Showing posts with label ngentot bareng tetangga. Show all posts
Showing posts with label ngentot bareng tetangga. Show all posts

Sudah jadi kebiasaanku, aku selalu berolahraga dengantelanjang bulat, sehingga dapat kuperhatikan tubuhku sendiri lewat cermin ituyang kian hari kian tumbuh kekar dan indah. berkulit sawo matang gelap. Rambutkasar memenuhi hampir di seluruh kedua lengan tangan dan kaki serta dadaku yangmembidang ke bawah, lebih-lebih pada daerah kemaluanku. Rambutnya tumbuh suburdengan batang zakarnya yang selalu terhangati olehnya. Kuraba-raba batangkemaluanku yang mulai beranjak tegang ereksi ini. Hmm, ouh, mengasyikan sekali.Air keringatku turut membasahi batang zakar dan buah pelirku. Dengan sambilduduk di kursi plastik aku berfantasi seandainya ini dilakukan oleh seorangwanita. Mengelus-elus zakarku yang pernah kuukur memiliki panjang 20 centimeterdengan garis lingkar yang 18 centimeter! Mataku hanya merem melek sajamenikmati sensasi yang indah ini.

 
Perlahan-lahan aku mulai melumuri batangzakarku dengan air liurku sendiri. Kini sambil menggenggam batang zakar, akuterus menerus melakukan mengocok-ngocok secara lembut yang berangsur-angsur ketempo cepat.Aku tengah menikmati itu semua dengan sensasiku yang luar biasaketika tiba-tiba pintu kamar kost-ku diketok pelan-pelan. Sial, aku sejenakterperangah, lebih-lebih saat kudengar suara cewek yang cukup lama sekali takpernah kudengar."Mas, Mas Wid? Ini aku, Irma!"Irma? Adik sepupukudari Pekalongan? Ngapain malam-malam begini ini datang ke Jogja? Gila!Buru-buru aku melilitkan kain handuk kecilku sambil memburu ke arah pintu untukmembukakannya. "Irma?" ucapku sambil menggeser posisiku berdiri untukmemberi jalan masuk buat adik sepupuku yang terkenal tomboy ini. Irma terussaja masuk ke dalam sambil melempar tas ranselnya dan lari ke kamar mandi yangmemang tersedia di setiap kamar kost ini. Sejenak aku melongok keluar, sepi,hanya gelap di halaman samping yang menawarkan kesunyian. Pintu kembali kututupdan kukunci. Aku hanya menghela nafasku dalam-dalam sambil memperhatikan tasransel Irma.Tak berapa lama Irma keluar dengan wajah basah dan kusut. Rambutnyayang lebat sebahu acak-acakan. Aku agak terkejut saat menyadari bahwa kini Irmahanya memakai kaos oblong khas Jogja. Rupanya ia telah melepas celana jeansbiru ketatnya di kamar mandi. Kulit pahanya yang kuning langsat dan ketat ituterlihat jelas. "Ada masalah apa lagi, hmm? Dapat nilai jelek lagi disekolahan lalu dimarahi Bapak Ibumu?" tanyaku sambil mendekat dan mengelusrambutnya, Irma hanya terdiam saja. Anak SMU kelas dua ini memang bandel.Mungkin sifat tomboynya yang membuat dirinya begitu. Tak mudah diatur danmaunya sendiri saja. Jadinya, aku ini yang sering kewalahan jika ia datangmendadak minta perlindunganku. Aku memang punya pengaruh di lingkungankeluarganya.Irma hanya berdiri termangu di depan cermin olah ragaku. Walauwajahnya merunduk, aku dapat melihat bahwa dia sedang memandangi tubuhku yangsetengah telanjang ini."Lama ya Mas, Irma nggak ke sini.""Hampirlima tahun," jawabku lebih mendekat lagi lalu