Showing posts with label cerita seks gangbang. Show all posts
Showing posts with label cerita seks gangbang. Show all posts

Cerita hotku di bengkel mobil – Hari itu, sekitar jam tiga sore aku bersamasepupuku, Karina baru saja sampai di rumahnya setelah jalan-jalan di mall.Setengah jam kami disana nonton VCD sampai pacarnya yang bernama Winstondatang. Memang sih hari itu aku bermain ke sini agar bisa sekalian sorenyamengambil mobilku yang sedang di service rutin di sebuah bengkel di daerahJakarta Timur yang kebetulan tidak terlalu jauh dari rumah Karina. Pas sekalisaat itu Winston datang untuk nge-date jadi aku bisa ikut menumpang diantar kebengkel itu.
Kamipun berangkat dari rumahnya dengan mobil BMW-nya Winston.Walaupun tidak terlalu jauh namun kami sedikit terjebak macet karena saat itujam bubaran. Yang kukhawatirkan adalah takutnya bengkelnya keburu tutup, kalaubegitu kan aku mau tidak mau harus tetap menumpang pada Winston padahal merekamau pergi nonton dan aku tidak mau mengganggu kebersamaan mereka. Akhirnya tibajuga kami di bengkel itu tepat ketika akan tutup.
“Wah… sudah mau tutup tuh Ci, mendingan cepetan lari turun,siapa tahu masih keburu,” kata Karina.
“Tanyain dulu Ci, kita tunggu kamu di sini, kalau ternyata belum bisa ambil,kamu ikut kita jalan aja,” Winston memberi saran.
Akupun segera turun dan setengah berlari ke arah pegawai yangsedang mendorong pintu.
“Mas… Mas tunggu, jangan ditutup dulu, saya mau ngambil mobilsaya yang Hyundai warna merah yang dititip kemarin Selasa itu loh!” katakudengan terburu-buru.
“Tapi kita sudah mau tutup non, kalau mau besok balik aja lagi,” katanya.
“Ayo dong, Mas katanya di telepon tadi sudah bisa diambil, tolong dong bentaraja yah, saya sudah ke sini jauh-jauh nih!” desakku.
“Ada apa nih, Kos, kok malah ngobrol,” kata seorang pria yang muncul darisamping belakangnya.

Kebetulan sekali pria itu adalah montir yang menangani mobilkuketika aku membawa mobil itu ke sini, orangnya tinggi dan agak gemuk denganrambut gaya tentara, usianya sekitar awal empat puluh, belakangan kuketahuibernama Aris, agaknya dia tergolong montir yang cukup senior di sini.
Akupun lalu mengutarakan maksud kedatanganku ke sini untukmengambil mobilku itu padanya. Awalnya sih dia juga menyuruhku kembali lagibesok karena bengkel sudah tutup, tapi karena terus kubujuk dan kujanjikanbonus uang rokok akhirnya dia menyerah juga dan mempersilakanku masuk menunggudi dalam. Sebenarnya sih kalau bengkelnya dekat dengan rumahku aku juga bisasaja kembali besok, tapi masalahnya letak tempat ini cukup jauh dari rumahkudan macet pula, kan BT banget kalau harus dua kali jalan.
Aku melambaikan tangan ke arah Karina dan Winston yang menunggu dimobil pertanda masalah sudah beres dan mereka boleh pergi, merekapun membalaslambaianku dan mobil itu berjalan meninggalkanku. Pak Aris menjelaskan padakutentang kondisi mobilku, dia bilang bahwa semuanya ok-ok saja, kecuali adasebuah onderdil di bagian bawah mobil yang sebentar lagi tidak layak pakaikarena sudah banyak berkarat (sory… Aku tidak mengerti otomotif selainmenggunakannya, sampai lupa nama onderdil itu). Karena memikirkan kenyamananjangka panjang, aku menanyakan kalau bagian itu diganti sekarang memakan waktulama tidak, ongkos sih tidak masalah. Setelah berpikir sesaat dia punmengiyakannya dan menyuruhku duduk menunggu.
Sejumlah pegawai dan kasir wanita sudah berjalan ke pintu keluarmeninggalkan tempat ini. Di ruangan yang cukup luas ini tinggallah aku denganPak Aris serta beberapa montir yang sedang menyelesaikan pekerjaan yangtanggung. Seluruhnya ada empat orang di ruangan ini termasuk aku yangsatu-satunya wanita.
“Masih banyak kerjaannya ya Mas?” tanyaku iseng-iseng padamontir brewok di dekatku yang sedang mengotak-atik mesin depan sebuah Kijang.
“Dikit lagi kok Non, makanya mending diselesaikan sekarang biar besoknya lebihsantai,” jawabnya sambil terus bekerja.
Tidak jauh dari tempat dudukku Pak Aris sedang berjongkok disebelah mobilku dan di sebelahnya seorang rekannya yang cuma kelihatan kakinyasedang berbaring mengerjakan perkerjaannya di kolong mobil. Ternyata pekerjaanitu lama juga selesainya, seperempat jam sudah aku menunggu. Melihat situasiseperti ini, timbullah pikiran isengku untuk menggoda mereka. Hari itu akumemakai kaos ketat oranye berlengan panjang yang dadanya agak rendah, lekuktubuhku tercetak oleh pakaian seperti itu, bawahnya aku memakai rok hitam yangmenggantung beberapa senti di atas lutut. Maka bukanlah hal yang aneh kalaupara pria itu di tengah kesibukannya sering mencuri-curi pandang ke arahku,apalagi sesekali aku sengaja menyilangkan kakiku.
Aku berjalan ke arah mobilku dan bertanya pada Pak Aris,
“Masih lama ya Pak?”
“Hampir Non, ini yang susah tuh melepas yang lamanya, habis sudah berkarat,sebenarnya sih pasangnya gampang saja, bentar lagi juga beres kok”
“Perlu saya bantuin enggak? Bosen dari tadi nunggu terus,” tanyaku sambildengan sengaja berjongkok di hadapannya dengan lutut kiri bertumpu di lantaisehingga otomatis paha putih mulusku tersingkap kemana-mana dan celana dalammerahku juga terlihat jelas olehnya.
Dia terlihat gugup dan matanya tertumbuk ke bawah rokku yangkelihatan karena posisi jongkokku. Aku yakin burungnya pasti sudah terbangundan memberontak ingin lepas dari sangkarnya. Namun aku bersikap biasa sajaseolah tidak mengetahui sedang diintip.
“Oohh… nggak… nggak kok Non,” jawabnya terbata-bata.
“Hhoii… Obeng kembang dong,” sahut montir yang dari dalam sambil mendorongkursi berbaringnya keluar dari kolong.
Begitu keluar diapun ikut terperangah dengan pemandangan indahdi atas wajahnya itu. Keduanya bengong menatapku tanpa berkedip.
“Kenapa? Kok bengong? Liatin apa hayo…?” godaku dengan tersenyumnakal.
Kemudian kuraih tangan si montir yang sedang berbaring itu dankuletakkan di paha mulusku, memang sih tangannya kotor karena sedang bekerjatapi saat itu sudah tidak terpikir hal itu lagi. Tanpa harus disuruh lagitangan kasar itu sudah bergerak dengan sendirinya mengelus pahaku hingga sampaidi pangkalnya, disana dia tekankan dua jarinya di bagian tengah kemaluanku yangmasih tertutup CD.
