Showing posts with label Fetish. Show all posts
Showing posts with label Fetish. Show all posts

Kepala gadis itu terkulai lemah, tangannya terentang terikat di atas kepala dengan tambang rami ke arah langit-langit ruangan, pergelangan tangan gadis itu memar memerah dan tampak tergores dan rembesan darah membasahi pergelangan tangannya.
Posisinya berlutut di atas marmer, dengan lutut terbuka selebar bahu. Nampak genangan sperma tepat di bawah selangkangan sang gadis, sementara di pahanya nampak lelehan sperma yang mengering yang bersumber dari vagina dan anusnya yang memar dan menganga....

Sayup-sayup gadis itu mendengar suara sepatu yang menghampirinya dan samar dari mata yang tertutup lapisan sperma kering yang memenuhi wajahnya kini ia melihat sepasang high heel boot. Perlahan kepalanya mengangangkat ke arah tubuh yang berbalut gangster girl wardrobe, kepala gadis itu kembali terkulai, namun matanya berusaha menengadah ketika sosok itu berjongkok di hadapannya.

Ia merasa dagunya diangkat. Kini ia bisa, walau dengan samar, melihat sosok wanita di depannya.
'tolong....aku...' desis gadis itu dengan suara parau, tenggorokan dan kerongkongannya terasa panas, karena serbuan penis yang menginginkan deepthroath darinya.
Wanita di depannya memandangnya dengan mimik tertarik, dan dengan senyum iblis yang tak kentara ia berkata
'kamu kenapa sayang.... kenapa kondisimu seperti ini?', desah wanita itu dengan keprihatinan yang dibuat-buat....
Suara parau gadis itu kembli terdengar...
'mereka....memperkosaku...menyakitiku...menyiksaku...'
'siapa mereka sayangku...?'
'entah...entah...demi Tuhan... tolong aku... lepaskan aku...' suara parau itu bercampur dengan histeria....
'shhh...tenangkan dirimu.... kau tak mau mereka datang dan memperkosamu lagi kan?'
Peringatan wanita berambut pirang itu cukup dapat menenangkan gadis itu...
'ceritakan apa yang mereka lakukan padamu...'

Seperti bendungan yang jebol... tanpa menyadari kondisi tubuhnya yang masih berantakan, gadis itu menceritakan apa yang menimpanya...
'entah siapa mereka.... aku bahkan tak sempat mengenali mereka...mereka menyergapku dalam taxi yang aku tumpangi....'
gadis itu terisak, elusan di rambutnya yang kusut masai dan lengket oleh sperma menenangkannya...'mereka... mereka membawaku ke gedung ini....aku coba melawan.... namun mereka bertiga terlalu kuat buatku.....'
'mereka begitu kejam... mereka sama sekali tak memperdulikan diriku.... aku dianggap penampungan sperma.....'
kembali isak sang gadis mengisi hening ruangan itu.
'mereka menelanjangi aku, membakar pakaianku.....dan tanpa peduli memperkosaku....mereka melecehkan aku...menyamakan aku dengan pelacur bahkan merendahkan aku lebih dari pelacur... mereka buat aku bagai binatang....'

Wanita itu bergetar... kenangan masa lalunya kembali hadir......she knows....
'sakit sekali....' keluh gadis itu menghiba....
'mereka mengoyak-ngoyak vaginaku dengan penis-penis mereka, memaksaku menelan penis mereka....bau sekali bulu selangkangan mereka, masam.....dan mereka... mereka memaksaku menelan sperma mereka...'
mimik mual gadis itu nyata, terlebih menyadari perutnya terisi semprotan sperma yang berulang menyerbu lambungnya...
'dan anusku...mereka membuatku benar-benar bagai binatang.... mereka menyodomiku, lagi dan lagi dan lagi.... sakit sekali... dan mereka memaksaku membersihkan penis mereka....'
'aku....aku....aku makan kotoranku sendiri!'

ledakan tangis itu tak tertahan...
sang wanita berusaha tegar...walau getaran di tubuhnya makin jelas...memory yang mengerikan itu bersliweran....namun seketika itu ia mampu menghentikan sentimentil momment di pikirannya dan dengan sinisme yang tak dapat dideteksi gadis yang tersedu itu, sang wanita mampu membuat gadis itu kembali bercerita...

'dan mereka...mereka sepertinya tak ingin aku merasakan secuilpun kenikmatan... mereka menampari aku, mencambuki aku... meludahi aku..., bahkan mereka mengencingi aku....'
'oh...tolong aku... lepaskan aku....' kembali sang gadis berada dalam histeria....
'sakit sekali....perkosaan ini...hinaan ini....sakit sekali....'

Wanita itu berujar...
'perkosaan bukan untuk dinikmati sayang.... tak ada kenikmatan dalam tiap hujaman penis... perkosaan diciptakan untuk menyakiti....'
'aku tau...aku sakit... tolong.. lepaskan...lepaskan' gadis itu meronta, melupakan sakit di pergelangan tangannya yang makin tersayat....
'shhhh sayang....tenang....atau mereka akan kembali....'
'tolong aku.... selamatkan aku...' lirih sang gadis.....

Tangan wanita itu menelusuri leher jenjang sang gadis, turun ke dadanya yang memerah dan berisi jejak sabetan ikat pinggang... turun keperut hingga berada tepat di atas bibir vagina sang gadis yang masih saja mengeluarkan lelehan sperma....
Wanita itu berbicara bagai kepada dirinya sendiri....
'banyak sekali...bisa hamil...'

'tidak...ooh tidak... demi tuhan tidak.... aku tak mau... tolong keluarkan sperma ini dari dalam rahimku... aku tak mau hamil oleh mereka...' gadis itu panik menyadari fakta yang jelas...walau ini perkosaan, pembuahan tetap bisa terjadi... kembali gadis itu menatap penuh permohonan pada sang wanita....
'i'll do anything... just get this cursed seed off my body....'

Wanita itu tersenyum...
'kenapa? bukankan keindahan wanita dan keutuhan wanita bila bisa memberikan keturunan?'
'damn...' sergah sang gadis yang makin menjadi dalam kegalauannya....
'lebih baik aku mandul daripada hamil benih terkutuk ini, aku....'
'beware of what you're asking for....semuanya bisa terjadi...'

gadis itu menggolak....
'i'll do anything for you if you can make that happen.....'
mata sang wanita berkilat penuh kemenangan....
'oh you will sweetheart....you will...'

Lalu sang wanita melepaskan belenggu sang gadis, dan memapah tubuh lunglai itu menuju sebuah ruangan putih bersih, dengan sebuah meja periksa dokter kandungan.
wanita itu merebahkan tubuh lemah sang gadis, memposisikan penyangga lutut hingga kaki sang gadis mengangkan dan mengekspose vagina dan anus yang memar memerah dan menganga itu dengan bebasnya.
'ini untuk keselamatanmu sendiri' kata sang wanita sambil mengeratkan strap di paha, pergelangan tangan, pinggul dan di atas buah dada sang gadis yang nampak bertanya-taya namun terlalu lemah bahkan untuk menggeliat sekalipun.

Kemudian wanita itu menarik sebuah meja dorong dengan beberapa buah suntikan besar di atasnya, kemudian wanita itu mengambil sebuah suntikan, memandang sang gadis dan berkata...
'kamu benar-benar menginginkan ini?'
anggukan lemah sang gadis menjadi jawaban....
'siapa kamu....sebenarnya' desah sang gadis...
'aku Andrea, Andrea Lee....kamu mungkin tak kenal siapa aku...'
'aku....kenal...'
'shhhhh..'potong Andrea, 'tak usah bicara, aku tau siapa kamu Julie...., tapi kamu tak kenal aku....', lalu Andrea menyelipkan bantalan karet di gigi Julie hingga gadis itu tak lagi bisa bersuara.
Andrea meremas payudara kiri Julie, dan menyuntikkan cairan obat itu tepat melalui putingnya. Julie berjengit, dan membelalak ketika Andrea mengambil suntikan kedua dan meremas payudara kanannya...
Andrea meneruskan monolognya...
'aku tidak menolongmu sayang... aku justru akan menjadikanmu budakku....dan ucapanmu yang menyerahkan hidupmu dalam tanganku sudah menjadi segel...', kembali Julie berjengit karena payudara kanannya menerima injeksi...
'aku sudah melalui semua yang kamu rasakan tadi... itu belum sebeberapa sayang... kamu akan menerima lebih banyak lagi penis dan siksaan....'

Suntikan ke tiga
'kamu akan melayani banyak gelandangan....pengemis...orang-orang terpinggirkan....dan mereka hanya akan membuatmu jadi penampungan sperma.
Julie coba menggoyang tubuhnya dengan percuma ketika buah pantat sebelah kirinya diinjeksi....

'mereka juga akan menyakitimu, karena entah kenapa mereka makin terangsang ketika kamu kesakitan...namun akhirnya aku tau... rontaan tubuh, teriakan teredam. Semuanya menyebabkan kontraksi otot tenggorokan, mulut, vagina dan anus...and damn! they love that...'
Injeksi ke empat...

Kini tangan Andrea bermain di lubang anus Julie yang membuka lebar...
'anusmu tidak hanya akan menerima penis, lubang pembuanganmu ini akan merasakan benda asing lainnya seperti kayu, besi, sayuran, bahkan fisting....'
Andrea nampak sangat menikmati expresi kalut sang gadis ketika injeksi kelima dilakukan pada dinding dalam anusnya...

Julie menggelengkan kepalanya dengan frustasi ketika jemari Andrea membelai vaginanya yang perih itu dan membuka labianya...
'bahkan hewan-hewanpun akan menikmati vaginamu, tubuhmu... kamu akan jadi betina mereka...and that include stalion horses baby....'
Andrea merasakan tubuh Julie menegang ketika daging vaginanya ditembus jarum suntik....

'dan kini, aku memberikanmu berkah sekaligus kutukan. Berkah dan kutukan yang sama yang diberikan padaku....'
'suntikan di payudara dan bokongmu akan membuat keduanya padat dan sekal, tidak akan turun walau diremas, dibetot atau digigiti. sementara di anus dan vaginamu akan membuat kedua lubang penampungan spermamu itu akan rapat seperti perawan lagi bila satu jam kamu tidak menerima penis....'
Julie merasa pusing, pikirannya kacau... bagaimana bisa ia jatuh dalam genggaman wanita psycho ini

Seakan mengerti pikiran Julie, Andrea berkata...
'I'm the one who select you to be our sex slave.... to replace me...hihihi...' kikik Andrea geli...
'Jangan tanya salah kamu apa atau kenapa kami pilih kamu... murni karena ingin... nothing special, anggap saja ini nasib burukmu....'

Andrea lalu beringsut mundur menjauhi Julie yang mulai menggeliat merasakan sensasi kram disekujur tubuhnya...
'ahhh...efek obat mulai bekerja... enjoy...oh by the way... kamu ngga usah takut hamil lagi... semua cairan injeksi tadi mengandung sterilizer terkuat yang pernah ada....'
Suara Andrea mulai sayup dan tak terdengar oleh Julie yang merasakan kesakitan disekujur ubuhnya....
'indung telurmu sudah mati... kamu akan seperti aku Julie....mandul....'
'enjoy your life as slave bitch....'

Gaung tawa Andrea menggantung ditingkahi lenguhan kesakitan Julie yang makin tersiksa hingga tak sanggup lagi bertahan untuk kemudian jatuh pingsan....
********

Ketika Julie tersadar ia mendapati dirinya masih terikat di meja periksa itu, matanya nanar memandang sekeliling dan ia melihat banyak layar monitor yang kini mengekspose tubuh telanjangnya dengan bebas...
Benar... ia melihat vagina dan anusnya kembali rapat seperti saat dia perawan dulu..tapi apa inin yang diinginkannya? Juga bentuk pinggul, pantat dan buah dadanya yang sekal itu...Andrea benar... ini berkah sekaligus kutukan....

'ready sweet heart?'
Julie tersentak, Andrea yang kini telanjang hingga tubuh sexy bagai atlit aerobik profesional itu masuk dalam ruangan bersama tiga orang pria berwajah sangar dan dengan senyum penuh kepuasan dan nafsu....
'Perkenalkan tiga orang yang kemarin ber jam-jam menikmati tubuhmu...kekasihku Arman, dan ini kedua temannya... dan kini mereka akan menjadi tuanmu....'
Keempat orang itu mendekati meja periksa, dan melihat tubuh Julie yang menggeletar antara ngeri, tak percaya dan ketakutan....

Ketika mereka memperkosanya sebelum ini Julie tak menyadari sosok pemerkosanya, namun kini dalam ruangan yang terang benderang itu ia bisa melihat penis-penis tegang dan besar yang beberapa saat lalu merobek tubuhnya teracung dengan jelas...
Sedangkan Andrea tubuh moleknya hanya berbalut straped high heel, dan menggunakan gothick make up serta sebuah bullwhip digenggamannya.
Julie berusaha berontak, namun ikatan tubuhnya sangat erat...

Ketika penis Arman berada di bibir vaginanya, Julie tau kalau horor itu akan berulang kembali.....
'by the way slave...'kata Andrea dingin, 'kamu panggil aku nyonya...'
Jeritan teredam keluar dari mulut Julie ketika Arman menyentak penisnya ke dalam vaginanya yang masih kering itu...
Sakitnya bagai petama kali ia diperawani pacarnya dulu... bahkan lebih sakit karena sekarang ia diperkosa, tanpa cumbuan, hanya hujaman penis....
Benar-benar kutukan, terlebih ketika kedua teman Arman, satpam dan tukang kebun itu meremasi payudara Julie dengan kasar

Dengan tenang Andrea mendekati kepala Julie, ia benar-benar menikmati expresi wajah Julie yang bercampur antara takut, benci, sedih dan pasrah. Andrea menikmati linangan airmata keputusasaan Julie membasahi wajah gadis yang kini terhentak-hentak oleh sodokan Arman...
Andrea lalu menurunkan tingkap meja di bawah kepala Julie, hingga kepala sang gadis terjuntai...

Andrea merenggut gum shield Julie, lalu dengan kasar memasang dental gag di mulut gadis yang dengan lemah coba meronta.
Jerit kesakitan kini terdengar jelas dari mulut Julie yang merasakan mulutnya dipaksa membuka hingga maksimal, sementara vaginanya tetap disodoki dengan brutal...
Andrea tersenyum binal dan berbisik di telinga Julie....
'sekarang kita latih lagi tenggorokanmu....', lalu Andrea melirik tukang kebunya dan mengedip binal.

Suara kumur terdengar dari mulut Julie yang kini tenggorokannya menjadi batu asah untuk penis tukang kebun yang dengan kejam menghujamkan penisnya dalam tenggorokan sang gadis..
Julie gelagapan karena sang tukang kebun dengan sengaja menahan penisnya dalam-dalam hingga buah zakarnya menutup lubang hidung Julie hingga sang gadis kehabisan nafas dan tubuhnya berkontraksi liar yang malah memberikan kenikmatan lebih pada Arman, yang merasaka perasan vagina sang gadis di penisnya.
Tukang kebun itu juga dengan buas merojoki mulut sang gadis hingga sang gadis tersedak dan muntah hingga mengotori wajah cantiknya yang nampak sangat mengibakan...

Kemudian mereka melapaskan tubuh lemah Julie dari meja periksa namun bukan berarti perkosaan itu usai. Masih dengan penis Arman di vaginanya, kini Julie dipaksa berwoman on top dan kembali mulunya di jejali penis tukan kebun, hingga kini bukan buah zakar melainkan bulu kemaluan yang lebat dan masam yang menutupi hidung sang gadis yang nampak frustasi itu...

Dan teror itu bertambah ketika Julie merasakan penis sang satpam berada di mulut anusnya...
Jeritan teredam itu kembali memberikan sensasi kenikmatan bagi penis Arman yang bagai diperas, dan penis sang tukang kebun yang memperoleh bonus vibrator alami di tenggorokan Julie yang kini terasa perih akibat gesekan penis dan teriakan yang konstan terlontar.