kusadari bahwa lengan dantangannya luka lecet kecil."Berantem lagi, ya? Gila!" seruku kagetmenyadari memar-memar di leher, wajah, kaki, dan entah dimana lagi."Irmakalah, Mas. Dikeroyok sepuluh cowok jalanan. Sakit semua, ouih. Mas, janganbilang sama Bapak Ibu ya, kalau Irma kesini. Aduh...!" teriak tertahanIrma mengaduh pada dadanya."Apa yang kamu rasakan Ir? Dimana sakitnya,dimana?" tanyaku menahan tubuhnya yang mau roboh.Tapi dengan kuat Irmadapat berdiri kembali secara gontai sambil memegangi lenganku."Seluruhtubuhku rasanya sakit dan pegal semua, Mas, ouh!""Biar Mas lihat, ya?Nggak apa-apa khan? Nggak malu, to?" desakku yang terus terang aku sudahmulai tergoda dengan postur tubuh Irma yang bongsor ketat. Irma hanya menganggukkalem."Ah, Mas Wid. Irma malah pengin seperti dulu lagi, kita mandibareng... Irma kangen sama pijitan Mas Wid!" ujar Irma tersenyummalu.Edan! Aku kian merasakan batang kemaluanku mengeras ketat. Dan itu jelassekali terlihat pada bentuk handuk kecil yang menutupinya, ada semacam bendakeras yang hendak menyodok keluar. Dan Irma dapat pula melihatnya! Perlahankulepas kaos oblong Irma. Sebentar dirinya seperti malu-malu, tapi kemudianmembiarkan tanganku kemudian melepas BH ukuran 36B serta CD krem berendaketatnya. Aku terkejut dan sekaligus terangsang hebat. Di tubuh mulusnya yangindah itu, banyak memar menghiasinya. Aku berjalan memutari tubuh telanjangnya.Dengan gemetaran, jemariku menggerayangi wajahnya, bibirnya, lalu leher danterus ke bawahnya. Cukup lama aku meraba-raba dan mengelus serta meremas lembutbuah dadanya yang ranum ini. "Mas Wid... enak sekali Mas, teruskan yaaa...ouh, ouh..!" pinta mulut Irma sambil merem-melek. Mulutku kini maju kedada Irma. Perlahan kuhisap dan kukulum nikmat puting susunya yang coklatkehitaman itu secara bergantian kiri dan kanannya. Sementara kedua jemaritanganku tetap meremas-remas kalem dan meningkat keras. Mulut Irma makinmerintih-rintih memintaku untuk berbuat lebih nekat dan berani. Irmamenantangku, sedotan pada puting susunya makin kukeraskan sambil kuselingidengan memilin-milin puting-puting susu tersebut secara gemas."Auuuh, aduhMas Wid, lebih keras... lebih kencang, ouh!" menggelinjang tubuh Irmasambil berpegangan pada kedua pundakku. Puting Irma memang kenyal danmengasyikan. Kurasakan bahwa kedua puting susu Irma telah mengeras total. Akumerendahkan tubuhku ke bawah, mulutku menyusuri kulit tubuh bugil Irma, menyapuperutnya dan terus ke bawah lagi. Rambut kemaluan Irma rupanya dicukur habis,sehingga yang tampak kini adalah gundukan daging lembut yang terbelah celahsempitnya yang rapat. Karuan lagi saja, mulutku langsung menerkam bibirkemaluan Irma dengan penuh nafsu. Aku terus mendesakkan mulutku ke dalam liangkemaluannya yang sempit sambil menjulurkan lidahku untuk menjilati klitorisnyadi dalam sana. Irma benar-benar sangat menggairahkan. Dalam masalah seks, akumemang memliki jadwal rutin dengan pacarku yang dokter gigi itu. Dan kalaudibandingkan, Irma lebih unggul dari Sinta, pacarku. Mulutku tidak hanyamelumat-lumat bibir kemaluan Irma, tapi juga