Showing posts with label forced feminization. Show all posts
Showing posts with label forced feminization. Show all posts

[Image]"kemari kau pelacur! berjalan merangkak seperti anjing" perintahnya, sambil tertawa menghinaku, "baik nyonya" jawabku patuh atas perintahnya. "Aku tidak mengerti telah melihat penis yang kecil seperti milikmu. Kamu seharusnya lahir sebagai seorang gadis, tapi jangan khawatir pelacur, aku punya rencana untuk membuat apa yang seharusnya kamu harus dilahirkan, untuk menjadi pembersih vagina nyonyamu, mematuhi seperti yang nyonyamu inginkan. Berdiri!, aku ingin memeriksa lagi tubuhmu".

Nyonya berjalan sambil membawa tabung hair remover, jadi aku tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. "Pakai ini untuk seluruh tubuhmu dari leher ke bawah. Perhatikan daerah kemaluan dan kaki. pelacur harus punya kulit halus", ia berkata sambil tersenyum. Setelah memakai di mana-mana, bahkan sampai selangkanan anusku tapi, aku harus tetap berdiri sampai aku diberi izin untuk membilasnya. Hampir setengah jam lamanya hingga kulitku terasa terbakar, membuatku menangis.kini dia sudah tidak melihat adanya bulu ditubuh saya lagi.

Setelah diijinkan membilas, nyonya memberiku sebotol krim badan yang wangi dan mengatakan untuk memakainya setiap malam sebelum tidur. "Besok kamu akan mulai menjadi seorang wanita.
 Aku juga ingin kamu berlatih berbicara dengan suara feminin. Kamu tidak cukup jantan memiliki suara laki-laki dengan tubuh kecil girly dan penis kecilmu. Ketika aku pulang, aku mau kau menyambutku di pintu mengenakan pakaian girlymu dengan kepala menunduk ke bawah, untuk menunjukkan Mistressmu adalah satu-satunya hal yang penting dalam hidupmu yang tak berharga."

Setiap aku membuat kesalahan, nyonya akan menghukum saya dengan menyuruh saya berdiri di sudut dan memberi beberapa cambukan. Dia punya dua teman wanita pada hari Jumat malam, dan aku diberitahu bahwa aku akan menjadi hiburan untuk mereka. Aku disuruh mengenakan baju pelayan lengkap dengan stocking dan sepatu hak tinggi, dan melayani mereka minum dengan berlutut di depan mereka menunggu perintah berikutnya.

Ketika mereka telah banyak minum, nyonya menyuruhku untuk berdiri dan menanggalkan pakaianku. Dia ingin teman-temannya untuk melihat penis kecil budaknya. Aku melakukan apa yang dia katakan, dengan air mata mengalir di wajahku terhadap penghinaan yang mereka lakukan padaku. Mereka semua tertawa, mengatakan mereka belum pernah melihat penis kecil pada seseorang seusia saya. nyonya mengatakan mulai sekarang aku harus menyebut anusku sebagai vagina .

Setelah aku berlutut, aku disuruh untuk menjilat kaki mereka dengan lidahku. Aku harus membersihkan berulang kali atau aku akan dihukum berat. Pada saat tamunya pulang dan nyonya pergi tidur. aku harus membersihkan rumah, mencuci peralatan minum .sebelum aku pergi tidur aku mengatur alarm agar aku bangun sebelum majikanku, hingga punya waktu mandi, berdadan seperti pelayan dengan riasan sederhana dan menyiapkan sarapannya.

"kamu sudah melakukan pekerjaan yang kuperintahkan tadi malam" tanya nyonya, aku mennganguk sambil memberikan dia pedicure dan mempolis kukunya. "Aku akan pergi keluar nanti malam, dan aku berharap kamu berpakaian yang rapi sebagai wanita pelayan, ketika aku pulang. Sekarang kamu istirahat karena kita akan memiliki malam panjang" Sambil menyuruhku masuk ke kandang yang mirip kandang anjing, saya hanya memikirkan seperti apa perlakuannya lagi..

Sekitar jam 12:30 malam. nyonya tiba tapi aku terkejut ia didampingi oleh seorang wanita yang tinggi besar kulitnya gelap dan sedikit berotot yang menunjukkan dia adalah orang yang harus dipatuhi. "Dia adalah tamuku yang juga harus kamu patuhi dan kamu boleh berbicara ketika ditanya atau kalau tidak dia akan menyumpal mulutmu dengan kaos kakinya yang telah dipakai 2 harian. Buatkan kami masing-masing minuman dan berlutut di depan Mistressmu," perintahnya.