“Ooohhh…” desahku merasakan remasan pada kemaluanku.
Pak Aris menyuruhku berdiri dan didekapnya tubuhku sertalangsung menempelkan bibirnya yang tebal dan kasar pada bibir mungilku.Tangannya mengangkat rokku dan menyusup ke dalam celana dalamku. Temannya tidakmau ketinggalan, setelah dia mengelap tangannya dia dekap aku dari belakang danmulai menciumi leher jenjangku, hembusan nafas dan lidahnya yang menggelikitikmembuat birahiku semakin naik. Payudaraku yang masih tertutup baju diremasidari belakang, tak lama kemudian kaos Mango-ku beserta bra-ku sudah disingkapke atas. Kedua belah payudaraku digerayangi dengan gemas, putingnya terasa makinmengeras karena terus dipencet-pencet dan dipilin-pilin.
“Hei, ngapain tuh, kok nggak ngajak-ngajak!” seru si montirbrewok yang memergoki kami sedang berasyik-masyuk.
Montir di belakangku melambai dan memanggil si brewok untuk ikutmenikmati tubuhku. Si brewok pun dengan girang menghampiri kami sambilmempreteli kancing baju montirnya, kurang dari selangkah di dekatku dia membukaseluruh pakaiannya.
Wow… Bodynya padat berisi dengan dada bidang berbulu dan bulunyaturun saling menyambung dengan bulu kemaluannya. Dan yang lebih membuatkuterpesona adalah bagian yang mengacung tegak di bawah perutnya, pasti takterlukiskan rasanya ditusuk benda sebesar pisang raja itu, warnanya hitamdengan kepala penis kemerahan. Dia berjongkok di depanku dan memelorotkan rokdan celana dalamku.
“Wah, asyik jembutnya item lebat banget, gua paling suka vaginakaya gini,” si brewok mengomentari vaginaku.
Pak Aris dan temannya pun mulai melepasi pakaiannyamasing-masing hingga bugil. Terlihatlah batang-batang mereka yang sudah menegang,namun aku tetap lebih suka milik si brewok karena nampak lebih menggairahkan,milik Pak Aris juga besar dan berisi, namun tidak terlalu berurat dan sekerassi brewok, sedangkan punya temannya lumayan panjang, tapi biasa saja,standarnya pribumi Indonesialah. Aku sendiri tinggal memakai kaos ketat danbra-ku yang sudah tersingkap.
Kaki kiriku diangkat ke bahu si brewok yang berjongkok sambilmelumat vaginaku. Teman Pak Aris yang dipanggil ‘Yos’ itu menopang tubuhkudengan mendekap dari belakang, tangannya terus beraktivitas meremas payudaradan pantatku sambil memainkan lidahnya di lubang telingaku. Pak Aris sendirikini sedang menetek dari payudara kananku. Aku menggelinjang dahsyat danmendesah tak karuan diserbu dari berbagai arah seperti itu. Tangankumenggenggam penis Pak Aris dan mengocoknya perlahan.
“Oookkhh… Jangan terlalu keras,” rintihku sambil meringis ketikaPak Aris dengan gemas menggigiti putingku dan menariknya dengan mulut, secararefleks tanganku menjambak pelan rambutnya.
Sementara si brewok di bawah sana menyedoti dalam-dalam vaginakuseolah mau ditelan. Dia memasukkanlidahnya ke dalam vaginaku sehinggamemberi sensasi geli yang luar biasa padaku, klitorisku juga dia gigit pelandan digelikitik dengan lidahnya. Pokoknya sangat sulit dilukiskan dengankata-kata betapa nikmatnya saat itu, jauh lebih nikmat dari mabuk anggur manis.Aku menengokkan wajah ke samping untuk menyambut Yos yang mau melumat mulutku.Lihai juga dia berciuman, lidahnya menjilati lidahku dan menelusuri ronggamulutku, nafasku seperti mau habis rasanya.
Kemudian mereka membaringkanku di kursi untuk berbaring dikolong mobil itu (whateverlah namanya aku tidak tahu nama barang itu ^_^;). Yoslangsung mengambil posisi di selangkanganku, tapi segera dicegah oleh Pak Arisyang menginginkan jatah lubang lebih dulu. Setelah dibujuk-bujuk Yos punakhirnya mengalah dari Pak Aris yang lebih senior itu. Sebagai gantinya diamengambil posisi di dekat kepalaku dan menyodorkan penisnya padaku. Kumulaidengan menjilati batang itu hingga basah, lalu buah zakarnya kuemut-emut sambilmengocok batangnya.
Walaupun agak bau tapi aku sangat menikmati oral seks itu, akusenang membuatnya mengerang nikmat ketika kujilati lubang kencing dan kepalapenisnya. Pak Aris yang sudah selesai dengan pemanasan dengan menggesekkanpenisnya pada bibir vaginaku kini sudah mengarahkan penisnya ke liangsenggamaku. Aku menjerit kecit ketika benda itu menyeruak masuk dengan sedikitkasar, selanjutnya dia menggenjotku dengan gerakan buas. Aku meresapi setiapdetil kenikmatan yang sedang menyelubungi tubuhku, semakin bersemangat pula akumengemut penis si Yos, kumainkan lidahku di sekujur penis itu untuk menambahkenikmatan pemiliknya. Dia mengerang keenakan atas perlakuanku yang memanjakan‘adik kecil’nya. Rambutku diremas-remas sambil berkata:
“Oooh… Terus Non, enak banget… Yahhh!”
Tanganku yang lain tidak tinggal diam ikut mengocok punya sibrewok yang pada saat yang sama sedang melumat payudaraku. Dia sangat menikmatisetiap jengkal payudaraku, dia menghisapnya kuat-kuat diselingi gigitan-gigitanyang meninggalkan jejak merah di kulitnya yang putih. Sungguh kagum aku denganpenisnya dalam genggamanku, yang benar-benar keras dan perkasa membuatku tidaksabar ingin segera mencicipinya. Maka aku melepaskan emutanku pada penis Yosdan berkata pada si brewok,
“Sini dong Mas, gua mau nyepong kontolnya!”
Si brewok langsung menggantikan Yos dan menyodorkan penisnyapadaku. Hmm… Inilah yang kutunggu-tunggu, aku langsung membuka lebar-lebarmulutku untuk memasukkan benda itu. Tentu saja tidak muat seluruhnya di mulutmungilku malah terasa sesak. Si Yos menggosok-gosokkan penisnya yang basah kewajahku. Sambil dioral, tangan si brewok yang kasar dan berbulu itu meremasipayudaraku dengan brutal. Di sisi lain, Pak Aris melepaskan sepatu bersoltinggi yang kupakai, lalu menaikkan kedua tungkaiku ke bahu kirinya, sambilmenggenjot dia juga menjilati betisku yang mulus. Aku benar-benar terbuai olehkenikmatan main keroyok seperti ini.
Tiba-tiba kami terhenti sejenak karena terdengar suara pintu dibuka dari dalam dan keluarlah seorang yang hanya memakai singlet dan celanapendek, tubuhnya agak kurus dan berusia sepantaran dengan Pak Aris denganjenggot seperti kambing. Aku mencoba mengingat-ingat orang ini, sepertinyapernah lihat sebelumnya, ooohh… Iya itu kan montir yang mendengar dan mencatatmasalah yang kuceritakan tentang mobilku ketika aku membawanya ke sini.Sepertinya dia baru mandi karena rambutnya masih basah dan acak-acakan.Sebelumnya dia agak terperanjat dengan apa yang dia lihat tapi kemudian diamendekati kami.
