Kepala gadis itu terkulai lemah, tangannya terentang terikat di atas kepala dengan tambang rami ke arah langit-langit ruangan, pergelangan tangan gadis itu memar memerah dan tampak tergores dan rembesan darah membasahi pergelangan tangannya.
Posisinya berlutut di atas marmer, dengan lutut terbuka selebar bahu. Nampak genangan sperma tepat di bawah selangkangan sang gadis, sementara di pahanya nampak lelehan sperma yang mengering yang bersumber dari vagina dan anusnya yang memar dan menganga....

Sayup-sayup gadis itu mendengar suara sepatu yang menghampirinya dan samar dari mata yang tertutup lapisan sperma kering yang memenuhi wajahnya kini ia melihat sepasang high heel boot. Perlahan kepalanya mengangangkat ke arah tubuh yang berbalut gangster girl wardrobe, kepala gadis itu kembali terkulai, namun matanya berusaha menengadah ketika sosok itu berjongkok di hadapannya.

Ia merasa dagunya diangkat. Kini ia bisa, walau dengan samar, melihat sosok wanita di depannya.
'tolong....aku...' desis gadis itu dengan suara parau, tenggorokan dan kerongkongannya terasa panas, karena serbuan penis yang menginginkan deepthroath darinya.
Wanita di depannya memandangnya dengan mimik tertarik, dan dengan senyum iblis yang tak kentara ia berkata
'kamu kenapa sayang.... kenapa kondisimu seperti ini?', desah wanita itu dengan keprihatinan yang dibuat-buat....
Suara parau gadis itu kembli terdengar...
'mereka....memperkosaku...menyakitiku...menyiksaku...'
'siapa mereka sayangku...?'
'entah...entah...demi Tuhan... tolong aku... lepaskan aku...' suara parau itu bercampur dengan histeria....
'shhh...tenangkan dirimu.... kau tak mau mereka datang dan memperkosamu lagi kan?'
Peringatan wanita berambut pirang itu cukup dapat menenangkan gadis itu...
'ceritakan apa yang mereka lakukan padamu...'

Seperti bendungan yang jebol... tanpa menyadari kondisi tubuhnya yang masih berantakan, gadis itu menceritakan apa yang menimpanya...
'entah siapa mereka.... aku bahkan tak sempat mengenali mereka...mereka menyergapku dalam taxi yang aku tumpangi....'
gadis itu terisak, elusan di rambutnya yang kusut masai dan lengket oleh sperma menenangkannya...'mereka... mereka membawaku ke gedung ini....aku coba melawan.... namun mereka bertiga terlalu kuat buatku.....'
'mereka begitu kejam... mereka sama sekali tak memperdulikan diriku.... aku dianggap penampungan sperma.....'
kembali isak sang gadis mengisi hening ruangan itu.
'mereka menelanjangi aku, membakar pakaianku.....dan tanpa peduli memperkosaku....mereka melecehkan aku...menyamakan aku dengan pelacur bahkan merendahkan aku lebih dari pelacur... mereka buat aku bagai binatang....'

Wanita itu bergetar... kenangan masa lalunya kembali hadir......she knows....
'sakit sekali....' keluh gadis itu menghiba....
'mereka mengoyak-ngoyak vaginaku dengan penis-penis mereka, memaksaku menelan penis mereka....bau sekali bulu selangkangan mereka, masam.....dan mereka... mereka memaksaku menelan sperma mereka...'
mimik mual gadis itu nyata, terlebih menyadari perutnya terisi semprotan sperma yang berulang menyerbu lambungnya...
'dan anusku...mereka membuatku benar-benar bagai binatang.... mereka menyodomiku, lagi dan lagi dan lagi.... sakit sekali... dan mereka memaksaku membersihkan penis mereka....'
'aku....aku....aku makan kotoranku sendiri!'

ledakan tangis itu tak tertahan...
sang wanita berusaha tegar...walau getaran di tubuhnya makin jelas...memory yang mengerikan itu bersliweran....namun seketika itu ia mampu menghentikan sentimentil momment di pikirannya dan dengan sinisme yang tak dapat dideteksi gadis yang tersedu itu, sang wanita mampu membuat gadis itu kembali bercerita...