Ketika aku kembali dengan minuman, teman nyonya meraba celana dalamku, mengatakan ia belum pernah melihat pelacur sepertiku. "Angkat pakaianmu dan biarkan aku melihat clit diselangkangan kakimu." Ketika aku melakukannya, dia tertawa sama dengan gadis-gadis yang ada di sini semalam. "Berbalik buka mulutmu dan menungging supaya aku bisa melihat vaginamu.sambil mengelus anusku dia berkata. "Aku sudah menyiapkan penis buatan yang jauh lebih besar dari penismu,"

Setelah selesai mereka minum, aku disuruh mengikuti mereka ke kamar tidur nyonya. Ketika mereka duduk di tempat tidur, nyonya memintaku untuk mengganti pakaianku, nyonya memberiku kaos kaki putih selutut, bra warna pink yang berendra dan Lingerie pink yang transnparan. nyonya memoleskan make up yang agak tebal bulu, mata palsu. entah mengapa selama memakai perlengkapan wanita, penisku selalu tegang. "kini kamu tampak cantik sekali lonte, kita akan bersenang senang denganmu malam ini" Aku disuruh membuka celana teman nyonyaku. Ketika aku membuka celananya, aku melihat penis palsu hitam besar yang terpakai seperti celana dalam yang terikat dipingggang. Sambil menamparkan penis palsu itu di wajahku, nyonya menertawakan dan menghinaku, mengatakan bahwa penis itu seperti ini. Bukan penis kecil seperti budak pelacur sepertimu.

Nyonya berbaring di tempat tidur menyuruhku menjilati vaginanya. Aku hanya bisa menuruti perintahnya, aku tidak ingin tubuhku jadi sasaran cambuk nyonyaku lagi. Aku merasa lidahku basah oleh cairan yang kekuar dari vaginanya. Setelah itu teman nyonyaku memasukkan penisnya kedalam vaginanya mereka melakukan adegan lesbian tampak mereka begitu menikmatinya sampai nyonyaku medesah desah dan ...dia menjerit dengan kenikmatanya .mereka tampak saling berpelukan sesaat.kini mereka bangkit dan menatapku. Giliranmu sekarang pelacur murahan "berlutut dilantai!" perintahnya. Nyonyaku berjalan ke arah lemari seperti mengambil sesuatu .tampak dia mengeluarkan tali dan dildo ikat pinggang seperti punya temannya dengan ukuran yang lebih kecil. Tanpa berkata dia mengikat erat tanganku kebelakang dan teman nya mulai memasukkan penis palsu yang masih basah oleh cairan nyonya kemulutku "bersihkan ini pelacur!". Diikuti nyonya yang ikut ikutan menjejalkan penisnya kemulutku sesekali mereka memencet hidungku hingga aku sulit bernafas karena mulutku pun penuh dengan dua penis membuatku mau muntah. Aku merasa begitu terhina atas perlakuan mereka yang mengubahku sebagai wanita pelacur dengan paksa, aku tahu itu yang diinginkan nyonya.

Nyonya mendesah menumpahkan air kencing ke dalam mulutku.kini nyonya memerintahku untuk naik ketempat tidur dengan posissi nungging, aku merasa ada cairan yang dioleskan ke anusku "tenang pelacurku, aku akan memberikan kenikmatan untuk vagina barumu ini" perlahan dia memasukkan penisnya kedalam anusku yang makin lama makin masuk kedalam lalu menariknya kembali, ia lakukan berulang ulang .Sementara nyonya sibuk memompa anusku, temannya menjambak rambutku dan memasukan penisnya lagi kedalam mulutku .Mereka berdua sangat sibuk memommpa anus dan mulutku. Tiba tiba nyonya berhenti dan pindah kedepan "jilat dan bersihkan ini" sambil menjambak rambutku hingga kepalaku tedongak keatas .Aku sangat jijik untuk melakukannya, tapi nyonya tampaknya tahu itu dan plaaaak...tamparan mendarat dipipiku, aku terpaksa menuruti kemauanya.