menyedot-nyedotnya dengan ganas,menggigit kecil serta menjilat-jilat.Tanpa kusadari kain handukku terlepassendiri. Aku sudah merasakan batang kemaluanku yang minta untuk menerjang liangkemaluan lawan. Karuan lagi, aku cepat berdiri dan meminta Irma untuk jongkokdi depanku. Gadis itu menurut saja. "Buka mulutmu, Dik. Buka!"pintaku sambil membimbing batang kemaluanku ke dalam mulut Irma. Gadis itusemula menolak keras, tapi aku terus memaksanya bahwa ini tidak berbahaya.Akhirnya Irma menurut saja. Irma mulai menyedot-nyedot keras batang kemaluankusembari meremas-remas buah zakarku. Ahk, sungguh indah dan menggairahkan.Perbuatan Irma ini rupanya lebih binal dari Sinta. Jemari Irma kadangkalamenyelingi dengan mengocok-ngocok batang kemaluanku, lalu menelannya danmelumat-lumat dengan girang."Teruskan Dik, teruskan, yeeeahh, ouh...ouh... auh!" teriakku kegelian. Keringat kembali berceceran deras. Akuturut serta menusuk-nusukan batang kemaluanku ke dalam mulut Irma, sehinggagadis cantik ini jadi tersendak-sendak. Tapi justru aku kian senang. Kini akutak dapat menahan desakan titik puncak orgasmeku. Dengan cepat aku muntahkanspermaku di dalam mulut Irma yang masih mengulum ujung batang kemlauanku."Crooot...creet... crret...!""Ditelan Dik, ayo ditelan habis, dan bersihkanlepotannya!" pintaku yang dituruti saja oleh Irma yang semula hendakmemuntahkannya. Aku sedikit dapat bernafas lega. Irma telah menjilati dan membersihkanlepotan air maniku di sekujur ujung zakar."Maaasss, ouh, rasanyaaneh...!" ujar Irma sambil kuminta berdiri. Sesaat lamanya kami salingpandang. Kami kemudian hanya saling berpelukan dengan hangat dan mesra.Kurasakan desakan buah dadanya yang kencang itu menggelitik birahikukembali."Ayo Dik, menungging di depan cermin itu!" pintaku sambilmengarahkan tubuh Irma untuk menungging. Irma manut. Dengan cepat aku terusmembenamkan batang kemaluanku ke liang kemaluan Irma lewat belakang danmelakukan gerakan maju mundur dengan kencang sekali. "Aduuh, auuh... ouh..ouh... aaah... ouh, sakit, sakit Mas!" teriak-teriak mulut Irmamerem-melek. Tapi aku tak peduli, adik sepupuku itu terus saja kuperkosa denganhebat. Sambil berpegangan pada kedua pinggulnya, aku menari-narikan batangkemaluanku pada liang kemaluan Irma."Sakiiit...ouhh...!""Blesep... slep... sleeep..." suara tusukanpersetubuhan itu begitu indah.Irma terus saja menggelinjang hebat.Aku segeramencabut batang kemaluanku, membalikkan posisi tubuh Irma yang kini telentangdengan kedua kakinya kuminta untuk melipat sejajar badannya. sementara keduatangannya memegangi lipatan kedua kakinya. Kini aku bekerja lagi untukmenyetubuhi Irma."Ouuh... aaahhk... ouh... ouh...!"Dengan menopangtubuhku berpegangan pada buah dadanya, aku terus kian ganas tanpa ampun lagimenikam-nikam kemaluan Irma dengan batang kemaluanku."Crrrooot... cret...creet...!"Menyemprot air mani zakarku di dalam liang kemaluan Irma."Maaas... ouuuh... aduh... aaahk!" teriak Irma yang langsung agaklunglai lemas, sementara aku berbaring menindih tubuh bugilnya dengan batangkemaluanku yang masih tetap menancap di dalam kemaluanya.