'dan mereka...mereka sepertinya tak ingin aku merasakan secuilpun kenikmatan... mereka menampari aku, mencambuki aku... meludahi aku..., bahkan mereka mengencingi aku....'
'oh...tolong aku... lepaskan aku....' kembali sang gadis berada dalam histeria....
'sakit sekali....perkosaan ini...hinaan ini....sakit sekali....'

Wanita itu berujar...
'perkosaan bukan untuk dinikmati sayang.... tak ada kenikmatan dalam tiap hujaman penis... perkosaan diciptakan untuk menyakiti....'
'aku tau...aku sakit... tolong.. lepaskan...lepaskan' gadis itu meronta, melupakan sakit di pergelangan tangannya yang makin tersayat....
'shhhh sayang....tenang....atau mereka akan kembali....'
'tolong aku.... selamatkan aku...' lirih sang gadis.....

Tangan wanita itu menelusuri leher jenjang sang gadis, turun ke dadanya yang memerah dan berisi jejak sabetan ikat pinggang... turun keperut hingga berada tepat di atas bibir vagina sang gadis yang masih saja mengeluarkan lelehan sperma....
Wanita itu berbicara bagai kepada dirinya sendiri....
'banyak sekali...bisa hamil...'

'tidak...ooh tidak... demi tuhan tidak.... aku tak mau... tolong keluarkan sperma ini dari dalam rahimku... aku tak mau hamil oleh mereka...' gadis itu panik menyadari fakta yang jelas...walau ini perkosaan, pembuahan tetap bisa terjadi... kembali gadis itu menatap penuh permohonan pada sang wanita....
'i'll do anything... just get this cursed seed off my body....'

Wanita itu tersenyum...
'kenapa? bukankan keindahan wanita dan keutuhan wanita bila bisa memberikan keturunan?'
'damn...' sergah sang gadis yang makin menjadi dalam kegalauannya....
'lebih baik aku mandul daripada hamil benih terkutuk ini, aku....'
'beware of what you're asking for....semuanya bisa terjadi...'

gadis itu menggolak....
'i'll do anything for you if you can make that happen.....'
mata sang wanita berkilat penuh kemenangan....
'oh you will sweetheart....you will...'

Lalu sang wanita melepaskan belenggu sang gadis, dan memapah tubuh lunglai itu menuju sebuah ruangan putih bersih, dengan sebuah meja periksa dokter kandungan.
wanita itu merebahkan tubuh lemah sang gadis, memposisikan penyangga lutut hingga kaki sang gadis mengangkan dan mengekspose vagina dan anus yang memar memerah dan menganga itu dengan bebasnya.
'ini untuk keselamatanmu sendiri' kata sang wanita sambil mengeratkan strap di paha, pergelangan tangan, pinggul dan di atas buah dada sang gadis yang nampak bertanya-taya namun terlalu lemah bahkan untuk menggeliat sekalipun.

Kemudian wanita itu menarik sebuah meja dorong dengan beberapa buah suntikan besar di atasnya, kemudian wanita itu mengambil sebuah suntikan, memandang sang gadis dan berkata...
'kamu benar-benar menginginkan ini?'
anggukan lemah sang gadis menjadi jawaban....
'siapa kamu....sebenarnya' desah sang gadis...
'aku Andrea, Andrea Lee....kamu mungkin tak kenal siapa aku...'
'aku....kenal...'
'shhhhh..'potong Andrea, 'tak usah bicara, aku tau siapa kamu Julie...., tapi kamu tak kenal aku....', lalu Andrea menyelipkan bantalan karet di gigi Julie hingga gadis itu tak lagi bisa bersuara.
Andrea meremas payudara kiri Julie, dan menyuntikkan cairan obat itu tepat melalui putingnya. Julie berjengit, dan membelalak ketika Andrea mengambil suntikan kedua dan meremas payudara kanannya...
Andrea meneruskan monolognya...
'aku tidak menolongmu sayang... aku justru akan menjadikanmu budakku....dan ucapanmu yang menyerahkan hidupmu dalam tanganku sudah menjadi segel...', kembali Julie berjengit karena payudara kanannya menerima injeksi...
'aku sudah melalui semua yang kamu rasakan tadi... itu belum sebeberapa sayang... kamu akan menerima lebih banyak lagi penis dan siksaan....'

