Showing posts with label cerita lonte. Show all posts
Showing posts with label cerita lonte. Show all posts

Santi si Kupu-kupu Malam

Santi si Kupu-kupu Malam | Kupu Kupu Malam 07

“Santi, ayo saya antar pulang“. Suara itu jelas di tangkap telinga Santi, suara yang sudah sangat dikenalnya. Perlahan Santi mengangkat kepalanya, menatap wajah pengendara sepeda motor itu. Santi berdiri, “tak apa Ted, biar saya naik taxi saja..” katanya. “kamu sudah menolak cinta saya, sekarang kamu menolak tawaran saya, untuk mengantar pulang..” kata Tedy.

Santi tak banyak berbicara, dia langsung duduk di jok motor Tedy. Motor itu pun melaju, bukan membawa Santi kerumahnya, tapi Tedy membawanya ke pantai, yang sering di kunjungi mereka.

>>>

“san, jadi yang kamu bilang kamu itu pelacur ternyata, kamu sungguhan yah..” kata Tedy. Santi tak menjawab, wajahnya menunduk, menatap pasir putih, pantai itu yang menempel di kakinya. “Santi, sudah berapa lama kamu kerja begini..” tanya Tedy lagi. Santi masih diam.

Tedy menyentuh dagunya, mengangkat wajahnya. Mata Santi tampak merah, dengan air mata membasahi pipinya. “Santi, maaf, bukan maksud saya …” kata Tedy terpotong. “kamu sudah tahu, sudah jelas….” kata Santi. Tedy menarik nafasnya dalam dalam.” Santi tatap mata saya, apa kamu mencintai saya..” kata Tedy.

Santi menatap wajah cowok itu, “yah Tedy, saya suka sama kamu, saya cinta sama kamu, tapi apa yang kamu harapkan dari pelacur seperti saya “kata Santi, sambil terus berlinang air matanya. Tedy tak menjawab, Dia menatap lautan yang terhampar luas. Memperhatikan ombak ombak yang saling berlomba, menuju pantai.

“manusia bisa berubah …dan semua orang memiliki masa lalu San..” ujar Tedy.Baik buruk masa lalu itu tergantung manusia yang menjalaninya San… begitu juga dengan masa depan…”

“maksud kamu apa Tedy “tanya Santi.

“kamu kenal aku baru beberapa bulan San, kamu melihat aku anak baik baik, dulu aku pemakai narkoba San, dua kali aku masuk rumah sakit.. aku hampir mati San..” kata Tedy. Santi hanya diam menatap Tedy.

“tapi aku sadar, aku salah, dan aku bertekat untuk tidak tergantung barang haram itu San, aku bisa.. “kata Tedy. “maksud kamu, kamu ingin aku.. “kata Santi terputus.

Tedy menatap wajah cantik Santi. “aku ingin kamu berhenti jadi pelacur..” kata Tedy.

Santi diam membisu.

“untuk apa mengorbankan harga diri kamu, hanya untuk uang yang tak berarti itu “kata Tedy. “tapi Tedy, kita hidup perlu uang “ujar Santi. “itu relative San, punya uang lima ribu, kamu bisa makan di warteg, punya limapuluh ribu, kamu bisa makan di restoran biasa, punya lima ratus ribu, kamu bisa makan di restoran mewah, tapi iintinya perut kamu kenyang kan..” kata Tedy.

“kerja saja yang normal San, gaji kecil tak apa, tapi kamu punya harga diri, tak di hina orang..” kata Tedy. Santi tertunduk, otaknya mencerna kata kata Tedy.

“San kamu jadi kuliah gak..” tanya Tedy. “jadi ted ‘ jawab Santi. “sambil kuliah kamu bisa kerja “kata Tedy. “kerja dimana Ted “tanya Santi. “kerja part time, kalau mau aku omongin ke bosKu..” tawar Tedy. Santi tersenyum.

“Santi, tadi kamu bilang cinta sama aku, nah, kamu mau berhenti jadi pelacur, kamu bisa kerja normal, dan kamu jadi pacar aku..” kata Tedy. Hati santi benar benar gundah, ada rasa bahagia, ada rasa takut, kalau ucapan Tedy hanya manis di bibir saja… “Tedy, kamu serius, kamu mau menerima saya, yang seorang pelacur..” ujar Santi. “kata orang cinta harus berkorban, harus bisa menerima apa adanya “ujar Tedy.

“Tedy, saya takut, saya.. saya.. ragu.. “kata Santi. “saya bisa ngerti kamu, saya gak akan maksa kamu san, saya menerima kamu, bukan dengan rasa kasihan, tapi saya memang cinta sama kamu, tapi saya juga tidak mengemis cinta dari kamu, semua terserah kamu..” kata Tedy.

>>>

Malam itu Santi merenung di kamarnya. pikirannya kacau. Benarkah Tedy bisa menerima dirinya ? Atau hanya mempermainkan dirinya. Jelas Santi mencintai Tedy, tapi dirinya terlalu kotor buat Tedy, apa yang harus dilakukannya.

Santi harus memberikan keputusannya besok, sesuai janjinya dengan Tedy, tadi sore di pantai itu. Tedy menyerahkan semuanya pada Santi. Saat ini Santi harus menentukan jalan hidupnya. Berubah atau terus menjadi kupu kupu malam.

>>>>>>STOP-SILAHKAN PILIH “SAD ENDING” ATO “HAPPY ENDING”

SAD ENDING

Di tengah kegundahannya, Santi meraih telponnya, dia menelpon temannya. “Gina, gua mau ngomong nih..” kata santi. “kenapa eloe butuh uang “ledek temannya. “bukan Gin, Tedy minta gua berhenti jual diri, terus jadi pacarnya..” kata Santi. “Tedy, Tedy yang mana..? “tanya Gina.

Santi menceritakan semuanya, memang selama ini Santi merahasiakan hubungannya dengan Tedy.

“ha ha ha, eloe pikir, eloe cindefukingrella yah.. Cinta sejati tuh, cuma ada di sinetron, bangun jo.. eloe mimpi yah..” ledek Gina.

“Gina, Tedy itu sungguh sunguh..” bela Santi. “eloe gak pernah di kerjain cowok yah.. eloe lupa yah, hidup eloe jadi begini gara gara cinta..apa eloe yang gatel sih” kata Gina. Santi terdiam. “yakin gua, si Tedy itu cuma mau e-*-t-*-t-in eloe. tapi gak mau bayar.. gua ada bosen deh sama cowok kayak begitu..” kata Gina.

“tapi.. tapi.. “kata Santi. “eh udah terserah eloe, begini aja, besok kita ketemuan, gua ada janji ama Lala mau ketemu, eloe ikut deh sekalian..” kata Gina.

>>>

Santi tiba di mall, tempat biasa mereka berkumpul, tampak Gina dan lala di sana.

“dateng juga eloe akhirnya…” kata Gina. Santi duduk di sana. “jadi gimana San, keputusan eloe..” tanya Lala. “gak tau gua masih bingung..” jawab Santi. “Santi, biar bagaimana, eloe pernah jadi pelacur, eleo mau bicara harga diri.. sudah deh, jangan berpikir yang enggak enggak, jalani aja hidup eloe, dapet duit, dapet enak..” kata Gina.

“Gina, biar Santi yang putusin sendiri “kata Lala. “La, kalau eloe jadi gua, apa yang eloe lakukan ?” tanya Santi. “wah, hidup gua ancur karena cowok, gua gak percaya sama cowok “jawab Lala. “emang eleo enggak mikirin masa depan ? “tanya Santi. “namanya aja masa depan, entar dulu dong baru di pikiran, sekarang yah pikirin masa sekarang aja..” jawab Lala enteng.

“gua serius nih La..” kata Santi lagi. “gua juga serius, kalau enggak ngapain gua kuliah ?.. tapi soal pacaran, apalagi kawin, eh maksud gua nikah, yah entar aja, nanti baru gua pikirin..’ jawab Lala.

Santi hanya terus terdiam, sambil tangannya mengaduk aduk sendok yang ada di gelas jusnya. “apa benar, Tedy hanya inign mempermainkan diriku ? “tanyanya dalam hati.

Santi harus mengambil keputusan, terus di dunianya, atau kembali ke jalan yang benar bersama Tedy.

“hei.. koq melamun sih..” tegur Lala, membuyarkan lamunan Santi. “ah engak gua cuma mikir aja, gua bingung..” ujar Santi. “udeh, jangan mimpi, terus..” kata Gina.

Ada getaran di HP Santi, seseorang menelponnya. Hati Santi berdegup, matanya takut untuk menatap, layar posel itu. Ternyata bukan Tedy yang menelpon. “hallo..” sapa Santi… “eh..gimana yah kak Henny, saya eh gak bisa. saya lagi di mall nih..” kata Santi, yang terus di pantau ke dua temannya.

Henny seperti memaksa Santi untuk bertemu. “ok deh, tapi jangan lama lama yah..” kata Santi. Hubungan selular itu terputus, Santi menarik nafasnya dalam dalam.

>>>

Dalam mobil mewah itu, Santi menceritakan semuanya pada Henny. Henny pun menghela nafas. Dan Henny memberikan jawaban mirip dengan Lala, dan Gina. Sekali menjadi pelacur, seterusnya menjadi pelacur. Santi menatap Henny yang tengah mengemudikan mobil itu, yang terus melaju menuju sebuah hotel mewah.

“Santi, saya membutuhkan kamu, saya suka sama kamu..” kata Henny. “saya tahu kak, tapi saya lagi memikirkan masa depan saya..” jawab Santi. “soal masa depan mudah San, kamu akan terus kuliah, saya akan biayai, setelah kamu lulus, kamu bisa bekerja di perusahaan kak Robert..” kata Henny.

Santi hanya diam. “saya akan berbagi sama kamu San, serius..” kata Henny lagi.

Mobil itu sekarang sudah memsuki pelataran parkir, hotel mewah itu. Santi pun di bawa masuk, kedalam kamar hotel itu. Di sana sudah ada Robert, dan seorang pria lain, yang se umur dengan Robert, dan tampak gagah. “hai.. Henny.. long time no see..” sapa cowok itu pada Henny. “hai.. Vin.. “balas Henny.

“eh, omong omong, siapa nih gadis cantik ini..” tanya Kelvin, sambil menatap Santi, dari ujung jari sampai ujung rambutnya. “oh, ini adik gua, Santi namanya cantik dan sexy kan..” kata Henny, sambil menyibak rok mini Santi. “ah, malu dong kak..” protes Santi, sambil menepis tangan Henny. Dan mata Kelvin, menatap liar selangkangan Santi dengan celana dalam mini hitamnya yang sempat terbuka itu dengan liar.

