Itu sebabnya, ketika sedang threesome dia selalu menjadi rebutan Iwan dan Tomi. Iwan dan Tomi selalu ingin mendapat kesempatan pertama mengulum dan disodomi kontol Johan. Alhasil setiap kali threesome, Johan nyaris selalu paling akhir mengalami orgasme, karena ia harus lebih dulu memuaskan dua kekasihnya. Atau, bila tidak mampu menahan ejakulasi terlalu lama, maka akhirnya Johan akan mengalami ejakulasi paling sering.
Tetapi, bukan berarti Johan harus meraih orgasmenya sendirian. Sebab dua kekasihnya dengan setia selalu berusaha membantunya meraih kenikmatan dengan melakukan rangsangan-rangsangan ke berbagai g spot di sekujur badannya. Biasanya, sembari merangsang Johan, Iwan maupun Tomi juga sibuk merangsang diri mereka masing-masing. Alhasil, setelah Johan memuntahkan semua pejunya, kontol Iwan dan Tomi sudah ngaceng lagi. Kalau sudah begitu, giliran Johan yang harus menyediakan lubang anusnya untuk disodomi Iwan dan Tomi secara bergantian. Biasanya, saat Iwan sedang menyetubuni dirinya, mulut Johan tak mau tinggal diam dengan terus sibuk mengenyot kontol Tomi.
Demikian pula sebaliknya, Johan akan bergantian mengulum kontol Iwan yang saat ngaceng panjangnya mencapai 16 Cm dan kontol Tomi yang panjangnya 16,5 Cm. Setelah Iwan dan Tomi mencapai orgasmenya yang kedua, mereka segera membalas memberikan kenikmatan sex untuk Johan, dengan saling berebut mengulum, menjilat, dan mengenyot kontol panjang Johan yang sudah ereksi lagi. Dengan badan yang tergeletak lemas karena baru saja digenjot habis-habisan oleh dua kekasihnya, Johan akan menikmati jilatan, kuluman dan hisapan mulut Iwan dan Tomi pada kontolnya hingga ia mencapai orgasmenya yang kedua. Peju gurih dan segar yang keluar dri kontol Johan selalu menjadi rebutan Iwan dan Tomi, hingga tak setetes pun dari peju itu yang terbuang sia-sia, semuanya habis direguk oleh Iwan dan Tomi yang selalu haus peju Johan.
Begitulah, mereka bertiga selalu haus akan kenikmatan sex. Dan permainan cinta yang penuh gelora birahi itu selalu mereka lakukan bersama hingga masing-masing mencapai orgasme minimal dua kali dalam satu kali permainan. Permainan akan berlangsung lebih seru dan panas, memakan waktu hingga berjam-jam bila mereka melakukannya di malam minggu atau sedang berlibur di kebun orang tua Iwan. Bahkan pernah mereka melakukan threesome hingga semalam suntuk, ketika sedang merayakan pesta tahun baru 2000. Ketika itu, mereka sampai ngcrot hingga lebih dari enam kali dalam semalam, sampai-sampai pada orgasme terakhir, kontol mereka masing-masing tidak bisa lagi memuncratkan peju.
*****
Sebenarnya, persahabatan dan percintaan tiga cowok ABG itu tidak terjadi pada saat yang sama. Awalnya hanya Iwan dan Tomi yang terlihat akbrab satu sama lain. Keakraban di antara mereka berdua sudah terjalin sejak hari pertama memasuki bangku SMU. Kebetulan mereka satu kelas dengan Johan, dan bangku yang mereka tempati bersebelahan dengan bangku Johan. Maka setiap hari sejoli Iwan dan Tomi selalu bertemu dengan Johan di sekolah. Maka keakraban di antara ketiganya mulai terjalin. Namun persahabatan antara Iwan-Tomi dengan Johan baru sebatas teman biasa. Sebab, di antara mereka belum saling terbuka mengenai orientasi sex yang menyukai sesama jenis kelamin itu. Meski demikian, Iwan dan Tomi sudah lebih dulu saling terbuka mengenai orientasi sex mereka.
Iwan mengetahui Tomi seorang gay saat dia mampir ke rumah Tomi seusai sekolah. Ketika memasuki kamar Tomi, Iwan langsung mendapati meja belajar Tomi yang penuh bertaburan gambar porno dari majalah gay Tropic Guy yang terbit di Thailand.
