Kini Melati melahap semua batang kemaluanku sambil menyedot-nyedot batang kemaluanku, sungguh geli dan nikmat tak terkalahkan. Aku juga mulai merintih karena nikmatnya. Secara tak sadar aku tarik rambut Melati yang panjang dan aku benamkan kapalanya di selakanganku. Masuk semua batang kemaluanku sampai pangkalnya ke mulut Melati. Seperti tak mau ketinggalan waktu Melati berdiri lalu duduk di pangkuanku sambil memegang batang kemaluanku dan tiba-tiba dilesakkan batang kemaluanku di dalam liang vaginanya, kini Melati yang memegang kemudi posisi ini, Melati menaik-turunkan pinggulnya sehingga keluar masuklah batang kemaluanku di dalam vaginanya, mulut kami kembali saling melumat dan tanganku meremas-remas pantat Melati.

Suasana hujan makin derasnya sehingga jeritan dan desahan kami hilang ditelan suara hujan. Semakin liar Melati mengoyangkan pinggulnya naik turun semakin kencang aku meremas-remas pantatnya, tiba-tiba lidahku di sedotnya digigitnya lidahku sambil tangan Melati mencengkeram punggungku sambil berteriak dan membenamkan pinggulnya sehingga batang kemaluanku terbenam semua ke vaginanya.
" Aacchh.. aku keluar" jerit Melati sambil kurasakan denyutan otot vagina bagian dalam yang seperti meremas-remas batang kemaluanku.

Dua kali sudah Melati mencapai nikmatnya kini Melati merangkak di sofa tangannya bersandar ke sandaran sofa, tidak aku buka kaosnya karena aku merasa makin terangsang melihat Melati mengunakan kaos itu. Aku naikkan kaos itu dan aku menghadap tepat di vagina Melati, aku masih ingin menjilati vaginanya langsung aku sapukan lidahku di daerah sekeliling vaginanya, kulihat lendir dari vaginanya mulai menetes keluar. Aroma spermaku masih tetap terasa setiap kali aku jilati vaginanya, kini Melati mulai mendesah dan mengerang, desah dan eranganya hilang ditelan suara hujan yang belum juga reda. Aku sapukan jilatan lidahku ke atas vaginanya ke sekitar duburnya, kulihat Melati makin mengelinjang-gelinjang dan mendesah-desah.
"Sayang.. aacchh.. enak sayang.. teruss" desah Melati.

Aku jilati daerah dubur Melati dan dua jari tanganku pun mulai menerobos lubang vagina Melati, tanpa aku melepas jilatanku di sekitar dubur vagina Melati.
"Ooacchh.. aku ngak tahaann say..pleaasse" jerit Melati.
Aku sendiri tidak bisa menahan diri, langsung aku bediri dan menyodokkan batang kemaluanku pada Melati yang pada posisi menungging di sofa.

Makin liar aku menyodokkan batang kemaluanku, maju, mundur. Kulihat rambut Melati yang lurus terurai bergerak-gerak mengikuti irama sodokanku yang menambah sensasi tersendiri bagiku dengan tiba-tiba tangan Melati menarik tanganku sambil mendekatkan ke duburnya aku akhirnya mengerti maksud Melati, aku masukkan jari tengahku ke dalam duburnya dan Melati makin mengelinjang mengikuti sodokkan kami dan makin rancau Melati mendesah. Sodokanku makin kacau dan tidak beraturan dan jari tanganku pun ikut keluar masuk di dubur vagina hingga akhirnya aku merasa tidak kuat menahan aliran spermaku yang mau keluar.
" Melati aku mau keluaarr.." ucapku.
Makin kencang aku menyodokkan batang kemaluanku ke dalam vaginanya dan tiba-tiba Melati menjerit dan tangannya mencengkeram sandaran sofa.
" Aacchh.." jerit Melati mencapai nikmatnya.