“yo.. Kelvin, sudah bagaimana dengan kontrak kerja kita “tanya Robert. “ah biar aja, Kelvin berintermezzo sebentar, mau party sama Santi, bro..” tanya Henny pada Kelvin.

“beneran nih..” tanya Kelvin nafsu. “oi.. mau party urusan nanti, business dulu dong..” protes Robert. “Ok, ok, itu urusan kecil, mana pinjam pulpen..” kata Kelvin.

Kelvin pun menanda tanganin berkas berkas, surat kontrak kerja sama perusahaan Robert. “oke, berarti kita sudah deal, yah bro..” kata Robert. “oke sip..” kata Kelvin.

“sekarang eloe mau party silakan, gua balik ke kantor dulu..ayo Henny..” kata Robert.

Santi menatap Henny. “Bert, biar gua di sini ikut party sama Santi dan Kelvin..” kata Henny.

“tapi.. eloe… eh maksud gua…” kata Robert terbata. “iyah sayang, aku tahu..” jawab Henny. “bagaimana Vin, boleh Henny temanin.. tapi eloe jangan gituin bini gua yah..” kata Robert. Kelvin hanya tersenyum.

Akhirnya Robert, meninggalkan mereka bertiga. Memberi kesempatan Kelvin menikmati tubuh gadis muda itu. Henny pun membawa Santi berbaring di ranjang.

“Kelvin, eloe sudah siap..? “tanya Henny. Kelvin pun mendekat. “Kak, saya…” kata Santi terbata. Henny mencium kening Santi,” tenang aja, nikmati aja..”

Perlahan Kelvin menyingkap rok mini Santi, menatap paha putih mulusnya, selangkangannya yang merangsang. Tangan Kelvin, cowok perlente itu, mengelus elus paha putih mulus Santi. Tak lama kepalanya pun merunduk, tepat di selangkangan celana dalam hitam Santi. “eh.. ahh…. “erang Santi.

Hidung Kelvin mengendus, menggesek selangkangan Santi. Sebentar saja, sudah tampak ada bercak basahan di selangkangan celana dalam Santi. Jari Kelvin pun menyibak celana dalam Santi. Kelvin menatap nafsu vagina ABG ini. Lidahnya dengan cepat bergerak liar di seputar vagina Santi yang basah.

Tangan Henny pun tak diam begitu saja, dia pun membuka kaos Santi, dan juga bra hitamnya. Tangan itu dengan nafsu memainkan putting susu Santi yang imut. Menambah birahi Santi, dan semakin melupakan semua impiannya.

“ahh… ashh… “erang Santi menikmati permainan lidah Kelvin. Kelvin terus dengan nafsu menjilati klitoris Santi, dan kadang menyedotnya, membuat Santi menjerit kecil. Lidah itu terus menyapu klitoris ABG itu. Dan tak ketinggalan satu lidah lagi, bermain di putting susu Santi, yang sudah tampak menonjol keras.

Santi pun tak bisa bertahan, membendung birahinya dengan permainan mereka. Tubuh Santi semakin menegang, dan Akhirnya bergetar, menerima orgasmenya.

Tubuh,Kelvin sekarang sudah polos, penis besarnya tampak tegang. Henny pun melepas seluruh pakaian Santi, dan Santi terduduk di atas ranjang, membuka mulutnya bersiap, menerima penis besar Kelvin, masuk ke mulutnya.

“ohh.. yah… terus..sedot… “erang Kelvin, menikmati kuluman mulut Santi. Penis itu pun bergerak pelan, meronta dalam mulut Santi. Kepala Santi bergerak maju mundur, berusaha memberi kenikmatan pada Kelvin. “oh.. yes… jago sekali kamu San.. “erang Kelvin.

Santi pun tampak bernafsu mengulum penis itu. Kuluman dan sedotan Santi, yang terus menerus, juga tak bisa menghalangi sperma Kelvin, untuk berhamburan keluar di mulutnya. Kelvin pun lunglai, terbaring di ranjang, menikmati orgasmenya “ohh.. shit.. enak banget…” erangnya.

“ha.. udah tewas yah.. masih bisa gak.. bro..” ledek Henny. “ha.. tenang aja, kan gua udah minum i*** “balas Kelvin. Mereka pun bercanda. Dan tak lama penis Kelvin berangsur pulih. Dan kembali besar keras dan tegang.

Sekarang memasuki babak final. Penis itu bergerak, cepat mamasuki gawang Santi.

“ahhh…. pelan pelan… “jerit Santi, menerima dorongan penis besar Kelvin. Santi merasakan penis besar itu telah menyesaki liang vaginanya. Dan begitu juga Kelvin yang merasakan penisnya di genggam erat liang vagina Santi.

Penis itu bergerak liar keluar masuk, mengobok obok vagina Santi. “ahh.. ahhhh…ash… “erang Santi. Jujur, Santi pun sebenarnya menikmati penis Kelvin. Kelvin pun terus bergerak, menikmati setiap gesekkan yang di buatnya.

Tak lama penis itu terlepas “Santi ganti posisi dong..” pinta Kelvin. “San, nungging aja..’ kata Henny. Santi pun menungging, dan dari belakang, Kelvin menatap nafsu, pinggul Santi yang tampak sexy, menawan, dan “ahhh….” erang Santi. Penis itu sudah masuk di vaginanya kembali.

Penis itu terus bergerak keluar masuk, membuat Santi mengerang erang kenikmtan. Tubuh Santi menegang, Dan kembali Santi mencapai puncak birahinya. Kelvin diam, merasakan getaran puncak birahi Santi.

Tak lama, penis itu kembali begerak, mambuat rasa ngilu di vagina Santi, yang baru saja mengalami masa orgasmenya.

Kelvis terus bergerak cepat, penisnya keluar masuk, maju mundur, di liang vagina Santi. Tak lama Kelvinpun mengerang panjang, melepas spermanya di vagina Santi.

>>>

“eh, kapan kapan, boleh dong saya main lagi sama Santi “tanya Kelvin, yang sudah kembali berpakaian rapi. Henny hanya tersenyum.

Setelah Kelvin pergi, Henny pun menelpon suaminya, memintanya untuk ke hotel itu. Tak lama Robert pun sudah berada di sana.

Henny langsung memeluk suaminya, dengan dengan nafsu membuka pakaian suaminya. Mereka pun bergumul, Henny tampak sudah birahi sekail. Santi pun menatap pasangan gila sex itu.

Waktu sudah semakin sore, yang berarti waktu yang di berikan Tedy sudah habis. Dengan kata lain, Santi akan tetap di dunianya. Dunia hitam pelacuran. Santi dengan berat mengambil keputusan ini.

“San kenapa, eloe melamun gitu..” tanya Robert, yang sudah memuaskan istrinya. Henny pun menceritakan semuanya. Dan Robert pun memberikan jawaban yang sama. “San, pokoknya kamu tenang aja.. kamu akan punya masa depan..”.

Santi pun tersenyum, lalu berbisik di telinga Henny “kak, boleh main sama kak Robert gak…. “. Henny menatap Santi “kan saya sudah bilang, akan berbagi dengan kamu san…”

Sejak itu Santi menjadi piaraan Henny dan Robert, Santi terus melanjutkan kuliahnya, sambil bekerja paruh waktu di kantor Robert.

Dan tubuh Santi, berpindah dari pelukan satu cowok, ke cowok lain. Yang semuanya adalah kolega business Robert. Robert memanfaatkan, tubuh sexy Santi, dan kecantikan wajahnya. Untuk memperlancar businessnya.

Santi pun tetap menyandang predikat seorang pelacur, walau dia seorang pelacur kelas atas. Hidup di dunia hitam, yang penuh dengan kegemerlapan, harta yang menyilaukan

End…

HAPPY ENDING

Di tengah kegundahannya, Santi meraih telponnya, dia menelpon temannya. “Gina, gua mau ngomong nih..” kata santi. “kenapa eloe butuh uang “ledek temannya. “bukan Gin, Tedy minta gua berhenti jual diri, terus jadi pacarnya..” kata Santi. “Tedy, Tedy yang mana..? “tanya Gina.

Santi menceritakan semuanya, memang selama ini Santi merahasiakan hubungannya dengan Tedy.

“wah, mungkin eloe merasa beruntung, tapi kalau gua jadi eloe, gua gak akan ikutin si Tedy “kata Gina. “kenapa Gin..” tanya Santi. Gina menghela nafasnya, “gua begini gara gara cowok San, terus kalau gua berhenti, apa bisa gua hidup susah, jadi pelacur duitnya gampang San..” terang Gina.

“iyah, tapi masa depan gimana.. “tanya Santi. “gak akan ada yang tahu, apa yang terjadi besok San..” jawab Gina. Santi terdiam.

“begini aja, besok eloe ke mall aja yah, gua sama Lala, janji mau ketemu di sana, nah eleo ikut aja..” kata Gina. Santi pun menutup pembicaraannya.

Santi kembali merebahkan dirinya di atas ranjangnya. Ini kesempatan buat dia untuk keluar dari lumpur hitam, dunia pelacuran, yang selama ini membelenggu dirinya. Haruskah dia melewatkan kesempatan ini. Apakan Tedy sungguh sungguh bisa di percaya. Pertanyaan itu menyesakkan kepalanya.

>>>

Siang itu, Santi tiba di mall itu, sudah tampak Gina dan Lala di sana, sedang asik bercanda.

“Hai.. “sapa Lala. Santi tersenyum, wajahnya terlihat gundah. “udah San, jangan dipikirkan, kalau eloe rasa, eloe juga suka sama Tedy, eloe ikutin aja..” kata Lala.

“tapi gua takut, kalau Tedy itu mempermainkan gua..” kata Santi. “semuanya ada di tangan eloe, gua gak mau ikut campur “kata Gina.

Santi menatap kedua temannya itu. “kalau eloe orang yang jadi gua, apa yang eloe lakukan..” tanya Santi. “kalau gua, gua gak mau, cowok itu bikin pusing, gua mau bebas, punya duit banyak..” jawab Gina. Lala menatap Santi “gua juga sama dengan Gina, tapi eloe harus bisa mengambil keputusan sendiri..” kata Lala.

Santi terdiam, entah bagaimana mengambil keputusan ini. “San kalau eloe mau coba, enggak ada salahnya koq..” kata Lala. “gua takut sakit hati. La.. “kata Santi.

