"Ouh, wah.. hah.. akh enak sekali Jo. Kontolmu terasa enak di pantatku.. akh udah masuk semua Jo? Enak sekali Jo.. akh.." desah Iwan dengan tubuh yang meregang dan menggeliat menahan jutaan nikmat dari hasil sentuhan serta gesekan penis Johan dengan dinding anus serta prostatnya.
"Be.. bel.. umm Wan masih seperempat lagi.. akh.. pantatmu sungguh sempit dan hangat Wan.. ah.. nikmat sekali rasanya" ujar Johan merasakan detik-detik penuh sensasi kenikmatan anal seks yang baru pertama kali dirasakannya ini.
"Wah pasti lebih enak lagi rasanya ayo Jo masukkan akh semua uh.. kontolmu.. aahh.. emmhHPp ahmmpp." Iwan terus merintih dan mendesah menahan sejuta nikmat dari bagian anusnya.
"I.. ya iya Wan tunggu ya.. bentar lagi juga masuk semua kok" ujar Johan dengan detak jantung yang makin menggebu serta desah nafas yang makin memburu.
Dan benar.. beberapa saat kemudian bleess.. bless.. Semua batang penis Johan akhirnya amblas tertelan oleh kehangatan dan kelembutan dinding anus Iwan. Bersamaan dengan amblasnya seluruh kontol Johan dalam rongga anus Iwan, Iwan pun tak dapat menahan jeritan penuh kenikmatan dari mulutnya. Dan pada saat yang sama, Johan juga merasakan puncak sensasi kenikmatan itu, sehingga ia tanpa sadar mengerang keras dan panjang. Erangan dan desahan ditingkahi jeritan sangat erotis itu makin membakar nafsu birahi Tomi yang masih berdiam diri menyaksikan adegan seks hidup di depan matanya. Tapi Tomi juga tidak berdiam diri, karena tangan kanannya asik mengocok penisnya sendiri yang sudah ngaceng total, sementara tangan kirinya sibuk mengusap-usap pantat Johan, dan jemarinya beberapa kali menyusup di belahan pantat mulus dan seksi itu serta sempat menggelitik bibir anus Johan yang masih perawan.
"Ah.. ah.. ohhaahh.. uh.. aouhh.." Iwan hanya bisa mendesah panjang saat merasakan kepala penis Johan menekan dengan kuat prostatnya.
Saat Johan hendak menggerakkan pantatnya mundur untuk menarik kontolnya, Iwan pun segera mencegahnya. Kedua tangan Iwan langsung menahan gerakan mundur pinggul Johan, sebaliknya malah menarik pinggul itu dan menekankan ke arah selangkangannya sehingga kontol Johan makin kuat tertancap dalam anusnya dan memberikan tekanan lebih besar pada anusnya.
"Akh.. oh.. uhh uugghh. Terus tekan lebih keras lagi Jo.. enakkhh sekali akh.. ennaakkhh.. ahh.. rasanya" desah Iwan.
Johan pun menuruti kemauan Iwan yang sedang melambung dalam awang-awang anal seks yang penuh kenikmatan itu. Begitu Johan memperkuat tekanan pinggulnya sehingga kontolnya makin kuat tertancap, Iwan langsung memekik panjang. Dan pada saat itu, tiba-tiba dari celah pada kepala kontolnya sudah memancarkan air maninya. Ya.. benar-benar air mani bukan sekadar pre cum. Tampak penis Iwan menyemburkan air mani yang putih dan kental hingga empat kali dan langsung menggenang di perutnya. Hal itu tidak hanya membuat Johan terkejut. Tomi yang sedang sibuk melakukan onani sendiri, juga terkejut melihat reaksi hebat dari tubuh Iwan itu. Sebab selama ini kendati telah berkali-kali melakukan anal seks dengan Iwan, tetapi dia maupun Iwan belum pernah mencapai orgasme otomatis seperti itu. Tanpa melalui rangsangan berupa kocokan atau hisapan pada kontolnya, Iwan telah berhasil mencapai orgasmenya yang pertama dari hasil hubungan anal seks dengan Johan.