Aku rasakan denyutan otot vaginanya pada batang kemaluanku yang mebikin aku lepas kontrol dan aku pun tidak bias mengontrol diriku hingga semprotan spermaku akhirnya "Creett.." keluarlah spermaku di dalam liang vaginanya.

Kurebahkan tubuhku duduk di sofa berdampingan tubuh Melati keringatku mengucur keluar walaupun suasana dingin karena hujan yang tidak bagitu mempengaruhiku. Aku cium bibir Melati dan aku bisikkan
"Terimakasih Melati, kamu makin hot aja" bisikku di telinganya.

Aku pakai celana panjangku dan kami kembali bercerita macam-macam sambil kami berpelukan aku ambilkan soft drink buat Melati dan diminumnya. Tak terasa 2 jam aku duduk di teras belakang kulihat langit mulai gelap, aku angkat tubuh Melati masuk kedalam kamar.
"Aku mandiin ya Melati" bisikku
Dibalasnya dengan ciuman mesra di bibirku.

Aku turunkan tubuhnya di kamar madi dan mandi bersama berendam dan saling menyabuni badan dan kemaluan kami masing-masing dengan penuh kasih sayang. Mungkin karena rabaan dan belaiaanku di daerah sekitar kemaluan dan dada Melati, kulihat Melati mulai mendesah bergairah, Melati mulai meremas-remas batang kemaluanku yang sudah berdiri tegak semenjak di dalam bath up.

Tiba-tiba Melati langsung menduduki batang kemaluanku yang sudah tegak berdiri dicepitnya lagi batang kemaluanku dengan otot Vaginanya. Tanganku pun tidak bisa tinggal diam disaat Maleti mengoyangkan pantatnya naik turun dengan liarnya rasanya ada sensasi tersendiri making love dalam bathup tangan kiriku meremas-remas buah dadanya dan tangan kananku memainkan clitoris Melati, semakin kencang Melati menaik turunkan badannya semakin keras pula desahannya dan gelombang air yang meluber ke lantai semakin banyak. Kuperhatikan desahan Melati semakin lama semakin kerasnya dan tiba-tiba.
"Ooaacchh..sayang aku.." ucap Melati sambil tangannya menjambak rambutku.

Kurasakan denyutan otot vagina dalamnya berdenyut-denyut menjepit batang kemaluanku, duh rasanya bikin batang kemaluanku pengen cepet keluar saja. Sepertinya Melati benar-benar menikmati posisi ini terbukti walau sudah mencapai nikmatnya, Melati tidak merubah posisi ini, dan makin nampak liar saja dia menaik-turunkan pantatnya dan sesekali dia mengoyang pantatnya. Duh bener-bener bikin aku lepas kontrol saja, tidak sampai 10 menit Melati mencapai puncaknya tiba-tiba aku merasa pengen keluar saja, mungkin karena aku tidak tahan merasakan goyangan Melati dalam bathtup itu dan dari dalam mulutku pun terucap
"Melati aku mau keluaarr" ucapku.

Sepertinya Melati sudah tahu kalau aku mau keluar, dipercepatnya goyangan dan gerakan naik turun Melati, tiba-tiba Melati membungkukkan badannya dan menerkam pergelangan kakiku sambil berteriak dan menjerit.
"Sayang..ooaachh" denyutan otot vagina Melati bersamaan dengan semburan spremaku di dalam vaginanya, aku remas pantat melati yang bulat dengan kencang.
"Melati.. oocchh.."
Setelah selesai mencapai puncaknya Melati bangkit dan jongkok, vaginanya tepat berada di depan mulutku, kakinya diletakkan di dua sisi bathtup sambil berpegang di kran bathtup, lalu berkata
"Sayang tolong jilati vaginaku lagi dong.." aku sungguh terkejut sama permintaan Melati itu, tapi aku tak mau mensia-siakan kesempatan ini, aku jilati bibir vagina Melati, kucium aroma spermaku dan lendir vagina Melati yang mulai meleleh turun keluar dengan senang hati(sesuai dengan hobiku yang paling seneng menciumi vagina karena aromanya yang bikin sensasi tersendiri) sambil aku elus-elus dan tepuk-tepuk kedua pantat Melati, beberapa saat aku tarik tubuh Melati dengan pelan-pelan dan mendudukan membelakangiku lagi dalam air, aku dekap erat-erat dan aku ciumi punggungnya.

