang aja yang menyanyi. Lepas dua tiga lagu, aku berhenti dan menatap muka Liz. Dia tunduk malu dan beritahu yang dia tak pernah berdua-duaan dengan lelaki. Aku pun pilih beberapa lagu sentimental dan ajak dia menari slow dance. Taktik biasa aku untuk dapat peluk dan raba perempuan. Mula-mula dia tolak sebab malu dan tak pandai. Akupun pegang tangannya dan berjanji untuk mengajarnya. Dalam malu-malu dia pun setuju. Gembiranya aku tak terkira. Aku menarik Liz berdiri dan menyuruhnya merangkul tengkukku. Aku merangkul pinggang Liz dan menarik tubuhnya rapat ke tubuh ku. Badan kami melekat macam ada magnet. Aku dapat rasakan yang Liz gementar so aku berbisik kecuping telinganya supaya dia relax. Buah dada Liz menekan dadaku dan aku pasti Liz dapat merasakan zakarku yang mengeras kerana tubuh kami bersatu rapat. Aku memandang tepat ke mata Liz dan bertanya samada dia gembira menari bersamaku. Liz kata dia gembira dapat menari bersamaku dan bertanya macamana pasangan kekasih menari. Aku pun beritahu macam inilah. Liz tergelak manja. Liz kata dia dah lama dia nak merasa menari slowdance dengan lelaki tapi tak ada peluang sebab tak ada boyfriend. Mendengar itu, aku pun berbisik pada Liz dan berkata aku nak jadi boyfriend dia. Liz terperanjat dan memandang aku macam tak percaya sebab dia ingat aku bergurau. “I’m serious” kataku. Liz terdiam sekejap dan akhirnya dia confess yang dia pun memang minat kat aku. Dalam hati aku bersorak kegembiraan. Aku menarik tubuh Liz lebih rapat dan berbisik bahawa aku nak cium dia. Liz berkata dia tak reti nak bercium. Aku balas dengan mencium pipinya dan perlahan-lahan bibirku bergerak mencari bibirnya. Akhirnya bibir kami bertaup dan aku beri Liz kucupan yang hangat. Aku lagakan lidahku dengan lidah Liz. Aku dapat rasakan nafas Liz bertambah kencang. Kedua-dua tanganku terus menjalar dan mengusap-usap punggung Liz yang pejal. Seterusnya, tangan kiriku mengusap-usap bahagian belakang tubuh Liz yang terdedah. Bibirku mula menyerang pangkal telinga dan tengkuk Liz. Dia tergelak kegelian. “Mike ni nakal lah” katanya. Aku tolak tubuh Liz kedinding dan mengajarnya buat French kiss. Aku bagi Liz sup lidah. Dia mendengus kegelian. Sementara tu tangan ku menjalar kebuah dada Liz dan berjaya meramasnya walaupun cuba dihalang Liz pada mulanya. “Sedap tak” tanyaku. “Eemmm” balas Liz. Aku ajak Liz duduk atas sofa supaya lebih selesa. Lepas duduk aku mencium bahagian leher Liz dan melondehkan tali dressnya turun dari bahu. Terserlahlah dua gunung yang belum pernah diteroka oleh mana-mana lelaki. Buah dada Liz aku rasa saiz 36-D. Putingnya berwarna merah pink dan masih segar. Aku meramas-ramas buah dada Liz sambil terus mencium setiap inci bahagian dadanya yang terdedah. Liz merengek-rengek kenikmatan sambil menggosok-gosok belakangku. Akhirnya bibirku tiba keputingnya dan tanpa belas kesian aku menghisapnya sebab aku dah lama mengidamkannnya. Jari-jemariku pula mula berani menjalar di peha Liz yang putih melepak itu. Liz mengerang kenikmatan atas tindakanku. Aku dah naik geram dan berbisik pada Liz ajak dia balik ke bilik. Liz bertanya untuk apa dan aku kata di situ tak selesa untuk bermesra. Dia setuju dan aku terus panggil waiter untuk settle bill. Tanpa membuang masa aku tarik Liz balik ke bilikku. Liz nampak malu-malu dan gabrah. Sampai berjalan aku peluk pinggang Liz dan beritahu dia yang aku dah lama minat kat dia….nak bagi dia tambah cair. Sambil di bilikku, aku tanya Liz samada dia nak minuman tapi dia hanya menggelengkan kepala dan nampak resah. Aku hampiri tubuh Liz dan mendakapnya. Kami berkucupan agak lama. Aku tarik Liz ke dalam bilik air. Aku suruh Liz menanggalkan pakaianku. Dia menggelengkan