Ada getaran di HP Santi, seseorang menelponnya. Hati Santi berdegup, matanya takut untuk menatap, layar ponsel itu. Ternyata bukan Tedy yang menelpon. “hallo..” sapa Santi… “eh..gimana yah kak Henny, saya eh gak bisa. saya lagi di mall nih..” kata Santi, yang terus di pantau ke dua temannya.

Henny seperti memaksa Santi untuk bertemu. “ok deh, tapi jangan lama lama yah..” kata Santi. Hubungan selular itu terputus, Santi menarik nafasnya dalam dalam.

>>>

Dengan berat, Santi melangkahkan kakinya memasuki sedan mewah itu. Dalam mobil mewah itu, Santi menceritakan semuanya pada Henny. Henny pun menghela nafas. Dan Henny memberikan jawaban mirip dengan Lala, dan Gina. Sekali menjadi pelacur, seterusnya menjadi pelacur. Santi menatap Henny yang tengah mengemudikan mobil itu, yang terus melaju menuju sebuah hotel mewah.

“kak, kita mau kemana..” tanya Santi. “kita mau ke hotel, ada teman yang mau ajak kamu senang senang..” jawab Henny. Santi mulai tak enak. “kak, saya tak bisa kak “.

“kamu jangan begitu dong, sekali ini saja San..” rayu Henny. Santi mengeleng, tapi Henny tak mau mengerti, dia tetap memaksa Santi.

Tepat mobil itu berhenti, karena menunggu lampu merah, Santi langsung membuka pintu mobil itu. Dia turun dan langsung meninggalkan mobil itu. “Santi. kenapa kamu “tanya Henny. “maaf kak, saya tidak bisa lagi..” katanya.

Santi pun terus berjalan kepinggir jalan. Dan terus melangkahkan kakinya. Dia duduk di bangku halte bis, dan menelpon Tedy. “Tedy, saya mau ketemu..”.

>>>

Angin pantai itu, menghembuskan rambut Santi yang terurai. “Tedy, apa kamu sunguh sunguh, bisa menerima saya..”. Tedy tersenyum, “aku sungguh sungguh, asal kamu meninggalkan dunia kamu, dan setia sama aku..” jawab Tedy.

Santi memeluk tubuh kekasihnya, air matanya berlinang, “Tedy aku sayang kamu..” katanya. Tedy pun mencium kening Santi.

Mereka pun saling mencurahkan perasaan mereka masing masing, sampai matahari semakin tenggelam. Mereka pun meninggalkan pantai rekreasi itu. Tedy membawa Santi ke tempat tinggalnya. Sebuah rumah kontrakan kecil.

Tedy mencium bibir Santi dengan lembut, begitu juga dengan Santi. Ciuman dua insan itu akhirnya membangkitkan birahi pada diri masing masing.

Perlahan mereka menanggalkan baju mereka. Santi hanya tinggal memakai celana dalam mini hitamnya. Begitu juga dengan Tedy. Mereka berbaring di atas ranjang itu. Ciuman Tedy pun semakin menjadi liar, bibir Santi di lumat dengan nafsu, dan ciuman itu terus berpindah ke leher, yang terus membuat basah selangkangan Santi.

Tangan tangan Tedy pun mulai bergerak turun, menyelinap di balik celana dalam Santi, memainkan vagina basah milik Santi. Santi pun mengerang, merasakan nikmat, rangsangan kekasihnya itu. “ashh…. Tedy..” erangnya. Sambil terus menciumi bibir Santi jari Tedy, bergerak menstimulasi klitoris Santi, yang terus membuat liang vagina Santi merekah dan basah.

Desah desahan Santi, terus terdengar, dan membawa Santi ke puncak nikmatnya, tubuhnya mengejang, dan bergetar, dalam pelukan Tedy. Tedy pun mencium kening Santi.

Sekarang tubuh Santi berbaring lemas, di samping tubuh Tedy. Tangan Santi pun mengelus elus, celana dalam Tedy, membuat penis itu tegang. Tangan Santi terus merayap, mengeluarkan burung milik Tedy, yang tampak sudah tegang, siap mematuk.

Santi bangun, kepalanya mendekat ke penis Tedy. Santi menatap Tedy. “San, sudah, jangan…” kata Tedy. Tapi tidak, Santi langsung melumat penis itu. Lidahnya menari di kepala penis Tedy. “assshhhh…. Santi..” erangnya. Kepala penis itu pun tak lama sudah berada didalam mulut Santi dan merasakan nikmatnya sedotan mulut Santi.

Kepala Santi bergerak cepat, maju mundur, memompa birahi Tedy. Santi berniat memuaskan kekasihnya itu. Tedy terus mengerang nikmat. Sehingga dia melepaskan spermanya, dan tubuhnya mengejang kenikmatan.

Tedy pun lemas, Dan kembali Santi menciumi Tedy dengan mesra. Perasaan Santi sungguh berbeda, melakukan hubungan sex dengan orang yang di cintainya.

Setelah beberapa saat, Santi sudah siap unutk untuk babak selanjutnya, tapi Tedy menolaknya. “Santi nanti saja yah, ini terlalu cepat, kita baru jadian..” kata Tedy.

Santi sangat mengerti, Tedy mengatakan itu, untuk membuktikan dia mencintai Santi, bukan sekedar nafsu.

Mereka hanya bercumbu saja, dengan penuh perasaan cinta.

>>>

Santi telah kembali ke jalan yang benar, Tedy menerima Santi apa adanya, tak pernah mengungkit masa lalu Santi yang suram.

Santi dan Tedy, pidah ke kota lain. Santi kuliah di sana. Di kota yang baru itu mereka bisa hidup dengan tenang. Mereka tinggal bersama di rumah kontrakan mereka. Dengan modal sedikit, Tedy membuka kios kecil berjualan Handphone, dengan ilmu yang di peroleh selama ini.

Sambil kuliah, Santi membantu Tedy, berjualan Hp. Walau uang mereka sedikit, tapi mereka hidup bahagia.

Santi bisa menerima semua ini, dia berhasil pergi jauh, meninggalkan dunia hitamnya.

And they life happinness ever after..

End…

Santi si Kupu-kupu Malam

Di kelasnya, Santi sama sekali tak bisa berkonsentrasi. Pikirannya masih kacau, apa yang di terangkan gurunya tak ada yang masuk dalam memorynya. Santi hanya diam, walau matanya menatap lurus ke depan, dimana gurunya sedang menerangkan rumus matematika, tapi pikirannya kosong melopong.

Saat istirahat, Santi melihat, Gina dan Lala. Dua orang gadis ini, terkenal dengan kenakalannya. Mereka suka menjajakan diri kepada om om yang berkantong tebal. Santi pernah berselisih dengan Gina. Saat itu Santi memaki maki Gina. Santi mengumpat Gina, perek, pecun dan sebagainya.

Tapi saat ini Santi sepertinya butuh pertolongan Gina. Dengan memberanikan diri Santi menghampiri Gina dan Lala. Belum sempat Santi berbicara Gina telah menghardiknya. “eloe jangan dekat dekat sama gua, eloekan anak alim, anak baik baik, gua ini perek, jadi eloe lebih baik pergi sana, jauh jauh..”.

“Gina, gua mau minta tolong “kata Santi. “minta tolong.. anak alim, mau minta tolong sama perek.. “kata Gina. Santi menatap Gina, lalu berkata “maaf, kalau eloe masih dendam masalah dulu, tapi tolong, gua butuh bantuan eloe..”. Gina tersenyum “ha.. coba gua pikir pikir dulu yah, pantes gak gua bantuin eloe..”

“Gin, sudahlah, ada apa sih San, koq eloe serius gitu “ujar Lala. Santi pun bercerita, setelah Lala dan Gina berjanji akan merahasiakan semuanya. Setelah Santi selesai bercerita, Gina tertawa “jadi eloe takut bunting, setelah di gituin cowok eloe. ha ha ha..”. “Gina, sudah deh.. eloe jangan ngeledekin si Santi terus dong..” kata Lala. “abis lucu sih, katanya anak alim, tahunya doyan juga ha ha ha “ejek Gina lagi.

“Gina… “kata Lala. “oke deh oke, biar gua perek, gua juga masih punya hati, gua bantu eloe deh “katanya. Lalu Gina mengeluarkan Hpnya. Hp, PDA-phone yang mahal dan mendial seseorang. “Halo, Rom, entar praktek gak, gua mau kesana..” kata Gina di Hp nya. Setelah selesai pembicaraan di Hpnya, Gina berkata pada Santi “entar pulang sekolah, eloe cari gua, gua anter eloe ke teman gua..”

“eh eleo dapet dari mana Hp canggih ini “tanya Lala, sambil merebut PDA-phone nya Gina. “dari mana lagi, jual m-*-m-*-k.. lah, dapet duit gua beli tuh Hp, sini hp gua..” jawab Gina, dan mengambil lagi Hp itu dari tangan Lala. “wah, m-*-m-*-k eloe mahal banget “kata Lala lagi. Santi yang mendengar percakapan mereka menjadi risih.

>>>

Setelah pelajaran hari itu usai, Santi segera berjalan, mencari Gina. Gina sudah di atas sepeda motor Supranya. Berbicara dengan Lala. Ketika melihat Santi, Gina berkata “ayo naik..”. Santi pun duduk dibelakang jok motor bebek itu. Gina menjalankan motornya. Hingga tiba di sebuah rumah.

Rumah kecil, yang terdapat plang di depannya. DR ROMI. Gina membawa Santi masuk. Setelah mengetuk pintu, dan mereka di sambut Dr.

Romi sendiri. “halo, Gina sayang, sakit apa loe… “katanya genit, sambil menepuk pantat Gina. Santi menetap Dr Romi, wajahnya ganteng, dan dia masih muda.

“Rom, yang sakit ini gua nih “katanya sambil memegang tangan Dr Romi, dan membawanya ke selangkangannya. Santi hanya terbengong melihat kelakuan mereka berdua. Dr Romi pun meraba raba selangkangan Gina, yang masih tertutup celana dalam kuning mudanya. “udah Rom, malu gua jadinya, tuh pasien baru.. “kata Gina sambil menunjuk Santi.

“oh, nama eloe siapa cantik “sapa Dr Romi, matanya menatap Santi dari ujung rambut, sampai ujung kaki. “Santi.. “jawabnya singkat. Dr Romi menanyakan masalahnya, lalu Gina menceritakannya. “oh, masalah kecil, sini gua suntik “katanya. Dr Romi pun menyiapkan peralatan suntiknya. Dan Santi teleh tengkurap di atas ranjang praktek Dr Romi.