Setelah aku menjilati penisnya dia menyuruh temannya untuk memasukkan penisnya ke anusku, dengan kasar dia menarik tubuhku yag lebih kecil ke posisi nungging lagi. Tampaknya dia lebih kasar dari nyonyaku dia langsung menusukan penis itu keanusku yang membuat aku spontan menjerit karena aku mersa kesakitan dengan ukuran yang lebih besar dari nyonyaku. Tampaknya mereka tidak senang dengan jeritanku tadi, nyonya mengambil kaos kaki temannya dan menyumpalkan kemulutku, membuka sebelah kaos kakiku sebagai pengikatnya. Mulutku penuh dengan kaos kaki tebal yang aku bisa cium baunya setelah terpakai belum tercuci. Kini aku begitu tak berdaya dengan tangan terikat dan mulut tersumpal mereka bebas bermain dengan anusku, hanya air mata yang bisa mengurangi sedikit rasa perih di anusku.

Setelah mereka bosan dengan anusku dengan kasar mereka membawaku kelantai, aku dibaringkan dilantai telingaku disumbat, mataku ditutup dengan alat mirip perban aku dililit dari kaki hingga kepala, aku hanya merasa mulut, hidung dan area penisku yang masih terbuka. Aku membayangkan diriku pasti mirip mummi. Aku merasa mereka memainkan penisku, terasa penisku masuk ke mulut mereka dan dihisap, mungkin mereka melakukan sambil tertawa aku tak tahu, karena aku tidak dapat melihat dan mendengar. Beberapa saat kemudian cairan sperma pun muncrat dari penisku, tubuhku menggeliat menahan kenikmatan yang aku rasakan, dengan senyum di wajah aku ingin melayani nyonyaku selamanya.

Tamat

[Image]
Aku telanjang dan berlutut di sudut ruangan jauh dari pintu. Kepalaku tertunduk dan dahiku menyentuh lantai. Aku menggigil karena aku sudah begitu lebih dari setengah jam, walaupun sulit untuk mengatakan dalam keadaan seperti itu.

Akhirnya aku mendengar pintu terbuka dan suara sepatu stiletto di lantai beton yang dicat. Mereka datang ke arahku tapi aku tidak berani untuk melihat ke atas. Aku tahu bahwa untuk melakukan hal itu akan menambah lebih berat hukumanku. Sepatu bot datang di bawah hidungku.

"Tunjukkan bagaimana seorang budak menyambut seorang nyonya."

Aku mengangkat kepalaku hanya cukup untuk mencium ujung sepatu bot dan kemudian yang lain. Aku terus mencium sampai diperintahkan untuk berhenti beberapa menit kemudian.

"Berdiri dan buka kaki juga angkat lenganmu. pelacur"
Saya didorong oleh sebuah pukulan di paha bagian dalam masing-masing dengan pecut. Aku menggeliat kesakitan, lengan dan kakiku sudah mulai lelah.

"tetap berpose seperti itu pelacur, sementara aku memeriksamu"

Nyonya berjalan di sekitar saya
 perlahan-lahan tapi aku tidak berani menoleh atau bergerak dengan cara apapun untuk melihat dia, dan aku tentu tidak memandang Wajahnya. Jika aku berani melakukannya hukuman akan datang dengan cepat dan berat.

Dia lalu berhenti di depan saya dan mengambil tali kulit dari sabuk. penis dan bola yang menjuntai di dalam celah antara kedua kakiku dan dia mengikat erat-erat kantung buah pelir saya di atas bola. Segera aku bisa merasakan penis saya mulai bangkit tetapi dia cepat menampar turun dengan cambuk.

"Jadi, kamu ingin menjadi pelacur untuku ya? baik aku pikir, aku dapat membantumu."

Dia kemudian mengambil collar dari rak di dinding dan diikat erat-erat di leherku. Itu sangat tidak nyaman, tetapi dia telah menegaskan bahwa dia tidak peduli tentang tingkat ketidaknyamanan saya alami. Sepasang penjepit puting susu kemudian melekat dan, rasanya sakit sekali, aku akan lebih menyakitkan lagi ketika mereka telah dilepas.

"Berdiri tegak "

Aku merasa lega untuk dapat bergerak dan berdiri normal.

Dari sebuah bangku dekat dinding dia memberi saya sepasang panties merah celana dalam satin hitam dan kemudian bra hitam. Penjepit puting masih menjepit dalam bra cangkir. Berikutnya sepasang stocking jala hitam dengan puncak elastis yang datang ke pertengahan paha, dan akhirnya sepasang sepatu tumit yang Dia dia sebut "fuck me". Aku tertatih-tatih dan berjuang agar tetap seimbang.

