Sementara Iwan dan Johan masih asik saling berciuman, Tomi sudah kembali ke selangkangan Johan untuk membersihkan sisa-sisa peju yang masih merembes keluar dari celah pada kepada penis Johan. Lidahnya dengan liar menjilat-jilat sekujur batang kontol Johan. Tetapi ketika lidahnya menjilati kepala kontol yang mulai melemas itu, tiba-tiba Johan menggelinjang.
"Akh.. akh.. geli Tom, udah Tom, aku gak kuat lagi, ngilu rasanya.." ujar Johan sambil menarik batang penisnya yang masih setengah ngaceng.
Karena belum puas menghisap kontol itu, akhirnya mulut Tomi menyerbu kontol Iwan yang mengacung tepat dihadapannya. Mendapat perlakuan itu, Iwan pun tak kuasa menolak. Kenikmatan yang terjadi akibat sentuhan bibir seksi Tomi dengan kulit penisnya membuat Iwan langsung tenggelam dalam kenikmatan oral seks. Tapi tak lama Tomi menghisap kontol Iwan, karena Iwan kemudian ikut berjongkok di sisi Tomi untuk kemudian kembali menghisap kontol Johan yang kini sudah benar-benar lemas. Karena sudah lemas, sehingga kontol itu tidak lagi terlalu sensitif terhadap sentuhan lidah dan bibir Iwan. Tapi Iwan pun tak lama menghisap kontol lemas milik Johan, karena keasikkan dipecahkan oleh rajukan Tomi.
"Yah.. Wan kok aku gak boleh ngisap kontolmu?" ujar Tomi dengan wajah agak cemberut.
"Sayangku, jangan gitu dong, sekarang kan giliran Johan untuk menikmati kontol kita. Biarkan kita memberikan semua kepuasan untuk Johan, karena Johan sudah sangat memimpikan ingin menghisap kontol kita" sahut Iwan, kemudian mengecup bibir Tomi, yang langsung disambar dengan lumatan maut mulut Tomi pada bibir Iwan.
Beberapa saat mereka terlibat dalam ciuman birahi yang sangat panas, sampai kemudian mereka merasakan pundaknya ditarik oleh tangan Johan. Mereka pun mengikuti tarikan tangan itu, dan kemudian berdiri berdampingan di hadapan Johan. Sambil tersenyum penuh kepuasan dan kedua tangannya menjulur meraih kontol Iwan dan Tomi yang masih mengacung tegang, Johan berujar, "Nah, sayangku Tomi dan Iwan, sungguh hebat dan nikmat hisapan kalian pada kontolku. Bagaimana rasanya pejuku barusan?"
"Wah, kamu sungguh hebat Jo, pejumu nikmat dan segar sekali. Apalagi semburannya sungguh kuat" ujar Iwan, sambil terus meremas-remas penis Johan yang mulai mengembang kembali karena terus mendapatkan rangsangan.
"Iya Jo, kontolmu sungguh jagoan. Lihat tuh sekarang aja sudah mulai ngaceng lagi. Padahal belum lima menit lalu menyemburkan peju, sekarang sudah ngaceng lagi" timpal Tomi, sambil jemarinya menggelitik puting susu kanan Johan.
"Kalian sih terus saja memberikan rangsangan. Aku kan jadi keenakan. Ok deh sekarang giliranku menghisap kontol kalian" ujar Johan dengan tangannya yang terus mengocok dua batang penis itu.
"Baiklah kamu nikmati penis kami berdua" kata Tomi.
Dengan cepat Johan menurunkan badannya, dan kemudian berjongkok depat di antara dua batang kontol Iwan dan Tomi. Kemudian Iwan dan Tomi segera pula menyesuaikan posisinya, menjadi berdiri berhadapan, sehingga memudahkan Johan menghisap kontol mereka secara bergantian. Yang pertama mendapat sentuhan mulut Johan yang haus seks itu adalah kontol Tomi. Kontol yang panjangnya mencapai 17 cm itu segera dijilatinya untuk kemudian kepalanya segera dihisap-hisap. Sementara sibuk menghisap penis Tomi, tangan kiri Johan tak kalah sibuk mengocok batang penis Iwan. Dengan cepat kocokan dan hisapan itu menghadirkan jutaan kenikmatan yang mengaliri tubuh Iwan dan Tomi. Tomi langsung tenggelam menikmati enaknya hisapan mulut Johan pada mulutnya. Dia semakin keras mendesah dan mendesis ketika merasakan sentuhan lidah liar Iwan pada kedua puting susunya secara bergantian.