Puas kami bercinta di kamar mandi lalu kami mandi lagi.selesai mandi dikeringkan tubuhku oleh Melati, kemudian aku pakai kaos dan celana panjangku tanpa memakai celana dalamku, kulihat Melati dengan tubuh yang terbalut dengan handuk masuk ke dalam kamar dan memakai kemeja sambil memakai celana pendek jens. Karena jam sudah menunjukan pukul 7.30 malam dan kulihat di luar masih mendung walau sudah 3 jam turun hujan.

Aku ajak Melati keluar untuk mencari makan malam, karena malas terlalu lama keluar aku cari saja makan di rumah makan dekat Villa kami. Setelah selesai makan kami berdua kembali lagi ke Villa, kulihat jam sudah menunjukkan jam 9.00 malam, suasana sudah sepi mungkin karena hari ini bukan akhir pekan.

Sesampainya di Villa langsung aku duduk di ruang santai aku nyalankan televisi dan aku nikmati acara music salah satu stasiun TV. Tiba-tiba tubuh Melati langsung dijatuhkan di sofa sampingku, kembali kami saling bercerita dan memadu kasih dan setiap kali kami cerita aku perhatikan payudaranya yang montok yang tersembunyi dalam kemejanya membikin tidak tahan, aku dekatkan bibirku di bibir Melati dan tanganku membuka kancing kemeja Melati dan langsung menelusup ke dadanya aku remas-remas buah dadanya yang padat dengan penuh nafsu, aku rasakan lidah Melati menelusup ke rongga mulutku menari-nari di langit-langit dan kadang menghisap dan membelit lidahku.

Tak kalah galaknya dalam berpangutan, aku sambut lidahnya, ganti aku menyerang, menghisap liur dan lidahnya dalam-dalam. Tangan Melati mulai membuka kaosku, kembali lidah Melati menyedot dan melilitkan lidahnya pada lidahku, tidak menunggu waktu lagi aku bopong tubuh Melati perlahan. Kubawa ke kamar tidur utama dan aku rebahkan perlahan tubuhnya, aku tidih tubuh Melati dan aku buka kaitan BH Melati yang berada di depan, aku daratkan bibirku pada payudaranya yang montok dan kenyal itu, aku mainkan kembali puting Melati dengan lidahku yang kasar ini. Aku sapu puntingnya dengan lidahku dan perlahan aku gigit pelan-pelan dengan penuh kasih sayang, kulihat Melati mulai mengelinjang dan melenguh penuh kenikmatan, jilatan aku turunkan centi demi centi kemudian aku sapukan lidahku di pusar Melati, tanganku pun aku painkan di punting Melati sambil aku pilin-pilin punting Melati.

Sekitar 5 melit kemudian jilatanku mulai turun ke bawah, tangan kananku membuka celana jens pendeknya kubuka kancing dan resletingnya serta CD-nya ke bawah dengan dibantu diangkatnya pantat Melati. Aku kembali menciumi dan menjilati perut bagian bawah Melati, akhirnya sampai juga pada gundukan vagina Melati. Sambil jongkok aku buka vaginanya lebar-lebar aku raba vaginanya yang sudah mulai berair. Keadaan kaki Melati yang masih menjuntai di luar tempat tidur ini memudahkan aku mengusap dan manjilati dengan mulut dan lidahku.