Suamiku seorang sales yang hampir dua hari sekali pasti keluar kota, bahkan kadang satu minggu di luar kota, karena rasa kasihannyaterhadapku, maka dia berniat untuk menyekat rumahku untuk membuka tempat kostagar aku tidak merasa sendirian di rumah.Mula-mula empat kamar tersebut kamikost-kan untuk cewek-cewek, ada yang mahasiswa ada pula yang karyawati. Akusangat senang ada teman untuk ngobrol-ngobrol. Setiap suamiku pulang dari luarkota, pasti dibawakan oleh-oleh agar mereka tetap senang tinggal di rumah kami.Tetapi lama-kelamaan aku merasa makin tambah bising, setiap hari ada yang apelsampai larut malam, apalagi malam minggu, aduh bising sekali bahkan aku semakiniri pada mereka untuk kumpul bersama-sama satu keluarga. Begitu suamiku datangdari luar kota, aku menceritakan hal-hal yang tiap hari kualami, akhirnya kitaputuskan untuk membubarkan tempat kost tersebut dengan alasan rumah mau kitajual.
Akhirnya mereka pun pada pamitan pindah kost.Bulan berikutnya kitasepakat untuk ganti warna dengan cara kontrak satu kamar langsung satu tahunkhusus karyawan-karyawan dengan syarat satu kamar untuk satu orang jadi tidakterlalu pusing untuk memikirkan ramai atau pun pulang malam. Apalagi lokasirumah kami di pinggir jalan jadi tetangga-tetangga pada cuek. Satu kamar diisiseorang bule berbadan gede, putih dan cakep. Untuk ukuran harga kamar kami langsungdikontan dua tahun dan ditambah biaya perawatan karena dia juga sering pulangmalam.Suatu hari suamiku datang dari luar kota, dia pulang membawa sebotolminuman impor dan obat penambah rangsangan untuk suami istri.Suamiku bertanya,"Lho kok sepi-sepi aja, pada ke mana.""Semua pada pulang karenaliburan nasional, tapi yang bule nggak, karena perusahaannya ada sedikit lemburuntuk mengejar target", balasku mesra.Kemudian suamiku mengambilminumannya dan cerita-cerita santai di ruang tamu, "Nich sekali-kali kitareuni seperti di diskotik", kata suamiku, "Aku juga membawa obat kuatdan perangsang untuk pasangan suami istri, ntar kita coba ya.."Sambilsedikit senyum, kujawab, "Kangen ya.. emang cuman kamu yangkangen.."Lalu kamipun bercanda sambil nonton film porno."Nich minumdulu obatnya biar nanti seru.." kata suamiku.Lalu kuminum dua butir,suamiku minum empat butir."Lho kok empat sih.. nanti over lho",kataku manja."Ach.. biar cepat reaksinya", balas suamiku sambil tertawakecil.Satu jam berlangsung ngobrol-ngobrol santai di ruang tamu sambil nontonfilm porno, kurasakan obat tadi langsung bereaksi. Aku cuma mengenakan bajuputih tanpa BH dan CD. Kita berdua duduk di sofa sambil kaki kita diletakkan diatas meja. Kulihat suamiku mulai terangsang, dia mulai memegang lututku lalumeraba naik ke pahaku yang mulus, putih dan seksi. Buah dadaku yang masihmontok dengan putingnya yang masih kecil dan merah diraihnya dan diremasnyadengan mesra, sambil menciumiku dengan lembut, perlahan-lahan suamiku membuka kancingbajuku satu persatu dan beberapa detik kemudian terbukalah semua pelapistubuhku."Auh.." erangku, kuraba batang kemaluan suamiku lalukumainkan dengan lidah, kukulum semuanya, semakin tegang dan besar. Dia punlalu menjilat klitorisku dengan gemas, menggigit-gigit kecil hingga aku tambahterangsang dan penuh gairah, mungkin reaksi obat yang kuminum tadi. Liangkewanitaanku mulai basah, dan sudah tidak kuat aku menahannya. "Ach.. Masmasukin yuk.. cepat Mas.. udah pingin nich.." sambil mencari posisi yangtepat aku memasukkan