Sementara Andrea dia nampak sangat gelisah... nafsunya menggelegak...tangannnya tak henti meremasi payudara dan vagunanya, bahkan melakukan fisting. Namun tetap ada yang krang, dan rasa itu membuatnya frustasi...
Tampak olehnya bullwhip yang kini teronggok di lantai, pandangannya beralih kepergumulan liar dan brutal di hadapannya....
Fuck....
Andrea sangat frustasi... ia ingin sekali merasakan memperkosa Julie... namun ia tak punya penis....
Ah... pantas saja dulu Susi menyiksanya dengan brutal.... itu semua pelampiasan, karena ia tak bisa merasakan sensasi para pria itu...
Memang, ia bisa meminta Julie untuk mengoral vagana dan anusnya hinga ia orgasme. Tapi... it's not the same...
Pantas saja Susi begitu membencinya, menyiksanya dengan kejam... memasukkan beragam barang dalam vagina dan anusnya....bahkan hewanpun menikmatinya...

Dari balik tubuh Julie, Arman memandang Andrea yang nampak bernafas berat, dengan bullwhip yang kini tergenggam erat di tangannya, dada sekalnya naik turun dengan liar...
Arman tersenyum sadis melihat transformasi Andrea...dan dengan anggukan persetujuan darinya...

Julie nyaris pingsan ketika cambukan itu datang, kemudian lagi dan lagi dan lagi....
Punggunya kini tak berbentuk lagi dihiasi jelujur merah ungu, bahkan kulit mulus itu mulai mengeluarkan darah akibat goresan cambuk...
Andrea betul-betul meluapkan emosinya, rasa dendam yang tertahan selama ini dilimpahkannya di tubuh Julie yang kini hanya bisa menggeliat lemah dan hanya sedikit berjengit bila cambukan Andrea mampir ke payudaranya...

Hentakan penis yang makin liar dan cambukan yang makin tak beraturan makin membawa julie ke ambang batas ketahanan dan kesadarannya, hingga akhirnya satu sentakan massal membuat gadis itu pingsan diiringi semburan sperma dan lolongan orgasme empat orang penyiksanya.....
*******
Julie terbangun dengan rasa sakit disekujur tubuhnya... tubuhnya meringkuk membentuk bola hanya untuk sekedar meringankan sakitnya...
Kemudian telinganya mendengar suara desahan, jeritan, siksaan...
Reflex matanya memandang sekeliling dan betapa terkejutnya ia mendapati adegan perkosaan yang dialaminya diputar di depan matanya sendiri...
Julie histeris...

'nice show eh, bitch?'
Julie menatap jalang pada Andrea yang berdiri bersandar di pintu sambil bersilang tangan di dada dan bersilang kaki...
Melupakan sakit ditubuhnya, Julie menerjang Andrea yang dengan mudah mengelakkan serangan sang gadis, malah balas membalas dengan hantaman dan tendangan bertubi-tubi, yang membuat Julie terkapar tak berdaya...

Bayangan Andrea tepat berada di atas tubuhnya...
'perlu seribu tahun sebelum kamu bisa mengalahkan aku, pelacur... terlebih lagi... apa kamu pikir aku tak punya persiapan lain untuk mengalahkanmu?'
Julie melihat remote yang dipegang Andrea dan...

Julie berkelojotan ketika arus listrik menyerang tubuhnya....
'aku sudah meminta agar dalam tubuhmu dipasang konduktor listrik....'
'it will be fun, bitch... i'l enjoy breaking you down and make you my bitch...'
Julie meraung-raung mohon pegampunan...

'relaks bitch... party just nearly begin....' kata Andrea sambil undur diri dari Julie yang bernafas berat mencoba melupakan sengatan listrik tadi...
'you'll lick my pussy...you'll lick my ass hole... and boy' i'll enjoy making you my toilet...really enjoying it...hahahahahaha'

Julie hanya bisa menangis mengingat kini dirinya sudah tak punya harga sama sekali, dan tangisnya makin keras demi melihat satpam dan tukang kebun masuk dengan penis teracung siap mengoyak tubuhnya.....
*****

Andrea memacu tubuhnya di atas penis Arman. Permainan keduanya liar dan brutal, karena kini Andrea hanya bisa merasakan kenimatan melaui sadomasochist...dan untuk tuannya Arman, Andrea ingn sekali merasakan kekasaran sang tuan demi memuaskannya.....
Dan persetubuhan itu makin liar dan brutal sambil ditingkahi raungan Julie yang mereka saksikan melalui layar yang terpasang di sekeliling kamar mereka...
Raungan frustasi ketika Julie diperkosa habis-habisan oleh satpam dan tukang kebun....
Raungan frustasi karena Julie melihat ada labrador, doberman dan herder yang siap menikmati tubuhnya...

Raungan frustasi karena Julie tau...sekarang ialah sang budak.....

End

Andrea kini merasa nasibnya menjadi lebih baik, semenjak ia berhasil memenggal kepala susi-bahkan ia tak perlu repot lagi memanggil nyonya- yang kini kepalanya menjadi hiasan dinding villa megah itu, ketiga tuannya memperlakukannya sedikit berbeda. Tetap kasar, tetap liar, tetap brutal. Namun ada respek dalam tiap hujaman penis mereka, kegairahan dalam tiap hujaman, bahkan dalam tiap gaya yang menyakitkan Andrea terdapat penghormatan di dalamnya.

Arman juga masih sering mengikat tangannya ke atas kepala, dan mengikat kedua kakinya dalam posisi mengangkang membentuk huruf Y terbalik, untuk sekedar mencambukinya dengan cemeti, rotan maupun sabuk kulit. Semuanya agar Andrea tidak merasa besar kepala namun selalu menyadari siapa dirinya yang tak lebih dari budak peliharaan tuan-tuannya dan lubang penampungan sperma bagi mereka.

Terkadang sesuatu seperti ini terkadang masih terjadi....
'Eh lonte...' Arman tak pernah merasa perlu mengubah panggilannya pada gadis yang kini sedang asyik mendeepthroath penisnya yang terimaksih pada profesor kini sepanjang 30cm dan diameter 5cm. Mata gadis itu memandang sayu namun bergairah ketika tuannya itu memanggil.
'Kita akan buat rekaman gangbang baru untuk situs kita... dan aku punya peran yang cocok buat kamu.'
Andrea yang mendengar itu merinding, wajahnya jelas memancarkan kesedihan karena tuannya belum bisa menerima dirinya seutuhnya hanya untuk menjadi milik pribadi, gadis itu sedih karena ia belum mampu memuaskan sang tuan hingga ia masih harus menerima hukuman ini.

Namun dalam kepatuhannya gadis itu tetap mengulum penis sang tuan, ditambah dengan rangsangan lambut di buah zakar sang tuan hingga.... glup...glup...glup...
'Terima kasih tuan,' desah Andrea setelah seluruh sperma sang tuan bersarang dengan nyamannya dalam perut sang gadis, lalu keduanya berjalan menuju halaman belakang kemudian Andrea memposisikan dirinya bagai seekor kuda tunggangan dengan menggenakan accesories yang memang tersedia dirumah itu, membiarkan tuannya menaiki punggunya, dan dengan sukacita membawa sang tuan berkeliling kemanapun kekang sang tuan menghendakinya.

Di sungai itu mereka berhenti, dengan sepenuh hati Andrea membersihkan sekujur tubuh sang tuan dengan telaten, seperti membersihkan guci dari dinasti Ming yang tak ternilai harganya, dan begitu tinggi nilai tuannya dimata Andrea, sebelum air sungai itu menyentuh sang tuan, lidah sensualnya terlebih dahulu membersihkan seluruh tubuh sang tuan, hingga ke lipatan ketiak, lipatan paha, lubang anus, penis, hingga ke sela-sela jemari kaki.

Bagai raja, Arman bersandar pada Andrea yang duduk mengangkan bersandar pada pinggiran sungai yang berbatu dan membiarkan tangan sang gadis menyeka tubuhnya, memijatnya, memanjakannya. Andrea sendiri entah mengapa tak ingin melepaskan diri dari sang penjajah, walau kesempatan itu ada. Namun ada rasa ketergantungan yang amat sangat dari sang gadis yang sudah meneyerahkan seluruh hidup dan dirinya untuk memuaskan sang tuan. Selain itu, gadis itu juga takut pada dua tuannya yang lain yang nampak iri dan ingin menyiksanya dengan brutal itu, terlebih dua remote yang selalu berada di pergelangan tangan Arman, membuatnya tak berkutik.
Mandi sore itu diakhirri dengan siraman kencing Arman di wajah Andrea, yang dengan tulus berterima kasih pada sang tuan karena begitu perhatian pada dirinya. Kemudian kembali nampak Arman menunggangi 'kuda betinanya' ke arah villa, dan pesta sex dan siksa untuk sang gadis di mulai....

************

Beberapa pemuda STM nampak duduk santai di gerbang sekolah sambil asyik menggoda perempuan muda yang lewat dan memalak beberapa anak yang bernasib sial.
Mendadak semuanya terdiam mata mereka memandang tak berkedip melihat seorang wanita dewasa cantik dengan menggunakan pakaian terusan ketat, blazer putih dan sepatu high heel datang menuju gerbang sekolah mereka, rambut wanita itu du gelung dan ditusuk dengan sumpit berhias, dan kacamata sexy mempermanis wajah oriental sang wanita yang kini berdiri di hadapan mereka, dengan memegang buku di tangannya.

'Aku Andrea Lee, guru pengganti yang dijanjikan...' aku yang akan mengajar ka...'
'Horeeeeee, akhirnya datang juga....'riuh murid STM itu tanpa membiarkan gadis itu menyelesaikan kalimatnya...

Mereka lalu setengah menarik Andrea ke dalam komplek sekolah dan menutup gerbang besi di belakang mereka.
Andrea lalu di bawa ke tengah lapang upacara di mana ratusan anak STM yang ada di sekolah itu berkumpul dengan liur yang berleleran.
Andrea melihat ada seorang anak yang duduk di kursi empuk, gadis itu segera tahu kalau pemuda itu adalah ketua rombongan STM yang beringas itu. Mata gadis itu memandang liar berusaha mencari guru lain atau siapapapun yang dapat memabantunya.
'Percuma lu cari guru di sini lonte' seru pemuda itu santai. Telinga andre jengah mendengar ucapan anak itu mukanya memerah
'Semua guru di sini udah pada ngacir dari kemaren. Begitu di kasi libur seminggu mereka semua langsung kabur, hahahaha....'
Hati Andrea mencelos mengetahui dirinya berada dalam kepungan begundal tanggung itu, aroma tubuh STM yang pekat membuatnya sedikit pusing. Namun kalimat lanjutan ketua geng itu membuat mata Andrea membelalak ngeri dan membuatnya bergetar histeris..
'Kami tau siapa kamu. Andrea Lee, presenter, artist. Budak sex, top three BDSM download.... Selama liburan ini... You're ass is ours!'
Ketakutannya nyata, mereka mengenalinya sebagai sex slave. Kini ia berharap mereka tak menyakitinya berlebihan.

Pemuda itu melanjutkan, 'Sekarang waktunya perkenalan, mendingan lu berdiri di tengah-tengah lapangan.'
Dengan langkah bergetar Andrea memposisikan dirinya di tengah lapangan yang panas, lalu entah siapa yang mmasang dentum lagu house menghentak, gadis itu mengerti apa yang diinginkan murid-murid STM itu, maka dengan perasaan galau gadis itu mulai mengimbangi dentum house music yang mengalun cepat.
Gerakan erotisnya membuat para siswa berseru riuh dan mengomentarinya dengan keterlaluan, dan kemudian ketua geng itu berteriak, 'striptease bodoh, kita mau liat body lu telanjang bulat....' dan gemuruh setuju segera membahana , 'buka...buka....buka!'

Andrea tak punya pilihan, ia mulai meloloskan blazernya, kemudian dengan liukan maut, gadis itu mengangkat pakaian terusannya ke atas kepalanya dan kemudian mencampakkannya begitu saja di lapangan itu.
Kini tubuh mulusnya hanya tertutup G-string karena payudara montoknya sama sekali tak tertutup sehelai benang. Mata gadis itu bisa melihat tonjolan penis di selangkangan para siswa. Liur yang menetes, mata yang melotot. Dan kini denga santaiya gadis itu menurunkan Gstringnya dengan posisi membungkuk hingga pantat indahnya mengacung jelas, memampangkan vagina dan liang anus yang selamayan akan rapat dan 'perawan' itu, thanks to the professor.
Dan kini terik matahari mulai menjamahi tubuh putih Andrea yang kembali menari binal, dengan sepatu higheel model stripper dengan hak sol transparan dan temali yang melilit hingga ke batas lutut. Peluh mulai deras mengalir di tubuh mulus itu, yang kini mulai kemerahan karena terpanggang matahari.

Lalu ketua geng itu mendekati Andrea, mengelilingi tubuh gadis itu, lalu dengan santai pemuda itu membuka celananya dan berkata, 'sekarang lu jongkok, lu kobel memek lo sendiri sampe bucat. Sementara mulut lo....'
Pemuda itu tak menyelesaikan kalimatnya, ia hanya memaksa Andrea berjongkok dan mulai mengaduk vaginanya sendiri, dan tanpa disangka Andrea, ketua geng itu menekan wajah sang gadis ke belahan pantatnya dan memaksanya menjilati anusnya.

Andrea gelagapan, ia merasakan kotoran sang pemuda yang sepertinya sengaja tidak cebok. Ketua geng itu tertawa terbahak bahak, 'kenapa? enak, ya? kebetulan air di sekolah lagi mati, ntar juga banyak yang pengen lu 'cebokin'. Hahahaha'
Airmata mengalir dari mata sang gadis yang segera merasa sangat terhina karena dalam waktu yang sangat singkat dirinya sudah dianggap toilet papper oleh para siswa. Dan contoh yang diberikan ketua geng itu benar-benar melecehkannya kare dengan kasar pemuda itu memaksa Andrea membuka mulutnya dan...

Gadis itu gelagapan menahan laju air seni yang menyerbunya, bahkan sebagian besar tertelan oleh dirinya. Dan segera saja para siswa yang lain maju dan mulai menjadikan sang gadis sebagai standing toilet.
Andrea tak bisa apa apa kecuali berharap penghinaan ini cepat selesai, tubuhnya kini sudah kuyup oleh air seni, dan lidahnya seakan sudah mati rasa, 'menceboki' banyak anus yang kotor itu.

'Wah... wah... wah, badan lu bau pesing, mulut lu juga bau tai,' hina pemuda-pemuda itu, ' lu sekarang harus di mandiin, karena kita udah pengen ngentot sama elu.' sambung pemuda lainnya, lalu mereka membawa Andrea ke sebuah tong yang berisi tampungan hujan. Gadis itu melihat banyak cacing, jentik dan berudu dalam tong itu.
'Ngga apa-apa, anggap aja sperma,' ejek salah seorang pemuda, yang kemudian beramai-ramai menceburkan Andrea ke dalam tong itu, bergantian mereka membenamkan kepala gadis itu dalam air hingga megap-megap, namun pelecehannya masih jauh dari selesai. Ketua geng itu menjambak rambut Andrea dan berkata, sekarang lu berendem dulu biar adem, dua jam lagi lu mulai ngajar.

Andrea menjerit panik ketika melihat mereka membawa tutup tong , kemudian dengan kejam menutup tong itu tanpa mengindahkan gedoran panik sang gadis yang kini meringkuk dalam kegelapan, dengan posisi air tepat berada di bibirnya. Dan kini selam dua jam Gadis itu berjuang menahan dingin, claustrophobia, dan serangan jentik serta berudu yang seakan ingin berlomba memasuki vaginanya.