"Wah, ternyata kamu suka ngeliat cowok telanjang ya Tomi?" tanya Iwan keheranan sembari membalik-balik lembar demi lembar majalah Tropic Guy.
"Emm.. Iya. Aku suka banget ngeliatin cowok Thailand yang seksi, apalagi kalau kontolnya lagi ngaceng" Tomi mengaku dengan polos.
Dalam hati, Iwan pun bersorak kegirangan. Akhirnya dia mendapatkan seorang sahabat yang memiliki orientasi sex homoseksual seperti dirinya. Sudah lama ia memimpikan dapat menyalurkan hasrat birahinya dengan sesama cowok. Selama ini, hasrat itu selalu terpendam, dan hanya tersalurkan melakui khayalan sambil onani seorang diri.
"Ohh.. pantesan kamu suka ngintip kontolku kalau kita sedang kencing di sekolah" balas Iwan.
"Kamu suka ya sama kontolku" lanjutnya memancing reaksi Tomi lebih jauh.
"I.. iya.. Wan, kamu.. kamu.. gak marah kan tahu aku suka ngintip kontolmu" sahut Tomi terbata-bata.
"Ya gak masalah Tom asal kamu juga mau ngeliatin kontolmu buat aku" sahutnya sambil senyum-senyum.
Iwan yang mulai tidak sabar lagi, ingin melampiaskan hasrat birahinya siang itu. Dia berpikir, inilah saat yang selama ini ditunggunya. Ini merupakan kesempatan emas untuk mewujudkan khayalan dan mimpi-mimpi erotisnya selama ini. Saat itu Iwan memang sudah benar-benar bernafsu. Melihat gambar cowok cakep telanjang dengan kontol ngaceng, membuat nafsu birahi Iwan menggelegak dan kontolnya langsung ngaceng menuntut penyaluran.
Mendengar jawaban Iwan, Tomi yang memang telah merasa menjadi seorang gay sejak SMP langsung melucuti seluruh pakain seragamnya, sehingga tubuh putih mulusnya tak tertutup sehelai benang pun. Dan, ketika Iwan sedang asik memeloti gambar-gambar indah itu, tiba-tiba Tomi memeluk tubuh Iwan dari belakang. Mulut Tomi dengan liar dan buas menciumi tengkuk, leher dan telinga Iwan. Mendapat rangsangan sex yang demikian hebat dan nikmat, membuat Iwan tidak mampu menguasai dirinya lagi. Dengan cepat Iwan membalikkan badannya. Dan saat itulah, Iwan mendapati tubuh Tomi sudah telanjang bulat dengan kontol yang ngaceng sepanjang 16,5 Cm.
"Wah! Tomi, ternyata kamu punya tubuh yang indah, dan kontolmu panj.." belum tuntas Iwan menumpahkan kekagumannya, bibir Tomi sudah menyumpal mulut Iwan.
"Akh.. Wan akh.." Tomi pun makin tak dapat menahan diri lagi.
Nafsunya semakin tak terkendali dan langsung tenggelam dalam hangatnya ciuman pertamanya dengan sesama cowok. Dua cowok ABG itu pun semakin dalam tenggelam dalam pusaran arus kenikmatan sex. Bibir dan mulut mereka saling menghisap, sementara lidah Tomi sudah semakin jauh memasuki rongga mulut Iwan yang menganga pasrah. Sekejap kemudian, lidah Iwan mulai mengimbangi keliaran lidah Tomi. Lidah dua cowok itu saling bergelut mengalirkan kenikmatan demi kenikmatan. Mereka saling menghisap dan mereguk manisnya air liur mitra sexnya. Kontol Iwan sudah semakin keras ngaceng, dan mulai mengeluarkan lendir bening yang langsung membasahi celana dalam mininya yang membungkus erat penis itu. Hampir 10 menit mereka terbenam dalam kenikmatan ciuman penuh gelora asmara itu, sampai nafas mereka terengah-engah.
"Ough akh.. yes.. teruskan Tom, teruskan, beri ak.. ku kepuasan.." desah Iwan terputus-putus, saat bibir Tomi sudah berpindah ke lehernya.
"I.. iya Wan nikmatilah hingga kamu puas" bisik Tomi di telinga kiri Iwan, sambil langsung mengulum dan menghisap telinga itu.