Kemudian, dia menyingkap rok abu abu Santi, menurunkan celana dalam putihnya. Dr Romi menatap pantat Santi. “wah, pantat eleo bagus juga, yah mulus..” katanya seraya mengusap usap pantat Santi. Santi pun hanya diam. Dan Dr Romi pun menyuntiknya dengan obat anti hamil.

Setelah itu,Dr Romi memberinya salep, “nih, olesin di m-*-m-*-k eloe, buat bantu hilangin rasa nyeri.”. Santi pun berterima kasih. Satu masalah telah selesai. “berapa dok ? “tanya Santi. “ha ha ha, untuk cewek secantik eloe, gua gak perlu di bayar..” kata Dr Romi tertawa. Gina pun tertawa “ha ha ha, awas tuh San, dia mulai ngerayu..”

Santi hanya diam, senyum senyum. “malah kalau eleo mau main sama gua, gua yang bayar eloe “kata Dr Romi lagi. Raut wajah Santi berubah, dahi mengerut, bertanya tanya maksud perkataan Dr Romi.

“eh, udah yok kita balik “ajak Gina pada Santi, sambil berdiri. Santi pun ikut berdiri. “koq buru buru “tanya Dr Romi. Gina membisiki sesuatu di kuping Dr Romi. Dan Dr Romi tersenyum, sambil memandang Santi. Tangan nakal Dr Romi pun kembali meremas pantat Gina. Lalu mengeluarkan dompetnya, memberinya dua lembar uang lima puluh ribuan. “nih, buat eloe jajan..”.

Dalam perjalan Santi yang penasaran bertanya pada Gina “Gin, koq Dr Romi gak mau di bayar, malah eloe di kasih duit.. kenapa sih..”. “Si Romi tuh, langganan gua, dia sering n-*-e-*-t-*-t sama gua, sama Lala juga..” jawab Gina. “Gina, jadi eloe serius yah, jual diri..” kata Santi.

Gina memberhentikan motornya di pinggir jalan. Gina menolehkan kepalanya, menatap Santi, lalu berkata “iyah gua serius, loe tahu gak, gua minta ceban ( sepuluh ribu ) aja sama bokap gua susah bener, lihat pantat gua di kobok, gua di kasih seratus ribu, asik gak jadi perek..” kata Gina. Santi melongo “tapi…Gin.. tapi.. “.

Gina mentap wajah Santi, yang terlihat bingung “tapi apa, eloe pikir aja sendiri, gua udah di perawanin cowok gua dulu, gua di tinggal, terus gua mesti gimana dong, kepalang becek, tanggung, mending gua jual diri, dapet enak, dapet duit..”. Santi tak bisa berkata, dia hanya diam menatap temannya itu.

“San, kalau eloe gak percaya, coba eleo cari si Romi, elo n-*-e-*-t-*-t sama dia, lihat eleo di kasih duit berapa sama dia..” kata Gina. “tapi gua gak bisa, Gin, takut..” kata Santi. “takut.. takut apa, eloe udah bolong, udah di suntik anti hamil takut apalagi, yang penting enak dan dapet duit..” kata Gina.

Santi tampak mulai terpengaruh dengan ucapan Gina. “tapi Gin, kalau dia mainnya kasar bagaimana..” tanya Santi. “Selama gua main sama dia, dia gak pernah kasar..” kata Gina. Santi diam menatap Gina.

“San, gua bilangin sama eloe, kalau eloe pake rok, jangan yang kaya gini, pake rok mini kayak gua, cowok gak nafsu liat rok eloe..” kata Gina. “Gua gak biasa Gin, risih pake rok mini..” kata Santi. Gina tertawa “yah, sekarang sih, tapi besok besok, ceritanya akan lain..”.

Gina kembali menstater motornya, dan motor itupun melaju. Gina mengantar Santi pulang kerumahnya.

>>>

Malam itu Santi terus memikirkan kata kata Gina, Sambil berbaring, Santi mengangkat daster tidurnya, dan melepas celana dalam, dia mengolesi salep pemberian Dr Romi, di vaginanya. Tak terasa pedih. tapi yang di rasakan Santi hanya rasa dingin. Jarinya menelusuri vaginanya.

Entah apa yang ada dipikirannya, yang jelas Santi mulai terangsang. Jari jarinya terus bergeser turun naik, memainkan klitorisnya. Liang vaginanya mulai terasa berlendir.

Semakin lama, Santi semakin merasakan nikmat. Sambil menggigit bibirnya, jari Santi memainkan vaginanya sendiri.

Santi terus bermasturbasi, sampai tercapai kepuasan birahinya, dan dia terlelap.

>>>

Esok paginya, Santi masih terus memikirkan kata kata temannya. Santi penuh keraguan. Bagaimana kalau ada yang tahu dia menjajakan dirinya. Apa yang akan terjadi nanti, bagiamana masa depannya.. Semua pikiran itu, terus berkecamuk di hatinya.

“bu, Santi mau sekolah “kata Santi pada ibunya. “yah, hati hati di jalan, jangan nakal yah “jawab ibunya. “bu, Santi belum bayaran, sekarang sudah tanggal sembilan bu “kata Santi. Ibunya menghela nafas “yah sabar ya Santi, ayah kamu belum kasih ibu uang..” jawab ibunya. Santi pun tak bisa berkata lagi, ia lalu berpamitan.

Sampai di sekolah, dia menemui Gina. “Gin, tolong dong gua mau pinjem uang, buat bayaran, nih Hp gua, buat jaminan..” katanya. Gina melihat Hp Santi, lalu menatap wajahnya “elo gila yah, Hp eloe itu, Hp zaman revolusi, di jual aja paling laku goban ( lima puluh ribu ) “kata Gina. “yah, gimana dong, tolong dah “pinta Santi. “nih gua pinjemin, tapi eloe cepet balikin yah “kata Gina memberikan sejumlah uang pada Santi.

Santi menerima uang itu “thanks yah Gin.. “. Lalu Santi segera berjalan. “eh, eloe mau kemana..” tanya Gina. “ke TU, bayaran dulu..” jawabnya.

>>>

Berkali kali Santi di tegur gurunya, karena melamun di kelas, selagi gurunya menerangkan pelajaran hari itu. Dan Santi menjadi bahan ejekan temannya. Waktu seakan akan berjalan sangat lambat. Sampai akhirnya bel tanda berakhirnya belajar mengajar berbunyi. Satu persatu murid keluar dari kelas, menuju rumahnya masing masing. Santi berjalan keluar sekolahnya, bergabung bersama Gina dan Lala.

“Santi, ikut kita yuk, ke mal…” ajak Lala. “eh hari ini enggak deh, gua ada janji “jawab Santi. “ha.. ada janji dia, sama sapa..” ujar Gina, sambil menatap Lala. Lala pun tersenyum. “elo mau tahu aja yah, gua tadi janji sama om om..” jawab Santi. Lala dan Gina tertawa. “om om yang mana..” kata Lala Sambil tertawa.

“udeh deh, gua jalan dulu..” kata Santi meninggalkan Gina dan Lala. Santi berjalan cepat. Dia berjalan menjauh dari gedung sekolahnya. Kemudian menyetop bajaj, dan menaiki bajaj tersebut. Tekat Santi sudah bulat. apa boleh buat, terlanjur basah pikirnya. Bajaj itu tepat berhenti di rumah Dr Romi.

Setelah urusan transaksi dengan tukang bajaj selesai, Santi mengetuk pintu rumah Dr Romi. Pintu terbuka, wanita setengah baya menyapanya “ada apa dik “. “maaf bu, Dokter Romi ada..” tanya Santi. “oh ada, sebentar yah..” jawab ibu itu, sambil menyilakan Santi masuk. Santi pun menunggu di ruang tunggu.

Tak lama Dr Romi keluar. “oh, hai Santi.. ada apa masih sakit.. “tanya Dr Romi ramah. “eh masih, eh anu, eh sakit sedikit..” jawab Santi gugup. Dr Romi tersenyum, “oke oke, biar saya periksa, ayo masuk “ajak Dr Romi ke ruang prakteknya.

Santi duduk di kursi pasien, dengan gelisah. Dr Romi tersenyum melihatnya. “Santi ayo sini, berbaring, biar gua periksa “kata Dr Romi. Santi pun berbaring di ranjang pratek itu. Dr Romi, membuka kancing bajunya, dan menatap dada Santi. Santi memejamkan matanya. Kemudian tangan Dr Romi pun membuka Bra Santi. Selanjutnya Santi merasa geli dan dingin di putting susunya yang imut itu.

Lidah Dr Romi, sedang asik menjilati putting susunya. “ahh… geli.. ahh.. ah.. “erangnya. “oh, indahnya buah dada loe, San..” ujar Dr Romi, lalu meremas lembut buah dadanya. Lidahnya juga terus menjilati putting kecil itu.

Menyusui dengan nafsu, membuat ABG itu terus mengerang. Vaginanya menjadi lembab, Santi mulai terangsang.

Sambil terus memainkan putting susunya, tangan Dr Romi, meraba raba paha putih mulus ABG itu. Tangannya terus merayap sampai ke atas. Tanpa sadar Santi, pun merengangkan ke dua kakinya. Sehingga tangan dr Romi, dengan mudah dapat mencapai selangkangan celana dalam putihnya. “ahhh… ahh… dokter… ahhh “erangnya nikmat.

Dr Romi, melepas lidahnya di putting susu Santi. Sekarang targetnya adalah selangkang Santi. Dia membuka lebar kaki Santi, hidung menempel di selangkan celana dalam Santi, menghirup aroma vaginanya. Tubuh Santi menggelinjang. “ahh dokter.. ahhh saya malu…ahhh…” erangnya. Dr Romi dengan bernafsu menciumi selangkangan celana dalam Santi yang sudah basah itu.

Perlahan, celana dalam itu terlepas dari tubuhnya, kini jelas terlihat vagina muda itu. Dengan bulu bulu lembut di bukitnya. Dua jari Dr Romi membelah bibir kemaluannya, lalu lidahnya menjilati klitorisnya. Tubuh Santi gemetar, jantung berdegup cepat. Rasa nikmat menjalar cepat di seluruh tubuhnya.