Ketika dua jam berlalu, tubuh Andrea membiru menahan dingin namun hal itu sm sekali tak mengurangi kekejaman para pemuda itu, yang kini kembali menyeret ke tengah lapangan yang semakin panas. Lalu ketua geng itu berkata , 'sekarang lu harus praktek olah raga, lu kan guru. Lu harus contohin ke kita-kita, sekarang lari keliling lapangan!' bentak sang pemuda sambil mencambuk tubuh Andrea yang menggigil dengan sabuk yang dimodifkasi khusus untuk tawuran dengan gear menjadi kepala sabuknya.

Andrea menyeret kaki lelahnya untuk mulai berlari mengelilingi lapangan itu, tawa liar, suitan heboh dan kata-kata penghinaan mengiringi ayunan payudara montok Andrea yang bergerak seirama larinya, demikian juga pinggul dan bulatan pantat sang gadis yang mengayun seirama.
Gadis itu tersungkur karena tak sanggup melanjutkan larinya diputaran ke tigapuluh.
'Dasar guru lonte' geram sang ketua geng sambil mencambuki Andrea yang berguling-guling mencoba menghindar, 'Lu ngga pantes ngajar kita bitch... Sekarang lu push up, gua mau badan lu rontok.'

Tubuh gadis itu berjuangmati-matian menahan sakit yang mendera sekujur sendinya, perutnya yang kram, bisep dan trisepnya yang bekerja keras.
Dan tepat dihitungan ke seratus lima puluh gadis itu ambruk tak berdaya, namun para siswa itu nampak belum puas, mereka memasa Andrea melakukan pull-up tanpa lupa meletakkan beban berat di pinggang gadis itu, yang kini tanpa menahan diri, menjerit histeris dan mengucurkan airmata karena frustasi, namun justru cambukan bertubi yang menyerang sekujur tubuh sang gadis terutama di bagian vagina, anus dan payudaranya yang kini berubah keunguan.
Dan pandangan gadis itupun mengabur.....

Andrea mendapati dirinya berada dalam aula besar yang digunakan sebagai empat olehraga, dan ia melihat semua siswa berkumpul sambil mengocok penis mereka masing-masing, menanti dirinya untuk sadar.
Ketua geng kemudian memberikan pengumuman, 'Lonte kita sudah bangun, sekarang kita ancurin memek ama boolnya, serbuuuuuuu!' serunya sambil menerjang Andrea yang gelagapan menahan serbuan mendadak itu. Jerit kesakitan kelar dari mulut sang gadis ketika penis sang ketua geng menjebol vaginanya yang rapat itu.
Pemuda itu bergerak sangat kasar, seakan ingin menyiksa the best three BDSM download girl itu, dan kini pemuda itu berguling hingga Andrea berada dalam posisi woman on top, dan tanpa menunggu lama, jeritan kembali membahana keika satu penis besar mengaduk anusnya dengan kasar, bahkan kini jeritannya teredam oleh penis yang merangsek jauh hingga ke tenggorokannya.

Kemudian mereka mengikat paha Andrea ke tulang keringnya dan mengangkangkan paha gadis itu, dan kembali penisdemi penis mengisi vagina, anus dan mulutnya, Kemudian mereka mengikat pergelangan tangan Andrea menggantungnya ke atas, dan dalam posisi tergantung dua baris pemuda secara bergantian mengisi vagina dan anus gadis itu.
Lalu serangan satu lubang dua batang.... gadis itu tak berhenti menjerit menahan sakit dan perih ketika dua buah penis merangsek vagina dan anusnya, bahkan kemudian bergantian kepalan tangan para pemuda merangsek masuk ke vagina dan lubang anusnya.

Andrea hanya bisa terdiam lemah di tengah aula ketika bergatian mereka melakukan bukake hingga kini tubuhnya tertutup oleh lapisan sperma.
Bahkan dengan kejam mereka meninggalkan oleh oleh berupa stick baseball di vagina dan baseball di anusnya.
Dengan lemah Andrea mencoba bangkit, dengan tangan bergetar ia mencabut tongkat baseball yang dihujam sangat dalam hingga mentok ke rahim mandulnya, lalu dengan mengerahkan tenaga yang tersisa, Andrea mengejan mengeluarkan baseball itu dari anusnya yang memar memerah.. dan ketika bola itu keluar, noda darah dan kotoran menghiasinya.
'Bersihin tu bola, lonte... lu udah bikin kotor, sekarang lu bersihin...'
Mata Andrea nanar memandang ketua geng yang ternyata dari tadi memperhatikan dirinya, dan kini dengan pikiran hampa, gadis itu menjilati bola itu hingga bersih.

Kemudian ketua geng itu, mengambil rantai dan memasangkannya di leher Andrea. 'Nah, elu emang cocok kaya begini,', lalu dengan santai pemuda itu memaksa Andrea merangkak dalam posisi doggy menuju kamar mandi yang kumuh dan pesing. Kemudian pemuda itu mengikat tangan Andrea di sekeliling toilet duduk hingga kepala sang gadis berada tepat di atas lubang toilet yang berisi penuh kotoran yang belum di flush.
Andrea panik, sang pemuda menurunkan celananya. Namun sang gadis sedikit bersukur ketika sang pemuda menjambak rambut indahnya, memaksanya mendongak sebelum dirinya duduk ditoilet itu, lalu sambil memaksa Andrea mendeepthroatnya, sang pemuda mengeluaran deposit yang tersimpan di perutnya. Setelahnya teror itu terulang karena sang pemuda ingin merasakan lidah sang gadis untuk menceboki anusnya, dan mendadak wc itu menjadi tempat favourite para pemuda. Ketika pemuda terakhir selesai, hidung gadis itu berada hanya sekitar dua centimter dari onggokan kotoran, dan Andreapun hanya bisa pasrah ketika rambut indahnya mendapat higlite alami berwarna kuning kecoklatan.

Andrea berada antara sadar dan tidak ketika tengah malam, ia merasakan ada sesosok orang yang merabai punggungnya, meremasi payudaranya dan bokongnya... Tangan itu....
Ah tuan... desah sang gadis dalam hatinya, bahkan tanpa melihatpun Andrea tahu siapa yang menyentuhnya itu, tubuhnya menggeletar hebat menikmati jamahan itu, dan desah kepuasan menyerang sang gadis ketika penis sang tuan memasuki relung vaginanya yang sempit itu, Andrea memberikan pelayanannya yang terbaik, pinggulnya bergoyang, mengaduk, memutar, membuat sang tuan mendesah kenikmatan. Bahkan Andrea sendiri mendapat multiple orgase ketika dua ibu jari sang tuan membuka lubang anusnya untuk kemudian mengganti jari dengan penisnya.

Gadis itu serasa berada dalam surga, rasa masih dibutuhkan, rasa tidak ditinggalkan, rasa penyerahan diri seutuhnya membuat Andrea mendesah sangat hebat dalam ultimate orgasm yang menerpanya seiring benih sang tuan yang mengisi rahim mandulnya. Dan Andrea tersedot dalam pusaran kenikmatan yang membawanya ke alam mimpi...

Dan dorongan kasar dikepala gadis itu menyadarkan Andrea dari mimpi indahnya, wajahnya tertanam di onggokan kotoran.
'Bangun lonte..... kita mulai lagi hari kita!' desis ketua geng sambil tersenyum liar mendengar tegukan di teggorokan Andrea.
'Itu sarapan pagi elo' Kata sang pemuda sambil menjambak Andrea, dan membebaskan ikatannya,
Kembali sergapan dingin air tong menyerang tubuh Andrea, sebelum akhirnya tubuhnya di bawa ketengah lapangan untuk kemudian.

'Engkong gua paling seneng ngejemur burung pagi-pagi,' celoteh ketua geng dengan santai, 'Gua ngga tau apa serunya, sekarang gua mau tau...'
Andrea mendesis nyeri, ketika tubuh kedua tangannya diikat, dan kini terangkat jauh ke atas kepalanya seiring tubunya yang makin terangkat tinggi hingga ikatan tangannya mentok di ujung tiang bendera.

'Wah, pantesan engkong gua seneng banget, ternyata emang seru, ' kata begundal itu sambil tertawa, dan meninggalkan tubuh Andrea tergantung menahan sakit di pergelangan tangan dan bahu, serta sengatan mentari dan serangga yang merubung.
Dan ketika gadis itu diturunkan, rombongan penis sudah menanti, dan di lapangan itu kembali Andrea menerima perkosaan masal dari para siswa yang kesetanan itu.

Dan selama satu minggu Andrea menjadi 'guru pengganti yang baik' bagi para siswa, ia menjadi objek penelitian para siswa, yang pernah membawanya ke bengkel mereka, mengikatnya di atas blok mesin, dan membiarkan gadis itu menjerit ketika merasakan sengatan listrik mengaliri tubuhnya.
Atau ketika mereka mendudukkannya di sebuah thigh master yang sudah dimodifikasi dan menregangkan paha sang gadis selebarnya hingga sang gadis kesakitan dan kemudian memerkosanya bergatian.
Atau ketika ketua geng yang sadis itu mengaduk vagina dan anus sang gadis dengan kunci inggris, dan dengan santainya memaksa Andrea bermasturbasi dengan kunci-kunci itu selama dua jam hingga Andrea kepayahan.
Belum lagi Andrea harus membersihkan sekolah, mengepel menggunakan tangan, membersihkan kakus, memotong dahan pohon mangga yang penuh semut rangrang.

Ketika akhirnya Arman datang, Andrea langsung tersungkur, menciumi sepatu sang tuan sambil menangis tersedu-sedu, seakan ingin mengadukan kejahatan para siswa yang nampak terkekeh riang itu.
Memberanikan diri ia memandang mata Arman, dan tatapan tajam mata sang tuan membuatnya tertunduk kembali dan berkata lirih...
'Aku budak tuan... Apapun yang tuan inginkan, akan hamba laksanakan tanpa penolakan......'

Arman mengangat lengan Andrea, dan....
Dalam mobil itu ledakan tangis bahagia Andrera terdengar seiring mobil yang melaju meninggalakan sekolah terkutuk itu.
Kini Andrea duduk di sebelah tuannya.... maka dengan rasa syukur yang tinggi...
Mobil itu melaju sedikit tersendat, karena kini hidung imut Andrea tertanam di selangkangan sang tuan, penuh rasa syukur dan suka cita....

Waktu transisi sudah di mulai....
Waktunya mencari budak baru....

'Sembilan puluh satu... sembilan puluh dua...'
Andrea benar-benar kepayahan dipaksa push up seperti itu, dirinya bertumpu pada empat bangku di kedua tangan dan kakinya. Hanya saja nyala puluhan lilin besar di bawah tubuhnya membuatnya menderita, terlebh ketika panasnya itu menyengat vagina dan payudaarnya.
Dan nyona Susi benar-benar membantunya 'berolah raga', sesekali ia mengambil secanting lilin panas dan meneteskannya di punggung mulus Andrea, dan belahan pantatnya.

Tepat pada hitungan keseratus tubuh sexy Andrea bergetar dan terjatuh menimpa lilin-lilin itu. Gadis itu meringkuk menggeliat menahan sakit dan panas disekujur tubuhnya. Namun dengan santainya Susi menjambak rambut Andrea yang mengeluarkan bau hangus terbakar dan menyeretnya ke sebuah ruangan di mana ke tiga tuannya sudah menunggu.

'Gimana latihannya sayang?' kata Arman sambil mencium Susi denga bernafsu
'Dia siap untuk peregangannya....' desah Susi menikmati jemari Arman yang mengaduki vaginanya.
Lalu satpam dan tukang kebun merenggut Andrea dengan kasar dan membantingnya di meja bundar yang berada di tengah ruangan itu.
Kedua tangannya di belenggu di samping tubuhnya, kemudian mereka menelikung tubuh Andrea hingga kini lututnya mengapin kepalanya, lalu mereka mengunci pergelangan kaki gadis itu dengan pasung.

Arman kemudian mendekati Andrea yang sama sekali tidak nyaman dengan posisinya, dan kemudian keempat penjajahnya duduk dengan santai mereka tertawa dan bercanda. Kemudian Susi membawa dua buah lilin merah besar, dan mengedip kepada Arman, yang tersenyum dan mengangguk kepada dua rekannya.
Keduanya bersiul girang, dan terdengar lenguhan Andrea.

Gadis itu kembali merasakan kesakitan yang sama, yang walau sudah sering dterimanya ak pernah membuatnya kebal. Vagina 'perawannya kembali di perkosa
tukang kebun dengan brutal, bahu dan pundaknya sakit dengan posisi tubuhnya sekarang, terlebih ketika satpamnya mulai mengambil posisi dan mulai menyodominya dengan liar.
Gadis itu terbanting-banting dengan menyakitkan, tiap jeritan gadis itu disambut high five kedua pemerkosanya. dan seakan mau menambah penghinaan itu, Susi melepas celana dalamnya, dan menyumpalkannya ke mulut Andrea, kemudian menambahnya dengan celana dalam Arman, membuat mulut gadis itu menggembung hingga mengkilat.

Kedua pemerkosanya menggeletar puas membasahi rahim mandul, vagina yang terluka dan anus yang berdarah milik Andrea dengan sperma mereka. Kemudian dengan santai Susi membenamkan lilin besar itu ke vagina dan anus Andrea, lalu menyalakannya.
'Wah..' kata satpam itu sambil tersenyum mengejek, 'kontol kamu sekarang lebih besar dari punyaku...'
Dan para penjajahnya riuh tertawa membiarkan kata-kata hinaan itu menyerap dalam pikiran Andrea.

Andrea makin putus asa karea dengan santainya para penjajahnya makan dan minum di sekeliling tubuhnya yang kini menjadi pegangan lilin, terlebih ketika lelehan lilin panas kembali mengalir di tubuhnya yang mulai kram dalam posisi itu.
Dan perbincangan seru diiringi gelak tawa mengiringi penderitaan Andrea.
'Well bitch...' seru Arman dalam mabuknya , 'Besok kamu bertanding... kamu... dan pelacur lainnya'
'Kamu menang... kamu bisa terus hidup jadi budak kami.... kamu kalah..... bahkan ramuan profesor tidak akan mengembalikan vagina dan anusmu menjadi normal lagi...'

'Yaaaaaaa,' desah Susi, 'dan aku mau kamu kalah...., aku mau kang Arman hanya untukku....'
Dan kembali rokok menthol yang dihisap Susi menyentuh tubuh Andrea yang hanya bisa berjengit kecil.
Malam makin larut ketika akhirnya para penjajah Andrea undur diri meninggalkan gadis itu menderita oleh lelehan lilin dan dinginnya AC yag sengaja dinyalakan dengan kekuatan penuh.
Andrea antara sadar dan tidak ketika pada dini hari ada suara lelaki yang berkata kepadanya,
'Kalau kamu bisa sampai final, aku akan memberimu kesempatan untuk membalas dendam pada nyonyamu, dan bila kamu menang, kamu akan jadi nyonya baru....'

Keesokannya Andrea mendapati kalau profesor maniak yang telah membuatnya jai menderita dengan ramuannya berdiri di dekatnya, terkekeh melihat luberan lilin disekujur tubuh gadis itu, lalu dengan kasar menyentak lilin di vagina dan anusnya hingga bulu kemaluannya tercabut bersih dan meninggalkan bekas kemerahan.
Kemudian tanpa belas kasihan kembali vagina sang gadis dihujam suntikan kuda, kemudian di anusnya, profesor itu hanya tertawa dan berkata.
'Kamu akan berterimakasih padaku dan Arman nantinya...'
Dan kembali Andrea pingsan.....