"Ah.. Ah.. uh.. ah.. Enak sekali Tom." Iwan kontan merintih panjang dan keras, saat merasakan sengatan kenikmatan yang luar biasa akibat sedotan mulut Tomi pada telinganya. Tubuh Iwan langsung menggelinjang dan mengejang saat kenikmatan sex semakin kuat menyengat sekujur tubuhnya.
"Kamu akan merasakan kenikmatan yang lebih hebat lagi Wan" ujar Tomi, sembari membimbing tubuh Iwan ke ranjang besar miliknya.
Iwan pun terlentang dengan pasrah di ranjang empuk. Ia dengan penuh harap, pasrah menantikan serbuan penuh nafsu dari Tomi. Segera Tomi kemudian menghampiri tubuh Iwan yang tergolek pasrah. Tomi membaringkan tubuh bugilnya di sisi kanan Iwan. Sejenak kemudian, Tomi sudah berada di atas tubuh Iwan. Tomi menindih tubuh Iwan yang sudah memejamkan matanya dan mulut terbuka menanti ciuman panas mulut Tomi.
"Ayo.. Tom teruskan permainanmu.. aku sungguh tak sabar lagi" rintih Iwan sembari menggoyang-goyangkan pinggul dan pantatnya, sehingga kontolnya yang sudah ngaceng terbungkus celana beradu dan bergesekan dengan kontol ngaceng Tomi.
"Sabar ya Wan.." bisik Tomi di telinga kanan Iwan.
"Wan.. aku cinta kamu sudah lama aku menantikan saat-saat seperti ini. Aku ingin membahagiakanmu, karena aku tahu kamu memang menginginkan kenikmatan ini. Maukah kamu menerima cintaku Wan?" kata Tomi sambil tetap berbisik.
Mendengar bisikan penuh kemesraan itu, Iwan seolah tak percaya pada pendengarannya. Dengan mata membelalak penasaran ia menatap tajam ke arah mata Tomi yang masih menindih tubuhnya.
"Akh.. sungguhkah kamu mencintaiku Tomi?" ujar Iwan dengan nada tidak percaya.
"Sepenuh hatiku aku mencintaimu Wan. Aku janji untuk selalu membahagiakanmu. Aku siap setiap saat melayanimu, memberimu kenikmatan sex seperti tadi" ujar Tomi penuh percaya diri.
"Oh.. Tomi ahh terima kasih Tomi. Aku juga cinta kamu. Sejak pertama kali mengenalmu, aku sudah merasakan cintaku padamu" ujar Iwan sambil memeluk erat tubuh mulus Tomi.
"Wan aku cinta kamu. Wan.. terima kasih kamu mau mencintaiku" ujar Tomi sambil mencium kening Iwan.
Ciuman di kening itu pun segera pindah ke mulut Iwan yang sudah haus nafsu birahi. Kembali mereka terlibat adegan ciuman yang sangat panas dan menggairahkan. Kemudian, Tomi mulai bergerak turun. Dengan penuh perhatian, Tomi mulai mempreteli satu persatu baju Iwan, sampai Iwan pun telanjang bulat.
"Ah.. wan, ternyata kamu memiliki badan yang indah. Bulu-bulumu membuat ku makin bernafsu dan sungguh menggairahkan. Ah.. kontolmu sungguh kekar dan besar.." kata Tomi sambil kedua tangannya sibuk menggerayangi sekujur badan Iwan yang ditumbuhi bulu halus dan lembut.
"Iya Tomi.. badanmu pun juga seksi dan menggairahkan" kata Iwan, sembari tangannya mengelus-elus punggung Tomi.
Kedua tangan Iwan pun terus bergerak semakin liar, hingga sampai pada bongkahan pantat Tomi yang seksi. Saat sampai di belahan pantat itu, jemari Iwan semakin asik memberikan rangsangan birahi. Giliran bibir anus Tomi yang kemudian menjadi sasaran jemari Iwan yang bergerak lincah menggelitiknya.
"Ough.. oh.. akh.. enak sekali Wan. Teruskan Wan, jangan berhenti, nikmat sekali rasanya" desah Tomi panjang saat merasakan permukaan anusnya digelitik jemari Iwan yang semakin nakal.
Bersambung . . . .