Cerita berikut ini merupakan pengalaman hidupku, sewaktu aku masih sekolah di sebuah SMU di Malang Jatim. Tentu saja nama-nama yang ada dalam cerita ini bukanlah nama sebenarnya. Jalan ceritanya -terutama adegan sex-memang banyak mengalami improvisasi, sesuai dengan fantasi seksualku yang berkembang ketika aku menuliskan cerita ini. Tetapi, cerita mengenai proses hubunganku dengan dua sahabatku sebagaimana tertuang dalam cerita ini adalah cerita yang sesungguhnya terjadi. Aku menceritakan proses hubungan kami itu secara apa adanya, sesuai dengan yang terjadi dan tentu sesuai dengan batas daya ingatanku sendiri.
Apa yang aku ceritakan dalam cerita bersambung ini merupakan masa-masa paling indah dalam kehidupanku. Paling indah karena saat itu aku pertama kali mengenal rasa cinta, mengenali jati diriku yang sebenarnya sebagai seorang gay, saat-saat pertama aku menjalani kehidupan sebagai seorang gay, dan tentu saja, hari-hari pertama kali aku mengenal dan melakukan hubungna sex sesama cowok. Dan karena semua itulah, aku tidak akan pernah melupakannya. Selamat membaca. Peace n love for gay people! Saran dan komentar sangat dinantikan.
*****
Johan, Iwan, dan Tomi merupakan tiga sahabat yang selalu terlihat akrab. Mereka tercatat sebagai siswa SMU kelas 1 di satu SMU favorit di kota Malang. Persahabatan di antara mereka begitu erat, sampai-sampai sulit melihat mereka berjalan atau bermain sendiri-sendiri. Di mana ada Johan, di situ juga ada Iwan dan Tomi. Demikian pula, di mana ada Iwan, maka akan terlihat pula Johan dan Tomi di sampingnya. Pokoknya mereka bertiga seperti tidak mungkin dipisahkan lagi.
Kebetulan mereka bertiga duduk dalam kelas yang sama, dan memiliki kegemaran yang sama pula. Mereka bertiga hobi menyanyi dan bermain musik. Ekstrakurikuler yang mereka ikuti pun sama, yaitu olah raga renang. Melalui ekstrakurikuler renang inilah, mereka bertemu dalam satu dunia rahasia. Rahasia karena hanya mereka bertiga yang mengetahuinya. Rahasia ini pula yang membuat persahabatan di antara mereka begitu erat, dan menjadikannya berbeda dengan pola persahabatan remaja pada umumnya.
Persahabatan mereka tidak hanya sebatas hubungan akrab secara fisik antara tiga remaja cowok. Tetapi, ikatan dan bentuk persahabatan mereka sungguh jauh melebihi hubungan antara tiga cowok normal. Mereka bertiga adalah sesama cowok ABG gay. Dan kesamaan orientasi seksual yang menyukai sesama jenis kelamin itu, mendapatkan penyaluran yang tepat dan sanggup memuaskan hasrat birahi mereka. Maka di antara bentuk aktivitas fisik persahatan mereka itu, salah satunya adalah hubungan sex sejenis di antara mereka bertiga. Dalam berbagai kesempatan, mereka selalu memanfaatkannya untuk menyalurkan hasrat birahi mereka secara bersama hingga meraih kepuasan yang mendalam. Waktu-waktu luang yang mereka miliki, selalu penuh dengan kehangatan sex yang mampu memuaskan rasa dahaga akan kenikmatan sex.
Tempat mereka melakukan aktivitas sex itu juga tidak selalu tetap. Mereka biasa melakukan hubungan sex saat pulang sekolah dengan mengambil tempat bergantian di rumah orang tua masing-masing. Kebetulan di rumah masing-masing, mereka memiliki kamar sendiri-sendiri, sehingga bebas melampiaskan gejolak sexsual mereka. Tetapi mereka lebih sering melakukannya di rumah Tomi. Bukan apa-apa, karena kamar tidur Tomi yang paling luas dengan tempat tidur ukuran king size dan ada kamar mandi yang langsung terhubung dengan kamar tidurnya. Lagi pula, orang tua Tomi yang pengusaha papan atas di Malang sering tidak berada di rumah, baik siang maupun malam hari. Bahkan setiap akhir pekan, kedua orang tua Tomi selalu keluar kota, untuk berbagai urusan bisnis maupun pribadi. Maka hampir tiap malam minggu pula, mereka bertiga bisa puas melakukan pesta sex, bukan hanya di kamar tidur Tomi, melainkan bisa di ruang tamu, ruang keluarga, di taman belakang, bahkan di kolam renang Tomi.