Sekitar dua menit Johan menghisap penis Tomi, kemudian menggantikan hisapan mulutnya pada penis itu dengan kocokan tangan kanannya. Dan mulutnya berpindah ke penis Iwan untuk kemudian menghisap dan mengulumnya. Adegan seperti itu terus berlangsung berulang-ulang. Mulut Johan dengan liar terus silih berganti menghisap-hisap kontol Iwan dan Tomi, dan tangan kanan kirinya juga tak kalah sibuk mengocok-ngocok dua batang penis yang sama panjangnya itu. Sementara Iwan dan Tomi juga sibuk bergantian menghisap puting susu kekasihnya. Saat kontol Tomi dihisap mulut Johan, maka mulut Iwan pun tak mau ketinggalan menghisap puting susu Tomi. Begitu sebaliknya, ketika penis Iwan sedang dihidap Johan, maka mulut Tomi membantu memberikan tambahan rangsangan kenikmatan pada puting susu Iwan.
Tak sampai 10 menit kemudian, Iwan mulai merasakan gejala hendak mencapai orgasmenya. Tubuhnya mulai bergetar dan mengejang, sementara mulutnya makin keras mengerang dan mendesah. Dan tak lama kemudian, tiba-tiba dari kepala penisnya menyembur dengan deras air maninya ke dalam mulut Johan yang sudah siaga menampung banjir sperma Iwan. Sekitar sembilan kali air mani Iwan muncrat dari kontolnya, dan semuanya langsung ditampung serta ditelah penuh nafsu oleh mulut Johan. Sementara mulutnya sibuk menampung lahar sperma Iwan, tangan kanan Johan tetap sibuk mengocok dengan cepat penis Tomi. Gerakan coli tangan Johan pada penis Tomi yang sangat cepat itu, membuat Tomi makin cepat mencapai puncak kenikmatan birahinya. Tepat pada semburan kesepuluh, terpaksa Johan melepaskan kontol Iwan dari sekapan mulutnya, karena ia harus menampung semburan peju Tomi.
Hampir bersamaan dengan semburan terakhir sperma Iwan, Tomi pun berhasil mencapai orgasmenya. Karena baru pertama kali menghisap kontol dan itupun sekaligus dua batang, membuat Johan kewalahan. Apalagi semburan sperma pertama Tomi tepat bersamaan dengan semburan terakhir sperma dari penis Iwan. Saat Johan hendak pindah menampung semburan sperma pertama dari penis Tomi, terpaksa semburan air mani terakhir dari penis Iwan dibiarkannya muncrat begitu saja dan mengenai pipi kirinya, sementara pada saat yang sama, semburan air mani pertama yang sangat dahsyat dari penis Tomi juga tidak sempat ditampung dalam mulutnya.
Sperma itu sudah tersembur sebelum ia sempat memasukkan batang kontol itu dalam mulutnya. Akibatnya, sperma itu langsung muncrat mengenai wajahnya. Tetapi Johan tidak terlalu lama kewalahan, karena ia segera dapat menguasai keadaan. Dengan wajah belepotan air mani Tomi dan Iwan, Johan segera melahap kontol Tomi yang semakin keras berdenyut. Tepat saat kepala penis Tomi berada dalam sekapan rongga mulut Johan, penis itu langsung menyemburkan air mani yang kedua. Hingga semburan kesepuluh, semua sperma Tomi dapat ditampung dan ditelan dengan tuntas oleh Johan.