“ahhh… ahhh…enak.. ahhh… dokter.. ahh…. “erang Santi semakin membuat Dr Romi nafsu. Lidah itu terus menyapu klitorisnya. Lendir nafsu Santi yang merembes keluar dari liang vaginanya di sapu oleh lidah Dr Romi, dan di telannya dengan penuh nafsu. Santi benar benar di bawa ke puncak birahinya.

Tubuh Santi terus mengeliat. Lidah Dr Romi semakin cepat memainkan klitorisnya. Erang demi erangan, mengiringi Santi yang semakin dekat mencapai puncak birahinya.

“ahh dokter.. ahh Santi ahhh mau pipis… ahh….” erangnya. Dr Romi pun mempercepat gerakan lidahnya. Dan akhirnya tubuh ABG itu mengejang, dan Santi tiba di puncak orgasme.

Tubuh ABG itu kejang kejang sesaat. “Santi elo mau pipis “tanya Dr Romi. Santi mengeleng “engak sih, tapi tadi, rasanya mau pipis..” terang Santi. Dr Romi tersenyum,” itu nama elo sudah hampir orgasme, sudah mau keluar istilahnya..”.

Santi hanya diam saja. “San, kita terus yah “ajak Dr Romi.

Dr Romi pun membuka celananya, dan terlihat jelas penis Dr Romi yang telah ereksi penuh. Penis cukup besar, seperti penis Bram. Dr Romi, mendekatkan penisnya ke mulut Santi. Santi terlihat ragu “ah, gua gak bisa.. Rom..” tolaknya. Dr Romi pun tak memaksa. “kalau gitu gua masukin aja yah..” katanya. Santi menganguk “tapi pelan pelan yah..” pintanya.

Dr Romi pun naik ke ranjang prateknya. Kedua kaki ABG itu pun di pentangkanya. Ujung penisnya di gesek di bibir vagina Santi. Santi kembali menggelinjang. Perlahan Dr Romi menekan masuk ujung penis. “aww… ahh… “jerit Santi pelan.

Dr Romi berhenti sesaat, dan melumat bibir Santi. Santi pun menerima ciuman Dr romi, dan balas dengan ciumannya.

Tanpa terasa, penis Dr Romi, sudah seluruhnya tertanam dalam tubuhnya. Dr Romi mulai menggoyang dengan lembut. “ahhh… ohhh… Romi… oh… ahh… “erang Santi. Penis itu terus bergerak, lambat laun gerakkan maju mundur penis Dr romi membuat Santi, kembali birahi.

Santi pun mulai bisa menerima nikmatnya gesekan penis. Dr Romi pun tahu cara membahagiakan wanita. Penisnya terus bergerak keluar masuk dengan lembut.

Dr Romi pun melumat bibir Santi dengan lembut. Kadang Dia berbisik di telinga Santi memuji muji Santi, yang tentu saja membuat Santi semakin hanyut, dalam birahi.

Saat saat birahi Dr Romi mendekati puncaknya dia mulai bergerak cepat. Penis itu bergerak lancar di liang Santi, yang telah sangat berlendir itu. Dr Romi semakin terengah engah dalam kenikmatannya. Santi mengigit bibirnya, walau merasa nikmat, Santi tak sepenuhnya menikmati penis itu.

Akhirnya sprema Dr Romi membasahi vaginanya. Dr Romi berhasil mencapai puncaknya.

Mereka berdua pun segera membersihkan dirinya. Lalu berpakaian kembali. “Santi, gua orang kedua yang n-*-e-*-t-*-t sama elo yach “tanya Dr Romi. “ehm, orang ketiga, gua di paksa si Bram, sama si Dodi “jawab Santi. Dr romi mangut mangut. “”lalu rencana elo apa selanjutnya ? “tanya Dr Romi. Santi menggeleng “enggak tahu juga “.

“kenapa loe gak tuntut, mereka “tanyanya. “gak mau, entar gua jadi berita, makin malu aja, lagian dia orang anak orang kaya “jawabnya. Dr Romi hanya diam “eh Santi, nih buat elo..” kata Dr Romi, dan memberinya uang sebanyak satu juta rupiah.

Santi menerima uang itu dengan gembira. “Romi, terima kasih yah..”.

“Kalau elo perlu uang, elo boleh kemari “kata Dr Romi lagi. “yah, terima kasih yah “jawab Santi. Santi pun pamit. Dr Romi pun mengantarnya sampai depan pintu rumahnya.

Santi pun terus berjalan, mencari kendaraan roda tiga, untuk pulang kerumahnya.

Santi berpikir, enak juga yah, dapet duit, dapet kenikmatan. Benar kata Gina pikirnya.

Seumur hidup baru kali ini dia punya uang satu juta.

Yah, karena uang satu juta itu, akan membuat Santi, terperosok lebih dalam lagi, masuk ke lembah hitam, dunia prostitusi.

>>>

“Gina, nih gua bayar utang gua “kata Santi sambil memberikan Gina uang dua ratus ribu rupiah. Santi mengembalikan pinjamannya pada Gina. “lunas yah “katanya. “eh elo dapet duit dari mana nih.? “tanya Gina. “he he he, dari mana lagi, jual m-*-m-*-k lah “jawab Santi. Gina melongo. “loe serius San ?. Santi tersenyum, dan mengangguk.

Jam 9.10 pagi itu Hp butut Santi berbunyi, “halo “jawab Santi. “Santi, entar pulang sekolah bisa ke rumah gua yah, ada yang mau kenalan sama elo “kata Dr Romi. “ha, siapa..” tanya Santi. “yah elo kemari dulu dah…” jawab Romi, membuat Santi penasaran. “oke deh, entar gua ke sana yah..” kata Santi. Hari itu Santi juga tak berkonsentrasi dalam pelajarannya. Gurunya sempat menegurnya, tapi tampaknya Santi cuek saja.

>>>

“San, ada yang mau main sama elo, orangnya tajir, elo mau gak ? “tanya Dr Romi. Setelah Santi berada di rumah Dr Romi, sepulang dari sekolahnya. “siapa orangnya ? “tanya Santi penasaran. “teman gua, orangnya baik koq “terang Dr Romi. “mana orangnya “tanya Santi. “entar lagi dateng “jawab Dr Romi.

Santi menatap Dr Romi “koq enggak elo aja sih yang ajak gua main “tanya Santi.

“elo gak bosen main sama gua terus ? “Dr Romi balik tanya. Santi mengeleng.

“San, gua mau lihat celana dalam eloe “kata Dr Romi. Santi tersenyum, lalu dia mengangkat rok abu abunya, dan memperlihatkan celana dalam kremnya. Tangan Dr Romi segera meraba selangkangan celana dalam Santi.

Santi mundur selangkah “ah, jangan entar gua jadi nafsu, elo kan gak mau main sama gua “katanya protes. “gua bukan gak mau main sama elo, tapi teman gua minta, gua cariin cewek buat dia..” terang Dr Romi. Tiba tiba Dr Romi memeluk Santi, dan menciumi bibirnya, tangan Dr Romi juga meraba raba selangkangan celana dalamnya. Tentu saja, semua perlakuan ini, membuat birahi Santi naik.

Tiba tiba, terdengar ketukan di pintu ruang prateknya. Dr Romi melepas pelukkannya, dan membuka pintu kamar prakteknya. “Jo, sini masuk, kenalin nih, Santi “sapa Dr Romi. Johan, menatap tubuh sexy Santi, sambil mengulurkan tangannya “Johan “katanya sambil tersenyum manis. Santi pun menyambut uluran tangan itu “Santi “, sambil menatap Johan, yang berumur, 32 tahun itu. Mereka pun berbincang bincang.

Johan menatap Dr romi, matanya mengedip sebelah, memberi tanda. Dr Romi pun berbisik di telinga Santi “san, gimana, mau gak ke hotel sama Johan..” tanya Dr Romi.

Santi tersenyum, dan mencubit lengan Dr Romi. Yah itu kata lain dari mau. Akhirnya Johan menjadi customer Santi yang kedua.

“Jo, tolong yah, mainnya yang halus yah, dia pacar gua nih “kata Dr Romi. Santi pun mencubit genit lengan Dr Romi lagi. “Jangan takut, gua pria lembut koq “kata Johan, sambil membimbing Santi memasuki mobilnya.

Mobil itu berjalan, membawa Santi dan Johan, menuju sebuah motel. Di mobil mereka pun berbincang bincang. Berbicara seputar soal sex. Dan Santi pun tanggap menjawab pertanyaan Johan. Mereka cepat menjadi akrab. Terlihat sesekali Johan mencium pipi Santi, juga meraba raba paha Santi. Akhinrya mobil itu tiba di motel tujuan Johan.

Mobil bergerak, memasuki motel, setelah, bell boy, menutup pintu rolling door, dan mereka pun masuk ke motel itu.

Mereka berpelukan,ciuman. Santi pun bisa mengimbangi ciuman ciuman Johan, walau johan tak seganteng Dr Romi, tapi Santi menikmati ciuman Johan. Tampak tangan Johan pun meremas remas pantat Santi. Lidah Johan juga menjilati leher Santi, yang membuat tubuhnya mengelinjang, geli dan nikmat.

Johan mengambil tempat di Sofa, membuka celananya, dan penis besarnya mencuat keluar dari kolornya. Dia meminta Santi Jongkok. untuk mengulum penisnya. “ah, saya gak bisa itu..” protes Santi. “ah.. gak apa, ayo coba saja.. jilat dulu..” rayu Johan. Santi hanya diam menatap Johan.

“ayo, sayang.. nanti gua tambahin tip buat elo.. ayo jilat saja..” rayu Johan lagi.

Santi pun terpaksa melakukannya, padahal dia tidak suka. Perlahan lidahnya menjulur, menjilati batang penis Johan. “oh, yah gua suka lidah eloe, terus jilat “erang Johan. Santi pun menjilati terus batang penis Johan.

Kadang, Santi memakai tanganya, mencoba mengocok batang penis Johan. Tapi Johan menolak “jangan pakai tangan sayang, pakai mulut eloe “. Santi pun menurut, lalu mulai lagi menjilati batang penis Johan. “Kulum, sayang, elo gak suka sama k-*-*-t-*-l gua yah “kata Johan. Santi pun berusaha tak mengecewakan pelanggannya. Santi pun membuka mulut mengulum penis Johan, yang semakin tegang.

Sambil memegang kepala Santi Johan juga menggerakkan penisnya keluar masuk mulut Santi. Johan mengerang, kenikmatan. Cukup lama waktu yang di perlukan hingga penisnya memuntahkan isinya. Santi terbatuk, dan menumpahkan sperma Johan. “Johan hanya tersenyum, melihat Santi.