Tetapi ada kalanya mereka melakukan aktivitas sex bertiga itu di kebun milik orang tua Iwan. Di kebun luas yang terletak di luar kota Malang, itu tepat di bagian tengahnya terdapat sebuah pondok sederhana namun hangat di saat malam yang dingin menyergap kota Malang. Di tengah keremangan malam dan sela kerimbunan pohon-pohon yang ada, mereka bertiga sering melampiaskan gelora sex hingga mencapai kepuasan yang teramat nikmat. Panasnya asmara sex di kebun itu mereka lakukan saat liburan sekolah, di mana mereka bisa menginap di kebun dan melakukan aktivitas sex setiap saat di sana selama empat hingga tujuh hari.
Mereka selalu berusaha saling memberikan kenikmatan dan kepuasan saat melakukan hubungan sex bertiga alias threesome. Tidak ada dominasi di antara persahabatan mereka, baik di sekolah, saat bermain maupun saat threesome. Karena usia mereka sebaya, maka di antara mereka tidak ada yang memiliki posisi menonjol dalam bersahabat. Demikian pula saat melakukan hubungan sex, tidak satu pun di antara mereka yang memiliki posisi dominan. Dengan demikian, saat melakukan threesome, mereka bisa bergantian mengambil peran, berinisiatif maupun memimpin permainan hingga sama-sama mencapai puncak kenikmatan. Tidak adanya dominasi dalam hubungan sex itu didukung oleh kesamaan orientasi posisi saat melakukan hubungan sex yaitu, mereka sama-sama flexy.
Jadi, mereka dengan leluasa bisa berganti posisi sebagai top atau bottom sesuai keinginan masing-masing saat melakukan hubungan sex. Dan posisi hubungan sex yang paling mereka sukai adalah sandwich. Dengan posisi itu, Tomi, misalnya bisa berada pada posisi di tengah, dengan Johan ada di belakang memasukkan penisnya ke anus Tomi, sementara pada saat yang sama, Tomi juga melakukan penetrasi penisnya ke pantat Iwan yang tidur mengangkang di hadapannya. Dalam posisi seperti itu, mereka bertiga bisa mereguk kenikmatan demi kenikmatan secara bersamaan dan mencapai orgasme pada saat yang nyaris bersamaan pula.
Berbagai posisi sex, sudah pernah mereka lakukan. Dan setiap posisi yang mereka lakukan selalu memberi mereka kepuasan dan kenikmatan. Sering kali mereka sengaja memutar VCD porno gay bersama-sama, sebelum melakukan hubungan sex. Setelah puas menonton VCD porno gay itu, mereka pun segera mempraktikkan berbagai gaya yang telah mereka saksikan sebelumnya di VCD itu. Tidak sulit bagi mereka untuk mendapatkan suplai VCD porno gay, karena mereka dapat memesannya melalui internet yang langsung dikirimkan ke rumah Tomi.
Tetapi, jangan dikira, hubungan di antara mereka hanya karena sex. Meskipun mereka sangat sering melakukan threesome, tetapi hal itu mereka lakukan bukan sekadar menyalurkan nafsu birahi belaka. Di antara mereka bertiga, sesungguhnya, terdapat hubungan emosi yang sangat kuat. Ternyata di antara mereka ada perasaan yang saling mencintai, ya cinta antara tiga cowok gay. Itu sebabnya, semua hubungan sex yang mereka lakukan juga melibatkan dan menumpahkan emosi cinta di antara mereka, selain tentu saja nafsu sex yang menggebu.