Perlahan-lahan kedua jari tangan kananku menyelinap ke dalam belahan vaginanya, aku rasakan lubang vagina Melati yang sudah basah oleh cairan lendirnya aku usap-usap titik G spot Melati. Jari-jariku bergeser ke atas - ke bawah, ke kiri dan ke kanan seolah menari-nari di dalam dinding vagina Melati, sedang lidahku tetap menyapu clitorisnya naik turun ke arah seputar klitoris Melati. Lumayan lama aku bermain di daerah sekitar vagina Melati, hingga tak terasa Melati berteriak seperti tak bisa diam menerima kenikmatan tangan dan lidahku tersebut.
"Sayang.. aacchh.. enak sekali sayang"
"Kamu keluar ya.. Melati" ucapku

Kuperhatikan tubuh Melati mengelinjang dan mendesah menikmati orgasme ini. Aku kembali santai kubelai rambut melati dan kuciumi seluruh mukanya, mulut dan lehernya, sambil aku ucapkan
" Melati vaginamu yang polos menantang itu membikin aku ingin memasukkan batang kemaluanku saja"

Beberapa saat kemudian didorongnya tubuhku perlahan dan Melati bangkit, dilihatnya celana panjangku yang belum di buka, dilepasnya retsleting dan diturunkannya celana panjangku, langsung didaratkannya bibir Melati ke batang kemaluanku. Dijulurkannya lidahnya di kemaluanku yang telah berdiri tegak, dikulumnya batang kemaluanku dan dijilatinya urat bagian atas yang agak lunak yang membikin aku mengelinjang mendera diriku.

Tak sadar aku mengerang dan mendesah keras saat tangan Melati mengocok dengan ritme pelan dan kemudian memepercepat kocokannya. Berulang-ulang dilakukannya hal ini dan kemudian dilepaskanya batang kemaluanku dari mulutnya dengan cepatnya Melati bangkit dan jongkok di atas pinggulku dan menyelipkan batang kemaluanku ke dalam liang vaginanya. Digoyang-goyangkan batang kemaluanku yang tegang seperti menaiki kuda dan digoyangnya ke kiri - ke kanan, memutar dan naik turun hingga tak sadar aku berteriak.
"Melatii.aacchh..enaakk" ucapku.

Karena tidak tahan dengan goyangan Melati, aku bangkit dan kubalikkan tubuh Melati tanpa mencopot batang kemaluanku yang masih menancap di liang vaginanya, aku angkat kedua kakinya ke pundakku dan aku jongkok bertumpu pada kedua lututku, aku sodokkan batang kemaluanku dengan liarnya sepertinya sodokanku berulang kali menerpa titik G-spotnya. Tubuh Melati mengelinjang menikmati adegan ini, semakin liar aku menyodokkan batang kemalanku semakin mengelinjang tubuh Melati, kulihat badannya bergetar mulutnya mendesah dan melenguh.
"Sayang aku keluar.."
Aku juga tidak tahan dengan adegan ini sehingga membuat aku ingin memuntahkan cairan spermaku.
"Melati aku juga keluarr.." ucapku.

Dipijitnya batang kemaluanku dengan otot vaginya. Kemudian berdenyut-denyutlah vagina Melati disertai semburan spermaku di dalam liang vaginanya. Keluarlah spermaku dan tubuhku kurebahkan di samping Melati tergolek tak berdaya tak lupa aku cium bibirnya sambil aku ucapkan
"Terimakasih Melati". Dibalasnya ciumanku oleh Melati.

Mungkin karena terlalu capek malam itu kami berdua tertidur diiringi dengan suara air hujan yang turun diatas atap vila kami tak terasa jam sudah menunjukkan 6.00 pagi. Kulihat tubuh Melati masih tertidur tanpa mengenakan baju secuilpun, aku kecup keningnya dan aku perhatikan sungguh cantik kau Melati secara tak sadar aku berpikiran seandainya kita belum punya tunangan akan aku puaskan kamu setiap hari Melati.