Suntikan ke tiga
'kamu akan melayani banyak gelandangan....pengemis...orang-orang terpinggirkan....dan mereka hanya akan membuatmu jadi penampungan sperma.
Julie coba menggoyang tubuhnya dengan percuma ketika buah pantat sebelah kirinya diinjeksi....

'mereka juga akan menyakitimu, karena entah kenapa mereka makin terangsang ketika kamu kesakitan...namun akhirnya aku tau... rontaan tubuh, teriakan teredam. Semuanya menyebabkan kontraksi otot tenggorokan, mulut, vagina dan anus...and damn! they love that...'
Injeksi ke empat...

Kini tangan Andrea bermain di lubang anus Julie yang membuka lebar...
'anusmu tidak hanya akan menerima penis, lubang pembuanganmu ini akan merasakan benda asing lainnya seperti kayu, besi, sayuran, bahkan fisting....'
Andrea nampak sangat menikmati expresi kalut sang gadis ketika injeksi kelima dilakukan pada dinding dalam anusnya...

Julie menggelengkan kepalanya dengan frustasi ketika jemari Andrea membelai vaginanya yang perih itu dan membuka labianya...
'bahkan hewan-hewanpun akan menikmati vaginamu, tubuhmu... kamu akan jadi betina mereka...and that include stalion horses baby....'
Andrea merasakan tubuh Julie menegang ketika daging vaginanya ditembus jarum suntik....

'dan kini, aku memberikanmu berkah sekaligus kutukan. Berkah dan kutukan yang sama yang diberikan padaku....'
'suntikan di payudara dan bokongmu akan membuat keduanya padat dan sekal, tidak akan turun walau diremas, dibetot atau digigiti. sementara di anus dan vaginamu akan membuat kedua lubang penampungan spermamu itu akan rapat seperti perawan lagi bila satu jam kamu tidak menerima penis....'
Julie merasa pusing, pikirannya kacau... bagaimana bisa ia jatuh dalam genggaman wanita psycho ini

Seakan mengerti pikiran Julie, Andrea berkata...
'I'm the one who select you to be our sex slave.... to replace me...hihihi...' kikik Andrea geli...
'Jangan tanya salah kamu apa atau kenapa kami pilih kamu... murni karena ingin... nothing special, anggap saja ini nasib burukmu....'

Andrea lalu beringsut mundur menjauhi Julie yang mulai menggeliat merasakan sensasi kram disekujur tubuhnya...
'ahhh...efek obat mulai bekerja... enjoy...oh by the way... kamu ngga usah takut hamil lagi... semua cairan injeksi tadi mengandung sterilizer terkuat yang pernah ada....'
Suara Andrea mulai sayup dan tak terdengar oleh Julie yang merasakan kesakitan disekujur ubuhnya....
'indung telurmu sudah mati... kamu akan seperti aku Julie....mandul....'
'enjoy your life as slave bitch....'

Gaung tawa Andrea menggantung ditingkahi lenguhan kesakitan Julie yang makin tersiksa hingga tak sanggup lagi bertahan untuk kemudian jatuh pingsan....
********

Ketika Julie tersadar ia mendapati dirinya masih terikat di meja periksa itu, matanya nanar memandang sekeliling dan ia melihat banyak layar monitor yang kini mengekspose tubuh telanjangnya dengan bebas...
Benar... ia melihat vagina dan anusnya kembali rapat seperti saat dia perawan dulu..tapi apa inin yang diinginkannya? Juga bentuk pinggul, pantat dan buah dadanya yang sekal itu...Andrea benar... ini berkah sekaligus kutukan....

'ready sweet heart?'
Julie tersentak, Andrea yang kini telanjang hingga tubuh sexy bagai atlit aerobik profesional itu masuk dalam ruangan bersama tiga orang pria berwajah sangar dan dengan senyum penuh kepuasan dan nafsu....
'Perkenalkan tiga orang yang kemarin ber jam-jam menikmati tubuhmu...kekasihku Arman, dan ini kedua temannya... dan kini mereka akan menjadi tuanmu....'
Keempat orang itu mendekati meja periksa, dan melihat tubuh Julie yang menggeletar antara ngeri, tak percaya dan ketakutan....