Panjangnya batang penis Johan serta besarnya kepala penisnya, membuat tekanan-tekanan lembut pada prostat Iwan menjadi maksimal, sehingga merangsang Iwan untuk tanpa sadar memuncratkan air maninya. Iwan sendiri juga terkejut dengan reaksi yang terjadi secara spontan pada dirinya. Tetapi ia benar-benar puas karena mendapatkan pengalaman baru dalam berhubungan anal seks. Karena itu ia semakin semangat menekankan pinggul Johan ke arah selangkangannya, dengan harapan ia akan mencapai orgasmenya sekali lagi. Dan Johan pun dengan cepat mengimbangi gerakan badan Iwan dengan memperkuat tancapan penisnya pada anus Iwan. Tetapi rupanya mereka tidak berhasil menciptakan orgasme lagi pada Iwan. Karena itu Johan yang sudah tidak sabar ingin segera mencapai orgasmenya, langsung mulai menggerak-gerakkan pinggulnya maju mundur, sehingga batang kemaluannya ikut tertarik keluar dan terdorong masuk liang anus Iwan. Makin lama gerakan keluar masuk kontol itu makin cepat, sehingga menimbulkan irama kenikmatan yang konstan dan terus mengalir dengan deras pada seluruh syaraf tubuh Iwan maupun dirinya sendiri.
Sambil menikmati goyangan ritmis yang sangat erotis dari kontol Johan pada anusnya, Iwan dengan tangan kanannya sibuk mengocok penisnya yang belepotan air maninya sendiri. Sementara tangan kirinya sibuk memilin-milin puting susu kanannya. Sodokan-sodokan penuh nikmat batang penis Johan pada anusnya, yang dikombinasikan dengan kocokan tangannya pada penisnya sendiri serta pilinan lembut jemarinya pada puting susunya, menimbulkan satu kenikmatan yang tiada taranya. Mulut Iwan semakin keras mendesah dan mengerang berkali-kali. Sensasi kenikmatan seks yang dirasakannya benar-benar nikmat. Iwan merasakan kenikmatan tiada tara dari gesekan batang penis Johan dengan dinding anusnya. Penis Johan yang sungguh panjang dan besar benar-benar membuatnya keenakan dan tenggelam dalam arus pusaran kenikmatan seks menuju puncak birahinya. Setiap detik kenikmatan yang terjadi, dirasakannya dengan penuh perasaan. Dengan mata terpejam dan sambil terus mengocok batang kemaluannya sendiri, dia terus menikmati goyangan pinggul Johan pada selangkangannya.
Tetapi kocokan tangan Iwan pada batang kejantanannya sendiri itu harus berhenti. Ternyata kepala Tomi telah berada di atas perut Iwan. Dengan lidah yang terjulur, Tomi tampak penuh nafsu menjilati sperma Iwan yang berceceran di perut dan pinggang setelah tadi sempat muncrat karena orgasme spontan. Sementara lidahnya sibuk menjilati sperma segar di perut dan pinggang Iwan, tangan kiri Tomi yang sudah memegang handuk kecil juga sibuk membersihkan batang kemaluan Iwan dari sperma bercampur cairan KY yang membasahinya. Setelah sperma di perut dan pinggang Iwan dijilatinya hingga habis, serta penis Iwan juga sudah bersih, maka mulut Tomi pun segera pindah menghisap batang kemaluan Iwan. Dengan cepat, mulut itu melahap kepala penis Iwan hingga habis. Dan dengan cepat dan buas mulut Tomi langsung menghisap kuat-kuat kepala penis itu, sehingga Iwan merasakan kenikmatan yang lebih dahsyat lagi. Penisnya seperti hendak tersedot dan tercabut dari akarnya. Sementara liang anusnya juga sedang disodok berkali-kali oleh batang penis Johan yang sangat perkasa.
"Ouh akh.. ah terus genjot Jo.. ouh yeess.. akh.. kontolmu sungguh nikmat dan keras akh enak sekali sedotanmu Tom" desah Iwan panjang, merasakan kombinasi kenikmatan antara sodokan kontol Johan pada anusnya dengan hisapan mulut Tomi pada batang kontolnya.
Iwan tampak tergolek pasrah menerima perlakuan demi perlakuan penuh birahi dari dua pacarnya itu. Tubuhnya sudah basah oleh keringat birahinya yang mengalir deras. Sementara Tomi dan Johan juga tak kalah panasnya. Tubuh mereka juga sudah basah kuyup oleh keringat birahi yang menetes dari setiap pori pada kulit tubuh mereka. Tetapi derasnya peluh itu tidak mengurangi semangat tiga remaja gay itu untuk menimba dan mereguk setiap kenikmatan adegan seks yang sedang mereka jalani. Mereka sudah sama-sama jauh tenggelam dalam arus kenikmatan seks sesama jenis yang sungguh nikmat tiada taranya.