batang kemaluannya pelan-pelan dan, "Blesss..",batang kemaluan suamiku masuk seakan membongkar liang surgaku. "Ach..terus Mas.. aku kangen sekali..", dengan penuh gairah entah kenapatiba-tiba aku seperti orang kesurupan, seperti kuda liar, mutar sana mutarsini. Begitu pula suamiku semakin cepat gesekannya. Kakiku diangkatnya ke atasdan dikangkangkan lebar-lebar.Perasaanku aneh sekali, aku seakan-akan inginsekali diperkosa beberapa orang, seakan-akan semua lubang yang aku punya inginsekali dimasuki batang kemaluan orang lain. Seperti orang gila, goyang sana,goyang sini sambil membayangkan macam-macam. Ini berlangsung lama sekali dankita bertahan seakan-akan tidak bisa keluar air mani. Sampai perih tapi asiksekali. Sampai akhirnya aku keluar terlebih dahulu, "Ach.. Mas aku keluarya... udah nggak tahan nich.. aduh.. aduh.. adu..h.. keluar tiga kaliMas",, desahku mesra. "Aku juga ya.. ntar kamu agak pelan goyangnya..ach.. aduh.. keluar nich.." Mani kental yang hangat banyak sekali masuk kedalam liang kenikmatanku. Dan kini kita berada dalam posisi terbalik, aku yangdi atas tapi masih bersatu dalam dekapan.Kucabut liang kewanitaanku dari batangkemaluan suamiku terus kuoles-oleskan di mulut suamiku, dan suamiku menyedot semuamani yang ada di liang kewanitaanku sampai tetes terakhir. Kemudian kita salingberpelukan dan lemas, tanpa disadari suamiku tidur tengkurap di karpet ruangtamu tanpa busana apapun, aku pun juga terlelap di atas sofa panjang dengankaki telentang, bahkan film porno pun lupa dimatikan tapi semuanya terkuncisepertinya aman.Ketika subuh aku terbangun dan kaget, posisiku bugil tanpasehelai benang pun tetapi aku telah pindah di kamar dalam, tetapi suamiku masihdi ruang tamu. Akhirnya perlahan-lahan kupakai celana pendek dan kubangunkansuamiku. Akhirnya kami mandi berdua di kamar mandi dalam. Jam delapan pagi sayabuatkan sarapan dan makan pagi bersama, ngobrol sebentar tentang permainan seksyang telah kami lakukan tadi malam. Tapi aku tidak bertanya tentang kepindahanposisi tidurku di dalam kamar, tapi aku masih bertanya-tanya kenapa kok akubisa pindah ke dalam sendirian.Sesudah itu suamiku mengajakku mengulangipermaina seks seperti semalam, mungkin pengaruh obatnya belum juga hilang. Akupun disuruhnya minum lagi tapi aku cuma mau minum satu kapsul saja. Belum jugaterasa obat yang kuminum, tiba-tiba teman suamiku datang menghampiri karena adatugas mendadak ke luar kota yang tidak bisa ditunda. Yah.. dengan terpaksasuamiku pergi lagi dengan sebuah pesan kalau obatnya sudah bereaksi kamu harustidur, dan aku pun menjawabnya dengan ramah dan dengan perasaan sayang. Makapergilah suamiku dengan perasaan puas setelah bercinta semalaman.Dengan dasterputih aku kembali membenahi ruang makan, dapur dan kamar-kamar kost akubersihkan. Tapi kaget sekali waktu membersihkan kamar terakhir kost-ku yangbersebelahan dengan kamar tidurku, ternyata si bule itu tidur pulas tanpabusana sedikit pun sehingga kelihatan sekali batang kemaluan si bule yangsebesar tanganku. Tapi aku harus mengambil sprei dan sarung bantal yangtergeletak kotor yang akan kucuci.Dengan sangat perlahan aku mengambil cuciandi dekat si bule sambil melihat batang kemaluan yang belum pernah kulihatsecara dekat. Ternyata benar seperti di film-film porno bahwa batang kemaluanbule memang besar dan panjang. Sambil menelan ludah karena sangatlah keheranan,aku mengambil cucian itu.Tiba-tiba