Ketika mereka memperkosanya sebelum ini Julie tak menyadari sosok pemerkosanya, namun kini dalam ruangan yang terang benderang itu ia bisa melihat penis-penis tegang dan besar yang beberapa saat lalu merobek tubuhnya teracung dengan jelas...
Sedangkan Andrea tubuh moleknya hanya berbalut straped high heel, dan menggunakan gothick make up serta sebuah bullwhip digenggamannya.
Julie berusaha berontak, namun ikatan tubuhnya sangat erat...

Ketika penis Arman berada di bibir vaginanya, Julie tau kalau horor itu akan berulang kembali.....
'by the way slave...'kata Andrea dingin, 'kamu panggil aku nyonya...'
Jeritan teredam keluar dari mulut Julie ketika Arman menyentak penisnya ke dalam vaginanya yang masih kering itu...
Sakitnya bagai petama kali ia diperawani pacarnya dulu... bahkan lebih sakit karena sekarang ia diperkosa, tanpa cumbuan, hanya hujaman penis....
Benar-benar kutukan, terlebih ketika kedua teman Arman, satpam dan tukang kebun itu meremasi payudara Julie dengan kasar

Dengan tenang Andrea mendekati kepala Julie, ia benar-benar menikmati expresi wajah Julie yang bercampur antara takut, benci, sedih dan pasrah. Andrea menikmati linangan airmata keputusasaan Julie membasahi wajah gadis yang kini terhentak-hentak oleh sodokan Arman...
Andrea lalu menurunkan tingkap meja di bawah kepala Julie, hingga kepala sang gadis terjuntai...

Andrea merenggut gum shield Julie, lalu dengan kasar memasang dental gag di mulut gadis yang dengan lemah coba meronta.
Jerit kesakitan kini terdengar jelas dari mulut Julie yang merasakan mulutnya dipaksa membuka hingga maksimal, sementara vaginanya tetap disodoki dengan brutal...
Andrea tersenyum binal dan berbisik di telinga Julie....
'sekarang kita latih lagi tenggorokanmu....', lalu Andrea melirik tukang kebunya dan mengedip binal.

Suara kumur terdengar dari mulut Julie yang kini tenggorokannya menjadi batu asah untuk penis tukang kebun yang dengan kejam menghujamkan penisnya dalam tenggorokan sang gadis..
Julie gelagapan karena sang tukang kebun dengan sengaja menahan penisnya dalam-dalam hingga buah zakarnya menutup lubang hidung Julie hingga sang gadis kehabisan nafas dan tubuhnya berkontraksi liar yang malah memberikan kenikmatan lebih pada Arman, yang merasaka perasan vagina sang gadis di penisnya.
Tukang kebun itu juga dengan buas merojoki mulut sang gadis hingga sang gadis tersedak dan muntah hingga mengotori wajah cantiknya yang nampak sangat mengibakan...

Kemudian mereka melapaskan tubuh lemah Julie dari meja periksa namun bukan berarti perkosaan itu usai. Masih dengan penis Arman di vaginanya, kini Julie dipaksa berwoman on top dan kembali mulunya di jejali penis tukan kebun, hingga kini bukan buah zakar melainkan bulu kemaluan yang lebat dan masam yang menutupi hidung sang gadis yang nampak frustasi itu...

Dan teror itu bertambah ketika Julie merasakan penis sang satpam berada di mulut anusnya...
Jeritan teredam itu kembali memberikan sensasi kenikmatan bagi penis Arman yang bagai diperas, dan penis sang tukang kebun yang memperoleh bonus vibrator alami di tenggorokan Julie yang kini terasa perih akibat gesekan penis dan teriakan yang konstan terlontar.

Sementara Andrea dia nampak sangat gelisah... nafsunya menggelegak...tangannnya tak henti meremasi payudara dan vagunanya, bahkan melakukan fisting. Namun tetap ada yang krang, dan rasa itu membuatnya frustasi...
Tampak olehnya bullwhip yang kini teronggok di lantai, pandangannya beralih kepergumulan liar dan brutal di hadapannya....
Fuck....
Andrea sangat frustasi... ia ingin sekali merasakan memperkosa Julie... namun ia tak punya penis....
Ah... pantas saja dulu Susi menyiksanya dengan brutal.... itu semua pelampiasan, karena ia tak bisa merasakan sensasi para pria itu...
Memang, ia bisa meminta Julie untuk mengoral vagana dan anusnya hinga ia orgasme. Tapi... it's not the same...
Pantas saja Susi begitu membencinya, menyiksanya dengan kejam... memasukkan beragam barang dalam vagina dan anusnya....bahkan hewanpun menikmatinya...