Hubungan cinta kasih antara mereka begitu kuatnya, bahkan sampai-sampai di antara mereka bisa saling cemburu. Apalagi bila salah satu di antara mereka dipergoki sedang ngobrol atau jalan berdua dengan cowok lain, pasti dua cowok sisanya langsung manyun dan cemberut karena terbakar rasa cemburu. Tapi rasa cemburu itu justru makin membuat tali cinta di antara mereka makin kuat. Dan, persoalan cemburu itu selalu bisa diselesaikan dengan baik, tentu saja di atas ranjang dengan melakukan threesome.
*****
Iwan, Johan, dan Tomi, saat ini duduk di kelas 1 SMU terkenal di kota Malang. Usia mereka sebaya, hanya terpaut beberapa bulan satu sama lain. Di antara mereka, Johan adalah yang paling muda, dengan usia belum genap 16 tahun. Sedangkan Tomi berusia 16 tahun atau lebih tua 3 bulan dari Johan, dan lebih muda 2 bulan dari Iwan. Tomi yang seorang Tionghoa itu memiliki badan paling tinggi, dengan tinggi 175 Cm dengan berat 60 kg. Badan Tomi sangat atletis, dengan dada bidang dan hidung yang mancung.
Dengan kulit putih mulus, wajah bebas jerawat, menjadikan Tomi cowok yang paling digandrungi di sekolahnya. Tomi sangat rajin menjaga badannya. Selain renang, dia juga rajin fitness seminggu dua kali. Badan Tomi sungguh mulus, dengan pinggang ramping serta tangan dan kaki yang halus karena tidak ditumbuhi bulu-bulu. Tomi paling senang memamerkan kemulusan bodinya di hadapan dua kekasih cowoknya. Itu sebabnya, setiap kali hendak ML, dia paling dulu menelannjangi dirinya, sembari memamerkan lekuk liku tubuhnya dengan melakukan gerakan-gerakan erotis.
Sedangkan Iwan meskipun berusia paling tua di antara mereka bertiga, justru memiliki badan paling imut. Tinggi badannya hanya 168 Cm dengan berat badan 52 kg. Berbeda dengan Tomi yang miskin bulu, badan imut Iwan justru ditumbuhi banyak bulu, terutama di lengan, paha dan kakinya. Bulu-bulu jembutnya tumbuh lebat di sekitar selangkangan dan pangkal penisnya. Bulu-bulu jembut itu tumbuh hingga di sela-sela belahan pantat dan sekitar anusnya. Ke arah atas, bulu-bulu jembut Iwan tumbuh rapi membentuk pola garis lurus hingga ke pusarnya, dan terus tumbuh agak lebat di dadanya yang bidang. Tubuh bugil Iwan dengan kulitnya yang sawo matang selalu memancing hasrat birahi dua cowok yang sangat dicintainya. Dia paling suka bila dua cowok pacarnya meraba-raba sekujur tubuhnya, menikmati kelembutan bulu-bulu yang menumbuhi sekujur badannya.
Johan seolah merupakan perpaduan sempurna antara kelebihan tubuh Iwan dan Tomi. Seperti halnya Tomi, Johan juga memiliki kulit tubuh yang putih, meskipun tidak seputih Tomi. Johan juga memiliki bulu-bulu lembut yang tumbuh di sekujur badannya, tetapi tidak selebat yang dimiliki Iwan. Badannya tidak setinggi Tomi, tetapi dengan tinggi 171 Cm, Johan memiliki postur tubuh yang tak kalah indahnya. Dengan berat badan 56 kg, Johan tampak seksi bila sedang telanjang bulat. Meskipun yang paling muda di antara mereka bertiga, namun Johan ternyata memiliki kontol paling panjang. Saat masih lemas saja, panjang kontolnya sudah 10 Cm menggelantung di depan dua buah zakarnya yang juga ranum dan besar. Kontol Johan bisa melar sampai 17Cm ketika dalam kondisi ereksi. Kontolnya yang panjang itu selalu membuat dua kekasihnya tergila-gila dan selalu ketagihan untuk mengulumnya.
Bersambung . . . .