Meskipun asik dengan kesibukan masing-masing, namun mereka masih sempat saling berbagi kenikmatan. Iwan yang semula hanya terkapar pasrah, segera menarik kaki Tomi menuju ke arah kepalanya. Sehingga kini posisi tubuh Tomi merangkak di atas tubuhnya yang terlentang. Dengan posisi itu, maka kontol Tomi tepat berada di atas mulus Iwan. Dalam posisi 69 seperti itu, maka Tomi dan Iwan menjadi mudah melakukan oral seks. Kehadiran batang kejantanan Tomi yang sudah sangat mengeras di mulutnya, membuat nafsu birahi Iwan makin terpacu. Ia sudah tidak sabar lagi menantikan hadirnya puncak kenikmatan seksnya. Maka penis ngaceng milik Tomi menjadi pelampiasan nafsunya.
Mulutnya dengan buas dan liar menyedot kuat-kuat penis itu. Sementara jemarinya juga sibuk memilin dan menggelitik dua puting susu Tomi. Sedotan ganas serta gelitikan jemari Iwan itu membuat Tomi tak kalah bernafsu. Seperti halnya Iwan, mulut Tomi juga semakin ganas dan buas menghisap batang kemaluan Iwan yang semakin basah oleh precum. Kepala Tomi pun makin cepat bergerak naik turun sepanjang kontol Iwan, membuat penis itu terkocok-kocok dengan cepat. Kocokan mulut Tomi pada penis Iwan semakin memperbesar aliran kenikmatan yang menjalari seluruh syaraf pada tubuh Iwan.
Kombinasi rojokan penis Johan pada liang anusnya, serta hisapan maut mulut Tomi pada penisnya, membuat Iwan semakin dekat dengan puncak kenikmatan birahinya. Sekitar lima menit dalam posisi itu, Iwan mulai merasakan tanda-tanda hendak mencapai orgasmenya. Tubuh mulusnya mulai meregang, dan gelinjangan pinggul dan selangkangannya semakin kuat. Nafasnya juga makin tidak beraturan, sementara desahan dan erangan dari mulutnya yang tersumpal kontol Tomi semakin keras. Akibatnya hisapan mulutnya pada penis Tomi menjadi tidak beraturan, karena pikirannya tengah terkonsentrasi pada puncak kenikmatan yang akan segera dinikmatinya.
"Ouh akh.. Ough.. aah Jo, aku ma.. mau kelluaarr.. akh En.. naakhh.. sekali" rintih Iwan yang sudah benar-benar mendekati titik puncak kenikmatan seksnya.
"Go.. yang akh lebbih ceppaatt. Jo.. terus terus Jo, masukkann. Tancapkan lebih dalam lagi akh ya ya.. begitu.. ouh akh. Terus Jo.. lebih cepat lagi Jo akh" Iwan semakin tergila-gila dengan detik-detik menjelang orgasmenya.
"Tom, his.. hissaapp terus Tom, ah ah.. enak sekali hisapanmu" lanjut Iwan terus memacu semangat dua kekasihnya yang sedang sibuk memompakan kenikmatan pada dirinya.
Mendengar desahan dan ucapan erotis Iwan yang semakin dekat dengan puncak kenikmatannya, Johan dan Tomi semakin semangat pula. Johan mempercepat goyangan pinggulnya menghajar selangkangan Iwan. Akibatnya kontolnya yang panjang dan gagah semakin cepat keluar masuk merojok liang anus Iwan. Beberapa kali Johan membenamkan dalam-dalam seluruh batang penisnya ke anus Iwan. Setiap kali Johan menekan kuat-kuat penisnya dalam anus itu, kepala penisnya langsung menyentuh dan menekan prostat Iwan. Akibatnya Iwan semakin merasakan kenikmatan menjelang puncak orgasmenya. Iwan semakin tidak dapat lagi mengendalikan dirinya akibat semakin kuatnya kenikmatan seks yang dialaminya. Sedangkan Tomi pun makin memperkuat sedotan dan kocokan mulutnya pada batang kontol Iwan. Semangat dua remaja gay itu memacu kenikmatan pada diri Iwan, membuat Iwan tidak dapat lagi menahan orgasmenya lebih lama lagi.
Tepat pada menit ke enam setelah mereka bertiga dalam posisi itu, akhirnya Iwan benar-benar mencapai orgasmenya. Tubuh Iwan tiba-tiba mengejang kuat-kuat. Badannya meregang dan menegang bersamaan dengan terjadinya semburan spermanya yang pertama dalam mulut Tomi. Semburan pertama air mani dari celah pada kepala penisnya itu, disertai dengan erangan dan desahan panjang dari mulut Iwan. Semburan air mani sangat kuat dan segera diikuti dengan semburan-semburan dahsyat berikutnya yang langsung muncrat ke dalam mulut Tomi.
Bersambung . . . .