Aku perhatiikan tubuhnya yang indah dan lama-lama membikin batang kemaluanku berdiri tegang, aku sodorkkan bantang kemaluanku di depan mulut Malati yang membikin dia bangun dari tidurnya, seperti mengerti keinginanku dengan matanya yang masih belum benar-benar terbuka Melati menjilati dan menghisap batang kemaluanku sambil tangannya mengocok batang kemaluanku. Kutarik batang kemaluanku kemudian aku suruh Melati tiduran dengan posisi miring dan aku masukkan batang kemaluanku dari belakang ke dalam liang vaginanya sambil tanganku meremas-remas payudaranya dan menciumi leher belakangnya.

Sodokan dan gerakan tubuhku dari belakang mengenai dinding-dingding vagina Melati dan Melati mulai tidak bisa berdiam diri. Dengan lebih membungkukkan tubuhnya ke depan lagi, desahan dan jeritan Melati keluar membikin sensasi tersendiri bagiku sehingga makin membuatku liar menusukan batang kemaluanku ke dalam liang vaginanya tanpa terkendali. Hingga tanpa sadar kami berdua berteriak. Kurasakan denyutan otot vagina Melati meremas-remas batang kemaluanku dan tanpa sadar batang kemaluanku menyemburkan spermanya.
"Sayaang.. aku keluar.." ucap Melati
"Sama sayang aku juga keluar.." ucapku.

Kami berdua bersamaam mencapai puncaknya hingga kemudian aku menghentikan sodokkanku, tanpa aku lepas batang kemaluanku yang masih di dalam liang vaginanya aku peluk Melati dari belakang dan aku ciumi dia sambil aku belai.

Setelah aku mandi, aku duduk di depan TV sambil melihat acara music kesenanganku aku duduk di sofa ruang tengah, kulihat Melati sudah selesai mandi tapi hanya memakai kaos yang panjangnya sepaha tanapa mengunakan BH dan CD-nya kemudian dia menghampiriku sambil mengambil perhatianku berdiri di depan mukaku yang sedang melihat TV. Tanpa basa-basi lagi Melati menyodorkan vaginanya ke mulutku dengan menaiki sofa, dengan posisi aku duduk dan Melati berdiri di sofa sambil tanganya besandar di sofa lidahku menyambut dan menjilati liang vaginanya sepuas kami sampai kudengar melati mengerang dan mendesah lalu kami berdua melanjutkan ke ML lagi.

Jumat siang sampai Sabtu siang, kami sungguh menikmati permainan kami hingga 9 ronde aku melayani Melati. Sabtu siang mobil kami menuruni daerah Tretes dan aku menuju ke Malang untuk mengantar Melati ke Malang, sempat terucap seandainya kita belum saling mempunyai tunangan ingin rasanya hubungan kami berdua berlanjut diperkawinan, tapi semua itu suatu hal yang tidak mungkin. Apalagi 6 bulan ke depan aku harus menikah dengan tunanganku yang telah aku kenal 6 tahun yang lalu. Tapi kami berdua tetap akan meluangkan waktu ntuk berdua dan melepas rindu kami. Sempat Melati memuji kekuatanku yang bisa melayaninya sampai 9 kali, padahal dengan tunangannya dia bercerita hanya bisa sampai 4 kali sehari semalam.

Pembaca aku sendiri merasa heran dengan diriku padahal setiap hari aku melakukan minimal 3-4 kali semalam dengan tunanganku, tapi aku masih lebih merasa menikmati dengan Melati, apa karena itu aku lakukan dengan sembunyi-sembunyi yang rasanya lain dengan yang aku lakukan dengan tunanganku. Sebelum berpisah Melati berjanji 3 minggu lagi menyuruhku datang ke Malang dan kami berencana ke daerah Malang Selatan tepatnya daerah Sendang Biru yang katanya panorama lautnya indah sekali.

Sebelum Melati turun di dekat rumahnya aku cium bibirnya dan aku remas pantatnya..

E N D