Ketika terbangun ia mendapati kalau dirinya berada di sebuah ruangan dalam keadaan telanjang, hanya gelang besi, strap leher, dan boot bulu rubah yang menjadi aksesorisnya. Namun samar ia bisa melihat ada tanda memar hitam di sendi-sendi siku dan lututnya.
Kemudian Arman masuk ke ruangan itu, mambawa dua buah remote. Andrea mengenali salah satunya, dan reflex gadis itu menyentuh strap di lehernya.
Arman tersenyum sinis, lalu berkata, 'Ah, bagus kalau kamu masih ingat, nah yang satu lagi gunanya untuk...'
Andrea merasa seperti seluruh tubuhnya terbuat dari agar-agar dan jatuh menggelosor tanpa daya.
'Di semua sendimu terpasang chip yang mengontrol sensor motorikmu, hingga denga sekali tekan, kamu akan kehilangan tenaga. Nah, mau aku gabungkan dengan yang satu lagi?' kata Arman sambil menggoyang remote itu.

Andrea hanya bisa membelalak ngeri bersuarapun ia tak bisa, ia hanya bisa merasakan angin dingin masuk ke mulutnya yang sudah pasti menganga, dan merasakan lelehan liur turun ke pipinya.
Ia benar-benar tak bisa mengontrol tubuhnya.

Arman lalu menekan tombol itu ke posisi off, dan Andrea bisa merasakan kekuatannya kembali. Denagn limbung ia bersujud di kaki Arman dan menciumi kaki sang tuan.
'Hamba akan patuh, tuan... hamba ini milikmu....'
Arman tersenyum penuh kemenangan, lalu berkata, 'Sekarang bersiaplah, pertandinganmu sebentar lagi.' Lalu arman mengikatkan rantai di strap leher Andrea dan menariknya seperti menarik sapi.

Andrea terkejut megetahui kalau cukup banyak penonton yang hadir di perlombaan itu, gadis itu memandang sekeliling, takjub banyaknya slave owner yang berkumpul selain para BDSM mania.
Arman membawanya ke sebuah lapangan, Andrea membeliak melihat ada lima baris kuda di sana, masing-masing baris terdiri dari lima ekor kuda.
Kemudian matanya melihat ada empat orang budak sama seperti dirinya, dua orang ampak pasrah sementara yang dua lagi, tampak menyunggingkan senyum binal seakan menanti hari ini tiba.

Sekarang kelimanya berada di depan barisan masing-masing, segera Andrea mengerti pertandingan pertama yang akan mereka lalui.
Seorang wasit memawa pistol, mengarahkannya ke udara dan...
Kelima kontestan segera menghampiri kuda pertama, Andrea melihat peserta yang binal segera merangsang kuda mereka, sementara yang lainnya merasa jengah, risih, dan takut. Pikiran Andrea sendiri berkecamuk, ia ingin gagal sehingga ia bisa mati, namun bunuh diri bukan kematian yang baik, lagipua ia teringat tentang prosesi penyiksaan yang akan diterimanya sebelum ia mati.

Dan kuda pertama menerima kehormatan itu, Andrea menjilati lipatan paha sang kuda, menyentil lembut zakar besar itu sambil mengelusi penis yang kini mulai menegang, lalu mulut gadis itu berusaha sebisaya mengulum kepala penis kuda yang mulai menyentak tak karuan, membuat gadis itu kewalahan dan tersedak. Kini kuda ke dua... astaga satu orang gadis sudah pindah ke kuda ketiga. Andrea makin liar dan binal, dan...
Kuda keriga merasakan tit fuck, kuda keempat merasakan sempitnya vagina Andrea yang menjerit kesakitan, dan kuda ke lima menyodomi Andrea hingga muntah karena merasa perutnya sangat penuh.

Ia berada di tempat ke tiga, hanya selisih beberapa detik dengan posisi kedua. Badanya letih, tubuhnya terlentang mengambil nafas, namun tak lama karena mereka segera digiring ke arah kuda-kuda itu kembali. Andrea merasa semangatnya terbang kerena membayangkan harus memuaskan hewan-hewan itu lagi.
Namun dugaannya salah, perasaan sedih, miris, lega, takut jadi satu. Ternyata mereka dikumpulkan untuk memberi hukuman pada peserta yang selesai paling akhir pada perlombaan itu.
Peserta malang itu terkunci dalam posisi berdiri membungkuk, dengan pantat terangkat menungging. Andrea bisa melihat vagina terlka gadis itu akibat gempuran kuda.

Kemudian seorang pria kecil berjubah membawa kotak dan meminta mereka mengambil nomor undi.
Dan Andrea menjadi yang pertama memberikan hukuman. Dengan bergetar Andrea menuntun kuda dibarisannya, dan memang dirinya terpaksa kembali merngsang kuda itu, sebelum mengarahkan penis kuda itu ke vagina yang bengak, memerah dan membuka lebar itu.
Andrea memalingkan wajah dan berusaha menulikan telinganya ketika mendengar jeritan pili sang gadis, namun cengraman tangan seorang penjaga yang selama pertandingan mengawasi mereka membuatnya terpaksa menatap vagina sang gadis yang dibombardir kuda.
Andre tak berhenti meneteskan air mata ketika ia menuntun kuda ke dua, dan ketika ia tampak ragu melakukan hukuman, sabetan rotan bertubi-tubi bersarang ditubuhnya, hingga diiring permintaan maaf yang berulang, Andrea mengarahkan penis kuda itu dan...

Andrea bergidig ketika melihat peserta yang sepertinya menikmati pertandingan ini maju, tanpa belas kasihan ia menuntun kudanya dan menyodomi gadis itu, dan lagi, dan lagi...
Bahkan satu peserta dengan gilanya memaksa gadis itu mengoral kuda-kudanya. Andrea bisa melihat darah mengalir deras dari tubuh wanita yang entah masih hidup atau sudah mati itu.
Kemudian keempat peserta yang tersisa digiring ke tempat pertandingan berikutnya, meninggalkan gadis itu dengan kumpulan kuda yang kembali bergairah dan.....

Dingin ruang bawah tanah yang lembab dan dingin menemani istirahat mereka yang jauh dari menyenangkan, dengan tikus yang berkeliaran dan ransum berupa makanan anjing.

Keempat peserta tersisa berhadapan dengan batang pinus besar yang sudah rebah untuk masing-masing mereka. Andrea melihat kampak besar dan keranjang di sana. Dan ketika suara letusan terdengar, para peserta langsung berhamburan ke arah kampak masing-masing dan mulai menghajar batang pinus itu menjadi potongan kecil dan menyusunnya ke dalam keranjang, lalu mereka berlari ke arah penyimpanan kayu, dan kembali ke pinus mereka.
Sedikit banyak Andrea bersyukur karena siksaan yang selama ini dialaminya membuatnya terbiasa dengan pekerjaan berat seperti ini.
Tiba-tiba...
Derak pohon diiringi jeritan mengagetkan mereka. Salah seorang peserta binal yang ada ternaya salah memotong sisi pinus hingga pohon itu berguling dan menimpanya. Namun lecutan cambuk menyadarkan mereka, hingga tanpa banyak bicara mereka kembali berhadapan denganpinus mereka.
Andrea lega, ia selesai diurutan pertama. Cuma kini ia harus bersiap mengetahui hukuan yang harus ia terapkan pada pihak yang kalah.

Ternyata gadis lembut yang tersisa tak mampu melakuan tugasnya. Para pengawal menyeret tubuh mungil yang meronta lemah itu, dan mengikatnya di sebuah pasak.
Lalu para pengawal memaksa Andrea dan seorang kontestan yang tersisa untuk menyusun potongan pinus yang telah mereka potong sebelumnya mengelilingi gadis malang yang memohon belas kasihan pada kedua kompetitornya, bahkan kontestan binal yang tersisa meneteskan air matanya, namun cambukan, deraan serta sengatan cattle prod membuat keduanya tak mampu berbuat banyak, kecuali tanpa berani melakukan kontak mata menyusun potongan pinus itu di sekeliling sang gadis yang kini hanya tertunduk lesu.

Seorang pengawal menyiram bensin ke sekujur tubuh sang gadis, serta ke tumpukan pinus itu. Lalu seorang pria berjubah datang membawa dua obor. Tangan kedua gadis itu bergetar hebat....
Jeritan kesakitan gadis itu menyelingi derak api unggun raksasa itu. Obor terjatuh, tubuh Andrea dan gadis yang lain bergetar hebat melihat jasad terbakar di hadapan mereka. Terror yang sangat mengguncang...

Bayang gadis itu menghantui Andrea, hingga ia sama sekali tak bisa memejamkan matanya. Keesokannya Andrea dan kontestan terakhir sama-sama dalam kondisi lemah, semangat yang tinggal separuh.
Mereka berniat menyerah, namun bayangan siksaan yang telah tersaji di hadapan mereka membuat mereka harus bertahan. Setidaknya walau mereka hidup dalam perbudakan, mereka berjuang demi kehidupan mereka.

Sepasang pedati besar menanti mereka berdua. para pengawal, memasang kekang di mulut mereka, memasang sepatu yang dirancang khusus hingga mereka terpaksa berjinjit., tangan mereka diikat dengan tali rami ke belakang punggung mereka dengan posisi telapak tangan mengarah ke kepala. Tali rami linnya diikan di sekeliling payudara mereka hingga menghambat aliran darah dan menyebabkan payudara keduanya menjadi keunguan, tali yang lain dilit melalui vagina dan anus, dan ditarik dengan sangat ketat hingga melukai vagina keduanya

Kemudian pedati itu dimuati beberapa ekor sapi besar. Dan ketika letusan terdengar, mereka mulai bergerak dengan menyakitkan, tertatih, perlahan.
Namun keinginan hdup Andrea nampak lebih besar, karena ia punya satu janji yang harus ia yagih, maka walaupun vaginanya makin teriris dengan hebat, ia mulai menarik dengan lebih kuat, lebih kuat lebih kuat.....
Tanjakan terjal di hadapannya membuat betisnya kram, ia melihat kompetitornya mulai menyusul, namun ia tak mau menyerah. Andrea memaksakan dirinya hingga dipuncak tanjakan, dan.. ia sengaja membiarkan tubuhnya terdorong pedati ketika berada di daerah turunan. hanya sesekali ia menahan agar pedatinya tak terguling.
Andrea hampir pingsan ketika akhirnya ia mencapai garis finish, tubuhnya babak belur.

Ia berhasil.

Samar ia melihat kompetitornya meronta hebat ketika para penjaga membawanya ke sebuah lapangan, melepaskannya di sana, dan melemparkan sebuah selendang.
Tu buh lemahnya diseret ke tepi arena itu, dan melihat semua sapi yang mereka bawa tadi dilepaskan dalam arena. Andrea bisa melihat bokong sapi-sapi itu berdarah...

Astaga....

Sapi-sapi itu mengamuk karena luka, dan terganggu oleh kibasan selendang, Kompetitornya berusha bertahan mati-matian, mengelak ke sana ke mari, namun akhirnya, tubuh gadis itu tercabik dan tertusuk tanduk-tanduk runcing itu, terseret-seret, terlempar bagai onggokan kain rombeng....
Andrea pingsan.

Wajah Arman begitu dekat dengan wajahnya, dan rasa di vaginanya...
Ia tahu Aman sedang menikmati tubuhnya, ada rasa bahagia melihat tuannya datang dan menyetubuhinya, rasa diperlukan, diinginkan, dirindukan.
Maka tanpa sungkan ia membalas tuannya, Ia memberikan sex terhebat yang pernah dilakuan Andrea pada Arman, sebagaimana seorang budak yang patuh menyerahkan seluruh jiwa dan raganya demi kemuliaan sang tuan.

Dan Andrea tertidur dengan nyaman....

Sorak sorai penonton di arena gladiator begitu gegap gempita. Andrea berada di tengah arena, dikedua lengannya terdapat pedang dan kampak. Pertarungan terakhir. Namun Namun Andrea bingung. Melawan siapa? Seluruh lawannya sudah mati....

Raung singa memenuhi gelanggang. Pertarngan di mulai.
Kedua senjata Andrea terlempar oleh terjangan singa. Cakar besarnya menghujam bahu sang gadis, yang berusaha bertahan sambil menahan rahang sang singa untuk tidak mengoyak tubuhnya.
Kaki sang gadis mengincar dan. Singa itu melompat merasakan sengatan di buah zakarnya. Andrea berlari berguling memungut senjata, sambil menghindari terjangan singa itu.

Ketika singa itu kembali menerjang, Andrea sudah siap. Ia membungkuk dan...
Auman kekalahan menandai tusukan pedang yang menghujam jantung sang singa...

Andrea mengangkat pedangnya, namun tak ada sorak gemuruh...

Reflex, Andrea mengelak dan sabetan kampak itu lewat tipis di samping tubuhnya, rambutnya sedikit terpotong.
Andrea berusaha menghindar sebisanya hingga ia terdesak di dinding arena, hantaman kampak lawannya, membuat tangannya sedikit pegal menahan gempuran itu.

'Pelacur..., kamu harus mati... mati.... mati....!'
Suara itu....,
Goresan di pipi menyadarkan Andrea
'Aku tak rela kalau dia kau rebut... kau harus mati....!'
Serangan itu membabi buta, hajaran, tinjuan, tendangan silih berganti menghampiri tubuh Andrea yang sudah begitu lemah dan banyak kehilangan darah akibat cakaran singa.

Namun ia terus bertahan, terlebih kini ia memiliki kesempatan untuk membalas sakit yang diberikan penyerangnya...
Maka Andrea berusaha sekuatnya untuk menghindar dan berusaha bangkit, hingga ketika Andre melihat kesempatan itu datang....

Pedang Andrea terpental oleh terjangan kampak itu...
Ia kini tanpa perlindungan....
Penyerangnya mengeluarkan pekik kemenangan dan menyerbu Andrea dengan deras...

Penyerangnya terkejut ketika ternyata Andrea memang sengaja melepaskan pedangnya...
Ia terkejut ketika Andrea bergerak memutar menghindar kampaknya, ia tak percaya ketika tangannya terkunci hingga Andrea bisa melolosi kampaknya, lalu ....

Gemuruh kemenangan akhirnya pecah ketika Andrea mengangkat tinggi kepala Susi yang terpisah dari badannya yang menggelepar seperti ayam baru disembelih...

Ia sudah menang.....
**********

Arman sedang duduk menontong ulang pertarungan itu melalui home theatre di villa megahnya, bunyi hisapan rakus dan gumaman di selangkangannya membuatnya bahagia.
Gadis itu sendiri merasa bahagia.

Andrea merasa bahagia, bisa kembali melayani tuan-tuannya yang kini nampak makin bernafsu padanya. Terlebih ketika kulit mulus tanpa cacadnya sudah kembali dengan bantuan profesor maniak, juga kemontokan tubuh jessica biel nya, yang makin terjaga. Bahkan di buat permanen oleh professor itu.

Dan kebahagiaan gadis tu bertambah ketika Arman berkata padanya....
'Mereka adalah calon budak kita yang baru... sudah saatnya kamu jadi nyonya....'
Mata Andrea berbinar antara gembira dan sadis... Pandangan yang membuat Arman bernafsu dan langsung meneytubuhi Andrea dengan brutal.

Andrea mengikuti hentakan Arman dengan birahi tinggi sambil membayangkan hukuan bagi budaknya...
'Hmmm... siapakah yang cocok jadi budakku?' gumam Andrea dalam hati sambil menikmati entakan penis Arman di vaginanya yang kemudian diikuti satpam di anusnya dan tukang kebun di tenggorokannya..
'Luna Maya? Aura Kasih? Kinaryosih? atau.......'

Raungan orgasme keempatnya membuat persoalan itu terlupakan.... setidaknya untuk sesaat.

Pagi itu dimulai dengan posisi Andrea yang berlutut di atas ranjangnya, tubuhnya berhimpit dengan tubuh satpam dan tukang kebunnya. Mulutnya sibuk ber frenchkiss ria dengan satpam yang melumat bibir sensual Andrea dengan rakus, sampai-sampai liur mereka berlelehan. Sementara tukang kebun, asyik mencupangi leher Andrea sampai merah-merah dan meremasi payudaranya dengan kasar.
Andrea sendiri tak bisa berbuat banyak, kecuali pasrah dengan perlakuan kasar keduanya, vagina dan anusnya mengeluarkan bunyi berdecak kecipak seiring expansi penis keduanya yang bergerak seirama, terkadang lembut namun lebih sering kasar dan brutal.
Andrea merasakan selangkangannya penuh, ia bisa merasakan penis keduanya yang hanya terhalang dinding antara vagina dan anusnnya hingga menimbulkan sensasi yang sebenarnya tak diinginkan Andrea.