kepalanya. Aku tarik tangan Liz ke butang atas bajuku dan menyuruh Liz menanggalkannya. Perlahan-lahan Liz membuka butang kemejaku satu-persatu. Lepas tu aku suruh Liz menanggalkan seluarku. Dia nampak gabrah tapi menurut aja arahanku. Akhirnya seluarku melondeh ke bawah dan aku hanya tinggal berseluar dalam. Aku bawa tangan Liz ke zakarku yang sedang menegang dan menyuruhnya mengusap-usap zakarku. Lepas tu aku suruh Liz tanggalkan seluar dalamku. Liz nampak gementar semasa melondehkan seluar dalamku dan melihat zakarku yang sedang tegang dan mengembang. Aku peluk Liz dan kami berkucupan. Aku londehkan strap baju Liz dan tanggalkan pakaiannya. Tinggallah Liz dengan G-string panty saja….sexy habis. Aku cium dan hisap buah dada Liz yang makin keras dan menegang. Liz mengerang kenikmatan dengan tindakanku. Sambil tu aku mengusap alur pantat Liz yang makin lencun. Aku dah tak sabar nak tengok pantat Liz. Aku tanggalkan panties Liz maka terserlahlah pantatnya yang tembam dengan bulunya yang bertrim. Liz cuba menutup pantatnya dengan kedua belah tangannya kerana malu. Aku peluk Liz dan menariknya ke shower. Kami bershower air panas sambil terus bercumbu. Aku sabunkan setiap inci tubuh Liz dan kemudian dia pula sabunkan setiap inci tubuhku. Kami bergurau dan bergelak ketawa macam kanak-kanak. Dapatlah aku hilangkan tension Liz dan dia mula comfortable untuk berbogel bersamaku. Lepas tu kami mengelap tubuh bersama. Kami berpelukan keluar dari bilik air. Aku peluk tubuh Liz dan memberinya ciuman yang hangat. Liz membalas ciumanku dengan hangat juga. Lepas tu aku baringkan tubuh Liz di atas katil dan menindihnya. Kami bercium dengan hangat dan aku mula meraba-raba tubuh Liz kembali. Kemudian aku mula menjilat setiap inci tubuh Liz yang begitu indah dan belum pernah diteroka lelaki itu supaya terbuka semua switch nafsunya. Aku mulakan dari tengkuk turun kedada terus kepusat dan bahagian perut. Kulitnya yang putih-merah itu sangat halus, lembut dan gebu. Kemudian aku jilat kedua-dua pasang kaki Liz yang cantik itu bermula dari hujung jari sampai ke pangkal peha. Kemudian aku balikkan Liz dan jilat bahagian belakang tubuhnya dari atas hingga kebawah. Memang sedap dapat jilat anak dara yang seorang ni. Setelah habis menjilat, aku serang balik tengkuk Liz yang jinjang dan putih itu. Tanganku mula meramas-ramas buah dada Liz yang besar dan tegang itu. Kemudian aku mula menghisap dan menggigit lembut putingnya yang berwarna pink dan sedang menegang itu. Memang sedap bermain dengan buah dada Liz yang besar dan tegang. Liz mengerang kenikmatan sambil tubuhnya terangkat-angkat terkena seranganku. Sedap dengar bunyi sound effect yang keluar dari mulut Liz. Bertambah berahi aku. Sambil melepaskan geramku kepada buah dada Liz yang agung itu, tanganku mengusap-usap pantat dan celah peha Liz. Bila aku menggetel biji kelentitnya perlahan-lahan, Liz mengerang bertambah kuat. Tiba-tiba tubuhnya kejang dan aku dapat rasakan alur pantatnya begitu lencun. Pasti Liz dah climaks. Setelah puas dengan buah dadanya, aku jilat perlahan-lahan hingga ke kepusat Liz dan kemudian terus kepantatnya. Liz cuba menghalang aku menjilat pantatnya tapi tak berjaya. Terangkat-angkat tubuh Liz bila lidahku mula berperanan di pantatnya. Pehanya mengepit kepalaku menahan sedap. Aku jilat-jilat kelentit Liz yang merah menyala dan nyata ini memberi kenikmatan yang asasi pada Liz. Air liur ku dah bercampur dengan air yang keluar dari pantat Liz. Banjir habis. Aku pun dah tahan. Zakarku dah tegang habis dan meminta-minta untuk meneroka lubuk pantat Liz yang masih suci itu. Aku betulkan kedudukan Liz dan menyuruhnya membuka kangkangnya dengan lebih luas lagi. Liz