“Weleh-weleh… Gua sibuk cuci baju di belakang, kamu-kamu malahpada enak-enakan ngentot,” katanya “Lho, ini kan si Non cantik yang mobilnyadiservis itu!”
“Sudah jangan banyak omong, mau ikutan nggak!” kata si brewok padanya.
Buru-buru si montir yang bernama Joni itu melepaskan celananyadan kulihat penisnya bagus juga bentuknya, besar dengan otot yangmelingkar-lingkar. Tiga saja belum selesai sudah datang satu lagi, tambah beratdeh PR gua, demikian kataku dalam hati. Pak Joni mengambil posisi di sebelahkananku, tangannya menjelajah kemana-mana seakan takut tidak kebagian tempat. Payudarakananku dibetot dan dilumat olehnyasampai terasa nyeri. Aku mengerang sejadi-jadinya antara kesakitan dankenikmatan, semakin lama semakin liar dan tak terkendali.
Pak Aris dibawah sana makin mempercepat frekuensi genjotannyapada vaginaku. Lama-lama aku tidak sanggup lagi menahan cairan cintaku yangsemakin membanjir. Di ambang puncak aku semakin berkelejotan dan tangankusemakin kencang mengocok dua batang penis di genggamanku yaitu milik Pak Jonidan Bang Yos. Yos juga menggeram makin keras dan Crot… Crot… Cairan putihkentalnya menyemprot dan berceceran di wajah dan rambutku. Sementara otot-ototkemaluanku berkontraksi makin cepat dan cairan cintaku pun tak terbendung lagi.Aku telah mencapai puncak, tubuhku mengejang hebat diiringi erangan panjangdari mulutku, tapi dia masih terus menggenjotku hingga tubuhku melemas kembali.Setelah dia cabut penisnya, diturunkannya juga kakiku.
“Gantian tuh, siapa mau vagina?” katanya.
Si brewok langsung menggantikan posisinya, sebelumnya diamenjilati dan menyedot cairan vaginaku dengan rakus bagaikan menyantapsemangka. Pak Aris menaiki dadaku dan menjepitkan penisnya yang sudah licindiantara payudaraku. Dia memaju-mundurkannya seperti yang dia lakukan terhadapvaginaku, tidak sampai lima menit, spermanya muncrat ke muka dan dadaku, kaoskuyang tergulung juga ikut kecipratan cairan itu. Pak Aris mengelap spermanyayang berceceran di dadaku sampai merata sehingga payudaraku nampak mengkilapoleh cairan itu. Kujilati sperma di sekitar bibirku dengan memutar lidah.
Si brewok minta ganti gaya, kali ini dia berbaring di kursimontir. Tanpa diperintah aku menurunkan tubuhnya sambil membuka lebar liangsenggamaku dengan jari. Tanganku yang lain membimbing batang itu memasuki liangitu. Aku menggigit bibir dan mendesis saat penis itu mulai tertancap divaginaku. Hingga akhirnya seluruh batang itu tertelan oleh liang surgaku,rasanya sangat sesak dan sedikit nyeri dijejali benda sekeras dan sebesar itu,aku dapat merasakan urat-uratnya yang menonjol itu bergesekan dengan dindingvaginaku.
Aku belum sempat beradaptasi, dia sudah menyentakkan pinggulnyake atas, secara refleks aku menjerit kecil. Sekali lagi dia sentakkanpinggulnya ke atas sampai akupun ikut menggoyangkan tubuhku naik-turun. Matakumerem-melek dan kadang-kadang tubuhku meliuk-liuk saking nikmatnya. Kuraihpenis Pak Joni di sebelah kiriku dan kukulum dengan bernafsu, begitu jugadengan penis Pak Aris, batang yang sedang kelelahan itu kukocok-kocok agarbertenaga lagi, sisa-sisa spermanya kujilati hingga bersih. Kurasakan ada duajari memasuki anusku, mengoreki lalu bergerak keluar-masuk di sana, akumenengok ke belakang ternyata pelakunya Bang Yos yang entah kapan sudah dibelakangku.
Mungkin karena ketagihan dikaraoke olehku, Pak Joni memegangikepalaku dan menekannya pada selangkangannya, lalu dia maju-mundurkanpinggulnya seperti sedang bersenggama. Aku sempat gelagapan dibuatnya, kepalapenis itu pernah menyentuh tekakku sampai hampir tersedak. Namun hal itu tidakmengurangi keaktifanku menggoyang tubuhku dan mengocok penis Pak Aris dengantangan kiriku. Payudaraku yang ikut bergoyang naik-turun tidak pernah sepi darijamahan tangan-tangan kasar mereka.
Sepertinya Bang Yos mau main belakang karena dia melebarkanduburku dengan jarinya dan sejenak kemudian aku merasakan benda tumpul yang taklain kepala penisnya melesak masuk ke dalamnya. Ketiga lubang senggamaku penuhsudah terisi oleh tiga penis. Penis Pak Joni dalam mulutku makin bergetar danpemiliknya pun makin gencar menyodok-nyodokkannya pada mulutku hingga akhirnyamenyemprotkan spermanya di mulutku. Belum habis semprotannya dia menarik keluarbenda itu (thank god, akhirnya bisa menghirup udara segar lagi) sehinggasisanya menyemprot ke wajahku, wajahku yang sudah basah oleh sperma Bang Yosdan Pak Aris jadi tambah belepotan oleh spermanya yang lebih kental dari milikdua orang sebelumnya.
“Aahh… Aahh… Dikit lagi Bang!” desahku karena sudah akan klimakslagi.
Cairan cinta terasa terus mengucur membasahi rongga-ronggakemaluanku bersamaan dengan penis si brewok yang terasa makin membengkak dansodokannya yang makin gencar. Otot-ototku menegang dan desahan panjang keluardari mulutku akibat orgasme panjang bersama si brewok. Cairan hangat dan kentalmenyemprot hampir semenit lamanya di dalam lubang vaginaku. Akhirnya tubuhkukembali melemas dan jatuh telungkup di atas dada yang bidang berbulu itu denganpenis masih menancap, sementara dari belakang Bang Yos masih getol menyodomikutanpa mempedulikan kondisiku sampai dia menumpahkan spermanya di anusku limamenit kemudian. Setelah beristirahat lima menit, Pak Aris mengangkat tubuhkudiatas kedua tangannya dan membawaku ke ruangan lain yang adalah tempatpencucian mobil bersama teman-temannya.
“Eh, mau ngapain lagi kita nih Pak?” tanyaku heran.
“Kita mau mencuci Non dulu soalnya sudah lengket dan bau peju sih,” jawabnyasambil nyengir, kemudian memerintah si brewok untuk menyiapkan selang air.
Pelan-pelan dia turunkan aku, tapi aku masih belum sanggupberdiri karena masih lemas sekali, jadi aku hanya duduk bersimpuh saja dilantai marmer itu.
“Bajunya dilepas aja Non biar nggak basah,” katanya sambilmembantuku melepaskan kaosku yang tergulung.