Disela pergumulan liar itu Andrea dapat melihat Arman dan Susi asyik bersetubuh dengan tak kalah ganasnya. Dan nampak sekali Susi menikmati sodomi yang dilakukan Arman, serta tanpa ragu menikmati ass to mouth. Disaat yang sama Andrea merasakan genjotan kedua tuannya yang makin liar menandakan ejakulasi yang mendekat.Dan lenguhan berkepanjangan terdengar silih berganti di dalam kamar itu, ketika Arman dan Susi juga mengalami orgasme.

Kemudian dengan nafas yang masih berat Susi segera menghampiri Andrea yang tergolek lemas setelah dihajar penis satpam dan tukang kebun dengan brutal, nampak lelehan sperma mengalir dari vagina dan anus Andrea, bahkan tampak noda kekuningan dari cairan sperma yang meleleh dari anus Andrea.
Susi meminta kedua penikmat Andrea untuk menelentangkan budak mereka dan kemudian mengunci rahangnya hingga membuka. Dengan santai Susi mengangkangi mulut Andrea dan mengejan.

Andrea gelagapan menerima lelehan sperma yang bercampur cairan kekuningan dari anus sang nyonya. Namun dengan rahang yang dikunci tak ada yang bisa ia lakukan kecuali menelan semua cairan busuk itu. Keempat penjajahnya tertawa melihat expresi Andrea yang kembali harus merasakan kotoran masuk ke dalam mulutnya.

Kemudian Arman merapihkan kamera video yang menyimpan rekaman mereka untuk kemudian di upload ke hardcore site, dan kemudian sebuah surat masuk ke alamat Arman. Arman menyeringai melihat isi surat itu.
'Heh pelacur.' cetus Arman santai, 'akan ada pertandingan antar budak, dan kamu akan mengikutinya'katanya ringan seakan Andrea sudah pasti setuju.
Lalu lanjutnya lagi dengan santai, 'Pemenangnya tidak akan dapat apa-apa kecuali kesempatan hidup untuk jadi budak lebih lama lagi...'
Arman sengaja berhenti sejenak agar Andrea meresapi perkataanya, Arman dapat melihat Andrea lemas, mendengar bahawa sebenarnya tak ada untungnya kalau dia memenangi 'pertandingan ajaib'itu. Namun kelanjutan kalimat Arman membuatnya ngeri.
'Untuk yang kalah, hanya ada kematian setelah mengalami perkosaan dan siksaan yang sangat lama dan menyakitkan.'

Tawa iblis keempat penjajahnya membuat Andrea sangat pucat, ternyata pilihan untuk dirinya hanya menang untuk bertahan hidup.
Arman kembali berujar,'sebaiknya kamu bersiap, karena mulai besok kamu akan menjalani pelatihan yang sangat berat sampai tiba waktu pertandingan.'

Andrea berharap keempatnya akan memberi sedikit waktu untuk beristirahat bagi tubuhnya yang letih, namun sayang sekali karena yang dikasud dengan istirahat adalah sepasang dilo super dengan vibrasi super yang dipasang sepanjang malam.

Keesokan harinya dengan tubuh yang sangat lemas karena orgasme berulang yang dirasakan Andrea juga dengan kondisi vagina dan anus yang memar memerah akibat gesekan konstan dildo itu. Dengan sedikit mengangkang menahan perih, Andrea dipaksa makuk dalam bagasi mobil, Arman kemudian menyentak lepas dua dildo tersebut, membiarkan vagina dan anus Andrea kembali normal, lalu membanting tutup bagasi dengan keras. Andrea kini berdesakan dengan banyak barang dan perkakas mobil dalam bagasi itu, ia merasakan kalau mobil mulai melaju.

Mata Andrea berkejap menahan silau ketika Arman membuka tutup bagasi itu. Arman menyuruh Andrea memakai sports bra dan hotpants sexy, serta sepasang sepatu olahraga, lalu menyeret Andrea ke balik dinding seng.

Andrea tercengang, ternyata Arman membawanya ke sebuah lokasi pembangunan gedung. Namun keterkejutannya segera berganti kengerian ketika melihat ada sekitar enam puluh kuli bergerombol ke arah mereka. Mador para tukang itu menghampiri Arman dan berkata, 'Jadi ini kuli barunya? Boleh juga.'
Arman berkata 'Kalian harus buat dia bekerja sangat keras, jangan beri ampun.'
'Tenang aja mas Arman, kebetulan kami perlu sedikit istirahat, jadi dia yang akan melakukan semua pekerjaan kasar, belum lagi kami perlu pembantu untuk ngurusin kami semua, baik di dapur dan di kasur, hahaha'
Andrea menggigil demi menyadari dirinya dikuasai enam puluh kuli yang akan memakainya dengan semena-mena.

Percuma ia menyembah Arman minta dilepaskan. Arman malah menendang wajahnya dan membiarkannya terisak di tengah kerumunan para kuli yang langsung beringas dan meneteskan liur demi melihat tubuh sexy Andrea yang hanya berbalut sports bra dan hotpants.
Mandor itu menghampiri Andrea dan berkata, 'Sekarang kamu milik kami, dan hidup kamu ada di tangan kami. kalau kamu nurut mungkin kamu akan keluar hidup-hidup, namun kalau tidak... kamu akan kami benamkan di salah satu tiang pondasi dan menguburmu dalam semen.'

Andrea terisak pasrah, ia sadar tak ada kesempatan baginya untuk melarikan diri atau melawan, akhirnya Andrea hanya dapat memasrahkan dirinya. Mandor itu kemudian berkata,' sebagai perkenalan, mendingan kamu buka bh sama kolor kamu, kita-kita mau ngeliat kamu telanjang.'
Andrea menggigil, dengan perlahan ia membuka sports bra dan merasakan dengus nafas liar para kuli melihat payudaranya yang menggantung bebas, dan ketika hotpantsnya tercampak, para kuli itu tak tahan lagi untuk menyerbu, namun mandor membentak mereka, 'Gua dulu setan!'

Lalu Andrea dipaksa menungging, wajah gadis itu memerah karena malu vagina dan anusnya terekpos bebas ke arah para kuli. Andrea meringis ketika tiga jari mandor yang kotor penuh debu, semen serta cat mengaduk vaginanya, dan kemudian Andrea menjerit tertahan ketika penis sang mandor menggedor vaginanya yang kering.
Payudaranya yang bergayut dijadikan permainan tangan sang mandor, Andrea merintih dan meringis karena perlakuan kasar pada tubuhnya.
Dan ketika akhirnya sang mandor orgasme, Andrea sadar perkosaan itu baru dimulai.

Gerombolan kuli itu segera bergerak brutal, menjamah, menjarah dan menyakiti Andrea. Hidung gadis itu berulang kali tertanam di bulu kemaluan pemerkosanya, tangannya pegal mengocok banyak penis, payudaranya memerah keunguan diremas dengan kasar, dan bulatan pantatnya meninggalkan jejak remasan.
Vagina, mulut dan anusnya bekerja sangat keras menampung penis demi penis, dengan berbagai gaya barbar dipraktekkan pada Andrea.

Hari telah larut malam ketika perkosaan pertama itu selesai, tubuh Andrea bagai diselimuti sperma, tak ada satu bagian tubuhnya yang terlewatkan. Para kuli tertawa melihat Andrea yang terlentang pasrah kelelahan di atas tanah, lalu seseorang memberi ide gila yang segera disambut riang yang lainnya.
Andrea gelagapan ketika secara bergantian atau bersamaan para kuli mengencingi sekujur tubuhnya, mulutnya berkali-kali terpaksa menelan air seni para kuli bejad itu yang seakan puas telah merendahkan gadis itu hingga ke titik terendah.

Andrea terisak sedih, namun para kuli itu sama sekali tak memiliki rasa iba.Penghinaan mereka belum lagi usai, mandor itu memberikan 'pakaian' untuk Andrea berupa kaus singlet yang sangat dekil dan celana dalam merk hings yang longgar dan nampak belum dicuci untuk waktu yang sangat lama.
Dengan pakaian itu, Andrea dipaksa memasak untuk seluruh kuli. Bahkan di saat memasakpun Andrea kembali mengalami pelecehan, celana dalam yang sama sekali tak ada gunanya itu membuat bagian bawah tubuh Andrea terekspose bebas, dan memudahkan para kuli untuk memperkosa Andrea dan menyebabkan proses memasak menjadi lebih lama. Dan alasan itu membuat para kuli mempunyai kesempatan untuk menyiksa Andrea.

Setelah prosesi memasak, Andrea dipaksa menghibur mereka dengan menari erotis lalu memaksa Andrea untuk onani dengan bantuan sebuah terong besar. Andrea hampir pingsan kelelahan karena dipaksa onani selama dua jam tanpa henti, para kuli tertawa senang melihat Andrea bekubang di carian orgasmenya sendiri.

Hari belum lagi terang ketika mandor itu menjambak rambut Andrea. Ia memaksa gadis yang kelelahan itu untuk memasak sarapan para kuli, sementara dirinya sendiri hanya sarapan sperma dalam porsi besar.
Lalu Andrea diperintahkan memakai sports bra dan hotpantsnya kembali, dan sang mandor membawa Andrea ke area proyek.

Mandor itu memberi sebuah palu godam pada Andrea dan menunjuk pada sebuah bangunan dengan beberapa dinding yang telah berlubang.
'Aku mau bangunan itu roboh.'
Andrea terpana, namun sabetan cemeti di punggungnya menyentak Andrea, dengan tertatih Andrea menyeret godam yang berat itu dan mulai menggedor dinding beton bangunan itu.

Lima belas menit kemudian, tangan Andrea bergetar hebat, tapak tangannya melepuh. Namun mandor itu malah menghajarnya.
'Enak aja, kamu berhenti pelacur! bangunan ini belum roboh, kamu harus terus merubuhkannya.!'bentak mandor itu, 'Kamu terlalu manja, hanya merasakan kenikmatan dunia. Sekarang rasakan beratnya kerja para kuli.'

Andrea berguling-guling menghindari sabetan cemeti, lalu dengan lunglai kembali bangkit dan mulai menggempur dinding kokoh bangunan itu.
Keringat mengalir deras dari seluruh pori-pori tubuh Andrea, telapak tangannya terluka dan terasa sangat perih karena terkena peluh.

Tengah hari mereka beristirahat, namun buat Andrea istirahat hanya sebuah angan-angan. Sang mandor memaksanya melayani para kuli, menjamu mereka semua, menyuapi dan memijat para kuli, dan mengoral para kuli.
Kemudian pekerjaan dimulai lagi dan kembali Andrea dihadapkan gedung kokoh dihadapannya yang menanti dirobohkan.

Ketika hari mulai senja, kembali Andrea menjalani perannya sebagai 'istri' bagi para kuli. Ia diharuskan mencuci pakaian seluruh kuli, maka tampaklah pemandangan sensual, Andrea duduk di atas bangku kayu, mengangkang dengan vagina disumpal terong, mengucek baju, sementara kepalanya menoleh ke samping dan melakukan deepthroath untuk barisan para kuli. Andrea sendiri melakukannya dengan menahan perih dikedua telapak tangannya yang terkena detergen.
Setelah mencuci, Andrea harus memandikan para kuli. Mejilati anus mereka setelah buang air besar dan menjadikan mulutnya sebagai penampungan kencing.

Dan hari-hari berlalu dengan beragam jenis kerja rodi yang dialamatkan pada Andrea, Selain menggempur bangunan, Andrea dipaksa mengerek tumpukan bata untuk menyuplai kuli di lantai tiga. Atau dirinya dipaksa memanggul tiga sampai empat tumpuk sak semen, dan memanggulnya naik tangga sampai ke lantai lima bangunan itu.
Andrea juga dijadikan penarik beban ketika mereka memindahkan gerobak demi gerobak pasir untuk suplai adukan semen.

Sementara kerja kerasnya sendiri tak membuat siksaan berlalu. Pernah Andrea diikat pada sebuah tonggak, dan mereka bergiliran memecutnya hanya karena Andrea terlambat mengantarkan semen.
Atau pernah Andrea diikat pada katrol batubata dan dibiarkan tergantung semalaman, hanya karena Andrea berteduh menghindari panas.
Dan ketika pemilik bangunan melakukan inspeksi, Andrea disembunyikan dalam septictank.

Tuan dan nyonyanya, terkadang datang mengunjungi Andrea untuk melihat perkembangan kondisi fisik sang budak, Arman tersenyum melihat kondisi budaknya, dan Susi nampak semakin sinis.
Terkadang mereka memberi Andrea 'cuti', mereka membawa Andrea ke villa mereka untuk dipergunakan sendiri, dan kembali Susi 'menghadiahi' stalion untuk Andrea.

Setelah enam bulan menjalani 'kontrak kerja', Arman datang untuk mengambil pelacurnya.
Mata Arman nyaris meloncat keluar rongganya melihat transformasi tubuh Andrea.
Otot bertonjolan dari tubuh Andrea, sixpacknya makin terdefinisi jelas, betisnya indah.
Kulitnya sendiri menjadi sedikit gelap karena terbakar mentari, namun justru makin menjadikan Andrea exsotis.

'Pelacurku akan menang,' gumam Arman, 'Dia akan menang.'
Andrea pasrah ketika tubuhnya kembali dilingkupi kegelapan bagasi, dan kekalutannya bertambah ketika sebelum menutup bagasi Arman mengatakan kalau dirinya akan menjalani serangkaian 'latihan' lagi selama enam bulan kedepan sebelum pertarungan hidup dan matinya di mulai.

Andrea menggigil....
Perjalannannya masih sangat panjang

Andrea betul-betul menderita, hari-harinya penuh dengan penghinaan dan pelecehan secara sexual. Tubuhnya dijadikan pemuasan birahi tiga tuan dan seorang nyonya nya, yang tidak segan-segan memperlakukannya lebih rendah dari hewan.
Walau tubuhnya sekarang sangat sexy akibat 'olah raga' rutin yang dijalaninya, tapi jiwanya kosong, bahkan kemolekan tubuhnya menjadi kutukan buat Andrea karena makin mengobarkan nafsu tuan dan nyonya nya, atau orang-orang lain yang mendapat rejeki mencicipi tubuhnya. terlebih berkat ramuan profesor maniak yang membuat tubuh, payudara dan pantanya montok dan sekal permanen, serta ramuan yang membuat vagina dan anusnya kembali perawan bila satu jam tidak dimasuki penis.
Namun yang paling membuatnya hancur ialah, tak adanya lagi harapannya untuk menjadi wanita normal, karena salah satu ramuan profesor itu mematikan produksi indung telurnya, dan mematikan rahimnya hingga Andrea tak akan pernah lagi bisa memiliki anak.

Siksaan, hinaan dan pelecehan dijalani Andrea dengan tertekan, dan terkadang menimbulkan lagi keinginannya untuk mencoba kabur.
Andrea mencoba menyusun strategi hingga bisa menemukan kelengahan penjajahnya, dan pada suatu hari Andrea merasa kalau saatnya sudah tiba.
Andrea memasukkan bubuk obat tidur yang ia curi dari lemari Arman, supirnya, mencampurkannya dalam pitcher orange syrup dan menyajikannya pada mereka yang sedang asyik berjemur di pinggir kolam renang, di sebuah villa besar yang disewa penjajah-penjajah itu.

Andrea bersorak kegirangan ketika melihat penjajahnya tertidur, lalu dengan hati-hati ia menggunting strap di lehernya yang berisikan empat jarum dengan tiga jarum sisa berisi racun yang membuatnya gatal kecuali ia menerima semburan sperma manusia dalam rahimnya.
Andrea menyambar kemeja Arman dan segera berlari ke luar villa itu.