Setelah beberapa saat, Johan berkata “San, ayo dong buka baju eloe “. Santi pun mulai membuka baju dan roknya. Santi masih berdiri di depan Johan. “loh koq….buka bh sama celana elo dong..” kata Johan Lagi. Santi pun semakin tak menyukai gaya main Johan. Tapi apa boleh buat. Dia melepas Bra dan celana dalamnya.

Johan menatap nafsu tubuh perek ABG itu, “San, sini dong duduk sini “katanya. Santi pun menurut duduk di samping Johan. Johan melumat bibir Santi, dan tangannya meraba raba, buah dada Santi. Santi mengerang, rabaannya agak kasar, tapi dia harus menerimanya. Puas dengan buah dadanya, tangan Johan berpindah, sekarang selangkangan Santi, di raba rabanya.

Jari Johan tiba tiba masuk dalam liang vaginanya. “ahhh… sakit.. pelan pelan “erangnya. Johan hanya tersenyum., tapi jari itu tetap berada di liangnya, merasakan hangat liang vagina ABG itu. Jari itu perlahan bergerak keluar masuk. Santi pun mengerang, perlahan nafsunya bangkit. Jari Johan bekerja giat di liang vaginanya, sementara Johan melumat bibir Santi dengan nafsu.

Liang vagina Santi menjadi basah, memudahkan jari Johan bergerak dengan lancar. Santi mengerang nikmat. Johan menghentikan gerakan jarinya, dia membimbing Santi ke ranjang. Santi terbaring tengkurap, dengan kakinya di buka lebar oleh Johan.

“ahhhggg…. “erang Santi ketika liang Vagina terisi penis besar Johan. Johan menggerakan Batang penis keluar masuk liang vagina Santi. Santi memejamkan mata, tangannya mencengkram bantal, kepala penis Johan bergerak liar di liang vaginanya.

“ahhh.. pelan pelan.. ahhh… “erang Santi.

Penis Johan terus bergerak keluar masuk, Johan tampaknya sangat bernafsu main dengan gadis muda ini. Dia bertahan cukup lama. Sedang Santi tak sepenuhnya bisa menikmati permainan Johan. Dia hanya pasrah, dan berharap Johan segera ejakulai. Tapi Johan cukup bertahan. Penisnya terus mengobok obok liang vagina ABG itu. Sambil terus mengerang kenikmatan.

Akhirnya, setelah hampir setengah jam, Johan menikmati tubuh Santi, penisnya terasa segera akan muntah. Johan mempercepat gerakan tubuhnya. Santi semakin mengerang. “ahhh, aghhh ahhhhh….”. Penis Johan tertanam dalam dalam, lalu penis itu menumpahkan spermanya. Santi merakan panasnya cairan Johan dalam tubuhnya. Johan terkulai lemas. Begitu juga dengan Santi, yang merasakan lelah melayani Johan.

Setelah berbaring sesaat, Santi masuk dalam kamar mandi.. Santi terangsang, tapi tak bisa sampai pada puncaknya. Ada kekecewaan di hati Santi. Tangan meraba vaginanya, dengan sisa sisa sperma Johan, Santi menstimulasi sendiri Klitorisnya. Dia mengerang pelan, merasakan nikmat di klitorisnya.

Santi terus merangsang dirinya sendiri, mencari kepuasan. Akhirnya Tubuhnya mengejang, dan Santi orgasme, karena bermasturbasi. Setelah itu dia membasuh vaginanya. Lalu berpakaian kembali, dan keluar. Santi duduk di Sofa.

Johan pun mengantar Santi pulang setelah membayar tubuhnya. Santi menerima se jumlah uang dari Johan, sambil mengucapkan terima kasih.

Malam itu di rumahnya, Santi berada di meja belajarnya. Menghitung uang yang diperolehnya, dari hasil menjajakan dirinya, selama beberapa hari terakhir ini. Sambil tersenyum, dia berkata dalam hati, “aku bisa beli apa yang aku mau, tak perlu lagi mengharapkan ayah tiriku itu “

Santi telah merubah jalan hidupnya…

Santi si Kupu kupu Malam
Santi gadis cantik, yang masih duduk di bangku SMU, telah di rengut keperawannya secara paksa. Santi takut kalau dirinya akan hamil, dia pun mendatangi Gina, teman sekolahnya yang memang menjajakan tubuhnya pada om om berkantong tebal. Santi pun jatuh kedalam dunia hitam pelacuran. Beragam tipe manusia, akan di hadapinya, dengan gaya permainan yang beragam pula ….

“bagaimana Di, udah depet, cobain cewek eloe “tanya Bram kakak Dodi, yang sedang nonton televisi di kamarnya. Dodi mengeleng “belom, dia engak mau, gua baru cium cium aja “jawab Dodi sambil mesem mesem. “bego loe, dapet cewek cantik gak di pake, emang eloe gak nafsu sama dia ? “. “nafsu sih, tapi dia nolak terus “jawab Dodi. “udeh, gini aja, eloe bawa diia kemari, kita kerjain aja “usul Bram.
“kerjain ?, kerjain gimana “tanya Dodi, menatap kakaknya dan melewati acara televisi itu. Bram menjelaskan secara rinci rencananya pada Dodi. “wah, gua coba deh besok, tapi gua gak janji loh, kalau dia nolak bagaimana ? “tanya Dodi. “usaha dong, usaha, eloe rayu dikit…” kata kakaknya. Dodi menganguk anguk saja, dan matanya kembali menonton tanyangan layar kaca.
>>>

Gadis cantik itu, berjalan cepat keluar dari gedung sekolahnya. Dia berhenti di depan jalan raya, kepalanya bergoyang ke kiri dan kekanan, mencari sesuatu. Dia menemukan sedan merah milik Dodi. Dia menghampirinya dan masuk ke mobil itu. “hai, Santi sayang.. “kata Dodi menyapa gadis itu. Santi tersenyum.

Mobil warna merah itu bergerak, membawa sepasang anak SMU di dalamnya. “Dodi, kenapa kamu mau ajak aku rumah kamu “tanya Santi. “kakakku si Bram, berulang tahun, tidak di pestain, jadi aku membawa kamu ke rumah, yah hitung hitung buat menghibur dia “jawab Dodi. Santi tersenyum “oh jadi si Bram ultah yah “ujarnya.

Yah, Santi memang kenal dengan Bram sebelumnya. Awal pertama mereka bertemu di sebuah mall. Saat itu Bram mencoba mengoda Santi. Dan berhasil berkenalan dengan Santi. Tapi karena Bram sudah kuliah, sedang Dodi masih SMU setingkat Santi, akhirnya Dodi yang lebih mendekati Santi. Bram memang terkenal rusak, dia buaya. Dia berusaha mendidik adiknya mengikuti jejaknya.
>>>
“hebat “ujar Bram dalam hati, ketika melihat Dodi berhasil membawa Santi masuk ke dalam rumahnya. Santi tersenyum melihat Bram “selamat ulang tahun yah “. “oh terima kasih, sorry loh, gak ada pesta, apa apa “jawab Bram.
Mereka akhirnya duduk di sofa ruang tamu rumah itu. Kemudian Bram memulai pembicaraan..dan mulai bertambah akrab dengan Santi.
Mereka berbicara tentang, sekolahnya, temannya, hobinya dan sebagainya. Bram memang ahli, dia tak pernah ke habisan kata kata. Tampaknya Bram yang banyak bicara dari pada Dodi. “Dodi, ambilkan minuman dong, masa tamu secantik Santi, di biarkan ke hausan sih “perintah Dodi, sambil memberi kode kedipan mata.

Tak lama Dodi, telah kembali dengan tiga gelas sirop. Dia meletakan di Meja. “ayo di munum San “ujar Dodi. “terima kasih “jawab Santi sambil meraih gelas yang berisi Sirop, yang telah di oplos dengan obat perangsang yang keras. Obat perangsang itu, tak berbau dan tak berasa, tapi efeknya sangat kuat.
“eh sebentar yah, San saya mau ke WC nih, sakit perut “kata Dodi. Lalu meninggalkan Santi dengan kakaknya. Dodi melakukan sesuai rencana Bram. Ini akan memberi kesempatan Bram untuk bisa lebih mudah merayu Santi. Apalagi dengan bantuan obat perangsang yang berefek kuat itu.
“San, kamu itu cantik sekali yah, rambut kamu sepertinya halus sekali “rayu Bram, yang membuat Santi tersipu. “ih, Bram, kamu bisa aja..” kata Santi malu malu.
“ih, benar koq, gak bohong, sumpah “kata Bram, sambil meminta Santi meminum sirop itu lagi. Dan lagi lagi Santi mengangkat gelas itu, meminum sirop itu, tanpa curiga.
Obat perangsang itu sepertinya mulai bereaksi. Santi tampak gelisah. Dia duduk dengan tidak nyaman. Tapi Bram terus merayu dia, dengan cara memuji muji kecantikan dan ke indahan tubuhnya. 
“Santi, kata Dodi, kalian pernah berciuman yah “tanya Bram. “eh, iyah … “jawab Santi dengan malu malu.
“wah, si Bram beruntung yah, bisa mencium cewek secantik kamu “ujar Bram, yang makin membuat Santi terlena. “ah, Bram kamu bisa aja, eh kamu lebih baik yah dari si Dodi “kata Santi. Bram tersenyum “boleh gak, aku mencium kamu “kata Bram.
Santi, sepertinya terkejut, dia menatap Bram. “boleh gak sayang, itung itung hadiah ultah saya “kata Bram.

Dorongan obat perangsang itu begitu kuat, membuat syaraf syaraf di otak Santi tak bisa berpikir jernih. Libidonya meningkat, tak terkontrol. Santi mengangguk, sambil memejamkan matanya. Tanpa membuang waktu Bram mulai mencium bibir mungilnya. Melumatnya memasukan lidahnya ke dalam mulut Santi. Matanya terpejam., Bram terus memainkan lidahnya di dalam mulut Santi. mengelitik langit langitnya.