si bule itu bangun dan terkejut seketikaketika melihat aku ada di kamarnya. Langsung aku seakan-akan tidak tahu harusberkata apa."Maaf tuan saya mau mengambil cucian yang kotor", katakudengan sedikit gugup."Suamimu sudah berangkat lagi?" jawabnya denganpelan dan pasti. Dengan pertanyaan seperti itu aku sangat kaget. Dan kujawab,"Kenapa?".Sambil mengambil bantal yang ditutupkan di bagian vitalnya,si bule itu berkata, "Sebelumnya aku minta maaf karena tadi malam akusangat lancang. Aku datang jam dua malam, aku lihat suamimu tidur telanjang dikarpet ruang tamu, dan kamu pun tidur telanjang di sofa ruang tamu, dengansangat penuh nafsu aku telah melihat liang kewanitaanmu yang kecil dan merahmuda, maka aku langsung memindahkan kamu ke kamar, tapi tiba-tiba timbulgairahku untuk mencoba kamu. Mula-mula aku hanya menjilati liang kewanitaanmuyang penuh sperma kering dengan bau khas sperma lelaki. Akhirnya batangkemaluanku terasa tegang sekali dan nafsuku memuncak, maka dengan beraninya akumeniduri kamu."Dengan rasa kaget aku mau marah tapi memang posisi yangsalah memang diriku sendiri, dan kini terjawablah sudah pertanyaan dalambenakku kenapa aku bisa pindah ke ruang kamar tidurku dan kenapa liangkewanitaanku terasa agak sakit"Trus saya.. kamu apain", tanyakudengan sedikit penasaran"Kutidurin kamu dengan penuh nafsu, sampai maniyang keluar pertama kutumpahkan di perut kamu, dan kutancapkan lagi batangankuke liang kewanitaanmu sampai kira-kira setengah jam keluar lagi dan kukeluarkandi dalam liang kewanitaanmu", jawab si bule."Oic.. bahaya nich, ntarkalo hamil gimana nich", tanyaku cemas."Ya.. nggak pa-pa dong",jawab si bule sambil menggandengku, mendekapku dan menciumku.Kemudiandipeluknya tubuhku dalam pangkuannya sehingga sangat terasa batang kemaluannyayang besar menempel di liang kewanitaanku. "Ach.. jangan dong.. aku masihcapek semalaman", kataku tapi tetap saja dia meneruskan niatnya, akuditidurkan di pinggir kasurnya dan diangkat kakiku hingga terlihat liangkewanitaanku yang mungil, dan dia pun mulai manjilati liang kewanitaanku denganpenuh gairah. Aku pun sudah mulai bernafsu karena pengaruh obat yang telah akuminum sewaktu ada suamiku."Auh.. Jhon.. good.. teruskan Jhon.. auh".Satu buah jari terasa dimasukkan dan diputar-putar, keluar masuk, goyang kanangoyang kiri, terus jadi dua jari yang masuk, ditarik, didorong di liang kewanitaanku.Akhirnya basah juga aku, karena masih penasaran Jhon memasukkan tiga jari keliang kewanitaanku sedangkan jari-jari tangan kirinya membantu membuka bibirsurgaku. Dengan nafsunya jari ke empatnya dimasukkan pula, aku mengeliat enak.Diputar-putar hingga bibir kewanitaanku menjadi lebar dan licin. Nafsukumemuncak sewaktu jari terakhir dimasukkan pula."Aduh.. sakit Jhon.. janganJhon.. ntar sobek.. Jhon.. jangan Jhon", desahku sambil mengeliat danmenolak perbuatannya, aku berusaha berdiri tapi tidak bisa karena tangankirinya memegangi kaki kiriku. Dan akhirnya, "Blesss.." masuk semuasatu telapak tangan kanan Jhon ke dalam liang kewanitaanku, aku menjerit kerastapi Jhon tidak memperdulikan jeritanku, tangan kirinya meremas payudaraku yangmontok hingga rasa sakitnya hilang. Akhirnya si bule itu tambah menggila,didorong, tarik, digoyang kanan kiri dengan jari-jarinya menggelitikdaging-daging di dalamnya, dia memutar posisi jadi enam sembilan, dia menyumbatmulutku dengan batang kemaluannya hingga aku mendapatkan