Andrea gembira melihat gerbang besi vila megah itu, larinya makin kuat, tangannya meraih, dan...

Sengatan listrik menghempaskan tubuh Andrea. Tubuhnya terbanting. Badannya menggigil menahan kejutan listrik yang menyengatnya.
Dan empat bayangan yang menaungi tubuhnya membuat Andrea makin menggigil.
Para penjajahnya menyungginkan senyuman iblis,
dan tawa horor membumbung tinggi seiring Andrea yang hilang kesadaran.

Ketika gadis itu siuman, ia melihat kalau ia berada di sebuah ruang bawah tanah. Matanya membelalak melihat banyaknya alat-alat penyiksaan di sana. Ia mencoba berontak namun ia terkejut karena tubuhnya terikat kuat di ranjang besi membentuk huruf x. Dan ketika ia coba berteriak, ia menyadari mulutnya ditutup silver duct tape.

Andrea melihat Arman datang menghampirinya dengan raut bagai serigala yang mendapatkan mangsa. Andra mencoba menghiba, namun mulutnya tak bisa mengeluarkan satu patah katapun.
'Kami tahu kalau kamu mencoba melarikan diri' desis Arman, sambil menuju deretan alat penyiksaan
Mata Andrea membelalak ngeri, kepalanya menggeleng kuat.
'Kami sengaja meletakkan bungkusan obat tidur itu untuk menjebakmu' kekeh Arman yang membuat Andrea makin ketakutan.
'Dan untuk itu, kau harus dihukum...'

Andrea terbelalak, mulutnya mengeluarkan jeritan teredam.
Cambukan itu datang tiba-tiba, dan ketika Andrea sedang mengatur nafas, nampak Arman menggengam cambuk dengan banyak ujung.
Arman takjub melihat payudara Andrea yang naik turun seiring nafasnya yang berat, lalu...

ctar, ctar, ctar, ctar.
Tanpa belas kasihan Arman mencambuk sekujur tubuh Andrea. Gadis itu hanya bisa menggeliat-geliat kesakitan. sekujur tubuhnya dipenuhi jalur-jalur ungu hasil cambukan.
Cambukan Arman kini lebih spesifik, puting susu Andrea dan vaginanya menerima porsi yang lebih. Andrea melonjak-lonjak sejadinya merasakan sengatan cambuk pada daerah sensitifnya, hingga...
Arman tertawa terbahak-bahak melihat Andrea terkencing-kencing menahan dera cambukannya. Ia tampak puas melihat bilur-bilur yang menghiasi tubuh Andrea,. Arman duduk mememulihkan tenaganya sambil melihat tubuh Andrea yang menggeliat-geliat kesakitan.

Andrea benar-benar kesakitan, pikirannya berisi penyesalan karena berusaha melarikan diri dari para penjajahnya yang kini memiliki alasan untuk lebih menyiksanya.
Dan kini ia hanya pasrah menanti penyiksaan berikutnya.
Arman mendekati Andrea dengan membawa jumper mobil, ia mengeratkan jepit jumper itu di puting susu Andrea yang mengernyit kesakitan, kemudian Arman menghujamkan sebuah silinder logam dengan kawat tembaga di anus Andrea.
Andrea mengerti apa yang akan terjadi pada dirinya, kembali gelengan lemah dan tatapan penuh iba ditunjukkan Andrea, mohon pengampunan.

Arman menyeringan sadis, tangannya memegang handle dinamo dan memutarnya.
Andrea merasakan aliran listrik menyengatnya, tubuhnya kembali menggeliat, Arman memutar handle itu lebih cepat dan geliat tubuh Andrea makin liar.
Lalu Arman memutar handle itu lebih cepat dan kuat membuat tubuh Andrea melenting-lenting kesakitan.
'Well well... Staminamu boleh juga' ejek Arman, ' kamu belum capek, kan?'

Andrea tak konsentrasi mendengan hinaan Arman, kepalany seakan dihantam godam, dadanya seakan mau meledak. Arman meneteskan liur melihat dada Andrea yang naik turun dengan cepat, belum lagi peluh di tubuh Andrea yang membuat tubuhnya makin sensual. Namun ia masih ingin bermain sedikit lebih lama lagi.
Arman mengambil seember air, dan menyiramkannya ke tubuh Andrea. lalu kembali memutar handle...

Tubuh Andrea terbanting-banting menahan sakit. Air menjadi pengantar listik yang sangat baik, sekujur tubuhnya seakan terbakar, otaknya serasa gosong. Matanya mendelik hingga tinggal yang putihnya sebelum Arman akhirnya menyudahi permainannya.
Arman membiarkan Andrea memperoleh lagi kesadarannya sebelum ia memulai lagi aksinya. Dengan kasar ia menyentak jumper mobil dan batang besi itu dari tubuh Andrea.
Ia lalu membuka ikat kaki gadis itu, untuk kemudian mengikat betis Andrea ke arah pahanya. Kemudan Arman membuka pakaiaanya sendiri hingga telanjang dan tanpa banyak bicara langsung menghujamkan penisnya ke vagina Andrea yang kembali perawan.
Andrea hanya bisa meronta kecil, karena vaginanya kembali di aduk paksa, terlebih pelumas yang ada di vaginanya cuma berasal dari kencingnya sendiri.

Arman menyentak Andrea dengan keras, seakan ingin menghukum gadis itu karena berusaha lari dari mereka, walau sebenarnya itu merupakan jebakan mereka sendiri. Dan andrea hanya melenguh kecil ketika merasakan semburan sperma Arman membasahi rahim mandulnya...
Arman memandang tubuh Andrea dengan perasaan puas,
'Sekarang giliran tukang kebun kita yang akan menghukummu', kata Arman sambil jari-jarinya di masukkan dalam vagina Andrea dan mulai mengaduknya dengan liar.
'Dan ini hukuman terakhirku untukmu saat ini' geram Arman sambil mengubah tangannya jadi kepalan dan menghujamkannya dengan keras ke dalam vagina Andrea. Andrea tersentak lalu pingsan....

Andrea terbangun karena mencium aroma busuk dekat dengan hidungnya, kepalanya terasa pusing. Ketika ia sadar penuh ia terkejut, karena tergantung terbalik di atas sebuah lubang yang penuh dengan....
Andrea menjerit kepalanya hanya berada sekitar setengah meter dari lubang penampungan tinja. Tubuhnya terikat rantai tergantung terbalik, dan kedua tangannya terikat membentuk siku di punggungnya.

'Menjerit terus pelacur' ejek tukang kebunnya, 'aku yang akan menghukummu sekarang'
'Ampun, tuan..., ampun... saya salah... budakmu salah... ampun' Andrea menghiba sejadi-jadinya, bahkan ia rela menyebut dirinya sendiri seabagai budak demi kehidupannya
Tukang kebun menekan tombol remote di tangannya, derak rantai terdengar. Andrea histeris karena tubuhnya menurun, aroma tinja mulai menyengat, tukang kebun itu tertawa melihat usaha Andrea menghindari tinja itu, geliat tubuhnya menjadi atraksi tersendiri bagi dirinya, namun tetap hal itu percuma.
Andrea meraskan kulit kepalanya menyetuh tinja itu, ia memejamkan matanya menahan nafas dan menutup mulutnya.

Tukang kebun itu membiarkan kepala Andrea terbenam dalam tinja sampai sebatas tenggorokannya, menunggu beberapa saat, lalu menaikkan rantai itu.
Andrea terbatuk batuk mencari udara, hidungnya tertutup tinja.
'Ampun...' jeritnya, 'ampun...' dan karena frustasinya, Andrea menjerit 'lepaskan aku bajingan!'
'Aku bajingan?' jawab tukang kebun itu santai
'Bu.... bukan tuan....' gagap Andrea menyadari ia baru saja memberi kalasan buat tukang kebun itu untuk menyiksanya lagi, dan benar saja
'Ampun tuan!' seru gadis itu panik, rantainya berderak lagi, ' hamba yang bajinga, hamba yang baj...mmmhffgghhh'
Kalimat Andrea terputus karena kepalanya lagi-lagi tertbenam dalam tinja, bahkan kini tukang kebun itu membenamkan Andrea sampai batas ulu hatinya, membiarkan payudara indah gadis itu terbenam juga dalam tinja.
Si tukang kebun membiarkan Andrea lebih lama dalam kubangan tinja itu, memastikan gadis itu sesak nafas dan...
glup...glup...glup.

Tawa tukang kebun tadi membahana seiring naiknya tubuh Andrea, yang kini megap-megap dan meludahkan kotoran yang tertelan tadi sebisanya.
'Nah pelacur' kikik tukang kebun riang, 'apa kamu mau aku benamkan sampai vaginamu?'
'Ja...jangan tuan... ampun... hamba lakukan apapun tuan' hiba Andrea yang menggigil ketakutan mendengan ancaman tukang kebun.
'Kamu mau kasih aku apa, biar vaginamu aman?'
Andrea diam, dan itu langkah yang salah....
Derak rantai terdengar lagi, dan Andrea menyerah
'Entot aku tuan... entot aku... entoooot' teriak gadis itu, ketika cairan tinja itu sudah sampai di batas hidungnya.

Andrea bernafas lega ketika akhirnya ia diangkat lagi, namun ia terlalu cepat senang, karena kemudian tukang kebun mengambil selang pemadam dan dengan kekuatan penuh menyemprot Andrea yang langsung gelagapan menahan dingin dan nyeri yang disebabkan semprotan air bertekanan tinggi itu.
Lalu tanpa belas kasihan, tukang kebun itu langsung memperkosa mulut Andrea, memaksanya mendeepthroath penisnya, sambil vagina dan anusnya dihujam pentung polisi.
Andrea kesulitan bernafas karena perlakukan brutal itu, namun tukang kebun tak perduli. Dengan santai ia memperkosa mulut Andrea sampai akhirnya Andrea harus menerima semburan sperma di mulutnya dan langsung masuk ke perutnya, dan kembali gadis itu pingsan....

Andrea terbangun karena merasakan sentakan penis di anusnya. Ternyata satpam sedang menyodominya dengan brutal, di atas seekor kuda yang diarahkan ke sebuah gua di dekat villa itu. Sentakan demi sentakan mengiringi sodomi yang menyakitkan yang dialami Andrea karena selain karena gearakan kuda itu, si satpam menambahkan aksesoris kondom duri, yang menyelubungi batang penisnya.
Dan ketika merka tiba di mulut gua si satpam memuntahkan spermanya dalam anus Andrea.
Andrea bersukur karena tentunya kini satpam itu sudah puas dan mereka akan kembali ke villa. Namun salah, Satpam itu menyeret Andrea ke dalam gua dan Andrea terkejut ketika melihat ada sebuah penjara, dan Andrea lebih terkejut melihat ada banyak tahanan dalam kondisi lusuh dalam penjara itu.
'Mereka sudah lima bulan belum menjamah tubuh perempuan' bisik Satpam itu dengan santai, 'dan kamu akan melayani mereka semua'
Andrea coba memohon sambil menghiba, 'jangan tuan... jangan...entot saya sampai puas tuan, sodomi saya... asal jangan masukkan saya ke sel itu....'
Namun Satpam itu tak mendengarkan permohonan Andrea, tubuh lemah gadis itu diseret dengan mudah, dan dilemparkan mauk ke dalam sel.

Segera saja tubuh telanjang Andrea menjadi sasaran tangan kasar para tahanan yang kasar dan dengan aroma tubuh yang membuat Andrea mual. Jelas kalau para tahanan itu belum mandi bahkan sampai berminggu-minggu. Jilatan, remasan, ciuman, gigitan, tamparan dan jambakan bertubi-tubi menyerbu tubuh Andrea, sehingga bekas cupangan tapak tangan dan liur benghiasi sekujur tubuhnya.
Mulutnya segera bekerja keras mendeepthroath penis-penis bau itu, betapa mualnya Andrea karena hidungnya tertanam di bulu selangkangan yang apek dan banyak daki, dan mual itu ditambah karena perutnya sekarang terisi sperma demi sperma yang disemburkan penis-penis itu. Lalu perkosaan itu di mulai. tanpa banyak bicara ketiga lubang di tubuh Andrea selalu terisi penis secara silih berganti, mulut, vagina, anus. Beragam cara dan gaya barbar dialami Andrea yang telah lunglai bagai kain usang yang dilempar kesan-kemari dengan liar dan brutal. Bahkan vagina dan anusnya menerima fisting secara brutal berulang-ulang dan mulut serta lidahnya harus bekerja keras menjilati anus para tahanan itu. Perkosaan itu berkelanjutan, terus dan terus, dan Andrea di keluarkan dari sel itu hanya karena para tahanan sudah tak mampu lagi berejakulasi, Andrea sendiri sudah pingsan entah sejak kapan...

Andrea tersadar ketika tubuhnya serasa terdesak dan terdorong-dorong, dan ia menjerit ngei ketika mendengar suara lenguhan babi, ternyata tubuhnya berada dalam kandang babi yang bau, kotor dan berlumpur.
'Sudah bangun, lonte?'
Suara nyonya Susi mengagetkannya, Andrea beringsut menjauh menghindari gerombolan babi, namun cambukan Susi membuatnya beringsut ke arah yang salah, bahkan makin mebuatnya terhimpit gerombolan babi.

Susi kemudian memaksa Andrea bekerja keras dalam peternakan itu, ia harus memindahkan tumpukan besar jerami, membersihkan kotoran di kandang sapi, memberi makan babi dan pekerjaan berat lainnya.
Andrea hampir pingsan kelelahan, ketika Susi berkata, 'lapar pelacur?'. Andrea mengangguk lemah.
Lalu Susi mengikat Andrea dengan dengan kuat di salah satu tiang di kandang itu dalam posisi berjongkok, dan mengikat rambut panjang Andrea ke arah tiang hingga mendongak, lalu susi memasukkan selang kotor ke dalam mulut Andrea sampai jauh masuk ke kerongkongannya, dan meletakkan corong besar di ujungnya.
Kemudian Susi membawa sebuah ember besar, dan berkata, ' ini makannanmu, campuran sperma da sisa makanan seluruh hewan di kandang ini'. Dan dengan santai mulai menuangkan isi ember itu sedikit demi sedikit dengan perlahan.

Perut Andrea sedikit membuncit menerima cairan 'bubur' itu, bahkan akhrirnya karena sudah tak sanggup menampung dan menahan mualnya, Andrea tersedak dan memuntahkan cairan tersebut hingga menutupi wajah, dan tubuhnya, belum lagi anusnya yang mengeluarkan kotoran tak tertahan karena dirinya mengejan menahan mual.
Susi tertawa terbahak-bahak melihat kodisi Andrea yang hancur-hancuran itu, lalu Sausi menyeretnya ke luar kandang, mengikat lehernya dengan tambang rami dan menahannya di sebuah pasak, kemudian susi mengambl selang dan menyemprot sekujur tubuh Andrea, Andrea dimandikan seperti seekor anjing, disabuni dengan sabun colek dan dikeramas dengan deterjen.

Namun semuanya belum berakhir, Susi mengikat tubuh lunglai Andrea di sebuah palang alat yang telah diposisikan sedemikian hingga tubuh Andrea seperti membungkuk dengan posisi berdiri agak menungging dan kaki menjinjit.
Andrea pasrah dengan apa yang akan terjadi, namun ketika mendengar suara ringkik kuda di belakang tubuhnya, Andrea berteriak histeris,
'Ampun nyonya, jangan kuda, jangan kuda! Anjing saja nyonya, anjing saja...' Racau Andrea menghiba,
Susi tertawa seram sambil berkata, 'Semua binatang di peternakan ini akan merasakan tubuhmu lonte, nah sekarang mereka dulu'
dan Jerit Andrea membahana ketika penis besar kuda stalion itu merobek vaginanya dengan kasar bahkan sampai memborbardir rahimnya yang mandul itu.
Andrea dapat melihat darah mengalir dari vaginanya yang terluka parah, namun ikatan tubuhnya membuat dirinya tak bisa berbuat banyak kecuali terhentak-hentak mengikuti hujaman penis stalion itu.