Aku kini telah telanjang bulat, hanya jam tangan, anting, danseuntai kalung perak dengan leontin huruf C yang masih tersisa di tubuhku. Si brewok menyalakankrannya dan mengarahkan selang itu padaku.
“Awww… Dingin!” desahku manja merasakan dinginnya air yangmenyemprot padaku.
Pak Joni melepaskan singletnya dan bersama dua orang lainnyamendekati tubuhku yang masih disemprot si brewok, ketiganya mengerubungitubuhku sambil tertawa-tawa. Aku lalu diberdirikan dan didekap mereka,tangan-tangan mereka menggosoki tubuhku untuk membasuh ceceran sperma yanglengket di sekujur tubuhku seperti sedang memolesi mobil dengan cairanpembersih.
Beberapa menit lamanya si brewok menyirami kami dengan airdingin sehingga tubuh kami basah kuyup. Sesudah itu dia juga ikut bergabungmenggerayangiku. Pak Joni mendekapku dari depan, setelah puas menciumi danmeremas payudaraku dia menaikkan kaki kananku ke pingggangnya dan memasukkanpenisnya ke vaginaku, mereka mengerjaiku dalam posisi berdiri. Pak Arismerangkulku dari belakang dan tak henti-hentinya mencupangi pundak, leher dantengukku. Bang Yos berjongkok meremasi dan menjilati pantat montokku yangterangkat dengan gemasnya. Si brewok menggerayangi payudaraku yang lain sambil menggelikitiktelingaku dengan lidahnya. Desahan nikmatku terdengar memenuhi ruangan itu.Beberapa menit kemudian Pak Joni klimaks dan menumpahkan spermanya di dalamvaginaku. Ini masih belum berakhir, karena setelahnya tubuhku merekatelentangkan di atas kap depan sebuah sedan berwarna silver metalik dan kembaliaku disemprot dengan selang air hingga semakin basah.
Bang Yos membentangkan pahaku dan menancapkan penisnya kevaginaku. Mungkin karena sudah terisi penuh, maka ketika penis itu melesak kedalamku, nampak sperma kental itu meluap keluar dari sela-sela bibir vaginaku.Aku kembali orgasme yang kesekian kalinya, tubuhku menggelinjang di atas kapmobil itu. Kemudian tak lama kemudian dia pun mencabut penisnya dan menumpahkanisinya di atas perut rataku. Akhirnya selesai juga mereka mengerjaiku, akuterbaring lemas diatas kap, rasanya pegal sekali dan sedikit kedinginan karenabasah.
Mereka juga sudah kecapean semua, ada yang duduk mengatur nafas,ada juga yang mengelap badannya yang basah. Pak Aris memberiku sebuah Aquagelas dan handuk kering. Aku menggerakkan tangan menghanduki tubuhku yangbasah. Setelah Pak Aris dan Bang Yos selesai memasang onderdil yang tertunda,selesai pula perbaikan mobilku. Aku membayarkan biayanya pada Pak Aris yangternyata masih saudara dengan pemilik bengkel ini, pantas dari tadi montir laintunduk padanya. Aku juga memberi tambahan sepuluh ribu rupiah sebagai uangrokok untuk dibagi antara mereka berempat. Sampai di rumah aku langsung tidurdengan tubuh pegal-pegal, janji ke kafe dengan teman-teman pun terpaksakubatalkan dengan alasan tidak enak badan.

Hari itu, sekitar jam 12 siang, aku baru saja tiba di vilakudi puncak. Pak Joko, penjaga vilaku membukakan pintu garasi agar aku bisamemarkirkan mobilku. Pheew.. akhirnya aku bisa melepaskan kepenatan setelahseminggu lebih menempuh UAS. Aku ingin mengambil saat tenang sejenak, tanpaditemani siapapun, aku ingin menikmatinya sendirian di tempat yang jauh darihiruk pikuk ibukota. Agar aku lebih menikmati privacy-ku maka kusuruh Pak Jokopulang ke rumahnya yang memang di desa sekitar sini. Pak Joko sudah bekerja ditempat ini sejak papaku membeli vila ini sekitar 7 tahun yang lalu, dengankeberadaannya, vila kami terawat baik dan belum pernah kemalingan. Usianyahampir seperti ayahku, 50-an lebih, tubuhnya tinggi kurus dengan kulit hitamterbakar matahari. Aku daridulu sebenarnya berniat mengerjainya, tapi mengingatdia cukup loyal pada ayahku dan terlalu jujur, maka kuurungkan niatku."Punten Neng, kalau misalnya ada perlu, Bapak pasti ada di rumah kok,tinggal dateng aja" pamitnya.

 
Setelah Pak Joko meninggalkanku, akumembereskan semua bawaanku. Kulempar tubuhku ke atas kasur sambil menarik nafaspanjang, lega sekali rasanya lepas dari buku-buku kuliah itu. Cuaca hari itusangat cerah, matahari bersinar dengan diiringi embusan angin sepoi-sepoisehingga membuat suasana rileks ini lebih terasa. Aku jadi ingin berenangrasanya, apalagi setelah kulihat kolam renang di belakang airnya bersih sekali,Pak Joko memang telaten merawat vila ini. Segera kuambil perlengkapan renangkudan menuju ke kolam. Sesampainya disana kurasakan suasanya enak sekali, begitutenang, yang terdengar hanya kicauan burung dan desiran air ditiup angin.Tiba-tiba muncul kegilaanku, mumpung sepi-sepi begini, bagimana kalau akuberenang tanpa busana saja, toh tidak ada siapa-siapa lagi disini selain akulagipula aku senang orang mengagumi keindahan tubuhku. Maka tanpa pikir panjanglagi, aku pun melepas satu-persatu semua yang menempel di tubuhku termasukarloji dan segala perhiasan sampai benar-benar bugil seperti waktu barudilahirkan. Setelah melepas anting yang terakhir menempel di tubuhku, akulangsung terjun ke kolam. Aahh.. enak sekali rasanya berenang bugil sepertiini, tubuh serasa lebih ringan. Beberapa kali aku bolak-balik dengan beberapagaya kecuali gaya kupu-kupu ( karena aku tidak bisa, hehe.. ) 20 menit lamanyaaku berada di kolam, akupun merasa haus dan ingin istirahat sebentar denganberjemur di pinggir kolam. Aku lalu naik dan mengeringkan tubuhku denganhanduk, setelah kuambil sekaleng coca- cola dari kulkas, aku kembali lagi kekolam. Kurebahkan tubuhku pada kursi santai disana dan kupakai kacamata hitamkusambil menikmati minumku. Agar kulitku yang putih mulus ini tidak terbakarmatahari, kuambil suntan oilku dan kuoleskan di sekujur tubuhku hingga nampakberkilauan. Saking enaknya cuaca di sini membuatku mengantuk, hingga tak terasaaku pun pelan-pelan tertidur. Di tepi kolam itu aku berbaring tanpa sesuatuapapun yang melekat di tubuhku, kecuali sebuah kacamata hitam. Kalau saja saatitu ada maling masuk dan melihat keadaanku seperti itu, tentu aku sudahdiperkosanya habis- habisan.Ditengah tidurku aku merasakan ada sesuatu yangmeraba-raba tubuhku, tangan itu mengelus pahaku lalu merambat ke dadaku. Ketikatangan itu menyentuh bibir kemaluanku tiba-tiba mataku terbuka dan aku langsungterkejut karena yang kurasakan