kenikmatan yang selamaini sangat kuharapkan."Auch.. Jhon punyamu terlalu panjang hingga masuk ditenggorokanku.. pelan-pelan aja", ucapku tapi dia masih bernafsu.Tangannya masih memainkan liang kewanitaanku, jari-jarinya mengelitik di dalamnyahingga rasanya geli, enak dan agak sakit karena bulu-bulu tangannyamenggesek-gesek bibir kewanitaanku yang lembut. Ini berlangsung lama sampaiakhirnya aku keluar."Jhon.. aku nggak tahan.. auch.. aouh.. aku keluarJhon auch, aug.. keluar lagi Jhon.." desahku nikmat menahan orgasme yangkurasakan."Aku juga mau keluar.. auh.." balasnya sambilmendesah.Kemudian tangannya ditarik dari dalam liang kewanitaanku dan diamemutar berdiri di tepi kasur dan menarik kepalaku untuk mengulum kemaluannyayang besar. Dengan sangat kaget dan merasa takut, kulihat di depan pintu kamarternyata suamiku datang lagi, sepertinya suamiku tidak jadi pergi dan melihatperistiwa itu. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, kupikir sudah ketahuan, telanjurbasah, aku takut kalau aku berhenti lalu si bule tahu dan akhirnya bertengkar,tapi aku pura-pura tidak ada sesuatu hal pun, si bule tetap kukulum sambilmelirik suamiku, takut kalau dia marah.Tapi ternyata malah suamiku melepascelana dan mendekati kami berdua yang sudah tengang sekali, mungkin sudahmenyaksikan kejadian ini sejak tadi. Dan akhirnya si bule kaget sekali,wajahnya pucat dan kelihatan grogi, lalu melepas alat vitalnya dari mulutku danagak mudur sedikit. Tapi suamiku berkata, "Terusin aja nggak pa-pa kok,aku sayang sama istriku.. kalau istriku suka begini.. ya terpaksa aku jugasuka.. ayo kita main bareng". Akhirnya semua pada tersenyum merdeka, dantanpa rasa takut sedikit pun akhirnya si bule disuruh tidur telentang, akutidur di atas tubuh si bule, dan suamiku memasukkan alat vitalnya di anusku,yang sama sekali belum pernah kulakukan. Dengan penuh nafsu suamiku langsungmemasukkan batang kemaluannya ke dalam anusku. Karena kesulitan akhirnya diamenarik sedikit tubuhku hingga batang kemaluan si bule yang sudah masuk keliang kewanitaanku terlepas, suamiku buru-buru memasukkan batang kemaluannya keliang kewanitaanku yang sudah basah, di goyang beberapa kali akhirnya ikutbasah, dan dicopot lagi dan dimasukkan ke anusku dan.. "Blesss..",batang kemaluan suamiku menembus mulus anusku. "Aduh.. pelan-palanMas..", seruku.Kira-kira hampir setengah jam posisi seperti iniberlangsung dan akhirnya suamiku keluar duluan, duburku terasa hangat kenacairan mani suamiku, dia menggerang keenakan sambil tergeletak melihatku masihmenempel ketat di atas tubuh si bule. Akhirnya si bule pun pindah atas danmemompaku lebih cepat dan aku pun mengerang keenakan dan sedikit sakit karenamentok, kupegang batang kemaluan si bule yang keluar masuk liang kewanitaanku,ternyata masih ada sisa sedikit yang tidak dapat masuk ke liang senggamaku.Suamiku pun ikut tercengang melihat batang kemaluan si bule yang besar, merahdan panjang. Aku pun terus mengerang keasyikan, "Auh.. auh.. terus Jhon..auh, keluarin ya Jhon.."Akhirnya si bule pun keluar, "Auch.. keluar nich.."ucapnya sambil menarik batang kemaluannya dari liang kewanitaanku dandimasukkan ke mulutku dan menyembur juga lahar kental yang panas, kutelansedikit demi sedikit mani asin orang bule. Suamiku pun ikut menciumku dengansedikit menjilat mani orang asing itu. Kedua lelaki itu akhirnya tersenyumkecil lalu pergi mandi dan tidur siang dengan puas.