Susi berbisik di telinga Andrea yang pucat pasi menahan siksaan itu, 'Sesudah ini masih ada lima kuda stalion lagi sayang... enjoy', Andrea yang sudah lelah akhirnya pingsan terutama ketika ia merasakan penis stalion kedua mulai memperkosanya dengan brutal.

Ketika terbangun ternyata dirinya berada dalam ruang home theatre villa itu yang sangat nyaman, reflex tangan dan kepalanya menoleh dan meraba vaginanya. Andrea mendesah lega, vaginanya kembali utuh, walau iapun tahu kalau itu artinya ia akan selalu kesakitan ketika merasakan penetrasi karena akan seperti kehilangan keperawanan pertama kali, bahkan lebih sakit.
Tawa para penjajahnya menyadarkan nasibnya yang berakhir sebagai budak sex...
'Memek lo, utuh lagi, kan? hahaha' ejek Arman,
'Huh, kamu untung karena kang Arman seneng memek peret sehingga kami minta dosis yang paling maksimal dari profesor', omel Susi yang nampaknya ingin sekali vagina, dan anus Andrea tak bisa normal kembali.
Dan Arman melanjutkan kejutan demi kejutan buat Andrea, ia berkata
'Kamu tentu bingung darimana kami punya uang untuk semua kemewahan ini, ini jawabannya.' katanya sambil menekan sebuah tombol

Andrea melihat layar besar home theater itu menampilkan situs hardcore online dengan system pay per view dan ia terkejut karena ternyata semua rekaman pelecehannya dari saat pertama ia menjadi budak mereka di upload ke situs itu. Andrea benar-benar hancur, ia tak menyangka kalau pelecehannya dijadikan pemasukan utama penjajahnya bahkan kenyataan kalau dirinya masuk dalam top five download tidak membuatnya bangga, malah makin terpuruk, karena makin bayak orang yang telah menyaksikan penghinaan pada dirinya. Terlebih ketika ia melihat bayak orderan mengenai cara penyiksaan dan pelecehan sexual yang disarankan para netter.

Andrea makin tak bisa berkutik, ia tak berani lagi untuk merencanakan melarikan diri atau minta tolong, karena ia tak tahu siapa saja yang mendownloadnya, bahkan bisa-bisa ia dinikmati lebih banyak orang lagi yang menganggapnya sebagai onggokan daging dengan tiga lubang, yang hidup sebagai penampungan sperma bagi siapa saja yang menginginkannya. Belum lagi ancaman Arman dan teman-temannya yang akan membunuh semua keluarganya dan mengganti Andrea dengan saudara perempuannya sebagai budak mereka.

Andrea benar-benar pasrah, ia terduduk bersimpuh meratapi nasibnya. Kini yang diharapkannya para penjajahnya bosan dengan dirinya dan meninggalkannya.
Namun untuk sekarang tak ada yang bisa dilakukannya, selain dengan patuh mulai mendeepthroath penis tuan Arman, tukang kebu dan satpam, serta jilat vagina nyonya Susi, dengan aksesoris strap baru dilehernya, dan melayani mereka sebaik-baiknya sementara para penjajahnya asyik menonton rekaman pelecehannya.
Kisah perbudakannya masih akan berlangsung sangat lama...
Lama sekali...

Pagi itu ketiga tuan dan nyonya Andrea membawanya ke home gym, Dengan balutan sports bra dan mini hot pants, membuat tubuh sexy Andrea makin menggairahkan.

Memang setiap hari tuan dan nyonya Andrea menginginkannya untuk merawat tubuhnya dengan berlatih keras, hingga tubuhnya tetap terawat. Namun hari ini, mereka ingin 'melatih' Andrea secara khusus.

Dan latihanpun dimulai.
'Heh pelacur!' bentak satpamnya yang orang timur, 'ayo latih kekuatanmu di sini!' semburnya lagi sambil menarik Andrea ke arah universal gym machine dan Satpam itu memaksa Andrea berlatih bench press. 'Oke, set pertama.'

Beban itu seberat 60kg, dan Andrea setengah mati mengangkat beban itu, belum lagi bentakan satpam tadi membuatnya makin grogi.
Kemudian 80kg, dan Andrea makin kepayahan, hingga akhirnya terangkatpun, tidak bisa.

'Dasar brengsek! jadi apa hasil latihanmu selama ini, hah?' maki satpam tadi, sambil mengikat tangan Andrea ke handle bar, dan mengikat kaki Andrea ke arah tangan, hingga pantat Andrea mencuat ke atas.

Dengan kasar Satpam itu merenggut hotpants tipis Andrea, membiarkan vagina dan anusnya terekspose jelas, dan mereka tertawa melihat ada jejak kencing dan kotoran di selangkangan Andrea karena menahan beban tadi, dengan santai sang satpam menyendok kotoran itu, menahan rahang Andrea agar membuka, dan dengan kasar menyuapi kotoran itu ke mulutnya.

Andrea mega-megap menahan jijik, merasakan kotorannya sendiri, lalu dengan kejam satpam tadi mengarahkan penisnya yang sudah tegang dan mulai menyodomi anus Andrea yang kembali perawan itu. Andrea menjerit sejadinya karena anusnya kembali merasakan ekspansi penis besar satpam itu.

Satpam itu menekan Andrea hingga kesakitan, tulang keringnya lecet tergesek handle bar, dan satpam itu benar menikmati tiap menit yang ia bisa hingga akhirnya
ia ejakulasi dan menyemburkan spermanya di anus Andrea.

Kemudian, tukang kebunnya membawa Andrea ke tengah home gym, merobek sports branya,dan memaksanya untuk melakukan rope jump.
Andrea menangis, namun tamparan keras membuatnya sadar kalau ia tak punya pilihan, belum lagi ketika ia melihat nyonya Susi memainkan remote yang mengingatkan ia akan neck strap dengan racun yang akan membuatnya gatal hebat kecuali bersetubuh dan disiram sperma manusia.

Dengan lemah Andrea mulai melakukan rope jump, ketiga tuan dan nynyanya tertawa melihat payudara montok Andrea berayun , bergoyang seirama loncatannya serta melihat lelehan sperma yang mengalir dan menetes dari anus Andrea. Tukang kebun tadi memaksa Andrea untuk melompat lebih cepat, dan ia memecuti betis Andrea hingga budaknya itu melompat sambil meringis kesakitan.

Akhirnya Andrea tak kuat lagim dan ia tersungkur di lantai.
Nafasnya memburu, dan mulutnya megap-megap mencari udara. hingga tanpa disadari penis tukang kebun itu sudah ada di hadapan wajahnya.

Tanpa rasa kasihan, tukang kebun itu menghujamkan penisnya ke dalam mulut Andrea, memaksanya ber deeptroath. Andrea berkali-kali terserdak karena Tukang kebun itu menghujamkan penisnya hingga jauh ke dalam tenggorokannya. Dan akhirnya Andrea harus berjuang menelan tiap tetes sperma yang disemburkan penis tukang kebun itu.

Andrea masih bersimpuh di matras itu, ketika sepasang sarung tinju untuk karate di lemparkan ke arahnya.
Andrea tertegun, ketika ia mengangkat kepalanya, ia melihat Arman, supirnya, telah siap.
Dengan bergetar Andrea memakai sarung tinju resebut, dan baru saja ia berdiri dengan limbung, Arman merangseknya.

Tinju ke perutnya membuat Andrea terjengkang dan meringkuk menahan sakit, namun tubuhnya dipaksa berdiri oleh nyonya Susi, satpam dan tukang kebun.

Jab-jab cepat di arahkan Arman ke wajah Andrea, membuatnya pening dan sebuah hook ke rusuknya membuat Andrea terjatuh kembali. Ketika tubuh lemah itu di paksa berdiri, sebuah tendangan berputar ke arah wajah Andrea membuatnya tersungkur.

Tanpa belas kasihan Arman menelentangkan Andrea, dan memperkosanya dengan brutal. Andrea hanya bisa mengeluarkan erangan lirih, ketika penis itu mengacak vaginanya dengan brutal.

Andrea hanya berharap siksaan itu selesai ketika Arman berejakulasi di rahim mandulnya, namun salah.
Nyonya Susi masih punya satu latihan terakhir.

Andrea hanya bisa pasrah ketika tubuh remuknya di seret dan dipaksa berdiri di atas treadmill. Tangannya diikat jadi satu dan ujung tali satunya diikatkan pada bagian bawah treadmill.

Tubuhnya limbung, namun ketika ia merasakan treadmill itu mulai bergerak, ia hanya bisa memaksakan kakinya untuk berlari. Andrea merasakan kalau kecepatan treadmill itu makin bertambah dan bertambah, hingga akhirnya ia tak sanggup lagi berlari, dan terbanting di atas treadmill.

Tali pengikatnya menahan laju Andrea namum mengakibatkan payudara, perut, paha depanya tergesek treadmill. Andrea mendesis kesakitan, dan ketika ia terguling bagian punggung dan bokongnya yang tergesek.

Kemudian tubuh Andrea diposisikan menungging di treadmill itu, kedua tanganya diikat menyamping ke pergelangan kakinya, Susi mengenakan dildo panty, satu dildo di sebelah dalam digunakan untuk memuaskan dirinya, sementara dua di sebelah luar, digunakan untuk menyiksa Andrea. Tak lupa, Susi melaburkan balsam spesial buatan profesor kenalan mereka.

Dan Andrea hanya bisa mengeluarkan erangan parau dan menggeliat, ketika anus dan vaginanya di ekspansi dildo super besar dan panas itu, hingga lubang anus dan vaginanya memerah.

Setelah 'berlatih', mereka memasukkan ke dalam sebuah home slim sauna, yang sudah di modifikasi.
Andrea hanya bisa meringkuk dalam kontainer kaca itu, dan uap sauna itu di masukkan, yang semakin lama semakin panas, hingga tubuh andrea menggeliat geliat bagai cacing dalam kontainer itu.

Mereka mengeluarkan Andrea ketika melihat geliatannya makin lemah. Mereka masih ingin bermain dengan budak mereka.
Tubuh Andrea memerah karena panas, peluh mengalir dengan deras dari tubuhnya, dan kondisi itu membuat tubuhnya makin sexy, hingga membuat ketiga tuan dan nyonya nya horny lagi.

Andrea di paksa berwonan on top di atas tubuh Satpam, anusnya disodomi tukan kebun sementara mulutnya mendeepthroath penis Arman. Ketiganya memacu Andrea dengan brutal, tubuh Andrea tak lebih bagai kain usang yang dipermainkan seenaknya, sementara Susi dengan kejamnya memecuti punggung Andrea dengan sabuk kulit.

Ketika mereka selesai, tubuh Andrea jatuh tertelungkup. Di punggunya tercetak jelas bilur-bilur keunguan hasil cambukan Susi sementara sekujur tubuhnya penuh sperma tuan-tuannya. Mereka tertawa malihat kondisi Andrea, meninggalkannya sembarangan di home gym sambil merencanakan permainan berikutnya untuk sang budak.

Hari itu, ketiga tuan dan nyona besar, berbaik hati untuk mengajak 'budak' mereka, Andrea...
Mereka merasa kalau mereka harus memberi sedikit hadiah atas kepatuhan budak mereka yang telah melayani mereka dengan sepenuh hati.

Mereka membawa Jeep, ke luar kota, Arman, dan Susi duduk di depan, dan beringkah mesra layaknya kekasih, sementara satpam dan tukang kebun duduk di jok belakang, mereka menyamankan diri karena ada interior baru di mobil itu, yaitu Andrea yang mereka letakkan sebagai keset mobil.

Andrea hanya mengenakan sport bra dan hot pants sexy warna hitam, running sneakers senada. Wajahnya dan dadanya terhuni kaki sang satpam, semantara perut dan selangkangannya dihuni kaki sang tukang kebun, dan ketika mereka bercanda, mereka dengan suka cita menghentak-hentakkan kaki mereka....

Perjalanan itu lumayan jauh, mereka beberapa kali harus berhenti untuk istirahat, dan budak mereka dengan 'suka cita' melayani mereka
Sang nonya berkata
'Eh budak, aku pegal, pijit aku..., dan sang budak dengan patuh mulai memijat sang nyonya dengan kepatuhan.
'mmmm,boleh juga pijatanmu...' kata sang nyona, sambil kemudian menedang rusuk Andrea sebagi tanda kepuasan...Andrea megap-megap menarik nafas, rongga dadanya sesak...

Belum lagi nafas Andrea normal... ctar...ctar...ctar..., sabetan ikat pinggang Arman mengingatan kalau ia belum melayani ketiga tuannya, dengan terhuyung ia menghampiri mereka. Andrea mengambil sebuah paha ayam, memgigitnya, kemudian dengan patuh menyuapkannya ke mulut Arman, yang dengan rakus mengunyah bibir sexy itu, kemudian, ia beringsut.... menerima kepala tukang kebunnya dipangkuannya, membelai rambutnya sambil menyuapi anggur, sementara mulutnya mengoral penis satpamnya.

Mereka tertawa mendengar perut Andrea yang berbunyi....
'hahaha.... lapar, ya?' ejek Susi
Andrea terdiam, dan par....
'Jawab kalau ditanya, lonte...' bentak Arman sambil menampar Andrea
'I.... iya nyonya, saya.... saya lapar' kata Andrea demi melihat sabuk kulit Arman, mengayun kejam....

Kemudian Susi nampak membawa sebuah jagung bakar, tampak jelas Andrea menelan liurnya.... sedari tadi yang dapat ia makan adalah sperma satpam dan tukang kebun, serta remah-remah ayam dari mulut Arman.
'Kalau kamu mau makan, kamu harus turunkan hotpants kamu' perintah susi
Andrea yang kelaparan hanya bisa menuruti perintah gila tersebut, hingga kini ia hanya berbalut sport bra, dan running sneakers, ia meregangkan kakinya lebar-lebar dan mengaitkan telapak tangannya di belakang kepala.

Susi mengedip, dan tukang kebun, melepaskan kaus kakinya yang dekil, menyumpalkannya ke mulut Andrea, dan merekatnya dengan lakban silver.
Susi lalu berkata,'mulutmu ada tiga, ngga adil kalau cuma satu yang dikasih makan', sambil perlahan mendorong jagung bakar panas itu ke dalam vagina Andrea.
Andrea berusaha mati-matian menahan posisinya. Tubuhnya menegang, nafasnya cepat, wajahnya menengadah menahan sakit dan air mata.
Susi kemudian mengaduk vagina Andrea dengan jagung panas itu, mereka dapat melihat vagina Andrea memerah, terlebih karena Susi memilin clitoris Andrea dengan ganas.

Kemudian dengan sekali sentak Susi mencabut Jagung itu, tubuh Andrea tersentak dan kehilangan keseimbangan, hingga ia jatuh tersungkur dalam posisi merangkak. Dan segera sabuk Arman, satpam dan tukang kebunnya silih berganti menyapa kulit indah Andrea....
Andrea menggeliat kesakitan, berguling menahan sakit, sambil mencoba kembali bangkit dan kembali pada posisinya.

Lalu dengan perlahan, kembali Susi menghujamkan jagung tadi ke anus Andrea. Tubuh Andrea bergetar hebat, keringat dingin mengucur di sekujur tubuhnya dan membasahi sports branya, pengaruh obat yang membuatnya selalu perawan benar-benar permanen, ia merasa anusnya yang begitu rapat dan sempit dihajar jagung besar itu.

'Nah sekarang buka lakbanmu, pelacur' bentak Susi....
Dengan tangan bergetar Andrea membuka lakban yang sangat rekat itu, meninggalkan jejak kemerahan di bibirnya, ia mengeluarkan kaus kaki busuk itu dari mulutnya.
Badannya masih bergetar,
'Sekarang jongkok' perintah Susi lagi, 'tangan tetap di belakang kepala'
Dengan lemah Andrea menuruti perintah itu....
'Ngeden! Keluarin tuh jagung pake kekuatan perutmu!'