Dari balik tubuh Julie, Arman memandang Andrea yang nampak bernafas berat, dengan bullwhip yang kini tergenggam erat di tangannya, dada sekalnya naik turun dengan liar...
Arman tersenyum sadis melihat transformasi Andrea...dan dengan anggukan persetujuan darinya...

Julie nyaris pingsan ketika cambukan itu datang, kemudian lagi dan lagi dan lagi....
Punggunya kini tak berbentuk lagi dihiasi jelujur merah ungu, bahkan kulit mulus itu mulai mengeluarkan darah akibat goresan cambuk...
Andrea betul-betul meluapkan emosinya, rasa dendam yang tertahan selama ini dilimpahkannya di tubuh Julie yang kini hanya bisa menggeliat lemah dan hanya sedikit berjengit bila cambukan Andrea mampir ke payudaranya...

Hentakan penis yang makin liar dan cambukan yang makin tak beraturan makin membawa julie ke ambang batas ketahanan dan kesadarannya, hingga akhirnya satu sentakan massal membuat gadis itu pingsan diiringi semburan sperma dan lolongan orgasme empat orang penyiksanya.....
*******
Julie terbangun dengan rasa sakit disekujur tubuhnya... tubuhnya meringkuk membentuk bola hanya untuk sekedar meringankan sakitnya...
Kemudian telinganya mendengar suara desahan, jeritan, siksaan...
Reflex matanya memandang sekeliling dan betapa terkejutnya ia mendapati adegan perkosaan yang dialaminya diputar di depan matanya sendiri...
Julie histeris...

'nice show eh, bitch?'
Julie menatap jalang pada Andrea yang berdiri bersandar di pintu sambil bersilang tangan di dada dan bersilang kaki...
Melupakan sakit ditubuhnya, Julie menerjang Andrea yang dengan mudah mengelakkan serangan sang gadis, malah balas membalas dengan hantaman dan tendangan bertubi-tubi, yang membuat Julie terkapar tak berdaya...

Bayangan Andrea tepat berada di atas tubuhnya...
'perlu seribu tahun sebelum kamu bisa mengalahkan aku, pelacur... terlebih lagi... apa kamu pikir aku tak punya persiapan lain untuk mengalahkanmu?'
Julie melihat remote yang dipegang Andrea dan...

Julie berkelojotan ketika arus listrik menyerang tubuhnya....
'aku sudah meminta agar dalam tubuhmu dipasang konduktor listrik....'
'it will be fun, bitch... i'l enjoy breaking you down and make you my bitch...'
Julie meraung-raung mohon pegampunan...

'relaks bitch... party just nearly begin....' kata Andrea sambil undur diri dari Julie yang bernafas berat mencoba melupakan sengatan listrik tadi...
'you'll lick my pussy...you'll lick my ass hole... and boy' i'll enjoy making you my toilet...really enjoying it...hahahahahaha'

Julie hanya bisa menangis mengingat kini dirinya sudah tak punya harga sama sekali, dan tangisnya makin keras demi melihat satpam dan tukang kebun masuk dengan penis teracung siap mengoyak tubuhnya.....
*****

Andrea memacu tubuhnya di atas penis Arman. Permainan keduanya liar dan brutal, karena kini Andrea hanya bisa merasakan kenimatan melaui sadomasochist...dan untuk tuannya Arman, Andrea ingn sekali merasakan kekasaran sang tuan demi memuaskannya.....
Dan persetubuhan itu makin liar dan brutal sambil ditingkahi raungan Julie yang mereka saksikan melalui layar yang terpasang di sekeliling kamar mereka...
Raungan frustasi ketika Julie diperkosa habis-habisan oleh satpam dan tukang kebun....
Raungan frustasi karena Julie melihat ada labrador, doberman dan herder yang siap menikmati tubuhnya...

Raungan frustasi karena Julie tau...sekarang ialah sang budak.....

End