Detak jantung Santi meningkat, Bram tahu dia mulai terangsang. Bram mulai meraba dadanya, dia merintih.”jangan Bram” Santi berkata lirih. Bram menjilat lehernya,”sayang, kamu jangan munafik, aku yakin m-*-m-*-k mu sudah basah.”
Bram tersenyum, dia meledek Santi dengan sinis.”m-*-m-*-k mu basah kan, ayo jawab jangan muna ’”kata Bram sambil meraba raba dadanya

Muka Santi memerah, dia menatap Bram dengan lirih. Santi diam, tak berkata kata. Bram tersenyum, Santi sudah sepenuhnya berada di bawah kendalinya.
Kembali Bram menciumi bibir Santi lagi. Santi pun membalasnya dengan penuh nafsu Dengan cepat Bram melepas kancing bajunya satu per satu. Santi sama sekali tak bisa menolak. Bajunya telah terbuka buka,dia memaki bra pink. Tangan Bram cekatan melepas bra pink itu. Kini matanya bebas menatap buah dada, ABG, SMU itu.

Buah dada yang sedang dalam masa pertumbuhan itu tak luput dari sentuhannya. Tubuh Santi gemetar, baru kali ini buah dadanya di sentuh tangan pria. Putingnya yang kecil ke merahan juga di mainkan dengan liar oleh jari Bram. Santi mendesah
“ahh.. geli Bram … “erang Santi. “geli tapi enak yah “seloroh Bram.
Lidah Bram pun menjulur, menjilat putting susu Santi yang tampak menonjol keluar. Santi sudah sepenuhnya di kuasai birahi. Bram dengan rakus melumat, menyedot buah dada Santi. Membuat Santi semakin birahi. Suara erangan nikmat Santi terdengar, menambah gairah Bram.
Puas dengan buah dadanya Bram pun melepas rok abu abunya, pangkal pahanya masih terbalut celana dalam pink. Tangan Bram dengan lembut meraba raba paha putih mulus Santi, Santi tak lagi berkuasa atas tubuh nya.

Kedua kakinya di buka lebar Bram, Bram dapat jelas melihat bercak basah, cairan nikmat yang merembes dari vagina perawan Santi. “sayang, saya akan buat kamu terbang..” ujar Bram di telinga Santi, lalu menjilati daun telinga Santi, sehingga membuatnya terangsang geli.

Satu sentuhan dengan tekanan, tepat di selangkangan celana dalam pink milik Santi. Suara erangan birahi keluar dari mulut ABG itu. “ahh, Bram.. ahhh “. Lidah Bram terus aktif menyapu, putting susu  Santi, buah dadanya tanpak mengeras karena
nafsu. Di sertai getaran getaran jari Bram di atas selangkangan celana dalamnya, membuat tubuh Santi bergejolak.

“ohh.. ahhh.. sudah Bram aku mau pipis..” erang Santi ketika jarinya bergerak cepat di selangkangan celana dalamnya. Bram tidak berhenti, jari itu bergetar semakin liar, Putting susunya juga di jilat cepat. Tubuh Santi mengejang, Santi menjerit histeris, pantat indahnya terangkat, mengejang lalu jatuh terduduk kembali.

Rasa nikmat yang baru pertama kali di rasakannya. Nafasnya masih memburu, di sertai degup jantungnya yang cepat. Bram pun menciumi bibir indah Santi “bagaimana sayang, kamu merasa nikmat..” tanyanya. Santi tak bisa menjawab pertanyaan itu, dia hanya diam pasrah.
Tangan Bram lalu melepas celana dalam pink Santi yang telah basah itu. Bram melihat bukit kemaluan Santi dengan bulu bulu tispis. Dengan dua jarinya, bibir tebal vaginanya di kuak lebar oleh Bram. Santi mengerang. Lidah Bram menjulur, menjilati klitorisnya. Lagi lagi Santi mengerang nikmat.
Jilatan lidah Bram di klitorisnya terus membangkitkan nafsu birahi Santi sebentar saja, Gadis itu telah kembali birahi. Santi terus mengerang kenikmatan. Pengaruh obat perangsang itu begitu kuat. Lendir vagina Santi mengalir terus. Dan tubuhnya kembali menegang. “ahh… enak… ahhh ahhh..enak..” erangnya.

Lidah Bram terus bergerak menyapu klitoris, dan membawa Santi kembali mengejang kerena orgasme. Tubuhnya kembali lemas.
Saat itu Dodi sudah berdiri, dan melihat tubuh bugil Santi terduduk lemas di atas Sofa. Santi yang melihat Dodi tiba tiba, berusaha menutupi bagian tubuhnya yang terbuka dengan roknya. Tapi Bram menarik rok itu. “Dodi buka celana eloe “perintah kakaknya. Dodi pun melakukan apa yang di suruh kakaknya.

Penis Dodi telah tegang. Dodi mendekati Santi. “San, jilatin k-*-*-t-*-l nya. Santi menolak “tidak, aku tidak bisa “. “ayo di coba, nanti aku jilati lagi m-*-m-*-k eloe “rayu Bram. Tapi Santi tetap menolak. Bram hanya tersenyum.
Tiba tiba, Bram mengangkat tubuh Santi, dan memangkunya. Tubuh Santi terasa lemah, dia tak banyak melawan. Dan kedua kakinya di buka lebar oleh Bram. “Dodi, sekarang eleo bisa e-*-t-*-t-in Santi “kata Bram sambil tertawa. Santi meronta dalam pangkuan Bram, tapi dia seperti kehilangan tenaga. “jangan.. tolong jangan…” ibanya

Dodi semakin mendekat tubuh muda itu, Dodi menatap, wajah cantik Santi, dan kepala penisnya sudah menempel di bibir vaginanya. Santi memejamkan matanya, dan dia bersuara lemah “tolong.. jangan, jangan Dodi… “ibanya. Penis Dodi perlahan mendesak masuk, membuka belahan vagina Santi. Santi meringis, Penis itu bergerak masuk lebih dalam. “ahhh.. sakit.. tolong hentikan..” erang Santi, ketika penis Dodi, telah masuk seluruhnya dalam liang Santi.

Dodi pun menikmati, jepitan erat vagina Santi. Dia mulai mengoyang, menarik keluar batang penisnya, dan mendorong masuk kembali dengan cepat. Santi mengerang, setiap kali penis Dodi, menusuk liang vaginanya. Dari belakang, tubuh Santi di peluk erat oleh Bram, yang meremas remas buah dada muda itu.

Gerakan Dodi pun makin lama semakin liar. Penisnya terus bergerak keluar masuk, membuat Santi terus menerus, mengerang ke sakitan. Dodi tak peduli yang di rasakan hanya nikmat tubuh muda Santi. Penisnya terus bergerak keluar masuk. Gerakkan Dodi semakin cepat, menghentak hentak keras, dan tiba tiba menekan habis batang penisnya dalam liang vagina Santi. Dia Diam.
Saat itu, Santi merasakan cairaan hangat sprema Dodi, telah memenuhi vaginanya. Perlahan Dodi, mencabut batang penisnya, dan sebagian dari spremanya keluar dari liang vagina Sani, berserta darah perawan Santi.

Bram, melepaskan pelukkan-nya. Dan membiarkan Santi terkulai lemas di atas Sofa. Bram sambil tersenyum membuka kancing celana blue jean belelnya, perlahan resleting celana itu di turunkan, Bram melepas celananya, penisnya yang lebih besar dari Dodi, telah tegak mengacung.
Tangan Bram, menarik tubuh Santi, sehingga kembali terduduk. Bram menyodorkan penis itu tepat di depan mulut Santi. “kulum k-*-*-t-*-l gua “pintanya pada Santi. Santi membuang muka “aku gak bisa…” katanya. Jari Bram, menyentuh vagina Santi, satu jarinya menerobos masuk, liang vaginanya. Santi mengerang “ahh perih..”.

“ayo, sayang.. coba jilat.. “pinta Bram, terus mendesak kepala penisnya ke wajah Santi. Santi meronta. Dan tiba tiba, dua jari Bram mendesak masuk ke liang vagina Santi. “ahhh … sakit…. jangan… “erangnya. “kalau gitu, eleo jilat dan kulum k-*-*-t-*-l gua, kalau gak tiga jari gua masuk ke lobang m-*-m-*-k eleo “ancam Bram.

“jangan jangan.. saya jilat..” kata Santi, lalu menjulurkan lidahnya menjilati ujung penis Bram. “ohh.. enak juga lidah eleo sayang..” erang Santi. Santi tak berani berhenti, perlahan Bram mulai menekan masuk penisnya ke mulut Santi. Santi meronta, tapi tangan Bram memegang erat kepalanya. Dengan terus mendorong dorong batang penisnya di mulut Santi.
Sekarang Santi tak bisa lagi menolak, penis itu mulai bergerak cepat di dalam mulutnya, maju mundur dengan cepat, disertai dengusan nafas Bram yang penuh dengan nasfu.

Dodi pun tak ketinggalan, dia duduk di sebelah Santi, dan memainkan buah dada, Santi, meremasnya, menjilatnya, dengan penuh nafsu.
Setelah penis itu cukup lama bergerak, dalam mulut Santi, sekarang Bram mengarahkan penisnya ke liang vagina Santi. “jangan.. sudah… jangan tolong..” Santi mengiba iba. Tapi Bram tak peduli, penisnya terus mendekat ke liang vagina Santi. “ahhh.. sakit… jangan… sudah.. “rintih Santi. Penis Bram sudah menancap di liang vagian Santi.

Penis Dodi pun sudah kembali tegang, dan kini Dodi berusaha, memasukan penis itu di mulut Santi.
Santi meronta, tapi Bram meremas buah dadanya keras, “sakittt.. ahhh … sakit..”.erangan Santi terdengar keras. “buka mulut eloe, isep k-*-*-t-*-l Dodi, cepat.. “bentak Bram. Mau tak mau Santi membuka mulutnya menerima penis Dodi.

Akhirnya tubuh Santi harus menerima penis kakak beradik itu. Satu mengaduk aduk vaginanya, satu menyodok nyodok mulutnya. Gerakkan penis Bram kasar, bergerak cepat di liang vagina milik Santi. Santi tak hentinya mengerang kesakitan. Penis itu bergerak cepat, rasa perih dan panas melanda vaginanya.

Gerakan penis itu semakin cepat, sampai akhirnya memuntahkan spermanya di liang vagina Santi. Sedang satu penis lagi masih bergerak cepat di mulutnya, siap menembakkan spermanya. “ahhh.. gua udah mau keluar… “erang Dodi. Tubuh Dodi mengejang. Dan sperma itu tertampung di mulut Santi.
Perlahan Dodi menarik penisnya keluar dari mulutnya, Santi berusaha memuntahkan sperma itu, dari mulutnya. Dan kedua kakak beradik tertawa melihat Santi.