barusan ternyata bukan sekedar mimpi. Akumelihat seseorang sedang menggerayangi tubuhku dan begitu aku bangun orang itudengan sigapnya mencengkram bahuku dan membekap mulutku dengan tangannya,mencegah agar aku tidak menjerit. Aku mulai dapat mengenali orang itu, diaadalah Taryo, si penjaga vila tetangga, usianya sekitar 30-an, wajahnya jeleksekali dengan gigi agak tonggos, pipinya yang cekung dan matanya yang lebar itutepat di depan wajahku. "Sstt.. mendingan Neng nurut aja, di sini udah gaada siapa-siapa lagi, jadi jangan macam-macam!" ancamnya Aku mengangguksaja walau masih agak terkejut, lalu dia pelan-pelan melepaskan bekapannya padamulutku "Hehehe.. udah lama saya pengen ngerasain ng***** sama Neng!"katanya sambil matanya menatapi dadaku "Ng***** ya ng*****, tapi yangsopan dong mintanya, gak usah kaya maling gitu!" kataku sewot. Ternyatatanpa kusadari sejak berenang dia sudah memperhatikanku dari loteng vilamajikannya dan itu sering dia lakukan daridulu kalau ada wanita berenang disini. Mengetahui Pak Joko sedang tidak di sini dan aku tertidur, dia nekadmemanjat tembok untuk masuk ke sini. Sebenarnya aku sedang tidak mood untukngeseks karena masih ingin istirahat, namun elusannya pada daerah sensitifkumembuatku BT (birahi tinggi). "Heh, katanya mau merkosa gua, kok belumbuka baju juga, dari tadi pegang-pegang doang beraninya!" tantangku."Hehe, iya Neng abis tetek Neng ini loh, montok banget sampe lupadeh" jawabnya seraya melepas baju lusuhnya. Badannya lumayan jadi juga,walaupun agak kurus dan dekil, penisnya yang sudah tegang cukup besar, seukuransama punyanya si Wahyu, tukang air yang pernah main denganku (baca Tukang Air,Listrik, dan Bangunan). Dia duduk di pinggir kursi santai dan mulai menyedotpayudaraku yang paling dikaguminya, sementara aku meraih penisnya dengantanganku serta kukocok hingga kurasakan penis itu makin mengeras. Aku mendesisnikmat waktu tangannya membelai vaginaku dan menggosok-gosok bibirnya."Eenghh.. terus Tar.. oohh!" desahku sambil meremasi rambut Taryoyang sedang mengisap payudaraku. Kepalanya lalu pelan-pelan merambat ke bawahdan berhenti di kemaluanku. Aku mendesah makin tidak karuan ketika lidahnyabermain-main di sana ditambah lagi dengan jarinya yang bergerak keluar masuk.Aku sampai meremas-remas payudara dan menggigit jariku sendiri karena tidakkuat menahan rasanya yang geli-geli enak itu hingga akhirnya tubuhku mengejangdan vaginaku mengeluarkan cairan hangat. Dengan merem melek aku menjambakrambut si Taryo yang sedang menyeruput vaginaku. Perasaan itu berlangsung terussampai kurasakan cairanku tidak keluar lagi, barulah Taryo melepaskan kepalanyadari situ, nampak mulutnya basah oleh cairan cintaku. Belum beres aku mengaturnafasku yang memburu, mulutku sudah dilumatnya dengan ganas. Kurasakan aromacairan cintaku sendiri pada mulutnya yang belepotan cairan itu. Aku agakkewalahan dengan lidahnya yang bermain di rongga mulutku, masalahnya nafasnyaagak bau, entah bau rokok atau jengkol. Setelah beberapa menit baru aku bisaberadapatasi, kubalas permainan lidahnya hingga lidah kami saling membelit danmengisap. Cukup lama juga kami berpagutan, dia juga menjilati wajahku yanghalus tanpa jerawat sampai wajahku basah oleh liurnya. "Gua ga tahan lagiTar, sini gua emut yang punya lu" kataku. Si Taryo langsung bangkit danberdiri di sampingku menyodorkan penisnya. Masih dalam posisi berbaring dikursi santai, kugenggam benda itu, kukocok dan kujilati sejenak sebelumkumasukkan ke mulut. Mulutku terisi penuh oleh penisnya, itu pun tidakmenampung seluruhnya paling cuma masuk 3/4nya saja. Aku memainkan lidahkumengitari kepala penisnya yang mirip helm itu, terkadang juga aku menjilatilubang kencingnya sehingga tubuh pemiliknya bergetar dan mendesah-desah keenakan.Satu tangannya memegangi kepalaku dan dimaju- mundurkannya pinggulnya sehinggaaku gelagapan. "Eemmpp.. emmphh.. nngg.. !" aku mendesah tertahankarena nyaris kehabisan nafas, namun tidak dipedulikannya. Kepala penis ituberkali-kali menyentuh dinding kerongkonganku. Kemudian kurasakan ada cairanmemenuhi mulutku. Aku berusaha menelan cairan itu, tapi karena banyaknya cairanitu meleleh di sekitar bibirku. Belum habis semburannya, dia menarik keluarpenisnya, sehingga semburan berikut mendarat disekujur wajahku, kacamatahitamku juga basah kecipratan maninya. Kulepaskan kacamata hitam itu, lalukuseka wajahku dengan tanganku. Sisa-sisa sperma yang menempel di jarikukujilati sampai habis. Saat itu mendadak pintu terbuka dan Pak Joko muncul darisana, dia melongo melihat kami berdua yang sedang bugil. Aku sendiri sempatkaget dengan kehadirannya, aku takut dia membocorkan semua ini pada ortuku."Eehh.. maaf Neng, Bapak cuma mau ngambil uang Bapak di kamar, ga tau kaloNeng lagi gituan" katanya terbata-bata. Karena sudah tanggung, akupunnekad menawarkan diriku dan berjalan ke arahnya. "Ah.. ga apa-apa Pak,mending Bapak ikutan aja yuk!" godaku. Jakunnya turun naik melihatkepolosan tubuhku, meskipun agak gugup matanya terus tertuju ke payudaraku. Akumengelus-elus batangnya dari luar membuatnya terangsang. Akhirnya dia mulaiberani memegang payudaraku, bahkan meremasnya. Aku sendiri membantu melepaskancing bajunya dan meraba-raba dadanya. "Neng, tetek Neng gede juga yah..enak yah diginiin sama Bapak?" Sambil tangannya terus meremasi payudaraku.Dalam posisi memeluk itupun aku perlahan membuka celana panjangnya, setelah itusaya turunkan juga celana kolornya. Nampaklah kemaluannya yang hitammenggantung, jari-jariku pun mulai menggenggamnya. Dalam genggamanku kurasakanbenda itu bergetar dan mengeras. Pelan-pelan tubuhku mulai menurun hinggaberjongkok di hadapannya, tanpa basa-basi lagi kumasukkan batang di genggamankuitu ke mulut, kujilati dan kuemut- emut hingga pemiliknya mengerang keenakan"Wah, Pak Joko sama majikan sendiri aja malu-malu!" seru si Taryoyang memperhatikan Pak Joko agak grogi menikmati oral seks-ku. Taryo lalumendekati kami dan meraih tanganku untuk mengocok kemaluannya. Secarabergantian mulut dan tanganku melayani kedua penis yang sudah menegang itu.Tidak puas hanya menikmati tanganku, sesaat kemudian Taryo pindah kebelakangku, tubuhku dibuatnya bertumpu pada lutut