'Ngggggghhhhh!!' Andrea mengejan setengah mati, ia mati-matian menuruti perintah gila itu. Tuan dan nyonyanya tertbahak-bahak melihat jagung yang keluar masuk dalam anus Andrea karena sulitnya gadis itu mengejan.
Akhirnya...'plop'.. jagung itu akhirnya berhasil dikeluarkan....
'Nah...', seringai Susi, 'makan tuh jagung, dan bersukur kamu sudah kami kasih makan...'

Andrea memandang miris, jagung yang berlumuran pasir, dan bercampur 'bumbu-bmbu lainnya, termasuk 'bumbu coklat' yang ikut menghiasi jagung itu....
Namun lapar, dan takut atas ancaman mereka, membuat Andrea memungut jagung itu, dan memakannya dengan rakus, berusaha melupakan rasa yang tak karuan pada jagung itu.
Ketiga tuannya menghampiri Andrea, mereka mengocok penis masing masing, menjejalkan penis mereka jauh ke dalam kerongkongan Andrea, dan memberi gadis itu 'minum'....

Hari sudah beranjak siang, mereka melanjutkan perjalanan, namun sebelumnya, mereka mencopot spotrs bra Andrea, membiarkannya hanya menggunakan sneakers, mengikatnya di atap mobil jeep itu, dan mulai berkendara.

Mereka melalui sebuah padang tandus, tubuh Andrea terpanggang mentari yang menyengat ganas, keringat deras mengalir, matanya silau, tubuhnya memerah terbakar matahari.....
Kemudian mereka melalui sebuah hutan kecil, tubuh Andrea terhantam dahan-dahan kayu, memecuti tubuhnya meninggalkan jalur merah dan luka-luka cemeti alam di sekujur tubuhnya.
Akhirnya mereka kembali berhenti, di sebuah sungai dangkal, Arman memarkirkan mobil di sungai, dan melepaskan Andrea.

Mereka meaksanya mencuci mobil dekil itu hingga bersih, sementara keiga tuan dan nyonyanya, memasang tikar di tepi sungai dan melihatnya bekerja, dengan tubuh telanjang, kemerahan terbakar mentari dan penuh luka. Dan nafsu mereka menggelegak....
Satpam dan tukang kebun maju, Andrea nampak ketakutan, ketika ke dua lelaki telanjang itu maju, tubuhnya gemetar ngeri....

Bibir indahnya langsung di ajak french kiss oleh satpam, sementara lelher jenjang dan telinganya dipermainkan tukang kebun, tubuhnya yang perih dn terluka diremas, dan digerayangi dengan kasar...
Andrea hanya bisa mengerang sakit, ketika vagina dan anusnya diaduk dengan kasar oleh keduanya. Dan Andrea menjerit putus asa ketika kedua putingnya yang sensitif digigit kasar, payudaranya dilumat dan diremasi....

Dalam posisi berdiri, Andrea di sandwich dari dua arah, jerit liar keluar dari mulutnya, kakinya melejang-lejang, tubuhnya mengejang, menggeletar. Kembali darah mengalir dari vagina dan anusnya yang terluka akibat hujaman brutal penis-penis pemerkosanya. Tubuhnya terhentak-hentak, Andrea pasrah, kepalanya terlempar ke sana ke mari, desis liar keluar dari mulutnya, liur berhamburan.

'Edan nih pecun, memeknya seret....' teriak satpam sambil kemudian menggigit payudara Andrea,
'Boolnya juga peret, .....' , dengus tukang kebun, sambil dengan brutal menyodomi Andrea dan menghujamkan giginya di tengkuk mulus sang gadis,
Kecipak air menambah liar suasana perkosaan itu.... dan disela-sela siksaan itu, Andrea melihat Arman dan susi sedang bercinta dengan liar di tepi sungai.

Kedua pemerkosanya ejakulasi hampir bersaan..., kemudian menjatuhkan Andrea begitu saja di sungai itu, mata Andrea nanar, ia meliha Arman dan Susi datang menghampirinya.
Andrea takjub melihat tubuh telanjang Susi yang ternyata sangat terawat bahkan seindah tubuh - Kate Beckinsale -.
Tubuh Andrea sediri sangat indah, semua rutinitas 'olahraga' yang dilakukannya membuat tubuhnya seindah - Jessica Biel-,
Susi tersenyum sinis dan berkata, 'memang hanya kamu yang punya body sexy?'

Kemudian ia duduk di sungai, air setinggi pinggangnya, sementara Arman mendorong Andrea hingga terjengkang merangkak.
Susi menjambak rambut Andrea, dan berkata, 'Sekarang kamu jilatin vaginaku sampai aku orgasme', dan kemudian, membenamkan kepala Andrea ke seleangkangannya. Andrea gelagapan, ia tak bisa bernafas, di bawah air, tubuhnya meronta.

Susi mengangkat kepala Andrea dan berteriak, 'Jilat memekku, pelacur...., puaskan aku....' dan kemudian kembali membenamkan kepala Andrea ke bawah air, Andrea kembali megap-megap, terlebih karena Arman memperkosanya dari belakang.
Arman merasakan kenikmatan jepitan vagina maupun anus Andrea yang berkontraksi ketika sang pemilik tubuh menggelepar kehabisan nafas...

Ketika hari menjelang magrib, mereka melanjutkan perjalanan, hingga mereka tiba di sebuah villa di tempat antah berantah.
Tubuh Andrea limbung, di punggngnya terdapat carrier 120 liter, di dadanya ransel 60 liter, dua tangannya membawa travel bag dan banyak lagi barang kecil milik tuan-tuan dan nyonyanya, dan ia harus merapihkan itu semua.

Di ruang tengah Arman mengalungkan sebuah strap di leher Andrea, gadis itu merasa seperti ada empat buah jarum halus menusuk lehernya.
Arman berkata, 'Ini buat penjagaan. Di lehermu terdapat empat jarum mikro berisi racun buatan profesor yang memberikan ramuan perapet vaginamu.'
'Racun dalam kalung itu akan membuatmu gatal di sekujur tubuh, dan hanya bisa disembuhkan kalau kamu bersetubuh dengan manusia'
Andrea merinding mendengarnya, ia teringat sosok tua yang memberinya ramuan pemandul, pembuat dada dan tubuhnya montok permanen, serta membuat vagina dan anusnya kembali 'perawan' bila dalam satu jam tidak merasakan penis

Lanjut Arman, 'Rasa gatal itu tak akan tertahan, kamu akan menggaruki seluruh tubuhmu hingga terluka, dan hanya sperma manusia yang bisa menyembuhkannya.'
'Jadi kalau kamu mencoba lari, silahkan, jarak dari tempat ini ke tempat berpenduduk sekitar seratus kilo, hanya ada hutan dan binatang di sini, silahkan bersetubuh dengan seluruh hewan hutan, atau menggaruk tubuhmu dengan pohon, biar tubuhmu hancur, dan kamu mati perlahan.'
'Dan kalaupun kamu bisa bertemu manusia, tubuhmu sudah begitu rusak, bahkan kamu akan dianggap orang gila hingga tak ada sorangpun yang mau menyetubuhimu.'

Ketiga tuan dan nyona Andrea tertawa, sementara sang gadis meratapi nasibnya... dan ia melihat Arman menekan sebuah tombol, dalam lima detik ia merasa tubuhnya panas, dan menjadi sangat gatal...
Arman serius....
Itu bukan gertakan...
Andrea menggaruk tubuhnya, bersukurlah kuku jarinya pendek, namun tetap gurat garkuan mulai terlihat, Andrea sampai berguling-guling di lantai, ia berteriak-rteriak kesakitan.

'Tuan Arman, entot saya.... tolong entot saya.... Ampun tuan, saya sangat kesakitan, entot saya tuan!, Andrea menjerit-jerit
'Aku budak kalian, tolong ampuni hamba......., setubuhi hamba.... perkosa.... entot.....' Andrea sampai meracau karena sakit dan gatalnya tubuhnya.

Arman berkata, 'kalau kamu mau di entot, ambil sendiri'
'Terima kasih tuan... terima kasih....' lengking Andrea sambil maju tergopoh-gopoh, dndengan rakus ia mendeepthroath penis Arman, sambil mengocok penis Sapam, dan tukang kebu, sebelum bergantian mengoral ketiga penis itu.
'Uuugh, penis yang indah... penis gagah.... penis perkasa' racau Andrea yang, sudah seperti orang gila....
Lalu ia menelentangkan Arman dan langsung ber woman on top, Andrea tak perduli perih di selangkangannya, penis Arman serasa es yang menyejukkan vaginanya,
Ia lalu meminta satpam menyodominya, dan dengan rakus ia mengoral tukang kebun.

Penis itu seperti hujan di tengah kemarau, Andrea menggelinjang liar, menggelinjang hebat. Ia menggelepar-gelepar minta dipuaskan, bahkan dalam histerisnya gadis itu menjerit 'Aaaaakuuuuuu looooooonteeeeeeeeeee!!!!!!!'. Dan ketika ke tiga lubang cintanya dipenuhi sperma, ia merasa gatalnya berkurang, tubuhnya menjadi sangat nyaman....
Mereka tertawa melihat Andrea yang orgasme hebat.....
Andrea sendiri ketika tersadar menangis sejadinya, karena ia bisa orgasme oleh ketiga tuannya....belum lagi ketakutannya, karena masih ada tiga jarum yang belum digunakan.....

Belum habis letihnya, Andrea sudah harus melayani keempatnya, ia menyiapkan makanan, menyiapkan air panas buat mandi, ia harus menadikan majikannya satu persatu sambil memberikan kepuasan sexual pada mereka, memijiti mereka, menghibur mereka dengan tarian erotis.
Bahkan mereka memaksa andrea dalam posisi merangkak, dan punggungnya menjadi meja permainan kartu, dan jadi asbak.
Sundutan rokok membekas di tubuh Andrea, yang hanya bisa menjengit nyeri, dan menahan posisi agar permainan kartu tersebut berlangsung dengan baik.

Hari telah tengah malam ketika permainan itu selesai.....
Dan rasanya baru saja mta Andrea memejam ketika sengatan cemeti menyapa tubuhnya....
Ia melihat nyonya Susi berdiri menantang sambil memegang cemeti besar. Andrea segera duduk bersimpuh, 'Maaf nyonya, hambamu telah lalai melayani nyonya, jagan hukum saya... hamba siap diperintah....'

Susi berkata garang, 'ikut aku... dan buka seluruh pakaiannmu', Andrea segera melepas sport bra, hotpants dan sepatunya lalu mengikuti nyonya Susi, ke luar villa.
Andrea menggigil kedinginan, sementara sang majikan mengenakan pakaan super tebal yang membuatnya nyaman.
Susi kemudian memerintahkan Andrea membawa pikulan dengan dua ember besar, lalu mereka berjalan ke salah satu sisi Villa yang berbatasan dengan sungai.

Jalannya curam dan licin, Susi memaksa Andrea turun ke sungai, memerintahkan gadis itu untuk mengambil air dan mengisi penampungan air villa itu.
Andrea tertegun, memandang curamnya tebing, ia memandang majikannya dengan pandangan memelas, namun demi melihat remote racun di tangan Susi, Andrea melangkah.

Dan karena licinnya, baru sepuluh langkah, Andrea harus merasakan tubuhnya bergesekan dengan bebatuan seiring luncurannya ke sungai. Airnya begitu dingin, Andrea mengigil, dan berusaha sekuat tenaga untuk bertahan.
Andrea sudah putus asa, tiap kali usahanya naik selalu berakhir dengan luncuran, namun siluet Susi dengan remote itu, membuatnya berusaha, beban berat itu dipanggulnya, tapak kakinya luka namun langkah demi langkah dijalaninya demi mempertahankan hidup.

Tiga jam yang berat dilalui Andrea hingga penampungan itu penuh, lalu Susi menyeretnya ke dapur, memaksanya menyiapkan makanan, kemudian ke toilet untuk membersihkan tempat itu. Andrea hampir muntah melihat kotoran yang sengaja dibuang sembarangan, dan ia harus membersihkannya. Lalu mengepel seluruh villa, membersihkan tiap sudutya.
Susi berbisik di telinga Andrea yang sangat keletihan,'Ini rasanya jadi pembantu.....'

Baru saja Andre menarik nafas, ketika Susi menarik diri. Sang satpam bangun dan langsung menyodominya, lolongan Andrea menjadi beker bagi kedua tuannya yang lain.
Dan pagi itu Andrea menjadi sarapan hidup tuan-tuannya, belum lagi kembali ia harus menyuapi ketiga tuannya, memandikan mereka dan menhibur mereka,

Jam tujuh, tukang kebun, mengikat leher Andrea dengan tambang rami dan menariknya ke sisi lain villa itu. Dan Andrea berhadapan dengan sebidang lahan pertanian luas. Tukang kebun, memasang kuk di leher Andrea, memasang kekang kuda, dan memasang bajak di kuk tersebut.
Tukang kebun duduk di atas bajak, lalu memecut Andrea, dengan tertatih, gadis itu menarik bajak itu dengan tubuh telanjangnya, lumpur menodai tubuh montok yang berkilat karena keringat yang mengalir deras.
Ketika mentari meninggi, tukan kebun mengijinkan Andrea beristirahat sejenak di kubangan lumpur, hanya memperoleh sekeping tempe goreng, tahu dan daun bayam untuk makan, dan air ang mengalir di tepi sawa sebagai air minum dan sperma sebagai penutup.

Ketika senja tiba, Satpam membawa Andrea masuk ke arah hutan, merengkuh tubuhnya, menempelkan punggungnya ke pohon besar, dan meperkosanya dengan brutal, hingga menyisakan lecet di punggung Andrea. Lalu ia memaksa Andrea memanggul tumpukan kayu bakar yang ada di hutan itu. Lutut andrea serasa copot karena beban seberat itu yang dipanggulnya, tinggi tumpukan itu menjulang dari atas kepala turun hingga ke pantatnya.

Tiba di villa kembali Susi sudah bersiap menyambut dengan setumpuk pekerjaan rumah tangga buat Andrea....

Ketika malam, mereka mengadakan barbeque di halaman villa, Andrea hanya bisa menelan ludah karena melihat lahapnya majikannya makan hasil barbeque yang ia buat, sementara ia hanya memakan sisa-sisa mereka, sementara ia dibuat sibuk, memanggang, dan memasak serta melayani majikannya. Tubuh indahnya memerah di terpa api unggun yang dipakai memasak.

Lalu kembali Andrea menjadi bulan-bulanan sexual mereka, kembali ketiga lubang kenikmatan Andrea menjadi penampungan sperma, juga cairan nyonya Susi, bahkan terakhir meteka menggantung Andrea mendatar membentuk huruf X, menambah kayu dan melihat tubuh andrea mengeliat-geliat merasakan bunga-bunga api unggun
menerpa punggungnya. Dan membiarkannya semalaman di luar, tergantung demikian.... rasa panas berganti sejuk kemudian dingin seiring padamnya api unggun, dan seperti manambh derita Andrea, langit mendadak gelap, dan hujan hangin mengguyur tubuhnya semalaman....

Jam dua subuh, tubuh Andrea terbanting ke tanah, ia mengerang, ia mencoba meringkuk, namun dera cemeti menyakitinya, ia melihat Nyonya Susi berdiri, berkacak pinggang....
'Jangan malas pelacur....Liburan kita masih lama....'
Prosesi itu dimulai kembali.....
Air mata mengalir dari mata Andrea, dengan tertatih ia berjalan ke arah sungai, ditambah attachment baru, vibrating dildo panties untuk anus dan vaginanya, yang dipastikan menyetrumnya ketika bersentuhan air...

Hari masih jauh dari siang.....
Hari masih sangat panjang....