Johan benar-benar menikmat semua peristiwa yang terjadi dalam hubungan seksnya pertama dengan dua cowok kekasihnya itu. Sampai ia tidak sadar penisnya sudah kembali ngaceng dan kembali meneteskan pre cum bening ke lantai kamar mandi. Setelah puas menghisap dua batang kontol yang baru mengalami ejakulasi itu, Johan pun kembali berdiri berhadapan dengan dua cowok kekasihnya, dan langsung memeluk tubuh mulus mereka yang masih lemas karena baru saja mengerahkan energi memuntahkan cairan kenikmatan untuk menghapuskan dahaga seks bagi Johan.
"Terima kasih, Tomi sayangku, terima kasih Iwan kasihku, aku benar-benar sayang dan cinta pada kalian berdua. Kalian dua kekasihku yang sungguh aku cintai" bisik Johan bergantian pada telinga Tomi dan Iwan.
"Sama, Jo, aku juga cinta dan sayang kamu. Kamu sungguh hebat dan pintar bermain seks. Meskipun ini pengalaman pertamamu, tapi ternyata kamu sudah cukup lincah menghisap kontol kami" sahut Tomi sambil mencium kening Johan.
"Iya Jo, terima kasih juga, kamu sudah memberikan kenikmatan dan kepuasan pada kami. Kontolmu juga sungguh hebat dan jantan" timpal Iwan sambil meremas-remas dan mengocok penis Johan yang sudah benar-benar ngaceng itu.
"Akh.. akh Wan, kocokanmu enak betul aku jadi kepingin lagi nih" ujar Johan manja, kemudian melumat mulut Tomi yang disambut dengan lumatan yang tak kalah ganasnya.
Tomi pun makin mempercepat kocokan tangannya pada kontol Johan. Sementara tangan Johan juga tak mau tinggal diam, langsung menirukan gerakan onani dengan mengocok penis Tomi yang sudah kembali ngaceng karena terangsang oleh desahan erotis serta ciuman ganas mulut Johan. Giliran Tomi yang kini turut mendesah karena merasakan nikmatnya kocokan tangan Johan pada penisnya. Tapi Tomi segera ingat dengan Iwan, ketika ia melihat kontol Iwan juga sudah ereksi lagi dan sedang dikocok oleh tangan Iwan sendiri. Tomi pun menjulurkan tangan kirinya, meraih kontol Iwan dan menggantikan kocokan tangan Iwan dengan tangannya. Maka Iwan pun menyusul mendesah dan mengerang dengan nada erotis menikmati kocokan tangan Tomi pada penisnya.
Kini mereka bertiga kembali tenggelam dalam kenikmatan-kenikmatan birahi. Mereka saling bergantian mengocok penis kekasihnya. Maka terjadilah rantai onani di antara mereka bertiga. Berganti-ganti, Iwan mengonani penis Tomi, Tomi melakukan hal yang sama pada Johan, dan Johan pun tak kalah sibuk mengonani penis Iwan. Begitu terus terjadi mereka saling sibuk mengonani penis pacarnya. Mulut mereka pun makin keras mendesah dan nafas mereka makin menggebu menikmati onani yang terjadi pada penis mereka masing-masing.
Tak lebih dari 6 menit mereka melakukan onani, tiba-tiba penis Johan sudah kembali menyemburkan pejunya dengan diikuti oleh erangan panjang penuh nada nikmat. Semburan peju Johan yang mengenai perut Iwan, segera dibalas dengan semburan sperma dari penis Tomi yang memancar deras ke arah dada Johan. Dan tepat pada semburan ketiga dari penis Johan dan semburan kedua dari penis Tomi, Iwan pun kembali mencapai orgasme dengan menyemburkan peju yang mengenai wajah Tomi.
Mereka tampak menikmati sekali adegan perang sperma itu. Mereka saling balas menyemburkan air mani. Dari penis mereka masing-masing saling menyembur sperma dengan deras, yang memuncrat bebas ke udara dan mengenai tubuh mereka masing-masing. Tak kurang dari dua menit mereka menikmati momentum orgasme itu ditingkahi dengan erangan dan desahan penuh kepuasan dan kenikmatan, sampai penis mereka tidak mampu lagi memuntahkan peju.
Bersambung . . . . .