dan kedua tanganku. Aku mulaimerasakan ada benda yang menyeruak masuk ke dalam vaginaku. Seperti biasa,mulutku menganga mengeluarkan desahan meresapi inci demi inci penisnya memasukivaginaku. Aku disetubuhinya dari belakang, sambil menyodok, kepalanya merayapke balik ketiak hingga mulutnya hinggap pada payudaraku. Aku menggelinjang takkaruan waktu puting kananku digigitnya dengan gemas, kocokanku pada penis PakJoko makin bersemangat. Rupanya aku telah membuat Pak Joko ketagihan, dia jadibegitu bernafsu memperkosa mulutku dengan memaju-mundurkan pinggulnya seolahsedang bersetubuh. Kepalaku pun dipeganginya dengan erat sampai kesempatanuntuk menghirup udara segar pun aku tidak ada. Akhirnya aku hanya bisa pasrahsaja disenggamai dari dua arah oleh mereka, sodokan dari salah satunyamenyebabkan penis yang lain makin menghujam ke tubuhku. Perasaan ini sungguhsulit dilukiskan, ketika penis si Taryo menyentuh bagian terdalam dari rahimkudan ketika penis Pak Joko menyentuh kerongkonganku, belum lagi mereka terkadangmemainkan payudara atau meremasi pantatku. Aku serasa terbang melayang-layangdibuatnya hingga akhirnya tubuhku mengejang dan mataku membelakak, mau menjerittapi teredam oleh penis Pak Joko. Bersamaan dengan itu pula genjotan si Taryoterasa makin bertenaga. Kami pun mencapai orgasme bersamaan, aku dapatmerasakan spermanya yang menyembur deras di dalamku, dari selangkangankumeleleh cairan hasil persenggamaan. Setelah mencapai orgasme yang cukuppanjang, tubuhku berkeringat, mereka agaknya mengerti keadaanku danmenghentikan kegiatannya. "Neng, boleh ga Bapak masukin anu Bapak keitunya Neng?" tanya Pak Joko lembut. Saya cuma mengangguk, lalu dia bilanglagi, "Tapi Neng istirahat aja dulu, kayanya Neng masih cape sih".Aku turun ke kolam, dan duduk berselonjor di daerah dangkal untuk menyegarkandiriku. Mereka berdua juga ikut turun ke kolam, Taryo duduk di sebelah kirikudan Pak Joko di kananku. Kami mengobrol sambil memulihkan tenaga, selama itutangan jahil mereka selalu saja meremas atau mengelus dada, paha, dan bagiansensitif lainnya. Yang satu ditepis yang lain hinggap di bagian lainnya,lama-lama ya aku biarkan saja, lagipula aku menikmatinya kok. "Neng, Bapakmasukin sekarang aja yah, udah ga tahan daritadi belum rasain itunya Neng"kata Pak Joko mengambil posisi berlutut di depanku. Dia kemudian membuka pahakusetelah kuanggukan kepala merestuinya, dia arahkan penisnya yang panjang dankeras itu ke vaginaku, tapi dia tidak langsung menusuknya tapi menggesekannyapada bibir kemaluanku sehingga aku berkelejotan kegelian dan meremas penisTaryo yang sedang menjilati leher di bawah telingaku. "Aahh.. Pak cepetmasukin dong, udah kebelet nih!" desahku tak tertahankan. Aku meringissaat dia mulai menekan masuk penisnya. Kini vaginaku telah terisi oleh bendahitam panjang itu dan benda itu mulai bergerak keluar masuk memberi sensasinikmat ke seluruh tubuh. "Wah.. seret banget memeknya Neng, kalo tau giniudah dari dulu Bapak *****in" ceracaunya. "Brengsek juga lu, udahbercucu juga masih piktor, gua kira lu alim" kataku dalam hati. Setelah 15menit dia genjot aku dalam posisi itu, dia melepas penisnya lalu dudukberselonjor dan manaikkan tubuhku ke penisnya. Dengan refleks akupunmenggenggam penis itu sambil menurunkan tubuhku hingga benda itu amblas kedalamku. Dia memegangi kedua bongkahan pantatku yang padat berisi itu, secarabersamaan kami mulai menggoyangkan tubuh kami. Desahan kami bercampur baurdengan bunyi kecipak air kolam, tubuhku tersentak-sentak tak terkendali,kepalaku kugelengkan kesana-kemari, kedua payudaraku yang terguncang-guncangtidak luput dari tangan dan mulut mereka. Pak Joko memperhatikan penisnyasedang keluar masuk di vagina seorang gadis 21 tahun, anak majikannya sendiri,sepertinya dia tak habis pikir betapa untungnya berkesempatan mencicipi tubuhseorang gadis muda yang pasti sudah lama tidak dirasakannya. Goyangan kamiterhenti sejenak ketika Taryo tiba-tiba mendorong punggungku sehingga pantatkusemakin menungging dan payudaraku makin tertekan ke wajah Pak Joko. Taryomembuka pantatku dan mengarahkan penisnya ke sana "Aduuh.. pelan-pelanTar, sakit tau.. aww!" rintihku waktu dia mendorong masuk penisnya. Bagianbawahku rasanya sesak sekali karena dijejali dua batang penis besar. Kamikembali bergoyang, sakit yang tadi kurasakan perlahan- lahan berubah menjadirasa nikmat yang menjalari tubuhku. Aku menjerit sejadi-jadinya ketika Taryomenyodok pantatku dengan kasar, kuomeli dia agar lebih lembut dikit. Bukannyamendengar, Taryo malah makin buas menggenjotku. Pak Joko melumat bibirku danmemainkan lidahnya di dalam mulutku agar aku tidak terlalu ribut. Hal ituberlangsung sekitar 20 menit lamanya sampai aku merasakan tubuhku seperti maumeledak, yang dapat kulakukan hanya menjerit panjang dan memeluk Pak Jokoerat-erat sampai kukuku mencakar punggungnya. Selama beberapa detik tubuhkumenegang sampai akhirnya melemas kembali dalam dekapan Pak Joko. Namun merekamasih saja memompaku tanpa peduli padaku yang sudah lemas ini. Erangan yangkeluar dari mulutku pun terdengar makin tak bertenaga. Tiba-tiba pelukan merekaterasa makin erat sampai membuatku sulit bernafas, serangan mereka juga makindahsyat, putingku disedot kuat-kuat oleh Pak Joko, dan Taryo menjambakrambutku. Aku lalu merasakan cairan hangat menyembur di dalam vagina dananusku, di air nampak sedikit cairan putih susu itu melayang-layang. Merekaberdua pun terkulai lemas diantara tubuhku dengan penis masih tertancap.Setelah sisa-sisa kenikmatan tadi mereda, akupun mengajak mereka naik ke atas.Sambil mengelap tubuhku yang basah kuyup, aku berjalan menuju kamar mandi. Eh..ternyata mereka mengikutiku dan memaksa ikut mandi bersama. Akhirnya kuiyakansaja deh supaya mereka senang. Disana aku cuma duduk, merekalah yang menyiram,menggosok, dan menyabuniku tentunya sambil menggerayangi. Bagian kemaluan danpayudaraku paling lama mereka sabuni sampai aku menyindir "Lho.. kok yangdisabun disitu-situ aja sih, mandinya ga beres-beres dong, dingin nih"disambut gelak tawa kami. Setelah itu, giliran akulah yang memandikan mereka,saat itulah nafsu mereka bangkit lagi, akupun kembali digarap di kamar mandi.