yang sudah hilang dalam alam nikmat hanya menurut saja kata-kataku. Aku tak perlu lapik punggung Liz dengan bantal sebab punggungnya memang tonggek dan berisi pejal. Aku tindih Liz dan menciumnya. Sambil tu aku tujukan zakarku kemulut pantat Liz. Aku cuba masukkan kepala zakarku perlahan-lahan kedalam lubang pantat Liz tapi payah betul. Maklumlah masih dara tapi akhirnya berjaya juga kepala zakarku masuk. Liz merintih sakit dan aku memujuknya supaya menahan sakit. Perlahan-lahan aku meneroka lurah nikmat Liz dengan bantuan pelincir yang begitu banyak sekali. Tak dapat nak diucapkan nikmatnya…..bayangkanlah dengan lembutnya, dengan ketat kemutannya dan yang paling best kehangatan lurah pantat Liz yang sungguh istimewa macam periuk nasi yang sedang hangat. Nak terpancut aku rasa walaupun baru masuk sikit. Penerokaan zakarku terhalang oleh selaput dara Liz. Aku sorong tarik dengan hayunan yang bertambah keras dan akhirnya mahkota dara Liz berjaya aku takluki. Terjerit Liz bila zakarku menembusi selaput daranya. Aku tarik zakarku keluar dan mencium Liz. Aku lihat zakarku ada kesan darah dara Liz. Aku rasa bangga dan puas kerana menjadi orang pertama yang berjaya menakluki dara Liz. Aku lihat ada air mata melilih dari mata Liz. Aku memujuk Liz dan tekan ayat syahdu sikit. Liz cium aku dan kata “I love you”. Aku pun kata aku love dia juga. Aku beritahu Liz aku nak terus make love dan dia hanya mengangguk lemah. Kesian pula tengok tapi mana boleh tahan sebab operasi belum habis lagi. Aku serang balik buah dada Liz dan hisap putingnya cukup-cukup sambil Liz mengerang sedap dengan kuat. Lepas tu aku mula berdayung balik. Perlahan-lahan aku sorong tarik hingga akhirnya aku tiba didasar lubuk pantat Liz. Berdenyut-denyut zakarku kena kemutan Liz. Sedap betul. Aku sorong-tarik perlahan-lahan didalam lurah pantat Liz yang ketat tu supaya Liz tak terkejut dan boleh merasa nikmat memantat. Aku tanya Liz samada dia masih rasa sakit. Dia kata dia dah rasa mula rasa sedap. Aku melajukan sikit hayunan sebab aku rasa aku dah nak climaks. Akhirnya aku terpancut dalam pantat Liz dan aku rasakan mahu sekati air maniku keluar. Sedap tak terkata. Aku cium Liz dan pujuk dia bahawa aku akan bertanggung jawab. Liz kata dia tak kisah sebab dia sayangkan aku. Aku cium Liz dan peluk dia. Liz kata dia tak pernah rasa nikmat sebegini dan ingin menikmatinya selalu dengan aku. Aku setuju dan akhirnya kami terlena keletihan. Sepanjang di pulau itu, kami make love puas-puas dan Liz dah mula rasa sedap dapat batang zakar aku. Aku pun dah ajar dia macamana buat BJ. Selepas pulang, kami berlakon macam tak ada apa-apa berlaku tapi Liz dah jadi pengunjung tetap kondo aku secara rahsia. Aku suruh Liz cari kerja tempat lain sebab tak mahu hubungan kami diketahui oleh staff lain tapi Liz kata dia nak serve aku siang dan malam. Ada sekali tu kami make love dalam bilik aku di pejabat bila semua orang dah balik. Sempat juga aku merasa mendoggie Liz di dalam bilik aku. Saja nak rasa tapi tak boleh buat selalu nanti orang tahu. Liz tak pernah menolak bila aku nak make love kecuali masa dia tengah period. Nafsunya juga kuat tapi aku tak kisah sebab main dengan Liz memang sedap habis. Aku rasa silap-silap aku akan kahwin dengan Liz tapi perkara tu tak timbul lagi sekarang. Liz pun dah pandai macamana nak bagi aku puas atas ranjang dan permainannya memang excellent. Memang dia secretary yang terbaik. Dia juga sentiasa make sure bodynya sentiasa tip-top dengan bersenam dan makan jamu semata-mata supaya aku puas dengannya. Kadang-kadang aku curi-curi merabanya ditempat kerja bila ada peluang. Liz juga akan biarkan aku menjamu mata melihat bahagian tubuhnya yang terdedah.