"Sekarang membungkuklah dibangku untuk saya pelacur dan tarik ke bawah celanamu sedikit."

Dia melumuri pantat saya dengan cream dan memasukkan butt plug yang begitu besar sehingga butuh hampir satu menit untuk memasukkan ke dalam anusku.

"Berdirilah."

Dia duduk di kursi di salah satu sudut ruangan dan menyalakan sebatang rokok.

'Berjalanlah pelacur. lihat dirimu di cermin dan berjalan ke atas dan ke bawah untuk saya. Jika kamu akan menjadi pelacur kamu harus mampu berjalan seperti itu.

Aku mulai berjalan, sangat sulit karena sepatu hak tinggi.

"gerakkan pinggul dan pantatmu pelacur murahan, lakukan sekarang."

Aku mencoba melakukan apa yang diperintahkan dan akhirnya aku dapat terbiasa meski diliputi ketakutan karena sesekali nyoya memukul dan memecut aku.

"Teruslah berjalan pelacur, dekat kesini dan berlutut di depanku buka mulutmu."
aku harus melakukannya karena aku diperintah, dan berlutut di depannya lalu aku membuka mulutku. tapi tiba-tiba dia menjentikkan abu rokoknya ke dalam mulutku.


Dia memperlakukan saya sebagai asbak rokok, saya terkejut merasakan panasnya abu rokok. Sambil menahan rasa sakit, aku mencooba untuk bertahan dari penderitaan ini......

lalu nyoya memerintahkkan aku untuk mengikutinya "ikut saya."

Aku diikat di atas benda mirip meja yang besar di tengah-tengah ruangan dengan tangan dan kakiku diikat ke masing-masing kaki meja. cambuk memukul aku dari waktu ke waktu di setiap pantatku membuat aku menggerang kesakitan, dia tahu aku sakit tapi dia tidak berhenti sampai akhirnya aku memohon belas kasihan.

"Kamu harus belajar untuk lebih dari ini pelacur" katanya.

dibelakangku aku mendengar dia pergi ke dinding dan mengambil sesuatu. dia datang kembali kepada saya dan dengan tangan bersarung diusap pantatku plug dilepas, dia mendorong tubuhnya dekat dengan pantat ku dan aku bisa merasakan dildo mulai memenuhi anusku.

"Seorang pelacur yang baik harus dapat menerima ini, sekarang rileks dan nikmati seperti yang kamu inginkan"

Pada awalnya dia mendorong kepala dildo dengan perlahan-lahan ke dalam anusku dan kemudian secara bertahap, mendorong dengan lebih kuat, mendorongnya lebih dalam. Aku mendengus dengan rasa sakit dan kemudian dengan kenikmatan karena nyoya terus memompa dildo di dalam anusku.

"bagus. aku dapat melihat bahwa pelacur sepertimu sangat menikmati ini"

"ya nyonya aku menyukainya" jawabku

"katakan apa yang kamu inginkan. katakan padaku sekarang !"

"aku ingin kau memperkosaku nyonya. tolong..., tolong perkosa aku."

Dan dia menyodomiku sampai penisku tegak dan mengemis untuk mengizinkan melepaskan. Tapi kemudian dia berhenti.

"Itu untuk pelacur kesenangan saya, bukan milikmu."

Aku lega, nyoya sudah berhenti menyiksaku, namun penyiksaan baru saja dimulai

"buka Pakaian dan duduk di pojok"

Aku membuka pakaian dan duduk di atas lantai yang dingin.

Dia berjalan mendekatiku dan berdiri di atasku, kaki dibuka, dan tanpa mengucapkan sepatah kata pun menarik turun celana dalamnya dari bawah rok kulit. vaginanya hanya beberapa inci dari wajahku.

Dia mulai kencing kearaku, pertama sedikit di paha dan kemudian di dadaku sebelum akhirnya mengalir ke wajahku.

"Aku ingin kau jilati sekarang pelacur. dan onani untuk nyonya."
penisku langsung keras dan aku membelai penisku seperti yang dia perintahkan.

"aku ingin kau meminumnya budak. Buka mulutmu lebar-lebar."

Aku melakukan apa yang dia katakan padaku dan kencing memancar dari lubang kencing nyoya ke arah mulutku yang sebagian tertelan. Dan sebagian lagi menyembur keseluruh perutku.

"kamu lonte yang baik dan bisa memuaskan nyonyamu. sekarang mandi, aku ingin kau kembali ke sudut ruangan"