Cerita kontol bule gede – Cerita indehoi yangpaling berkesan sampai saat ini. Ketika suamiku mengajak aku ke Spanyol untukmerayakan 5 tahun pernikahan kami.
Tentu saja ini kesempatan emas yang tidak boleh aku lewatkanmumpung Adi masih 4 tahun jadi bisa dititipin ke eyangnya. Dan yang terpentingmenurut travelling national geographic, cowok cowok Spanyol super sexyhihihihi.
Salah satu yang menjadi tujuan kami dari sekian tempat eksotisadalah sex party yang diadakan di kota budaya C. Katanya sih dibalai kotadigelar pertunjukan gang bang, threesome live !! gila kan ? diikuti olehsekitar 500 cowok dan cewek yang katanya ganteng ganteng dan sexy…wooo tahu sendirikangimana body cowok spanyol ? Kabarnya penonton boleh ikutan kalo memangberminat. Sebenarnya aku kurang sreg melihatnya, bukan apa apa, aku takutsuamiku tergoda. Aku tahu pasti bagaimana “ganas”nya suamiku. Aku tahu dianggak pernah menyeleweng, tapi boleh saja kan aku kuatir mengingat bagaimanagaya bercinta kami yang super hot. Sedangkan aku sendiri ? hmmm meski senangmelihat cowok macho, tentu saja aku tetap setia dengan suamiku dong…dan lagipertunjukan kaya begini gak bakalan ada di indonesia, jadi rasanya wajib kitatonton..


Setelah berdebat dan nyaris tidak diijinkan masuk karena tubuhmungilku. Setengah berlari kami menyerbu ke dalam. Benar juga, baru masukgedung didepan kami sudah tergelar 20 cewek sexy menggeliat bergaya penariular. Hehehehe kulihat mata suamiku berbinar…dasar !
Semakin ke dalam semakin hot. Ternyata dari luar meski tampakkecil, setelah di dalam bangunan ini cukup luas dan dibagi beberapapertunjukan, mulai dari sekedar berbugil, ML berdua, Threesome MMF atauFFM…hmmm menurutku kurang sip. Karena ini semua hanya menyenangkan kaum lelaki.Yang mana neeeh buat para cewek..batinku protes..
Berbelok ke sayap kanan bangunan, tergelar didepanku cowok cowok sexy &hot…cihuy ! gila cing..! body mereka…. Suamiku memandangku ingin tahu. Sialanaku merasa wajahku memanas.
“Hehehe gimana ma ? “ Tanyanya menggoda.
Ada 5 cowok macho yang membuat dadaku degdegan…ihh..kok bisabegini ya..tapi memang kuakui body dan wajah mereka memang menjanjikan. Tibatiba bersamaan mereka melepas celana dalamnya di depanku…wajahku melongomelihat batang super mereka menari nari 1 m didepan hidungku. Belum pernah akumelihat batang sebesar itu. Jauh deh…jauh banget malah dibanding punya suamiku.Terus terang membuatku sesak nafas. Duuuh gimana ya rasanya…enak kali hihihihi.Kulirik suamiku melihat cowok cowok macho itu dengan kening berkerut.
“Gila ma batangnya…gimana menurutmu ? gimana tuh kalo kamu yangimut ini disetubuhi sama batang kaya gitu..”setengah berbisik.
“Ahh biasa…enak kali ya ”Jawabku nyengir .
“Hus ! mama ! “ suamiku protes.
Kami kembali berlari menuju arena gang bang..berkali kali nontonbokep gang bang rasanya kurang mantap kalo nggak melihat dengan mata kepalasendiri bukan ? Oo..oo..oo kali ini seorang pejantan tangguh menggilir 5 cewekbergantian. Wuaaah kuat banget..! Suamiku memandang dengan wajah iri. “Hmmmpengen pa.. ? Tanyaku ganti menggoda.
“ Kalo boleh…” Jawabnya menggoda balik.
“ Huh maunya !!” Kucubit lengannya.
“Hmmm..kayaknya kalo kita jalan bareng nggak seru deh ma..” Katasuamiku pelan.
‘Maksud papa gimana ? pengen lihat yang cewek sexy disebelahsana yaaaaa…” Kataku agak protes.
” Yo wis gak papa tapi sesuai kesepakatan gak boleh coba cobaloh !! awas !!! “ Kataku memperingatkan.
“Ya iyalah ma…tapi kamu juga nggak boleh loh ma…” Ganti suamiku memperingatkan.
“kamu kaya nggak tahu aku aja pa !” Jawabku merengut.
“OK ok…kita ketemu lagi disini 1 jam lagi…ok ? cukup kan ?”
Kelihatan sekali suamiku nggak sabar ingin kembali melihat tontonan gang bangdi sayap kiri gedung. Sedangkan aku sendiri ? ke sayap kanan dooong…belum puasmelihat cowok cowok ganteng bugil 1 meter didepanku, kali kali aja bolehnyentuh perut six packnya hihihi…
Aku melangkah ke ruangan lebih dalam, wuih ternyata bertambah hot. Ada seorang cewek yang merem melek dijilatin duacowok gagah. Sungguh aku iri dengan cewek bule yang dijilat habis habisan olehco macho didepanku…dalam hati aku pingin banget mencoba, habis suamiku nggakpernah mengoral sih dan mumpung di Negara orang lain, nggak ada kan yang tahukalo kita gila gilaan sedikit. Hihi. Tapi aku kawatir kalo suamiku tiba tibanongol…wuah bisa bisa gue dihabisi…hihihi. Tapi… nggak ah ! aku belum segilaitu.
Sekarang cewek bule didepanku menggeliat seperti cacingkepanasan , duh duh duh…aku merasa celdamku basah. Coba nggak ya…coba nggakya..ku gigit bibirku sambil kepalaku celingukan mencari sosok suamiku. Aku kiranggak papa, kan Cuma dijilat aja..habis suamiku nggak pernah ngegituin aku..duhjadi pengen pipis..
“Honey…you wanna try ? it’s Ok, I will give you a big O…”
Cowok jantan didepanku menawari ketika melihat wajah mupengku.Sialan..gue sih kepingin tapi kan takut…
“Its.. ok Once in your life time… ok? “ rayunya.
Huh bener juga..kapan lagi ya…aku mulai ragu ragu. SementaraCewek yang menggeliat tadi menjerit karena orgasme, sialan jadi tambah pengen,berkali kali diriku menyumpah.
Jadi enggak..jadi enggak…jadi..? jadi ? jemariku meremas remasujung kaosku, gelisah…huuuu tapi cowok ganteng yang tersenyum manis di depankumembuat aku luluh.
Hmmmm ? “Tubuhnya mendekat, ternyata tinggiku tidak sampai sedadanya, otomatisyang terpampang didepanku sepenuhnya adalah batang yang menggiurkan ! Jemarinyamenyentuh jemariku kecilku mengajak. Aku bener bener seperti kerbau dicocokhidung.
“Um… umm….” Bahasa inggris gue kan geblek, gimana jawabnya yah…
AAahhh, persetan ! pokoknya gue pingin sekarang. Secepat kilat gue lepas Gstring gue dan segera berbaring di tempat tidur kecil di depannya.