Dengan tubuh yang lemah, Santi berusaha memakai pakaiannya, Perlahan dia memakai celana dalamnya, roknya, dan bajunya. “loh, koq sudah pakai baju, emang eloe sudah puas, sayang..” seloroh Bram. “saya, mau pulang..” pintanya.
Santi berusaha berdiri, lalu berjalan, dia berjalan sempoyongan. Tapi Bram, menarik tanganya, dan membawanya ke kamar. Santi meronta, tapi tenaganya lemah sekali. Dan Bram mendorong, tubuh lemah Santi hingga terbaring di kasur ranjangnya.

Bram kembali menindih tubuh Santi. Membuka bajunya, dan melumat buah dadanya dengan nafsu.
“tolong… sudah, saya sakit… jangan.. tolong..” erangnya. Bram tersenyum, penisnya tampak sudah tegang lagi. Bram bermain cepat, rok santi di singkapnya ke atas, dan celana dalamnya di singkap ke samping. Penis besarnya langsung melesak masuk ke vaginanya yang terlihat memar kemerahan. Santi kembali menjerit dan terdengar keras.

Vaginanya di paksa menerima penis Bram. Bram pun kembali memperkosa dengan penuh nafsu, dan goyangannya semakin kasar. Santi terus mengerang kesakitan. Tangan Bram pun meremas remas buah dada Santi. Dan tubuh Santi terus di dera rasa sakit.Erangan Santi semakin terdengar lemah.
Penis Bram masih terus mengaduk aduk vagina Santi yang terluka. Sampai penis itu terpuaskan. Bram melepas seluruh hawa nafsunya. Vaginanya kembali di penuhi sperma Bram.
“Dodi, eloe masih mau..” tanya kakaknya. Dodi mengeleng. “kalau gitu, kita antar dia pulang oke “kata Bram. Bram bersiap kembali, memakai pakaiannya kembali. Lalu membawa tubuh Santi yang setengah pingsan itu, ke dalam mobilnya.

Mobil berjalan, kencang, dan berhenti tepat di depan sekolah Santi. Suasana tampak sepi, Tak ada seorang pun terlihat disana. Mereka pun melepaskan Santi di sana.
Dan tubuh lemah Santi pun jatuh terduduk di pinggir jalan, depan sekolahnya.
Mobil Dodi segeara meluncur cepat, meninggalkan tubuh lemah Santi begitu saja.
Dengan sisa tenaganya Santi berjalan tertatih tatih masuk kegedung sekolahnya. Dia berjalan ke belakang, di mana di situ ada gudang. Santi masuk kegudang itu. Dia duduk di sebuah kursi tua.
Dari dalam tas sekolahnya dia melihat ke layar HP,nya sudah jam 1.00 malam. Untuk pulang ke rumah dia tidak berani. Santi berusaha tenang, walau seluruh tubuhnya terasa sakit. Tulang tulangnya seperti lepas.

Tanpa terasa, Santi mulai terlelap karena lelah. Suara anak anak SMU, yang baru tiba di sekolah itu, membangunkan Santi. Santi kembali melihat layar Hpnya lagi. Waktu sudah menunjukkan puluk 6.50 pagi. Santi diam, menunggu, dia menunggu bel tanda masuk berbunyi.
Tepat pukul 7.00 bel berbunyi. Santi masih diam. Setelah lewat beberapa saat, dan yakin seluruh murid sudah masuk kelas.
Santi memberanikan diri keluar dari gudang itu. Walau rasa nyeri masih mendera vaginanya. Dia berusaha berjalan dengan cepat, hingga keluar dari gedung sekolahnya dan langsung menuju ke rumahnya dengan mengunakan jasa kendaraan umum.
>>>

Setibanya di rumah, Santi berjalan mengendap endap, memasuki rumahnya. Dia berjalan terus dan masuk ke kamarnya. Berhasil, yah.. Santi telah tiba di kamarnya.
Tiba tiba suara ibunya memanggilnya “Santi.. dari mana saja kamu ? “. “eh anu, Santi belajar di rumah teman bu..” jawabnya.
“kamu, jangan bohong sama ibu yah.., kalau ayah kamu tahu kamu bisa di pukul tahu.” hardik ibunya. “ayah, ayah saya sudah meninggal bu, suami ibu bukan ayah saya..” kata Santi dengan nada tinggi. “Santi apa apaan kamu bicara seperti itu, walau dia ayah tiri kamu, tapi dia yang biayain hidup kita, apa kamu mau jadi gelandangan, jadi pelacur di jalanan..” bentak ibunya, Santi menatap wajah merah ibunya, “jadi pelacur, mungkin bu, kalau ibu mengharapakan Santi jadi pelacur …” kata Santi.
“kurang ajar “kata ibunya…PLAAKK!! Satu tamparan ibunya mendarat di pipinya. Santi terjatuh dan berbaring di ranjang. Sambil menutup mukanya dengan bantal, gadis SMU ini menangis. Ibunya yang masih emosi, pun tak bisa berbuat apa apa, ada rasa sesal di hati ibunya, telah menampar buah hatinya sendiri. Dia memilih untuk tidak berkonfrontasi lebih lanjut dengan putrinya, lalu keluar dari kamar Santi.

Santi terlelap, saat dia bangun, saat waktu telah sore, Santi bergegas ke kamar mandi, dia membuka pakaiannya, dan di selangkangan celana dalamnya dia melihat bercak bercak, darah yang telah mengering. Air mata Santi meleleh. Dalam hati Santi memaki maki kakak beradik yang telah menghancurkan hidupnya ini.
Santi menyiram tubuhnya dengan air dingin, dia mandi sebersih bersih, membasuh vaginanya, yang masih terasa sakit dan pedih. Kemudian setelah selesai membersihkan tubuhnya, dan mengenakan baju tidurnya, dia kembali ke kamarnya.
Santi, duduk di depan meja belajarnya, pikirannya mumet. Bagaimana kalau saya hamil ?. apa yang harus saya lakukan ?

Tiba tiba ayah tirinya. seorang pria berumur 50 tahunan, berbadan tegap itu, masuk ke kamar Santi. Seperti biasa, Santi tampak acuh dengan ayah tirinya. “Santi, kamu tidak boleh begitu dengan ibu kamu, kalau kamu ada masalah, coba bicarakan sama ayah, ayah pasti bantu kamu, sayang” kata ayah tiri Santi, sambil membelai belai rambut Santi.
Santi menatap wajah ayahnya. Mata Santi jelas melihat mata ayahnya nanar, menatap belahan dadanya dari lobang leher kaos t-shirt yang di gunakannya. Dasar buaya, maki Santi dalam hati, sambil berdiri. “Santi tidak ada masalah, kemarin, saya kemalaman belajar di rumah teman, jadi tak berani pulang “ujar Santi.
“oh, kalau begitu, tak apa apa, baiklah..” kata ayah tirinya. Santi hanya diam menatap ayahnya. “oh yah, lain kali, kalau mau nginap, telpon dulu, biar ibumu gak kawatir.” Kata ayahnya lagi. “baik ayah “kata Santi. Dan ayahnya pun keluar dari kamar tidur Santi.

Santi masih merasakan sakit di vaginanya, dan masih terasa pedih. Dia berjalan keluar kamar, mengambil es batu dari lemari es, dan kembali masuk ke kamarnya. Dia mengunci pintu kamar tidurnya. Lalu berbaring di atas ranjangnya, dan membuka celana dalamnya. Santi teringat es batu bisa menghilangkan rasa sakit.

Santi membuka lebar kakinya dan di tempelkan es batu tsb ke vaginanya. Pertama rasa dingin itu membuat vaginanya terasa pedih, namun semakin lama rasa pedihnya hilang. Santi terus melakukan itu, untuk mengurangi rasa sakit di vaginanya.
Sampai akhirnya Santi terlelap. Dan tertidur dalam mimpinya. Rasa senang, nafsu, takut, marah dan sedih, tertuang dalam mimpinya.
>>>>>>>>…..

“ha.. Bram, bagaimana kamu bisa kemari “kata Santi yang tiba tiba melihat Bram ada di kamarnya. Bram hanya tersenyum, lalu dia menjilati vagina santi yang terbuka. Santi ingin menjerit, tapi suara tak ada yang keluar. Lidah Bram terus mengaduk aduk vaginanya, membuat Santi menjadi birahi.
Lidah itu demikan lembut menstimulasi klitorisnya, sehingga Santi mengejang dan orgasme. Tubuh Bram kemudian berada di atas tubuhnya, dengan penis besarnya telah berada dalam tubuhnya. Santi merasakan nikmat sekali, atas apa yang di lakukan Bram

Santi dengan mata terpejam,mengejang, tubuhnya bergoyang, menerima perlakuan Bram.
“dasar, pelacur murahan “terdengan suara ibunya. Santi membuka matanya, terlihat ibu dan ayah tirinya. Ditangan ayah tirinya terdapat sebatang rotan. “pak, pukul dia, anak kurang ajar..” hardik ibunya. Ayah tirinya segera mengayunkan rotan di tangannya. Santi menjerit, melengking ke sakitan.
>>>>>>…

Dia terbangun dari tidurnya, dengan peluh membasahi tubuhnya.
>>>
Santi terduduk di ranjang, matanya melirik jam weker yang ada di meja belajarnya. 5.30 pagi. Santi berjalan ke kamar mandi. dia baru teringat, dia tidur tak memakai celana dalam, dia berjongkok, hendak buang air. Ketika tanganya menyentuh vaginanya, terasa lendir membasahi vaginanya, Santi pun merasakan nikmat.

Jarinya bermain di vaginanya sendiri. Birahinya terangkat. Makin cepat jarinya memainkan klitorisnya, semakin nikmat pula yang dirasakannya.
Jari jarinya juga masuk ke liang vaginanya, terus dan terus. Santi terus bermasturbasi, sampai tubuhnya mengejang di kamar mandi itu.
Setelah itu dia mandi, dan kembali mengenakan seragam sekolahnya, putih abu abu.
Setelah selesai sarapan pagi, Santi meraih tas sekolahnya, dia berpamitan pada ibu dan ayah tirinya. Santi berjalan dengan langkah gontai ke sekolahnya. Dengan pikiran yang kacau balau.
Saya sudah tak perawan, aduh gimana nih, apa mesti lapor polisi, saya diperkosa, saya malu akan jadi berita di koran, aduh bagaimana kalau saya hamil. Kenapa saya bermasturbasi. Tapi ada kenikmatan disana. Segala macam pikiran, menghantuinya.
 Tapi Santi harus tegar dan berani menerima keadaan ini..