“ wow !! beautiful ! “ Serunya. “Damn !! she’s hot !!” Teriakbeberapa lelaki yang langsung ikut merubungiku.
Tentu saja dengan tubuh Cuma setinggi 154 cm, payudaraku yang34C, tentu tampak menggiurkan bagi laki laki setinggi 180an cm seperti mereka.Otot otot muscle mereka yang bersliweran di depan hidungku sungguh membuat kubergetar. Ditambah lagi dengan batang 18 inci mereka…hohohoho sungguh guekepengen banget..kepengen banget disetubuhi habis habisan ! come on perkosa aku! setubuhi aku…!!
Dengan sigap cowok yang paling ganteng menhunjamkan kepalanya kepangkal pahaku. Uuuhhh…dan cowok kedua mulai mencium bibir dan satunya mencobamembuka bluesku. Karena baru kali ini ada cewek mungil akan dipuaskan olehbeberapa lelaki otomatis panggung di tempatku menjadi lebih ramai oleh sorakanlaki laki.
Baru dijilat dan disedot 10 menit, aku merasa pingin pipiskarena lidah besar cowok satu ini mengobrak abrik miss V ku, sehingga benerbener membuatku kebelet pipis.
“ uuuf I…I..wanna pee..please stop…”Kataku asal ngomong.
” Do it now honey…its ok..do it now.” Katanya.
Heeehh ? gw pipis sambil dijilati ? nggak salah neeh..? kepalangtanggung, gw cuek aja pipis ketika lidahnya ini menghajar vaginaku. Uuuf…uuffffgilaaaa ternyata dioral sambil pipis, enak buanget…!! Tampak air senikusemburat ke badan mereka…yang justru membuat mereka lebih gila gilaanmenjilatku. Gilaaaa..enaaaak bangettt…!! Aku hanya bisa meringis memejamkanmata saking enaknya.
Heeekkk !!? apaan neeh ? Aku buka mataku aaah gila ! gila..kenapa ada batang yang mencoba masuk ? aku mulai paniK..ini kan diluar rencana? tampak kepala batang yang sepertu jamur tersebut mendesak miss v ku, danmulai masuk perlahan…hah bisa masuk ?!
“ Its ok honey..enjoy it… its ok” cowok macho tersebut berusahameredam kepanikanku.
Duuhh gimana sih.. tapi disetubuhi sambil pipis begini kok enak banget sihhh …
“ Please don’t fu** me… ooohh please…” Gw pura pura keberatan.
Eranganku segera tertutup oleh lumatan bibir si macho…uhhh gak keberatan sih..
Gue kembali melirik ke batang yang sudah keluar masuksepenuhnya. Duh rasanya penuh banget. Untung mereka nggak lupa memakai kondom,tapi kok panas ya…apa karena terlalu besar. Aku baru tersadar, sudah berapamenit neeh, jangan jangan suamiku sudah kembali. Kepalaku menengok kekanankekiri.
What’s up babe ? “ Tanya si macho sambil terengah engah.
“Never mind, harder please “ gue pengen lebih kenceng goyangnya.Kapan lagi gila gilaan meskipun resikonya bisa bisa gue nggak bisa jalan. “Aaarrrggh…da*n ! “ s macho belum apa apa sudah ejakulasi.
Lho kok cepet banget ? apa mungkin saking sempitnya sehinggaseperti memeras batang mereka.
Belum selesai aku berpikir, si ganteng yang tadi berdiri disebelah kirikulangsung mengambil alih. Uhh batangnya lebih hitam dan melengkung. Aku hanya meremmelek menikmati…sedikit menyesal tapi kepalang basah..kapan lagi bisa begini.Selama suamiku nggak tahu gak papalah..
Batang ke lima…
Batang ke enam, tujuh, delapan..badanku mulai menggigil. Entah sudah berapakali kau orgasme. Rasanya gue hampir pingsan saking enaknya.
Perlahan aku membuka mataku, mencoba menengok ke kiri dan kanan,mencari siapa tahu suamiku sudah kembali. Mataku sedikit terbelalak karenadikejauhan suamiku kelihatan mencariku. Mungkin sekitar 100 m an..
“You know the guy over there ?” Kutunjuk laki laki yangcelingukan dikejauhan.
” He is my husband, so give me big o guys…hurry up. “ Katakudengan bahasa inggris yang belepotan.
“Close..close” tutupin tutupin gitu maksud gue, sialan gimanangomongnya…
Untung mereka segera paham. Sambil nyengir 5 orang cowok gede segera menutupitubuhku sehingga suamiku sama sekali nggak bisa melihat. Habis nanggung sih,baru 8 cowok yang ngerjain gw. Dengan cepat cowok ke empat menenggelamkanbatangnya yang besar ke vaginaku yang super becek bergantian.
“ AAAaaahhh… “ aku hanya bisa melenguh sedikit menjerit. Tibatiba ada batang besar yang menyumpal mulutku.
” SSSttt. Your husband…” Sambil nyengir co ganteng ini tanpapermisi memperkosa mulutku.
Sialan ini sih diluar skenario..dari celah kakinya kulihatsuamiku hanya berjarak 3 m. tentu dia nggak bakalan menduga kalau cewek yangdisetubuhi habis habisan didekatnya adalah istrinya tercinta, hihihi aku nakalya…
Sebenarnya mulai cowok ke tujuh yang menyetubuhiku, aku sulitmendapatkan orgasmeku, tapi gak papa karena aku memang mencari sensasinya,kapan lagi bisa disetubuhi habis habisan begini, di Indonesia..? hohohoh nggakbakalan lah…
Kulirik jam tanganku hampir 45 menit berlalu, “Ok ok enoughguys…enough…”Kataku ketika melihat co gagah ke 12 mulai menempelkan batangnya.
“ oughhh come on honey please, give me 5 second ok please.. “Sambil mengedipkan matanya. Uuhhhhhh okelah sekali lagi hihihi habis yang satuini ganteng banget sih….Hunjamannya membuat aku kembali merintih menikmati.Bohong kalo 5 detik, ini sih 15menit !!
Dengan cepat 2 cowok macho ini membantuku mengenakan celanadalamku sambil memegangi tanganku untuk berdiri. “ Honey..if you want, we willpleased you tomorrow… ok ?“ uh maunya…badan udah remuk begini.
Kulihat suamiku malah berjalan menjauh. Uhhh setidak tidaknyaaku mendapat kesempatan membiasakan jalanku yang sedikit terpincang pincang,habis ukuran mereka gila semua.
“Halo sayang…”suamiku berlari memelukku, tampaknya dia kawatirsatu jam mencari istrinya nggak ketemu ketemu.
“ Kenapa kakimu honey ? kram ? “ Tanyanya.
“ Enggak Cuma keseleo aja, kembali ke hotel yuuuk… aku capekjalan terus.”
Sambil menunggu suamiku berteriak memanggil taxi, aku melirikgerombolan cowok macho yang kunikmati tubuhnya di kejauhan. Mereka melambai lambaikantangannya sambil cium jauh…thanks guys…sungguh pengalaman yang menggairahkan.Apakah aku harus menyampaikan kejadian ini kelak ke suamiku ?…hmm entahlah,tapi sayang kalo cerita ini hanya aku simpan sendiri.